Beautiful Mine
Blue Exorcist Kazue Kato
Story in fanfic is mine
Warning: typo, Fem!Rin
Yukio pov
Setelah hari itu aku melihat Nee-san begitu bahagia aku tahu ini adalah masa baginya untuk menyukai seseorang tapi aku tak suka itu.
"Nee-san kau senyum-senyum terus ada apa". Kataku.
"Hmm tidak". Katanya dengan cengiran.
Aku tahu dia berubah sejak adanya pria itu, pria yang dipilih ayah angkatku.
"Yukio aku boleh tanya?". Katanya.
"Apa?". Kataku
"Kau tahu Yoru-san itu meisternya apa". Kata Nee-san.
"Dia itu memiliki meister Dragon, Doctor dan knight memangnya kenapa". Jawabku kesal.
"Berarti dia seperti ayah". Kata Nee-san dia sedikit merona.
Sial Yoru memang sosok yang hebat dia sudah setara dengan Shura dengan tiga meisternya.
Malam ini aku tak mengunjungi kamar Nee-san aku memilih diam menatap jendela. Aku selalu menginginkan tempat yang spesial untuk Nee-san aku ingin mendapatkan dia seutuhnya, aku sangat bahagia aku terlahir sebagai saudaranya tapi aku merasa sangat sedih saat aku tahu hubunganku terbatas dengannya. Aku selalu bermimpi tentangnya dimana aku bisa menyentuhnya, mengklaim setiap hal yang ada pada dirinya tapi apakah mimpiku bisa terwujud kami dibatasi oleh hubungan persaudaraan.
Author pov
Pagi itu Rin berjalan dengan riang dia baru saja mendapatkan semangat baru.
"Rin kau nampaknya senang sekali hari ini". Kata Shiemi.
"Iya aku sangat senang". Kata Rin.
Kelas Cram masih belum dimulai.
Saat itu Yukio masuk dengan seseorang mengumumkan misi.
"Hari ini kita ada misi dan hari ini akan ada pembimbing baru ini dia Yoru-sensei". Kata Yukio.
Rin menatapnya dengan kagum saat sangat terlihat dia memang mengharapkan Yoru akan sering dia lihat, sementara itu Yukio menyembunyikan rasa tidak sukanya saat itu dan Shiemi dia nampak kurang antusias.
-Tempat misi-
Misi akhirnya dijalankan Rin sesekali mencuri pandang.
"Hei Yoru aku lihat tunanganmu memadangmu terus memangnya dia sudah tahu". Bisik Shura menyikut sikunya. Yukio mendengarnya terbatuk.
Yoru tersenyum menanggapi Shura.
"Kurasa dia belum tahu". Kata Yoru menggaruk kepala belakangnya.
"Benarkah hati-hati Yoru kau harusnya lebih sigap kau tahu dia itu populer sekarang bahkan dikelas ini ada yang menyukai dia juga". Kata Shura mengarahkan matanya ke Ryuji.
"Lihatkan kau itu punya saingan meskipun kau itu tunangannya dia itu tidak tahu yang memutuskan itukan Shiro, siapa yang tahu dia tertarik pada yang lain". Kata Shura.
"Bisa diam tidak kita sedang bekerja jangan membicarakan hal semacam itu". Kata Yukio.
"Aku tahu Yukio tenanglah kau terlalu siscon tahu". Kata Shura.
"Kau lihat dia punya saudara yang siscon jadi akan banyak rintangan untukmu". Kata Shura.
Yoru tersenyum saja saat itu sementara itu Rin mencoba mencuri pandang dengan malu malu pada Yoru Shiemi disampingnya wajahnya menggelap.
Misi kali ini mereka harus menyusuri daerah sepi didekat jurang letaknya didekat jalan dipengunungan dan mereka harus berpencar.
"Baik tiap regu dibagi dan kalian berpencar". Kata Yoru.
"Rin kau bersama Shiemi dan Izumo". Kata Yoru.
"Shima, Ryuji, konekomaru kalian bersama". Kata Kata Yoru.
"Ada gedung tua didekat sini disana dulunya adalah rumah sakit saat perang dunia 1 tapi setelah perang berakhir tempat itu terabaikan dan baru-baru pemerintah ingin membukanya sebagai musium akan tetapi ada beberapa penampakan yang mengganggu pekerja yang ingin renovasi gedung itu jadi kuharap kalian lebih hati-hati". Kata Yoru.
Misi berjalan dan mereka berpencar ke ruangan yang terpisah.
"Entah dibangun tahun berapa barang-barangnya terlihat kuno lihat jarum suntik besar sekali". Kata Rin.
"Kau bisa diam tidak simpan jarum suntik itu". Kata Izumo.
Mereka bisa melihat ada alat alat rumah sakit yang berkarat.
Mereka tak menemukan apapun setelah mengelilingi rumah sakit tua itu.
"Kami tak menemukan apapun sensei". Kata Ryuji.
"Lalu mana para gadis". Kata Yoru.
