Beautiful Mine

©Blue Exorcist Kazue Kato

Story by me

Yukio Pov

Aku baru kali ini melihat Neesan terpaku melihat seorang pria, apa artinya Neesan mulai jatuh cinta, tidak jangan aku aku tidak rela.

Rin Pov

Aku untuk sesaat terpaku oleh pria didepanku tanpa sadar dimengangkat tubuhku beberapa saat aku baru sadar saat aku diturunkan.

"Maaf boleh aku tahu siapa namamu". Tanya Pria itu.

"A-aku Okumura Rin". Kata Rin terbata-bata karena malu.

"Oh ya namaku Night aku berasal dari cabang True Cross". Katanya.

Aku baru menyadarinya bahwa seragamnya sedikit berbeda dengan Yukio dia juga membawa pedang punggungnya seperti aku.

"Aku baru dengar namamu maaf anda ini dari cabang mana". Kataku.

"Aku berasal dari cabang luar sekarang aku dialihkan kesini, oh ya apa nona ini putri Paladin Fujimoto". Katanya.

"I-iya dari mana anda tahu". Kataku gugup.

"Sebenarnya saya ini adalah salah satu bawahannya dan dia sering menceritakan soal putrinya ternyata lebih cantik dari fotonya 6 tahun lalu". Katanya blak blakan.

"Kau pernah melihat fotoku". Tanyaku malu.

"Ayah anda pernah menunjukkanya pada saya, saya juga sangat kenal dengan adik nona Okumura Yukio kami didik bersamaan". Katanya.

Aku tak pernah tahu kalau soal Night ini kali pertamanya aku bertemu.

"Oh jadi kalian Saling kenal ya baik ayah ataupun Yukio tak pernah cerita apa-apa soal pelatihan Exorcist Yukio" Kataku.

"Maaf jika perkataanku agak mengganggumu nona". Katanya.

"Ah jangan begitu, dan tolong jangan bicara terlalu formal padaku panggil aku Rin saja". Kataku.

"Baiklah kau boleh panggil aku Night atau Yoru katanya". Katanya.

"Baiklah Night san". Kataku.

Sementara itu Yukio melihat mereka dengan shock bagaimana tidak Yukio sangat kenal Night dia juga orang yang dipercayai oleh ayah angkatnya kemanpuannya sebagai seorang Knight. Yukio ingat dulu kalau ayahnya pernah bicara dengan imam lainnya di biara tempat tinggal mereka.

Saat itu musim semi saat itu Rin dan Yukio sudah menginjak 14 tahun, Shiro saat itu memiliki kekhawatiran yang besar terutama untuk anak perempuan satu-satunya Rin, meskipun dia masih sangat muda dia mulai takut bahwa suatu saat dia tidak bisa menikah karena Rin sama sekali tidak punya teman.

"Bapa Fujimoto kenapa anda risau seperti itu". Kata Kyoudo.

"Aku hanya khawatir tentang Rin". Katanya.

" Soal apa". Kata Nagatomo.

"Dia anak perempuan satu-satunya aku takut kalau suatu saat dia tidak mendapat pria yang tepat seperti ibunya bagaimana apalagi sampai sekarang dia masih tidak punya teman". Kata Shiro.

"Tenang saja Rin masih terlalu muda anda berpikir terlalu jauh". Kata Izumi.

"Iya aku tahu tapi selama ini aku selalu melihat kalau Rin berurusan dengan pria berandalan yang mengganggunya bagaimana jika suatu saat Rin jatuh cinta dengan pria seperti itu bagaimana jika dia tidak bisa kularang, bagaimanapun juga aku tidak mau membuatnya menangis". Kata Shiro.

"Kalau soal itu kita bisa pikirkan nanti". Kata Nagatomo.

Saat itu aku sama sekali tak memikirkannya tapi tak lama-lama aku jadi menyadari kalau ayahku menyiapkan sesuatu.

Hari itu aku baru mendapat meister Doctorku dan jabatan First Middle Classku jadi aku berada di vatikan bersama ayah dan kami tak sengaja bertemu dengan Night-san dia juga mendapat jabatan

"Night bagaimana dengan kerjaanmu dikantor cabang". Tanya Shiro.

"Semuanya aman saja aku senang sekali". Jawabnya aku melihat kalau Night-san sangat sopan pada ayah.

