Chapter 2
Disclaimer :
-Naruto : Masashi Kishimoto
-High School DxD : Iciei Ishibumi
Rate : M
Warning : typo,abal,gaje,lime,lemon( beberapa chapter kedepan)
Summary : Naruto Uzumaki, pahlawan Konoha yang telah mengalahkan Kaguya. Tapi ia harus menggorbankan dirinya dan terjebak didimensi lain untuk selama-lamanya. Dengan kekuatannya yang tidak sengaja tersegel, bagaimana cara Naruto mendamaikan dimensi barunya bersama teman iblisnya
.
.
Di sebuah ruang dimensi, terdapat dua makhluk yang sudah selesai latihan. Mereka berdiri berhadapan.
''Naruto, kekuatanmu sudah meningkat, bahkan kekuatanmu yang sekarang sudah melebihi kekuatanmu yang dulu. Terlebih lagi kau memiliki mata Sharingan pemberianku, itu membantumu untuk mendamaikan dimensi barumu," kata kakek tua kepada pemuda 17 tahun berambut pirang acak-acakan dengan poni yang menutupi mata kirinya dan memiliki tanda lahir seperti kumis kucing.(Bayangin aja Naruto mata kirinya tertutup rambut).
''Terima kasih, Kakek Rikuudo. Kau sudah membantuku mendapatkan kekuatanku kembali," ujar pemuda pirang yang bernama Naruto.
''Baiklah, Naruto, saatnya kau kembali. Kau sudah 100 tahun di sini.'' Perkataan Rikuudo membuat Naruto terkejut. 100 tahun itu sangatlah lama.
''A-apa?! 100 tahun? Ba-bagaimana bi—" Kata-kata Naruto terpotong oleh Rikuudo.
''Tenang, Naruto. 100 tahun di sini, itu sama saja satu tahun di dimensimu.'' Pernyataan Rikuudo hanya dibalas 'oh' oleh Naruto.
''Naruto, sebaiknya kau kembali ke duniamu dan lanjutkan pendidikanmu," ujar Rikuudo membuat Naruto bingung.
'Melanjutkan pendidikan? Aku kan sudah tidak bersekolah selama satu tahun, apa masih bisa diterima disekolah itu? Berarti jika aku melanjutkan pendidikanku, aku akan mengulang dari kelas awal,' batin Naruto.
''Tidak Naruto, walaupun kau tidak sekolah satu tahun, kau akan tetap naik kelas. Aku sudah mengurus semuanya. Tempat tinggalmu, sekolahmu, dan lain lagi.'' Seperti tau isi pikiran Naruto, Rikuudo memberitahu semuanya.
''Begitu. Sekali lagi, terima kasih. Baiklah aku pergi dulu.'' Naruto keluar dari dimensi buatan Rikuudo dengan lingkaran sihir polos tanpa corak.
SIINNGG
.
.
Sudah satu tahun Naruto meninggalkan Kiba dan yang lainnya. Rias mendapatkan anggota baru yang bernama Koneko Tojou. Ia merupakan seekor yokai Nekomata, berambut putih gaya bob, mengonsumsi bidak Rook, memiliki wajah datar namun kawaii dan bertubuh kecil. Ia paling tidak suka jika dirinya disebut pendek dan ia tidak suka orang mesum.
Di dalam sebuak gedung tua ala eropa, berkumpul makhluk yang disebut iblis. Lebih tepatnya iblis klan Geremory dan sitri.
''Sona? Kenapa kau datang ke sini ?'' tanya iblis sexy berambut merah bernama Rias Geremory. Kedatangan sahabtnya menjadi tanda tanya bagi Rias.
''Tidak apa-apa, hanya ingin memperkenalkan anggota baruku. Dia Saji.'' Sona memperkenalkan iblis barunya yang bernama Saji.
''Namaku Saji, mengonsumsi 4 bidak pion," kata Saji bangga karena merasa dirinya yang terbanyak mengonsumsi bidak.
''Jangan sombong dulu, Saji. Jika kau merasa kau yang terbanyak mengonsumsi bidak, maka kau salah besar. Issei, dialah yang terbanyak dengan mengonsumsi 8 bidak pion," jelas Sona membuat Saji terkejut.
