Chapter 5
Disclaimer :
-Naruto : Masashi Kishimoto
-High School DxD : Iciei Ishibumi
Rate : M
Warning : typo,abal,gaje,lime,lemon( chapter kedepan)
Summary : Naruto Uzumaki, pahlawan Konoha yang telah mengalahkan Kaguya. Tapi ia harus menggorbankan dirinya dan terjebak didimensi lain untuk selama-lamanya. Dengan kekuatannya yang tidak sengaja tersegel, bagaimana cara Naruto mendamaikan dimensi barunya bersama teman iblisnya
.
.
''Hahh...lagi-lagi sendiri. Bosan. Apa aku menemui Kiba saja ya ? Tapi...aku masih ingin merahasiakan keberadaanku. Aku butuh udara segar.''
SING
Naruto menghilang menggunakan Hiraishinnya.
.
.
SING
Kilatan kuning muncul disebuah danau yang sangat indah, muncullah Naruto setelah kilatan kuning itu menghilang.
''Haahh ! Segarnya udara disini. Eh ?''
Naruto melihat lingkaran yang muncul dilangit yang memuntahkan dua orang remaja lelaki dan perempuan terjun kedanau dengan bebasnya.
BYUUR
Kedua orang tersebut masuk kedalam air secara bersamaaan.
''Gawat. Kagebunshin no Jutsu.''
'Poof'
Muncul asap yang mengeluarkan bunshin yang sangat mirip dengan Naruto yang berada disampingnya.
''Ayo kita selamatkan mereka.'' kata Naruto dibalas anggukan oleh 'Naruto'
Mereka (Duo Naruto) berlari diatas air dan menceburkan diri mereka untuk menolong kedua orang tersebut.
'Sedikit lagi' batin bunshin Naruto yang hampir meraih remaja pria.
'Dapat' batin kedua Naruto setelah mendepatkan tujuan mereka.
.
.
Disebuah kamar, terbering dua orang lelaki dan perempuan.
''Ugh!'' erangan keluar dari mulut seorang perempuan berambut hitam dengan beberapa helai rambut yang lurus dari dahi sampai hidungnya. ( author kagak tau gimana mendeskripsikannya. Kalau yang belum pernah liat karakternya, cari aja di Google '' foto Rukia Kuchiki.'')
''I-Ichigo-kun, Ichigo-kun.'' kata perempuan itu yang bernama Rukia sambil menggoyangkan tubuh pemuda berambut jabrik acak-acakan berwarna Orange, eh..jingga. Tungu tunggu tunggu, orange sama saja dengan jingga kan ? Akh! Author pusing. Persetan soal rambut. Lanjut...
''Ukh..ngh. Dimana ini Rukia-chan ? Eh? Ru-Rukia ? Kau masih hidup?'' tanya pemuda bernama Ichigo sambil memeluk Rukia.
''Kukira kita akan mati setelah terjerumus kedalam lubang hitam.'' kata Ichigo melepaskan pelukannya.
''Iya, kukira juga begitu Ichigo-kun.'' kata Rukia sambil mengusap air matanya.
Cklek
''Kalian sudah sadar ?'' kata pemuda berambut pirang/kuning sambil membawa nampan yang berisi dua piring roti selai dan dua gelas jus.
''Kau siapa ?''tanya Ichigo waspada.
''Tenang saja, aku tidak akan melukai kalian kok.'' Setelah Naruto meletakkan nampan yang ia bawa, Naruto duduk disebuah kursi yang tak jauh dari ranjang yang ditempati Ichigo dan Rukia.
''Oh ya, aku menaruh katana kalian disudut sana'' kata Naruto menunjuk kesudut ruangan dekat pintu yang terdapat dua buah Zanpakuto.
''Dan soal baju kalian aku sudah menjemurnya, untuk sementara kalian memakai bajuku dulu agar kalian tidak masuk angin..'' kata Naruto membuat Rukia terkejut.
''Akh. Ba-bajuku.''kata Rukia menutupi dadanya dengan muka memerah.
''Go-gomen, aku mengganti bajumu seenaknya dan..dan maaf bila aku melihat tubuhmu.''
Ichigo juga ikut memerah karena malu mendengar perkataan Naruto sambil membayangkan Rukia sedang...yah kalian taulah. dan wajah Rukia tambah merah karna Ichigo menatapnya dengan pandangan yang aneh.
''Ja-jangan memikirkan yang aneh-aneh Ichigo.'' kata Rukia menatap Ichigo.
''Gomen.'' kata Ichigo menatap kearah lain.
''Hahh..sudahlah, ini sudah terjadi. Dan kau bukan manusia?.'' tanya Rukia merasakan aura yang berbeda dari Naruto.
''Seperti yang kau bilang. Namaku Naruto, seorang iblis reinkarnasi. Dan kalau bolah tau, kalian siapa?'' Naruto balik bertanya.
''Namaku Ichigo Kurosaki dan dia Rukia Kuchiki, dan kami adalah Shinigami.''
''AAPAAAA? Shi-Shinigami ? Tolong Shinigami-san, jangan cabut nyawaku.''Naruto sujud sambil nangis gak jelas yang membuat kedua Shinigami sweatdrop.
''Oh, Kami-sama. Apakah dosaku begitu banyak sampai Engkau mendatangkan dua Shinigami untuk mencabut nyawaku. Huhuhu~~. Akh'' kepala Naruto tiba-tiba sakit karena menyebut kata Tuhan/Kami-sama.
''Tenang Naruto-san, kami tidak akan mencabut nyawamu kok.'' kata Ichigo yang sudah kembali normal, tapi masih ada sedikit sweatdrop dalam ekspresinya.
''Benarkah?'' tanya Naruto memastikan dibalas anggukan oleh Ichigo dan Rukia.
''Oh. Baiklah, kalian istirahat dulu, jika sudah baikan kalian menyusul kebawah. Ok ?'' kata Naruto seperti tidak terjadi apa-apa dan meninggalkan ruangan tersebut.
''Ichigo-kun, sepertinya iblis tadi orang yang baik.'' tanya Rukia kepada Ichigo.
''Kau benar Rukia, aku ingin berteman dengannya jika dia mau.''kata Ichigo sambil tersenyum.
''Ichigo-kun, sebaiknya kita istirahat.'' Rukia membaringkan tubuhnya diikuti Ichigo yang berbaring disamping Rukia.
.
.
Koneko duduk disofa ruang ORC bersama yang lainnya. Kiba berada disofa depannya yang duduk bersama Akeno, Issei sedang melihat Rias dan Akeno bergantian. Errr...lebih tepatnya dada mereka yanga naik turun setiap kali menghela nafas berat.# Dasar maniak oppai. Rias, dia sedang memeriksa daftar kontrak mereka satu persatu.
''Kiba, ada kontrak untukmu yang berada dirumah dekat lorong...'' Rias tidak melanjutkan perkataannya saat kiba berdiri dari duduknya dan menghilang menggunakan lingkaran sihir lambang Geremory.
''Hahh, selalu saja begitu. Dia itu kenapa sih ?'' tanya Rias tapi tidak ada yang menjawab.
'Apa kau sudah lupa Rias? satu tahun yang lalu, kau menghianati temannya.' batin Akeno.
'Apa benar yang dikatakan Kiba senpai tentang Rias Bochou dan temannya ? Mungkin lain kali aku akan bertanya kepada Akeno senpai.' batin Koneko melirik Rias sambil mengunyah cemilan dengan nikmatnya.
''Akeno, Koneko, Issei-kun. Aku akan pergi menemui Sona, jika kalian ingin pulang tidak masalah, karena rapat sudah selesai. Baiklah, aku pergi dulu.'' kata Rias pergi keluar dari ruang ORC.
''Koneko-chan, Akeno-chan. Aku pergi kerumah Motohama, aku tinggal dulu ya. Bye.'' Issei pergi meninggalkan ruang ORC yang membuat kesempatan bagus bagi Koneko untuk bertanya tentang Naruto.
''Akeno senpai.''
''Kenapa Koneko ?'' tanya Akeno menatap Koneko.
''Boleh aku tanya ?'' tanya Koneko ragu.
''Ya, boleh. Kau ingin bertanya apa?''tanya Akeno sambil menyesap teh buatannya.
''Naruto'' kata Koneko membuat Akeno tersedak.
''Kukh..kuhk..kuhk''
''Kau tidak apa-apa senpai ?'' tanya Koneko dibalas anggukan oleh Akeno.
''Tidak apa-apa. Lanjutkan.'' kataa Akeno setelah merasa baikan.
''Aku ingin bertanya tentang Naruto Uzumaki.'' Koneko menatap mata Akeno dengan pandangan serius.
''Bagaimana kau tau tentang Naruto.'' tanya Akeno menegapkan tubuhnya.
''Kiba senpai...ia menceritakan semua kejadian hari itu. Apa yang dikatakan Kiba senpai benar bahwa Rias Bochou menghianati Naruto ?''.
Akeno diam beberapa saat setelah mendengar pertanyaan Koneko.
