Konohagakuen Internasional Highschool, Tokyo.

Tuesday, 2017 March 21.

08.17 PM

XxX

Seperti biasa kegiatan belajar mengajar selalu di lakukan setelah bel masuk kelas berbunyi beberapa menit yang lalu.

Sekolah ini adalah sekolah yang memiliki luas hampir Tiga hektar dan menggabungkan konsep European Classic dan juga Tradisional Culture. Ada beberapa bangunan yang terlihat membentuk letter 'U'. Mulai dari gedung A, gedung B, gedung C, gudang, dan Aula yang menyatu dengan pusat kebugaran.

"Baiklah, sebelum kita memulai pelajaran hari kita akan membahas satu hal dulu dan tentunya memiliki kaitan dengan apa yang akan kita pelajari hari ini." Saat ini di gedung C, tepatnya kelas 3-D. Seorang guru berbadan gendut sedang mengajar.

"Apa kalian pernah mendengat tentang rekayasa genetik?" ucap guru itu dengan pandangan mengarah pada seseorang yang sedang tertidur.

"Nara Shikamaru, bisa kau menjawab pertanyaan tersebut?" dengan suara yang sedikit di naikan guru itu berniat memberi pelajaran bagi pemuda yang seenak jidatnya tidur saat pelajaran baru pertama di mulai.

"Urusai na Sensei..." kepala pemuda itu terangkat dengan wajah tanpa kehidupan. "... Rekayasa genetika adalah memanipulasi DNA secara manual bertujuan mengubah karakteristik suatu organisme dengan menggunakan teknologi tertentu. Bisa di bilang rekayasa genetik itu menghapus susunan genetik dari suatu sel lalu menambahkan susunan genetik sel dari organisme lain agar sel dan melampaui suatu batasan tertentu. Benar begitu sensei?" tanya nya. Tiap-tiap kelas menampung sekitar dua puluh sampai dua puluh empat murid. Di kelas ini Shikamaru adalah salah satu dari beberapa murid cerdas namun karena kemalasannya ia terkadang terlambat mengumpulkan tugas.

"Jawaban yang tepat seperti biasanya, Shikamaru-kun tapi bisakah engkau tidak tidur saat aku mengajar?" Murid yang di singgungpun hanya bisa diam dengan jawaban Aku tidak bisa berjanji.

"Ahh jadi secara mudahnya Rekayasa genetik itu seperti Wolverine, kan?" ucap seorang anak dengan rambut coklat yang sedang bergumam sendiri.

"Kau salah Baka-ero, Wolverine itu Mutasi genetik tapi lebih seperti Deadpool." Ucap seorang pemuda yang memiliki rambut pirang dengan mata biru.

"Namikaze-kun, ini adalah pelajaran yang berdasarkan fakta yang ada bukan berdasarkan film fiksi."

Pelajaran di mulai seperti biasa. Kegaduhan yang terkadang di sebabkan oleh beberapa murid dan beberapa murid yang terganggu karena suara berisiknya.

.

.

.

Shibaura institue of technology.

Di hari yang sama namun berbeda tempat. Beberapa orang berpakaian serba putih sedang berada di dalam suatu laboratorium dan di dalam ruangan kaca terdapat dua orang yang mengenakan pakaian steril dan Gas Mask dengan dua Filter di bagian kanan dan kiri.

"Percobaan ini sedikit gila menggabungkan DNA Lintah pada Virus."

"Ya aku juga berpikiran seperti itu tapi Hasilnya yang kita harap memuaskan. Virus itu akan di harapkan memakan darah kotor pada inangnya dan membuat regenerasi sel menjadi lebih cepat tapi aku memiliki firasat buruk tentang ini."

Percakapan itu di lakukan oleh orang-orang yang berada di luar kotak kaca. Percobaan yang di dasari pemikiran gila seorang Profesor di institut ini.

Profesor Orochimaru adalah orang yang sudah menemukan pemikiran gila tersebut. Seorang profesor yang memiliki mimpi untuk menemukan obat awet muda yang tidak akan membuat manusia mati sebut saja obat keabadian. Regenerasi sel adalah konsep dasarnya.

