Beautiful Mine
©Blue Exorcist Kazue Kato
©Story in this Fanfic Me

Genre: Fem!Rin, ReverseHarem!Rin, Incest!, Romance.

Warning: Incest!, typo, no bashing

Rin dan Yoru semakin dekat dari hari ke hari namun Yukio semakin tidak menyukainya. Yukio lebih suka kalau Rin menjadi kekasihnya terkadang ini membuatnya mengutuk ikatan darahnya.

"Kenapa kau tidak bisa menyukaiku." Yukio berkata tanpa sadar saat Rin sedang memasak.

"Hah apa maksudmu." Kata Rin yang mendengar kata-kata Yukio.

"Oh bukan aku sedang melamun saja." Yukio beralasan.

"Jujur saja apa kau sedang menyukai seseorang." Kata Rin menyikut Yukio.

"Tidak kenapa kau bertanya begitu." Kata Yukio.

"Ah ayolah jangan bohong mana mungkin kau bilang begitu." Kata Rin mencubit pipinya.

Yukio tidak menanggapi sikap tidak peka Rin.

"Tidak masalah kalau tidak mau bilang aku tidak akan mengganggu lagipula bagus kalau kau ada kekasih jadi aku bisa tenang jika aku menikah dengan Yoru." Kata Rin.

"KAU MENIKAH DENGAN YORU-SAN." Kata Yukio sambil membelalak.

"Bercandalah, lagipula aku masin terlalu muda." Kata Rin.

Yukio menjadi sangat kesal karena mendengarnya.


Di sisi lain Nagatomo, Izumi, dan Kyoudo memang merencanakan hubungan Rin dan Yoru. Mereka sudah di beri amanat dari lama.

"Menurutmu tidak terlalu cepat jika disaat itu." Kata Izumi.

"Tidak ini bukan masalah cepat atau tidak tapi ini demi keselamatan Rin." Kata Nagatomo.

"Memang kenapa?." Kata Kyoudo.

"Kita tidak bisa mengandalkan Yukio terus menerus." Kata Nagatomo.

"Apa Yukio terlihat kesulitan." Kata Izumi.

"Bukan itu, mereka sudah selalu bersama dari kecil sudah saat memisahkan mereka sebelum terlambat." Kata Nagatomo.

"Apa maksudmu sebelum terlambat." Kata Kyoudo.

"Sudah lah ini adalah amanat dari Bapa Fujimoto." Kata Nagatomo.

Nagatomo telah mengetahui suatu rahasia sehingga dia menjadi mengatur semua dengan cepat.

Aku tidak akan membiarkan hal 'itu' terjadi.


Hari itu Rin terlihat bersama dengan Yoru, hal itu memancing kecemburuan pria-pria di sekitarnya, tapi Rin sama sekali tidak menyadarinya, bahkan Ryuji sekalipun yang selalu dekat dengannya. Hanya masalah waktu sampai nanti patah hati para pria itu akan bertambah jika Rin lulus SMA. Yoru atau Night bukan saingan mereka sama sekali. Tunggu saja saat umur delapan belas tahun.

"Tenanglah kawan kau masih punya waktu beberapa tahun untuk mendapatkan hati Rin." kata Shima.

"Benarkah aku tidak yakin kalau aku akan berhasil jika melihat Rin sedekat itu dengan orang itu." kata Ryuji.

"Ayolah kau juga keren Bon." Kata Konekomaru menyemangati.

Sementara itu pemuda berkaca mata dengan tahi lalat rasanya ingin melemparkan meja karena mendengarkan ucapan mereka. Sejak kakaknya tumbuh orang sepertinya mulai menaruh perhatian padanya. Entah sejak kapan kakaknya menempuh jalur harem. Dulu hanya Yukio yang mengalami di kelilingi banyak gadis jadi Rin akan terhalang oleh mereka saat mereka bersama dan sekarang bukan hanya para gadis sekarang Rin dikelilingi banyak pria sungguh merepotkan.

