Beautiful Mine
©Blue Exorcist Kazue Kato
Story in fanfic is mine
Warning: typo, Fem!Rin
Summary:
Rin sudah menjadi seorang gadis yang sangat cantik perlahan dirinya mulai popular diantara para pria disekolah banyak yang ingin mengencaninya hingga ada seorang pria yang tampan bisa menarik hati Rin namun dibalik itu Yukio merasa cemburu lalu apa yang akan dilakukan Yukio. Fem!Rin.
Entah sampai kapan ini berakhir Yukio akan selalu mengepalkan tangannya saat Neesanya yang dia sayang menjadi seorang Reverse Harem sebut sajalah seperti itu tak hanya sekali Yukio melihatnya dikelilingi banyak pria, Ya Tuhan apa yang mereka lakukan itulah yang dipikirkanya mungkin saja teman-temannya akan menyangkanya seorang Siscon.
"Nee-san apa yang kau lakukan hari ini". Tanya Yukio.
"Aku ada beberapa janji dengan teman sekelasku dan juga aku akan kerumah Ukyo lagi". Kata Rin terseyum.
"Oh begitu kenapa kau dandan?". Tanya Yukio.
"Oh aku tidak dandan lagipula juga aku Cuma mau belajar dengan Ukyo begitu kok". Kata Rin.
Yukio agak marah dengan jawaban Rin tentu saja meskipun Rin tidak berdandan dengan bedak atau memakai pakaian yang bagus tapi dia terlihat cantik apalagi dia memakai jepit rambut biru.
"Kurasa kau tak perlu pergi kerumahnya aku sedang tidak ada pekerjaan, aku bisa mengajarimu Nee-san". Kata Yukio.
"Itu benar sekali tapi ini hari liburmu dan sebaiknya kau istirahat saja lagipula kau jarang libur bukan kau selalu sibuk dan kelelahan jadi manfaatkanlah untuk istirahat". Kata Rin.
"Tapi Nee-san". Kata Yukio.
"Aku pergi". Kata Rin.
Yukio sangat ingin mencegah Rin pergi tapi mau bagaimana lagi dia malah sudah jauh larinya cepat sekali.
Buugh
Yukio meninju tembok dengan perasaan kesal jika saja Rin hanya belajar dengan teman-teman dikelas Cram dia tak akan melarangnya tapi diluar itu rasanya membuat marah saja.
-Taman-
Ukyo telah menunggu Rin dengan penampilan yang rapi dan tampan, Rin yang melihatnya duduk dibangku taman hanya menyapanya biasa saja Rin tidak tahu maksud lain dari teman sekelas regulernya yang terpintar itu.
"Ukyo-kun apa kau menunggu lama". Tanya Rin.
"Oh tidak Rin-chan, ngomong-ngomong kau cantik". Kata Ukyo.
"Ah benarkah terimakasih". Jawab Rin Polos.
"Kita akan bahas soal bab kemarinkan". Kata Rin.
"Ya, Tapi sebenarnya bisakah kita karnaval dulu baru kita belajar". Kata Ukyo.
"Huh tapi bagaimana belajarnya takutnya malah tidak keburu". Kata Rin.
"Ayolah ini hari minggu sekarang baru jam 9 kita bisa belajar jam 3 aku janji tidak akan lama". Kata Ukyo.
"Baiklah tapi jangan sampai aku pulang malam soalnya adikku bisa marah". Kata Rin.
"Tentu saja aku janji". Kata Ukyo.
Rin yang polos tidak pernah tahu arti berkencan tidak menyadari kalau dia sedang diajak kencan oleh Ukyo.
"Rin ayo kita ikut aku kesana". Kata Ukyo.
Rin menuruti kemana saja Ukyo membawanya sebenarnya Rin tidak biasa ketempat ramai seperti itu tapi mau bagaimana lagi.
"Rin ini aku membawa permen kappa untukmu". Kata Ukyo.