"Oh ya kudengar kau itu sangat populer dengan para gadis pastinya kau sudah pacarkan". Kata Shiro.

"Tidak aku masih belum kepikiran untuk punya pacar". Kata Night sambil menggaruk belakang kepalanya.

"Benarkah bagaimana kalau kukenalkan pada seseorang". Kata Shiro.

"Tidak perlu repot-repot Bapak". Kata Night.

"Sebenarnya aku punya seorang putri". Kata Shiro.

Saat itu aku mulai mengerti arah obrolan mereka.

"Maksudnya Okumura Rin aku tak pernah melihatmu membawanya". Kata Night.

"Iya kau tahu alasannyakan". Kata Shiro.

"Iya pasti itu berat untuk anda menyembunyikannya sampai sekarang orang ditempat kerjamu hanya tahu kalau kau hanya punya satu putra Yukio". Kata Night.

"Ya itulah sebabnya sebenarnya ini terlalu cepat tapi aku menyadari semakin hari aku tidak bisa mengabaikan kalau dia mungkin saja akan dekat dengan seseorang akan tetapi dengan keadaanya aku khawatir dia tidak memiliki pasangan atau malah bersama pria yang salah". Kata Shiro.

"Anda hanya terlalu khawatir mungkin suatu saat akan ada yang bisa mendampinginya". Kata Night.

"Karena itulah kurasa kau orang yang tepat untuk menjaganya selain aku dan Yukio". Kata Shiro.

"Anda bercanda belum tentu aku ini tepat untuknya belum tentu dia menyukaiku". Kata Night.

"Ya aku tahu dia bahkan seusia Yukio sekarang dan aku selalu melatih Yukio untuk bisa melindunginya tapi sadar satu hal aku sudah tidak adil pada mereka berdua memberikan beban pada Yukio dan aku tahu bagaimanapun Yukio dan aku tidal bisa terus berada disampaingnya". Kata Shiro sambil menunjukkan foto yang yang terdapat aku, Nee-san dan ayah.

"Dia sangat cantik anda yakin saya adalah yang tepat untuknya mungkin saja dia akan disukai banyak pria". Kata Night.

"Jika pria itu tidak cocok untuknya aku tidak bisa menyerahkanya dengan mudah dan kau tahu kalau kau pasti cocok". Kata Shiro.

Hanya sampai itu saja yang kudengar dari pembicaraan mereka aku langsung pergi tak tahan dengan pembicaraan mereka aku tidak ingin ayah menyerahkan Nee-san padanya hanya aku yang boleh mendampinginya aku benci jika suatu hari aku harus melihatnya bersama orang lain.

Malam itu aku pulang ketempat tinggalku bersama Nee-san aku memasuki kamarnya melihatnya tertidur dengan damai dia terlihat manis sekali dengan berani aku memeluknya dan dia terbangun.

"Yukio ada apa malam-malam begini". Katanya sambil mengucek matanya.

"Nee-san aku hanya ingin mengobrol denganmu". Kataku gugup.

"Kau ingin curhat padaku tumben sekali". Katanya dia terlihat senang sebenarnya aku memang curhat kepadanya.

Aku mencari banyak topik pembicaraan agar aku punya alasan walaupun sebenarnya aku hanya ingin tidur disampingnya sambil memeluknya tapi aku tak mungkin melakukannya mungkin saja Rin akan kaget dan aku akan ketahuan ayah.

Maafkan aku Nee-san sesungguhnya aku memang tidak bisa menahan perasaanku aku tahu aku menjijikan karena mencintai saudariku sendiri.

Aku mengingat masa-masa itu Night adalah orang yang dipilih ayah untuk Nee-san meskipun Nee-san belum tahu aku masih takut kalau-kalau para Imam lainnya digereja memberi tahunya.

Rin Pov

Ini pertama kalinya bagiku aku menemukan pria setampan ini sebelumnya aku tak pernah segugup ini depan seseorang dia tersenyum padaku dan entah ini takdir dia bilang ayah pernah memperlihatkan fotoku.

"Maaf Night-san kau mengenal ayahku sejak kapan". Tanyaku.

"Sebanarnya beliau itu juga adalah mentorku". Katanya.

"Terima kasih sudah menolongku". Kataku.

"Sama-sama kalau begitu aku pergi dulu ya Okumura-san". Kata Night.

