Beautiful Mine

Blue Exorcist Kazue Kato

Story here by me

Warning: typo, Fem!Rin

Pagi itu Rin Akhirnya bangun dengan kepala pusing, rasanya aneh sudah beberapa hari ini Rin selalu merasa pusing setelah bangun dari tidur.

"Kau baik-baik saja Nee-san." Kata Yukio.

"Ya Yukio aku baik-baik saja." Kata Rin.

Yukio bukan tidak tahu, dia sangat tahu semua hal yanh terjadi semalam adalah penyebab Rin seperti ini.

Drrt Drrt

Handphone Rin bergetar dan saat itu Yukio merasa langsung mendapatkan awan hitam dipikirannya, dia tahu pasti Yoru atau Night itu yang mengirimi pesan. Yukio tidak suka padanya sejak kali pertama mendengar bahwa Yoru adalah pilihan ayahnya untuk saudarinya, jangan mimpi dia milikku dalam pikirannya.

Sejak kecil dia tidak pernah melihat gadis lain selain saudarinya, bukan berarti Yukio tidak pernah melihat gadis-gadis cantik, dia selalu dikelilingi gadis-gadis cantik penggemarnya, tapi tidak pernah sekalipun mereka menarik hati Yukio sedikitpun bahkan membuat Yukio melirikpun tidak, selain saudarinya yang selalu ada dalam hidupnya dia merasakan jarak yang jauh antara dirinya dan saudarinya sejak dia menjadi Exorcist.

Dulu Rin hanya dianggap sebagai kuncup kecil yang tidak terlihat tapi kini kuncup itu telah mekar dan orang-orang mulai berlomba untuk memetiknya, meskipun saudarinya ada di dekat nya dia tidak bisa menjangkau saudarinya, Yukio terikat pertalian darah yang sulit diputuskan sehingga kini orang yang terjauh hampir meraih saudarinya.

Rin nampak tersenyum dengan pesan yang didapatkannya dari Yoru.

Rin

Aku hari ini senggang, jika kau juga senggang ayo kita keluar sore ini, aku bisa mengajari apapun yang kau tanyakan dan mari kita berlatih bersama.

Yoru

Rin sangat senang dengan ajakan Yoru. Rin sudah menyukainya sejak pertama.

"Dari siapa kau senyum seperti itu." Kata Yukio.

"Yoru-san." Kata Rin.

"Oh baiklah." Kata Yukio.

Yukio memasang wajah senyum tampannya seperti biasa tanpa Rin tahu betapa marahnya dia saat ini.

Pagi itu Rin melangkah di koridor menuju kelasnya saat memasuki kelas seorang siswa menanyakannya.

"Okumura-san kau ada waktu nanti siang." Katanya.

"Iya ada apa Godain-kun." Kata Rin.

"Aku butuh bantuanmu." Katanya.

"Baiklah nanti siang." Kata Rin.

Rin menjadi dekat dengan siapapun hanya saja kebanyakan dari mereka membuat tidak nyaman, tapi dia ada teman yang membuatnya nyaman Sei Godain namanya, meskipun dikelasnya dia ada orang tepintar yang mendekatinya tanpa merecokinya juga dia merasa tidak dengannya, Ukyo, Rin menghilangkan boneka pemberiannya itu membuatnya sedih.

Dari kejauhan Ryuji menatap Rin dari jendela kelasnya. Dia sangat menyukai Rin, tapi dia sebenarnya malu padanya mengingat bagaimana dia memperlakukannya sebelumnya dan meskipun Rin sudah memaafkannya saat ini, dia masih sulit mendekati Rin karena saat tertentu saudaranya akan terlihat dingin kadang juga seperti over protektif pada saudarinya itu. Sekarang dia hanya menatap dia dari jauh saja, sulit untuk mengatakan rasa suka padanya, mengingat bagaimana saudaranya Yukio yang over protektif pada saudarinya bahkan sering kali dia mendapatkan tatapan dingin dari saudaranya bahkan terkadang Yukio seperti menghalanginya, tapi bukan itu yang membuatnya diam saja kini setelah dia mendapat semua keberanian kini hadir orang baru bernama Yoru dan Rin terlihat sangat menyukainya dan Ryuji merasa sakit didadanya tapi tidak bisa berkutik.

Siang itu Rin bersama dengan Godain di dekat tangga.

"Ada apa Godain-kun?."Tanya Rin.