"Terima Kasih Ukyo". Kata Rin.
Saat memakannya tanpa sengaja bekas permen kapas tertinggal disudut bibirnya dan Ukyo langsung saja menyusutnya dengan ibu jarinya Rin jadi agak terkejut.
"Maaf ada bekas permen kapas disana aku hanya membersihkannya". Kata Ukyo.
"Terima kasih tapi itu tidak perlu tinggal kau katakana saja". Kata Rin malu.
Ukyo membawa Rin ke tempat boneka.
"Rin-chan kau suka boneka mana aku akan memenangkannya untukmu". Kata Ukyo.
"Ah tidak usah aku tidak tertalu suka boneka". Bohong Rin.
Ukyo bisa menangkap bohong Rink arena dia bisa melihat Rin selalu memandangi boneka teddy bear maka Ukyo berusaha mendapatkannya.
"Paman aku ingin menembak boneka itu". Kata Ukyo.
"Baiklah silahkan gunakan Pistol ini". Kata Paman itu.
Siapa sangka Ukyo mendapatkan boneka itu setelah tiga kali percobaan.
"Rin-chan ini untukmu". Kata Ukyo.
"Terima kasih, tapi Ukyo bagaimana kita pulang saja karena kurasa sudah sore". Kata Rin.
"Tapi kenapa bukannya kita mau belajar ini baru jam 3kan ". Kata Ukyo.
"Iya tapi entah kenapa aku merasa tidak enak badan". Kata Rin.
"Baiklah aku akan mengantarmu". Kata Ukyo.
"Terima Kasih". Kata Rin.
Rin merasa cemas rasanya akan ada sesuatu yang terjadi semacam hal buruk.
-Asrama-
Rin kembali kekamarnya sendiri dia tidak melihat Yukio disana mungkin dia keluar jadi Rin memutuskan belajar sendiri sampai Yukio kembali sambil memangku boneka Teddy Bearnya.
"Yukio kemana lagi ya? Saat libur saja dia masih sibuk saja". Kata Rin berguman sendiri.
Sebenarnya Rin masih ingin belajar dengan Ukyo karena ingin sekali bertanya soal materi-materi yang tidak difahami Rin tapi hari ini Rin mendadak merasa takut entah kenapa walaupun sebenarnya tidak enak juga pada Ukyo yang telah memberinya Teddy Bear yang tentu Rin sangat menyukai boneka itu karena Rin sudah lama tak memiliki boneka.
-Time Skip-
Yukio sedang bersama Shura yang mendadak menyuruhnya datang ke tempat minum sake padahal Yukio masih dibawah umur ada Mephisto juga disana.
"Ada apa ini kalian mendadak mengundangku". Kata Yukio.
"Bukan apa-apa ini kan jarang mungung libur aku ingin mengajakmu bersantai". Kata Shura.
"Kalian tahu aku tidak bisa minum ini bukan pasti ada hal lain yang ingin kalian biacarakan". Kata Yukio.
"Aku tahu itu kau bisa pesan yang lain bukan dan soal itu benar sekali". Kata Mephisto.
"Sebenarnya ini mengenai saudarimu itu". Kata Mephisto.
"Ada apa memangya dia kenapa lagi". Kata Yukio.
"Bukan apa-apa ngomomong dia sekarang berkencan ya aku sempat melihatnya diKarnaval". Kata Shura.
"Yang benar saja". Kata Yukio mencoba kalem.
"Sebenarnya bagus juga tadinya kupikir dia akan jadi gadis tomboy yang tidak bisa menikah". Kata Mephisto.
"Apa itu urusanmu". Kata Yukio mulai kesal.
"Ya tentu saja tidak bukankah itu berarti sebentar lagi Rin-chan akan lepas dari tanggung jawabmu". Kata Shura.
"Itu tidak mungkin jika pria itu tahu siapa Nee-san mungkin saja Nee-san langsung dibuang begitu saja". Jawab Yukio marah.
