Disclaimer: Bukan punya saya.


Warning: Gaje, Bahasa tidak baku, OOC, Typo, AR, AU, Fic pertama


Summary: Naruto seorang siswa Konoha Highschool pada suatu hari sepulang dari kegiatan klub bertemu seorang gadis yang yang berdiri di tiang lampu sendirian sambil melihat toko Hamburger, ternyata pertemuan Naruto dengan gadis itu malah membuat dia dalam masalah yang berbahaya bagi jantungnya.


Hari ini seperti yang telah dijanjikan Naruto akan bertemu dengan anggota Akatsuki yang lain di Ichiraku Ramen Naruto dan Ophis kini sedang menuju kesana. Ophis yang sekarang mengenakan baju yang dibeli Naruto kemarin malam nampak senang dan antusias sekali baju yang Ophis kenakan adalah baju lengan panjang berwarna hitam dan sweater ungu Ophis juga mengenakan topi baret berwarna ungu dan rok mini dengan hiasan gambar hati kecil.

"Syukurlah Ophis-chan suka sama baju itu, akan merepotkan jika kamu tetap pakai baju maid." Ucap Naruto sambil melihat kearah Ophis yang matanya berbinar-binar.

"Ohh!" Balas Ophis sambil mengepalkan tangannya.

Naruto sekarang menggunakan pakaian sweater orange dan celana panjang berwarna hitam, dia juga tidak mungkin mengenakan seragam KHS di hari libur, kan?

Dari kejauhan Naruto melihat sosok Sakura bersandar di tiang listrik pinggir Ichiraku Ramen sambil mendengarkan musik dia mengenakan hoodie berwarna pink dengan celana training berwarna abu-abu.

Sakura yang sadar dengan ke datangan Naruto melepaskan Headsetnya.

"Yo, Sakura maaf lama baru kamu saja, kah yang datang?" Naruto menyapa Sakura.

Sakura berlari kecil menghampiri Naruto dan Ophis.

"Yo, Sasuke dan Sai masih belum kelihatan ya Sai sendiri bilang kalo rumahnya agak jauh dari sini." Sakura tersenyum sambil melambaikan tangannya.

Tapi pandangan Sakura kemudian teralihkan ke Ophis.

"Uwah ini gadis yang kemarin!" Sakura terkejut dan memeluk Ophis gemas.

Sementara Ophis yang tidak senang dipeluk Sakura mengeluarkan aura ketidaksukaan yang jelas.

"Bisakah kau berhenti memelukku?" Ophis cemberut.

"Oh maaf kalo begitu habis kamu lucu." Sakura tersenyum.

Naruto hanya terkekeh melihat tingkah Ophis dan Sakura.

"Hoi! maaf lama bingung milih baju." Sasuke yang terlihat berlari dari kejauhan melambaikan tangannya.

"Ah, Afwaan-Afwaan bingung milih baju." Sasuke menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal, saat ini dia menggunakan kemeja kotak-kotak tanpa dikancing sehingga baju kaos berwanra putih bertuliskan No Waifu No Laifu terlihat.

"Dapet dari mana salam sama baju itu? dasar maniak!" Naruto bingung Sasuke bilang dia kebingungan memilih baju tapi dari sekian banyak baju normal yang kemungkinan dimiliki Sasuke kenapa dia harus memilih baju begitu?

Yare, yare.

"Oh berarti tinggal Sai ya?" Sasuke tidak menjawab pertanyaan Naruto justru dia melontarkan pertanyaan lagi.

"Jangan mengalihkan pembicaraan Sasuke!" Naruto kesal.

"Sai bilang rumahnya agak jauh dari sini sih."

"Dicuekin!"

"Sabar Master." Ophis menepuk punggung Naruto bermaksud menghibur.

"Aku tahu Ophis-chan bermaksud menghiburku tapi kalo kamu mengatakannya dengan datar begitu entah kenapa aku tidak merasakan apa-apa."

Saat ini semuanya sudah berkumpul kecuali Sai entah apa yang akan mereka lakukan di Pemancingan Ebisu nanti Naruto sendiri tidak tahu namun dia berharap kali ini tidak ada hal aneh yang terjadi.

"Hei itu Sai!" Sakura menunjuk kedepan disana terlihat bayangan seseorang yang tengah berlari bayangan itu adalah milik Sai.

