Disclaimer: Bukan punya saya.
Warning: Gaje, Bahasa tidak baku, OOC, Typo, AR, AU, Fic pertama.
Summary: Naruto seorang siswa Konoha Highschool pada suatu hari sepulang dari kegiatan klub bertemu seorang gadis yang yang berdiri di tiang lampu sendirian sambil melihat toko Hamburger, ternyata pertemuan Naruto dengan gadis itu malah membuat dia dalam masalah yang berbahaya bagi jantungnya.
Tidak seperti biasanya, hari ini Naruto pulang lebih awal karena semua anggota Akatsuki yang lain tiba-tiba saja tidak bisa mengikuti kegiatan klub, ada sedikit rasa senang di hati Naruto karena dia bisa pulang lebih awal namun di hatinya juga ada sedikit perasaan yang aneh mungkin karena dia biasanya selalu pulang telat karena kegiatan klub.
"Sekarang masih jam 15.30." Naruto melihat jam di ponsel lipatnya, jam 15.30 adalah waktu pulang sekolah di Konoha Highschool tapi beberapa murid ada yang memilih melakukan kegiatan klub sehingga mereka lebih banyak menghabiskan waktu di sekolah. Konoha Highschool sendiri memiliki beberapa klub yang terkenal dan sudah menjuarai beberapa kompetisi, seperti contohnya klub Baseball dan klub Lari.
Naruto berjalan melewati lapangan sekolahnya disana dia melihat para anggota klub Baseball tengah berlatih dengan penuh semangat. Naruto terdiam sebentar sambil terus memperhatikan klub Baseball dan dia tiba-tiba mendapat ide gila.
"Mungkin mendaftarkan klub Akatsuki di kompetisi Baseball akan menyenangkan." Namun Naruto sadar jika idenya itu mustahil, jelas mereka akan dikalahkan terlebih dulu oleh klub-klub kuat lainnya dan lagian mereka juga kekurangan anggota jadi itu mustahil.
Melupakan hal gila tadi sekarang Naruto berpikir masakan apa yang akan Ophis buat untuknya, kemarin saat Naruto pulang sekolah Ophis mengatakan dia membuat masakan dari daging ikan paus Naruto yang panik segera mengejar Ophis ke dapur tapi apa yang didapatkan Naruto disana bukanlah masakan aneh yang terbuat dari daging ikan paus melainkan hanya Omurice biasa buatan Ophis dengan tulisan Tertipu! sebenarnya saat itu Naruto ingin menjitak kepala Ophis tapi dia tidak jadi melakukannya karena Omurice buatan Ophis itu enak jadi dia memaafkan candaan Ophis.
"Aku harap hari ini dia masak Sukiyaki." Sambil menatap kearah langit sore Naruto berharap. Naruto teringat sesuatu Ophis dia tidak pernah mengganti pakaiannya, saat Naruto pertama bertemu dengan Ophis dia menggunakan pakaian Goth-Loli berwarna hitam dengan hiasan pita ungu namun keesokan harinya secara ajaib dia sudah berganti pakaian menjadi baju Maid apakah Ophis memiliki kemampuan sihir untuk melakukan itu? entahlah Naruto tidak tahu.
"Mungkin aku akan membeli baju untuk Ophis." Naruto melihat kearah ponsel lipatnya untuk melihat jam, mungkin hari ini dia akan mengajak Ophis untuk berbelanja.
Karena besok Naruto dan para anggota Akatsuki akan pergi ke Pemancingan Ebisu, Naruto pikir dia akan mengajak Ophis juga.
Yare, yare.
Sementara itu Ophis sedang menunggu Naruto pulang sembari Ophis menunggu, dia menonton acara televisi favoritnya yang berjudul Magical Shoujo Rirurun-chan.
Rirarururirunrun Rirarururirunrun!
Dengan opening yang jika dinyanyikan bisa membuat lidah keselo itu Ophis bergoyang mengikuti irama, semenjak Ophis tinggal di dunia ini Ophis sudah memiliki beberapa hobi, nonton anime adalah satunya dan yang lainnya adalah membaca buku bersampul perempuan yang Naruto sembunyikan di dalam lemari, dari sana dia juga belajar beberapa hal seperti sambutan selamat datang kepada Naruto kemarin.