''A-apaaa? Dia? Si mesum itu mengonsumsi 8 bidak pion? Itu tidak mungkin.'' Saji pundung di pojok ruangan dengan background warna hitam kelam. Sedangkan Issei, ia hanya menunjukkan senyum sombongnya karena dirinya yang terbanyak mengonsumsi bidak.
Tunggu dulu. Kenapa Issei mengonsumsi 8 bidak? Akan Author jelaskan.
Pada awalnya Issei hanya mengonsumsi 7 bidak pion saja. Tapi, karena Naruto keluar dari anggota iblis klan Geremory, Rias memasukkan pion Naruto ke dalam tubuh Issei, sehingga Issei mengonsumsi 8 pion. Begitulah mengapa Issei memiliki 8 bidak pion di dalam tubuhnya.
''Selamat, Sona. Kau sudah mendapat anggota baru lagi.'' Rias mengucapkan selamat kepada sahabatnya dari kecil.
''Em, terimakasih. Baiklah, Rias, kami kembali dulu keruang OSIS.''
Sona beserta anggotanya kembali ke ruang OSIS untuk mengurus berkas-berkas sekolah.
''Bochou, aku merasakan aura iblis liar di sebuah gedung tua. Bagaimana kalau kita pergi kesana ?'' usul Akeno.
''Baiklah. Ayo semua, kita basmi iblis liar sekarang.''
''Siaaap!'' perkataan Rias dibalas teriakan oleh Issei dan anggukan dari Koneko. Sedangkan Kiba, ia malas menanggapi perkataan orang yang telah menghianati sahabatnya. Jadi ia diam saja.
SIINNGG
Akeno menyiapkan lingkaran sihir yang menelan mereka semua.
.
.
Seorang pemuda berjalan menuju taman yang sedang sepi.
''Haah... Membosankan sekali, dattebayo.'' pemuda berambut pirang dengan mata kirinya tertutup poni sedang bingung ingin melakukan apa.
''Ah! Aku ingat. Di legenda dikatakan ada sebuah negeri Yokai. Yosh, kalau begit, aku akan pergi ke negeri Yokai, ttebayo.'' Naruto mencari tempat yang aman untuk pindah tempat. Bisa gawat jika ada manusia yang melihatnya melakukan hal aneh seperti itu.
''Mungkin aku akan mencoba jurus milik ayahku saja.''
''Hiraishin.''
SIINNGG
.
.
Naruto telah sampai ke negeri Yokai. Yah, walaupun berkali-kali salah tempat. Bahkan ia nyasar ke pemandian air panas khusus wanita, dan yang lebih gilanya ketika ada seorang wanita cantik mengajak Naruto mandi bersama. Dan akhirnya Naruto sampai di negeri Yokai, walaupun tidak sengaja. Bagaimana Naruto tau kalau ia sudah sampai di negeri Yokai? Itu karena Naruto dan Kurama merasaka aura Yokai di mana-mana.
'Hmm, indah juga alam di sini. Aku ingin melihat lebih jauh, jalan-jalan sebentar tidak masalahkan. Eh?..'' Ketika Naruto akan melangkahkan kaki untuk melihat alam sekitar, ia melihat sesuatu di depan sana. Kecil, rambut kuning, kawaii, menangis, ekor dan telinga rubah.
''Hiks...hiks...hiks...'' Manusi..ralat.. Seekor Yokai bertubuh mungil sedang menangis seperti kehilangan sesuatu.
Naruto mendekati Yokai kecil yang sedang menangis dengan langkah yang hampir tidak terdengar. Naruto memegang dan mengelus kepala Yokai kecil dengan halus, menyebabkan dengkuran keenakan keluar dari mulut Yokai kecil.
Merasakan ada elusan dikepalanya, Yokai itu mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa yang mengelusnya.
''Hei, kau tidak apa-apa.'' Pertanyaan Naruto hanya dibalas dengan diam oleh Yokai itu. Sang Yokai merasa asing dengan sosok yang berada didepannya, yang berciri rambut pirang acak dengan poni yang menutupi mata kirinya dan tanda lahir seperti kumis kucing dikedua pipinya.
