Note: Karagin Tsunehiko, Karagin Yusho itu milik gw dan Gakuen Basara milik Capcom. Fanfic ini berisi gaje (?) dan clichè Jepang.

Di siang hari, klub bisbol dari Akademi Basara mempunyai pertandingan hari ini. Mereka melawan klub bisbol dari Akademi Kamakura. Keiji sebagai seorang announcer, dia menjelaskan pertandingan bisbol, semua siswa-siswi Akademi Basara sedang menonton pertandingan itu, mereka sangat penasaran itu yang mana menang atau kalah.

Hideaki membagikan sup kepada siswa-siswi. "Semuanya, supnya mulai sedikit loh!"

"Enak sekali makanan bekal buatan Matsu!"

"Syukurlah ketika Inuchiyo-sama senang, Matsu juga senang!"

Sedangkan Ieyasu, dia mau semua siswa-siswi pilih dia dengan semangat. Sasuke melihat catatan kecil, Yukimura melihat pertandingannya, dia akan sorak kepada klub bisbol untuk menjadi semangat. Lalu, Yusho, Tsunehiko, dan Tsuchiyo juga mengunjungi ke pertandingan bisbol.

"Pasti seru kalau kita sedang menonton pertandingan ini."

"Yusho, tumben kamu senang melihat ini." kata Tsunehiko. "Iya, aku... jadi penasaran melihat pertandingan ini, Soalnya Masamune ingin aku mau lihat pertandingan ini. Jadi kita kesini." Wajahnya menjadi memerah, Yusho sudah mulai dekat sama Masamune. Jantungnya berdetak, dia memiliki perasaan cinta pertama kali, Tsuchiyo sudah mengerti bahwa Masamune menyukainya.

"Yusho-sama sudah tidak takut lagi dengan Naga Mata Satu, Dia mulai suka sama kamu." Dia tersenyum. Yusho menjadi cemberut. "Mou! Tsuchiyo!" Tsuchiyo tertawa.

"Ternyata kamu sudah mulai mendekati Naga Mata Satu, 'kan?"

"Iya! Awalnya sih, aku nggak berani mendekatinya, sekarang aku sudah mendekati dia. Tapi, aku mempunyai perasaan aneh setelah itu. Lalu jantungku berdetak..."

"Itu adalah cinta, perasaan yang kamu tidak tahu. Jika Naga Mata Satu menyukaimu, perasaanmu menjadi hal yang romantis."

Keringatnya mengalir di wajahnya Yusho. "Kamu benar, Kakak..."

Habis itu, Motonari dan klub membernya sedang duduk. Dia menulis di laptopnya, dia merasa membosankan melihat pertandingan. Tetapi, dia mau kembali ke ruang orkestra karena Motonari mau latihan.

"Menyedihkan sekali. Semuanya, ayo kembali!"

Klub membernya langsung terbelit-belit di suruh kembali ke ruang orkestra. Motonari mengganggap pertandingan yang tidak begitu seru untuk ditonton. Dia selalu sibuk dengan klubnya sendiri.

"Tunggu." Motochika menghalangi jalannya. "Kita masih belum kalah. Bukannya di saat genting ini sepertinya seharusnya kau mendukung timmu, Mori?"

Motonari mendorong kacamatanya. "Tim bisbol bodoh tidak perlu pendukung. Musikku hanya cocok sama pemenang."

"Begitu kah? Kalau gitu, kau tidak keberatan menyerahkan hak mendukungmu padaku, Chosokabe Motochika!"

"Kau? Hm. Orang berandalan tidak mengerti tentang musik?" Motonari mengejek, Wajahnya Motochika mengerut. "Apa kau bilang?! Satu kali lagi, kataka-" Ieyasu telah muncul untuk menghentikan mereka. "Jangan, Motochika! Kalian berdua, seharusnya kita menggunakan untuk—"

"Minggir!" Motochika mendorong Ieyasu lalu dia tersandar ke Hideaki, sup Nabe telah tumpah ke Sasuke dan Toshiie.

"Aduh, panas! Ah! Buku catatanku!"

"Panas, panas, panas! Mukaku ada sup! Panas, panas, panas!"

"Aahh! Wajahnya Inuchiyo-sama dipenuhi oleh mie!"

Masamune tidak bisa fokus ketika mereka mendadak karena sup Nabe. Dia langsung berteriak kepada mereka, "Shut it! Diam saja kau!" Lalu dia melemparkan bisbol ke para penonton.

