…Keesokan Harinya Di Sma Gerpinart…

Kelas 1-A sedang mengadakan olahraga basket di gedung selatan sekolah. Saat itu Alice beserta teman-temannya sedang bermain basket di lapangan basket putri, sedangkan murid laki-laki di lapangan basket putra di sebelah lapangan basket putri di dalam gedung basket tersebut. Ketika sedang asyik bermain basket salah satu teman Alice tak sengaja melihat ke arah pintu gedung, dia melihat sekumpulan murid kelas 3-A keluar dari pintu, itu adalah kelasnya Zero, teman Alice tanpa sadar berteriak kegirangan memanggil nama Zero sang senior paling tampan di sekolah yang berjalan di barisan paling belakang kelas, Alice yang sedang berdiri di dekat lapangan murid laki-laki terpengaruh untuk melihat arah dimana Zero berada hingga dia tidak menyadari sebuah bola dari lapangan basket putra datang menuju kepala Alice, bola itu langsung menghantam kepala Alice dan Alice terjatuh ke lantai, seorang teman Alice terkejut karena melempar bola ke arah yang salah.

"Alice...!" Teriak beberapa temannya berlari ke arah Alice

Permainan basket di lapangan putri berhenti seketika akibat insiden itu, disaat itu juga Zero yang melihat hal itu langsung berlari mengejar Alice yang masih terduduk di lantai, akan tetapi ntah dari mana datangnya Kaname sudah berada di dalam lapangan basket tersebut lalu mengangkat Alice, Kaname menggendong Alice keluar dari lapangan tanpa memperhatikan sekelilingnya, jauh dari belakang Kaname, Zero berhenti berlari dan terdiam sejenak, raut wajah kecewa menghiasi wajahnya karena tidak bisa menolong Alice pada saat itu kemudian Zero berbalik arah berjalan keluar lapangan basket menuju lapangan tenis di sebelah gedung lapangan basket, sementara itu Kaname terus berjalan menggendong Alice sampai ke ruang kesehatan. Seluruh murid perempuan yang ingin memposting kejadian tersebut di situs majalah hot news sekolah mendadak tercengang dengan sebuah postingan yang sudah terlebih dahulu ada di dinding utama situs majalah hot news sekolah, mereka mulai membicarakan postingan yang ada di halaman depan hot news.

Setibanya Kaname di ruang kesehatan, Kaname membaringkan Alice di ranjang uks, hanya saja pada saat itu dia tidak melihat dokter disana, dengan inisiatifnya sendiri dia mengambil antiseptic beserta sebuah plester dari lemari obat. Dia membersihkan luka kecil di dahi Alice dengan sangat hati-hati, setelah lukanya cukup bersih, dia menempelkan plaster di luka tersebut dan meminta Alice agar beristirahat.

Detik berganti detik dan jam berganti jam. Kaname tidak beranjak sedikitpun dari tempat duduknya, ia masih menemani Alice yang tertidur nyenyak. Disaat Kaname hendak berdiri, mendadak pintu uks terbuka, dia melihat Zero berjalan memasuki ruangan, Zero berjalan ke arah Alice, Kaname hanya diam melihat apa yang dilakukan Zero terhadap Alice adiknya ketika Zero berada di dekat Alice. Selesai menemui Alice Zero pun beranjak keluar ruang uks, tetapi ketika Zero ingin membuka pintu, tiba-tiba saja Zero melihat ke arah belakang, dia menatap Kaname sejenak dengan tatapan mata sinis, lalu dia berjalan keluar uks, Kaname hanya tersenyum kemudian Kaname duduk di pinggir ranjang tepat di samping Alice berbaring, dia seperti membisikkan sesuatu di telinga Alice yang membuat Alice langsung terbangun dan berlari ke jendela yang menghadap hutan di belakang gedung sekolah.

"Udaranya segar ya...hahahah." Alice berdiri merasakan angin dari luar jendela membelai tubuhnya

"Tubuhmu harum sekali…." Kaname tiba-tiba memeluk Alice dari belakang. "aku sedikit iri pada Zero."

Lantas Kaname mulai mencium leher Alice, lagi-lagi dia mengatakan sesuatu yang membuat Alice tak bisa berkata-kata, jatung Alice sangat berdebar-debar dengan wajah semakin memerah, diwaktu bersamaan satu sekolah digemparkan oleh berita postingan yang ada di situs majalah sekolah. Selain itu Kaname juga tidak menyadari kalau Sora yang sedang berkeliling di dekat hutan belakang sekolah tanpa sengaja melihat Kaname memeluk Alice dari bawah.