Pada usia di atas enam puluh tahun, regenerasi pada sel akan mengalami penurunan yang sangat fatal. Akibatnya beberapa penyakit akan mudah menyerang. Sebagai contoh penyakit Alzeimer atau penurunan daya ingat dengan obat yang sedang di kembangkan ini sel pada otak akan beregenrasi membuat otak berfungsi sedia kala. Lalu keriput juga akan menghilang karena regenerasi dari sel yang terdapat di bawah bagian epidermis.

Akhirnya penelitian di mulai. Beberapa hewan menjadi kelinci percobaan dan hasilnya Nihil. Lalu mereka memasukan DNA lintah pada seekor tikus dan hasilnya memuaskan luka pada tikus tersebut menghilang sedikit demi sedikit dan menumbuhkan bagian yang hilang karena luka tersebut dalam kasus ini menumbuhkan kaki pada tubuh tikus tersebut namun pertumbuhan sel sangat lambat. Penelitian demi penelitian di lakukan untuk membuat penyebaran DNA lintah menjadi cepat dan menyebuhkan sel dalam hitungan menit dan terobosan gila ditemukan dengan menggabungkan suatu Virus dengan DNA lintah.

"Percobaan pada Subjek 212942 dilakukan pada hari selasa pukul 07.17 PM." Seekor Tikus yang memiliki kecacatan pada tubuhnya sudah berada di genggaman salah seorang pria yang mengenakan pakaian steril. "Suntikan serum Z-26 sebanyak 100ml pada subjek." Orang satunya memegang suntikan dengan cairan berwarna ungu. Semua berjalan lancar sampai percobaan itu selesai.

"Pukul 07.27, sepuluh menit setelah penyuntikan serum Z-26. Subjek mengalami peningkatan regenerasi pada bagian tubuh yang terluka." Sebelumnya tikus yang di jadikan percobaan tersebut di lukai pada bagian kakinya menggunakan pisau khusus membuat kaki hewan lab itu hilang dan terdapat luka.

"pukul 07.46, subjek sudah meregenerasi bagain tubuh yang memiliki luka dan sedang meregenrasi bagain tubuh yang hilang."

"Pukul 07.57, penyembuhan total pada bagian tubuh yang hilang sepenuhnya berhasil." Pengamat subjek itu menampilkan senyuman yang tak biasa dan di belakangnya terdengar suara sorak sorai teman seperjuangan yang sudah berjuang dalam beberapa tahun terakhir untuk menyempurnakan penemuan ini.

"Beritahu Orochimaru-sama, penelitian kita berhasil. Regenerasi sel secara menyeluruh dapat di sembuhkan dalam waktu empat puluh menit. Walaupun terbilang lama tapi ini pencapaian luar biasa yang sebelumnya memakan waktu dua minggu lamanya." Segera salah seorang dari mereka pergi keluar dari ruangan pengamatan namun setelah salah seorang dari mereka pergi seseorang yang masih berkutat dengan Thermal Screen berteriak dengan putus asa.

"SEMUANYA JANGAN SENANG DULU DAN LIHAT INI." Semua orang yang sedang bersuka cita menatap rekan sesama peneliti di depan mereka. Saat melihatnya pandangan mereka menjadi sayu dan pemimpin tim pengamat mengambil sikap.

"Pada 08.07, Subjek 212942 mati tanpa sebab. Pengecekan akan di lakukan." Tim pemeriksa mulai masuk ke dalam ruangan kaca itu namun satu hal yang membuat mereka terkejut adalah Bangkai tikus yang bergerak dan menyerang mereka berdua. Gigitan tikus itu dapat menembus pakaian steril dan membuat orang yang tergigit berteriak kesakitan. Tak sampai di sana tikus itu juga menyerang orang satunya lagi namun setelah gigitan itu peneliti tersebut berhasil menangkap dan menginjak tikus tersebut sampai menjadi bubur. Darah yang terus menerus keluar membuat mereka berdua lemas dan mati rasa hingga akhirnya kematian datang menjemput.

"Tim pembersih keluar kan mereka berdua." namun saat regu pembersih masuk mayat peneliti yang sudah tewas menyerang mereka.

.

.

.

Konohagakuen Internasional Highschool, Tokyo.

Tuesday, 2017 March 21.

11.25 PM.

"Sudah ku duga kau akan ada disini saat istirahat, Naruto-kun." Merasa ada yang memanggil namanya membuat dirinya menoleh ke belakang.