Ophis yang saat ini sedang menonton anime favoritnya itu dengan sangat serius, terkadang dia menjadi sedih saat Rirurun dipojokan oleh musuhnya, kadang dia senang saat Rirurun berhasil mengalahkan Si Rakun Bertopi yang merupakan musuh bebuyutannya Rirurun.
"Ayo jangan kalah! Rirurun-chan!" Ophis mengatakan itu sembari mengepalkan kedua lengannya, ekspresi Ophis mungkin terlihat datar tapi jika diperhatikan lagi dia sedikit menampilkan senyuman. Setelah selesai acaranya Ophis menuju ke dapur untuk membuat makan malam.
"Apa yang akan aku buat ya?" Ophis sedikit kebingungan dia masih belum tahu makanan favorit dari Naruto, tapi sepertinya dia selalu menikmati masakan apapun yang Ophis masak, tidak terkecuali Omurice kemarin. Ophis saat itu iseng mengerjai Naruto dengan mengatakan dia memasak daging ikan paus, menurut acara yang dia tonton di TV membuat orang tertawa akan meringankan stres tapi Ophis tidak sadar jika dia justru malah menambah stres untuk Naruto.
Membuka kulkas hari ini bahan yang dia punya tidak terlalu banyak, biasanya Naruto selalu meninggalkan uang untuk Ophis belanja tapi hari ini Ophis tidak belanja karena dia kira bahan masakannya masih cukup, ternyata tidak.
"Seadanya aja kali yaa." Ophis berpikir sambil memegang dagunya.
"Mungkin aku harus beneran berburu ikan paus." Saat itu Ophis berpikir untuk memasak ikan paus beneran. saat sedang berpikir Ophis mendengar suara Naruto.
"Aku pulang!"
Tidak seperti biasanya Naruto pulang cepat, apa terjadi sesuatu kepadanya? itu yang Ophis pikirkan. tapi itu tidak mungkin karena sihir pelindung dari Ophis masih baik-baik saja.
Ophis pun segera ke depan untuk menyambut Naruto.
"Oh! tumben pulang cepat Master, tapi aku belum selesai memasak makan malam." Ophis kini sudah ada didepan pintu untuk menyambut Naruto.
"Begitulah aku tidak ada kegiatan klub seperti biasanya, iya tidak apa-apa." Naruto melepas sepatunya. walaupun Naruto bilang kegiatan klub tapi dia sama sekali tidak merasa melakukan kegiatan klub, di klub Akatsuki dia hanya membaca buku, mengerjakan tugasnya atau mungkin membahas hal-hal yang tidak penting bersama dengan yang lainnya, oh iya mereka juga kadang bercosplay.
Yare, yare
Naruto menepuk dahinya ketika dia mengingat Sai bercosplay menggunakan Bunny Girl dan Sakura menjadi Waiters.
"Entah kenapa aku jadi berpikir apa yang sebenarnya aku lakukan." Mengingat hal itu entah kenapa dia merasa jijik dengan penampilan Sai yang menggunakan Bunny Girl dan untuk Sakura jika punya dia sedikit Lebih Besar mungkin dia akan cocok.
Mari lupakan hal itu, saat ini ada hal penting yang harus Naruto katakan kepada Ophis.
"Hei Ophis-chan, kamu bilang belum memasak, kan? gimana kalo kita makan diluar hari ini sekalian belanja pakaian untukmu." Naruto yang kini duduk di bangku ruang tamu menatap Ophis yang sedang menyiapkan teh di dapur.
"Pakaian? aku rasa aku tidak butuh itu." Ophis meletakan cangkir teh didepan Naruto. Ophis sendiri tidak membutuhkan pakaian dia bisa mengubah sisiknya menjadi pakaian dengan menggunakan sihir.
"Apa kamu memiliki semacam sihir untuk membuat pakaian?" Naruto melihat kearah Ophis yang juga ikut duduk.
"Iya aku bisa merubah sisikku menjadi pakaian." Ophis tidak melihat kearah Naruto, dia sibuk memencet remote TV.
"Berarti selama ini kamu telanjang dong?" Sisik itu bagian dari kulit Naga, kan? artinya itu adalah kulit Ophis, Ophis hanya mengubahnya menjadi pakaian tapi tetap saja itu artinya dia tidak mengenakan pakaian.
Ophis hanya terdiam tapi diwajahnya ada semburat merah, dia juga menutupi tubuhnya menggunakan lengannya sambil membuang muka.
