Note: Karagin Tsunehiko, Karagin Yusho itu milik gw dan Gakuen Basara milik Capcom. Fanfic ini berisi gaje (?) dan clichè Jepang.
Sudut Pandangnya Yusho:
Di suatu pagi, Aku telah dibangun oleh Tsuchiyo, dia salah satu pembantu di klan Karagin. "Selamat pagi, Yusho-sama." dia sambut pagi kepadaku. "Yusho-sama, bangun. Ini saatnya mandi sebelum makan sarapan." Aku berdiri lalu menggosok mataku untuk buka. "Nnggh, Tsuchiyo, selamat pagi. Maaf kalau aku tidurnya lama..."
"Tidak apa-apa, kamu harus segera pergi mandi sebelum terlambat sekolah."
"Iya..." Aku sudah berdiri dari tempat ranjangku dan aku pergi menuju ke kamar mandi. Aku sedang mandi dengan bersih. Sebenarnya, ini hari pertama sekolahku dengan kakakku dan Tsuchiyo. Tetapi, Tsuchiyo adalah siswi di Akademi Basara. Setelah mandi, Tsuchiyo mengeringkan rambutku dengan hairdryer, sedangkan aku melihat kaca. Dia menyisir rambutku dengan pelan. Lalu, Tsuchiyo memberikan seragam buatan Akademi Basara ke aku. Dia tahu kalau aku suka rok panjang, Dia juga suka rok panjang.
Setelah aku memakainya, aku terlihat seperti seorang bangsawan. Ya, aku terlahir sebagai bangsawan. Tentu saja sih... Bahwa rumor itu masih ada tentang keluarga Karagin. Mereka sudah tahu itu keluarga keturunan naga. Tsuchiyo sangat senang melihat seragam baruku lalu backgroundnya ada kilat-kilat. "Wah... Yusho-sama. Kamu terlihat cocok setelah memakai seragam ini."
Keringatnya mengalir di wajahku sambil senyum. "Ahahaha, terima kasih, Tsuchiyo."
"Ayo, mari kita sarapan dulu sebelum berangkat ke sekolah."
"Baik, Yusho-sama."
Aku dan Tsuchiyo telah keluar dari kamarku. Pas aku masuk ke ruang makan, Ayah dan Kakak sedang makan sarapan... Mereka menoleh ke aku dan Tsuchiyo. "Ah, Yusho, akhirnya kamu bangun juga." Aku langsung duduk di kursi lalu makan.
Sesudah makan sarapan, aku dan keluargaku naik bersama di sebuah mobil limousine. Memang, ayahku adalah seorang miliarder di klan Karagin dan dijuluki sebagai, "Raja Naga". Aku heran sama dia, dia melakukan yang spesial. Aku melihat bangunannya Akademi Basara, lumayan bagus disana. Penasaran deh... siswa/siswi disana itu seperti apa ya... Jadi aku mau tanya sama Tsuchiyo dulu. "Tsuchiyo, kamu tahu kepala sekolahnya siapa di Akademi Basara?"
"Di Akademi Basara ini, sebenarnya ada seorang kepala sekolah yang menyeramkan."
"Oh iya? Tolong jelaskan."
"Kepala sekolahnya adalah Oda Nobunaga, Dia terjuluki Raja Iblis karena rumor-rumor oleh semua siswa dan siswi. Jika kamu membuat masalah di akademi itu, kamu akan kena oleh tiga serangannya."
Mataku melebar ketika aku mendengar dari ucapannya Tsuchiyo. Aku mengangguk. "Baiklah, aku akan mengerti. Terima kasih untuk penjelasannya, Tsuchiyo."
"Sama-sama, Yusho-sama." Dia tersenyum ke aku.
Lalu, mobil limousine berhenti di depan pintu gerbang. "Oke, sudah sampai di depan pintu gerbang. Kita langsung turun dari mobil." ucap Ayah. Dia sangat senang mengantarkan Kakak, aku, dan Tsuchiyo. Dia sudah kumat deh. Ketika sudah turun dari mobil limousine, semua siswa dan siswi terkena oleh kesinaranku.
"Aduh! Silau!"
"Astaga!"
"S-siapa gadis yang berambut putih itu?! Cantik banget!"
"Dia seperti seorang dewi!"
"Kita tidak pernah melihat gadis cantik tingkat dewi ini!"
Aku mendesah ketika mereka melihat aku dengan kejutan lalu memerah. Mereka pada menggila karena kecantikanku. Kakakku menoleh ke aku, "Sepertinya kamu mulai terkenal oleh kalangan laki-laki, Yusho." Keringat telah mengalir di wajahku. "Iya kak..." Ayah mengantarkan Kakak, aku, dan Tsuchiyo ke ruang kepala sekolah. Namun, ada seorang kepala sekolah yang begitu menyeramkan. Pasti dia ketat nih.
