Note: Karagin Tsunehiko, Karagin Yusho itu milik gw dan Gakuen Basara milik Capcom. Fanfic ini berisi gaje (?) dan clichè Jepang.


Keesokan hari, Masamune telah kehilangan sadar di pertandingan bisbol. Kojuro mau mencoba membangun dia, tetapi percuma. Dia masih melamun setelah kalah dari itu. Kojuro sudah mencoba ke tempat lain untuk membangun Masamune;

Ke ruang ramalan, tidak bisa.

Memanggil Magoichi, tidak bisa.

Ke ruang UKS, tidak bisa.

Sampai ada Otani Yoshitsugu melihat klub bisbol, dia ingin membuat kacau untuk mengambil klub bisbol dari Ieyasu. "Ini kesempatanku. Kesialan ini akan disebar..." Dia langsung pergi, dia ingin klub bisbol akan membenci Ieyasu. Tiba-tiba, Yusho mengawasi Yoshitsugu dengan hati-hati. (Ini orang... mencurigakan sekali. Aku harus mengawasi dia dengan hati-hati.) Dia menggunakan kekuatan tak kasat, biar tidak bisa kelihatan lalu dia menguntit Yoshitsugu.

Lalu, Ieyasu sedang menempel poster kandidat menjadi ketua OSIS ke dinding. Yoshitsugu sudah datang untuk mengambil klub bisbol. Yusho bersembunyi di pojok sambil mengawasinya. Ieyasu mau pergi, dia langsung terkejut ketika Yoshitsugu datang.

"Gyobu, ya?"

"Maaf permisi, bisakah meminjamkan ikatanmu klub bisbol?"

"Ikatanku?" Ieyasu bertanya. Yoshitsugu mendekati dia untuk membisik. Dia terkejut soal Masamune mau mengkhianatnya. "Apa? Naga Mata Satu?"

"Baik. Kalau begitu, serahkan kepadaku!" Ieyasu pergi, Yoshitsugu terkekeh yang mengerikan. "Tokugawa Ieyasu, kau sudah kena jebakanku." Dia sudah berhasil untuk menjebaknya. Yusho menjadi kesal ketika Yoshitsugu sudah mempersiapkan kekacauan di antara Masamune dan Ieyasu. Dia berteleportasi ke lapangan.

Selain itu, Masamune masih melamun, dia tidak bangun sama sekali sampai Kojuro dan klub member menjadi kesulitan bagi dia. Yoshitsugu tiba-tiba datang di lapangan. Dia membisik ke Kojuro bahwa itu rumor yang sangat negatif. Yoshitsugu mengatakan itu Ieyasu akan mengasih klub bisbol ke pihak Mitsunari. Kojuro menjadi kesal mendengarkan itu, dia langsung pergi ke lapangan bisbol bersama klub membernya. Yoshitsugu sudah mempersiapkan kekacauan untuk mereka. Yusho telah muncul di lapangan, dia yakin Yoshitsugu sudah membuat kacau dan wajahnya menjadi cemberut.

(Otani Yoshitsugu-senpai... kau tak tertolongkan! Kau sudah mempersiapkan kekacauan terhadap Tokugawa-senpai!) Dia mengepal tangannya dengan kemarahan lalu dia menoleh Masamune masih melamun. (Si bodoh ini, malah melamun disitu...) Yusho langsung duduk di bangku sebelah dia, dia heran sama Masamune masih melamun sampai berjam-jam. (Dia kenapa ya? Sepertinya dia tidak bisa bangun...)

Yusho langsung membaca buku sambil menjaga Masamune sedang melamun. Yoshitsugu mau bersantai untuk melihat kekacauan dengan nikmat.


BEBERAPA LALU KEMUDIAN


"Katakura-san, tim Tokugawa sudah datang!" kata member klubnya. Kojuro menoleh, dia melihat tim Tokugawa sudah muncul. "Jadilah ucapannya Otani itu benar."

Di kilas itu, Yoshitsugu membisik yang begitu negatif ke Kojuro. Tetapi Kojuro percaya perkataannya.

"Aku tidak tujuanmu, Tokugawa! Tapi tak kuserahkan klub bisbol kepadamu!"

Ieyasu menjadi bingung perkataan Kojuro. "Apa maksudmu? Aku kesini demi klub bisbol." Dia pernah dengar dari bisikannya Yoshitsugu, dia mengatakan itu klub bisbol lagi kesusahan. Tetapi Motochika tidak sabar untuk memainkan bisbol sebagai tantangan.

"Cepat mulai saja!"

"Jadi begitu, kau ingin menyelesaikan ini lewat pertandingan, ya?"

"Boleh juga, kami terima tantanganmu! Mereka ini kumpulan yang amatir yang nggak bisa main bisbol. Aku yang menggantikan Masamune-sama!"

