Note: Karagin Tsunehiko, Karagin Yusho itu milik gw dan Gakuen Basara milik Capcom. Fanfic ini berisi gaje (?) dan clichè Jepang.


Mereka melihat Kasuga yang sedang senam di depan Kenshin. Wajahnya bahagia, dia dari awal menyukai Uesugi Kenshin karena Kasuga telah terpancing ke klub senam dan keluar dari klub koran. Dia bersenam dengan memenuhi hal yang romantis.

"Ayo pergi dari sini, Ini nanti aja."

"Iya."

Mereka mau pergi ke tempat selanjutnya, Kasuga berteriak lalu jatuh. Sasuke dan Yusho masuk melihat dia.

"Kasuga!"

"Kamu tidak apa-apa?"

"Sasuke, Naga Putih?"

"Aku tak sangka kamu terjatuh."

"Ini bukan jatuh biasa."

Kenshin memegang sesuatu setelah Kasuga terjatuh. "Ini adalah... minyak."

"Minyak?"

"Aku juga terjatuh oleh minyak di lorong sekolah." kata Yusho.

"Kamu juga, Karagin-san?"

"Iya."

"Kamu tidak apa-apa?"

"Maafkan aku, Kenshin-sama."

"Saya senang bahwa itu tidak serius, pedang cantikku."

"Kenshin-sama~~!" Kasuga memanggil namanya sambil mendesah dan backgroundnya bunga mawar. Yusho melihat dia menggelikan. (Geli...)

"Ayo kita keluar dari sini."

"Iya."

Mereka sudah keluar dari ruang penjas, Sasuke memikirkan itu tiap satu klub mempunyai keberuntungan yang buruk.

"Aneh sekali."

"Apanya aneh?" tanya Yusho.

"Tiap satu klub mempunyai keberuntungan yang buruk di akademi."

"Aku rasa ada seseorang mau sabotase mereka. Kepala Sekolah Nobunaga bakalan membubarkan semua klub."

"Eh? Benarkah?"

"Ya, kurasa begitu."

Sasuke dan Yusho pergi ke di luar sekolah. Ada seseorang memanggil mereka. Ternyata Toshiie dan Matsu sedang makan bekal.

"Sasuke! Yusho!"

"Toshiie-dono, Matsu-dono."

"Maeda-dono."

Matsu langsung gembira jika dia ketemu Yusho sudah lama.

"Ara, Yusho-chan, sudah lama nggak bertemu. Sekarang kamu anak kelas 1 tahun pertama! Beruntung sekali kamu!"

"Terima kasih, Matsu-dono." Dia menunduk kepada mereka lalu tersenyum. Sasuke bertanya kepada dia "Kamu kenal mereka?"

"Oh, begini. Dulu aku diundang sama Keiji ke rumahnya, Matsu-dono memberikan aku makanan untuk semangat, hehe."

Matsu menggangguk. "Betul! Aku tidak suka seseorang yang tidak semangat. Iya kan, Inuchiyo-sama?"

"Betul tuh! Eh, Sasuke, Matsu memasak makanan siang paling enak, nih coba!"

"Inuchiyo-sama! Itu tidak sopan untuk memaksa orang-orang!"

"Ah, sudah cukup. Ngomong-ngomong, ini tim lacak sedang beristirahat?"

"Nggak." Toshiie bilang ke mereka.

"Kita lagi latihan."

"Iya kah?" Yusho bertanya sampai Matsu mengasih lihat jadwal ke mereka.

Jadwalnya berisi olahraga, makan, dan lain-lain. (Maaf, gw males nulis jadwal mereka wkwk)

"Apa ini?" tanya Sasuke. "Dari penglihatan jadwal ini, kalian semua isinya makanan..."

Sasuke dan Yusho melihat mereka tidak ada, sampai menoleh ke mereka sedang lari.

"Inuchiyo-sama!"

"Matsu!"

"Inuchiyo-sama!"

"Matsu!"

"Inuchiyo-sama!"

"Matsu!"

Mereka melihat Toshiie dan Matsu langsung lari. Sebelum mereka pergi, Matsu berteriak itu Toshiie terjatuh oleh sesuatu, Sasuke dan Yusho menoleh lalu mereka langsung menuju ke Toshiie.

"I-inuchiyo-sama! Bertahanlah!"

"Apa yang terjadi, Toshiie-dono?"

"Kamu tidak apa-apa?"

"Aku... aku menginjak sesuatu..." Toshiie bilang, dia melirik bahunya habis itu melihat Sasuke dan Yusho. Mereka melihat bawah dan menyadari itu ada tiga goli kecil. Sasuke mengambil goli yang berwarna biru dan dia tahu tiga goli dari lapangan sepakbola.

"Ada apa?"

"Goli ini ditemukan di lapangan sepakbola sebelum Oichi kemari untuk melihat kita."

"Pasti ada seseorang yang mau sabotase klub lain sebelum kepala sekolah bakalan tahu."

"Iya, Tapi kita tidak tahu siapa yang melakukan ini."

"Kalau begitu, jika ada sesuatu yang aneh, bakalan pas- kyaaa!"

Sasuke langsung memegang Yusho dari keplesetan.

"Kamu gak apa-apa?"

"Hai, aku sudah dua kali jatuh..." Dia gemetaran, menjadi sangat trauma. Yusho melihat di lantai, ternyata minyak setelah itu.

"Minyak... kurang asam..." Dia sangat kesal lalu mengepal tangan kanannya walaupun dia terpleset oleh minyak dua kali. Dia menunjukkan Sasuke ada jejak minyak itu menuju ke ruang UKS.

