Disclaimer: Bukan punya saya.
Warning: Gaje, Bahasa tidak baku, OOC, Typo, AR, AU, Fic pertama.
Summary: Naruto seorang siswa Konoha Highschool pada suatu hari sepulang dari kegiatan klub bertemu seorang gadis yang yang berdiri di tiang lampu sendirian sambil melihat toko Hamburger, ternyata pertemuan Naruto dengan gadis itu malah membuat dia dalam masalah yang berbahaya bagi jantungnya.
Seharusnya dirinya sudah pulang sedari tadi, itu yang Naruto pikirkan dan kenapa dirinya bisa terjebak diruangan yang dipenuhi hiasan aneh ini, entahlah Naruto juga tidak tahu. Orang yang datang kesini pasti mengira ini adalah ruangan yang digunakan untuk ritual oleh suatu sekte sesat atau semacam itu.
"Jadi bisa jelaskan kenapa aku diculik ke ruangan ini Nagato-senpai?" Laki-laki yang kini duduk didepan Naruto yang tengah santai meminum teh itu bernama Uzumaki Nagato dia seniornya disekolah ini sekaligus sepupu Naruto.
"Jadi Naruto apa kamu mau bergabung ke Akatsuki?" Laki-laki itu menyibakan rambut merahnya yang sedikit menutupi matanya.
"Oh, tentu saja.. Tidak! lagian klub macam apa yang merekrut murid baru dengan cara menculiknya dan bukannya menyebarkan selebaran atau merekrut dengan baik-baik!" Naruto yakin pasti ada yang tidak beres dengan klub ini.
"Ya, sebenarnya kami tidak hanya menculikmu tapi Sasuke, Sakura dan laki-laki yang kulitnya pucat itu." Nagato masang ekspresi polos dan mengibaskan lengannya.
"Bukankah ini kejahatan! dan kau ini kejam sekali Senpai! seenggaknya kenalan dulu, lah! gimana kalo dia bukan murid KHS!" Sepertinya Senpainya ini setelah lulus dia akan jadi calon penjahat atau mungkin teroris. Tunggu bukannya itu sama-sama jahat?
"Jangan khawatir Kakak dari Uchiha Sasuke ada disini." Ucap Nagato dengan senyum jahatnya sambil menunjuk keorang yang berdiri dibelakangnya.
"Oh, iya Itachi-Senpai, kan kakak Sasukee! Grahh!" Naruto sepertinya sudah mulai hilang kesabarannya. namun dia teringat sesuatu.
"Sakura bagaimana dengan Sakura, dia tidak punya kakak, kan disini? terus laki-laki kulit pucat tadi siapa?!" Naruto sudah tidak bisa meredam emosinya lagi.
"Sejujurnya Naruto, mereka bertiga memutuskan bergabung. Orang yang berkulit pucat itu dia murid sekolah ini juga apa kamu ga kenal dia?" Seseorang angkat bicara dia memiliki rambut hitam sebahu dan memiliki kerutan diwajahnya.
Diruangan klub Akatsuki ini selain ada Naruto dan Nagato masih ada anggota lainnya yang hanya diam berdiri saja dibelakang Nagato.
"Itachi-Senpai! benarkah? lagian apa alasan kalian merekrut kami!" Teriak Naruto.
"Sekarang kami sudah kelas 3 Naruto kami sudah tidak bisa ikut kegiatan klub lagi, ya meskipun kami masih bisa berkumpul. Akatsuki terancam bubar karena tidak ada lagi yang ikut bergabung." Ucapan Itachi disetujui oleh anggota yang lainnya.
Yah, kalo merekrut anggota baru dengan cara menculiknya sudah jelas, kan mereka takut dan mengira kalian sekelompok kriminal. Naruto sendiri tidak habis pikir kenapa mereka tidak mencoba merekrut dengan cara biasa-biasa saja, ya belum tentu mereka mau gabung juga setelah liat ruangan klub ini.
Yare, yare.