Aku tersenyum saat dia berpamitan dan aku terbayang saat aku akan jatuh dia menolongku aku merasa seperti seorang putri tanpa sadar aku senyum-senyum sendiri.

Shiemi Pov

Aku melihat Rin terjatuh dan ditolong seorang pria asing kelihatannya Exorcist transfer, Rin kelihatanya menyukai pria itu bisa kulihat memang pria itu tampan mungkin Rin jatuh cinta pada pandangan pertama.

Aku ingat saat Rin datang bersama Yukio ke taman bungaku saat itu rambutnya masih pendek dengan pakaian seperti laki-laki aku pikir dia itu memang laki-laki dan aku menyukainya tapi kenyataanya saat aku masuk kelas cram aku melihatnya memakai pakaian perempuan saat itu aku sadar dia perempuan dan aku merasa hancur sekali namun meski begitu aku ingin menjadi temannya dia itu mengisnpirasiku untuk tidak terlalu pemalu lagi dan keluar dari rumahku untuk melihat dunia luar meskipun aku tahu Rin itu perempuan aku masih sangat menyukainya dan aku mencoba menerima meski itu sulit.

Author Pov

Kejadian lainnya berlanjut saat Rin keruangan locker saat membukanya Rin mendapati banyak surat untuknya saat itu Rin tahu rasanya jadi Yukio yang punya banyak penggemar.

"Kau mendapat banyak surat Nee-san". Tanya Yukio tiba-tiba saja dibelakangnya.

"Banyak sekali". Kata Rin.

"Ayo kita pulang bersama malam ini kurasa aku tidak ada misi". Kata Yukio.

"Baiklah ayo kita belanja untuk makan malam Yukio". Kata Rin

"Tentu Nee-san". Kata Yukio.

Rin sangat senang Yukio menemaninya belanja karena biasanya Yukio sibuk saat mereka di mini market mereka bertemu trio Kyoto.

"Bon, Konekomaru, Shima kalian disini juga". Tanya Rin.

"Iya kami ingin membeli beberapa camilan untuk bergadang nanti malam". Kata Ryuji dia nampak merona dan Yukio menyadarinya.

"Oh begitu aku juga berbelanja untuk makan malam". Kata Rin.

"Iya kebetulan bahan-bahan dikulkas sudah habis". Kata Yukio.

Ryuji terlihat sangat malu-malu terlihat dari wajahnya yang memerah saat melihat wajah Rin.

"Nee-san sepertinya bahan yang kau inginkan sebelah sana". Kata Yukio.

"Oh ya kau benar Yukio". Kata Rin

"Maaf ya kami kesebelah sana kalian silahkan lanjutkan belanja kalian". Kata Yukio.

Yukio tahu kalau dibiarkan pasti akan ada obrolan panjang antara Ryuji dan Rin.

Malam itu Rin memasak didapur dengan Yukio yang menunggu sambil membaca koran dan Kuro, ukobatch memasak bersama Rin.

"Yukio hari ini aku memasak makanan kesukaanmu". Kata Rin.

"Benarkah aku jadi tidak sabar Nee-san". Kata Yukio.

Yukio suka melihat Rin memasak dan mengurus pekerjaan rumah saat dia masih SMP dia saat senggangnya dia suka melihat kakaknya melakukan pekerjaan rumah seperti melihat seorang ibu atau istri rasanya.

Ibu mereka Yuri sangat mirip dengan Rin terutama mata dan senyumannya serta kepolosannya meskipun mereka berdua tidak tahu.

Author Note

Hai semuanya udah lamakan fanfic ini gak update maaf author mendahulukan ff yang lain dan lagi karena banyak pekerjaan jadi kadang kalau udah bikin pendek atau baru setengah chapter jadi ketunda maafkan upadate author yang lama bengeut apa lagi sekarang mulai TA doain author lancar dan berhasil S1.

Oh ya author mau jelasin soal nama Night dia ini mirip Rin cuma matanya merah dan lagi dia itu namanya Yoru arti malam mungkin namanya ke translet inggris jadi Night author kurang tahu sih soalnya ada juga yang nyebutin namanya Yori di forum diskusi berbahasa inggris.

Terima kasih buat kalian yang support fanfic saya dan lagi makasih yang rela nungguin meskipun cerita amburadul, banyak Typo dan sebagainya.

Sekian terima kasih saya tunggu review kalian dan tolong jangan ada bashing ya supaya saya semangat dan gak stuck nulis fanfic