"Terlambat! terlambat!" Sai berlari sambil menggigit roti lapis apa dia lagi meniru adegan di Manga ya? lagian adegan itu harusnya dilakukan ketika hendak berangkat ke sekolah dan bukan ketika ingin pergi memancing itu yang Naruto pikirkan.

"Hoii stopp! kampret!" Naruto meneriaki Sai agar berhenti tapi Sai tidak peduli dan terus berlari.

"Eh" Sai tiba-tiba tersandung dan jatuh tersungkur.

"Saii!!" Teriak semuanya kecuali Ophis.

Mereka semua pun segera menghampiri Sai.

"Oi kau tidak apa-apa?" Tanya Naruto.

"Enggak apa-apa." Balas Sai sambil tersenyum.

Walaupun Sai berkata seperti itu tapi diwajahnya banyak sekali lecet dan giginya juga ada yang copot.

"Enggak apa-apa gimana bonyok gitu." Sasuke membantu Sai untuk berdiri.

"Lagian ngapain lari sambil gigit roti emangnya kamu Heroine di Manga, kah?" Tanya Sakura.

"Iya tapi aku nyoba kebalikannya tapi ternyata malah jatuh."

"Adegan yang klise sekali ya." Cuek Ophis

Biasanya ketika sang Heroine telat berangkat sekolah dan berlari sambil menggigit sarapannya yang untungnya bukan Kari atau Ramen dia akan menabrak sang MC dan itulah awal kisah rom-com mereka akan dimulai.

"Makasih penjelasan yang buang-buang waktunya Sasuke."

"Naruto kau mau aku tonjok, kah?"

"Tunggu teman-teman sebaiknya kita rawat dulu luka Sai." Sakura menenangkan Sasuke dan Naruto.

"Itu sih diludahi juga sembuh."

"Eh? kayaknya enggak deh." Sakura memasang wajah rumit ketika Ophis mengatakan hal itu.


Saat ini Naruto dan kawan-kawan memutuskan untuk merawat luka Sai sekaligus makan siang di Ichiraku Ramen.

"Selamat datang!"

Dari dalam Ichiraku Ramen sang pemilik toko paman Teuchi dan anaknya Ayame menyambut mereka dengan senyum.

"Eh?!"

Tapi mereka semua terkejut ketika melihat Sai yang dibopong oleh Naruto dan Sasuke.

"Yo! Paman apa kamu punya kotak PKK?"

"Yang bener itu P3K Sakura."

Naruto membenarkan perkataan Sakura sambil menarik kursi untuk duduk.

"Ah, ya ada sih tunggu sebentar!"

Ayame segera berlari ke belakang mengambil kotak P3K.

"Kenapa sama itu bocah?" Teuchi bertanya.

"Oh biasa anak muda banyak tenaga tadi dia lari-larian terus kesandung."

Naruto sendiri terakhir dia jatuh adalah saat di sekolah dasar ketika sekolahnya tengah mengadakan lomba lari.

"Bukankah terakhir kita jatuh itu saat masih disekolah dasar?"

Tanpa diduga Sakura mengatakan sesuatu yang hampir mirip dengan apa yang Naruto pikirkan.

"Sakura kau itu Esper, kah?"

"Hah? apa itu?"

Sakura memiringkan kepalanya bingung dan Naruto juga bodoh karena telah menanyakan itu.

"Hah lupakan itu."

Naruto menghela nafasnya jika Sakura itu benar Esper berarti Sasuke itu Penjelajah Waktu dan Sai itu Alien?

"Ohh, maaf menunggu pesanan datang!"

Ayame datang dengan membawa P3K dan juga lima porsi Ramen yang entah kapan mereka pesan.

"Eh kami belum menentukan pesanan!"

Sakura terkejut dan lebih terkejut lagi karena melihat Ramen yang diatas nampan, karena itu adalah Ramen Jumbo yang biasa Sakura, Naruto dan Sasuke pesan sejak masih SMP dulu.

"Kalian adalah pelanggan setia kami tentu kami ingat menu favorit kalian, tapi beberapa hari ini kalian jarang berkunjung kemari dan itu membuatku sedikit khawatir kalau masakanku mungkin sudah tidak sesuai dengan selera kalian."