"Karena itu Naruto! saat kami mengetahui kalian akan masuk KHS kami memutuskan untuk merekrut kalian, Kami mohon!"Ucap Nagato sambil merendahkan kepalanya.
Naruto jadi merasa tidak enak. Memangnya seberapa penting klub ini bagi mereka semua? klub yang hiasannya banyak hal aneh berbau mistis seperti karpet yang bergambar lingkaran sihir, hiasan kepala kerbau, lilin yang ditempatkan disudut ruangan, bahkan tengkorak manusia yang ada ditengah meja ini. tunggu ini bukan tengkorak asli, kan?
"Kami banyak menghabiskan waktu disini, membangun klub ini dari awal mengalami berbagai macam cobaan untuk mempertahankannya. Klub ini banyak menyimpan kenangan bagi kami jadi kami ingin mewariskan klub ini kepada adik kelas kami, tapi tidak ada yang mau bergabung." Satu-satunya anggota perempuan klub Akatsuki angkat bicara. Naruto tahu dia bernama Konan dia memiliki rambut biru panjang dengan hiasan jepit rambut berbentuk bunga.
"Ya, meskipun begitu tujuan klub ini itu apa? jika aku tahu mungkin aku akan bergabung." Naruto sepertinya mengerti betapa pentingnya Akatsuki bagi mereka dan itu membuat Naruto semakin penasaran sebenarnya klub apa ini? sampai sebegitu penting dan berharga.
"Memecahkan misteri, mencari kejadian yang aneh dan mencari Alien!, Penjelajah waktu! dan Esper!"Ucap Nagato dengan semangat sambil mengepalkan lengan kanannya keatas. Ucapanannya disambut dengan tepuk tangan anggota Akatsuki.
" Eeeeehhh!! yang seperti itu mana ada! kenapa ga sekalian cari jalan buat ke Isekai sekalian!" Teriak kesal Naruto.
"Ohh itu juga boleh! Kakuzu jangan lupa catat itu!" Nagato memerintahkan seseorang yang berpenamplian aneh yang namanya adalah Kakuzu untuk mencatat itu. Serius kenapa dia mengenakan masker dan topi, lagian topi itu bertuliskan I Love Money. Emang itu perbolehkan? kita ini masih dilingkungan sekolah lho ya walapun sekarang sudah jam pulang. Kalo begitu mungkin Naruto juga akan memakai topi bertuliskan Ramenlovers miliknya nanti.
"Ehem, oke tunggu jadi kalian serius? emangnya mereka ada?" tanya Naruto
"Ya, makanya kita cari tahu, bayangin mereka ada tapi kita ga tahu, kan enggak seru!" Ucap seorang laki-laki yang berambut kuning diikat ponytail.
"Umu, kamu benar Deidara." Sepertinya Kakuzu juga setuju.
Naruto terlihat ragu dan dia berpikir kenapa klub ga jelas kayak begini bisa bertahan tanpa dibubarkan oleh osis atau guru.
"Aku mohon Naruto! bergabunglah! demi sepupumu ini dan demi semua anggota Akatsuki yang lain." Nagato tiba-tiba bangun dan membungkukkan tubuhnya.
"Kami mohon!" Anggota Akatsuki yang lain pun melakukan hal yang sama.
Yare, yare.
"Aku tidak yakin bisa menemukan Alien, Penjelajah waktu atau Esper apalagi ditambah cari jalan buat ke Isekai."
Mereka pasti kebanyakan baca cerita fantasi. itu yang sempat Naruto pikirkan tapi Naruto rasa ikut kegiatan klub yang tidak jelas jauh lebih baik ketimbang langsung pulang kerumah dan tidak ada siapa-siapa disana.
" Ya, baiklah aku bergabung." Naruto pun tersenyum dan jawabannya itu disambut tepuk tangan oleh semua anggota Akatsuki.
"Yare, Yare seperti aku merasa akan ada masalah nantinya." Naruto merasa sedikit merinding.
