Note: Karagin Tsunehiko, Karagin Yusho itu milik gw dan Gakuen Basara milik Capcom. Fanfic ini berisi gaje (?) dan clichè Jepang.


Beberapa jam kemudian, di tournament bisbol masih belum di mulai. Keiji sedang mengumumkan,

"Baiklah, lupakan soal pertandingan! Band Mori atau Skuad Chosokabe yang mana akan menang?! 38,000 penggemar sudah tidak sabar melihat pertempuran pendukung yang luar biasa!"

"Aku tidak sabar menunggu pertempuran pendukung!"

"Band Mori dan Skuad Chosokabe! Semuanya sangat bersemangat!"

"Mari kita lihat ikatan mereka sebagai pendukung!"

Tetapi, Motonari dan Motochika tidak datang sama sekali. Sasuke merasa bingung sama mereka. "Lah, masih belum dimulai?"

"Soalnya abang belum datang."

"Presiden Mori juga belum datang. Beliau selalu pengecekan terakhir, sebentar lagi datang." Sasuke menjadi curiga walaupun Motonari dan Motochika belum datang. Di ruang musik, Dia sudah menyelesaikan tugas buat latihan musik untuk pertandingan bisbol. "Komposisi musik yang sempurna. Waktunya telah tiba. Saat menuju medan pertempuran!"

Ketika dia pergi keluar, Motonari tidak bisa membuka pintu. Semua jendela di ruang musik telah tertutup oleh batang besi. Dia memegang batang besi lalu dia melihat member mantan OSIS sedang bersembunyi di semak-semakan. "Mereka... mantan OSIS?"

"Kurang ajar, Ishida Mitsunari! Beraninya kau menipuku!" Motonari sudah marah setelah Mitsunari memanipulasi dia dan Motochika. Lalu, pertandingan bisbol masih berjalan. Masamune melemparkan ke pemain dan dibilang, "Out". Dia tiba-tiba menyeringai setelah sudah "Out".

Ieyasu dan lain-lain sudah mulai bingung. "Pertempuran pendukung belum dimulai."

"Permainan ini bakalan berakhir."

"Ini... semua salah Ichi..."

"Ini perbuatannya Ishida Mitsunari. Situasinya akan semakin buruk bagi pendukung. Band Mori dan Skuad Chosokabe sudah tahu." kata Yusho. Dia sudah yakin bahwa mereka sudah tahu.

"Apa yang terjadi, Yusho?"

"Ishida Mitsunari sudah memanipulasi mereka, kakak. Tapi mereka sudah tahu jebakannya."

"Begitu kah..."

Bagaimanapun, Motonari sudah mencoba buka pintu dengan menggunakan kaset CD kemudian pecah. "Lagi? Apakah ini sudah berakhir?" Dia memukul pintu dengan kedua tangan. Dia merasa kesal setelah dia tertipu oleh Mitsunari. "Aku tidak menyangka bahwa Ishida sudah menipu aku! Ini semua kesalahanku!" Motonari mendengar suara motor menuju ke ruang musik, Motochika mau terobos pintunya dengan motornya.

Lalu dia telah menerobos pintu ruang musik. Pintunya sudah hancur lebur. "Hm, Sudah kuduga hal ini bakal terjadi."

"Chosokabe! Kenapa kau disini? Kau mau menertawakanku?"

"Aku tak punya waktu untuk hal itu. Ishida sialan itu berencana untuk menghancurkan reputasi kita. Dia berusaha untuk merusak motorku! Tentu saja, aku sudah berhasil untuk menahan anak buahnya." Motochika sudah tahu bahwa rencananya Mitsunari sudah dimulai untuk menghancurkan reputasinya Motochika dan Motonari. Dia menyuruh Motonari untuk naik motor sebelum permainannya akan berakhir.

"Naiklah, kita masih sempat tiba tepat waktu. Aku ingin menyelesaikan masalah ini." Motonari tiba-tiba berdiri. "Aku tidak bisa menaikmu."

"Ini bukan untuk waktu itu! Jika kita tidak pergi, rencananya Ishida akan berjalan lancar!"

"Aku punya rencana." Motonari mempunyai ide untuk sesuatu. Lalu, jendelanya tiba-tiba hancur, Motonari telah memasangkan gerobak hijau di sebelah motornya Motochika. Mereka mendarat ke tanah lapangan dan menuju ke pertandingan bisbol. "Apa yang kau pasangkan di motor tercintaku? Ayo, Mori! Kita harus segera pergi!"

"Kita tidak boleh buang-buang waktu."

"Hm!"

Mereka pergi ke pertandingan bisbol keburu-buru.

"Pertandingan ini hampir berakhir. Apakah pertempuran pendukung akan gagal dihelat?!"

"Tinggal satu batter lagi dan pertandingan ini akan berakhir. Semuanya berjalan prediksinya Hanbei-sama. Hebat sekali Hanbei-sama dan Hideyoshi-sama."

Mitsunari mendengar suara motor, yang lain pada mendengar. "Ah! Itu!"

Motochika dan Motonari sudah sampai ke pertandingan bisbol. Motochika teriak untuk meminta maaf menunggu kelamaan. "Maaf kalian menunggu lama!"

"Abang!" Mereka bersorak untuk kedatangannya Motochika dan Motonari. Masamune terkejut. Mitsunari menjadi bingung bahwa mereka bisa lolos dari jebakannya. "Bagaimana mereka bisa..."

Motonari melompat ke depan member musik band dari motornya Motochika. "Ishida! Aku tak akan membiarkan rencana jahatmu berjalan lancar!" Mitsunari terkejut, dia yakin rencananya sudah gagal. "Sekarang, semua pemain sudah ada disini. Kita mulai pertempurannya."

"Aku tidak akan kalah."

"Aku suka semangatmu."

"Kau boleh mendengar musik yang terhebatku pada generasi mendatang!"

"Tunjukkan semangat kalian!"

Klub musik member mulai memainkan alat musik, sedangkan Skuad Chosokabe bersorak. "Basara! Basara!" Ketika mereka bersorak terus-menerus, Masamune menjadi kesel karena nggak bisa fokus main. "Kalian... Be quiet!"

"Wah, pitcher liar melemparkan bisbol ke arah penonton!"

"Bisakah kalian diam?!" Masamune melempar beberapa bisbol ke penonton. Tetapi Yukimura telah menangkis beberapa bisbol dengan dua sapu lidi. "Masamune-dono!"

"Ball! Ball! Walk! Ball! Ball! Walk!"

"Masamune-sama..." Kojuro sudah heran ketika Masamune sudah kesal. Yusho sudah capek melihatnya lalu menghela nafas. "Pasti dia sudah kesal bahwa dia tidak bisa fokus main karena band musik..."

"Benar, Yusho-sama..." Keringat mengalir di wajahnya Tsuchiyo.

Yusho dan Tsuchiyo melihat pertandingan bisbol sudah menjadi kacau balau. Masamune merasa tidak bisa fokus main bisbol.

END


Maaf guys kalo nggak aktif di Wattpad ato segala macam pun krn gw lagi sibuk liat FB dan Pixiv wkwk