Catatan : setiap penjelasan jurus maupun identitas dalam kurung tidak menjelaskan semuanya. Hanya garis besarnya saja. Jadi jangan kaget jika sebuah jurus dapat memiliki fungsi lain selain yang di jelaskan!
Peringatan! Baca sampai bagian bawah TBC karena itu penting dan dapat membuat kalian memiliki pemahaman lebih baik dalam membaca fic ini!
...
"Great Red, kau belum menyadarinya."
"Kau akan dilahirkan kembali hingga saatnya tiba."
"Sadarilah hatimu, pupuklah cinta dan kasih sayang agar kau mengerti semuanya."
"Kau akan menemukan orang yang akan dapat membantumu menyadari semua itu. Jadi, tidur lah untuk sementara waktu!"
...
Duaarrrrr
Di sebuah kota kuno yang dulunya berdiri megah, pemandangan tragis dan mengerikan terhampar sejauh mata memandang.
"Akulah sang raja, memimpin bangsa untuk mencapai kemenangan."
Suara lembut yang terdengar penuh keagungan terdengar di sebuah bangunan megah yang di sepuh dari batu gaib. Di sana, sosok pria berpakaian penyihir dengan wajah tegas memandang kerajaannya.
"Keberadaan sebuah peradaban akan selalu ada, selama tekad dan bukti masih di dunia."
Suara miliknya bergema di ikuti cahaya merah cemerlang di belakang punggung, menunjukan pedang aneh berbentuk silinder.
"Langit tinggi dan aku lebih tinggi."
Api membakar Kota Mesopotamia di mana-mana, teriakan monster menggema dan sosok hitam yang merupakan produk 'new human' beterbangan di atas kota.
"Aku bersinar menyaksikan penciptaan."
Lebih mengerikannya lagi, lumpur hitam menggenang di seluruh Mesopotamia, melahap dan mendistorsi apapun yang di sentuhnya.
"Kehendakku mengulang penciptaan dan percikan cahayaku menembus, menunjuk kebenaran."
Tapi anehnya tak mengenai bangunan tempat sang raja berada.
"Namaku adalah Gilgamesh, akan mati bersamamu di sini dan mengakhiri era para dewa."
Sosok raja yang menyebut dirinya Gilgamesh menunjuk ke arah depan, ribuan manusia baru mirip monster hitam menyingkir membentuk jalan di langit dan sosok mengerikan muncul menerangi dunia dengan keputusasaan.
Ini adalah bencana besar umat manusia, sosok manifestasi kehendak bumi yang ingin menyingkirkan manusia.
[Tiammat]!
Sosok Tiammat sang Earth Mother Goddess. Representasi kekuatan kehendak Gaia atau bumi yang ingin menghancurkan umat manusia yang dia anggap sebagai kanker di tubuhnya/bumi.
"Semoga manusia akan tetap berjaya,,,,,"
Saat ini Tiamat menggunakan wujud Dragon Corpus miliknya dan membuka mulut. Energi tak berujung dari bumi berkumpul di mulutnya untuk meledakkan raja Sumeria!
Ini adalah awalnya saja, setelah peradaban Sumeria hancur bersama Gilgamesh. Selanjutnya Tiamat akan meratakan semua peradaban yang ada di seluruh penjuru bumi dan menggantinya dengan manusia baru.
Enuma!
Energi merah meledak dari belakang punggung Gilgamesh, membentuk pusaran merah yang mendistorsi kekosongan, mengembalikan semua keadaan pada saat awal penciptaan!
Yang artinya, semua hal akan musnah!
Elish!
Doooommhhhh
Dengan suara menggelegar yang aneh, pusaran energi merah meledak kearah wujud Dragon Corpus milik Tiamat dan di balas lesatan leser energi berwarna abu-abu.
Walau Tiamat ini hanyalah gadungan, alias hanya representasi kehendak bumi, bukannya Tiamat sungguhan. Kekuatan yang dia tampilkan juga tidak main-main.
