Beatiful Mine
©Blue Exorcist Kazue Kato
Story by Me
Warning: typo, Fem!Rin, Overprotective!Yukio(may be yandere), Reverse Harem!Rin.
Rin masih belum bisa merelakan hilangnya Teddy Bearnya sepanjang hari Rin hanya diam dan murung bahkan teman-teman Rin terlihat cemas melihatnya sejauh yang mereka tahu Rin adalah sosok paling paling ceria bahkan sebelum mereka mengenalnya sebagai gadis karena penampilannya yang dulu sangat terlihat sepert anak laki-laki.
"Rin-chan, hari ini kau murung ada apa?". Tanya Shiemi.
"Bukan apa-apa Shiemi". Jawab Rin lesu.
"Tidak ada apa-apa lalu kenapa kau murung". Kata Izumo.
"Apa kau kau bertengkar dengan Yuki-chan". Kata Shiemi.
"Tidak kok, aku hanya murung karena boneka kesayanganku hilang". Jawab Rin.
"Kau yang dulu kelihatan tomboy suka boneka juga ternyata". Kata Izumo.
Saat itu Yukio datang dengan sambil membawa beberapa buku.
"Kembali ketempat duduk kalian pelajaran dimulai". Kata Yukio.
Yukio melirik Rin yang masih murung gara-gara boneka itu, namun dia tetap mencoba mengajar seperti biasa dalam hatinya dia ingin sekali merutuk dengan Rin yang selalu memikirkan boneka sialan yang kini telah dimutilasi olehnya secara diam-diam.
-Esok Harinya Kelas Reguler-
Pagi hari ini Rin ditunggui oleh Ukyo digerbang sekolah ada juga beberapa pria lain namun dari semuanya Rin mau menerima ajakan Ukyo saja.
"Rin, selamat pagi". Sapa Ukyo.
"Selamat pagi Ukyo". Jawab Rin.
"Bagaimana dengan kesehatanmu kemarin kau selalu murung apa kau sakit?". Tanya Ukyo.
Sementara beberapa pria lain menatap mereka dengan iri, selama ini Rin selalu mencoba untuk tidak menerima ajakan beberapa pria kecuali untuk tujuan belajar.
"Ukyo, uhm aku mau minta maaf". Kata Rin menunduk.
"Minta maaf untuk apa Rin". Tanya Ukyo.
"Ehm soal bonekanya". Kata Rin.
"Iya, apa kau tidak menyukainya". Kata Ukyo.
"B-bukan tapi aku menghilangkannya". Kata Rin menunduk.
"Tidak apa-apa Rin, kau tidak sengaja lagipula itu hanya boneka nanti aku akan menggantinya untukmu". Kata Ukyo.
"Uhm, Jangan aku tidak mau bila hilang lagi". Kata Rin.
"Baiklah, tapi lain kali izinkan aku untuk mendapat boneka itu bila kita bermain ke karnaval lagi". Kata Ukyo mengacak rambutnya dan Rin diam tersipu.
Sebenarnya kenapa Rin mau menerima ajakan Ukyo pagi itu karena dia mau minta maaf padanya walaupun dia harus mengesampingkan para pria yang iri dibelakangnya.
Tapi dari jauh Yukio menatap mereka dengan tatapan dinginnya sejauh yang Yukio tahu belum ada yang pernah mengacak rambut Rin kecuali dirinya dan ayahnya.
Nee-san, kau benar-benar suka menguji kesabaranku.
Sore harinya Rin pulang keasramanya lebih dulu karena Yukio ada pekerjaan, didepan pintu Rin telah disambut Kuro.
"Rin, akhirnya kau pulang aku lapar". Kata Kuro.
"Oh kau sudah menunggu ya". Kata Rin.
"Hari ini apa menunya?". Kata Kuro.
"Hari ini kare". Kata Rin.
Rin memasak dengan tenang tapi lebih tenang dari biasanya bahkan Ukobach yang membantunya menatapnya heran.
Waktu menunjukan pukul 10 malam Yukio telah tiba diasrama, saat dia datang Rin melihat Yukio membawa Teddy Bear besar.