Paman Teuchi muncul sambil tersenyum. Memang beberapa hari ini sejak mereka naik ke kelas dua Naruto dan yang lain jarang berkunjung kesini karena kesibukan masing-masing dan kegiatan klub tidak jelas ini.. Maksudnya Akatsuki.

"Semenjak kami naik ke kelas dua kesibukan kami menjadi meningkat."

Sasuke juga ingat dulu dia dan Naruto sering mengadakan lomba makan siapa yang paling cepat habis dia yang menang, namun hal itu tidak mereka lakukan lagi karena setiap selesai lomba perut mereka akan merasakan sakit.

"Kamu kenapa Sasuke?"

Naruto bertanya ke Sasuke yang memegang perutnya dengan ekspresi yang rumit.

"Eh ah tidak aku hanya ingat kenangan pahit" jawabannya

Sementara yang lain tengah bernostalgia Sai hanya menahan tangis.

"Btw ini luka lecet gua kapan diobatin."

Sai mengatakan itu dengan suara pelan seperti bisikan.

Ophis yang mendengar itu langsung mengambil kotak P3K dari Ayame dan kemudian duduk disebelah Sai.

"Sini aku obatin."

Ophis mengambil kapas dan menuangkan sedikit obat kemudian dia perlahan membersihkan lutut Sai, mungkin bagi orang lain yang melihat akan biasa saja tapi dari sudut pandangan Sai Ophis terlihat begitu berkilau dan mempesona membuat dadanya dag-dig-dug.

Kyahhh~ Enggak sia-sia baca Manga dari malam sampai pagi buat cari referensi cari jodoh, Itu yang sekarang Sai pikirkan.

Tapi tidak seperti Sai Ophis terlihat biasa aja.

Dan setelah Ophis selesai membersihkan luka Sai semua anggota Akatsuki langsung menyantap Ramen yang sudah dibawa Ayame.

"Tapi Ayame-san kenapa kamu juga membawakan kami menu yang sama seperti Naruto-san dan yang lainnya, Aku dan Ophis-san, kan bukan pelanggan setia?"

Sai menanyakan itu ke Ayame tapi dia sendiri sudah tahu jawabannya.. mungkin itu agar dia tahu rasa dari Ramen yang difavoritkan teman-temannya.

"Tentu kamu sudah tahu jawabannya, kan?"

Sai hanya mengganggu tanda mengerti dan dengan perlahan mulai memakan Ramennya tanpa Sai sadari dirinya tersenyum.

Ayame yang melihat itu pun ikut tersenyum dia bersyukur karena Sai menyukai Ramen buatan ayahnya.


Setelah selesai makan Ramen dan mengobati luka Sai, Naruto dan yang lain melanjutkan tujuan mereka untuk pergi memancing, tapi sebelum mereka pergi Teuchi tiba-tiba memanggil mereka.

"Hei bocah-bocah jangan lupa untuk mampir lagi ya!"

Teuchi mengatakan itu sambil tersenyum dan melambai kearah anggota Akatsuki dan Ophis yang mulai berjalan sambil membalas lambaian tangan dari Teuchi.

"Tentu kami akan datang lagi!"

Naruto mengatakan itu sambil tersenyum kearah Teuchi dan yang lain juga ikut tersenyum.

Pemancing Ebisu berada dipinggiran kota Konoha yang banyak terdapat sungai indah saat ini Naruto tengah berjalan sambil melihat kearah sungai yang ada disebelah kirinya, mengalir dengan indah tanpa adanya limbah apapun sungguh saat bersih, warga kota Konoha memang sangat memperhatikan kebersihan lingkungan dan juga sangat ketat dalam aturan penggunaan plastik.

"Ahh.. Konoha memang indah wajar saja banyak orang yang ingin pindah kesini."

Kota yang masih hijau dan penuh dengan udara segar itulah Konoha.

"Tentu kota ini sangat pas bagi mereka yang ingin melepaskan stres ya mungkin ayahku bersyukur karena pindah tugas disini."

Sai merapihkan rambutnya yang tertiup angin sambil tersenyum.

