Note: Karagin Tsunehiko, Karagin Yusho itu milik gw dan Gakuen Basara milik Capcom. Fanfic ini berisi gaje (?) dan clichè Jepang.


Beberapa jam kemudian, guru olahraga, Saika Magoichi, dia berkumpul dengan siswa dan siswi. Itu adalah Orienteering, turnamen pertama Akademi Basara. Magoichi mengumumkan mereka Orienteering untuk menemukan harta karun yang berlambang klan Tokugawa. Tsunehiko, Yusho, dan Tsuchiyo juga berkumpul.

Mereka pernah dengar turnamen pertama kali. Yang Magoichi berkata itu Orienteering telah disponsori oleh Kepala Sekolah Nobunaga. Walaupun pemenangnya siapa, bakalan segera tahu. Para siswa dan siswi langsung lari ke hutan untuk mencarinya karena turnamennya telah dimulai.

"Orienteering, kah? Baru pertama kali dengar itu."

"Ini adalah memburu harta karun. Siapakah pemenangnya, pasti tahu."

"Menarik sekali. Sepertinya kita harus mendapatkan harta karun itu."

Yusho menggangguk. "Un. Aku mau baca buku dengan tenang." Dia tidak sabar baca buku. Keringatnya Tsuchiyo mengalir di wajahnya. Yusho memegang peta untuk mencari titik harta karun. Sementara itu, Masamune dan Kojuro mencari titik harta karun. "Dimana titik pertama?"

"Mungkin sulit ditemukan." kata Kojuro. Mereka mendengar suara rumput, Yukimura tiba-tiba muncul di tempat yang sama. Mereka terkejut.

"Sanada Yukimura!"

"Sepertinya kita kesini di tempat yang sama."

"Jangan menghalangiku!"

"Kau juga!"

Masamune dan Yukimura mulai berantem soal titik pertama. Mitsunari menemukan titik, dia sangat benci dengan lambang klan Tokugawa. Tapi Tadakatsu dan Ieyasu menghalanginya, menemukan titiknya lalu pergi cari titik lagi. Mitsunari langsung berteriak. "Sialan kau, Ieyasu!"

Bagaimanapun, Mereka saling menemukan titik. Motonari dan Hideaki berada di jembatan dekat air mengalir. Hideaki berjalan di jembatan, dia saking ketakutan mau gerak.

"Kenapa tempatnya jadi begini? Mori-san!" Motonari sedang menunggu dia berjalan, "Jangan kebanyakan bicara dan jalanlah, Kingo! Titiknya berada di seberang jembatan ini!"

"Kalau begitu, kamu saja pergi..."

"Kau bicara sesuatu?" Motonari langsung melangkah di kayu jembatan dan menggoyangi pagar jembatan. Hideaki langsung ketakutan. "Tidak ada apa-apa!"

Tak lama lagi, Motochika dan para preman tiba-tiba muncul. "Oh, ada titik di seberang jembatan!"

"Kakak!"

Motonari menoleh belakang ke mereka. "K-kenapa kalian di sini?!" Mereka langsung menerobos lari dan mendorong Motonari. Hideaki menoleh dengan pelan, dia lari sampai pagar jembatan terputus dan mereka terjatuh. Ieyasu dan lain-lain sedang berdiskusi tentang golnya, Mereka tidak bisa menemukan.

Tiba-tiba, Si monyet kecil, Yumekichi, dia mempunyai ide dengan peta kemudian mencoret dengan menggunakan spidol merah sampai Keiji mengambilnya dan dia terkejut bahwa gol di peta berada di tengah. Akhirnya mereka sudah menemukan golnya di tengah sungai. Ieyasu menyuruh Tadakatsu untuk mendorong batu golnya, airnya langsung menyerap ke lubang. Itu ada sebuah tangga untuk pergi ke bawah. Sebelum mereka pergi menuju ke tangga itu, Mitsunari menghalangi mereka dan lari.

"Aku nggak membiarkan kalian untuk ambil harta karun!" Ketika dia lari ke bawah, tidak sengaja menginjak tangga yang mau sudah hancur lalu dia terjatuh.

Ieyasu dan lain-lain melihat dia. "Hei, Mitsunari! Apa kamu baik-baik saja?" Mitsunari kesal walaupun dia terjatuh ke bawah. "Ieyasu..." Mereka melanjutkan di perjalanan untuk mencari harta karun. Tiba-tiba, Masamune tidak sengaja menginjak tombolnya, ternyata itu ada beberapa panah dari dinding keluar. Ada sebuah batu bola besar terjatuh. Masamune dan Yukimura terpisah oleh lain-lain setelah di tutup oleh batu bola besar langsung bergerak, mereka keburu lari untuk mengambil harta karun.

