Dua orang anak keturunan naga hitam dan ular naga, makhluk ajaib dengan kekuatan besar melengkapi kehidupan mereka.
Mereka para penghuni Palostra terdahulu. Keturunan para raja penguasa untuk spesies masing-masing.
Persahabatan terjalin antara kedua pangeran, kedua kerajaan pun menjalin persahabatan erat dengan satu sama lain.
Child prodigy keturunan klan Uchiha dan klan Uchigaya.
Madara Uchiha dan Magora Uchigaya
Kedua pangeran tumbuh dan dibesarkan bersama-sama, seolah tidak akan pernah ada bencana mereka berbagi satu sama lain. Sehidup dan semati.
Namun, takdir Sang Pencipta mengubah semua menjadi lebih buruk. Bencana yang ditimbulkan makhluk dari dunia lain. Makhluk cantik yang mengubah persahabatan menjadi permusuhan abadi. Bahkan sampai pada para keturunan mereka yang akan datang.
1000 tahun yang lalu ...
Seorang gadis tersesat di Hutan Hijau. Entah dia datang dari mana? Tapi yang pasti pakaian anehnya yang berbeda dengan penghuni Palostra lainnya, membuat pangeran dari klan Uchigaya penasaran.
Pangeran naga ular yang sedang berburu hampir saja memanah makhluk asing yang baru pertama kali dilihatnya.
Secepat kedipan mata, naga ular emas menjelma menjadi seorang pangeran dan mendekati si gadis yang terluka parah dan hampir pingsan. Magora yang berhati baik segera membawanya ke istana untuk menolong gadis asing tersebut.
"Nama saya, Winata." Makhluk asing itu memperkenalkan diri saat pemulihan dari lukanya.
Magora langsung jatuh hati, setelah beberapa hari gadis itu tinggal di istananya. Gadis yang ternyata adalah seorang manusia. Rupa cantik gadis itu memikat hati sang pangeran.
Magora begitu bahagia saat merasakan getaran di dadanya karena gadis itu. Dan dia segera memberitahukan kepada sahabat tercintanya, Madara Uchiha.
Pada akhirnya Magora memperkenalkan Winata kepada sahabatnya itu. Dia mengklaim Winata akan menjadi miliknya tanpa peduli alamnya dan gadis itu berbeda.
Tetapi Magora tidak pernah mengutarakan langsung perasaannya pada Winata. Sehingga gadis itu tidak tahu Magora menaruh hati padanya.
Mereka bertiga sering bersama, Winata tidak kembali pada dunianya sendiri, karena merasa dunia para naga lebih indah dan lebih menarik.
Tanpa disadari gadis itu justru tertarik pada Madara Uchiha yang berwajah tampan dan juga kaya. Kerajaan Uchiha lebih berkuasa dibandingkan Uchigaya. Maka dari itu Winata terjerumus ke dalam pesona seorang Madara.
Gayung bersambut, Winata sangat bahagia karena cintanya terbalas oleh Pangeran naga hitam. Namun, mereka tidak menyadari api cinta mereka membakar kecemburuan seorang Magora.
"Yang Mulia," ucap seorang prajurit.
"Gadis manusia yang tinggal di istana Uchigaya, adalah pemuja iblis kekayaan." Magora sangat terkejut mendengar ucapan prajuritnya itu.
"Dia manusia miskin yang ingin menjadi kaya. Dia datang ke dunia ini demi batu permata hitam milik Raja klan Uchiha."
Amarah Magora memuncak, berani sekali Winata menipunya. Dia sudah begitu percaya bahkan memberikan seluruh hatinya pada gadis itu.
Magora mungkin cemburu pada kemesraan Madara dan Winata, tetapi dia tidak akan membiarkan seorang manusia serakah seperti Winata untuk menghancurkan kerajaan sahabatnya.
Batu permata hitam seperti jantung bagi kehidupan klan Uchiha. Jika batu itu dicuri maka dipastikan klan naga hitam akan punah karena tidak punya kekuatan lagi.
"Kau pikir aku akan percaya?" Madara menolak dan menyangkal dengan apa yang disampaikan Magora.
"Percayalah, manusia itu hanya menginginkan kekuatan dari istana Uchiha." Magora berusaha menjelaskan semua pada sahabatnya.
"Kau iri dan cemburu padaku, Magora. Winata memilihku karena dia mencintaiku."
"Ini bukan tentang rasa cintaku. Tetapi ini tentang kelangsungan hidup seluruh klan dan juga spesiesmu."
"Kalau kau tidak mau mengembalikan dia ke dunianya. Maka aku yang akan menghabisinya."
Tidak masalah menghacurkan seorang manusia serakah dan tamak seperti Winata. Bagi Magora kesejahteraan Palostra adalah hal utama yang sudah menjadi tugasnya. Walaupun itu artinya dia harus menghabisi nyawa gadis yang sangat dicintainya.
Madara tidak terima keputusan Magora yang akan membunuh Winata. Calon raja Uchiha justru mengajak Magora bertarung.
Kekuatan Magora jelas lebih besar dan mengalahkan Madara. Dengan kesabaran Magora masih mempertimbangkan keselamatan klan sahabatnya.
"Berani sekali kau menipuku, Winata!"
"Kau pikir aku akan mengampuni manusia serakah sepertimu?"
"Bangsa kami mungkin lebih rendah dari manusia. Tetapi kami tidak pernah berkhianat pada makhluk lain."