''Itu benar. Kejadian itu..saat itu..detik itu..merupakan hal yang sangat menyedihkan untuk Kiba, ia sudah kehilangan sosok sahabat yang sudah ia anggap saudaranya sendiri. Naruto...ia merupakan sosok yang periang, caria, hiperaktif, sosok yang dapat membuat orang bahagia. Kami rindu dengannya, ketika dia mengatakan 'dattebayo', atau 'ttebayo', dan ketika ia menyantap ramen kesukaannya.''kata Akeno sambil menerawang kemasa-masa saat dirinya bersama Naruto dan Kiba.
Flashback
''Ah~ keyangnya.''kata Naruto sambik memegangi perutnya yang sedikit buncit karena terlalu banyak isi makanan.
Kiba dan Akeno hanya melongo tak percaya sambil menatap Naruto dan tiga belas mangkok ramen yang sudah kosong.
''Aku tak percaya Naruto, kau makan ramen sebanyak ini ?'' kata Kiba disetujui Akeno dengan menganggukkan kepala.
''Hehe... Sebenarnya aku masih kurang lo..'' kata Naruto sambil sambil nyengir yang menampakkan deretan giginya.
Flashback and
''Hah.. Walaupun ia tidak memiliki kekuatan, ia tidak pernah memikirkannya. Yang dia pikirkan hanyalah Rias, keadaan Rias. Rias Rias Rias '' kata Akeno.
Sunyi
Setelah Akeno mengakhiri ceritanya, tidak ada memulai pembicaraan diantara mereka. Sampai Koneko bertanya kepada Akeno.
''Dan sekarang, apakah dia masih hidup?''
''Entahlah. Itu hanya kemungkinan kecil saja.'' kata Akeno sambil meminum teh yang langsung dihabiskan sampai tandas.
Terjadi keheningan diruangan itu karena sibuk dengan pikiran masing-masing.
.
.
''Huaam. Nyenyaknya. Hm? Dia belum bangun? Ichigo-kun, bangun.'' kata perempuan berambut hitam yang bernama Rukia yang menggoncang sosok disampingnya.
''''Ngh...sebentar lagi Rukia-chan.'' kata Ichigo sambil menarik selimut untuk menutupi seluruh badannya.
''Ish. Cepat bangun Ichigo-kun.'' Rukia menarik paksa selimut yang dipakai Ichigo.
''Iya, iya, aku bangun.''Ichigo mendudukkan dirinya disisi ranjang dengan muka yang masih kusut.
''Ayo kelantai bawah Ichigo-kun, untuk cuci muka.''Rukia menarik tangan Ichigo yang menyebabkan Ichigo hampir nyungsep kedepan.
.
.
Ichigo dan Rukia keluar dari kamar mandi. Errr... Maksudnya mereka itu selesai cuci muka, bukan mandi bersama.
''Rukia, Naruto dimana ya ?''pertanyaan terlontar dari Ichigo dan Rukia hanya membalas dengan menggoyangkan bahunya sekali.
Rukia dan Ichigo berjalan tak tentu arah dan sampailah mereka diruang makan.
''Kalian sudah bangun?''
Rukia dan Ichigo menoleh keasal suara dan menemukan Naruto duduk dibangku meja makan.
''Ternyata kau disini Naruto, lelah kami mencarimu.'' kata Ichigo mendudukkan dirinya dibangku depan Naruto diikuti Rukia yang duduk disamping Ichigo.
''Kalian sudah bangun rupanya.''
Lagi-lagi Ichigo dan Rukia melihat kearah suara, yang ternyata Naruto sambil membawa nampan berisi tiga piring bersih dan dan satu wadah nasi goreng, dan beberapa makanan, seperti ikan goreng.
''Eh ? Na-Naruto ? Naruto ini, Naruto itu. Kok ada dua.'' kata Ichigo menunjuk kearah Naruto yang ada didepannya dan Naruto yang membawa nampan berisi makanan.
''Tadaima.''kata seseorang yang baru masuk kedalam rumah yang ternyata Naruto satu lagi.
''Okaeri'' kata dua Naruto bersamaan.
Masih belum hilang rasa terkejut Ichigo dan Rukia, mereka dikejutkan lagi dengan Naruto yang baru masuk sambil menenteng satu kresek berisi buah apel dan anggur.
''Aapaaa!? Ada tiga Naruto?'' teriak Ichigo membuat telinga 3 Naruto sakit.
Setelah 'Naruto' menaruh kresek buah dimeja, 'ia' langsung menghilang menjadi kepulan asap diikuti 'Naruto' yang sudah menaruh nampan dimeja.
''Tenang saja, tidak usah panik begitu. Mereka hanya bayanganku saja kok. Lebih baik kalian makan dulu, pasti kalian lapar.''kata Naruto sambil membagi piring kepada Ichigo dan Rukia.
''Naruto, sebenarnya siapa kau ?'' kata Ichigo menuntut jawaban.
''Sebaiknya kita makan dulu, setelah itu aku akan menceritakan semuanya.''kata Naruto dibalas anggukan oleh Ichigo.
.
.
Diruang TV atau ruang tamu, tiga makhluk yang sedang berbincang mengenai sesuatu yang sangat serius.
''Naruto, sekarang ceritakan kepada kami, siapa kau sebenarnya ?'' kata Ichigo menatap Naruto dengan serius.
''Baiklah. Namaku Naruto Uzumaki, anak dari Minato Namikaze dan Kushina Uzumaki. Aku bukan berasal dari sini, sama seperti kalian.''
''Kau bukan dari dimensi ini?'' tanya Rukia yang dusuk disamping Ichigo.
''Bukan. Lebih tepatnya, dunia Shinobi atau ninja. Ayahku seorang pemimpin keempat desa Konoha yang biasanya disebut Hokage, dan ia mempunyai kecepatan seperti kilat sehingga ia dijuluki sikilat kuning. Apa kalian ingin tau seperti apa jurusnya?'' tanya Naruto mendepat anggukan dari keduanya.
SING
SING
Naruto menghilang dari tempat duduknya dan muncul dibelakang Ichigo dan Rukia kurang dari satu detik. Ichigo dan rukia tidak bisa berkata apa-apa ketika Naruto berada dibelakang mereka diiringi sinar kuning.
''Ibuku, ia keturunan Uzumaki yang mempunyai cakra terkuat dan mempunyai kekuatan khusus klan Uzumaki, yaitu dapat mengeluarkan cakra dari tubuhnya.'' kata Naruto setelah duduk kembali ketempat duduknya.
Ichigo membayangkan wanita dewasa memuntahkan rantai dari mulutnya. Author : Bukan begitu juga Ichigo!
''Di dimensi kami, semua Shinobi hidup dengan saling membunuh. Hingga suatu hari, terjadi Perang Dunia Shinobi ke 4 yang menyebabkan 5 desa membentuk aliansi untuk mengalahkan musuh. Walaupun satu musuh saja, itu bukan musuh biasa...melainkan Kaguya, Dewi bulan atau biasa disebut Dewi kelinci. Aku mencoba mengalahkan Kaguya dengan menembakkan bijuudama sebesar mungkin yang menyebabkan tenagaku terkuras. Setelah itu, aku meluncur kearah Kaguya untuk menembakkan bijuudama yang kedua kalinya, tapi Kaguya juga meluncur kearahku yang menyebabkan benturan besar terjadi. Dan aku mati. Aku tidak tau apakah dunia Shinobi sudah damai atau belum, yang ku tau aku sudah mati didunia Shinobi. Setelah itu...'' kata Naruto terpotong oleh Ichigo. ( peringatan reader-san, cerita diatas hanyalah karangan author sendiri. Jadi, reader-san akan kesulitan membayangkan masa lalu Naruto di fic ini. Dan author mohon jangan ada yang bertanya tentang masa lalu Naruto, karena author tidak mungkin bisa menjawab.)
''Setelah itu kau terdampar disini ?'' tanya Rukia dibalas anggukan oleh Naruto.
''Ya. Aku terdampar disini dengan diriku yang kembali berumur tiga belas tahun. Kekuatanku tersegel dan tidak bisa digunakan, hingga aku masuk Kuoh Gakuen(Kuoh High School). Disitulah aku menjadi iblis...''perkataan Naruto terpotong oleh Ichigo.
''Tunggu tunggu tunggu... Sebelumnya kau adalah manusia ?'' tanya Ichigo dibalas anggukan oleh Naruto.
''Aku dirubah menjadi iblis oleh kekasihku menggunakan bidak pion.''
''Bidak pion ? Bagaimana bisa ?'' tanya Rukia disetujui oleh Ichigo dengan menganggukkan kepala.
''Di dimensi ini, didunia Underworld atau dunia bawah, lebih tepatnya Neraka. Ada seorang iblis yang menciptakan sebuah bidak catur yang diberinama Evil Pieces. Evil Pieces dapat menjadikan manusia sebagai iblis, tapi entahlah dengan makhluk yang lain. Seperti Tenshin atau Da-Tenshin.''
''Jadi, selain iblis ada juga makhluk lainnya.''kata Rukia sambil meminum jus jeruk yang Naruto buat.