Waktu kecilnya sebagian besar adalah untuk berlatih untuk bisa melindungi kakaknya, selama itu pula waktu kebersamaannya dengan Rin hanya sedikit saja. Rin akan menyambut dengan masakan lezat yang dia masak sebelum dia pulang. Kadang kala Yukio berpikir bagaimana Rin bisa mudah percaya bahwa dia sedang di perpustakaan belajar dengan berperang dengan ribuan buku tanpa tahu dia berada di Medan perang dalam pertempuran sebenarnya. Yukio masih ingat saat kakaknya masih dianggap sebagai gadis yang tidak menarik. Untuk orang lain yang menghinanya dulu mungkin akan pangling melihat Rin sekarang. Apalagi setelah kekuatan apinya terbuka bentuk tubuh dan penampilan semakin berubah.


Nagatomo menyiapkan beberapa persiapan untuk kebaktian dan beberapa pendeta yang lain ikut sibuk untuk mempersiapkannya.

"Baiklah ini letakan disana." Kata Nagatomo.

"Iya baiklah." kata Izumi.

Gereja yang dulunya seperti bangunan tua, sudah mengalami banyak renovasi sejak Fujimoto Shiro tinggal bersama kedua anak angkatnya dengan bantuan dari Ordo melalui jalur Mephisto. Kini Shiro telah meninggal seisi biara serasa kosong terutama kedua anak angkat itu juga meninggalkan biara. Sebenarnya untuk ukuran sebuah gereja anggota mereka terlalu sedikit dan tidak ada biarawati dia sana dan tentu itu juga merangkap panti asuhan, tapi hanya ada dua anak dan mereka bukan untuk di adopsi siapapun mereka telah menjadi anak Shiro. Hal itu dilakukan untuk menyembunyikan mereka yang merupakan anak satan oleh sebab itu mereka tidak bisa terlalu mengekspos biara itu.

Selama 15 tahun lebih mereka sudah menata biara itu sambil membesarkan Rin dan Yukio. Keduanya tumbuh dengan baik namun kelihatan mereka benar-benar kembar yang berbeda dari segimanapun baik itu penampilan, sifat, dan juga pola pikir mereka. Dia masih ingat saat Yukio yang masih polos ingin menikahi Rin saat dia berumur lima tahun saat itu Yukio hanya dianggap anak-anak tapi sepertinya semakin besar anak itu dia mulai lebih dewasa dari umurnya karena sepanjang hidupnya belakangan ini dia hanya bergaul dengan orang yang jauh lebih tua dibandingkan dengan teman seusianya. Yukio bukan menjadi anti sosial tapi dia takut jika itu akan menghambatnya untuk pergi bekerja. Dia juga berusaha sekeras mungkin membuat alasan agar saudarinya percaya, lama-lama Rin tidak pernah bertanya memberinya bahu dingin saat Yukio tidak ada dirumah.

Mungkin selama ini mereka terlalu sibuk untuk mengerjakan pekerjaan mereka di biara dan juga pekerjaan mereka sebagai Exorcist sehingga tanpa sadar mereka lebih sering membiarkan Rin sendiri dan Yukio sibuk. Fujimoto memiliki ke khawatiran sejak Rin kecil kalau dia tidak akan bisa hidup sendiri saat yang lain tidak ada, Yukio tidak bisa selamanya dia andalkan anak itu akan memiliki kehidupannya sendiri suatu hari. Fujimoto memiliki ke khawatiran yang berlebihan takut Rin tidak bisa menikah karena tidak ada yang menginginkannya karena dia adalah anak perempuan yang suka berkelahi dan tentunya penampilannya dulu akan langsung membuatnya dikira sebagai anak laki-laki. Shiro menyadari kalau Rin seperti itu karena semua orang di dekatnya di biara adalah laki-laki sehingga Rin kurang tahu fashion seorang gadis maka kadang kala Shiro memikirkan membelikan akses sories perempuan serta membelikan boneka, tapi Rin menolaknya alasanya adalah Rin tidak suka barang-barang feminim qkarena terbiasa dengan hal tomboy dan baru sekarang Rin mulai memiliki pemikiran sendiri tentang penampilannya. Benar saja kelihatannya ke khawatirannya benar-benar hanya ke khawatiran berlebihan, buktinya saat ini dia mendengar banyak orang menjadi penggemar Rin bahkan dia mendengar bahwa teman sesama nya juga menyukainya. Seperti kata orang jangan pernah menghina anak gadis karena siapa tahu ketika dia dewasa kau malah ingin meminangnya.

