Chapter 6
Disclaimer :
-Naruto : Masashi Kishimoto
-High School DxD : Iciei Ishibumi
Rate : M
Warning : typo,abal,gaje,lime,lemon( di chapter ini )
Summary : Naruto Uzumaki, pahlawan Konoha yang telah mengalahkan Kaguya. Tapi ia harus menggorbankan dirinya dan terjebak didimensi lain untuk selama-lamanya. Dengan kekuatannya yang tidak sengaja tersegel, bagaimana cara Naruto mendamaikan dimensi barunya bersama teman iblisnya ?
.
.
Hah~ lebih indah jika cerita diawali dengan pagi yang segar. Tapi tidak untuk kali ini, karena hari ini diawali dengan pagi-pagi buta yang mana keadaan masih gelap dan orang-orang masih tidur, termasuk para iblis.
Disebuah rumah yang lumayan besar, lebih tepatnya disebuah kamar yang ditempati oleh pemuda pirang dengan poni menutupi mata kirinya yang tidur dengan nyenyaknya. Tapi ada yang aneh dengan fisik pemuda tersebut. Dikepalanya terdapat sepasang telinga rubah berwarna orange dan dibelakang tubuhnya terdapat satu ekor..eh? Bukan, lebih tepatnya sembilan ekor yang berada dibalik selimut dan hanya menampakkan setengah ekornya saja yang bergoyang-goyang. Goyangan ekor rubah tersebut beberapa kali menggesek hidung sang pemuda, yang menyebabkan pemuda pirang merasa terganggu tidurnya.
''Ngghh. Jangan mengganggu Sasuke..'' pemuda pirang mengira yang mengganggu tidurnya adalah temannya masa lalunya.
Ekor itu terus bergoyang kesana kemari layaknya penari dangdut koplo yang ingin mencari perhatian penonton.
Slub
''Huaajheemm.''
Salah satu ujung ekor memasuki hidung Naruto, menyebabkan sang empu bersin dengan lebaynya.
''Ck, siapa sih yang meng... Ak?'' setelah Naruto menyibakkan selimutnya kesamping, ia sangat terkejut dengan keadaannya yang sekarang.
''HUUAAAAAAA''
~~Dikamar sebelah~~
''Huaa mak ngkau ! Huh~ untung saja jantungku tidak lepas. Kuso, siapa sih yang teriak-teriak.'' kata seorang berambut orange yang bernama Ichigo sambil turun dari kasur dan berjalan keluar. Setelah membuka pintu, Gaara, Shikamaru, dan Rukia berlari kearah kamar yang ada disebelah kamarnya. Ichigo yang melihat mereka berlari melewati kamarnya, ikut menyusul robongan lari maraton dadakan yang baru saja melewatinya.
Setelah mereka sampai didepan pintu dengan poster gambar ramen, Shikamaru langsung membuka pintu dengan cepat.
Cklek
Brak
''NARUTOO.''
Mereka tidak menemukan Naruto didalam kamarnya, melainkan hanya beberapa benda dan gumpalan selimut yang berada diatas kasur. Tapi selimut itu agak aneh, karena gumpalan tersebut lebih besar dari selimut yang lain. Yang membuat mereka heran ketika selimut itu bergerak.
Srek
''Ek? Na-Naruto, apa itu kau ?'' Shikamaru yang akan mendekati gumpalan selimut tersebut mengurungkan niatnya, karena sesuatu didalam selimut menghentikan langkah Shikamaru.
''Jangan mendekat.'' perintah sosok tersebut menghentikan langkah kaki Shikamaru.
''Memangnya kenapa Naruto ?'' tanya Rukia yang merasa heran dengan sikap Naruto.
Srek
Sepertinya Naruto memutar badannya, terlihat dari selimutnya yang berputar, menandakan Naruto berputar kearah lain.
''Naruto, kenapa denganmu?'' tanya Gaara yang merasakan aneh dengan sikapnya Naruto, biasanya Naruto tidak pernah menyembunyikan sesuatu.
Naruto menurunkan selimut dengan perlahan dan hanya menampakkan kepalanya yang membelakangi mereka.
''Ehk ?'' semua yang berada didepan pintu terkejut dengan sepasang telinga rubah dikepala Naruto.
Srek
Naruto menyibak semua selimut yang menutupi tubuhnya dan memperlihatkan sembilan ekor yang melampai keluar dari balik celana belakangnya. Naruto membalikkan badannya menghadap teman-temannya dengan muka kusut.