(Duh, Pasti Akechi Mitsuhide-sensei yang melakukan sabotase aktivitas klub mereka! Tapi firasatku menjadi buruk keadaan kondisi begini...!)

"Sasuke, aku benaran mempunyai firasat buruk di ruang UKS... Akechi-sensei pasti menunggu kita masuk."

"Hm... Biar aku masuk ke ruang UKS aja. Kamu harus sembunyi di pojokan, jika kamu melihat sesuatu, panggil para klub lain."

"Iya, aku mengerti." Yusho langsung bersembunyi di pojokan sambil mengawasi Sasuke masuk ke UKS. Tiba-tiba, ada penghapus papan kapur terjatuh ke dia, terdapat dan tertusuk oleh jarum. Kemudian Sasuke telah pingsan. Mitsuhide menyeringai, dia memegang sebuah pipa untuk menembak jarum, dia mengambil buku catatan kecil darinya.

Sementara itu, Matanya Sasuke terbuka dengan pelan, badannya diperban. Dia berada di ranjang suster.

"Aku mengerti bahwa kau tidak mempunyai benar untuk kritis aku." Ada suara familiar muncul di ruang UKS.

"Kasuga! Kamu kesini untuk menyelamatkan aku? Aku selalu tahu kamu mencin-"

"Jangan salam paham. Aku disini atas perintahannya Kenshin-sama untuk mengecek ruang UKS."

"Hebat sekali Dewa Perang..."

Dia sudah sadar kewaspadaan dari ramalannya Tsuruhime. Tetapi dia kehilangan buku catatan kecil.

Di ruang perpustakaan, Mitsuhide bersama Oichi. Dia menulis buku catatan kecil itu membubarkan aktivitas klub mereka. Dia sangat tangguh dan suka kekacauan di Akademi Basara. Tak lama lagi, Oichi tiba-tiba pingsan. Mitsuhide langsung tertawa.

Bagaimanapun, Masamune dan lain-lain memergoki Mitsuhide di ruang perpustakaan.

"Jadi itu permainanmu."

"Kebusukkan sudah di lihat oleh orang-orang!"

"Saat kau berhutang waktu pada kami!"

"Kau meninggalkan ini di kebun!"

Kojuro melempar pisau bedah ke Mitsuhide.

"Ah, Bagus sekali. Aku senang melihat mata kebencianmu! Sekarang, Akademi Basara Berdarah akan di mulai!"

"Ini... semua gara-gara Akechi-sensei..."

"Oichi-san!"

Beberapa bayangan tangan yang berwarna ungu memegang Mitsuhide lalu beberapa goli dari saku kemeja putih telah jatuh ke lantai. Wajahnya Mitsuhide memerah.

"Ah...! Menyakitkan sekali...! Lagi...! Berikan aku menyakitkan yang luar biasa...!"

"Jijik." Ekspresinya Yusho menjadi cemberut untuk mendengar perkataannya. Masamune langsung terkekeh. Bayangan tangan itu memegang mereka.

"Loh, loh, loh, loh, loh! Oichi-san!" Sasuke berteriak sebelum di pegang olehnya. Para murid pada teriak-teriak dengan putus asa.

"Mengapa menghukumkan kami, Oichi-san?!"

Yusho melihat mereka dengan sedikit senyum.

(Sekolah ini menyenangkan...)

Sasuke berteriak ke Yusho untuk menolong mereka. "Yusho, tolongkan kami! Kami bakalan semaput oleh bayangan tangannya Oichi-san! Cepat!"

"B-baik!" Dia lari ke Oichi dan mau hilangkan bayangan tangan. "Maafkan aku, Oichi-dono!" Yusho mengeluarkan cahaya untuk menghilangkan tangan kegelapan itu, mereka terjatuh ke lantai. Mereka sudah selamat dan menghela nafas dari bayangan tangannya Oichi. Bayangan tangan yang berwarna ungu itu sudah hilang.

"Akhirnya aku sudah selamat..."

"Naga Putih... ternyata dia hebat sekali untuk menghilangkan itu..."

Motonari telah berdiri dari lantai, dia mendorong kacamatanya dengan tangan. "Cahaya itu... sungguh seorang dewi..." dia melihat cahayanya Yusho di belakangnya. Tetapi, Tsuruhime langsung senang, dia pernah lihat kekuatannya Yusho pertama kali terus dia mulai mendekatinya dan memegang kedua tangannya. "Eh, ano! Namamu siapa?"

"Karagin Yusho dari kelas 1-1..."

"Karagin Yusho? Bagus sekali namamu! Tadi kamu menghilangkan itu dengan kekuatanmu, 'kan? Hebat!" Tsuruhime melihat tangan kirinya Yusho bersisik, kemudian dia lanjut berbicara dengannya. "Ano ne, apakah kamu seekor naga? Menarik sekali!" Dia sangat senang lalu memuji kekuatannya Yusho. Keringatnya mengalir di wajahnya dan tertawa.

"Iya..."

"Ternyata gadis cantik yang melakukannya." Motochika menyeringai, dia mulai mendekati Yusho. Mereka memuji Yusho setelah dia menghilangkan bayangan tangan dengan menggunakan kekuatan. Masamune dan Kojuro tersenyum melihat dia.

"Mereka mulai berakrab sama dia, Masamune-sama. Aku nggak sangka bahwa dia memiliki kekuatan yang luar biasa."

"Ah, Dia adalah gadis yang pernah kusukai."

END


Akhirnya udh selesai tentang investigasi klub... Bener2 gila sih gw tulis sampe panjang wkwk