''Ada. Selain manusia dan iblis, ada juga makhluk dari fraksi lain. Yaitu malaikat/Tenshin, malaikat jatuh/Da-Tenshin, Yokai, iblis liar, dan masih banyak lagi. Baiklah, kembali kepadaku ketika masih di Kuoh Gakuen. saat itu aku kehilangan kemanusiaan ku, aku sangat senang karena kupikir aku sudah mendapatkan rias walaupun kami iblis. Walaupun iblis, iblis di sini berbeda dengan iblis-iblis yang lain di mana mereka selalu mengganggu manusia. Tapi di dimensi ini, justru iblis menolong manusia dan mencegah kehancuran dimensi ini. Bahkan ada iblis yang menjalin kontrak dengan manusia untuk menolong yang membutuhkan pertolongan. Seperti anggota iblis kekasihku, ia iblis klan Geremory.''
''Jadi kau juga termasuk iblis klan Geremory ?'' tanya Rukia mendapat gelengan dari Naruto.
''Bukan, lebih tepatnya mantan iblis klan Geremory. Aku sudah keluar dari Geremory ketika kekasihku menghianatiku. Dan pada hari itulah aku mengeluarkan bidak pion dari dalam tubuhku dan pergi meninggalkan mantan kekasihku dan juga sahabatku. Kalian tau resiko iblis reinkarnasi yang melepas bidak dari tubuhnya.?'' tanya Naruto, Rukia dan Ichigo hanya menggelengkan kepala yang menandakan mereka tidak tau.
''Mati''kata Naruto yang tidak dipahami oleh Ichigo dan Rukia.
''Maksudnya iblis reinkarnasi yang mengeluarkan bidak dari dalam tubuhnya akan mati.'' ucap Naruto memperjelas perkataannya tadi.
''Lalu, kenapa kau tidak mati ?'' kata Ichigo memasang watados(wajah tanpa dosa)nya dan mendapat jitakan dari Rukia.
Pletak
''Kau ingin Naruto mati hah?'' kata Rukia setelah menjitak kepala Ichigo.
''Akukan cuma tanya.''protes Ichigo memegangi kepalanya yang benjol sebesar bola kasti.
''Hahaha... Kalian ini. Kalian mengingatkanku kepada rekan satu timku ketika masih di dunia ninja. Ia selalu menjitakku, memukulku. Tapi entah kenapa walaupun ia sering melakukan itu, aku tidak marah.'' kata Naruto .
''Baiklah, kembali kecerita. Kamu bertanya kenapa aku tidak mati. Itu karena ada seorang kakek yang memberikan satu set Evil Pieces kepadaku.'' kata Naruto menunjukkan 15 bidak catur yang keluar dari lingkaran sihir berwarna kuning dengan lambang kunai cabang tiga.
''Katanya satu set, bidak King kemana?'' tanya Ichigo disetujui Rukia.
''Bidak King ada didalam diriku yang membuat aku tidak mati. Dan sampai sekarang aku masih hidup, tapi segel kekuatanku sudah terbuka.''kata Naruto.
''Agar lebih jelasnya, aku akan memberikan penglihatan masa laluku kepada kalian. Tatap mataku.'' kata Naruto dan memejamkan matanya dan membukanya lagi. Tapi bukan mata sebiru langit yang terlihat, melainkan mata semerah darah dan terdapat tiga tomoe berwarna hitam dibola matanya.
Rukia dan Ichigo tercekat ketika melihat mata Naruto yang berbeda dari sebelumnya. Mata biru yang membuat orang tenang menjadi mata merah yang menyeramkan dengan aura yang sangat besar.
''Jangan takut. Ini mata Sharingan, kalian akan tau ketika kalian melihat masa laluku. Tataplah mataku.'' kata Naruto dan Ichigo dan Rukia menatap mata Naruto.
Sharingan
Sring
Beberapa detik kemudian, mata Naruto kembali berwarna biru, Ichigo dan Rukia merasakan sakit dikepalanya karena menerima ingatan yang sangat banyak.
''Bagaimana pendapat kalian tentang PDS 4 ?'' tanya Naruto.
''Jadi, sewaktu kecil kau kesepian.''kata Rukia yang sangat melenceng dengan pertanyaan Naruto.
''Yah begitula. Tapi itu tidak apa bagiku, karena aku sudah banyak teman setelah itu.''kata Naruto dengan tersenyum.
''Dan...kau selalu berjuang untuk menjadi kuat dan bermimpi untuk menjadi Hokage seperti ayahmu. Tapi..kau mati sebelum menjadi Hokage.'' kata Ichigo kagum dengan kegigihan Naruto.
''Menjadi Hokage, itu adalah impianku waktu kecil agar semua warga memperdulikanku. Tapi aku sadar, impianku yang sebenarnya adalah mendamaikan dunia. Baiklah, sepertinya kalian tidak ada yang berkomentar tentang PDS 4. Sekarang, aku akan menceritakan sejarah dimensi ini.''
Dan Naruto menceritakan perseteruan tiga fraksi yang diikut campuri dua naga surgawi, Great Red dan Ophis.
.
.
''Rukia, Ichigo. Ayo kita pergi.''Naruto memanggil Rukia dan Ichigo yang berada dilantai dua.
''Pergi kemana Naruto ?'' tanya Ichigo setelah turun dari atas diikuti Rukia dibelakangnya.
''Tentu saja membeli pakaian kalian.'' kata Naruto dibalas anggukan oleh Ichigo dan Rukia.
Oh ya. Mungkin reader-san bertanya-tanya, 'Naruto mendapat uang dari mana sih ?' Jawabannya sudah terjawab di chapter 2, ketika Rikuudo mengatakan ''... Aku sudah mengurus semuanya. Tempat tinggalmu, sekolahmu dan lain-lainnya.'' satu lagi reader-san, masalah uang itu hanya sementara. Jadi, Naruto harus bekerja suatu saat nanti.
''Baiklah, ayo berangkat.''
Naruto, Ichigo dan Rukia pergi untuk membeli kebutuhan mereka.
.
.
Seorang iblis kecil berambut putih dan bermuka datar, berjalan menuju ke sebuah toko coklat untuk kebutuhannya ketika sedang bosan di ORC. Didepannya, tidak jauh dari dirinya, seorang pemuda berjalan sambil menoleh kekanan dan kekiri seperti sedang mencari sesuatu. Iblis kecil yang bernama Koneko tidak menyadari keberadaan sang pemuda karena sibuk memalingkan wajahnya ketoko yang ada disampingnya. Sedangkan sang pemuda dengan poni yang menutupi mata kirinya juga tidak menyadari sosok kecil yang ada didepannya karena sibuk melihat kekana kekiri dan ponselnya.
Bruk
''Itai!''
Tabrakan kecil tak terelakkan yang menyebabkan ponsel sang pemuda bernama Naruto, terlepas dari tangannya dan jatuh, walaupun tidak sampai pecah. Saat Naruto akan mengambil ponselnya, sebuah tangan mungil sudah memegang ponsel Naruto, menyebabkan tangan Naruto mengengam tangan mungil tersebut.
''Eh?'' ''Eh?'' kata Naruto dan Koneko bersamaan, lalu Naruto menatap mata Koneko dan Koneko menatap mata Naruto. ( BGM: Pandangan Pertama#plak)
''Gomen." kata Naruto meminta maaf setelah melepaskan tangan Koneko.
Suasana lumayan sepi karena hanya satu atau dua orang saja yang berlalu lalang. Terjadi hening diantara Naruto dan Koneko sampai Koneko mengembalikan ponsel Naruto.
''Ini.''
''Arigato... Neko.''
Deg
'Apa dia tau kalau aku Yokai kucing ? Tapi bagaimana dia tau, ia bahkan hanya manusia biasa. Tidak...dia bukan manusia, dia menekan auranya sampai titik terendah sehingga auranya seperti manusia. Karena kekuatannya terlalu besar, jadi auranya masih bisa kurasakan. Dan sepertinya dia tidak membahayakan, karena aura tubuhnya sangat menenangkan dan hangat.' batin Koneko memandang Naruto.
''Hei.'' Naruto menepuk bahu Koneko membuat Koneko keluar dari lamunannya.
''Kau kenapa ?'' tanya Naruto cemas karena dari tadi sosok didepannya diam saja.
''Ti-tidak. Hanya saja, kenapa kau memanggilku Neko' ?'' tanya Koneko memastikan apakah sosok didepannya tau bahwa dirinya Yokai kucing.
''Em. Aku memanggilmu Neko karena wajahmu sangat manis dan imut, sama seperti kucing. Jadi, tidak apakan aku memanggilmu 'Neko' ?'' tanya Naruto dibalas anggukan pelan dari Koneko dengan muka memerah. Tapi Koneko berhasil menyembunyikan ekspresi malunya dengan bermuka datar seperti biasanya.
''Sekali lagi maaf karena menabrakmu mm...ano..''
''Koneko. Koneko Tojou.'' kata Koneko yang mengetahui Naruto tidak tau namanya.