"Master m-mesum." Ophis tidak pernah menyadari itu selama ini, tapi yang dikatakan Naruto itu benar dan entah kenapa dia merasa malu.
Naruto tidak tahu tenyata mengatakan itu akan memiliki efek sedahsyat ini untuk Ophis, dia yang biasanya datar bisa jadi malu-malu begitu, itu sungguh Kawaaii.
"A-Ah karena besok hari Minggu aku dan teman-temanku akan pergi ke suatu tempat jadi, Ophis-chan mau ikut? biasanya kamu selalu jaga rumah, kan jadi ayo sekali-kali kita jalan-jalan." Naruto yang gugup menggaruk pipinya. Naruto juga ingin jauh lebih mengenal Ophis sejauh yang Naruto tahu Ophis adalah gadis Naga yang dia pungut di bawah tiang lampu lebih dari itu Naruto tidak tahu.
"Hmph, baiklah aku akan membeli baju." Ophis mengangguk.
"Jadi bagaimana kalo kita berangkat sekarang?" Naruto meminum teh yang buatan Ophis yang sudah mulai dingin.
"Hmph." Ophis mengangguk.
"Uwwah apa-apaan teh ini, apa ini memiliki semacam efek juga?" Naruto merasa seluruh badannya yang lelah kini serasa segar kembali.
"Teh itu memiliki efek yang dapat menghilangkan status buruk seperti Debuff dan mampu menghilangkan kutukan juga." Ophis mengatakan itu dengan bangga.
Naruto selalu bertanya-tanya bagaimana caranya Ophis bisa memberikan efek kepada makanan dan minuman yang dia buat selama ini.
Saat ini Naruto dan Ophis sedang naik kereta untuk sampai di Distrik belanja Konoha, Ophis yang biasanya pergi kesana dengan menggunakan sihir teleportasi terlihat antusias naik kereta karena baginya ini adalah pengalaman pertama baginya.
"Ohh!" Ophis saat ini sedang melihat keluar jendela dengan antusias, penumpang kereta ini tidak begitu banyak jadi mereka leluasa.
"Konoha di malam hari bagus juga ya." Naruto juga melihat kearah luar jendela, melihat banyak bangunan berkilauan seperti bintang. Konoha sendiri adalah kota yang sudah ada sejak dulu jadi disini banyak sekali bangunan-bangunan zaman dulu yang masih dipertahankan.
Saat Ophis dan Naruto sibuk melihat-lihat tanpa mereka sadari mereka sudah sampai di Distrik belanja Konoha.
"Uwwah aku selalu kesini setiap belanja tapi entah kenapa sekarang terlihat berbeda." Ophis berlari kearah pintu masuk Distrik belanja Konoha. saat ini Distrik belanja Konoha terlihat begitu indah dan berkilauan karena lampu.
"Jangan lari-lari nanti kamu jatuh." Mengabaikan tatapan orang yang melihatnya dengan aneh karena Naruto datang kesini bersama seorang Maid, dia menghampiri Ophis.
"Ayo." Naruto berjalan lebih dulu dan kemudian Ophis menyusul.
Distrik belanja Konoha adalah sebuah pusat perbelanjaan di kota Konoha pada awalnya hanya pasar tradisional biasa tapi sejak zaman pemerintahan Hiruzen Sarutobi pasar ini diubah menjadi lebih modern dan lebih besar.
Saat ini Naruto dan Ophis berjalan mencari toko baju untuk Ophis.
"Kalau dipikir-pikir ini pertama kalinya kita pergi bareng ya Ophis-chan, kamu biasa belanja di toko mana aja." Tanpa Naruto sadari Ophis tiba-tiba menghilang.
Ehh!
"O-Ophis-chan!" Naruto melihat sekelilingnya untuk mencari keberadaan Ophis, bagaimana bisa Ophis tersesat ditempat yang merepotkan ini.
"Aku disini!" Ternyata Ophis sedang ada di toko daging dan tengah mengobrol dengan Paman toko daging itu.
Naruto pun menghampiri Ophis dan menjitak kepalanya.
"Jahat." Ucap Ophis kesakitan sambil memegang kepalanya bahkan dimatanya pun terlihat sedikit air mata.
"Hahah, sedang belanja bareng sama Onii-chan ya Ophis-chan." Paman toko daging itu tertawa. dia memiliki janggut putih panjang mengenakan pakaian merah dan hiasan bulu putih lengkap dengan cubluk berwarna senada.