Di kenal sebagai Mother of All Being, Tiamat memiliki kekuatan penciptaan yang membuatnya dapat menciptakan segala sesuatu dalam lingkupnya dan menulis segala sesuatu dengan energinya.
Energi yang dia tembakkan adalah energi yang membuat apapun dapat di tulis ulang menjadi ketiadaan, alias lenyap dari dunia ini!
Sangat mengerikan!
Kekuatan EA yang di tekan melawan versi paling lemah dan gadungan Tiamat.
Kabooommmm
...
..
.
"Yah, untungnya tadi terkena Shi no Gainen, assasin tua itu. Jika tidak, maka hasilnya akan berbeda."
Gumam Gilgamesh pelan melihat ke arah depan. Mata miliknya melihat cerukan raksasa yang di hasilkan dari tabrakan Enuma Elish dan kekuatan Tiamat, hasilnya adalah kemenangan!
Tiamat meledak terkena Enuma Elish dan secara otomatis manusia baru serta lumpur hitam milik Tiamat juga menguap dari dunia.
Szzzzhhh
Serpihan cahaya emas layaknya kunang-kunang beterbangan dari kaki Gilgamesh yang mulai berubah menjadi emas.
Ini adalah konsekuensi kehancuran mitologi Sumeria. Dia adalah manusia setengah dewa, dia tak bisa hidup tanpa adanya dukungan 'legenda' dan restu Akar.
Karena bencana yang menggulingkan para dewa saat ini, restu dari akar akan menghilang dari dunia. Dewa dan iblis akan lenyap atau di pindah dari dunia manusia ke alam masing-masing.
Walau legenda Gilgamesh masih ada karena dia telah melakukan berbagai perjalanan mengelilingi dunia, Akar sudah tak merestui keberadaannya dan tak ada tempat bernama Surga yang dapat menampung keberadaannya, karena Surga mitologi Sumeria sudah dia ledakkan beberapa tahun yang lalu.
Jadi, hasil akhirnya adalah kematian.
"Yah, bagaimanapun ini adalah hasilnya. Tak ada yang bisa mengubah masa depan, bahkan dengan Sha Naqba Imuru milikku."
Gilgamesh tersenyum ringan tanpa memperdulikan tubuhnya yang berubah menjadi patung emas secara perlahan.
Tangannya terulur ke depan dan menghilang diudara, dia kemudian menarik kembali tangannya dan membawa sebuah kunci emas raksasa yang terlihat megah walau bentuknya nyentrik.
Seettt
Clank
Tiba-tiba, sebuah kail pancing perak turun dari langit menyangkut pada kunci dan menyeretnya hilang ke angkasa.
Gilgamesh terlihat diam saja, kedua tangannya terlihat bersedekap seolah tak melihat kunci gudang harta miliknya telah di ambil dengan kail pancing.
Jika kau melihat mata merah Gilgamesh, kau pasti akan melihat bayangan anak usia 11 tahun dengan rambut durian yang sedang memancing di kamar mandi(?).
"Ini adalah takdir!"
Bisik Gilgamesh pelan sebelum akhirnya berubah sepenuhnya menjadi patung emas mengkilap.
Tak lama, matahari naik dari ujung pandangan. Menyinari dunia dari belakang takhta yang di duduki sang Raja Uruk itu dan menghasikan pemandangan heroik.
Jika kau tak melihat kehancuran istana dan kota Mesopotamia tentunya.
Pada saat ini, sang [Wise King of Uruk, Gilgamesh] dan beberapa roh pahlawan masa depan jatuh untuk menghentikan ambisi bumi yang ingin menghancurkan manusia menggunakan wujud Tiamat.
Tapi hal yang lebih mengejutkan adalah pada saat terakhir. Di mana sang Raja Gilgamesh dapat melihat Naruto yang ada di dimensi lain menggunakan Sha Naqba Imuru!