"Sebenarnya Okumura-san aku perlu bantuanmu untuk klub memasak, aku ingin kau ikut lomba bersama kelompok kami, mengingat bagaimana kau memasak kami memutuskan untuk mengajakmu lagi." Kata Godain Sei.

"Kapan itu?." Kata Rin.

"Euh itu..." Kata Godain Sei terpotong.

"Maaf ya Godain-kun." Kata Yukio entah kapan dia muncul.

"Yukio kenapa kau disini?." Kata Rin.

"Maaf ya Godain-kun tapi Nee-san mulai sibuk saat ini, dia harus banyak belajar dan tidak bisa mengikuti lomba seperti itu jadi mohon maaf ya." Kata Yukio.

"Euh Iya tidak apa-apa Okumura-kun." Kata Godain Sei.

"Okumura-san maaf sudah mengganggu waktumu." Kata Godain Sei.

"Eh Godain-kun." Kata Rin terpotong karena Yukio menariknya.

"Ayo Nee-san kau harus ikut." Kata Yukio.

"Tunggu Yukio." Kata Rin

Rin merasa tidak enak dengan Godain apalagi dengan tadi, kalaupun Rin mau menolak dia tidak akan sesarkastik itu, namun ada apa dengan Yukio.

"Yukio lepaskan aku." Kata Rin dan akhirnya berhenti di koridor.

"Kau ini kenapa sih Yukio." Kata Rin.

"Aku kenapa?, memangnya kenapa?." Jawab Yukio malah balik bertanya.

"Kenapa kau bicara seperti itu padanya." Kata Rin.

"Aku tidak salah Nee-san bukankah sebentar lagi adalah ujian kau perlu banyak persiapan.

"Ya apa perlu kau bicara seperti tadi, cukup saja tolak secara halus kau itu bisa menyinggungnya." Kata Rin.

Yukio kesal dengan sikap Rin padanya jadi dia menariknya lagi ke tempat lain.

Kelas Cram dimulai tapi Rin sama sekali tidak menemukan keberadaan Shiemi dikelas.

"Dimana Shiemi?." Kata Rin.

"Dia tidak masuk karena sakit Rin?." Kata Izumo berbisik.

"Baiklah ayo setelah pulang kita menjenguknya, aku khawatir dia sakit karena kejadian waktu itu." Kata rin.

"Rin kita ke rumah Shiemi berdua saja." Kata Izumo.

"Kenapa?." Kata Rin.

"Nanti akan kuceritakan apa yang terjadi." Kata Izumi berbisik.

Dengan itu Rin mengirim pesan pada Yoru karena di akan sedikit terlambat karena dia mau menjenguk Shiemi.

Kelas itu berjalan seperti biasa namun kedang-kadang saat guru tidak ada, Rin mendengar bisik-bisik para laki-laki tentang Shiemi yang penasaran pada kejadian di Rumah sakit angker itu, Rin meneguk ludahnya jika mengingatnya. Kejadian itu mengerikan.

Yukio yang baru kembali ke dalam kelas melihat Rin yang melirik kerah Ryuji dan lainnya wajahnya menggelap dan tanpa Rin sadar dia ada didepannya.

"Okumura-san kau lihat kemana." Kata Yukio dingin.

"Maaf Yukio." Kata Rin.

"Jangan lakukan lagi fokus pada pelajaran jangan lihat yang lain dan lihat 'aku didepanmu', mengerti!." Kata Yukio tegas.

Mungkin sepintas kata-kata Yukio terdengar biasa namun dalam kalimatnya mengandung makna sesuatu yang tidak Rin sadari.

Akhirnya mereka bisa pulang Rin dan Izumo langsung berjalan kerumah Shiemi dan dengan penasaran Rin bertanya pada Izumi apa yang terjadi.

"Ada apa sebenarnya dengan Shiemi?." Kata Rin.

"Begini Rin aku tidak tahu apa, kau ingat kejadian di rumah sakit angker itu saat itu aku pingsan dan saat aku mendatangi rumah Shiemi pagi tadi, Shiemi tidak mau keluar kamar, ibunya memintaku membawamu untuk membujuknya ibunya bilang dia sakit sejak kejadian itu dan tidak ingin sekolah lagi." Kata Izumo.

"Lalu kenapa hanya kita saja, kenapa tidak ajak yang lain." Kata Rin.

"Ibu Shiemi bilang untuk hanya membawamu." Kata Izumo.