Dalam perjalanan pulang Naruto sempat berhenti ditaman yang dekat dengan sekolahnya, tidak ada alasan khusus bagi Naruto kesini dia hanya kebetulan ingin kesini dan mungkin melihat bintang sebentar.
"Ahh, ini sudah jam 7 malam bagaimana bisa ocehan tadi memakan banyak waktu." Naruto duduk disalah satu bangku taman sambil melihat ke ponsel miliknya
"Mungkin aku akan menelpon Sasuke untuk kegiatan klub besok, ya! meskipun aku ga tahu kegiatan klub itu." Naruto mulai mengetik nama Sasuke dan langsung menelponnya.
"Yo, Teme apa aku mengganggumu?"
Naruto mulai dengan basa-basi.
"Ya, kamu sangat mengganggu."
Dan sepertinya Sasuke minta untuk dihajar.
"Seperti biasa kamu sangat dingin, jadi apa alasanmu dan Sakura gabung Akatsuki?
"Yaa entalah aku hanya ingin gabung dan untuk Sakura dia mengatakan akan ikut kemana pun aku pergi jadi dia ikut gabung. Oh ya ada satu lagi laki-laki namanya Sai dia murid kelas 1-2."
"Uwah.. enak ya punya Fangirl." Alis Naruto sedikit berkedut
Sialan!
Naruto sebenarnya sedikit iri dengan Sasuke dan untuk seseorang bernama Sai itu ternyata anak dari kelas 1-2 pantas Naruto tidak mengenalnya Naruto, Sasuke dan Sakura adalah murid kelas 1-1.
"Sebenarnya aku sedang sibuk bermain game lostlife jadi aku tutup ya! tolong pikirkan rencana buat klub besok ya Ketua~"
Dengan sedikit lebay Sasuke menutup telponnya.
Sasuke dengan seenaknya mengangkat dirinya sebagai ketua klub Akatsuki itu sama sekali tidak membuat Naruto senang.
"Ah, aku lupa nanya tentang Sai, ya besok juga ketemu disekolah." Naruto pun segera berdiri dan pergi dari sana.
Meskipun Sasuke mengatakan akan menyerahkan rencana buat besok Naruto sendiri tidak yakin apa yang akan Naruto lakukan dengan klub Akatsuki.
Yare, yare.
Dalam perjalanan pulang Naruto berharap dirinya tidak ditusuk oleh preman atau ditabrak oleh truck. Bagaimanapun juga Naruto masih belum mau pergi ke Isekai seenggaknya sampai dia menghapus semua data berbahaya di komputernya. Namun dia berhenti sebentar. disebuah tiang lampu di sana berdiri sesosok perempuan.. mungkin gadis kecil? tengah berdiri di tiang lampu sambil terus melihat kearah toko Hamburger. Karena penasaran Naruto pun mendekat.
"Anu apa yang kamu lakukan gadis kecil apa kamu tersesat? " Sebenarnya Naruto mengira gadis ini adalah The Hashslinging Slasher karena gadis ini terus melihat kearah toko Hamburger tapi dia tidak memegang Spatula jadi Naruto rasa bukan.
Gadis ini pakaiannya juga aneh dia memakai baju Goth-Loli berwarna hitam dengan hiasan pinta ungu.
Apa jangan-jangan cosplay?
Tiba-tiba lampu jalannya berkedap-kedip dan entah kenapa jalanan tiba-tiba sepi tanpa ada yang berlalu-lalang. Naruto merasakan akan ada masalah yang datang.
"Hei.. apa kamu punya adik perempuan atau mungkin butuh adik perempuan?" Gadis itu berbicara dengan suara yang pelan membuat Naruto merinding. Disitulah Naruto berpikir kenapa dia malah mengira gadis ini The Hashslinging Slasher dan bukan hantu.
Naruto pun berpikir lebih baik dia tidak menjawab pertanyaan gadis aneh ini dan langsung pergi daripada dia terlibat masalah.
Namun saat Naruto hendak pergi lengannya dipegang erat oleh gadis itu, saking eratnya membuat Naruto tidak bisa bergerak atau mungkin karena dia takut makanya dia tidak bisa bergerak.