Bahkan Gilgamesh telah melihat Naruto akan melakukan ini sejak 10 tahun yang lalu.
Yang berarti Gilgamesh tak hanya memiliki pandangan masa depan di dunianya. Dia juga melihat pemandangan masa depan dunia lain!
Mengerikan!
Dan apa alasan dia memberikan kunci gudang harta kesayangannya pada Naruto?
Masih misteri.
...
Di sebuah gurun luas yang terdiri dari pasir berwarna emas, milyaran senjata, armor, perisai, kereta, dan benda lainnya bertebaran di mana-mana.
Masing-masing dari mereka terlihat redup seolah hanya ilusi saja dan bisa menghilang kapan saja.
Di sebuah bukit pasir, sosok berambut awul-awulan seperti durian berwarna pirang berdiri bertelanjang dada, dengan hanya mengenakan celana hitam panjang.
Garis merah merayap di tubuhnya mengeluarkan suara mendesis seperti daging yang di panggang, tapi wajah Naruto tetap tenang, mata miliknya tak fokus seolah melihat kejadian lain yang lebih penting.
Sesaat setelah segel merah seperti tato menutupi tubuhnya, aura emas meledak dari tubuh Naruto. Membentuk gambaran pohon beringin raksasa setinggi 100 meter di belakang tubuh Naruto.
"Huftt, sudah selesai."
Gumam Naruto pelan saat pamandangan gurun emas penuh benda magis menghilang begitu saja.
Pandangannya kini melihat wajah sosok adik perempuannya yang mengikuti dirinya semenjak keluar dari panti asuhan. Naruto kemudian melihat ke arah meja yang ada di samping tempat tidur.
'Sampai jam 4, tak ku sangka akan begitu lama aku tenggelam menyatukan UBW dan Gudang Harta Babylonia. Bahkan aku sampai lupa masih di kamar Karin.'
Batin Naruto menghela nafas mengingat bahwa dia masih ada di kamar Karin semalaman.
Kemarin malam seperti biasa, Naruto harus menemani Karin sampai tidur karena Karin selalu takut tidur sendiri. Biasanya setelah Karin tidur, Naruto akan pergi ke kamarnya karena bagaimanapun Karin sudah mulai dewasa.
Walau mereka sebenarnya bukan kandung, di hati Naruto, Karin tak ada bedanya dengan adik kandung.
Tapi tadi malam, bentuk ke-2 tiba-tiba selesai hingga membuat Naruto tanpa aba-aba jatuh dalam perenungan dalam. Mengalami proses integrasi sihir UBW dengan Gudang Harta Babylonia.
Gudang Harta Babylonia walau kosong, sebenarnya menyimpan jutaan atau tak terhingga harta sebelumnya. Dengan kekuatan UBW, Naruto dapat melacak dan memproyeksikan semuanya menjadi kenyataan semu.
Ini akan membuat UBW lebih bertenaga dan Gudang Harta Babylon lebih berguna dari pada sebagai tempat latihan rahasia dan tempat perlindungan darurat.
"Uhmm!"
Karin menggeliat dan memeluk erat Naruto seperti gurita raksasa. Di ibaratkan sebagai gurita raksasa bukan tanpa alasan, itu karena kekuatan fisiknya sangat kuat!
'Bagaimana mungkin begitu kuat?'
Naruto terkejut merasakan kekuatan pelukan dari adiknya itu. Walau tidak ada apa-apanya bagi dirinya, kekuatan yang di tunjukan dalam pelukan ini bisa meremukkan tubuh orang biasa!
Adiknya yang imut-imut ini tak pernah melakukan latihan fisik atau sihir apapun, bagaimana memiliki fisik sekuat ini?
