Chapter 3
Disclaimer :
-Naruto : Masashi Kishimoto
-High School DxD : Iciei Ishibumi
Rate : M
Warning : typo,abal,gaje,lime,lemon( beberapa chapter kedepan)
Summary : Naruto Uzumaki, pahlawan Konoha yang telah mengalahkan Kaguya. Tapi ia harus menggorbankan dirinya dan terjebak didimensi lain untuk selama-lamanya. Dengan kekuatannya yang tidak sengaja tersegel, bagaimana cara Naruto mendamaikan dimensi barunya bersama teman iblisnya
.
.
Disebuah ruangan yang sangat besar.
''Tok tok tok.''
''Masuk.'' ucap seorang wanita cantik kepada pengetuk pintu.
Masuklah empat Yokai dan satu iblis kedalam iblis yang sangat besar tersebut.
''Maaf mengganggu anda Yasaka-sama. Kami sudah menemuka Kunou-sama.''kata Elang yang menggendong Kunou.
''Mamaa'' Kunou berlari kearah Yasaka setelah tueun dari gendongan Elang, dan Yasaka memeluk Kunou erat.
''Kunou, darimana saja kamu?'' tanya Yasaka khawatir.
''Maaf mama, Kunou tersesat tadi.'' kata Kunou sambil menunduk.
''Yasudah, tidak apa-apa. Dan kalian bertiga membawa siapa.?'' tanya Yasaka kepada tiga Yokai yang membawa Naruto.
''Maaf Yasaka-sama, kami menemukan pemuda ini bersama Kunou-sama. Dan pemuda inilah yang menculik Kunou-sama.'' kata Elang sambil menunduk hormat.
''Apa benar itu pemuda-san?'' tanya Yasaka kepada Naruto.
''Tidak.'' bukan Naruto yang menjawab pertanyaan Yasaka, tapi Kunou yang menjawab.
''Itu tidak benar. Onii-chan tidak menculik Kunou, tapi Onii-chan yang mengantarkan Kunou pulang kerumah. Onii-chan adalah sosok yang baik dan Kunou senang bersama Onii-chan. Tolong mama, jangan hukum Naruto Onii-chan.'' Kunou memohon kepada Yasaka agar Naruto tidak diapa-apakan.
Yasaka sebagai pemimpin yang bijak dan murah hati, tidak akan menghukum yang tidak bersalah.
''Tidak Kunou, mama tidak akan menghukum Onii-chan, karena Onii-chan sudah membantu Kunou untuk pulang.'' kata Yasaka membuat Kunou tetsenyum lebar.
''Baiklah,kalian lepaskan pemuda itu. Pemuda itu tidak bersalah dan juga jangan asal menuduh sembarangan.'' kata Yasaka.
''Ha'i Yasaka-sama. Pemuda-san, maafkan kami atas ketidak sopanan kepada anda.'' kata Elang meminta maaf.
''Tidak masalah. Hehe.'' kaya Naruto sambil nyengir.
''Pemuda-san, siapa namamu?'' tanya Yasaka kepada Naruto.
''Namaku Naruto Uzumaki.'' kata Naruto membungkukkan badan.
''Namaku Yasaka, pemimpin negeri Yokai.'' Yasaka memperkenalkan diri.
''Suatu kehormatan bisa bertemu dengan anda Yasaka-sama.'' hormat Naruto layaknya pengikut Yasaka.
''Tidak usah seformal itu Naruto, cukup panggil seperti biasa saja.''
''Ha'i, Yasaka-san.'' kata Naruto setelah mendapat teguran dari Yasaka.
''Yasaka-san, sebaiknya aku kembali kenegeriku.'' pamit Naruto kepada Yasaka.
''Kenapa terburu-buru? Bukankah kau baru sampai disini? Sebaiknya kau menginap dulu disini.'' Yasaka merasa tidak enak hati jika tamunya pulang dengan cepat tanpa memberikan hidangan.
''Tidak usah Yasaka-san, aku tidak ingin merepotkan anda.'' Naruto menolak dengan halus tawaran Yasaka.
''Onii-chan.'' kata Kunou sambil mendekat kearah Naruto.
''Ada pap Kunou-chan ?'' Naruto menunduk untuk mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh kecil Kunou.
''Apa Onii-chan akan pergi ?'' tanya Kunou sambil memegang tangan kanan Naruto.
''Iya. Onii-chan akan pergi. Onii-chan tidak ingin merepotkan ibumu.'' kata Naruto mengusap kepala Kunou pelan.