''Koneko ya ? Sangat pantas nama itu untukmu, sama seperti wajahmu yang mirip dengan kucing yang manis. Neko, Koneko.'' ucapan Naruto membuat wajah Koneko lagi-lagi memerah.
'Ada apa denganku ? Aduh Koneko, kenapa kau mudah tersipu sih ?' batin Koneko bingung dengan dirinya yang sekarang. Yah memang, sebelumnya Koneko tidak pernah tersipu jika dipuji lelaki. Tapi, entah kenapa dia jadi mudah tersipu kali ini.
''Oh ya, perkenalkan namaku Naru...''
''Ooooyy!'' teriak seseorang berambut orange dengan seorang perempuan disampingnya yang memotong perkenalan Naruto.
Naruto melihat kebelakang Koneko, tidak jauh darinya, Naruto melihat dua makhluk yang beberapa menit yang lalu menghilang. Koneko juga melihat kebelakang guna mencari tau siapa yang berteriak hingga mengganggu acara berduaannya.#kecil-kecil udah mulai nakal.
''Ah! Koneko. Mereka temanku, aku kesana dulu ya. Sampai jumpa Koneko.'' setelah berpamitan kepada Koneko, Naruto langsung berlari kearah dua temannya yang sedang berdiri didepan toko sushi. Koneko melanjutkan perjalanannya sesaat sebelum berhenti lagi untuk melihat kebelakang.
''Tunggu..'' Koneko hendak menyanyai nama Naruto, tapi Naruto sudah jauh menemui temannya. Karena sudah jauh, Koneko mengurungkan niatnya dan melanjutkan perjalanannya menuju toko coklat.
Baiklah kita biarkan saja Koneko yang berjalan ketoko coklat, kiat beralih kepada Naruto yang menemui Ichigo dan Rukia.
''Hah~ kalian ini.'' kata Naruto setelah sampai didepan kedua Shinigami yang hanya senyum-senyum gak jelas.
''Pergi kemana saja kalian.?'' tanya Naruto mengintruksi keduanya.
''Maaf. Salahkan saja Rukia, dia duluan yang menyeretku ketoko boneka. Jadi, kami kehilangan jejakmu dan tersesat.'' kata Ichigo menyalahkan Rukia.
''Eeh? Kenapa jadi aku yang salah ? Itu semua gara-gara boneka itu, jadi aku tertarik dan berniat membelinya. Lagi pula, kenapa kau mau kuseret ?'' Rukia yang tidak mau disalahkan akhirnya balik menyalahkan Ichigo.
''Bagaimana aku bisa memberontak jika kau menyeretku terlalu kuat.'' protes Ichigo tidak mau kalah.
''Tapi kan...'' perkataan Rukia terpotong oleh Naruto dan mengakhiri debat saling salah kali ini.
''Sudahlah, tidak perlu bertengkar. Dan, apakah bonekanya sudah dibeli ?'' tanya Naruto mendapat gelengan dari Rukia.
''Bagaimana bisa beli Naruto, kami saja tidak punya uang untuk beli boneka itu.'' kata Ichigo membuat Rukia cemberut karena tidak bisa membeli boneka keinginannya.
''Hah~baiklah. Kita beli baju terlebih dahulu, setelah itu kita beli boneka itu.'' kata Naruto membuat Ichigo bernafas lega. Jika tidak, Rukia akan memaksa Ichigo membelikannya bagaimana pun caranya.
.
.
Naruto, Ichigo dan Rukia telah selesai berbelanja kebutuhan mereka, dengan Rukia yang menggendong boneka kelinci warna putih berukuran sedang dan Ichigo yang menenteng tas belanja berisi pakaiannya dan pakaian Rukia.
''Ichigo, Rukia. Kalian pulang terlebih dahulu saja, aku ingin jalan-jalan sebentar.'' kat Naruto mendapat anggukan dari keduanya.
''Kalian ingat jalan pulangkan?''
''Tentu saja ingat Naruto.'' kata Ichigo yang tidak mau diremehkan ingatannya.
''Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu. Ingat, jangan sampai tersesat.'' kata Naruto sebelum menghilang dengan kilatan warna kuning
SING
.
.
SING
Naruto muncul disebuah sungai yang sangat indah untuk dipandang. Ditangan kanannya, terdapat dua buah pancing yang sudah ia pasang umpan. Yah, sebelum kesini, lebih tepatnya setelah belanja dengan Ichigo dan Rukia, Naruto pulang kerumah untuk mengambil pancing dan mencari umpan untuk santapan ikan.
plung
Naruto melempar kail pancing yang tepat berada ditengah sungai yang mengalir dengan tenang. Dan satu lagi kail pancing, ia lemparkan tak jauh dari kail yang pertama.
Singkat aja ya guys, Skip.
''Yes! Dapat lagi. Wah..! Sepertinya makan besar malam ini.'' kata Naruto setelah mendapat ikan yang keenam belas dan memasukkan ikan tersebut kedalam ranjang bambu berukuran sedang yang hampir penuh dengan ikan.
''Ini sudah cukup. Lebih baik aku pulang saja, kasihan mereka menunggu.''ketika Naruto sudah berdiri, sekitar seratus menter didepannya muncul lingkaran dimensi yang memuntahkan tiga manusia yang meluncur kebawah dengan cepat.
''Hah~ Siapalagi mereka ? Apa dimensi ini akan ada hujan manusia ?'' Naruto melompat dari pohon kepohon dengan kemampuan ninjanya agar cepat sampai ditempat tiga manusia yang terjun kebawah. Tapi kecepatan meluncur tiga sosok tersebut melebihi kecepatan lompatan Naruto.
''Gawat. Tidak sempat.'' beberapa meter lagi, tiga orang tersebut menghantam tanah yang membiat Naruto harus melakukan sesuatu.
''Tidak ada cara lagi.'' Naruto merentangkan tangn kananya kedepan, muncul tangan raksasa berwarna orange dan transparan. Tangan rubah raksasa tersebut berhasil menangkap ketiga sosok tersebut dan meletakkan ditanah dengan perlahan. Ketika Naruto mendekati ketiga makhluk tersebut, ia sangat terkejut karena ketiga manusia yang sangat dikenalinya.
''Akh !? Me-mereka kan ?''
.
.
Disebuah ruangan terbaring tiga makhluk yang sedang pingsan.
Cklek
Masuk sosok pemuda berponi yang menutupi mata kirinya, dengan membawa wadah berukuran sedang berisi air hangat dengan tiga handik kecilditanggannya. Setelah itu sang pemuda yang bernama Naruto, mengopres ketiga orang tersebut.
''Naruto ? Mereka siapa ?'' tanya Ichigo dan Rukia yang baru memasuki ruangan.
''Oh mereka. Mereka temanku ketika aku masih di Konoha.''
''Ah ! Mereka...? Mereka kan orang yang aku lihat dipenglihatanmukan ?'' tanya Rukia dibalas angguka oleh Naruto.
''Kenapa mereka bisa sampai disini ?'' tanya Ichigo.
''Sama seperti kalian, melewati lubang dimensi tanpa sengaja.'' Naruto menjawab dengan santai pertanyaan Ichigo.
''Ngh !'' seorang pemuda bangun dari pingsannya setelah setengah jam yang lalu pingsan.
''Kau sudah sadar... Shikamaru ?'' tanya Naruto, tapi pemuda yang dipanggil Shikamaru menatap Naruto seperti orang asing.
''Kau tau namaku ?'' tanya Shikamaru heran, mengapa pemuda didepannya bisa tau namanya.
''Tentu saja, apa kau lupa denganku ?'' Naruto menunjuk mukanya sendiri berharap teman nanasnya bisa mengenali wajahnya.
''Kau siapa ?'' Shikamaru sangat tidak mengenali sosok didepannya karena penampilan Naruto sangat berubah. Dimana yang dulu Naruto berpenampilan rambut jabrik acak-acakan dengan poni yang menutupi dahinya, menampakkan kedua pipinya yang dihiasi dengan tanda lahir seperti kumis kucing. Sekarang, rambut jabrik acak-acakan dengan poni yang hampir menutupi seluruh wajah kirinya sehinga menutupi tanda lahir yang ada dipipi kiri Naruto.
''Hahhh~. Dasar Rusa pemalas. Dimana otak jeniusmu yang dulu hah ? Baiklah, aku akan membantumu mengingat siapa diriku. 'Makanan kesukaanku adalah ramen dan aku akan menjadi Hokage agar semua warga mau mengakui keberadaanku, ttebayo'. Bagaimana ? Kau sudah ingat?'' kata Naruto setelah menirukan gaya bicaranya ketika masih Genin.
''Pftt.'' Ichigo dan Rukia menahan tawa ketika melihat Naruto yang sekarang menirukan gaya bicaranya yang dulu.
''Kalian jangan tertawa!'' teriak Naruto sambil menunjuk Ichigo dan Rukia.
''Go-gomen.'' kata Ichigo dan Rukia dengan cepat agar tidak terkena bijuudama Naruto.
Ingatan-ingatan masa lalu Shikamaru ketika ia masih Genin terlintas dikepalanya.