Dengan hati-hati, Naruto melepaskan pelukan Karin dan melihat liontin di lehernya. Liontin itu tadi malam sebelum tidur sudah di sempurnakan oleh Naruto menjadi senjata sihir 5 elemen menggunakan ilmu Kanuragan Waringin Sungsang miliknya.
Liontin itu terlihat cantik dengan kilauan magis dan pesona unik khas senjata sihir. Tapi Aksara Jawa aneh dari Kanuragan Waringin Sungsang yang seharusnya tertulis di atasnya sudah menghilang!
"I-ini,,,,,,."
Mata Naruto melebar melihat teknik pembuatan senjata sihir dari Kanuragan miliknya berubah tanpa bisa di jelaskan. Seharunya ada kilatan aksara jawa dari liontin yang hanya bisa di lihat Naruto yang berlatih Kanuragan, tapi sekarang tidak ada!
Naruto tak bisa melihat apapun, seolah semuanya di blokir sesuatu.
Ekspresi Naruto berubah menjadi cemas.
Dia kemudian mengoperasikan kekuatan Gaib yang di dapatnya setelah berlatih Kanuragan Waringin Sungsang. Kekuatan yang membuatnya dapat melihat segala ilusi dan kebohongan, sekaligus membuat pandangan melambat beberapa detik dari seharusnya seperti Sharingan.
[Mata Emas Matahari Besar]!
Mata Naruto bersinar emas seperti kobaran api matahari, menembus semua ilusi dan menunjuk langsung kepada kebenaran, melihat langsung pada liontin Karin yang berubah tanpa bisa di jelaskan.
"Aahhhhh!"
...
"Hmm, bagaimana kemarin? Apakah kau suka di sana? Atau kita bisa mencari yang lain, sayangku?"
Sosok wanita cantik terlihat memangku Arthuria di depan sebuah cermin besar dengan berbagai hiasan dan ukiran khas barat, tangan lembut dan putih itu menyisir dan merapikan rambut Arthuria dengan terampil.
"Semua baik. Aku suka."
Mendengar jawaban singkat dengan nada datar dan hambar itu, tangan wanita cantik gemetar dan hampir menjatuhkan sisirnya. Wajah cantiknya menunjukan ekspresi kegembiraan, sedih, dan bahagia campur aduk.
Dengan menenangkan dirinya dan menunjukkan ekspresi senyum yang berseri-seri, wanita cantik itu terlihat semakin lembut dan gerakannya merapikan rambut lebih telaten dan rapi.
"Kalau seperti itu maka bagus. Ibu akan mendukungmu apapun yang terjadi. Jika ada sesuatu yang tidak nyaman, apapun itu! Katakan pada ibu dan ibu akan berusaha sekuat tenaga untukmu."
"Arthuria mengerti."
Arthuria mengangguk singkat dan ekspresinya masih datar seperti robot. Sementara itu, ibu Arthuria tak bisa menahan air mata keluar dari mata dan menangis sesenggukan.
Sejenak seluruh ruangan di isi dengan suara tangisan dan sosok Arthuria masih tak bergeming seolah tak mendengar ibu yang memangku dan menyisir rambutnya menangis di belakangnya.
"Hiks-maaf, aku terlalu emosional."
Ibu Arthuria mengusap air matanya dengan cepat dan meminta maaf kepada Arthuria. Tapi Arthuria tak bergeming dan tetap diam saja seperti patung batu.
Ibu Arthuria tak marah karena di abaikan dan senyumnya tak pernah luntur, sesekali air mata lolos dari matanya meluncur turun sepanjang pipi dan jatuh kebawah.
'Anakku, akhirnya kau berbicara. Trauma itu adalah kesalahanku dan ayahmu. Sekarang ayahmu telah tiada dan tak bisa menghiburmu seperti dulu. Sekarang ibumu ini yang akan berusaha membuatmu memiliki emosi dan tertawa lagi.'
...
Di sebuah tempat yang penuh dengan bunga berwarna. Menara raksasa setinggi puluhan kilometer bersinar megah menggantikan cahaya matahari yang tidak ada di langit.