Nagatomo memiliki wasiat dari Shiro untuk meneruskan perjodohan Rin dengan Yoru, Nagatomo setuju untuk itu apalagi dia mendengar dari Shura bahwa Rin juga menyukai Yoru sebaliknya. Hanya saja Shura sering bilang bahwa hal ini membuat Yukio marah terlihat bagaimana Yukio terlihat jadi sangat galak walaupun dia tetap diam. Nagatomo tidak merasa itu heran dia telah tahu bagaimana Yukio dibelakang, dia nampaknya jarang melihat gadis lain selain Rin meskipun dia bisa di kelilingi banyak gadis mereka semua mengganggu privasinya. Di usia pubertasnya dia hanya melakukan pekerjaan yang melelahkan dan jarang bergaul dengan teman seusianya hanya Rin saja yang selalu dia lihat. Dulu Shiro membuat lebih membuat dia lebij sibuk agar perhatiannya teralihkan dan lebih bisa membuka mata untuk dunia namun sepertinya kesibukan itu membuat dunianya sempit dan akhirnya ketika dia frustasi semua perhatian kembali kepada Rin. Oleh karena itu dia harus mencarikan seseorang untuk Yukio.


Rin sedang bersama Yoru, Rin ingat ketika setiap pagi dia merasakan pusing setiap dia bangun dan bagaimana dia selalu hampir tidak ingat apa-apa setelah makan malam, sambil menyandarkan kepalanya di dada Yoru karena Rin sakit kepala.

"Kau yakin tidak ingat apa-apa setiap makan malam." tanya Yoru.

"Iya aku tidak ingat setiap makan malam juga aku merasa pusing setelahnya." kata Rin.

Yoru nampak berpikir rasanya itu sangat aneh sekali, entah kenapa dia curiga pada Yukio. Dia pernah mendengar Shiro menceritakan ke khawatirannya yang ambigu serta jika itu di sengaja oleh seseorang siapa lagi yang bisa dia curigai dan tentunya hanya Yukio yang bersamanya tentu kejadian yang tidak Rin ingat Yukio pasti tahu.

Sementara itu Yukio dari tempat yang jauh menatap dingin sepasang kekasih itu, dengan kesal dia meremas kotak bentonya hingga retak. Biasanya dia akan mengajak Rin makan siang tapi Yoru sialan ada di sana dengannya, membuatnya terhalang bahkan para penggemar Rin yang mengikutinya dan mengambil fotonya untuk model mading tidak berani mendekat karena Yoru yang sangat keren mereka merasa minder dengan Rin.

"Hei Rin Okumura dan Yoru." Kata seorang siswi.

"Mereka pacaran." kata siswi 2.

"Kudengar mereka adalah tunangan." kata siswi 3.

"Kau tahu darimana?." kata siswi 1.

"Aku tahu dari teman sekelasnya." Kata Siswi 3.

Bisik-bisik mengerikan terdengar di telinga Yukio. Bagaimana bisa rumor itu tersebar, bisa dikatakan itu bukan rumor yang tidak akan pernah Yukio terima mau bagaimanapun. Dengan kesal dia berjalan menjauh sambil menahan amarah.