''Pffttt... Bhahahaha...'' semua tertawa melihat keadaan Naruto yang sekarang. Bukannya membantu memecahkan masalah, justru menertawakan Naruto dengan Gaara yang tertawa paling keras. Biasanya ia tidak pernah tertawa sekeras itu, tapi melihat wajah Naruto dengan sepasang telinga rubah, menjadikan hal terlucu yang pernah Gaara lihat. Ia tidak akan melupakan hal ini seumur hidupnya.
Sedangkan Naruto, yang ditertawakan seperti itu, wajahnya langsung memerah marah dan malu yang membuatnya tambah imut.
''Kalian... Bukannya membantuku, malah menertawakanku. Hmp.'' kata Naruto sambil merajuk dengan wajah imutnya.
''Hei Naruto, awalnya kau sangat tampan ketika aku baru sampai sini, tapi sekarang..hahah..kau...kau...sangat imut.. Hahaha.''
''Ngh ? Ada apa sih ribut-ribut. Eh?'' Fuu masuk kedalam ruangan dengan wajah khas bangun tidur karena ada keributan yang mengganggu tidur nyenyaknya. Ketika Fuu hendak protes, ia urungkan niatnya karena melihat sesuatu yang menarik dan berteriak...
''Uwaahh imutnya...'' Fuu berlari kearah Naruto dan memainkan pipi Naruto setelah sampai ditujuan.
''Ne, dimana kalian menemukan ini ? Apa aku boleh memeliharanya ? Boleh ya? Boleh ya? Aku pasti akan mengurusnya dan memandikannya.'' kata Fuu yang tetap memainkan pipi Naruto dengan menjewernya.
''Pfff..bhuahaha...''lagi-lagi mereka tertawa karena kepolosan Fuu.
''Kenapa kalian tertawa. Jika kalian tidak ingin menjawab, aku tanya saja sama si kawaii ini. Ne, apa kamu mau menjadi hewan peliharaanku ?''tanya Fuu dengan polosnya yang mengira Naruto adalah sesuatu yang bisa dipelihara.
'' 'Aaaaa.. Aku bukan HEWAAAN.''
Dan pagi-pagi buta hari ini diakhiri dengan teriakan frustasi dari Naruto.
.
.
''Huaah...hah...ha...hah...''
''Issei, kau tidak apa-apa ?'' tanya iblis sexy berambut merah dan beberapa iblis berdiri disampingnya, seperti Akeno, Kiba Koneko.
''Bochou? Ah! Aku bermimpi kita bertemu dengan sosok bertopeng rubah dan...''
''Itu bukan mimpi Issei-kun, tadi malam kita memang bertemu sosok bertopeng tersebut dan kau pingsan mendadak.'' kata Rias memotong perkataan Issei.
''Pingsan ? Tapi...tapi aku berada disebuah ruangan dan aku ditusuk berkali-kali oleh sosok tersebut.'' kata Issei yang mengingat dengan jelas siksaan yang tidak akan ia inginkan lagi.
''Sudahlah Rias, Issei, kita tidak perlu membahas itu lagi. Sepertinya sosok tersebut tidak mengancam kita, jadi kita tidak perlu berurusan dengannya.'' kata Akeno yang berdiri disamping Rias.
''Kau benar, yang perlu kita pikirkan adalah siapa sosok tersebut, dan jika perlu akan aku jadikan dia peerage Geremory.'' kata Rias yang membuat Issei cemberut.
''Apa kau lupa Rias ? Aura sosok itu adalah iblis, jadi kemungkinan ia sudah menjadi peerage iblis lain atau ia sudah punya peerage sendiri.'' kata Akeno.
''Tapi tidak menutup kemungkinan kita akan bekerja sama dengan dia kan?'' kata Rias bersekukuh ingin menjadikan sosok bertopeng Kitsune untuk menjadi bagiannya.
''Hah~ yah, terserahmu sajalah Rias.'' akhirnya Akeno menyerah dengan keras kepalanya dan keegoisan Rias.
.
.
''Naruto coba ceritakan, bagaimana bisa kau seperti tadi ?'' tanya pemuda berambut gaya nanas kepada pemuda berambut kuning/pirang dengan telinga dan ekor rubah yang sudah menghilang.