"Tu..tunggu dulu! Apa yang sedang kau lakukan, pak guru?!" Alice refleks terkejut setengah mati merasakan jemari Kaname sedang meraba selangkangannya

"Aku tidak menyangka murid sma seperti mu sangat panas." Bisik mesra Kaname

"Hah? panas? apa dia sudah gila? Inikan berangin." Pikir Alice

"Bagaimana bisa seorang pria normal dapat menahannya? Kau memakai pakaian tidur minim sekali, aku bisa melihat seluruh tubuhmu tadi malam. Sekarang aku tahu bagaimana bisa Zero jatuh dalam perangkapmu." Bisik mesra Kaname. "Kau menyukai biologikan? Kau pasti mengetahui ini."

"Tua Bangka sialan!" Teriak Alice dalam hati. "Dia mengatakan agar aku terlihat lebih cantik dan seksi di mata Zero. Dasarrrr bodohhh!"

"Bukankah kau tahu alasannya?"

"Ini kerena hormone testosteronenya aktif. Hormone seks utama pria yang menyebabkan libidonya tinggi atau dengan kata lain dikatakan bergairah." Jelas Alice berwajah merah dan malu. "Hormone seks ini bisa aktif karena adanya rangsangan fisik, membaca atau menonton blue film, berciuman, kyalan erotis, ataupun melihat wanita seksi, pak guru. Selain itu banyak faktor lain juga penyebabnya, seperti tingkat umur ataupun pola makan."

TLAKKK

"Awww…!"

"Apakah itu ada hubungannya di dalam biologi?" Tanya Kaname melepaskan pelukannya setelah menyelentik dahi Alice

Kemudian Alice beserta kaname mininggalkan ruang kesehatan, Alice kembali ke kelasnya sementara Kaname berjalan ke kantor kepala sekolah. Siang hari itu sekolah dihebohkan oleh berita di dinding hot news, seluruh murid sibuk membicarakan hubungan Kaname dengan Sora yang dianggap mereka mulai merenggang. Sebagian besar murid membalas postingan tersebut dengan menyudutkan Sora. Pihak sekolah yang telah mengetahui hal ini meminta Kaname yang pada saat itu kebetulan sedang ada di kantor kepala sekolah untuk mengklarifikasi berita miring di dinding hot news, namun sayangnya Kaname menolaknya sehingga memancing amarah ayah Kaname sebagai seorang kepala sekolah Gerpinart.

Seusai jam pelajaran sekolah, Kaname menemui Sora. Dia mengembalikan cincin pertunangan yang ia simpan selama ini di tas kerjanya, dia juga memberitahukan Sora kalau dia sudah tinggal serumah dengan Alice dan akan tinggal dengan Alice dalam waktu yang tidak bisa ditentukan, selain itu Kaname resmi mengumumkan pembatalan pertunangannya di konferensi pers pada malam harinya. Pembatalan kerja sama perusahaan terbaru antara keluarga Sora-Kaname juga resmi diumumkan, indeks saham keluarga Kiryu melonjak naik tinggi. Di media massa juga elektronik tersebar opini-opini retaknya hubungan antara 2 sejoli ini karena orang ketiga, namun Sora tidak memberitahukan apa yang sebenarnya telah terjadi karena dia tidak mempunyai bukti yang cukup kuat untuk menarik Alice ke dalam permasalahan mereka sebab Kaname sudah terlebih dahulu mengantisipasinya dengan membelikan Alice sebuah apartemen tepat di samping apartemen Kaname.

Beberapa bulan berlalu Sora mendapatkan sebuah kabar kalau Alice adalah anak angkat dari keluarga Kiryu, maka sampailah dia pada sebuah kesimpulan, yaitu cincin yang tidak pernah dilepas oleh Kaname juga kalung yang berbentuk sama dengan cincin Kaname pernah terlihat olehnya beberapa kali menggantung di leher Alice saat festival olahraga 1 bulan lalu. Kemudian dia menghubungi beberapa pesuruhnya dan memerintahkan mereka untuk mencari tahu darimana asal Alice sebenarnya.

"Menarik sekali.." Sora tersenyum lebar di ruang komputer