"Ehh! Santa Claus!" Naruto kaget dengan penampilan Paman toko daging itu, ngapain dia cosplay jadi Santa Claus padahal, kan ini bukan hari Natal.
"Dia ini bukan Onii-chanku, dia itu Masterku." Ophis menunjuk kearah Naruto.
Ophis lagi-lagi mengatakan hal yang bisa menyebabkan kesalahpahaman, Naruto pun segera mengambil tindakan.
"Ah, ya Ophis-chan emang kadang suka bercanda." Naruto dengan panik menjelaskan sembari menggaruk pipinya.
"Ohh." Si Pemilik toko daging cuma menjawab seperti itu.
Setelah dari toko daging tanpa membeli daging (?) mereka kembali jalan dan diluar dugaan Naruto ternyata disini banyak yang kenal dengan Ophis.
"Kamu terkenal ternyata ya." Naruto tersenyum sambil melihat Ophis.
"Hmph." Ophis menjawab singkat.
"Iya wajar saja sih Ophis-chan, kan begitu mencolok." Naruto melihat kearah baju maid Ophis.
Akhirnya mereka sampai di toko pakaian.
Mereka pun masuk dan melihat-lihat baju yang cocok buat Ophis.
"Mhmm.. aku ga tahu fesyen gimana nih." Naruto berpikir sambil melihat kedua baju yang ada di lengannya.
"Ophis-chan kamu mau yang mana?" Naruto bertanya ke Ophis namun lagi-lagi Ophis menghilang.
"Uwwah! Ophis-chan!" Naruto berteriak dengan keras sampai menarik perhatian pengunjung yang lain.
Naruto segera mencari Ophis yang entah ada dimana.
"Ophis-chan! dimana kamu!" Naruto terus berkeliling mencari Ophis.
Dan dia menemukan Ophis yang tengah melihat sebuah baju Goth-Loli berwarna putih dengan hiasan pita pink.
"Kamu kenapa Master?" Ophis melihat Naruto sambil memiringkan kepalanya.
"Ah, jangan tiba-tiba ngilang gitu dong, repot nyarinya!" Naruto membungkuk sambil memegang lututnya karena kelelahan.
"Mhm, maaf. Master aku mau baju itu!" Ophis menunjuk baju Goth-Loli itu dengan mata berbinar-binar.
"Yare, yare mau gimana lagi, tapi lain kali jangan asal ngilang gitu aja." Naruto tersenyum sambil mengusap kepala Ophis.
"Mhm." Ophis mengangguk.
Setelah itu pun mereka kembali mencari baju untuk Ophis, menghiraukan tatapan aneh dari orang-orang yang semuanya tertuju untuk Naruto karena dia berjalan bersama Maid Loli Naruto pikir dia orang yang cukup hebat juga karena mampu menahannya.
Yare, yare.
Saat ini Naruto tengah memegang tas belanjaan yang semuanya adalah pakaian milik Ophis, Naruto tidak mengira bahwa dia akan membeli banyak sekali pakaian, alasannya adalah ketika Ophis mencoba semuanya itu semua terlihat sangat cocok untuk Ophis bahkan Naruto sendiri ingin berteriak.
Kawaaaaaaaiiii..
Naruto masih mengingatnya Ophis saat mencoba pakaiannya, Ophis berputar-putar lucu sembari jarinya membentuk simbol Peace, saat dia bersembunyi dibalik tirai ruang ganti karena malu atau saat dia bertanya apakah ini cocok sambil mengangkat roknya dan berputar.
Mwehehehehe.
"Master wajahmu aneh." Ophis menunjuk kearah muka Naruto.
Gawat! sejak kapan Naruto menjadi seperti ini, ini salah! dirinya harus segera kembali ke jalan yang benar, itu yang Naruto pikirkan.
Menepuk pipinya untuk menghilangkan semua khayalan anehnya itu akhirnya Naruto sadar.
"Nah, Ophis-chan gimana kalo kita makan Hamburger di Macrongnalds?" Naruto dan Ophis memang belum makan apa-apa sedari tadi, jadi mungkin mereka bisa makan terlebih dahulu sebelum pulang.
"Apa kamu ingin mengalihkan pembicaraan, Master?" Ophis meyipitkan matanya
"A-Ah enggak kok!" Naruto yag ditatap seperti itu menjadi salah tingkah
"Mhmm, baiklah ayo kita makan dulu."