Telapak tangan kekar Magora melingkar di leher jenjang Winata, gadis itu tidak bisa bernafas dan sesak luar biasa.
"M-Ma-gora, a-aku men-cintai-mu." Winata berucap dengan kesulitan dengan nafas terputus-putus serta air mata yang hampir mengalir.
"Kau pikir aku percaya, hah?"
Cekikan Magora semakin menekan di leher Winata, gadis itu sudah tiba bisa bernafas dan hampir mati.
Zrash ...
"Achhh ..." Suara teriakan Magora mengeras saat pedang hitam menghunus punggungnya.
"Madara ..." Getaran rasa sakit terdengar dari geraman Magora. Madara sudah menusuknya dari belakang.
"Demi manusia serakah ini kau mengkhianatiku?"
"Aku bisa membunuh siapa saja yang menghalangi kebahagiaanku."
Madara yang hampir sekarat setelah bertarung dengan Magora sebelumnya, berusaha untuk menolong kekasih tercintanya. Dengan membunuh naga ular maka dia bisa bebas bersama Winata.
"Baiklah, jika itu keinginanmu ... aku kutuk dirimu dan seluruh keturunanmu ... kelak mereka tidak akan pernah bisa hidup dan menikah dengan wanita yang mereka cintai, karena istri pertama yang mereka nikahi akan menjadi tumbal untuk keabadian hidupku ... dan setiap wanita manusia serakah akan menjadi budakku untuk selamanya."
Naga ular emas mengacungkan pedangnya ke atas langit, petir menyambar tepat di pedangnya pertanda segel kutukan sudah tercipta dan tidak bisa dipatahkan lagi.
Setelah membunuh Madara dan Winata, tubuh emas Magora menjadi hitam sampai pada bagian terdalam ditubuhnya. Naluri membunuhnya semakin menjadi dan hanya memikirkan tumbal untuk keabadian hidupnya.
Ratusan jiwa serakah manusia sudah dia lahap, juga tumbal para isteri pertama raja klan Uchiha yang membuat hidupnya abadi.
Tidak ada lagi sifat kasih sayang dalam hati raja kegelapan tersebut. Pengkhiatan sudah membuatnya kehilangan kepercayaan pada siapapun.
Dragon Wife
Sasuke memejamkan mata, betapa berat beban yang dia pikul. Bimbang yang dia rasakan juga tidak membuahkan titik terang.
Jatuh cinta pada seorang putri cantik yang menjadi teman sepermainan di masa kecil. Perasaannya tumbuh seiring waktu. Tapi kenyataan pahit terasa menikam ulu hatinya.
Cintanya pada sang putri cantik mungkin terbalas, tetapi dengan kesadaran sepenuhnya dia tidak bisa bersama dan bahagia bersama orang yang dia cintai.
Kenapa kutukan Magora menimpa dirinya? Kenapa manusia serakah menjadi penyebab semuanya? Sasuke bersumpah untuk membenci bangsa manusia yang sudah memporak porandakan kedamaian di Palostra.
Bagaimana para raja Uchiha harus kehilangan orang yang mereka cintai untuk menjadi santapan raja kegelapan.
Saat Hinata datang, keegoisan menguasai pikiran Sasuke yang sedang putus asa. Hinata bisa mematahkan kutukan Magora, dengan menikahi manusia itu kutukan Magora akan terputus dan berhenti karena Hinata bukanlah wanita yang dia cintai.
Keuntungan kedua, Sasuke bisa membalaskan dendamnya pada bangsa manusia melalui Hinata. Sasuke berpikir Hinata pantas menerimanya karena leluhur manusia yang sudah memulai penderitaan bagi bangsanya.
Keuntungan ketiga, setelah Hinata menjadi tumbal dan kutukan Magora terpatahkan, maka tidak akan ada ketakutan untuk bersama dengan orang yang dicintainya. Mungkin setelahnya dia bisa bahagia untuk selamanya.
Katakan dia makhluk licik yang membuat Hinata seperti tiket untuk mencapai kedamaian bahkan keinginannya untuk bahagia di negri Palostra bersama dengan orang-orang yang dicintainya.
Kenapa masa depan negri dan kebahagiaanya harus bergantung pada manusia lemah seperti Hinata? Sasuke benci, dia benci manusia dan dia benci Hinata.
Sayangnya dia membutuhkan Hinata untuk mencapai semuanya. Mungkin Sasuke tidak tahu dampak dari perbuatannya suatu hari nanti.
"Bulan hitam akan segera tiba. Dan kutukanmu akan segera berakhir, Magora Grand King." Sasuke membulatkan tekadnya kali ini. Tidak akan ada lagi kutukan karena dia akan mematahkannya.
"Yang Mulia! Ritual pernikahan akan segera dilaksanakan." Seorang pengawal berkata pada Sasuke dari luar pintu kamarnya. Dia melihat pantulan diri di cermin. Pakaian mewah membalut tubuhnya dengan sempurna.
"Nona Manusia, bersiaplah untuk pernikahan yang sesungguhnya." Sasuke bermonolog serta memikirkan Hinata dengan segala kebenciannya.
Sasuke mungkin tidak tahu bahwa dia juga harus bersiap untuk menerima takdir Sang Pencipta untuk dirinya.
TBC
Tenang ya ... Aku usahakan up cepet ...
Aku sangat butuh dukungan, cukup doakan supaya aku punya banyak waktu untuk menulis dan mengerjakan semua tugas lainnya, tanpa mengurangi ibadah tentunya.
See you next chap ...
Sayang selalu kalian semua SHL