"Hahaha kau memang Siscon ya kami tidak serius denga kata-kata kami". Kata Shura.
Yukio sebenarnya jengkel dengan pembicaraan ini yang ngawur dan membahas-bahas Rin rasanya ingin sekali berteriak Rin adalah miiliknya tapi masa Yukio melakukan itu.
-Asrama Yukio dan Rin-
Yukio akhirnya pulang dengan kesal dan dia menemukan Nee-sannya menggendong Teddy Bear saat itu dia ingin sekali merobek boneka itu Yukio sangat tahu siapa yang memberinya boneka itu.
"Boneka baru ya". Kata Yukio.
"Hmm ya aku diberi oleh Ukyo". Kata Rin.
"Oh kau bohong bilang mau belajar tapi malah pacaran". Kata Yukio.
"Bukan begitu kok". Kata Rin mencoba menjelaskan.
"Oh apa saja yang kalian lakukan". Kata Yukio.
"Hanya berkeliling diKarnaval". Kata Rin.
Rin meletakan bonekanya dikursi dan Rin memasak untuk Yuko saat itulah Yukio sangat ingin menghancurkan boneka itu.
"Yukio kau ingin makan apa tadi aku sempat belanja Loh". Kata Rin.
"Cukup Kare beruang, bukan maksudku Kare saja". Kata Yukio.
"Hahaha Yukio makan binatang yang dilindungi". Kata Rin tertawa.
Yukio ikut tertawa saja padahal Rin tidak tahu kalau Yukio mau memperlihatkan sisi gelapnya.
-Malam hari-
Rin tertidur sangat lelap dangan tidak wajar tentu saja dia mendapat obat tidur dari makanannya yang diam-diam Yukio berikan padanya alhasil Rin tiba-tiba tidur saat menaiki tangga kalau Yukio tidak mengikutinya mungkin saja Rin akan jatuh dengan kondisi mengenaskan, Yukio menggendongnya kekamarnya dengan gaya bridal style.
Memperhatikan wajah Rin itu sebenarnya hal biasa tapi malam ini Rin tidur sangat nyenyak sekali apapun yang terjadi Rin akan tetap tidur, kesempatan bagi Yukio untuk membalas dendam Yukio merusak boneka Rin dengan sangat brutal dan Yukio menyembunyikannya dari Rin.
"Tenang saja Nee-san aku akan memberikan yang lebih baik". Kata Yukio.
Setelah Yukio memutilasi bonek itu suasana kembali hening bahkan ada terdengar deru nafas Rin yang tertidur, memperhatikan Rin yang tertidur dengan pakaian tidur mungkin sepertinya mirip lingeri tapi tidak terlalu seksi tapi tetap saja Yukio bisa melihat pahanya yang tersingkap, jujur saja selama ini Yukio memang selalu memperhatikan Rin tidur tapi kali ini untuk pertama kalinya Rin memakai pakaian seperti itu entah kapan Rin membelinya sebenarnya dari tadi saat dia baru datang dia memang sudah agak terkejut dengan pakaian Rin tapi boneka itu membuat perhatiannya teralih ke boneka itu.
"Nee-san kau tahu dari kemarin-kemarin kau mengesalkanku dan sekarang kau berpakaian seperti ini, tidakkah kau tahu mungkin saja aku akan 'menyerangmu' dan bila kau mencari bobeka itu maafkan aku". Kata Yukio ditelinganya.
Bila dulu Yukio hanya akan diam memperhatikan Rin karena akan takut bila dia terbangun dan tentu saja pasti Rin akan membencinya karena menjadi pria mesum namun malam ini Rin tak perlu merasa cemas karena Rin sepenuhnya tertidur. Impiannya sejak lama Yukio dapat menyentuhnya adalah disaat Rin sadar menerima Yukio namun hal itu Yukio sadar bahwa tak akan terwujud harapan itu atau mungkin belum segala cara akan dilakukannya untuk itu mungkin saja bila suau hari Rin mendapati pria yang akan menikahinya selain Yukio maka Yukiolah yang akan menyingkirkannya.
