Note: Karagin Tsunehiko, Karagin Yusho itu milik gw dan Gakuen Basara milik Capcom. Fanfic ini berisi gaje (?) dan clichè Jepang.


Di hari lain, Yusho mempunyai ulangan tengah semester yang sudah diperingati oleh para guru. Jadwalnya sudah tersebar ke siswa-siswi, Dia sedang membaca buku setiap hari jika dia mempunyai ulangan.

Ketika dia menutup bukunya, Yusho melihat ada Magoichi di lorong sekolah, dia menyamperin ke dia. "Magoichi-sensei!" Magoichi langsung menoleh ke dia, "Ah, Yusho. Ada apa?"

"Tidak ada apa-apa. Apa kabar, sensei?"

"Baik. Bagaimana kau keadaanmu?"

"Baik juga. Tadi saya membaca buku sambil jalan."

Magoichi tercengang dari perkataannya. Dia tidak menyangka bahwa Yusho suka membaca buku. "Jangan-jangan, kau sudah menyadari kalau ada ulangan?"

Yusho menggangguk. "Hai, jika ada ulangan, makanya saya baca buku terus. Ngomong-ngomong, Magoichi-sensei, kamu ada masalah, bukan?" Dia bertanya kepada Magoichi. Dia mempunyai situasi yang membingungkan oleh seseorang yang menyukai dia. Magoichi mendesah, dia tidak bisa menjawab situasinya. Yusho mengingatkan bahwa dia melihat Keiji telah jatuh cinta kepadanya. "Sensei... jangan-jangan Keiji mendekati kamu ya?"

"Bagaimana kau tahu?"

"Hm... Saya hanya melihat Keiji tiba-tiba mendekati Sensei. Makanya saya penasaran saja. Tenang kok, dia adalah sahabatku di masa SD."

"..."

"Saya tidak akan mengasih tahu kepada siapapun. Saya ingin bertanya; Sejak kapan Keiji mengenali Magoichi-sensei?" Yusho bertanya.

"Begini, pas aku berjalan di lorong sekolah, dia tiba-tiba mengikuti aku dengan suasana yang aneh. Dia ingin mengajak aku kemana saja di hari lain. Kupukul dia karena dia mencoba goda aku."

"Mungkin ada sesuatu yang aneh..." Ekspresinya Yusho menjadi tidak aman mendengar tentang Keiji mau goda Magoichi. Magoichi menjelaskan tentang Keiji menyukai dia. Dia mempunyai kilas balik di masa lalunya.

"Hentikan!" Dia menerkam Keiji untuk suruh berhenti dengan menggunakan kapur.

"Aku ini guru! Aku tidak boleh punya hubungan personal dengan seorang siswa!" Tapi Keiji menyentuh kapur dengan satu jari, mukanya malah memerah dengan ekpresi yang romantis.

"Tekad baja itu yang membuat aku jatuh cinta kepadamu."

Magoichi langsung pergi untuk meninggalkan Keiji. "Sensei!"

(Aku tidak percaya siswa aneh ini telah jatuh cinta kepadaku. Apakah ada cara lain untuk menolak dia dengan halus?) Dia tidak mempunyai pilihan, makanya dia memutuskan untuk kasih saran kepada Keiji.

"Maeda."

"Y-ya?"

"Tentang undang kencanmu, mungkin aku memikirkannya."

Keiji langsung senang. "Benarkah?"

"Tapi... kau harus mendapat nilai 80 atau lebih di mata pelajaran saat UTS."

"Eh?! 80?!" Keiji terkejut.

"Tapi, jika nilaimu dapat kurang 80, kau harus berhenti mengikutiku."

"T-tapi-"

"Sayaka!" Motochika tiba-tiba muncul dan mendekati Magoichi. "Kenapa kau tiba-tiba melarang aku menaik motorku?"

"Jika kau ada masalah, protes saja ke Kepala Sekolah."

"Kepala Sekolah?"

"Sudah kubilang, berlari di lorong itu tidak boleh."

"Usahakan dong."

Keiji merasa terhalangi oleh Motochika. Dia ingin tahu apa hubungan Magoichi dan Motochika. Dia memutuskan untuk dapat nilai 80.

"Kaulah yang memulai masalah."

"Yosh, aku mengerti!" Mereka menoleh ke Keiji. "80 di setiap mapel, bukan?"

"Benar."

"Aku tak akan kalah oleh kamu!" Keiji mengira Motochika suka Magoichi. "Huh?" Dia bingung.

"Jadi, kapan UTS-nya?"

"Besok."


-Kilas Sudah Berakhir-


Yusho tercengang penjelasan dari Magoichi, dia sudah mengerti bahwa mengapa Keiji tiba-tiba suka sekali sama dia. Keringatnya mengalir di wajahnya.

