Disclaimer: Bukan punya saya.


Warning: Gaje, Bahasa tidak baku, OOC, Typo, AR, AU, Fic pertama


Summary: Naruto seorang siswa Konoha Highschool pada suatu hari sepulang dari kegiatan klub bertemu seorang gadis yang yang berdiri di tiang lampu sendirian sambil melihat toko Hamburger, ternyata pertemuan Naruto dengan gadis itu malah membuat dia dalam masalah yang berbahaya bagi jantungnya.


Ebisu yang mengatakan akan membawa Naruto dan yang lain ketempat dimana mereka bisa memancing ikan legendaris menuntut mereka sampai kesebuah tempat yang dikelilingi pohon-pohon tinggi dan terdapat sebuah gerbang tua yang terbuat dari kayu yang sudah penuh dengan lumut.

"Jadi setelah kita lewat sini kita akan sampai ketempat memancing." Kata Ebisu

"Ini Pemancingan beneran unik." Kata Sakura

Tentu saja unik Pemancingan mana yang punya wahana seperti taman hiburan.

Yare-yare.

Naruto melihat kearah gerbang kayu itu pandangannya tertarik kesebuah ukiran yang ada di gerbang itu.

"Ebisu-san ukiran yang ada di gerbang itu apa ya?" Tanya Naruto

"Oh, benar kalau diperhatikan baik-baik memang ada sesuatu ukiran itu, meskipun sedikit pudar karena lumut." Kata Sai.

"Oh, ukiran itu adalah menceritakan tentang asal-usul Pemancingan ini." Kata Ebisu.

"Pemancingan pake punya asal-usul segala, lagian ini Pemancingan emang udah aneh sih." Kata Ophis yang sedang jongkok sambil memainkan semut dengan ranting kayu yang tadi dia pungut di tanah.

"Ophis-chan itu kotor jangan main tanah!" Sakura marah melihat Ophis yang main dengan semut.

"Itu benar Ophis-chan nanti kamu cacingan." Kata Naruto

"Jangan khawatir nanti aku cuci tangan." Kata Ophis cuek.

"Ehem, maaf tapi apa gada yang penasaran sama asal-usul Pemancingan ini yang tadi dikatakan Ebisu-san?" Sasuke yang merasa percakapan tadi tidak penting angkat bicara.

"Enggak!" Kata mereka kompak.

Perkataan mereka itu membuat hati Ebisu seolah tertancap oleh ribuan kunai mata tiga.

"Geh! kita, kan lagi mencari misteri yang ada disini."

"Yang dikatakan Sasuke-san itu benar dibuku panduan ini yang dilengkapi dengan peta, penjelasan area sekitar dan rekomendasi tempat tidak dijelaskan apapun mengenai asal-usul Pemancingan ini." Sai yang dari tadi diam ternyata tengah membaca buku panduan yang dia dapatkan entah dari mana.

"Kalau dipikir-pikir tujuan kita emang buat nyari hal yang aneh di Pemancingan ini, kan?" Kata Sakura.

"Sebenarnya sih cuma tentang ikan itu aja, kalau kita tahu mungkin nanti bisa ditulis dilaporan." Kata Sai.

"Laporan? laporan buat apa?" Tanya Naruto.

"Kita, kan kalau ada kegiatan klub diluar sekolah kita harus bikin laporan tentang kita ngapain aja selama kegiatan klub berlangsung buat dikasih ke guru pembimbing." Jawab Sai.

"Tunggu, klub kita punya guru pembimbing?" Bingung Naruto.

"Setiap klub, kan wajib ada guru pembimbingnya." Kata Sasuke.

"Lah baru tahu, tapi guru pembimbing kita siapa aku gak pernah lihat dia ada di klub, terus gak ada yang ngasih tahu juga." Naruto yang selama ini mengira Akatsuki itu adalah klub yang ilegal terkejut dengan apa yang dikatakan Sasuke.

"Aku juga baru tahu waktu pas kemarin aku ketemu sama anggota Akatsuki yang namanya kalau enggak salah namanya Hidan-san dia bilang kita harus bikin laporan untuk kegiatan klub buat dikasih ke guru pembimbing yang namanya Hatake Kakashi." Kata Sai

Ebisu yang merasa tidak dianggap menguap dengan bosan sambil mengendorkan ikat pinggangnya dan kemudian memasukkan tangannya kedalam celana merogoh sesuatu yang sedikit menonjol dan menariknya keluar.

"Pantesan dicari kemana-kemana gak ketemu tahunya nyangkut disitu." Benda itu bulat sedikit panjang dengan warna kecoklatan.