"Jawab dulu." Suara gadis itu masih sama hanya saja terdapat sedikit ancaman disana.
Baiklah Naruto apa yang akan dilakukan untuk bisa keluar dari masalah ini? Naruto pun berpikir untuk mencari jawaban yang pas sehingga dia mampu lepas dari jeratan gadis misterius ini, lebih baik jika jawabannya netral dan tidak menyangkut soal adik.
"D-Dari pada adik, aku rasa lebih baik maid saja ya hmph! maid." Jawab Naruto panik.
Anjrit! malah mikir Maid!
Naruto memberanikan dirinya untuk melihat gadis aneh itu.
"Jika aku jadi maid pribadimu, maukah kamu membelikan Hamburger itu?" Kini wajah gadis itu menatap langsung kearah Naruto sehingga Naruto bisa melihat matanya yang hitam, sehitam rambutnya dan ekspresi datarnya. Tapi jawaban macam apa itu apa ini lelucon, apa anggota Akatsuki ada yang sedang mengawasinya?
Kryuuuk
"Hah, jika kamu mau aku akan membelikannya untukmu tapi lepaskan dulu tanganku."Naruto berusaha berpikir positif dengan menduga ini jebakan Akatsuki.
Gadis misterius itu pun melepaskan lengan Naruto.
Gadis ini sepertinya hanya kelaparan dan Naruto juga merasa kasihan, dia tidak peduli lagi gadis ini hantu, lah jebakan Akatsuki, lah Naruto sudah bodo amat.
Dia terus memperhatikan toko itu terus pasti karena dia lapar dan tidak mempunyai uang untuk membelinya. gadis ini apakah dia gelandangan atau mungkin bagian dari rencana Akatsuki?
Namun saat baru beberapa langkah Naruto untuk pergi ke toko Hamburger itu.
"Kalo kamu kabur nanti aku kutuk lho." Gadis itu berbicara dengan pelan namun aura menakutkannya sangat terasa, sepertinya Naruto akan menarik pemikirannya tadi soal jebakan Akatsuki
Yare yare.
Saat ini mereka tengah duduk di bangku pinggir jalan di taman dekat sekolah Naruto sambil memakan Hamburger yang mereka beli tadi. Naruto juga ingin menanyakan beberapa hal.
"Jadi namamu?" Tanya Naruto
Alasan kenapa Naruto mengajak gadis ini ke taman dekat sekolahnya ini karena.. cuma disini yang ada tempat duduknya dan ga baik bagi mereka makan sambil berdiri!
"Ophis, namaku Ophis." Jawabnya sambil menggigit Hamburgernya.
"Tadi kamu ngapain disana? rumahmu dimana? mau aku antar?" Naruto terus mengajukan pertanyaan.
"Aku tidak bisa menjawabnya." Jawab Ophis singkat dengan ekspresi datarnya.
"Jangan begitu! jangan-jangan kamu tersesat dan malu untuk bertanya aku akan mengantarmu ke kantor polisi habis ini." Naruto menyedot minumannya.
Tapi Ophis tidak menjawab.
Sehabis mengantarkan Ophis ke kantor polisi Naruto akan langsung pulang dia sudah cukup lelah hari ini. Naruto melihat jam di ponsel lipatnya yang sudah menunjuk jam setengah 9 malam.
Yare, yare.
Selama beberapa saat suasana hening Naruto hanya memperhatikan Ophis yang tengah lahap memakan Hamburgernya. Naruto juga mulai memakan Hamburgernya.
" Hei namamu siapa?" Ophis yang sudah selesai makan memulai percakapan dengan ekspersi datarnya.
"Namikaze Naruto." Naruto berhenti memakan Hambugernya. Ya dia memang belum memperkenalkan dirinya dari tadi.
"Ada yang mau aku beritahu."
"Apa itu Ophis-chan?"
"Aku, bukan dari dunia ini."