Rin merasa cemas mengingat kejadian mengerikan itu, tentu saja Shiemi terpukul karena diluar kesadarannya dia melakukan hal seperti itu, dia gadis polos dan tiba-tiba menyerangnya dengan cara seperti itu, meskipun yang korba adalah Rin sendiri tetap saja gadis polos seperti Shiemi tetap akan terguncang.

Akhirnya Rin sampai dirumah Shiemi saat itu ibunya menyambut mereka berdua, Ibu Shiemi terlihat sangat berharap saat Rin datang.

"Nak Okumura aku senang kau datang tolong bujuk Shiemi." Kata Ibu Shiemi.

Ibu Shiemi menuntun mereka ke kamar Shiemi.

"Shiemi tolong keluarlah ada Nak Okumura disini." Teriak ibu Shiemi.

"Shiemi ini aku, bolehkah aku masuk." Kata Rin.

"Tidak Rin, aku malu bertemu denganmu". Kata Shiemi.

"Memang kenapa, bukankah kita teman?." Kata Rin.

"Aku pikir kau akan membenciku karena hal itu." Kata Shiemi.

"Siapa bilang, kita teman kejadian waktu itu aku sudah tidak ingin mengingatnya, aku tidak menyalahkanmu." Kata Rin.

"Apa kau memaafkan ku?." Kata Shiemi.

"Ya tentu saja memangnya kau salah apa." Kata Rin.

"Sungguh kau tidak marah." Kata Shiemi.

"Tidak tentu saja, jadi buka pintunya biarkan kami masuk." Kata Rin.

tepat saat itu pintu kamarnya terbuka Shiemi langsung memeluk Rin erat-erat.

Ibu Shiemi hanya menatap mereka dengan senang akhirnya bisa membujuk putri keluar dari kamar. Ini kali kedua ibu Shiemi melihat Rin Okumura, dia ingat bagaimana saat itu dia juga mengira dia adalah laki-laki dan ternyata dia perempuan dan itu menghancurkan hati putrinya, sejujurnya ibu Shiemi hanya ingin Shiemi hidup bebas dan memilih apa yang dia sukai bahkan sebagai ibu dia akan membantunya, namun melihat putrinya menangis karena menyukai sesuatu yang tidak mungkin, dia merasa tidak berdaya apalagi dengan kejadian baru-baru ini, sebagai ibu dia hanya berharap putrinya akan bahagia hanya menjadi teman Rin Okumura saja.

Akhirnya setelah Rin pulang dari rumah Shiemi, Rin menemui Yoru ditempat yang dijanjikan.

"Yoru-san maaf aku terlambat." Kata Rin.

"Tidak apa-apa, aku juga baru datang." Kata Yoru.

"Kita akan kemana." Kata Rin.

"Ayo ikut aku." Kata Yoru menggemgam tangan Rin.

Rin tersipu dengan Yoru dengan senang hati berjalan bersamanya.

"Aku ingin mengajakmu ke restaurant itu." Kata Yoru.

"Baiklah Yoru-san." Kata Rin.

"Ini adalah restauran yang direkomendasikan Shura-san." Kata Yoru.

"Setelah makan ayo kita berlatih, seperti janjiku aku juga akan mengajarimu dalam pelajaran lainnya." Kata Yoru.

"Lihat itu Yoru dan Rin semakin dekat, untunglah pilihan Shiro ini cocok dengan Rin." Kata Shura melihat dari jauh sambil meneguk sekaleng bir.

Sedangkan Yukio di asrama sedang marah karena dia tahu kemana saudarinya pergi. Dia tidak ingin Yoru menjadi kakak iparnya dan juga tidak ingin siapapun menjadi kakak iparnya.

Author Note

Akhirnya saya update ini, selanjutnya saya update yang lainnya, terima kasih sudah menunggu fanfic saya, Seperti biasa semoga fanfic Blue Exorcist bahasa indonesia bertambah banyak. Nanti saya juga ingin update fanfic Diabolik Lovers yang juga jarang fanfic bahasa indonesianya.

Ditunggu Fav, vote dan komentar yang baik dan membangun untuk menyemangati saya untuk selalu update.Jika kalian ada fanfic bahasa indonesia bolehlah rekomendasi dari kalian dan juga boleh kita bahas-bahas tentang Blue Exorcist

Terima kasih atas perhatiannya dan sampai jumpa

Ig athanasia976