"Yukio, apa itu dari penggemarmu?". Tanya Rin.
Rin yang sudah terbiasa dengan Yukio yang selalu menerima banyak hadiah dari para gadis secara spontan berpikir begitu tapi sebenarnya bukan itu.
"Bukan, ini untukmu Nee-san". Kata Yukio.
"Benarkah". Kata Rin senang.
"Iya, aku tidak bisa melihatmu sedih terus sepanjang hari". Kata Yukio.
Rin terlihat sangat senang bukan main dan hal itu yang juga membuat Yukio sangat senang.
"kau suka". Kata Yukio.
"Iya, tentu saja". Kata Rin.
Malam itu Rin tidur sambil memeluk boneka barunya sebenarnya Rin juga tidak sesenang itu mendapat boneka dari Yukio dia masih menginginkan boneka dari Ukyo namun dia tidak bisa membuat Yukio khawatir lagi apa lagi dia sudah repot-repot membelikannya boneka.
-Kelas Cram-
Rin hari ini seperti sebelumnya banyak yang mengajaknya makan siang tapi dia akan selalu mencoba mengelak dan pasti Yukiolah yang akan menjadi alasannya. Sepanjang hidupnya Rin tak akan pernah menyangka bahwa kini dirinya menjadi populer bahkan sudah berapa banyak yang mengiriminya surat yang membuat Rin jenuh membacanya tapi terkadang menjadi bahan bacaannya saat dia bosan, sekarang dia tahu bagaimana rasa Yukio selalu mendapat banyak surat tapi bedanya Rin tidak pernah melihat Yukio membaca surat-surat itu.
"Okumura-chan kau semakin terkenal ya". Tanya Shima.
"Tidak kok, Yukio yang terkenal". Kata Rin mengelak.
"Lalu bagaimana dengan surat-surat dilockermu". Kata Shima.
"Bukan apa-apa hanya amplop". Kata Rin.
Sementara itu Shiemi dengan asiknya membaca surat-surat Rin matanya berbinar.
"Kawaii, semuanya benar-benar romantic". Kata Shiemi.
"Aku tak mengerti apa menariknya ini". Kata Izumo yang ikutan membacanya.
"Okumura apa kau tidak merasa terganggu". Tanya Ryuji agak malu.
"Tidak, lagipula Yukio juga sudah biasa dengan ini". Kata Rin.
"Ada apa Bon, kau tidak bisa menulis surat karena tidak terbiasakan?". Sindir Konekomaru.
"Buat apa tulis surat, langsung saja bicara orangnya disinikan!". Kata Shima.
"Kalian membuatku pusing". Kata Rin benar-benar Pusing.
Rin yang malas memutuskan keluar dari kelas beberapa siswa perempuan menatapnya iri namun tak ada satupun yang berani menyatakannya tentunya karena dimasa lalu Rin dikenal seorang gadis tomboy kuat yang sering berkelahi entah kenapa malah membuat Rin menderita.
"Hei, Rin Okumurakan? Kudengar dia menjadi populer". Kata Seorang siswa.
"Iya, memang benar dia sekarang cantik padahal dia sangat jelek dulunya". Kata Siswa lainnya.
"Kupikir tadinya dia laki-laki lho". Kata yang lainnya.
"Entah keajaiban apa mungkin saudaranya Yukio menularkan kepopulerannya". Kata Siswa lainnya.
"Ya, mungkin saja kudengar siswa laki-laki dikelas A banyak yang menanyakan nomor Hp pada Yukio". Kata yang lainnya.
"Dan anak yang terpintar dikelas Rin Ukyo juga mulai mendekatinya". Kata anak lainnya.
"Kudengar mereka sudah berkencan ada yang melihatnya dikarnaval". Kata anak lainnya
Rin sebenarnya ingin mengatakan bahwa dia dan Ukyo tidak berkencan namun untuk apa menjelaskannya hanya akan menambah salah faham saja. Rin berjalan terus menyusuri koridor hingga saat itu tanpa sadar Shiemi mengikutinya.