Menghirup aroma Rin dengan menenggelamkan wajahnya keleher Rin dengan tangannya yang dengan malu-malu perlahan merayap kedalam pakaiannya meremas pelan dadanya, luar biasa Yukio merasakan bahwa dada Rin ternyata lebih besar dari keluhatannya walaupun Yukio sama sekali tak menyingkap pakaiannya semua yang dilakukan Yukio adalah tindakan kriminal bukan Yukio sangat tahu itu tapi dia tidak peduli. Dulu saat ayah mereka masih di panti asuhan bersama ayah mereka Yukio harus pintar-pintar menyembunyikan kebiasaannya yang memperhatikan Nee-sannya tapi sekarang disini siapa yang akan menghalanginya bila saja dulu saat otou-san mereka mengetahui aktivitas Yukio mungkin dia akan dihukum dengan dipisahkan dari Rin dengan Rin yang tidak tahu apa-apa karena Yukio yakin Otou-sannya akan menyembunyikan fakta ini bila dia tahu tapi beruntung sekali tidak ada yang tahu ini.
Rin yang dalam pengaruh obat itu menggeliat lemah didalam pelukan Yukio Ciuman mendalam Yukio jatuh kebibirnya dalam ketidaksadarannya Rin mencoba mendorong Yukio namun Yukio memengang tangannya baru setelah Yukio menghentikan aktivitasnya Rin menjadi tenang tubuhnya dan Rin berkeringat.
"Mungkin saat ini aku tak melakukan lebih tapi nanti kita akan melakukannya". Bisik Yukio ditelinganya.
Keesokan harinya Rin terlihat biasa begitu juga Yukio walaupun Rin merasa ada yang aneh tubuhnya terasa letih dan pusing tapi dia sama sekali tidak ingat kejadian semalam.
"Nee-san kau baik-baik saja?". Tanya Yukio retoris.
"Ah bukan apa-apa hanya sedikit pusing", jawab Rin sedikit tersenyum.
"Apa kau mau izin hari ini?". Kata Yukio.
"Ah tidak perlu aku baik-baik saja". Kata Rin tanpa dia sadari Yukio sangat tahu penyebab Rin sedikit pusing pengaruh obat itu.
True Cross Academy –
Semua siswa disana terlihat berkumpul dimading rupanya disana ada sebuah poster yang menarik perhatian.
"Oh itu Rin Kakanya Okumura Yukiokan" Kata salah satu anak.
"Iya itu benar kau kan juga kenal dia". Kata anak lainnya.
"Aku jugatak menyangka dulu saat masih SMP dia sangat jelek tomboy seperti lali-laki sekarang dia benar-benar cantik". Kata Anak yang lainnya lagi.
"Siapa sangka perubahanya secepat ini". Kata Anak yang lainnya.
Rin terlihat sedang duduk dibawah pohon sambil dengan senyum yang cerah kelihatannya foto itu diambil diam-diam saat Rin tidak tahu. Akhir-akhir ini memang banyak anak-anak yang mengambil potretnya diam-diam tapi siapa yang sangka akan dipajang dimading.`
-Dikelas Cram-
"Kudengar Rin-chan popular ya". Kata Shimi.
"Iya aku dengar Postermu ada dimading". Kata Izumo.
"Ah kalian bercanda bagaimana mungkin aku kan tidak begitu cantik". Kata Rin.
Namun beberapa laki-laki lainnya mendekat mengiyakan.
"Kau secantik ini bagaimana orang tidak tahu". Kata Ryuuji.
"Bon bahkan berkomentar seperti itu Rin padahal pertemuan pertama kalian sama sekali tidak baik kalian bertengkar". Kata Konekomaru.