''Aku Naruto, aku akan menjadi Hokage agar semua warga mau mengakui keberadaanku.''
''Aku tidak akan menarik kata-kataku, karena itulah jalan ninjaku.''
''Aku sangat lapar. Ayo kita makan ramen, dattebayo.''
''Na-Naruto ? Apa itu kau?'' Shikamaru turun dari ranjang dan berjalan menuju kearah Naruto yang tersenyum puas. Shikamaru tidak memperdulikian handuk yang jatuh kelantai, karena ia sedang malas untuk memperdulikan handuk malang tersebut.
''Nah ! Akhirnya kau ingat juga. Lama tak jumpa Shika.'' Naruto memeluk Shikamaru yang segera dibalas oleh Shikamaru.
Beberapa detik kemudian, mereka melepas pelukannya.
''Bagaimana bisa kau masih hidup Naruto?'' tanya Shikamaru yang hampir dibalas oleh Naruto, tapi tidak jadi karena Ichigo memotong perkataan Naruto.
''Apa kau menginginkan Naruto mati hah?'' tanya Ichigo sambik menunjuk kearah Shikamaru.
Pletak
''Adaw.'' erangan kesakitan keluar dari mulut Ichigo setelah Rukia menjitak kepala Ichigo dengan keras.
''Bukankah kau yang pertama kali menginginkan Naruto mati? Kenapa menyalahkan orang lain ?'' tanya Rukia dengan berkacak pinggang.
'Shinigami akan mencabut nyawa Shinigami.' batin Naruto sweatdrop yang melihat Rukia seperti ingin membunuh Ichigo.
''Mereka berdua itu temanku. Dia Ichigo dan yang perempuan bernama Rukia, mereka itu Shinigami.'' kata Naruto mencoba membuat Shikamaru takut, tapi Shikamaru malah menguap dengan lebar.
''Huaaam. Yah baiklah, aku akan tidur lagi, aku ngantuk.'' Shikamaru memposisikan tubuhnya diatas kasur dengan posisi tengkurap, lalu...
''Zzzz'' tidur pulas.
''Dasar, baru ketemu udah bikin kesal.'' batin Naruto ndongkol dengan kelakuan temannya yang satu ini. Tapi walaupun pemalas, kenapa dia jenius ya ? Apa author perlu malas juga agar jadi jenius ? Ah bodo amat. Amat aja gak bodoh-bodoh amat.
''Rukia, Ichigo. Ayo kita kembali kebawah, biarkan saja mereka bangun sendiri.''Naruto pergi meninggalkan ruangan diikuti Ichigo dan Rukia yang baru selesai debat tentang 'menginginkan Naruto mati' yang tidak ada pemenangnya.
.
.
''Akeno, aku ingin bicara sesuatu denganmu.'' seorang iblis sexy duduk disofa dengan Issei disebelahnya.
''Bicara apa Rias ?'' tanya Akeno yang duduk disofa depan Rias duduk, dengan Koneko yang berada disebela Akeno.
Sedangkan Kiba duduk sendiri disofa samping Akeno.
''Aku ingin membicarakan tentang sesuatu yang kulihat tadi siang dan kemarin sore.'' Rias memandang serius Akeno yang mendengarkan dengan seksama.
''Memangnya, kau melihat apa Bochou ?'' Koneko yang penasaran ikut nimbrung dalam pembicaraan Rias dan Akeno.
''Lubang dimensi. Lubang dimensi yang mengeluarkan beberapa orang dan aku tidak tau siapa mereka.''
'Dasar bodoh, tentu saja kau tidak tau karena kau belum bertanya kepada mereka Rias.'' batin Kiba sembil memandang Rias.
''Dimana letaknya Bochou ?''Issei yang tertarik dengan cerita Rias akhirnya ikut serta.
''Entahlah Issei-kun, yang ku tau tidak jauh dari sini. Tapi ketika aku mencarinya, aku tidak menemukan mereka sama sekali. Aku yakin, mereka bukan makhluk biasa.'' maksud Rias, ia akan menjadikan orang yang keluar dari lubang tersebut menjadi peerage iblis Geremory.
''Jika Bochou sudah menemukan mereka, apa yang Bochou lakukan mereka ?'' tanya Issei yang penasaran apa yang akan Rias lakukan jika sudah menemuka orang-orang tersebut.
''Aku akan menjadikan mereka peerage ku.''
''Apa ! Jika nanti kau menjadikan mereka peerage dan ada lelaki tampannya, kau akan berpaling dariku dan aku tidak akan bisa meremas oppai milikmu seperti ini.'' kata Issei dengan menangis sambil meremas dada Rias yang membuat Rias mendesah.
''Ahhn~...thentu sajha~ tidak... Isshei-khun~. Aku adhalah milikmu. Ahh..'' Rias mendesah karena Issei meremas dadanya.
''Benarkah ? Kalu begitu kita pindah kekamar saja, aku sudah tak tahan.'' kata Issei mendapat anggukan oleh Rias.
Setelah mendapat anggukan dari Rias, Issei menggendong Rias ala Brit...Brid...ah pokoknya ala brid brid gitu deh. Dan ruangan itu dipenuhi dengan suara desahan Issei dan Rias.
''Akeno senpai, aku juga ingin berbicara sesuatu kepada senpai.'' kata Koneko mendapat perhatian dari Akeno.
''Tentang apa ?'' tanya Akeno, sedangkan Kiba hanya memperhatikan.
''Seseorang pemuda yang aku temui tadi siang ketika aku membeli coklat.'' kata Koneko membahas tentang aura Naruto yang sempat Koneko rasakan.
''Memangnya kenapa dengan pemuda tersebut ? Apa kau jatuh cinta padanya~? Ara ara~ Koneko sudah nakal ternyata. Fu fu fu.'' Goda Akeno diakhiri dengan tawa khasnya.
Sedangkan Koneko, wajahnya lagi-lagi memerah karena teringat kata-kata Naruto yang mengatainya imut.
''Ti-tidak kok. Aku hanya ingin menceritakan aura yang sempat kurasakan dari pemuda tersebut, senpai.'' kata Koneko yang membuat wajah Akeno menjadi mode serius.
''Aura? Aura apa yang kau rasakan?'' Akeno mulai tertarik mendengar tentang aura sang pemuda yang diceritakan Koneko.
''Entahlah sanpai, aku juga bingung. Tapi, yang paling kuat kurasakan aura iblisnya. Yang membuat aku bingung yaitu, pemuda itu iblis dari klan mana ? Dan juga, pemuda tersebut menekan energinya sampai titik terkecil. Tapi karena telalu kuat energi yang ada padanya, auranya masih bisa kurasakan.'' kata Koneko sambil mengingat kejadian siang tadi.
''Bagaimana kau bisa merasakannya jika pemuda tersebut menekan auranya sampai titik terendah?'' tanya Akeno yang melupakan bahwa Koneko adalah bangsa Yokai.
''Apa kau lupa senpai ? Aku kan dari bangsa Yokai. Bangsa yang memiliki sensor yang kuat.''
''Oh? Hahah aku lupa. Oh ya Koneko-chan bagaimana ciri-ciri pemuda itu ? Apakah tampan ?'' tanya Akeno lagi-lagi menggoda Koneko.
''Ciri-cirinya, hmm..'' Koneko mengingat-ingat sosok pemuda yang tidak sengaja ia temui tadi siang.
''Ia laki-laki, memiliki mata sebiru langit, rambut berwarna kuning jabrik acak-acakan...''
'Apa dia Naruto?' batin Kiba mengira bahwa yang mereka bahas adalah sahabatnya, karena ciri-ciri yang Koneko katakan tadi sangat mirip dengan Naruto. Tapi perkataan Koneko yang terakhir membuat hilang sudah harapan Kiba.
''...dan dengan poni yang menutupi mata kirinya. Lebih tepatnya setengah wajah kirinya.'' lanjut Koneko yang membuat Kiba kecewa.
'Ternyata bukan, Naruto. Aku pikir itu Naruto.'kau tak salah mengira Kiba, jika saja Koneko tak lupa ada tanda lahir dipipi kanan sang pemuda seperti kumis kucing. Karena wajah kiri Naruto tertutup rambut, jadi tidak terlihat tanda lahir yang ada dipipi kirinya.
.
.
''Ng' akh. Dimana ini ?''
Seorang pemuda dengan rambut semerah bata dan memiliki mata seperti panda sadar dari pingsannya. Ia memalingkan kepalanya kekiri dan menemukan perempuan berambut hijau potong pendek sedang tak sadarkan diri. Ia juga memalingkan kepalanya kekanan, menemukan pemuda dengan gaya rambut seperti nanas sedang tidur tengkurap dengan enaknya.
''Shikamaru, Fuu. Bangun.'' pemuda bermbut merah bata mencoba membangunkan sosok disampingnya dengan menggoyangkan bahu mereka.
''Ck, mendokusai. Kau menganggu tidurku saja Gaara.'' protes Shikamaru karena tidur nyenyaknya terganggu.
''Ngh~'' lenguhan panjang terdengar setelah perempuan yang bernama Fuu bangun dari pingsannya.
