Disclaimer :

Naruto Masashi Kishimoto

Highscholl DxD Ichie Ishibumi

Summary : Ini adalah sebuah kisah seorang pemuda yang bertugas membuat wilayah yang ia pimpin maju dalam segala hal. Aku tidak akan melakukan kesalahan kedua!

[Let's start]

.

.

.

Langit biru saat ini sangatlah indah dengan banyaknya awan yang selalu lalang bagaikan permen kapas yang melayang tanpa tujuan di angkasa lepas.

Swush...

Sebuah benda berkecepatan tinggi terlihat melintasi langit tersebut. Tak hanya satu namun ada beberapa benda serupa di belakangnya seperti berbaris.

[Fox Nest disini! Apa kau siap, Kurama?] suara itu keluar dari sebuah alat komunikasi yang ada di bagian dada seseorang yang terhubung dengan sebuah kabel menuju telinga.

"Mau bagaimanapun ini hanyalah latihan, Sara!" jawab santai orang itu. Orang itu mengenakan satu set pakaian standar pasukan khusus Amerika dan yang paling mencolok adalah sepasang mata berwarna merah yang sangat menyeramkan.

[Walaupun ini sekedar latihan kau harus tetap serius, Letnan Naruto!] ucap Orang itu dan hanya di balas kekehan.

Namaku adalah Naruto dan umur 24 tahun, hanya Naruto sebelum seseorang yang mengangkatku menjadi anaknya. Orang itu adalah Uzumaki Kushina, seorang mayor yang bertugas sebagai Utusan PBB di negara Palestina dan saat itu dia menemukanku dalam keadaan pingsan dan kelaparan.

Aku juga memiliki saudara tak sedarah, anak dari Ibu. Uzumaki Menma, walaupun kami bukan saudara sedarah tapi kami selalu bersama dalam setiap penugasan yang di berikan atasan. Tapi, tiga tahun yang lalu dalam misi sabotase Sersan Menma gugur dalam tugas. Gugurnya Menma membuat Ibu menjadi sangat depresi dan mengajukan pensiun dini pada atasannya.

Dan, disinilah aku. Seorang Letnan muda yang sedang menjalankan latihan rutin setiap bulannya.

[Kita sudah sampai pada titik yang sudah di tentukan. Perhatian semua unit harap bersiap.]

Suara itu menyadarkan Naruto dari lamunannya. Pemuda itu memandang tempat duduk kosong yang ada di sekelilingnya dengan pandangan yang sedih.

Ayo siap-siap

Kau punya rokok?

Rokok tanpa korek? Aku harus menunggu petir untuk menghidupkannya?

Pemuda itu hanya tersenyum kecut mengingat apa yang biasa anggota tim yang ia pimpin lakukan. Hal-hal konyol dan borokan absurd yang tidak berguna hanya untuk meringankan pundak dalam menghadapi setiap pertempuran.

Pemuda itu kemudian berjalan dan menghampiri sebuah tas yang berisi parasut.

Penerjunan itu berjalan lancar namun saat ingin menarik klip agar parasut terbuka klip itu tersangkut dan membuat Naruto tewas seketika.

Seorang Letnan muda tewas dalam latihan

TBC