"Stick coklat kemarin." Ebisu kemudian memakannya dengan cuek dan tidak sadar kalau Ophis melihatnya dengan tatapan jijik.

'Buset bisa nyangkut disitu gimana ceritanya' Pikir Ophis.

"Hei kalian anak muda jadi gimana mau denger cerita asal-usulnya enggak?" Ebisu menjilat tangannya bekas stick coklat tadi.

"Oke, kita dengerin aja dulu jadi yang tugas buat bikin laporan kamu Sai?" Tanya Sakura.

"Iya lagian Sasuke-san keliatannya enggak bakalan mau."

"nThul BnGet." Sasuke menjawab dengan sedikit alay.

"Ophis-chan kamu kenapa kaya orang nahan muntah gitu?" Tanya Naruto ke Ophis.

"Enggak apa-apa." Ophis tidak mungkin mengatakan apa yang baru aja dia lihat kepada Naruto, lebih tepatnya mungkin lebih baik Naruto tidak tahu.

"Ukiran di gerbang ini sudah ada sejak zaman leluhurku, mereka yang pertama kali menemukan tempat ini dan dikatakan pada saat itu mereka melihat mahluk besar dengan kumis panjang, badan berwarna hitam tengah mandi disungai yang ada didepan sana, awalnya mereka mengira itu adalah dewa penunggu sungai atau sesuatu semacam itu tapi itu hanyalah legenda yang dikatakan orang zaman dahulu. Dan kemudian ada seorang pemancing yang dapat ikan besar yang mirip seperti lele mungkin spesies inilah yang dulu dilihat leluhurku." Kata Ebisu.

"Beneran enggak apa-apa makan ikan itu, kalau ada legenda kayak gini?" Tanya Naruto yah Naruto juga tidak ingin mendapat nasib buruk karena makan ikan kramat.

Yare-yare.

"Jangan khawatir itu hanya ikan." Kata Ebisu sambil membuka gerbang itu dan menyuruh Naruto dan yang lain mengikutinya.

Tempat memancing ini adalah sungai dengan arus yang sangat pelan dan dipinggir sungai ini terdapat banyak pohon tinggi dibawah pohon-pohon itu terdapat pemancing yang tengah berteduh sambil mengobrol.

"Tempat yang indah." Kata Ophis

"Nah, jadi silakan kalian pergi memancing aku akan mengawasi kalian dari kejauhan." Ebisu perlahan menghilang kedalam rimbunnya pepohonan.

"Dia orang yang tidak biasa ya." Kata Sai.

"Yah, tidak terduga juga." Ophis berusaha melupakan hal yang dia liat di gerbang tadi.

Yare-yare.

Ophis dan Sakura saat ini tengah duduk dipinggir sungai sambil memegang pancingan tadi mereka sewa.

"Hei, Ophis-chan ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu."

"Apa itu?"

"Bagaimana pendapatmu tentang Naruto?"

"Apanya bagaimana sifatnya?"

"Tidak maksudku kamu jalan dengan dia, kan saat kita secara tidak sengaja bertemu saat aku kerja paruh waktu di Mcrongnalds."

"Iya aku dan Master saat itu tengah belanja pakaian." Ophis sama sekali tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Sakura apa sebegitu anehnya melihat seorang Maid tengah berjalan bersamanya Masternya.

"Jadi kamu suka padanya atau kamu punya alasan lain?"

Entah kenapa Ophis tiba-tiba merasa kalau hawa disekitarnya berubah dia melihat kalau air disekitar Sakura bederak dengan tidak wajar.

"Aku tanya kepadamu sekali lagi dewa naga Ophis apa alasanmu mendekati Naruto."Perkataan Sakura sedikit ditekan dan hawa mengerikan yang mulai keluar.

Ophis yang terkejut karena Sakura mengetahui identitas aslinya langsung melompat menjauh, wajah Sakura tertutup rambutnya sehingga Ophis tidak bisa melihat wajahnya.

Ini bukan Sakura yang asli itu yang dia pikirkan selama ini dia telah ditipu dengan aura yang mirip dengan Sakura asli dia sungguh sudah lengah dan sejak kapan Sakura palsu ini menyusup Ophis tidak tahu.

"Kamu bukan Sakura yang asli, kan katakan padaku dimana Sakura yang asli dan apa tujuanmu menyamar." Kata Ophis tenang.

"Palsu? Aku selalu aku dari awal kita bertemu." Sakura berdiri dan menatap Ophis dengan tajam.

"Apa yang kamu katakan siapa kamu sebenarnya jika kamu berasal dari dunia sana tidak mungkin aku melupakan auramu."