"B-begitu ya?"

"Itulah dia tidak akan menyerah untuk mengikutiku. Jadi aku kasih saran ke Maeda dengan tegas."

"Hm... Saya juga begitu kok selain Keiji." Kata Yusho. Dia juga sama seperti Magoichi mempunyai kesulitan untuk menolak Keiji. "Di masa SD, Saya ingin menghindari Masamune, dia tidak menyerah untuk menguntit saya. Dia penasaran sekali dengan saya dan akhir-akhirnya dia telah menyelamatkan saya dari para tukang bully. Tapi sekarang saya tidak takut sama Masamune, dia duluan jatuh cinta kepada saya." Yusho tersenyum kepada Magoichi.

"Ternyata kau juga mempunyai hubungan personal, Yusho."

"Sebenarnya, saya ini pemalu kalau Masamune mendekati saya..." Wajahnya Yusho menjadi merah. "Kalau begitu, saya permisi dulu, Magoichi-sensei." Yusho pergi, dia ingin baca buku lagi. "Jangan lupa besok UTS!"

"Un, wakarimashita! (Un, saya mengerti!)." Yusho melambai ke Magoichi. Dia pergi begitu saja.


-BEBERAPA MINGGU KEMUDIAN-


Setelah UTS berakhir, Gurunya telah membagikan nilai UTS kepada siswa dan siswi. Yusho menelan ludah, dia sudah siap untuk melihat nilainya. Dia menutup mata lalu memegang kebalikan kertas UTS sampai matanya Yusho terbuka. Dia mendapatkan nilai tinggi yaitu; 100, 97, dan 98. (Yang 100 itu matematika wkwk)

Yusho menjadi senang, dia sudah aman kalau dapat nilai tinggi. (Syukurlah, aku sudah dapat nilai tinggi!) Tiba-tiba, Masamune telah muncul di depan Yusho.

"Oi, Yusho. Kau dapat nilai berapa?" dia bertanya.

"Ah... etto..." Dia membalikkan kertas UTS lalu memperlihatkan kepada dia. Mata satunya Masamune melebar. "H-hebat! Kau dapat nilai tinggi! Bagaimana kau bisa menyelesaikan ulangan?"

"Biasalah, aku sudah sering belajar terus-terusan pada saat ada ulangan. Makanya aku sering membaca buku."

"I see." Masamune mengerti bahwa Yusho telah dapat nilai Matematika 100, sedangkan dia telah mendapatkan nilai matematika jelek. Dia ingin meminta mengajari matematika.

"Yusho."

"Ya?"

"Boleh aku mau mengatakan sesuatu?"

"Boleh."

Mukanya Masamune menjadi memerah, dia tidak tahu cara menyelesaikan solusi buat nilai matematika. Maka dia ingin Yusho mengajarkan. "Boleh kau ajarkan aku matematika?" Matanya Yusho melebar, dia mendengar perkataannya Masamune pertama kali. "Soalnya nilai matematika-ku jelek, itulah aku ingin minta ajarkan..."

Yusho tersenyum kepadanya. "Tumben kamu kesini mau minta ajarkan matematika. Biasanya nggak. Boleh, nanti kuajarkan matematika." Dan Keiji tiba-tiba melihat mereka lalu mengatakan, "Tuh kan! Naga Mata Satu juga payah sama matematika!"

"Shut up! Ini bukan urusanmu!" Masamune teriak. Yukimura melihat nilai matematika 100-nya Yusho, dia ingat dari perkataan Keiji.

"Maeda-dono!"

"Ya, Yuki-chan?"

"Yusho-dono itu orangnya seperti apa?"

"Hm... Sebenarnya Yusho-chan kan orangnya pemalu tapi dia gadis kutu buku. Dia pintar sama matematika loh! Aku dan dia adalah sahabat di masa SD, hehe!"

Yukimura langsung menyamerin dan meminta ajarkan matematika juga. "Yusho-dono!" dia memanggil namanya dan Yusho menoleh.

"Tolongkan ajarkan aku matematika! Nilai matematika-ku juga jelek! Tolong kumohon!"

"Oi, Sanada! Jangan kau menghalangiku! Aku duluan loh!"

"Tolong ajarkan aku matematika, Yusho-dono!"

"Mengajak berantem kau, huh?!"

Masamune dan Yukimura saling bersempit-sempitan. Mereka ingin Yusho mengajarkannya, tapi kacau balau. Yusho menghela nafas jika dia melihat dua orang yang sering berantem. Dia ingin menenangkan mereka terlebih dahulu.

END


Maaf ya guys, gw orangnya suka update lambat cuy makanya gw bersantai-santaian sih wkwk