Seorang gadis berambut pirang dengan mata berwarna hijau menatapnya dengan lembut diserati senyuman di wajahnya.

"Ternyata itu kau Gabriel-chan, ada apa mencariku?" Naruto berbalik kembali melihat luasnya langit di atas kota tokyo dari atap sekolah. Walaupun atap sekolah terkadang terkunci namun hari ini atap sekolah sepertinya tidak terkunci.

Uzumaki Naruto Namikaze, seorang anak dari kalangan biasa. Ayahnya hanyalah manager di perusahaan swasta dan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga. Garis keturunan orangtuanya membuat Naruto terlihat seperti seorang Kaijin sebutan orang jepang untuk orang dari negara asing. Walaupun begitu Naruto tidak memiliki darah dari orang-orang di luar jepang semua itu kembali lagi ke faktor genetik.

"Tadinya aku mencarimu di kelas dan Sasuke-kun berkata kalau ia melihatmu naik ke atap." jawab Gabriel saat di tanya Naruto.

Gabriel adalah sahabat Naruto sejak kecil bersama dengan Sasuke, Shikamaru, Rias, Akeno dan beberapa temannya yang terpencar di bagian-bagian negara jepang.

"Aku hanya ingin bersantai." Jawab Naruto saat memandangi langit biru.

"Aku ingin mengatakan sesuatu."

"Apa itu?"

"A-aku sebenarnya..." keduanya terdiam saat mendengar suara teriakan. Naruto kemudian pergi dan melihat dari pagar pembatas seorang penjaga gerbang di gigit oleh seseorang yang sedang memakai baju polisi.

"Apa-apaan polisi itu jika dilanjutkan maka penjaga gerbang itu akan mati." Ucap Naruto geram. Dirinya mengepalkan tangannya namun beberapa detik kemudian dirinya di buat terkejut saat melihat tubuh penjaga gerbang bangkit dan menyerang dua orang guru di lapangan.

"Naruto-kun, apa yang sebenarnya terjadi?" Suara itu? Naruto baru sadar kalau dirinya tidak sendiri di sini. Gabriel ada di sebelahnya dengan wajah ketakutan.

"Entahlah tapi sejauh ini yang aku tau jika kita tergigit kita akan mati. Kita harus memperingatkan yang lain." Mereka berdua berlari menuju pintu keluar. Saat ini mereka ada di atap gedung B dan kelas mereka ada di gedung C.

'Sementara ini aku harus melindungi Gabriel apapun yang terjadi.'

.

.

.

Suasana kelas saat jam istirahat sedikit sepi hanya ada beberapa murid saja. Saat suara teriakan sampai di gendang telinga mereka, serentak seluruh murid mendekati jendela dan melihat apa yang sedang terjadi. Beberapa guru dan murid menyerang murid yang lain di lapangan.

"Apa yang sebenarnya terjadi, Shikamaru?" pemuda berambut coklat itu bertanya pada temannya. Walaupun ia bodoh tapi ia harus akui ini situasi yang berada di luar nalarnya.

"Entahlah Issei tapi sepertinya kita harus menjauh dari mereka. Lihat..." Issei mengikuti arah tunjuk temannya itu. Seorang guru sedang mengigit seorang murid perempuan sampai murid itu mengalami kejang-kejang. Mereka memandang horror kejadian itu beberapa detik kemudian tubuh murid itu berdiri dan berjalan dengan terpincang-pincang.

"Me-mereka zombie? Tapi itu tidak mungkin kan, Shikamaru?" Suara lembut berasal dari samping membuat orang yang di panggil menoleh.

"Aku tidak begitu yakin, Akeno. Melihat sekarang waktu istirahat maka penularan akan semakin cepat. Mau bagaimanapun kita harus hidup, cari apapun yang bisa di pakai untuk ..." Shikamaru berjalan dengan santai dan tangannya memegang sandaran sebuah kursi. Pemuda itu mengangkat kursi tersebut dan menghantamkan kursi itu ke tembok sampai hancur. "... Melindungi diri kalian." Pemuda itu mengambil kaki-kaki kursi yang terbuat dari besi padat.

"Kau! Siapa kau berani memerintah kami. Jangan berlagak seperti pemimpin." Beberapa orang berlari keluar dan meninggalkan Shikamaru, Issei, dan Akeno.