Namun ada salah satu dari mereka yang terdiam dia adalah Ophis. Saat dia mendengar tempat yang indah dan terdapat sungai yang indah hal yang muncul dibenak Ophis adalah sebuah desa kecil di dunianya, desa tempat awal Ophis datang dari Celah Dimensi.. Desa Rulid.

Desa itu sangat indah dan penuh dengan penduduk yang baik dan perhatian saat Ophis disana dia merasa sangat bahagia tapi ketika dia berniat mengunjungi desa itu lagi hal yang tersisa hanyalah tanah tandus yang dipenuhi oleh mayat.

Ophis mengepalkan tangannya dengan keras karena emosi.

"Maafkan aku, sekarang aku justru lepas tanggung jawab dan memilih kabur ke sini."

Ophis pun menangis dan berusaha agar tidak mengeluarkan suara agar tidak ada yang mendengarnya.

Setiap orang pasti punya rahasia dan tentu Ophis juga punya.


"Gede!"

Sakura berteriak terkejut ketika melihat sebuah gerbang besar berwarna biru bertuliskan EBISU dengan ukuran yang besarnya bukan main.

"Entah bagaimana mengatakannya.. ini terlibat begitu mencolok."

Naruto berpikir orang kaya macam apa yang repot-repot bikin ginian.

Dan ketika gerbang terbuka terdapat sebuah musik mirip seperti BGM dari game online RPG.

"Kita masuk kesini enggak bakalan nyasar ke Isekai, kan?"

Sasuke merasakan perasaan aneh ketika mendengar BGM dari game yang dimainkan tadi malam dipasang di sebuah pemancingan. Tentu saja siapa orang bodoh yang mau memasang BGM game online di pemancingan.

Mereka semua berjalan masuk dengan perlahan dan disana mereka disambut oleh laki-laki berkacamata hitam dan dia adalah..

"Halo selamat datang di Pemancingan Ebisu!"

Orang itu membungkuk hormat.

"Aku adalah pengurus sekaligus pemilik dari Pemancingan ini Ebisu."

Pemilik Pemancingan Ebisu ini ternyata orang yang sangat nyetrik selain kacamata hitam dia juga mengenakan pakaian berwarna hitam.. bentar ini orang mau ngelayat?

Yare, yare.

Naruto dan yang lainnya diajak berkeliling Pemancingan Ebisu dan ternyata ditempat ini juga ada wahana hiburan seperti Kincir ria, Go-kart dan bahkan bioskop.

"Bentar ini tempat beneran Pemancingan, kan? bukan taman hiburan?"

Naruto sangat heran jika tempat ini memiliki banyak wahana permainan kenapa tidak ganti nama jadi Taman hiburan Ebisu dan bukan Pemancingan Ebisu tempat ini jauh dari kata tempat untuk memancing!

"Tentu ini pemancingan wahana permainan itu hanya untuk penghasilan tambahan, para pemancing sering kesini dengan keluarga mereka jadi wahana ini dibuat untuk anak-anak yang bosan menunggu orang tua mereka yang memancing."

Ebisu ini ternyata cerdas juga mencari pulang bisnis selain tempat memancing ternyata disini juga bisa sekalian untuk rekreasi.

"Tunggu Ebisu-san aku ada pertanyaan ini tentang ikan legendaris itu!"

Kalo Sai tidak mengatakan itu mungkin Naruto dan yang lain akan lupa dengan tujuan mereka datang kesini.

"Ohh jadi kalian mengetahui itu ya! jenis ikan itu adalah lele dan menurut yang pernah memakannya rasanya sangat enak dan bikin ketagihan."

Ebisu membetulkan kacamatanya yang sedikit turun sembari menjawab pertanyaan Sai.

"Apakah Ebisu-san sendiri pernah memakannya?"

"Oh tentu saja pernah."

Apakah benar seenak itu? Naruto sendiri tidak mempercayainya.

Dan setelah itu Ebisu mengajak Naruto dan yang lain pergi menuju tempat dimana mereka bisa mendapatkan ikan legendaris itu.


Halo semua Musafir Kuburan kembali lagi dengan fanfic Yare, yare Naruto-kun. makasih buat kalian yang mungkin nunggu update dan mohon maaf juga kalo masih banyak kesalahan saya akan berusaha lebih baik lagi.

Jangan lupa Review, Fav dan Follnya.

Terima Kasih.