Akhirnya mereka mencari para gadis.
Sementara itu Rin, Izumo dan Shiemi berjalan tak tentu arah.
"Shiemi sepertinya kita tersesat". Kata Rin.
"Iya kurasa begitu". Kata Izumo.
Lapangan ini tempat apa banyak semak belukar.
Sret brugh
"Izumo kau baik-baik saja". Kata Rin.
Izumo tiba-tiba pingsan entah kenapa saat itu Rin melihat ada luka dipundaknya.
"Shiemi kita harus pergi Izumo harus segera ditolong". Kata Rin.
Saat Rin melihat balik ke Shiemi Shiemi terlihat berbeda.
"Ada apa Shiemi kau terlihat pucat". Tanya Rin.
Tak lama bayangan-bayangan hitam menjulur seperti sulur membelit tangan dan kaki Rin hingga dia jatuh terlentang.
"SHIEMI LARI CEPAT CARI BANTUAN". Teriak Rin.
Bukannya lari Shiemi malah mendekat.
"Shiemi cepat lari!!". Kata Rin.
Shiemi malah duduk menindih Rin.
"Eh Rin kau tahu aku selalu menginginkanmu kau tahu kan aku menyukaimu saat kupikir kau laki-laki tapi sayang sekali kau bukan". Kata Shiemi.
"Tapi kau sedang apa sekarang". Kata Rin berjuang melepas belitan itu.
Rin berjuang akan tetapi dibelakang lehernya sulur itu seperti memberi rasa dingin yang meresap kedalam kulit dan memberi efek lemas pada Rin.
"Rin kau tahu kau sangat mengagumkan". Kata Shiemi mengusap poni didahi Rin.
Rin tak mengerti dengan tindakan Shiemi dan saat Rin melihat matanya shiemi matanya kosong.
"Rin sangat di sayangkan kau perempuan kau tahu kau penyemangatku". Kata Shiemi.
Rin tidak membiarkan ini terjadi ada yang aneh dengan shiemi dia ingin mengeluarkan apinya tapi tidak bisa dan Rin yakin akan terjadi hal tidak baik dengan ini.
Shiemi mendekatkan wajahnya ke Rin bibirnya hampir meraih bibir Rin.
"Shiemi hentikan". Kata Rin memalingkan wajah.
"Tidak bisa Rin". Kata Shiemi menangkup wajahnya dan hendak menciumnya.
Sret
Saat itu sulur hitam itu menghilang dan mata shiemi kembali normal saat itu dia pingsan.
"Rin kau tidak apa apa". Kata Yoru.
Ternyata Yoru datang menebas sulur itu.
"Iya tidak apa apa". Kata Rin, lalu bagaimana dengan shiemi dan izumo.
"Mereka tidak akan sadar beberapa jam tapi mereka tidak apa apa". Kata Yoru.
"Kau bisa berdiri". Kata Yoru.
"Hmm". Kata Rin
"Baiklah". Kata Yoru menggendongnya ala bridal style.
"Tadi itu kenapa?". Kata Rin
"Itu iblis yang mendeteksi hasrat manusia dan mereka memanisvestasikannya dengan cara itu tapi tenang itu bukan Shiemi". Kata Yoru.
Yukio melihat itu dia sangat marah dan terbakar tak seorang pun boleh menyentuh kakaknya kecuali dia.
-Malam Hari-
M
alam itu Yukio membubuhkan obat lagi pada makanan Rin sehingga Rin pulas sekali. Yukio membaringkan kakaknya dengan hati-hari didalam pelukannya, Yukio sangat marah saat ini. Dia merubah posisinya diatas Rin dia mencium Rin dengn sangat posesif dia menaikkan baju tidur Rin hingga dia melihat bentuk tubuh Rin yang indah dan ramping, dia menciumi leher dadanya hingga perutnya tanpa meninggalkan bekas.
"Nee-san aku marah kau disentuh orang lain". Kata Yukio mengecupi telinganya.
Sejak dia melihat tindakan berani Shiemi dan perhatian Yoru dia semakim tak bisa menahan diri lagi.
"Hah Nee-san kau keterlaluan sekali". Kata Yukio.
Yukio ingin bertindak sangat jauh saat ini tapi masih belum saatnya dia menahan dirinya yang menegang melihat tubuh yang hampir naked didepannya, hanya bagian privatnya yang masih tertutup celana dalam.
"Aku menginginkanmu Nee-san tapi belum saatnya". Kata Yukio
Yukio saat ini hanya melampiaskan hasratnya tanpa menyentuh terlalu jauh dia masih harus mencari cara agar Rin sendiri yang menginginkannya.
Setelah itu dia memakaikan baju Rin lagi dan kembali kekamarnya seolah tidak terjadi apa apa pada Rin.
Author Note
Maafkan author yang suka lama update ini maaf tambah ngawur aja ceritanya. Semog kalian suka jangan lupa coment tapi jangan bashing.
Terima kasih