''Onii-chan tidak akan merepotkan kok, justru Kunou senang Onii-chan ada disini. Onii-chan, Onii-chan menginap disini ya ? Ya Onii-chan ? Kunou mohon Onii-chan.'' Kunou memohon kepada Naruto dengan wajah yang ingin menangis.
Naruto yang tidak tega melihat Kunou yang ingin menangis, akhirnya menuruti kemauan Kunou.
''Baiklah, Onii-chan akan menginap disini untuk beberapa hari. Tapi Kunou harus meminta izin dulu.'' nasehat Naruto yang dibalas anggukan dari Kunou.
''Mama...''
''Tentu saja boleh kunou.''Yasaka memotong ucapan Kunou sambil tersenyum karena jarang melihat Kunou sebahagia ini.
''Arigato, mama.''kata Kunou tetsenyum bahagia.
.
.
''Kiba, Koneko, Issei. Aku dan Akeno akan pergi sebentar, kalian tunggu saja disini.'' kata Rias kepada mereka bertiga.
''Rias-chan, aku ingin pergi kerumah Matsuda, bolehkan?'' tanya Issei yang duduk disofa ruang ORC.
''Silahkan Issei-kun.'' kata Rias sambil tersenyum.
''Kau memang kekasihku yang paling baik Rias-chan.'' kata Issei mencium bibir Rias dan pergi keluar.
''Kalian berdua tunggulah disini, kami tidak terlalu lama.''kata Rias.
Koneko hanya mengangguk, sedangkan Kiba...
''Jika kau ingin pergi tinggal pergi saja.'' kata Kiba sengit.
''Hah.. Baiklah, kami pergi dulu. Ayo Rias.'' ajak Akeno.
SIINNGG
Rias dan Akeno maau kedalam lingkaran sihir buatan Akeno.
Koneko penasaran, mengapa Kiba bersikap tidak suka ketika berbicara kepada Rias dan Issei. Berbeda jika berbicara dengan dirinya atau dengan Akeno, atau dengan yang lainnya.
''Kiba-senpai.''
''Hm ? Ada apa Koneko ?'' kata Kiba.
''Aku ingin bertanya, mengapa Kiba-senpai seperyi tidak suka jika berbicara dengan Rias Bochou atau Issei-senpai ? Apa ada yang yerjadi diantara kalian bertiga ?''' Tanya Koneko penasaran.
''Bukan bertiga, tapi berempat '' kata Kiba sedih.
''Berempat ?'' Koneko mulai tertarik dengan cerita Kiba.
Sekitar satu tahun yang lalu, ketika aku masih kelas X. Aku memiliki sahabat manusia, walaupun kami hanya kenal setengah bulan setelah kami bersekolah disini. Setelah aku dan sahabatku 3 bulan sekolah, sahabatku berpacaran dengan Rias. Ia memang sudah jatuh cinta kepada Rias ketika pertama ia masik sekolah. Dan seperti kataku, ia berpacaran dengan Rias. Tapi...itu semua tidak geratis, sahabatku mengorbankan kemanusiaannya untuk menjadi iblis karena Rias merasakan kekuatan yang besar dari tubuh sahabatku. Setelah beberapa hari Rias dan sahabatku berpacaran, Rias menjadikan Issei iblis. Satu bulan sahabatku dan Rias berpacaran, Rias sama sekali tidak melihat kekuatan yang luar biasa dari sahabatku. Justru Issei yang semakin kuat sehingga Rias lebih memerhatikan Issei. Suatu hari, sepulang sekolah, ketika aku, sahabatku, dan Akeno kembali keruang ORC setelah dari kantin, kami mendengar suara desahan. Ketika kami memeriksa suara siapa itu, kami menemuka Rias dan Issei sedang bercinta. Dari situlah aku mulai membenci Rias dan Issei, padahal sahabatku sangat mencintai Rias.'' Kiba menceritakan kepada Koneko sambil mengepalkan tangannya untuk menahan emosi.
''Dan setelah itu, Naruto mengeluarkan bidak pion dari dalam tubuhnya.''
''Ahk'' perkataan Kiba membuat Koneko terkejut.
''Bu-bukannya manusia yang direinkarnasikan menjadi iblis dan setelah itu mencabut jati dirinya sebagai iblis, ia akan mati ?'' pertanyaan Koneko hanya dibalas dengan diam olek Kiba.