Ini adalah Garden of Avalon, tempat berdimensi berbeda dimana menara Avalon menerangi setiap penjuru dunia tanpa kecuali. Di sini tak ada matahari, bulan, dan bintang, hanya ada langit biru dan hamparan bunga tak terbatas.
Sumber cahaya adalah menara Avalon yang bersinar redup mengisi dunia.
Kalau di amati, luas Garden of Avalon tidak terlalu luas. Hanya seukuran benua Eropa di kali 3 alias 3 kali lebih besar dari benua Eropa!
Angin bertiup entah dari mana, menerbangkan kelopak bunga di udara dan melayang menuju menara Avalon dan pada akhirnya sampai di tangan putih sosok berkerudung penyihir putih yang duduk di atas menara Avalon.
"Cantik! Aku suka sesuatu yang indah dan menarik."
Marlin meniup kelopak bunga yang ada di tangannya dan membiarkannya terbang kembali terbawa angin. Dia kemudian menyingkap kerudung putihnya hingga hembusan angin dapat menerbangkan rambur putih sekseehhh miliknya dengan liar.
Samar-samar telinga yang mirip bunga terlihat di sela rambut panjang Marlin.
"Angin yang berhembus keras, menerbangkan bunga yang indah dan membuatnya tak berdaya. Kasihan sekali."
Wajah sekseehh Marlin menatap ke bawah dengan sedih, melihat ribuan kolopak bunga yang tak kuat menahan terpaan angin dan terbang mengikutinya.
Sangat menyedihkan.
"Aku akan menjadi kuat. Takdirku tak akan seperti ini. Aku bukanlah kelopak bunga yang mengikuti angin, aku akan menjadi pohon yang kuat dan indah. Pohon yang mampu menahan angin dan memayungi siapapun yang kepanasan."
Mata Marlin menunjukan jejak emosi yang rumit sebelum sosoknya di telan oleh lingkaran sihir putih teleportasi dengan simbol bunga di tengahnya.
Tak lama setelah kepergiannya, sosok lelaki dengan pakaian penyihir putih dengan lambang bunga di punggungnya muncul di tempat Marlin tadi berada.
Wajahnya di bayangi oleh tudung jubah hingga tak terlihat. Tapi emosi sedih dan tak berdaya masih dapat di rasakan dari gestur tubuhnya yang ditutupi oleh jubah penyihir putih.
"Cepat atau lambat, kau harus menerima takdirmu itu, adikku."
...
Di sebuah kastil hitam dengan beberapa menara, sosok menakjubkan yang mengenakan pakaian wah menatap kebawah, tepat ke arah sosok pemuda yang duduk bersila di atas batu.
"Jika tahu seperti ini, aku seharusnya tidak menunjukkan teknik rahasia ku padanya. Karena ini, dia malah memiliki obsesi besar pada tombak."
Desah sosok yang pakaianya dapat membuat pria normal manapun menjadi anemia saat melihatnya.
"Yah, ini memang gara-gara kau. Dia bahkan melupakan ajaranku."
Sosok perempuan dengan wajah persis seperti perempuan berpakaian wah muncul. Hanya saja dia terlihat memakai gauh putri berwarna crimson dengan mahkota permata yang bersinar magis.
"Oke, aku sudah meminta maafkan? Lagi pula masih ada harapan. Jika dia bisa mematahkannya dan melangkah ke jalan lain-"
"Dia akan menjadi Berserker. Ini malah lebih merepotkan!"
Potong sosok berpakaian puteri kerajaan.
"Mouu~ kau memotong perkataanku lagi! Jika dia menembus 2 kali. Itu akan normal sepertiku."
Sosok dengan pakaian wah itu merajuk saat perkataannya di potong.
'Dilihat dari manapun, kau itu tidak normal.'