Naruto bernafas lega karena Ophis tidak menanyakan lebih jauh, jika Ophis menanyakan lagi entah harus menjawab apa Naruto.
"Dih, apaan ini."
Saat ini Naruto tengah ada di Macrongnalds, namun sesampainya di sana Naruto dikejutkan dengan orang yang menyambutnya didalam, mereka adalah Sasuke dan Sakura mereka berdua mengenakan seragam Macrongnalds, namun ada yang berbeda dengan seragam Sasuke, di topinya terdapat sebuah hiasan tanduk yang mirip seperti tanduk sapi.
"Jadi ngapain kalian disini?" Naruto bertanya kepada mereka berdua.
"Ga dijawab juga pasti tahu, kan kami bekerja demi sesuap nasi." Sakura menjawab dengan lebay. sungguh hidup yang keras Sakura.
"Dan kau itu apaan diatas kepalamu, kamu ini Demi-human setengah sapi, kah Sasuke?" Naruto menunjuk kearah tanduk yang ada di kepala Sasuke, apa Sasuke sedang berpura-pura menjadi Raja Iblis lagi?
Yare, yare.
"Aku bukan Demi-human aku ini Raja Iblis yang suatu saat nanti akan menguasai Konoha haha!" Sasuke menjawab dengan bangga.
"Lagian mana ada Raja Iblis yang kerja di restoran cepat saji." Naruto memegang jidatnya, jika dia itu Raja Iblis untuk apa dia bekerja di restoran cepat saji apa itu akan membantunya menaklukan Konoha?
"Sasuke-kun bekerja karena dia ingin membeli game baru tapi dia tidak punya uang." Sakura ikut memegang jidatnya.
"Uwah! Sakura penghianat!" Sasuke terkejut karena Sakura memberkan rahasianya.
"Dan kau pasti ikut-ikutan Sasuke, kan Sakura?" Naruto menunjuk kearah Sakura namun dia hanya memukul kepalanya sambil berkata Tehhe~
"Lupakan itu Naruto-kun! ternyata kamu kesini bersama seorang gadis! boleh juga kamu! fufufu!" Sakura menutup mulutnya dengan lengan kanan dan mengibaskan lengan kirinya sambil menatap kearah Ophis.
"Hoi! Naruto kampret! aku ga tahu kalo seleramu gadis kecil dengan pakaian maid." Sasuke menarik kerah baju Naruto sehingga wajah mereka menjadi sangat dekat.
Naruto hanya membuang mukanya tanpa peduli ucapan Sasuke, namun Naruto merasa ada yang aneh Ophis hanya diam saja sedari tadi, ya mungkin Ophis memang pendiam tapi rasanya ada yang salah.
"Bunuh." Lengan Ophis kini telah berubah menjadi lengan reptil dengan kuku yang tajam dan dia menatap ganas Sasuke seperti predator yang sedang melihat mangsanya.
Ehh!!
Sepertinya Ophis juga sedikit Overprotektif.
"Aduh!"
Tiba-tiba dari arah belakang ada seseorang yang memukul kepala Sasuke dengan nampan, dia adalah perempuan yang memiliki mata coklat dan rambut ungu kehitaman.
"Boss!" Sakura terkejut dengan kedatangan bossnya itu.
"Sakit Anko-san! apa yang kau lakukan!" Sasuke protes sambil memegang kepalanya.
"Harusnya aku yang katakan itu! kalian membuat pelanggan kita tidak nyaman dan lihat kalian membuat antrian panjang!" Sepertinya namanya adalah Anko, kalo bisa dibilang Naruto merasa tidak nyaman itu karena tanduk Sasuke, apa restoran ini membebaskan karyawannya untuk bercosplay?
Yare, yare.
"Maafkan kami tuan pelanggan." Anko membungkuk untuk minta maaf, sementara Sasuke dan Sakura hanya tersenyum.
"Ah, ya tidak masalah maaf juga sudah membuat antriannya jadi panjang." Naruto menggaruk kepalanya, saat Naruto melihat kebelakang tadi ternyata sudah banyak orang mengantri.
"Silahkan pesanannya." Anko sudah siap mencatat pesanan Naruto.
"Aku pesan Big McTuna dengan Milkshake.." Naruto melihat kearah Ophis.
"Mhmm." Ophis mengangguk.
"Kalo begitu dua." Naruto melanjutkan pesanannya.