"Hahah, kita memang pertama bertemu saat aku kerja di Mcrongnalds dan ini kedua kalinya kita bertemu tidak mungkin kamu lupa."

Kalau Ophis bertarung dengan Sakura ditempat ramai ini akan berbahaya bagi pengunjung yang lain dan mungkin itu akan menyebabkan masalah dengan Masternya nanti dan dia juga masih tidak tahu sebenarnya Sakura mahluk apa.

"Barusan kamu berpikir akan berbahaya bagi pengunjung lain dan mungkin akan menyebabkan masalah untuk Naruto, kan? tentang saja lihat sekelilingmu."

"Apa Manipulasi Ruang-Waktu." Langit berubah menjadi gelap dan orang yang tadi ramai disini juga menghilang entah kemana.

"Sakura aku semakin bertanya mahluk apa kamu sebenarnya!" Mata Ophis sudah berubah mirip seperti mata kadal berwarna hijau.

"Harusnya aku yang bertanya mau apa mahluk sekelas dirimu ada disini bersama dengan temanku?" Punya tanda seperti wajik di dahi Sakura, tanda itu perlahan menyebar keseluruhan tubuhnya seperti tato.

"Aku.. tidak bisa mengatakannya!" Lengan Ophis sudah dipenuhi dengan sisik dan juga kuku tajam yang siap merobek Sakura.

"Asal kamu tahu saja, Para Pembersih atau biasa disebut Penjaga dunia ini sudah memperhatikanmu sejak awal kamu datang kesini."

"Apa itu Para Pembersih?" Tanya Ophis.

"Mereka bertugas membersihkan mahluk sepertimu dan mereka selalu berada di dekatmu, kamu tahu alasan kenapa aku menyuruh laki-laki memancing terpisah?"

"Tunggu jangan bilang! Sai dan Sasuke juga mereka mahluk sepertimu kamu sengaja memisahkan aku dengan Master!"

"Aku tidak ingin mendengar hal itu darimu aku dan mereka itu manusia, mereka ikut campur atau tidaknya aku tidak bisa memberi tahumu." Sakura tersenyum jahat.

"Sial!" Ophis langsung melompat untuk menghancurkan sihir Sakura.

Ophis harus segera menghancurkan sihir ini dan melihat kondisi Masternya itulah yang dia pikirkan.

Tapi sebelum Ophis sampai dia sudah dihalangi oleh Sakura.

"Kamu lupa? aku bisa membaca pikiran!" Sakura langsung meninju Ophis.

"Ngeh!" Ophis menahannya tapi tinju Sakura terasa sangat berat.

"Aku dengar kekuatanmu berkurang ternyata itu benar."

Dugh!

Sakura menendang Ophis hingga jatuh terkapar.

"Kalau kamu sedang Full power mungkin aku yang akan kalah." Sakura berjalan mendekati Ophis.

"Sial, aku tidak pernah menganggu kalian bukan kenapa kalian mengangguku aku hanya ingin hidup tenang dengan Naruto!"

"Itu sudah tugasku dan aku bertanya sekali lagi apa tujuanmu datang kemari dan mendekati Naruto?"

"Bukankah sudahku bilang untuk hidup tenang." Ophis bangun sambil membersihkan debu yang ada di pakaiannya.

"Omong koso-Geh!" Sebelum Sakura menyelesaikan perkataannya Ophis sudah bergerak dengan cepat untuk menusuk Sakura tepat di jantungnya.

"Kamu memang teman dari Masterku tapi jika itu membahayakan terpaksa aku harus membunuhmu." Bisik Ophis pelan ditelinga Sakura.

"O-Ophis-chan..."

Ophis melepas lengannya yang menancap di dada Sakura saat dia mencabut tangannya tubuh Sakura pun jatuh.

"Kekuatanku memang belum pulih tapi jangan remehkan.."

Duaarggh

Ophis terpental ke sebrang sungai hingga merobohkan beberapa pohon.

"Kau pikir aku akan mati! kamu terlalu meremehkanku!" Sakura berdiri dengan badannya yang penuh darah dan lobang besar di dadanya.

"Sakura.. kamu sebenarnya apa.." Ophis terkejut melihat Sakura masih hidup setelah jantungnya ditusuk oleh Ophis.

"Aku? Eh Aku?" Sakura terlihat seperti orang linglung dan berjalan sempoyongan.

"Aku adalah.."

Pohon besar jatuh dengan keras sehingga membuat suara Sakura tidak jelas tapi karena pendengaran Ophis tajam dia bisa mendengar apa yang Sakura katakan.