''Entahlah Shikamaru, aku juga tidak tau. Ketika aku bangun, aku sudah seperti itu.'' kata pemuda bernama Naruto yang duduk disofa.
'Naruto... Naruto.. Cepat kesini. Kunou... Dia.. Cepat Naruto.' suara Yasaka memasuki pikiran dan telinga Naruto.
'Yasaka-san, ada apa? Yasaka-san.' Naruto mencoba membalas telepati batin dari Yasaka, tapi Yasaka sudah memutus telepatinya. Naruto ingin bertelepati kepada Yasaka, tapi ia tidak memiliki ilmu telepati.
''Naruto.''
''Ah? Iya?'' kata Naruto dikejutkan oleh Ichigo yang menepuk bahunya.
''Kau kenapa?''
''Ti-tidak. Emm, baiklah minna, aku ingin pergi dulu, mungkin aku akan kembali besok atau lusa. Baiklah aku pergi dulu.'' Naruto menghilang sebelum mendapat persetujuan dari temannya.
''Dia kenapa ?'' tanya Ichigo yang mendapat gelengan dari semuanya, termasuk author.
.
.
SING
Muncul kilatan warna kuning disamping Yokai paruh baya yang memiliki rambut warna kuning dengan wajah yang masih terlihat cantik.
''Yasaka-san ada apa ini?'' tanya pemuda yang datang bersama kilatan kuning tersebut.
''Naruto, Kunou...'' kata Yasaka sambil menunjuk Yokai kecil yang memiliki ekor dan telinga rubah sedang menghancurkan beberapa bangunan.
Pemuda yang bernama Naruto mengikuti arah Yasaka menunjuk dan menemukan sosok kecil, rambut warna kuning yang sedang menghancurkan beberapa bangunan dan ada dua Yokai yang mencoba menenangkan Kunou, tapi Kunou tidak ingin berhenti dan terus memberontak sambil berteriak...
''TIDAAK.. Aku tidak akan berhenti... Kunou tidak mau berhenti sebelum Kunou bertemu dengan Onii-chan.'' kata Kunou sambil meninju bangunan yang hancur separuh.
''Iya Kunou-sama, tapi Kunou-sama harus berhenti dan tenang dulu.'' kata Yokai Harimau yang dibantu dengan Yokai Beruang.
''Tidaak.. Kunou mau Onii-chan.. Kunou ingin Onii-chan.''
''Naruto, tolong ya ?'' tanya Yasaka dibalas anggukan oleh Naruto.
''Kunou.. Onii-chan sudah ada disini'' kata Yasaka yang berhasil membuat Kunou berhenti menghancurkan bangunan.
Kunou melihat kearah Yasaka dan disamping Yasaka berdiri Naruto yang memandang kearahnya.
''ONIII-CHAAANN.'' kunou berlari kearah Naruto sambil meneriakkan kata 'Onii-chan'.
Naruto menekuk lutut kanannya dan menyentuhkan ditanah untuk merendahkan tubuhnya, agar Kunou bisa memeluk tubuhnya.
''Onii-chan, kemana saja Onii-chan? Kunou rindu Onii-chan.'' kata Kunou sambil memeluk tubuh Naruto.
''Ne, baru berpisah beberapa hari langsung rindu ?'' tanya Naruto sambil melepaskan pelukannya dan mengusap kepala Kunou.
''Naruto, aku serahkan Kunou padamu. Turuti semua yang Kunou inginkan, walaupun itu yang aneh-aneh. Maaf merepotkanmu Naruto.'' kata Yasaka yang membuat perasaan Naruto tidak enak ketika Yasaka mengatakan 'walaupun itu yang aneh-aneh'.
Yasaka dan Naruto masuk kedalam dengan Kunou yang berada digendongan Naruto. Soal bangunan yang hancur, itu urusan para Yokai yang lain.
.
.
Malam telah tiba, waktunya tidur bagi para Yokai termasuk Naruto sendiri, kecuali beberapa Yokai yang menjaga keamanan. Sekarang, mari kita lihat sosok pirang yang bernama Naruto. Naruto tidur disebuah kamar yang pernah ia tempati dulu. Tidur Naruto kurang nyenyak, karena ketika Naruto ingin menghadap kekanan atau kekiri sangat susah. Bukan karena Kunou yang berada diatas perutnya, melainkan ada sesuatu dipergelangan tangannya dan kakinya. Karena merasa terganggu dengan benda yang melingkari tangan dan kakinya, akhirnya Naruto tersadar dari tidurnya.