"Baik tunggu sebentar!" Anko segera menyiapkannya.
Setelah itu Naruto dan Ophis duduk dimeja paling pojok, ada hal yang ingin Naruto tanya, kan ke Ophis tentang alasan dirinya datang ke dunia ini.
"Hei Ophis-chan ada yang mau aku tanyakan kepadamu, boleh?"
"Boleh, apa itu?"
"Alasan kamu datang ke dunia ini dari Isekai? " Naruto selalu takut bertanya tentang hal ini, mungkin saja Ophis tidak ingin membicarakannya tapi tetap saja dia ingin tahu lebih banyak tentang Ophis.
Ophis pun bercerita tentang alasan dia pindah ke dunia ini dan peperangan yang terjadi di dunia Ophis.
Di dunia Ophis sedang terjadi sebuah peperangan antar Fraksi yang terdiri dari Fraksi Pahlwan, Fraksi Akuma, Fraksi Da-Tenshi, Fraksi Tenshi dan Fraksi Youkai, peperangan itu awalnya hanya karena konflik perebutan wilayah namun konflik itu terus berkembang menjadi sebuah peperangan yang disebut Great War mereka terus berperang dengan keadilan mereka masing-masing.
"Aku yang tidak suka dengan keributan memutuskan untuk kembali ke Celah Dimensi namun ternyata disana ada Naga lain bernama Great Red yang menempati rumahku, aku pun bertarung dengannya tapi aku kalah." Ophis meminum Milkshake-nya. Masalah Ophis ternyata jauh lebih besar dari pada yang Naruto kira.
"Sepertinya disana bukan tempat yang nyaman untuk hidup ya." Naruto juga meminum Milkshake miliknya.
"Mhmm aku yang sebelum bertemu dengan Master mengalami luka yang berat dan aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, sampai aku mendengar dari seseorang yang lewat kalo kamu bisa mendapatkan perlakuan spesial jika jadi adik seseorang."
Ophis polos banget!
"Itu sebabnya Ophis-chan jadi seperti Ibitsu dan menanyakan tentang adik kepadaku?" Naruto menepuk jidatnya.
Yare, yare.
"Dan soal lukanya apa itu masih sakit?" Ophis bilang kalo dia menderita luka berat saat melawan Great Red, Naruto sendiri tidak tahu mahluk apa itu yang jelas dia pasti sangat kuat
"Sekarang sudah tidak terasa lagi, Master terima kasih." Ophis tersenyum dan entah kenapa senyuman itu membuat Naruto salah tingkah.
Setelah selesai makan Ophis dan Naruto pulang, saat ini mereka ada didalam kereta.
"Hei Master, aku mungkin akan diincar oleh salah satu Fraksi." Ophis tertunduk sedih.
"Alasannya?" Naruto mengelus kepala Ophis.
"Karena aku adalah salah satu Naga terkuat, kemungkinan mereka akan mengincarku untuk memanfaatkan kekuatanku. Master mungkin akan dalam masalah." Ophis melihat kearah Naruto, namun Naruto hanya tersenyum.
"Jangan memikirkan sesuatu yang belum tentu terjadi, pikirkan saja hal yang sedang terjadi saat ini." Naruto berusaha untuk membuat kata-kata yang keren tapi sepertinya gagal.
"Ah, Ophis-chan bingung ya? lagian kalo aku dalam masalah Ophis-chan yang Naga terkuat pasti akan menolongku, kan?" Naruto tersenyum kembali, Naruto sudah yakin Ophis itu kuat. Yah walaupun sebenarnya dirinya sendiri tidak ingin kena masalah yang akan membahayakan nyawanya suatu saat nanti.
Ophis pun menyenderkan kepalanya ke bahu Naruto. Ophis sudah cukup bahagia hidup damai disini sebagai seorang Maid, tapi..
"Master kamu bau bawang." Ophis pun menjauh sambil menutup hidungnya.
"Ophis-chan kamu merusak suasana." Naruto menepuk keningnya.
Yare, yare.
Tbc. To Be Countinue.
Yo, ketemu lagi kita maaf kalo chapter ini aneh, ini chapter spesial sebelum nanti di Pemancingan Ebisu. Maaf kalo masih ada kesalahan, gaje atau komedinya garing. saya akan terus memperbaiki diri.
Makasih yang udah mau Review, Fav dan Foll. Saya senang banget terus dukung saya ya.
#DirumahAja.