Koneko tidak menyangka, sosok yang dikiranya baik bisa setega itu. Menghianati pacarnya hanya masalah kekuatan.
''Nama sahabat senpai siapa ?'' tanya Koneko.
''Naruto Uzumaki.''
.
.
Disebuah ruang makan di negeri Yokai, terdapat dua Yokai kitsune/rubah dan satu iblis sedang menyantap makan malam yang sangat enak.
''Naruto, untuk sementara kau memakai baju suamiku ya ?'' kata Yasaka kepada Naruto.
''Iya, pakaian ini enak juka untuk dipakai. Oh ya. Soal suamimu, dimana dia sekarang.''
Wajah Yasaka langsung sedih ketika Naruto bertanya tentang suaminya. Hayooo, Author gak tanggung jawab lo kalau Yasaka sampek nangis. Naruto: urusai.
''Ma-maaf Yasaka-san, saya tidak bermaksud untuk...'' Naruto tidak sanggup melanjutkan kata-katanya karena ia sangat merasa bersalah.
''Tidak apa-apa Naruto, kau tidak bersalah kok. Lanjutkan makannya Naruto.'' kata Yasaka mengubah topik pembicaraan karena melihat wajah Naruto yang merasa sangat bersalah.
Dqn makan malam diwarnai dengan candaan dari Kunou yang membuat Naruto dan Yasaka tertawa.
.
.
''Huaaam'' Naruto bangun dari tidurnya dan menguap lebar.
''Masih gelap ternyata. Tqpi, aku tidak bisa tidur lagi. Lebih baik aku mencari udara segar.'' Naruto membuka jendela kamar yang ia buat tidur selama ia menginap disini.
''Karena masih larut, sebaiknya aku bertemu kurama saja '' Naruto menuju kekasur dan melakukan gaya bersemedi.
Mindscape
Clik... Clik... Clik
Gemericik air terdengar ketika jiwa Naruto masuk kedalam alam bawah sadarnya.
Naruto telah sampai didepan seekor rubah raksasa yang sedang mendengkur dengan kerasnya.
''Oiy, bola bulu. Bangun pemalas.'' kata Naruto sedikit berteriak agar rubah berekor sembilan itu mendengar teriakannya.
''Grrrr... Kau menggangguku saja gaki.'' geram rubah yang sudah bangun dari tidurnya.
''Hehehe. Maaf, maaf. Oh ya, bagaimana pendapatmu jika aku mencari teman dan menjadikan keluarga iblisku ?'' tanya Naruto sambil melipat tangannya didada dan memejamkan mata.
''Ghehh~... Ghehh~... Ghehh~...'' Bukannya menjawab pertanyaan Naruto, rubah itu malah tidur dan mendengkur dengan suara beratnya, dan tidur sambil suduk.
''Ctak''
Muncul perempatan dikening Naruto yang menandakan ia sedang kesal.
''BANGUN KURAMAAA.'' Teriakan Naruto menyebabkan Kurama terjungkal kebelakang.
''Grrr.'' geraman keluar dari mulut kurama setelah bangun dari acara terjungkalnya.
''Jika ada yang berbicara kau harus dengarkan, jangan tidur terus. Dasar pemalas.''kata Naruto yang dibalas oleh kurama dengan menguap lebar.
''Baiklah, kau jawab peertanyaanku tadi.''
''Yang mana ?''
Perkataan Kurama membuat Naruto frustasi. Akhirnya ia menyerah juga dengan teman seperjuangannya di medan perang.
''Akh ! Dasar kau ini. Sudahlah, aku akan kembali keduniaku. By Kurama.''
''Grok''
Naruto sweatdrop ketika salam sampai jumpanya dibalas dengkuran yang lebih keras oleh Kurama.
Dan Naruto menghilang menjadi serpihan kristal yang semakin pudar dan lenyap.
.
.
T.B.C
.
.
Hai minna-san, jumpa lagi.
Bagaimana dengan Up kilat dari Author ? Apa sudah cepat ? Hahaha, karena masih banyak ide jadi cepat deh. Tapi jika ide Author berkurang, tidak bisa Up cepat lagi. Mungkin sekitar satu minggu sekali, hehe. Dan maaf kalau alurnya kecepetan, karena otak Author hanya sanggup membuat cerita sdikit. Sekali lagi maaf.
Baiklah para reader, jangan bosan dengan fic saya dan posting terus Review kalian sebanyak-banyaknya. Jumpa lagi, Jaa Na.