Dan suasana kembali hening Naruto tidak bisa menjawabnnya dan yang dia pikirkan saat ini apakah Ophis sama seperti Nagato dan para member Akatsuki lainnya atau memang benar ini adalah bagian rencana Akatsuki?
"Aku tidak percaya, Ophis apa kamu juga anggota Akatsuki?" Naruto bertanya sambil menyedot minumanya.
"Hmph! kamu tidak percaya lihat ini." Ophis pun tiba-tiba berdiri dan mendekatkan wajahnya ke Naruto.
"K-Kedeketan Ophis!" Naruto segera menjauh.
"Lihat telingaku! tidak seperti manusia, kan?" Ophis pun memperlihatkan telinganya yang tadi ditutupi rambutnya.
Memang benar telinga Ophis berbentuk runcing dan mirip seperti telinga Elf.
"Aku bukan dari dunia ini" Ophis mengatakanya dengan ekspersi datar.
"Jadi kamu ini apa, Alien?" Ucap Naruto sedikit bercanda sambil memakan Hamburgernya.
Kenapa banyak hal aneh hari ini diculik klub aneh, bertemu gadis aneh yang mengaku dari dunia lain, Naruto sendiri tidak habis pikir.
"Bagimu mungkin terlihat seperti itu, tapi sebenarnya aku ini Naga. Apa kamu terkejut? takut?" ucap Ophis
Ya, kalo takut sih Naruto memang sudah takut sedari awal tapi ga mungkin gadis ini Naga, kan? lagian Naruto takut karena mengira Ophis hantu.
"Ya, karena telingamu runcing bukan berarti aku percaya gitu aja." Ya, kita memang tidak boleh gampang percaya jika itu belum tentu benar iya, kan?
"Oh, kalo begitu bagaimana dengan begini." Ophis mengangkat lengan kanannya keatas kemudian lengan itu berubah seperti lengan reptil dengan sisik dan kuku yang tajam.
Oke, itu cukup untuk membuat Naruto menyemburkan minumannya.
"Bukan cuma itu, aku juga bisa melakukan ini." Ophis menarik nafasnya dalam-dalam tapi yang terkumpul di mulutnya bukanlah angin, melainkan energi berwarna kehijauan dan kemudian dia melepaskannya ke langit sehingga terjadi ledakan yang besar.
Dan yang satu ini bahkan membuat Naruto menjatuhkan Hamburger dan minumannya.
"Oke, jadi kamu percaya aku?" Ophis kembali duduk dan meminum minumannya.
Naruto saat ini tengah terkejut sampai dia tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Yare, yare sepertinya Naruto bertemu mahluk yang merepotkan. Jika Akatsuki tahu tentang ini mereka pasti akan bahagia.
Setelah mereka makan Naruto dan Ophis pun memutuskan untuk pergi tapi Ophis masih terus mengikutinya apa ini seperti anak ayam yang menganggap hal yang pertama mereka lihat adalah ibunya setelah menetas? lagian itu mungkin ga berlaku buat Ophis dia, kan Naga.
"Jadi Ophis-chan?"
"Apa?"
"Kenapa kamu terus mengikutiku!"
Dirinya sudah mengalami banyak hal hari ini dari diculik Akatsuki bertemu gadis aneh bernama Ophis, melihat hal gila yang dilakukan Ophis. Naruto hanya ingin cepat pulang dan tidur itu yang sekarang dia inginkan.
"Oh, ya alasannya adalah.." Ophis sengaja menjedanya untuk membuat Naruto penasaran.
"Apa itu?" Naruto penasaran.
"Mulai hari ini aku adalah Maid pribadimu! Jreng~" Ophis berputar dengan ekspresi datarnya sembari jarinya membentuk simbol Peace
"Eeeehhh jadi itu serius!" Naruto bingung.
"Bukannya sudah jelas? seperti yang aku katakan sebelum kita beli Hamburger!" Ophis sepertinya ngambek dia menggembungkan pipinya.