Sosok berpakai putri berkeringat jatuh melihat adiknya yang bertingkah seperti anak kecil padahal dia berusia lebih dari 200 tahun, apalagi pakaian adiknya itu.
Pakaianya transparan!
Authornya mau liat! Tapi sayang sekali ini cuma tulisan! Teman-teman bayangin sendiri ya?!
TBC
Yoooo, bagaimana kabar kalian semua? Kabar baik pastinya lah. Semoga gak ada yang bakal kena covid yang bermutasi ya?
Oke, ada beberapa review yang jumlahnya agak mengejutkan saya kali ini.
24!
Uhuuhuhuhuhu, saya pengen nangis liat banyaknya Review kali ini. Padahal cuma 3 chapter udah banyak kayak gitu.
Ekhm, Chapter ini adalah permulaannya saja ya. Besok adalah chapter yang sesungguhnya dimana konflik dan masalah akan mulai menggoncang!
3 chapter ini hanyalah pembuka, alias pengenalan karakter dan benih masalah yang baru tumbuh. Jadi jangan bosan kalau baca chapter ini.
Bagaimanapun, chapter ini menjadi tonggak penting chapter mendatang.
Soal [Tujuan Gilgamesh], [Kesedihan Marlin], [Masalah Arthuria Pendragon], [Misteri Kegilaan Setanta], dan lainnya di sajikan di chapter ini dan akan menjadi pembahasan di chapter mendatang.
Oke, saatnya masuk [Ruang Tanya-Jawab bersama Pak Elang]
FF. Brave Shine :
Sempat aku mikir sosok loli kawai itu ibunya Naruto, tapi eh salah ternyata itu adiknya. Wkwkwk. Yah karna biasanya kalo aku baca fanfic, pasti ibunya yang prtama kali menyambut anaknya pulang. Oh iya ngomong" ibu dn ayah Naruto mana ya?
Sedikit koreksi dari kata 'bersih tegang' yang seharusnya ditulis 'bersitegang'.
Untuk review ku yg kemarin, ttg siapa orang yang keempat itu. Yah memang aku kurang teliti, ternyata itu Naruto. Tapi aku masih ragu, kawan. Disitu Naruto dikatakan menghilang entah kemana kan setelah masuk ruangan. Lalu setelah balik dia kembali dengan alasan 'mencari temannya atau ehm memancing'. Aku bingung dengan jeda waktu antara 'Naruto yang telah menghilang dari ruangan' dengan 'saat balik kembali ke ruangan'. Dalam jeda waktu yang gak diketahui, Naruto berbohong dgn alasannya mencari teman yg sebenarnya dia sedang memancing. Berarti dalam jeda 'Naruto menghilang' dgn 'Naruto kembali ke ruangan' itu dia sedang memancing kan? Memang kalo Naruto memancing itu berapa lama? Ada beberapa hal yg dapat mnjadi jawabnnya. 1) Naruto sedang mencari teman bukan memancing. Kalo cari temen kan cepet beda dgn memancing pasti lama. Cobak bayangin naruto yg keluar-masuk ruangan dgn jeda waktu 5 menit, tapi saat ia memancing selama 10 menit kan gak pas jadinya. 2) Kalo Naruto sedang memancing. Memancinya berapa lama? ContohKalo saat dijelasin Naruto keluar-masuk ruangan selama 10 menit. Kita umpamakan Naruto memancing selama 5 mnit dn mencari sasuke 5 mnit. Kan pas waktunya. Tapi kalo Naruto diceritain memancing sampai 1 jam kan jadinya gak pas jadinya. Paham gak kawan? Entah aku nya yg gagal paham karna mmiliki IQ rendah atau kamu yg kurang menjelaskannya. Dan maaf klo penjelasanku diatas agak panjang dn bikin kamu puyeng.
Oke, sampai jumpa di chapter depan, kawan!