Dari tempat jauh juga Shiemi menatap kosong Rin dan Yoru. Shiemi telah patah hati sedalam-dalamnya mendengar rumor antara Yoru dan Rin. Rin adalah cinta pertamanya, saat itu memang Shiemi mengira dia adalah laki-laki karena penampilannya. Tapi sekarang setelah dia tahu dia pikir tadinya dia akan baik-baik saja tapi sepertinya sebaliknya apalagi sejak dia sempat terkena pengaruh iblis bangunan di rumah sakit tua itu Shiemi semakin merasakan perasaan besar terhadap Rin. Shiemi saat itu tidak sadar apa yang dia lakukan pada Rin, dia menjadi malu saat bertemu dengan Rin, tapi dia masih sedikit memiliki kesadaran saat dibawah pengaruh iblis itu, dia ingat ketika dia hampir mencium Rin yang dalam keadaan terikat dengan sulur sulur tanamannya sendiri. Shiemi sangat menyesal dengan kejadian itu tapi di sisi lain dia...


Pada sore hari itu mereka mendapatkan misi untuk menyelesaikan suatu tugas dimana berhadapan dengan iblis di suatu gedung aula pernikahan, berdasarkan cerita masyarakat sekitar dulunya disana ada suatu pernikahan tapi suatu hari pengantin wanitanya kabur bersama mantan kekasihnya dan calon mempelai prianya bunuh diri di altar, setelah kejadian itu setiap kali ada acara pernikahan selalu saja ada kejadian tidak masuk akal, sehingga bangunan itu ditinggalkan selama beberapa tahun dan sekarang bangunan itu ingin digunakan lagi dan pemilik barunya meminta bantuan Ordo untuk memurnikan tempat itu. Jadi malam itu para Exwire yang diminta turun tangan bersama Shura, Yukio, Yoru dan asisten Mephisto.


Pada tengah malam, di aula kosong itu, seorang pengantin wanita berjalan melewati pintu, wajah pengantin itu tertutup tudung, dengan hati-hati dia melangkah masuk, lilin-lilin yang menyala mendadak padam hanya menyisakan lilin-lilin di altar, suara gema langkah pengantin itu terdengar bergaung di ruang aula pernikahan itu. Di altar seorang pria dengan jas hitam menunggu sang mempelai tiba di dekatnya. Tepat saat dia dekat sosok pengantin pria yang menyambutnya, wajah pria itu pucat dengan bekas luka sobek di lehernya. Tepat saat itu tebasan pedang dengan api biru menebas leher sang pengantin pria. Sosok sang pengantin pria berubah menjadi bayangan hitam berlumpur. Sosok itu membelah menjadi beberapa dan menyerang, saat itulah Yukio, Yoru, Shura dan anak exwire muncul. Ryuji, Konekomaru dan Shima membacakan mantra, Yukio menembaki makhluk-makhluk itu, Yoru menebas dengan pedangnya bersama Shura. Sampai terjadi ledakan Coal Tar makhluk itu mengepung Rin dan memblokade Yukio dan temen-temannya.

Jangan pernah berani mengambil pengantinku.

Makhluk itu berteriak, saat itulah sang pengantin wanita membuka tudungnya, dia melompat ke atas

"Satan Slash." teriak Rin.

Rin membakar makhluk itu menjadi abu dengan sekali tebas. Ketika Rin melompat dan menebas, Rin terlihat seperti menari karena gaun pengantinnya dan api birunya seperti efek yang mengagumkan.

Yukio terfana melihatnya, Fin sangat cantik dalam gaun pengantin itu. Ryuji pun terpaku melihat keindahan Rin, Shiemi juga seperti terkagum-kagum. Tapi belum lama itu hancur saat Yoru mendekati Rin untuk membantunya.

"Tidak sekalian saja kau menikah." kata Shura.