"Selamat datang ke akademi, saudara-saudari Karagin."
"Terima kasih, sensei." Tatapannya kepala sekolah ini sangat tajam.
"Jika kau membuat masalah di akademi ini, kau akan kena oleh tiga serangan, paham?"
"Hai, sensei."
"Hm, baguslah."
"Oke, anak-anakku, Ayah mau pergi dulu. Kalian bisa senang di akademi ini. Da-dah!" Ayah tersenyum lalu dia pergi dengan sementara, Dia tidak bisa bantu sama sekali. "Aku akan menunjukkan mereka untuk lihat akademi ini. Ayolah, Tsunehiko-sama, Yusho-sama, mari kita pergi lihat. Kami permisi dulu, Nobunaga-sensei."
End of POV
Setelah mereka mengenal kepala sekolah, Tsuchiyo melihat jadwal kelas buat Tsunehiko dan Yusho. "Hm... Tsunehiko-sama."
"Ya, Tsuchiyo?"
"Kamu sekelas sama saya dan kamu, Yusho-sama..."
"Hm? Ada apa?"
"Kamu... sekelas sama Naga Mata Satu dan Anak Harimau..."
Yusho terkejut, dia sepertinya kenal Naga Mata Satu itu siapa. Ekspresinya menjadi semaput. "Duh... jangan-jangan aku sekelas sama Date Masamune..." sampai dia termurung. Dia sudah ingat di masa SD-nya. Tsuchiyo sudah duga kalau Yusho sudah kenal sama Date Masamune, Dia merasa kasihan kepadanya. "Yusho-sama..." Tsunehiko sudah curiga kalau Yusho sudah mengenalnya. (Sudah kuduga, Ternyata adikku sudah kenal sama Naga Mata Satu. Dia pernah di tatapi terus-terusan olehnya.) Dia khawatir sama adiknya. Dia akan melindunginya dari seseorang yang mengincarnya.
"Lebih baik, saya akan menunjukkan kalian di akademi. Ayo kita pergi lihat."
Saudara-saudari Karagin dan Tsuchiyo langsung pergi lihat tempat aktivitas di akademi. "Ini adalah ruang musik. Dimanakah klub band musik yang sering di dalam situ. Pemimpin klub di ruang musik adalah Mori Motonari. Dia ini orangnya pemarah dan tidak suka di ganggu pada saat lagi memainkan kaset CD-nya. Asal jangan ganggu dia." Saudara-saudari Karagin menggangguk. "Selanjutnya, ini tempat penjas. Kita hanya bisa melakukan aktivitas dekat lapangan."
"Hm... Ada nggak yang sering main bola basket?" tanya Tsunehiko. Tsuchiyo menggangguk. "Ada kok, Tsunehiko-sama. Kamu bisa masuk ke klub bola basket."
"Begitu. Aku akan masuk ke klub basket."
"Tumben kamu suka bola basket, Kakak." Yusho tersenyum. "Iya, dari kecil suka bola basket."
BEBERAPA MENIT KEMUDIAN
Sesudah menunjukkan di dalam akademi, ada dua klub pemimpin sedang berantem di lapangan, Tsuchiyo langsung mencekam jidatnya. Naga Mata Satu dan Anak Harimau selalu berantem di suatu tempat. "Aduh mulai deh..."
"Mereka nggak berubah sama sekali... Dari waktu SD sampai sekarang." kata Yusho. Dia sedang melihat mereka yang lagi berantem. Dia pernah ditatapi oleh Naga Mata Satu di masa SD; Di kolam renang, perpustakaan, lorong, kantin, lapangan, dan lantai atas. Itulah membuat dia tidak aman ketika ditatapi olehnya. Sampai kepalanya menggeleng-geleng. "P-pokoknya kita harus kembali ke dalam. Ayo pergi."
"Hai, Yusho-sama." Mereka pergi, sudah selesai lihat semua tempat aktivitas di Akademi Basara. Masamune menoleh kesinarannya Yusho, mata satunya melebar lalu dia menyeringai. Dia malah senang kalau Yusho pindah disini.
"Masamune-dono! Jangan lihat kesana dan perhatikan ke aku!" teriak Anak Harimau.
"Heh, ada-ada aja, Sanada Yukimura!" Mereka mulai main tendang bola, tetapi kepala sekolah melarang mereka dari menggunakan lapangan.
END
Akhirnya udh tulis panjang wkwk nggak kyk prolog itu lebih parah. Nanti gw tulis selanjutnya di beberapa bulan atau kapan deh. sampe jumpa lagi :3