"Tapi bukannya kamu mengatakan Jika aku jadi maid pribadimu, maukah kamu membelikan Hamburger itu? tapi, kan aku ga bilang kalo aku setuju kamu jadi maid pribadku!" Ucap Naruto sambil menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.
"Tapi sama aja, kan? kamu tetap membelikannya! sesuai janjiku! Naga Selalu menepati janji!" Ophis tetap dengan ekspresi datarnya Naga juga sepertinya punya kebanggaanya sendiri.
"Tapi aku gabisa menerima kamu jadi maid, aku gabisa gaji kamu!" tolak Naruto.
"A-Aku ga perlu digaji! aku cuma butuh tempat tinggal sama makan!" Baru kali ini Ophis memasang ekspersi terkejut.
"Maaf Ophis-chan tapi aku gabisa." Naruto pun memalingkan wajahnya.
"Baiklah.. kalo di dunia ini gada yang menerimaku lebih baik aku..." Ophis tidak menyelesaikan perkataannya dan menunduk menetap tanah.
Memanng sebaiknya Ophis pulang saja ketempat asalnya, meskipun Naruto sempat berkata dia akan mengantarkannya tapi bagaimana caranya memendekatinya.phis ke dunia lain. Dunia asalnya itu isekai, kan? berarti dia harus kesana.. mungkin jika dia masuk minimarket jam segini begitu dia keluar dia akan langsung ke isekai. tapi ya maaf Naruto ga ada niat mau pergi kesana. Ophis yang di dunia ini sudah tidak ada yang menerima pasti akan pulang ke dunia asalnya, kan? memang terdengar kejam tapi Naruto rasa ini yang terbaik baginya, Ophis juga punya keluarga disana, kan?
Tapi perkataan Ophis jauh diluar dugaan Naruto.
"Menghancurkannya!" Aura kehijauan mulai menyelimuti Ophis.
Eeehh!
"O-Ophis-chan tenang oke? tenang jangan main menghancurkan aja!" Apa Konoha akan hancur karena kesalahan Naruto yang menolak Naga ini? jika memang akan seperti itu maka ini sangat konyol!
Ayolah berpikir Naruto apa yang akan kau lakukan, tapi sepertinya dia tidak bisa berpikir lagi karena tekanan energi Ophis yang kuat membuat Naruto sulit bernafas.
Energi ditubuh Ophis semakin bersinar terang itu membuat Naruto panik, tidak ada pilihan lain lagi.
"Oke, Ophis-chan! aku menerimamu jadi maid pribadiku jadi hentikan ini!" Naruto berteriak ya walaupun Ophis didepannya dia tidak bisa mendekatinya.
"Eh, benerkah?" Ophis pun langsung menoleh kearah Naruto dia pun berlari kemudian memeluk Naruto dengan erat tekanan energi tadi menghilang begitu saja seperti hanya ilusi.
Yare, yare hampir saja Naga ini menyebabkan kekacauan.
"Ah, aku ingin pulang dan langsung tidur." Naruto menahan tangisnya sudah cukup banyak kejadian aneh hari ini.
"Kalo begitu kita langsung kesana saja, karena mulai sekarang aku adalah Maid pribadimu, jadi apa aku memanggilmu Master?" Ucap Ophis sambil tersenyum
"Terserah" Naruto sudah tidak punya energi lagi untuk berdebat.
Bagaimana ini semua bisa terjadi hanya karena telat pulang sekolah, diculik klub aneh dan bertemu gadis yang ternyata adalah Naga.
Yare, yare
Kalo ada orang yang paham akan situasi ini Naruto harap dia akan datang dan menjelaskannya.
"Baiklah kasih tahu jalannya kita langsung melesat kesana!" Ophis mengangkat tangan kanannya dengan semangat.
Yare, yare.
Tbc, Tuberculosis, To be Countinue
Yo, fic pertama dari saya Musafir Kuburan, maaf ficnya jelek atau gajelas saya masih baru disini, saya akan berusaha menjadi lebih baik lagi untuk kedepannya, makasih buat yang udah mau baca.
#DirumahAja
#BersamaLawanCovid19