"Kamu sungguh berbahaya Sakura." Mata Ophis semakin tajam batu-batu disekitarnya berterbangan karena energi yang meluap dari Ophis.

"Bahkan aku tahu kekuatan terpendam Naruto.." Sakura tersenyum mengejek.

Blizzzt!

Ophis langsung menerjang kearah Sakura dengan tubuhnya yang diselimuti aura hijau yang berbentuk seperti petir.

"Seram!" Sakura berhasil menahan serangan Ophis tapi tanah yang dia pijak menjadi hancur.

Efek kekuatan Sakura dan Ophis yang saling bertabrakan menciptakan gelombang energi yang begitu kuat sehingga membuat sekeliling mereka hancur.

To Be Countinue: Chapter besok Datangnya Masalah.


Tambahan:

Sementara itu Naruto, Sasuke dan Sai

Sasuke tengah memancing dengan tenang melihat umpannya seolah dimakan oleh sesuatu dia langsung menariknya tapi ikan itu melawan dengan kuat.

"Uwoohh!" Sasuke berhasil mendapatkan ikan dan menaruhnya di ember.

"Lumayan juga Sasuke ya." Naruto datang sambil membawa sember penuh ikan.

"Wuiih, mantap pesta kita!"

"Woiyadong."

Saat mereka tengah asyik menghitung ikan Sai datang dengan wajah tersenyum.

"Ada apa Sai kamu nampak bahagia?" Tanya Naruto

"Kamu dapet ikan legendaris itu?" Tanya Sasuke.

"Hmph! aku dapat yang lebih berharga dari itu aku dapat harta karun!" Teriak Sai membuat pemancing lain menatap mereka.

"Hah? apaan?" Penasaran Naruto.

"Paling benda aneh." Sasuke malas.

"Kalian akan terkejut aku dapet ini las mancing!" Sai mengeluarkan sesuatu yang bersinar dari embernya.

"K-Kain putih ini!" Naruto terkejut.

"P-Pita pink itu tidak mungkin ini, kan!" Sasuke mengepalkan tangannya.

"Itu mah sempak cewek goblokk! harta karuan dari mana!" Sasuke menampar Sai.

"Mafff~" Karena ditampar Sasuke perkataan maaf Sai menjadi tidak jelas.

"Ano, maaf mengganggu tapi benda itu miliku."

"Eh?"

Saat mereka tengah bertengkar tiba-tiba ada seseorang gadis yang datang, dia memiliki rambut hitam panjang dia memakai gaun berwarna hitam dengan tas kucing hitam dengan hiasan pita merah.

"Anu, benda itu miliku." Gadis itu menunjuk kearah celana dalam yang dipegang oleh Sai.

Sai tiba-tiba merasakan tatapan tidak enak dari Naruto dan Sasuke.

"Apa?" Tanya Sai polos.

"Lu ngambil ini pas masih sama dipake sama orangnya cuk!" Naruto langsung mencengkram kerah baju Sai.

"Ehh kagak! pas lagi mancing ada yang nyangkut gua kira ikan tahunya ini!" Bela Sai.

"Bohong, kan ini yang punya sampai nyariin!" Teriak Sasuke.

"Fufufu.. maaf Nyaa~ bisa tolong kembalikan disini sedikit berangin."

"Eh maaf." Sai langsung memberikannya

"Maaf!" Naruto dan yang lain langsung membungkuk.

"Tidak masalah tadi aku sedang melakukan hal yang tidak bisa dikatakan jadi celana dalamku hanyut."

"Apaa! hal yang tidak bisa dikatakan!" Kompak Naruto.

"Fufufu.. Maaf Nyaa perkenalan aku Kuroka salam kenal Nyaa..~" Gadis itu membungkuk.

"Ah, iya kami—"

"Aku sudah tahu Nyaa.."

"Nyaa?" bingung Sai

"Ah, maaf aku sudah kenal kalian karena tadi berterik dan Nyaa itu hanya kebiasaanku Nyaa." Kata Kurok

Setelah mengatakan perpisahan gadis itu pergi begitu saja.

"Gadis misterius." Kata Naruto


Yo, Musafir Kuburan disini eh ya saya ganti nama jadi Kian Kentang tapi kenapa Kian Kentang? soalnya hape saya kemarin rusak dan belum beres diservis jadi saya pake hape lama saya. Maaf kalau lama ga update dan maaf juga kalau chapter ini jelek, masih banyak typo atau sulit untuk dimengerti tapi saya akan berusaha untuk terus menjadi lebih baik terima kasih.

Mulai kedepannya bakalan lebih serius nanti soal siapa Sakura dan Para Pembersih juga bakalan muncul.