Rin hanya tertawa. Pemandangan Rin dan Yoru memang seperti pasangan pengantin apalagi ini memang gedung aula pernikahan.

"Kenapa harus ada ide bodoh macam ini." kata Ryuji.

Sejak awal Ryuji memang sudah kesal karena ide untuk membuat Rin pengantin adalah ide Shura. Bukan tanpa alasan, satu-satunya cara memancing iblis itu keluar adalah dengan adanya pengantin wanita. Tapi kenapa harus Rin yang dipilih, kenapa tidak Shura sendiri yang lakukan, dia bersumpah jika Shura yang memakai baju pengantin maka dia akan langsung memanggil pendeta dan menikahkannya dengan Yoru.

Sementara Yukio lebih kesal karena Yoru langsung mendekati Rin begitu saja dan kenapa terlihat senang sekali tidak mengertikah dia kalau dirinya sedang marah, Yukio sampai kapanpun tidak akan membiarkan Nee-san kesayangannya diambil orang sekalipun dia adalah pilihan ayah angkatnya sendiri. Nee-san adalah miliknya dan itu mutlak.

Untuk Shura dia melakukan semua itu karena dia memiliki misi dari Nagatomo dan mendiang Shiro untuk mendekatkan Rin dengan Yoru, untungnya itu tidak sulit Rin juga suka pada Yoru hanya saja bagaimana dia mengatasi para pesaing yang nampaknya seperti sudah akan memakannya saat ini.


Waktu telah malam, Shiemi mengajak Rin menginap dengan alasan ibunya tidak ada dirumah dia kesepian, alasan itu memang benar, ibu Shiemi sempat menelpon Rin tadi memintanya menemani anaknya, tentu Rin tidak mungkin menolak. Tumben sekali ibunya keluar rumah sampai berhari-hari.

Sesampainya dirumah Shiemi Rin langsung menawarkan diri memasakkan makan malam. Rin sebenarnya hanya tidak mau makan masakan Shiemi yang sangat luar biasa, Shiemi nampak senang saja saat Rin memasak di dapurnya dia bahkan bertanya-tanya cara Rin memasak tapi dia tidak membantu Rin memasak dia hanya sibuk memperhatikan.

Orang bilang perempuan harus bisa memasak tapi diriku tidak pernah berhasil orang-orang hanya akan berpura-pura mengatakan masakankh enak padahal jelas sekali selalu ada korban setelah mereka memakan masakanku.

Seperti itulah yang Shiemi rasakan tapi sepertinya tidak buruk juga jika hanya memperhatikan orang memasak, rasanya mungkin akan lebih baik jika dia memiliki orang yang akan menunggu dirumah dan memasak untuknya yang pulang kerja. Tapi ini umumnya dilakukan oleh seorang pria kan. Dia sempat berkata ingin menjadi kuat dan bisa melindungi Rin tapi Rin sendiri adalah gadis tangguh dia tidak butuh orang lemah seperti nya andai saja dia seorang pria mungkin dia bisa menarik Rin kedalam perhatiannya.

Pada malam harinya Rin mengalami sakit kepala, Shiemi dengan baik hati memberikan ramuan untuk sakit kepala Rin. kelihatannya obat yang sering Yukio berikan memberikan sedikit efek pada Rin.

"Minum lah ini Rin." Kata Shiemi.

"Baiklah terima kasih ya." Kata Rin.

Minuman itu pahit tapi membuat sakit kepala Rin membaik malamnya Rin tidur dengan nyenyak, tapi Shiemi terbangun,

Apa benar kau harus seorang gadis, takdir benar-benar melukaiku begitu dalam. Aku tidak suka setiap kali kau dekat dengan yang lain tapi aku tidak mau menyerah tentangmu. Kau tahu aku sebenarnya kuat setelah tahu apa yang ibuku rahasiakan mungkin aku bisa melindungimu.