"Wah, Naga Mata Satu melemparkan pitch liar!"

Yukimura telah menangkis bisbol dengan menggunakan dua sapu lidi.

"Masamune-dono! Kau ingin berduel? Aku, Yukimura, akan menerima tantangmu dengan sepenuh hati!" Masamune masih melemparkan bisbol ke mereka. Para siswa-siswi akan terkena oleh bisbol. Saking kesalnya terhadap keberisikan dari penonton, Kojuro menjadi kesulitan bahwa dia kesal. "Masamune-sama..."

"Tim yang mencetak skor, ini salah Ichi." Oichi tiba-tiba pingsan. Bagaimanapun, Mitsunari menyeringai, dia memiliki ide untuk membuat kekacauan terhadap Motochika dan Motonari. Mitsunari menyuruh mereka untuk berduel dan akhirnya mereka menerima. Setelah duel itu benaran pasti, Sasuke menyebar poster-posternya di sekolah. Yusho telah mengambil poster itu lalu dia memeriksa ada sesuatu yang mencurigakan, dia melihat Mitsunari, dia ingin tahu tentang rencananya dengan teliti.

(Ada yang aneh...)

"Kenapa, Yusho? Ada sesuatu yang aneh?" tanya Masamune.

"Iya. Tsuchiyo!" Yusho memanggil dia.

"Ya, Yusho-sama?"

"Awasi Ishida Mitsunari. Dia mempunyai rencana yang mencurigakan terhadap Motochika-senpai dan Motonari-senpai. Jangan sampai ketahuan ya."

"Baiklah, Yusho-sama! Aku tidak akan mengecewakanmu!" Dia menunduk kepadanya.

"Bagus. Pergilah dan mengawasi dia."

Tsuchiyo langsung pergi untuk mengawasi Mitsunari. Masamune langsung terkejut bahwa Yusho telah mengetahui rencananya Mitsunari seperti apa.

"Yusho, Bagaimana kau bisa tahu?"

"Karena aku menjadi penasaran, 'kan? Aku mencium aroma kekacauan di sekolah ini. Kita akan tunggu berita dari Tsuchiyo."

Tsuchiyo mengikuti Mitsunari dengan waspada, dia pergi ke belakang sekolah lalu mematai mereka

"Semuanya, kalian harus mengunci pintu ruang orkestra setelah dia masuk ke dalam. Jangan sampai ketahuan! Rencana kita akan berhasil! Reputasi Chosokabe dan Mori akan menurun! Ini demi Hideyoshi-sama dan Hanbei-sama!"

Member mantan OSIS bersorak, mereka sudah siap untuk menjebak Motonari. Tsuchiyo langsung pergi dan mau lapor ke Yusho. Sementara itu, Mitsunari pergi ke ruang bawah dan melaporkan kepada Hanbei. "Semuanya sudah berjalan dengan sesuai rencana."

"Ini bagus sekali. Motochika-kun dan Motonari-kun adalah pemimpin di klub masing-masing. Jika mereka sudah melewati batas, aku bisa mendapatkan pengaruh besar dalam pemilihan. Jika mereka mengabaikan sebagai pendukung, reputasi mereka di sekolah akan menurun secara drastis."

"Dan kita bisa menghancurkan elemen yang tidak perlu pemilihan. Apakah itu yang kamu katakan? Hebat sekali."

"Kuserahkan padamu, Mitsunari." Hanbei tiba-tiba batuk. Dia sudah menyerahkan pada Mitsunari untuk menjalankan kekacauan terhadap Motochika dan Motonari. Sedangkan Tsuchiyo, dia sudah sampai lalu melaporkan ke Yusho.

"Bagaimana?"

"Dia... Dia berencana untuk menjebak Mori-senpai di dalam ruang orkestra. Ishida Mitsunari di suruh oleh Takenaka Hanbei untuk menurunkan reputasi mereka yaitu siswa-siswi akan membencinya."

"Hm... Takenaka Hanbei? Itu ulahnya?"

Tsuchiyo menggangguk. "Ya. Itu rencananya untuk menghancurkan Chosokabe-senpai dan Mori-senpai."

"Begitu kah..."

"Jadi kita harus gimana terhadap mereka?"

"Biarkan saja. Mereka akan segera tahu dari jebakannya Ishida Mitsunari."

END


Ini lanjutin sih, soalnya ini bakalan panjang wkwkwk