Suasana malam itu sangat riuh, dan gadis yg memakai dress merah itu hanya menundukkan pandangannya ketika melewati beberapa orang.
"Yo Ahomine, lu dateng sob"
"Yoi jelaslah siapa sih yg nolak undangan clubing kek gini"
"Aomine kun" panggil gadis itu, namun Aomine malah melenggang pergi bersama Kagami menghampiri beberapa gadis.
"Hei cantik sendirian" gadis itu segera berjingkat kaget, setelah ada yg memeluknya dari belakang.
"Tolong jangan ganggu aku" ucapnya takut sambil melangkah mundur berniat menghindari pria besar itu.
"Ayolah jangan malu - malu"
"Tolong"
"Hei paman, jangan ganggu pacarku"
Saat tangan pria itu menarik tangan Momoi, Kise menahannya. Momoi mendongak, waktu itu Kise terlihat keren sekali dimatanya.
"Cih dasar bocah" dan pria itu melenggang pergi meninggalkan Kise dan Momoi.
"Terimakasih Kise kun" ucap Momoi malu - malu.
"Nah Momoicchi mau minum bersamaku ssu"
Momoi mengerjabkan matanya beberapa kali, ia hendak bangun namun sesuatu menahan pinggangnya. Ia menoleh kesamping dan menyadari Kise tidur di sebelahnya. Ia melihat dirinya sendiri dan Kise, kemudian menendang Kise sampai jatuh kebawah.
"Aduh Momoicchi ini masih terlalu pagi ssu" racau Kise masih membuka separuh matanya.
"KAU... "
"KAU APAKAN DIRIKU HAH" teriak Momoi histeris. Ia menangis sesenggukan sampai Kise sadar akan situasi sekarang.
"Eh Momoicchi jangan menangis ssu, bukannya kau bersenang - senang" goda Kise, namun raut wajah Momoi berbeda akan ekspetasinya.
"KISE KUN KAU HARUS BERTANGGUNG JAWAB ATAS APA YG KAU LAKUKAN PADAKU"
Hari itu Kise Ryouta menikahi Momoi Satsuki secara diam - diam.
Kise menjambak rambutnya frustasi setelah acara pernikahannya. Sebenarnya bukan ini rencananya.
"Kise kun" panggil Momoi lirih. Kise menoleh kepada istrinya. Berusaha membuat senyum
"Iya Momoicchi"
"Jangan bilang siapapun tentang hal ini"
"Aku mengerti ssu"
Momoi Satsuki pindah ke apartemen Kise Ryouta, tapi satu hal yg menarik perhatiannya.
"Baju ini kenapa ada disini?"