Shiemi memperhatikan terus sosok tidur Rin dia menangis tanpa suara, cinta pertamanya langsung jatuh pada patah hati yang dalam.

Walau kau hanya akan anggap aku sahabat , tapi aku akan anggap kau lebih dari itu walaupun kau tidak tahu setidaknya aku bisa membuatmu denganku walaupun kau tidak sadar karena aku akan selamanya terjebak dalam dunia pertemanan.


Besoknya Rin pulang ke asrama, saat pulang dia menemukan Yukio tidur di dapur. Rin bertanya-tanya apakah Yukio menunggu dia pulang padahalkan sudah jelas kemarin dia bilang dia akan kerumah Shiemi.

"Yukio kau sedang apa? Kalau mau tidur ayo di kamarmu saja." kata Rin

"Hmm Nee-san kau baru pulang." kata Yukio.

"Hmm ya." kata Rin.

"Ayo bersiap untuk sekolah." Kata Rin.

"Baik Nee-san." kata Yukio.

Sepanjang hari berjalan biasa saja, Rin sekarang di kerumuni banyak laki-laki karena Yoru sedang tidak ada. Yukio duduk tidak jauh dari tempatnya dia mencoba biasa saja.

Sebenarnya aku sudah tidak bisa menahan diri.

Pada malam harinya Rin tertidur lagi dengan obat yang dimasukan ke teh Rin oleh Yukio. Rin tidur damai dalam gendongan Yukio dan Yukio mengangkat tubuhnya sampai ke kamarnya. Dengan hati-hati melepaskan semua pakainya, Yukio mencium bibir pink Rin yang tipis, meremas dadanya sambil mengecupinya, sesekali Rin menggeliat tidak nyaman karena Yukio menyentuh setiap inchi tubuh Rin. Yukio mengusap bagian privat Rin tapi Yukio tidak melanjutkan lebih jauh sebatas mengusap dia tidak ingin Rin curiga pada jika mendapat sesuatu yang aneh pada tubuhnya.

Yukio menahan desahnya sendiri yang tidak bisa dia tahan, dia membuka bajunya sendiri dan dia menyentuh dirinya sendiri sambil melihat wajah Rin yang tertidur. Yukio sudah terlalu lama menahan perasaannya saat yang tepat nanti dia ingin Rin yang memintanya untuk melakukan itu dengannya atau setidaknya Rin tidak menolak sentuhan Yukio padanya.

Yukio terkulai lemas disamping Rin yang sama-sama berkeringat, sambil menatap waiah tidur Rin, Yukio memeluk tubuh naked Rin, tak lama dia bangun dan memakaikan kembali semua pakaian Rin sehingga tidak dia tidak akan tahu kejadian ini dan Yukio juga kembali memakai semua pakaiannya kemudian dia mengecup dahi Rin dan berkata

Selamat malam Putri tidurku


Author Note
Halo semuanya, saya Athanasia, saya akhirnya update ini lagi. Oh ya untuk fanfic saya yang judulnya Unreavel Secret pada kangen gak hehe.

Oh ya ini saya juga memerlukan saran untuk fanfic baru saya The Heirs. Dan untuk saran,komentar dan kritik yang membangun sangat ditunggu tapi dilarang bashing!

Terima kasih untuk kalian yang selalu menunggu fanfic saya. Maaf ya saya lama untuk update, akhir akhir ini saya memiliki kesibukan. Tapi saya juga selalu mencoba sebisa mungkin untuk meluangkan, untuk selanjutnya Slowly Become Cold.

Cerita ini saya dedikasikan untuk teman teman saya salah satunya adalah GreenTeaFlavouredIceCream

Terima kasih atas perhatiannya, dukung saja juga ya dengan satu healing item untuk meregenerasi semangat saya. Dengan cara buka profil ig saya athanasia976 kemudian klik link trakteer yang ada di profil saya, Terima kasih atas perhatiannya. update selanjutnya saya mau up Slowly Become Cold