''Dimana kita Kazekage?'' Fuu bertanya kepada Gaara dan mendapat gelengan darinya.
''Aku ingin kebawah dulu, aku sangat haus.'' Shikamaru bangun dari tidurnya dan menuju kebawah untuk mencari sesuatu untuk diminum. Walaupun ia tidak tau tempat dapur, tidak ada salahnyakan mencoba?
''Shikamaru, kau jangan seenaknya keluyuran ditempat asing.'' Gaara mencegah Shikamaru yang akan keluar dari ruangan, sepertinya Shikamaru tidak mengindahkan perkataan Gaara dan terus berjalan.
Gaara yang tidak mau terjadi dengan Shikamaru, akhirnya mengikuti Shikamaru pergi, diikuti Fuu dibelakangnya.
.
.
Sampailah mereka bertiga diruang tamu yang sangat berbeda dengan tujuan Shikamaru yang ingin mencari minum. Errr... Sepertinya insting Shikamaru tidak salah karena dimeja tamu ada seceret air teh dengan tiga orang yang duduk disofa, yang ternyata Naruto, Ichigo dan Rukia.
''Yo Shika, kau sudah bangun ?'' tanya Naruto memegang segelas air teh.
''Belum, aku masih tidur. Sudah tau aku sudah bangun, masih nanya.'' Shikamaru mendudukkan dirinya disofa depan NaruIchiRuki.
Gaara dan Fuu hanya berdiri saja karena tidak mengerti apa yang sedang terjadi sekarang.
''Gaara ? Fuu ? Kenapa kalian berdiri saja ? Ayo cepat duduk.'' kata Naruto yang membuat Gaara dan Fuu sedikit binggung karena pemuda pirang berponi mengetahui nama mereka.
''Kau tau nama kami ?'' tanya Gaara dibalas anggukan dari Naruto.
''Sebenarnya siapa kau ? Apa kau sebenarnya ? Dimana kami sekarang ? Dari aura yang kurasakan, kau bukan manusia. Iya kan?'' tanya Gaara bertubi tubi.
''Wow wow wow, santai Gaara, santai. Baiklah Namaku Naruto Uzumaki, aku adalah iblis...'' Naruto tidak jadi melanjutkan perkataannya karena Fuu sudah memotong perkataan Naruto.
''Jadi benar kau Naruto ? Aku sudah menduganya.'' kata Fuu yang tidak merasa bersalah telah memotong ucapan orang lain.
''Bagaimana kau bisa menduga bahwa aku ini Naruto ?' tanya Naruto penasaran mengapa Fuu bisa ingat dirinya, sedangkan Shikamaru yang dari keturunan tercerdas tidak mengingat dirinya.
''Pipimu. Garis yang ada dipipimu, karena tidak ada orang lain selain dirimu yang mempunyai tanda itu.'' Kata Fuu yang membuat Shikamaru dan Gaara berpikir-pikir.
'Benar juga ya. Kenapa aku tidak berpikir sampai kesitu ?'batin Gaara dan Shikamaru bersamaan.
''Aku haus, aku minum ya ?'' tanya Fuu setelah duduk disofa.
Gaara yang sudah mengetahui bahwa pemuda pirang itu Naruto ikut serta meminum teh hangat yang membuat rileks tubuh.
''Naruto, siapa mereka?'' tanya Gaara yang melihat dua makhluk yang tidak ia kenal duduk disamping Naruto.
''Oh, mereka temanku. Ichigo, Rukia. Perkenalkan diri kalian.''
''Hai, namaku Ichigo Kurosaki. Kami adalah Shinigami.'' kata Ichigo memperkenalkan diri, setelah itu Rukia yang juga memperkenalkan dirinya.
''Namaku Rukia Kuchiki, salam kenal.''
''Salam kenal. Namaku Gaara. Kami Shinobi.'' kata Gaara dengan nada bicara serti biasa.
''Shikamaru Nara. Huaaam, mendokusai.'' perkenalan Shikamaru membuat Ichigo dan Rukia sweatdrop. Sedangkan Naruto, ia sudah terbiasa dengan sikap malasnya si Nara dan bicaranya yang selalu mengatakan 'Merepotkan'.
''Namaku Fuu. Apa kalian mau menjadi temanku ?'' tanya Fuu dengan wajah memohon. Ichigo dan Rukia menganggukan kepalanya menanggapi permintaan Fuu yang mebuat Fuu sangat bahagia.
''Yess! Aku mendapat teman lagi~'' kata Fuu sambil melompat-lompat kegirangan.
''Hei Naruto, kenapa dia sangat senang seperti itu ?'' Tanya Ichigo melihat tingkah Fuu yang sangat senang.
''Sebelum aku menjawabnya, aku inginbertanya kepada kalian. Ketika masih kecil, apakah aku bermain dengan anak-anak sebayaku ?'' tanya Naruto yang mendapat gelengan dari Ichigo.
''Tidak. Karena di dalam dirimu ada seekor rubah raksasa, semua anak-anak menjauhimu. Kau bercita-cita ingin menjadi Hokage agar semua warga mau mengakui keberadaanmu. Lalu apa kesamaan dari masa lalumu dan Fuu yang sangat senang?'' Ichigo sama sekali tidak paham kaitan masa lalu Naruto dan Fuu ketika mendapat teman baru.
''Haah~... Baiklah, akan aku jelaskan. Sewaktu kecil, aku dijauhi semua orang karena aku adalah Jinchuriki. Hanya orang-orang terdekat saja yang peduli denganku. Sama seperti Fuu, yang sulit mendapatkan teman. Kami para Jinchuriki selalu dikucilkan, selalu dianggap hama, dan kami hanya dijadikan senjata perang didesa masing-masing. Seperti didesa Suna, desa Kiri, desa Oto. Kami menderita, kami kesepian. Aku, Gaara, Fuu, dan Jinchuriki-Jinchuriki lainnya mengalami hal yang sama.'' Naruto menundukkan kepalanya, mengingat masa lalunya yang berat. Gaara juga menundukkan kepalanya dengan Fuu yang sudah kembali duduk dengan setetes air mata yang mengalir.
''Jadi Fuu sangat senang ketika mendapat teman, karena sewaktu kecil Fuu tidak memiliki teman.'' kata Rukia yang sudah mulai paham kesamaan Naruto, Fuu, Gaara dan Jinchuriki-Jinchuriki lainnya.
''Ya, kau benar.'' kata Naruto menganggukkan kepalanya.
''Naruto, aku ingin tanya kepadamu. Bagaimana kau masih hidup?'' kata Gaara yang hampir mendapat teriakan dari Ichigo berupa 'Apa kau menginginkan Naruto mati hah? '. Tapi sebelum Ichigo berteriak, Rukia terlebih dahulu mengeluarkan aura yang menyeramkan dan membuat Ichigo tidak jadi berteriak.
''Baiklah, akan aku ceritakan...''
Skip guys(sama aja kok, kayak Naruto nyeritain ke Ichigo dan Rukia).
''Jadi, kau diberi mata Sharingan oleh Rikuudo?'' tanya Shikamaru yang dibalas anggukan oleh Naruto.
''Naruto, kau bilang manusia bisa dijadikan iblis dengan Evil Pieces kan ?'' tanya Gaara yang tiba-tiba brtanya tentang Evil Pieces.
''Iya, memangnya kenapa?'' tanya Naruto meminum teh yang berada digelasnya yang tinggal setengah.
''Jadikan aky peeragemu.'' kata Gaara membuat Naruto yang hampir menelan air minumnya, menjadi mengurungkan niatnya dan mengembalikannya kedalam gelas.
''Naruto, jadikan juga aku peeragemu.'' kata Fuu yang menatap Naruto serius.
''Hah~ sebenarnya ini sangat merepotkan bagiku. Naruto, ikut sertakan aku.'' kata Shikamaru diakhiri dengan mendokusai andalannya.
''Naruto, kami juga.'' kata Ichigo dan Rukia bersamaan.
''Kau bilang, kau ingin mendamaikan dimensi ini kan? Ayo, berjuang bersama dan mewujudkan impianmu...tidak, impian kita. Benarkan teman-teman?'' kata Ichigo mendapat anggukan dari semuanya.
''Kalian... Arigato minna, arigato. Baiklah kalau begitu.'' Naruto merentangkan tangannya kedepan dan...
SIINNGG
... Muncul lingkaran berwarna kuning yang mengeluarka lima belas bidak catur.
''Siapa dulu yang ingin memulai.'' tanya Naruto kepada peserta pertukaran fraksi.
''Aku, aku.'' kata Fuu sambil mengangkat tangan kanannya.
''Baiklah Fuu, kau terlebih dahulu. Berbaringlah dilantai.''
Fuu mengikuti apa yang Naruto perintahkan. Setelah Fuu berbaring dilantai, Naruto mendekat kearah Fuu dengan lima belas bidak ditangannya.
''Hmm.. Mari kita lihat, bidak apa yang akan bereaksi denganmu.'' Naruto mendekatkan kelima belas bidak tersebut kepada Fuu, dan kelima belas bidak bersinar semuanya.