"Ya!" Member klub bersorak untuk semangat main bisbol. Kojuro memulai main.

Selain itu, Yoshitsugu tiba-tiba menoleh itu ada Yusho di sebelah Masamune. (Hm? Ada seorang gadis sedang membaca buku di sebelah Naga Mata Satu? Jangan-jangan, dia pacarnya, kah? Tidak, itu Naga Putih, si murid pindahan.) Dia terbang dan mau berbicara sama Yusho.

"Halo." dia menyambut ke dia. Mata reptilnya Yusho menoleh ke Yoshitsugu lalu dia menutup bukunya.

"Aku ingin katakan sesuatu tentang dia. Dia mempunyai rumor yang sangat kasar, Ieyasu mau menyerahkan klub bisbol ke aku lalu mereka mulai benci sama Ieyasu. Menurut opinimu, gimana?"

Yusho menarik nafas dan dia mulai membalas sesuatu yang tajam. "Maaf."

"Eh?" Yoshitsugu bingung.

"Aku ini... tidak mau mendengar perkataan manismu." Dia tersenyum dengan manis, matanya Yoshitsugu melebar. Dia merasa terancam yang begitu tajam dari ucapan Yusho dan auranya yang menyeramkan. (Mengerikan sekali jawaban itu! Apakah dia tahu kecurigaanku? Dia ini sebenarnya apa?!)

"Aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu. Jangan-jangan, Otani-senpai... kamu memanipulasi mereka, 'kan?"

Matanya Yoshitsugu melebar, dia tidak tahu bahwa Yusho telah mengawasinya. "B-bagaimana kau bisa tahu?" Keringatnya mulai mengalir di wajahnya.

"Hm? Oh, sebenarnya aku telah mengawasi kamu dan melakukan yang hal kekacauan bagi Tokugawa-senpai."

Tangannya Yoshitsugu mengepal, dia sangat kesal ketika Yusho telah mengawasinya. "Kurang ajar, selamanya kau diam-diam mengawasiku! Tak kuminta maafkan itu! Aku akan mengutuk kamu dan keluargamu!"

"Aku akan balas mengutuk kamu kok. Dengan 1000 ekor ular putih." jawab Yusho lalu tersenyum.

(Ini gadis kenapa dah? Aneh...) Sebelum dia pergi lihat pertandingan bisbol lalu dia menunjuk. "Pokoknya aku nggak akan meminta maafkan kau!"

Yusho tidak mau jawab perkataannya, dia kembali membaca buku.

Kembali ke Kojuro, dia semakin tidak bisa dapat skor di pertandingan bisbol. Keiji bermajn curang dengan menggunakan kembang api, Motochika terganti untuk memainkan bisbol lagi. Dia semangat sekali. Keadaan situasi, Kojuro dan member klub bisbol bakalan kalah. Dia mau minta maaf kepada mereka.

"Semuanya, maafkan aku. Itu gara-gara kelemahanku, kita kalah."

"Apa yang kamu bicarakan, Katakura-san? Permainan ini belum berakhir!"

"Kita harus berjuang hingga akhir-akhir!"

"Pastikan perasaan kita bakal tersampaikan kepada bos!"

Mereka mengatakan kepada Kojuro, ingin berjuang untuk kemenangan. "Kalian..." Ucapan mereka benar, mata kanannya terbutakan oleh kemenangan. Tugasnya Kojuro adalah membantu Masamune untuk berjuang.

"Aku nggak akan menyerah! Masamune-sama pasti akan kembali!"

Member klub bisbol bersorak untuk berjuang. "Masamune-sama, tolong bangunlah!" Tetapi, Dia melempar 3 bisbol ke Ieyasu, Motochika, dan Keiji, mereka menangkis tiga bisbol menuju keberadaannya Masamune dan Yusho.

"Hnnnghh..." Dia masih melamun di bangku dan Yusho masih melihat kondisinya. (Kapan dia bangun? Kok ada yang aneh dengan dia...) Namun, tiga bisbol mengarahkan ke mereka. Yusho menoleh. "Hm?" Dia langsung terkejut kalau tiga bisbol mengarahkannya. Tiga bisbol itu terkena dinding, Masamune dan Yusho terjatuh. Bangku sudah hancur lebur. Masamune sudah terbangun dari kelamunan, dia menoleh ke dinding, ada tiga bisbol. Dia langsung mempunyai skill untuk cara melemparkan bisbol. "Ketemu!"

"Bos!/Masamune-sama!" Mereka berteriak untuk memanggilnya. "Kojuro?"

Masamune berdiri lalu dia menoleh ke Yusho. "Lah, Yusho? Kenapa kau disini?"

Yusho mendesah. "Aku disini untuk menjagamu. Daritadi kamu melamun terus."