"Biarkan saja mereka, mungkin mereka sedang panik mengetahui keadaan ini. Cepat cari alat pelindung kalian."

"Shikamaru, bagaimana dengan Naruto?"

"Biarkan saja dia, Akeno. Aku yakin si Baka itu pasti dapat bertahan dengan keberuntungan yang selalu berpihak padanya. Untuk sekarang pikirkan saja keselamatan diri kita masing-masing." Shikamaru berjalan menutup pintu kelas dan menahan pintu itu dengan menggunakan kursi.

'Aku yakin kau pasti selamat, Naruto.'

.

.

.

Kantin saat ini sedang ramai-ramainya, Sekarang adalah waktu untuk istirahat makan siang. Tak terkecuali untuk seorang pemuda bermarga Uchiha dan seorang gadis berambut merah yang bersamanya.

"Tolong, roti yakisoba dua dan jus tomatnya juga." Mendapatkan apa yang ia mau pemuda itu pergi menjauh di ikuti oleh gadis di belakangnya.

"Semuanya lari selamatkan diri k-aarrrghh." Semua orang menegang melihat kejadian itu. Leher pemuda itu digigit dari belakang dan tewas seketika karena darah yang mengalir deras dari luka tersebut. Namun itu semua tak berhenti disana, mayat pemuda itu bangun dan menatap mereka semua dengan pupil yang memutih.

"Rias, mundur perlahan." Mendengar Sasuke berkata demikian, Rias hanya menuruti apa yang di perintahkan Sasuke. Sasuke juga begitu dirinya mundur perlahan menjauhi kerumunan orang-orang yang belum sadar namun sepertinya dirinya terlambat.

"Kyaaaaaa..." suara teriakan dari murid perempuan menyadarkan semua orang dari Shock Attack yang melanda dan berpindah menjadi Panic Attack. Mereka berlari tanpa mempedulikan teman mereka terinjak atau tidak hanya satu di pikiran mereka, Harus hidup. Di dalam kerumunan itu Sasuke dan Rias juga berlari dan saling berpegangan tangan agar tidak berpisah. Semua murid menyebar memasuki gedung dengan harapan mereka selamat tapi beberapa mayat hidup juga sudah memasuki gedung duluan. Para murid yang tidak beruntung tertangkap dan menjadi korban, melihat ada celah Sasuke menarik Rias keluar dan memutuskan untuk berpisah dari kerumunan orang-orang.

Saat ini keduanya ada di gudang penyimpanan alat-alat Olahraga. Situasi yang terjadi sebelumnya membuat keduanya mau tidak mau terkena kepanikan, siapa yang tidak panik jika kau di kejar-kejar mayat hidup seperti di film-film?

"Kita harus mencari yang lain. Aku yakin mereka juga akan mencari kita tapi dalam kepanikan ini persentase keberhasilan kita bertemu pasti sangat kecil, Rias." Ucap Sasuke dengan kedua tangan yang sibuk pada pemukul base ball berbahan besi.

"Ta-tapi aku khawatir dengan Is-"

"Aku tau kau mencintainya bahkan saat kita masih kecil tapi yakinlah si Baka-ero itu pasti tetap hidup mengingat di kelas ada Shikamaru dan Akeno. Jika ini seperti di film maka kelemahan mayat hidup itu pasti ada di kepala. Sekarang ku mohon masukan pemukul base ball itu ke tasnya, kita akan membawanya untuk yang lain." Ucap Sasuke. Ini adalah akhir bagi dirinya dan Rias jika gerombolan zombie menyerang mereka berdua tapi kalau ada teman-temannya kesulitan seperti itu pasti akan sedikit teratasi.

'Aku harap kau masih hidup, Dobe'

.

.

.

TuBerCulosis

.

.

.

Author Note's

Ya apa kabar, kali ini aku membuat fic baru bertema zombie. BANZAAAIII

Disini mengambil latar kota Tokyo dan awal-awal hanya menginfeksi jepang.

Yah seperti Pandemic Corona Virus yang pada awalnya hanya menginfeksi kota wuhan.

Pada fic ini Narutod dan teman-temannya terpisah dan akan bertahan di tengah-tengah zombie yang kian bertambah di sekolah mereka.

Yah, sekian dulu dari Shiro

Bye