Yusho menjadi khawatir mereka. "Mereka baik-baik, kah..."

"Jangan khawatir, Yusho! Mereka pasti baik-baik saja! Semoga mereka dapat harta karun!" kata Ieyasu.

"Ah, benar perkataanmu, Tokugawa-senpai."


TIME SKIP


Masamune dan Yukimura masih keburu lari, mereka lompat ke kereta tambang. Mereka takut jatuh. Kereta tambang tiba-tiba terlompat, di bawah ada lahar. Mereka sudah berhasil sampai ke rel kereta tambang dan menemukan pintu gerbang harta karun. Masamune membuka pintu gerbangnya, tapi di dalamnya gelap. Tak lama lagi, beberapa obor tiba-tiba menyala sendiri sampai harta karun yang berbentuk kotak yang berwarna merah dengan berlambang klan Tokugawa.

"Oh! Itu ya!"

"Nggak kusangka harta karun Tokugawa benaran ada!" Masamune mengambil kotak merah dan goa mau mulai runtuh.

"Ini gawat!"

"Get out, hurry!"

Masamune dan Yukimura langsung melarikan diri dari goa itu. Kedatangan Toyotomi Hideyoshi dan Takenaka Hanbei sudah telat.

"Sudah sampai, kah? Sepertinya kita sudah terlambat! Ayo pergi dari sini, Hanbei!" Hanbei melihat penampakannya Masamune dan Yukimura dari pintu gerbang. Dia bersenyum. "Masamune-kun dan Yukimura-kun..."

Ieyasu dan lain-lain terkejut ketika goanya mau runtuh.

"Apa ini?!"

Masamune dan Yukimura masih keburu terus mengasih tahu mereka.

"Lari, Kojuro!"

"Masamune-sama?"

"Sasuke!"

"Danna?"

Mereka menoleh sesuatu dan keburu lari dari goa sampai mereka melompat di luar, Tadakatsu sudah menunggu, ternyata air telah keluar dari goa. Dari penglihatan di belakang sekolah, air tiba-tiba keluar besar. Para siswa dan siswi terengah-engah ketika mereka berhasil keluar dari goa. Masamune mau mengasih harta karun ke Ieyasu.

"Hah, ini harta karunnya keluarga Tokugawa, 'kan?"

"Jarang sekali melihat harta karun kuno ini." kata Yusho. Dia tidak pernah lihat harta karun kuno milik keluarga Tokugawa.

"Kamu yakin?"

"Jangan salah paham. Membuka adalah tugasmu."

"Iya." Ieyasu telah menerima harta karun dan mau mengatakan ke leluhurnya. "Wahai leluhur, saya permisi." Dia membuka kotak merah itu, tetapi sebuah gulungan.

"Gulungan lagi?"

"Dimana emas dan perak?"

"Mungkin itu hartanya."

Ieyasu langsung membuka gulungannya, ternyata ada tulisan kanji itu, "絆 (Kizuna)", artinya "ikatan". Dia memperlihatkan ke mereka lalu terkejut dan menjadi bosan untuk mendengar. Ieyasu sangat senang dan tertawa.

Sementara itu, Keiji tiba-tiba memeluk Yusho erat-erat. Ekspresinya Yusho menjadi semaput.

"Yusho-chaaaan~! Ajarkan aku matematika dong! Aku ini payah sama matematika!"

"Lagi? Ngomong-ngomong, Keiji, aku nggak bisa nafas..."

"Oi! Kau! Jangan memeluk wanitaku!" Masamune kesal, dia menarik tangannya Yusho dari Keiji. Keiji juga menarik tangannya.

"Memangnya ada apa sih, Naga Mata Satu? Payah sama matematika juga ya?"

"Nggak tahu! Pokoknya jangan sentuh dia!" tarik.

"Jangan seperti itu dong!" tarik.

"Don't touch her!" tarik.

Masamune dan Keiji saling bertarik kedua tangannya Yusho. Yusho menjadi pusing (Aduh, aku jadi pusing kalau main tarik-tarik...) Sampai Tsunehiko menjadi marah.

"Oi, Keparat! Jangan main tarik adikku seperti itu! Kalian membuat dia pusing!" Dia memarahi mereka untuk menghentikan menarik kedua tangannya Yusho.

END


Akhirnya udh selesai chapter 5. Berikutnya bakalan ada desain karakter asli lewat Wattpad :3 Tapi ya pengen istirahat dlu deh nanti kena writer's block wkwkwk