"Oh ya aku tanpa sengaja dengar pembicaraanmu dengan ibumu ditelpon ibumu bilang dia menyukai Rin apa maksud ibumu ya?". Kata Shima menyikut Ryuuji.
"Bukan apa-apa dia hanya bilang dia suka masakan Rin dan juga sesekali dia ingin memakan masakan Rin lagi". Kata Ryuji.
"Baiklah bila nanti kau pulang ke Kyoto aku akan membekalimu dengan masakanku". Kata Rin tersenyum polos alias tidak peka.
"Hemm mungkin daripada kau membekalinya lebih baik kau saja ikut Ryuji ke Kyoto kau masak disana lagipula kalau dibekal pasti belum tentu masih segarkan". Kata Konekomaru terkikik.
"Ya bila saja aku diizinkan aku ingin kesana lagi aku juga merindukan ibumu dia sangat baik". Kata Rin.
"Tapi bila liburan nanti kau ke Kyoto bagaimana dengan janjimu dengan Bapak Nagatomo".kata Yukio mendadak muncul dibelakang dengan senyumanannya.
Rin dan yang lainnya mendadak diam tekejut seketika.
"Bisakah kau tidak mengenjutkan kami". Kata Rin.
"Maaf Nee-san aku hanya mengingatkamu saja". Kata Yukio.
Ryuji kelihatannya agak kecewa namun saat itu Rin berjalan mendekatinya dan berkata dengan sangat manis.
"Bon tenang saja aku akan membekalimu dengan makanan buatanku dan aku akan membungkus makanannya dengan baik jadi saat sampai di Kyoto makanannya tetap segar dan aku juga akan menelpon ibumu". Kata Rin wajah Ryuji jadi merah padam.
Yukio disana menahan rasa kesalnya walaupun tak ada yang menyadarinya Yukio sangat pintar menyembunyikan dengan wajah tenangnya.
Yukio juga sudah melihat poster Rin yang dimading benar-benar seperti model Yukio akui itu Yukio juga bukan tidak tahu jika dia sering kali melihat ada saja yang memotret Rin secara diam-diam.
"Nee-san kau belum lihat postermu aku tidak tahu kapan kau difoto seperti itu". Kata Yukio.
"Ha ternyata benar". Kata Rin langsung keluar kelas.
Yukio hanya diam meihat reaksi Rin dia juga marah karena selama ini hanya dialah orang yang memfoto Nee-sannya diberbagai aktivitas terutama saat dia tidur tapi kali ini orang lain melakukannya.
Sementara Rin mencabut posternya dimading yang menurutnya membuatnya kerumunan anak-anak sudah tidak ada.
Asrama Rin dan Yukio True Cross –
Rin baru menyadari boneka barunya hilang dan terus mencarinya keseluruh ruangan asarama yang luas itu bahkan Kuro dan Ukobach juga membantunya Yukio berpura-pura tidak tahu apa-apa.
"Nee-san kau mencari sesuatau?". Tanya Yukio.
"Eh bonekaku hilang Yukio apa kau melihatnya". Kata Rin.
"Aku tidak tahu Nee-san". Kata Rin.
Dua jam mencari Rin tak menemukannya wajahnya tertunduk lesu dan Yukio memperhatikannya sambil mengerjakan laporannya.
"Nee-san soal boneka itu biar saja nanti aku akan menggantinya". Kata Yukio tersenyum.
"Bukan begitu Yukio itu hadiah pertama yang kudapat dari temanku diluar kelas Cram jadi itu sangat berharga bagiku". Kata Rin.
"seberharga itukah Nee-san". Kata Yukio dalam hati.
Author Note
Halo semua reader tercintaku author kembali setelah vakum berminggu-minggu jadi jangan bosan menunggu karena saya pasti akan selalu mencoba update walaupun kadang lama. Saya juga update 2 fanfic sekaligus another Twins dan fanfic ini
Jangan lupa reviewnya itu sangat membantu author.