"Rin, tunggu". Kata Shiemi.
"Shiemi, ada apa". Kata Rin.
"Euhm begini aku mau mengatakan sesuatu". Kata Shiemi.
"Baik, katakanlah". Kata Rin.
"Aku suka…". Kata Shiemi terpotong.
"Kau suka Yukio". Kata Rin bersemangat.
"Eh ituu..". Kata Shiemi.
"Tenang aku siap membantumu, Kurasa Yukio juga..". kata Rin terpotong.
"Tidak Rin, aku suka padamu". Kata Shiemi.
"Hah, itu, aku juga suka padamu itulah kita berteman". Kata Rin.
"Bukan, aku benar-benar suka padamu". Kata Shiemi.
"Shi-Shiemi, kau bercandakan". Kata Rin.
"Sebenarnya saat pertama kali aku bertemu denganmu ditaman nenekku aku mengira kau laki-laki karena penampilan tomboymu jadi saat itu aku menyuakaimu". Kata Shiemi.
"Sekarang kau tahu aku perempuan jadi kita temanan saja ya". Rin mulai berkeringat.
"Aku tahu, karena kupikir sudah banyak yang mengungkapkan perasaannya padamu jadi aku ingin mengungkapkannya juga, aku sangat ingin mengatakannya sebelum aku tahu kau perempuan tapi aku sama sekali tidak punya keberanian, tapi saat kita bertemu diTrue Cross aku baru tahu kau perempuan". Kata Shiemi.
"Maaf Shiemi, karena penampilanku waktu itu kau berpikir aku laki-laki". Kata Rin.
"Tidak apa, aku hanya ingin mengatakannya, lagipula aku hanya menyakaimu karena aku sangat kagum padamu tidak lebih". Kata Shiemi.
Rin tersenyum pada Shiemi dan Shiemi kembali kekelas namun Rin memilih untuk pergi kelockernya namun saat dia terlalu terburu-buru saat menuruni tangga, dia tidak hati-hati hingga dia tergelincir saat itulah dia akan hampir terjatuh mengenaskan, tapi seseorang menyelamatkannya. Rin melihat seorang pria berpakaian Exorcist dengan rambut hitam, matanya yang merah, tinggi tegapdan membawa pedang dipunggungnya, mata Rin sama sekali tidak berkedip tanpa dia sadari telah diangkat ala bridal style.
"Anda baik-baik saja, Nona". Tanya Pria itu.
Rin terbuyar dari lamunannya.
"Iya, aku tidak apa-apa". Kata Rin.
Rin selamat dari kecelakaan berkat pria ini, tapi tak pernah Rin menatap kagum seorang pria manapun dan inilah pertama kalinya dia terlihat begitu terfana wajah Rin bahkan memearah.
"Siapa namamu". Tanya Pria itu.
"A-aku Okumura Rin". Kata Rin terbata-bata karena malu.
Sementara itu Yukio menyaksikan kejadian itu dengan shock tak pernah dia melihat kakaknya begitu antusias pada pria manapun
TBC
Halo semua aku kembali dengan ff ini. Ok terima kasih atas saran kalian dengan ff ini dan ff saya yang lainnya. Soal Shiemi yang menyatakan perasaannya itu hanya sekedar untuk menyampaikan perasaannya saat mengira Rin laki-laki karena saat kejadian taman amahara Rin penampilannya tomboy dan baru dia sadari pas ditrue cross Rin pakai seragam perempuan tapi dia masih kagum pada Rin yang berhasil merubah imagenya yang buruk oleh karena itu dia ungkapkan perasaanya saya gak maksud kasih kesan Yuri ya Shiemi Cuma anggap Rin teman kok.
Ok kalian bisa tebak siapa hayoo pria itu dan setuju mana Yukio x Rin atau pria itu x Rin.
Chapter depam saya akan menunjukan sisi gelap Yukio lebih banyak lagi tapi apabila memungkinkan ya. Ok terima kasih atas dukungannya dan jangan lupa wajib review Ya!.
Maaf kalau typo dan bahasa yang rancu. Wajib reviem kekurangan ff ini.