'Ngh'? Semuanya? Semua bidak bereaksi kepada Fuu? Akan aku coba kepada yang lain.' batin Naruto dan berjalan kearah Ichigo sambil membawa bidak-bidak yang ada dilantai.
Lagi-lagi semua bidak bersinar, kepada Rukia juga. Kepada Shikamaru juga bersinar semua. Dan yang terakhir Gaara, sama saja, bersinar semua.''
'Kenapa bersinar semua ya? Apa bidak ini rusak atau kekuatan mereka yang besar ?'
''Kenapa Naruto?'' tanya Shikamaru yang membuyarka lamunan Naruto.
''Tidak ada apa-apa. Masalahnya begini. Semua bidak bereaksi semua kepada kalian, aku bingung ingin memasukkan yang mana ketubuh Fuu.'' kata Naruto melihat bidak yang ada ditangannya.
''Masalah bidak, itu terserahmu saja Naruto. Segala pilihannmu, pasti itu yang terbaik.'' kata Rukia meyakinkan Naruto.
Naruto menganggukkan kepalannya dan kembali bersimpuh disamping Fuu.
''Fuu, kau tidak apakan aku jadikan kau peerage menggunakan bidak Pion?'' tanya Naruto mendapat anggukan dari Fuu.
''Tidak masalah Naruto, lakukan sesukamu.''
Naruto akan memasukkan 4 bidak Pion kedalam tubuh Fuu, tapi Fuu menurupi dadanya dengan kedua tangannya.
''A-apa yang akan kau lakukan Naruto?'' tanya Fuu dengan muka memerah.
''Ja-jangan salah paham dulu Fuu. Aku bukannya ingin memperkosamu, tapi aku ingin memasukkan bidak ini kedalam tubuhmu.'' kata Naruto menjelaskan kesalah pahaman Fuu.
''Oh.. Hahah, aku pikir kau akan melakukan yang tidak-tidak kepadaku. Naruto cepat lakukan sekarang.'' kata Fuu agar Naruto menjadikan dirinya iblis.
Naruto memasukkan 4 bidak ketubuh Fuu dan muncul lingkaran sihir berwarna kuning dengan lambang kunai cabang tiga yang bersinar dibawah tempat Fuu berbaring.
Setelah selesai proses reinkarnasi, Fuu langsung pingsan karena sedang menyesuaikan diri dengan tubuhnya yang sudah menjadi iblis.
Skip~~~
Setelah semua sudah direinkarnasikan menjadi iblis dan tak sadarka diri alias pingsan, lalu mereka sadar kembali.
Semua bidak Naruto telah habis dan hanya menyisakan bidak Queen.
*Peerage Naruto beserta Naruto:
-Naruto : King
- ? : Queen
-Gaara : 2 Rook
-Shikamaru : 2 Bishop
-Ichigo : 2 Knight
- Fuu : 4 Pion
-Rukia : 4 Pion
.
.
''Oh ya, nanti malam kalian ingin ikut denganku atu tidak?'' tanya Naruto yang duduk disofa sambil menonton TV bersama teman-teman iblisnya.
''Kemana?'' tanya Ichigo yang duduk disamping Naruto bertanya tentang tujuan teman pirangnya nanti malam.
''Aku ingin memburu iblis liar, sama seperti yang dilakukan semua iblis yang bertempat tinggal didunia manusia. Seperti iblis klan Sitri dan klan Geremory.'' kata Naruto sambil mengambil snak yang berada dimeja untuk ia santap.
''Kami tidak ikut.'' kata Gaara yang mendapat persetujuan dari semuanya, kecuali Gaara dan Naruto.
''Ya, baiklah. Aku akan berangkat sendiri. Dan jika kalian ingin tidur, kalian tidak perlu menungguku pulang, karena aku akan pulang larut malam.'' kata Naruto yang masih mengunyah kacang polong.
.
.
''Baiklah Issei, Akeno, Koneko, Kiba. Saatnya kita memburu iblis liar.'' kata seprang iblis cantik berambut merah kepada peeragenya.
''Rias, lingkaran sihirnya sudah siap.'' kata perempuan berambut darkblue yang sudah menyiapkan lingkaran teleport.
SIINNGG
.
.
00:14 pm.
SIINNGG
muncul linkaran sihir berwarna merah disebuah gedung tua yang sudah tak layak untuk dihuni. Lingkaran tersebut mengeluarkan lima iblis yang berniat membasmi iblis liar. Tapi sesampainya mereka digedung tua, bukan iblis liar yang mereka temukan, melainkan sosok bertopeng berambut pirang yang membelakangi mereka.
''Siapa kau?'' tanya iblis sexy bernama Rias kepada sosok bertopeng yang memunggunginya.
Sosok bertopeng tersebut membalikkan badannya karena ada orang yang memanggilnya. Sosok bertopeng dengan poni kirinya yang dikepit kesisi kiri, menampakkan dua matanya yang berwarna merah darah dengan tiga tomoe disetiap bola matanya. Ditangan kirinya, menggenggam sebuah kunai yang berbeda dengan kunai-kunai lainnya, yaitu kunai bercabang tiga.(yang belum pernah liat, cari di google '' kunai milik minato''). Mata merah yang bersinar dalam gelap, menatap rombongan iblis yang baru datang.
''Aku tanya sekali lagi, siapa kau?'' kata Rias yang sudah hampir habis kesabarannya.
''Siapa? Aku?'' kata sosok bertopeng tersebut sambil menunjuk dirinya sendiri, karena hanya dirinya yang ditatap rombongan tersebut.
''Iya kau.''
''Mungkin kau bisa mencari namaku diinternet.'' perkataan pemuda bertopeng tersebut membuat Issei emosi, karena ia merasa kekasihnya dihina.
''Kurang ajar kau. Rasakan ini...'' Issei berlari kearah pemuda tersebut dengan kecepatan tinggi.
''Dragon Shot''
Issei menembakkan leser setelah muncul sarung tangan besi warna merah dengan kirinya.
Wuss
Tembakan Issei meluncur dengan cepat kearah pemuda yang masih berdiri dengan tegapnya. Sinar leser tersebut terus meluncur kearah pemuda dan...
Bumm
SING
Ledakan terjadi yang membakar tanah dan benda-benda yang tak jauh dari ledakan tersebut. Setelah ledakan terjadi, muncul kilatan warna kuning didepan Issei dan mengeluarkan sosok bertopeng rubah yang masih dalam keadaan baik, tanpa lecet sedikit pun.
'Ce-cepat sekali.' bati semua iblis yang menyaksikan kecepatan sosok bertopeng rubah tersebut.
''Tsukoyomi''
''Akh.'' tanpa sengaja, Issei menatap mata merah yang menyebabkan Issei jatuh terkapar ditanah. Tapi berbeda dengan jiwa Issei yang entah berada dimana.
~Dunia Tsukoyomi~
Issei berada didalam sebuah ruangan yang gelap, dengan posisinya yang seperti orang disalip disebuah tiang kayu. Didepannya, sosok bertopeng rubah yang menggenggam sebuah katana sambil menatap Issei dengan mata merahnya.
Jrass
''Ak''
Jrass
''Akhkhaaakh..''
Jrass
''Akhk..'' erangan kesakitan keluar dari mulut Issei ketika sosok tersebut menusukkan katanya ketubuh Issei berulang kali.
''Kau berada didunia ilusi Tsukoyomi, kau akan merasakan penyiksaan sampai selesai.'' (author lupa jangka waktu penyiksaan didunia Tsukoyomi. Jadi, jika ada reader-san yang tau jangka waktu penyiksaan Tsukoyomi, tolong tulis dikotak Review. Karena, kemungkinan akan author pakai untuk melawan Raiser).
''Akh...kakh..shekhk..'' ruangan tersebut dipenuhi dengan suara Issei yang menyayat telinga.
~Dunia Tsukoyomi~and
''Kau... Beraninya kau membuat issei seperti itu.'' kata Rias yang melihat Issei jatuh terkapar tak berdaya.
''Koneko.'' kata Rias mendapat anggukan oleh Koneko.
Mengerti apa maksud Rias, Koneko berlari kearah sosok bertopeng dengan mengepalkan tangannya, untuk meninju sosok tersebut.
''Hyaahhh.''
Tap
Sebelum sebuah tinjuan mengenai wajah sang pemuda, sebuah tangan terlebih dahulu menangkap kepalan kecil tersebut.
'Di-dia bisa menangkap tinjuku?'' batin Koneko terkejut, karena pemuda tersebut bisa menangkap tinjunya. Biasanya, siapa saja yang terkena tinjunya, pasti akan terpental.
''Tinjumu lumayan kuat, tapi energi Senjutsumu masih kurang Neko-chan. Kau harus memperbanyak energi Senjutsumu dengan menyerap energi alam, agar Yin dan Yang bisa seimbang.'' setelah memberi nasihat kepada Koneko, sosok bertopeng tersebut melempar Koneko kearah pohon yang tak jauh darinya.