''Ah, iya. Maaf, berbicara tanpa memperkenalkan diri. Namaku Naruto Uzumaki.''
Yokai berusia sekitar sembilan juga memperkenalkan dirinya.
''Kunou. Namaku Kunou.''
''Kenapa kau menangis Kunou-chan?''
''Aku tersesat, Kak," jawab Kunou yang ingin menangis lagi.
''Jangan menangis, Kunou-chan. Bagaimana kalau Kakak antar pulang? Walaupun Kakak tidak tau di mana rumahmu, tidak ada salahnya mencoba.''
Kunou masih ragu untuk ikut dengan orang yang baru dikenalnya. Tapi, merasakan aura Naruto yang menenangkan dan damai, Kunou menyetujui ajakan Naruto. Dan bersama Naruto, Kunou merasa lebih nyaman.
.
.
Entah berapa lama Naruto berjalan mencari rumah gadis itu. Suasana sudah hampir senja, dan mereka belum menemukan apa yang mereka cari.
Naruto terus berjalan tanpa arah, ia hanya mengikuti instingnya. Kini, di depannya, sebuah istana besar berdiri kokoh dengan apiknya.
''Kakak!'' seru Kunou girang.
''Ada apa Kunou?"
''Itu. Itu rumah Kunou.'' Naruto mengerti kenapa Kunou sangat senang tadi. Itu karena ia sudah menemukan rumahnya.
''Itu rumahmu? Baiklah, akan Kakak antarkan, ok?'' Kunou merasa senang bertemu orang baik seperti Naruto. Kunou juga merasa nyaman dengan Naruto semenjak di perjalan tadi.
''Kakak, terimakasih sudah mau mengantarkan Kunou," ujar gadis berkisaran 9 tahun itu.
''Ya, sama-sama.'' Naruto membalas ucapan terimakasih Kunou disertai senyuman yang membuat wajah Kunou memerah. Hadeeh, kecil-kecil sudah tau tersipu dengan lawan jenis. KidsJamanNow.
''Tunggu.!''
Datang tiga Yokai yang menghadang Naruto. Harimau, Elang, dan Serigala. Paling parahnya lagi, mereka berdiri seperti manusia.
''Ternyata kau yang menculik Kunou-sama," tuduh Elang menunjuk ke arah Naruto.
''Menculik? Tidak, justru aku ingin mengantar Kunou pulang.''
''Jangan bohong kau. Sudah, kalian berdua bawa pemuda itu ke hadapan Yasaka-sama."
Yokai Harimau dan Serigala membawa Naruto, dan Yokai Elang menggendong Kunou di punggungnya.
''E-eh! Apa-apaan ini? Lepaskan.'' Naruto mencoba memberontak dari kekangan Yokai yang menahannya.
Sebenarnya Naruto bisa saja melepaskan diri dengan mudah. Hanya saja inilah tujuan Naruto berkeliling di negeri Yokai, ingin bertemu dengan pemimpin para Yokai.
.
.
T.B.C
.
.
Hai minna-san, ketemu lagi dengan Author yang super ngeselin. Bagaimana pendapat kalian tentang fic saya ini ? Dan saya akan membuat harem Naruto lebih dominan loli, contohnya seperti Konou. Tenang saja Author tidak akan memasukkan Sona kedalam harem Naruto(walaupun sebenarnya ingin). Dan akan Author beri bocoran sedikit, Koneko dan Ophis akan masuk harem Naruto, karena sang Author adalah... Lolicon. Kagak yaa :v
Reader: Uoooh ! Authornya Lolicon, pasti isi harem Naruto loli semua. Tiidaaak!.
Tenang, tenang. Author gak bakalan masukin loli semua kok. Contohnya Asia. Oops, keceplosan.
Author ingin meminta bantuan reader-san, siapa-siapa saja yang menjadi harem Naruto selanjutnya. Tulis dikotak Review pendapat anda.
Baiklah, sekian bacotan saya yang gak penting buat kalian baca. Jumpa lagi, Jaa Na.