Jawab : Ekhm, maaf kalau kurang sopan. Tapi sekali lagi! Sekali lagi anda kurang teliti. Silahkan baca chapter 2 sekali lagi dan dapatkan jawabannya (senyuman Rock Lee).
Ngomong-ngomong Naruto bicara :
Untuk yang ke empat, aku rasa kalian sudah tahu siapa itu.
Kreett
"Uhh, apakah aku ketinggalan sesuatu? Aku tadi sedang memanc-uhuk-mencari temanku dulu! Yah mencari teman."
Suara pintu terdengar dan sosok pirang dengan ikat kepala biru muncul bersama dengan seorang pemuda rambut pantat ayam yang terlihat memasang wajah dingin.
Kalau soal kurangnya penjelasan soal waktu itu memang salah saya hahahahha. Maaf ya?
Emm, kalau soal kata yang salah, unm, ituu,(wajah gugup) saya minta maaf. Saya usahakan tidak akan melakukannya lagi dan terimakasih dah mengingatkan.
Maaf sebesar-besarnya jika tulisan saya menyinggung. Jika permintaan maaf sebesar-besarnya keberatan, saya akan kirim maaf yang sekecil-kecilnya saja.
Guest :
Baca Chapter awal menarik tp Semakin baca chapter selanjutnya ceritanya makin aneh dan malah gk paham sama sekali
Jawab : waduh, maaf nih kalau semakin aneh. Bisakah saya minta tolong di tunjukkan bagian yang membuatnya semakin aneh?
ramune-chan
uchiha=tenang di luar rusuh di dalem..
wkkwkw.. lanjut thor
Jawab : wkwkwkwk emang tuh. Wajahnya terlihat datar, tapi hati penuh keromantisan dan emosi yang terhampar.
aulshi
G pernah memang nonton tv soalnya sibuk kerja gue...
hmmm yaudah deh rias mommy nya sama si ayam hutan aja gpp
btw Karin mode manja imut ya hihihi
kunci gerbang babilon? woahhhh yang harta milik si ganteng gilgamesh? harta dia kan g bakalan habis 200 tahun turunan tuh hahaha boleh dong bagi dikit aja gpp g usah banyak cukup buat isi lubang sumur di rumah gue fufufu
Jawab : wah, sayang sekali karena hartanya udah di embat Gilgamesh buat lawan Tiamat(dan sebagian saya umpetin di bawah kasur), jadi gak bisa minta, muehehehehehe
1RushifaID
entah kenapa dari pemikiran ku terdalam bakal incest, semoga aja bener.. dan oh ya makasih udh menjelaskan kekuatannya si Naru dan saya sangat senang akan hal itu, seperti chapter sebelumnya, komedi nya sangat bagus dan menghibur.. apalagi pas baca Fugaku and Sasuke jadi agak ooc gitu, ngakak saya baca nya..
udh itu aja, kalau ada salah kata mohon di maafin.. kalau gak, bodo amat lah yang penting saya udh minta maap v:
Jawab : Sama-sama dan ini gak ada incest bro. Lagi pula si Karin tuh gak adik kandung Naruto. Umm, mungkin Karin akan jadi pairnya Naruto karena *******.
Soal komedi, sayang sekali chapter kali ini gak ada karena chapter kali ini merupakan chapter pengantar dan pengenalan benih konflik.
Saya juga minta maaf jika ada salah kata, semoga di maafkan. Kalau gak di maafkan juga gak papa, aku punya mama :v
Guest
Mantap thor
Lanjut kan
Jawab : makasih, akan di lanjut terus sampai saya bosen dan gak ada ide.
Paijo Payah
sasuke tunangan rias?
Jawab : yap, betul sekali. Mau jadi penghulunya saat mereka nikah?
Oke, itu aja semua jawaban kali ini. Jika ada sesuatu jangan sungkan untuk di ungkapkan dan tulis di kolom komentar, See you in the next chapter and have a nice day!