''Koneko.'' Rias dan Akeno berteriak khawatir dengan Koneko yang akan membentur pohon. Tapi sebelum Koneko menyentuh pohon...
''Kagebunshin no Jutsu.''
'poof'
Muncul sosok bertopeng rubah satu lagi dibelakang Koneko dan menangkap tubuhnya, menyebabkan Neko kecil tersebut tidak jadi membentur pohon. Setelah menurunkan Koneko, sosok bunshin tersebut menghilang menjadi kepulan asap.
'Dia bias menggandakan dirinya ?' batin para iblis terkejut dengan kemampuan sosok bertopeng rubah tersebut.
''Ke-kenapa kau...'' Rias, Akeno, dan Kiba, termasuk Koneko, merasa bingung, mengapa sosok tersebut menangkap Koneko agar tak membentur pohon.
''Rias... Tujuanku kesini bukan untuk bertarung dengan kalian, melainkan hanya untuk membasmi iblis-iblis liar yang sangat meresahkan warga. Beberapa anak-anak dan orang-orang dewasa, menghilang dengan misterius. Dan setelah aku selidiki, orang-orang tersebut dimakan iblis liar. Jadi jangan menyerangku lagi, karena aku tidak ingin melukai kalian. Soal Issei, kau jangan khawatir karena aku hanya memberinya ilusi 'ringan' kepadanya. Besok, ia akan sadar kembali. Baiklah, karena sudah larut malam, aku pergi dulu. Sampai jumpa.''
Tapi sebelum sosok tersebut menghilang, ia mengucapkan sesuatu sekecil mungkin agar mereka tidak mendengarnya.
''Tsukoyomi kai.'' kata sang Kitsune melepas jurus Tsukoyominya.
Sosok bertopeng rubah menghilang bersama lingkaran sihir warna kuning dengan lambang kunai cabang tiga.
SIINNGG
''Rias, apa kau mengenal pemuda tadi?'' tanya Akeno yang berada disamping Rias.
''Tidak, aku tidak mengenalnya.''
''Tapi... Kenapa sosok tadi mengenal nama Bochou dan Issei senpai ?'' tanya Koneko yang sudah berkumpul dengan yang lainnya.
''Entahlah... Aku juga tidak tau. Lebih baik, kita kembali kerumah masing-masing. Kiba, bisa kau urus Issei ? Tolong antar Issei kerumahnya.'' kata Rias yang memperhatikan Issei sedang terkapar tak berdaya.
Kiba berjalan mendekati Issei dan menggendong Issei dibahu kanannya.(author gak tau ndeskripsiin posisinya). Sebenarnya Kiba tidak ingin menolong Issei, tapi dendam dengan Issei dan Rias tidak akan merubah semuanya. Sama seperti yang Naruto katakan kepada kiba, ''Kiba, tidak ada gunanya kau dendam dengan pedang Exalibur, itu tidak akan merubah semuanya.''. Jadi Kiba mencoba mengikhlaskan sahabatnya pergi, tapi tak menutupi jika masih ada rasa tidak suka kepada Issei dan Rias.
''Baiklah, ayo kita pergi.''
SIINNGG
.
.
T.B.C
.
.
Hai minna-san, jumpa lagi dengan saya author lio-kun11. Kali ini kita memasuki sesi ''Jawab Review.'' yang kedua. Ini dia acaranyaaa.
1. Konekodragneel
''Thor apakah Naruto bisa mode Rikuudonya ?''
Jwb
''Bisa. Ya, Naruto bisa menggunakan mode Rikuudonya. Tapi, mungkin tidak terlalu kuat seperti dulu. Karna selama berlatih bersama Rikuudo, Naruto jarang berlatih mode Rikuudo.''
2. Namikaze DIAN
''Senpai mau tanya, bisa gak cerita bahasa inggris dijadiin bahasa indonesia ? Soalnya mau baca''
Jwb
''Emm, gimana ya ? Mungkin bisa, diartikan kedalam bahasa indonesia menggunakan Google translit. Itu mungkin, karna author belum pernah mencoba dan tidak tau caranya. Mungkin Dian-san perlu bertanya kepada author yang lebih tau tentang mengartikan bahasa dalam fanfic, soalnya Lio-kun masih author baru. Hehe.''
3. The ereaser
Jwb
''Seperti biasa, kau dan yang lainnya pecundang yang banyak alasan. Bilang aja otak kau tak mampu melanjutkan fic sampah kau ini.''
Jwb
''Gomenasai ereaser-san, saya memang banyak urusan disekolah sebagai anggota osis yang mengakibatkan saya harus down selama sebulan kemarin, itu bukan alasan belaka. Dan banyak alasan bukanlah ciri-ciriku. Ketika aku sudah berjanji aku tidak akan menarik kata-kataku, karna itulah jalan hidup. Jika dibilang tidak sanggup, kau benar. Tapi bukan tak sanggup melanjutkan fic ini, tapi aku tidak sanggup melihat para reder yang menunggu fic saya terlalu lama, karna itu saya minta maaf kepada semuanya jika saya cuti sebulan. Dan juga terima kasih atas ''pujiannya'' tentang fic saya. Maaf bila saya berbicara terlalu panjang, sekian..terimakasih.''
4. TEGAR-kun
''Yaah thor kok gitu? Gak update 1 bulan ?''
Jwb
''Mau gimana lagi Tegar-san, sebenarnya author juga gak mau kayak gini. Tapi tenang, ini udah Up kok. Selamat membaca.''
5. Tsukasa
''Hah~ libur sebulan ya? Ok'lah tapi janji ya 1 Agustus wordnya dipanjangin minimal 3 k maks 4k. Huahahaha...
Oh ya Lio-san, review chap lalu ada reviewer yang bernama Awal Uciha, saranin masukin Masamune date dari anime Basara. Gue setuju sarannya tuh, bila perlu Sanada Yukimura juga. Buat interaksi mereka seperti Naruto dan Sasuke buat mereka jadi rival, tapi kalau duet bikin greget.''
Jwb
''Masamune dan Sanada ya? Hmmm. Sepertinya berat Tsukasa-san, karena author sedikit kurang paham dengan anime tersebut. Lagi pula sebulan yang lalu author udah siapin semuanya, jadi gak tau deh saran anda dan Awal Uciha akan author masukin apa gak. Tapi akan author usahaain masukin dichap depaaaaanya lagi, tapi jika tidak bisa author masukin...yah...author mohon maaf Tsukasa-san. Baiklah, terimakasih sarannya.
6. Kakek Legend
''Klo author-san takut hubungan iblis dan malaikat, tenang, ane punya solusi yang berlian perak emas tembaga logam besi, ok. Jika Naruto udah master fuinjutsu, buat aja Naruto menyerap aura iblisnya digulungan fuin, hingga hanya menyisakan energi sihir beserta kekuatan beserta fisik meliputi umur dan penuaan.. Jadi klau aura iblisnya udah lenyap, Evil Pieces berubah menjadi Human Pieces.''
Jwb
''Ide berlian perak emas tembaga logam besi Jiji bagus juga. Tapi bukan Naruto yang author permasalahkan, melainkan Gabriel. Bayangkan, Tenshin tidak diperbolehkan menikah dan berhubungan badan. Jika menikah dab berhubungan badan akan menjadi Da-Tenshin, sedangkan Gabriel tidak ingin menjadi Da-Tenshin dan akan terus mengabdi kepada Tuhan. Masalahnya jika Gabriel dan Naruto melakukan...ehem..itu..yang itu...ano..ikkeh-ikkeh kimochi, Gabriel akan menjadi Da-Tenshin. Dan dific ini, Naruto tidak bisa segel fuin sama kayak dicannon. Sebenarnya ide Jiji boleh juga, tapi seperti yang author bilang, Naruto gak bisa segel fuinjutsu. Baiklah Jiji, terima kasih sarannya.
7. Naruto no Ramen
''Senpai tolong tambahin Sona ke Harem Naruto, soalnya diakan loli(bagi saya), dan Serafall juga senpai. Dah itu aja, SEMANGAT TERUS tulis fic nya, dattebayou. Hehehe...
Jwb
''Tambahin Sona ke harem Naruto sih..author setuju-setuju aja, karena Sona itu memang loli. Tapi tambahin atau tidaknya itu tergantung banyak reader yang setuju atau tidaknya kalu author masukin Sona. Semoga banyak yang setuju, karena author penggemar loli. Waaaah loli~...karungin, karungiiin. Dan juga terimakasih semangatnya, ttebayo.
Hai minna, jumpa lagi dengar author Lio-kun11.
Oh ya, author minta maaf nih sebulan yang lalu author gak Up, jadi gini deh...nunda. Tapi gimana guys fic kali ini, apa sudah panjang wordnya? Sudah greget ceritanya? Kalu belum...author minta maaf, jika sudah...alhamdulillah, hehe. Oh ya, mungkin dichap ini masih banyak kesalahan-kesalahan yang author lakukan dengan gaya tulisannya atau bahasanya dan ada beberapa kata yang susah dimengerti. Jadi author minta maaf lagi. Baiklah jumpa lagi. Jaa Na.