"Begitu kah? Oh iya, Dimana Kojuro dan lain-lain?"

"Mereka sudah berada di lapangan. Mending kamu segera pergi main pertandingan itu, mereka sudah menunggu kamu."

"Okay, thank you, Yusho!" Masamune melambai ke dia lalu keburu pergi ke lapangan. Yusho tersenyum kepada Masamune. (Dia... benar bodoh... Daritadi melamun terus.)

Setelah membangunkan Masamune, Lengan kirinya Kojuro sudah sekarat. "Sial, lenganku..." Yoshitsugu melihat lalu terkekeh.

"Dengan begini, klub bisbol akan membenci dan Tokugawa bakal kehilangan banyak suara di pilketos. Kemenangan Mitsunari akan terjamin."

Kojuro melempar bisbol lagi, Yukimura menendang bisbol ke dia. Tetapi, Masamune telah menangkap bisbolnya. Tim Tokugawa langsung terkejut.

"Naga Mata Satu!"

"Climax itu... harusnya Ace yang menentukannya, Kojuro."

"Masamune-sama!"

"Bos!"

Yoshitsugu tiba-tiba terkejut kalau Masamune sudah bangun. "Kenapa Naga Mata Satu bisa ada disitu?!"

"Pemanasan sudah berakhir. Aku akan tunjukkan kekuatan sejati klub bisbol!" Masamune memegang tiga bisbol dengan satu tangan. "Rasakan ini! Lemparan sihirku yang baru!"

"Lemparan sihir yang baru?"

"Mustahil!"

"Magnum Strike!" Masamune berteriak untuk menyebut jurus lempar bisbol. Keiji menjadi kesulitan untuk menangkisnya. "T-tidak mungkin!" Dia gagal menangkis tiga bisbol.

"Strike three! Pemukul keluar!"

Tim Tokugawa langsung, "Ehh..."

Kojuro sudah mengerti situasinya Masamune dapat skill lemparan baru. (Begitu, ya. Selama ini Masamune-sama sedang menyempurnakan lemparan itu.)

"Bos!"

"Kami sudah menunggumu!"

"Syukurlah kamu baik-baik saja!"

"Hebat!"

Masamune menoleh ke Kojuro langsung tersenyum. "Aku... membuatmu khawatir..." Air matanya Kojuro mengalir di pipinya.

"Tidak, aku yakin... kamu pasti sudah kembali..."

Mereka merayakan Masamune sudah terbangun dari kelamunan. Ieyasu terkesan oleh ikatannya klub bisbol dan mengaku dia kalah. Tim Tokugawa langsung mengundurkan diri. Yoshitsugu sangat kesal ketika rencananya sudah hancur. "Kurang ajar, Naga Mata Satu! Lihat-lihat saja kau, Tokugawa!" Ketika dia pergi, jidatnya Yoshitsugu terjedot oleh pohon.

Sementara itu, Yusho telah muncul di lapangan dengan berteleportasi. Masamune dan lain-lain menoleh. "Yusho!"

"Tadi itu sangat menyenangkan. Semoga kalian akan semangat lagi. Dan kamu, Masamune,"

"Ya?"

"Jangan melamun lagi, Aku sudah menjagamu loh, Kojuro-dono dan klub membermu sudah kesulitan kalau tanpa kamu."

Kojuro dan member klub bisbol langsung terkesan oleh perkataannya. "Yusho-dono..." Dia memegang kedua tangannya lalu air matanya mengalir di pipinya. Yusho menjadi bingung.

"K-kojuro-dono! Kenapa?"

"Terima kasih banyak, Yusho-dono! Terima kasih untuk menjaga Masamune-sama! Aku akan membalas kebaikanmu!"

"Sama-sama..." Keringatnya mengalir di wajahnya. "Ngomong-ngomong, Masamune."

"Apa?"

"Dari awal aku takut sama kamu dan menghindarmu terus-terusan karena tidak berani mendekatimu, maafkan aku." Yusho meminta maaf kepadanya, Masamune tersenyum. "Itu gapapa. Dari dulu aku suka banget sama kamu di masa kecil." Matanya Yusho melebar lalu wajahnya memerah. Member klub bisbol bersiul dan Masamune berteriak untuk menyuruh diam. "Shut up!"

"Tapi terima kasih untuk menjagaku, Yusho. Aku telah membuat mereka khawatir."

"Iya sih..."

"Kau boleh ke lapangan sini."

Matanya Yusho melebar lalu dia menutup matanya.

"Baiklah. Kalau begitu, aku mau pergi dulu." Yusho keburu teleportasi ke lantai atas, Dia sudah mulai mendekati Masamune.

END


Selesai. Kemaren gw istirahat beberapa jam abis tuh tulis lagi wkwk