''Ngghh~ Kenapa tanganku susah digerakin ya?'' kata Naruto yang ingin mengucek matanya, tapi tangannya susah untuk bergerak.
Naruto melihat kearah tangannya dan reaksi Naruto adalah...
''APA-APAAN INII ?'' teriak Naruto ketika melihat tangan dan kakinya diikat dengan tali yang sudah dilapisi energi, sehingga Naruto sulit untuk memutus tali tersebut. Posisi Naruto saat ini terlentang dengan membentuk huruf X karena tangan dan kakinya diikat.
Cklek
Seekor Yokai yang ternyata Kunou memasuki ruangan tersebut.
''Kau sudah bangun Onii-chan? Ini masih larut malam loh.'' tanya Kunou yang membuat Naruto bernafas lega, karena ia bisa meminta Kunou untuk melepaskan ikatannya.
''Kunou-chan, bisa kau melepaskan ikatan Onii-chan ?'' kata Naruto meminta tolong kepada Kunou. Kunou mendekat kearah tangan Naruto dan meraih tangan Naruto yang terikat tali. Tapi Kunou mendekat bukan untuk melepas ikatannya, melainkan memperkencang ikatannya.
Sret
''Ah? Kunou, mengapa kau tidak melepas ikatannya?''
''Aku sudah susah payah mengikat Onii-chan, dan kenapa aku harus melepaskan Onii-chan ?'' kata Kunou membuat Naruto terkejut.
''Ja-jadi ikatan ini...kau yang mengikatnya.'' tanya Naruto yang dibalas anggukan oleh Kunou. Dan Kunou naik keatas perut Naruto.
''Tapi kenapa Kunou-chan?''
''Kunou ingin Onii-chan... Kunou mau Onii-chan.. Dan Kunou menginginkan tubuh Onii-chan.'' kata Kunou sambil membelai leher Naruto yang membuat Naruto merinding disko karena usapan tangan Kunou.
Kunou mengambil pisau yang Kunou sembunyikan dibelakang punggungnya dan mengarahkan keleher Naruto.
''Ku-kunou, apa yang ingin kau lakukan ?'' tanya Naruto yang melihat kunou mengarahkan pisau kelehernya. Kunou tidak menjawab membuat Naruto memejamkan matanya, karena ia pikir inilah ajalnya.
Srek srek srek srek
Naruto mengira bahwa dirinya telah mati, tapi ia salah karena Kunou bukan berniat membunuhnya, tapi merobek baju dan celananya yang hanya menyisakan celana dalamnya saja. Naruto melihat kunou sudah meletakkan pisaunya dimeja dan Kunou kembali naik keperut Naruto.
''Ku-Kunou, jangan lakukan ini.'' perintah Naruto ketika Kunou mendekatkan wajahnya kewajah Naruto, tapi Kunou tak mengindahkan larangan Naruto dan tetap mendekatkan wajahnya. Beberapa centi lagi, bibir kecil Kunou menyentuh bibir Naruto. Naruto menggelengkan kepalanya kekanan kekiri agar Kunou tidak dapat menyentuh bibirnya. Tapi perkiraan Naruto salah, Kunou memegang pipi kanan dan kiri Naruto dengan kuat agar ia bisa merasakan bibir Onii-channya.
~~lime and lemon on~~ yang gak suka lemon, bisa skip kok. Atau tekan tombol back.
''Kuno.. Hmpp..'' perkataan Naruto terpotong karena Kunou sudah mencium bibirnya.
''Hmmmh...'' suara desahan Kunou yang melumat bibir Naruto menggunakan bibirnya.
Naruto terbuai dengan lumatan Kunou yang berantakan karena ini baru pertama untuk Kunou. Naruto membalas lumatan bibir Kunou, tapi hanya beberapa detik saja karena Naruto sadar, yang mereka lakukan ini salah.
'Kuso.. Bagaimana Kunou bisa menbuatku terbuai ? Ck, siapa sih yang mengajari Kunou semua ini ?' batin Naruto frustasi, apakah ia harus menerusakan ini atau memaksa Kunou menghentikan ini.
Lumatan Kunou beralih keleher Naruto dimana tempat titik sensitif Naruto berada.
''Ahkhn.. Khunou..hentikan..ahn.'' erangan dan desahan keluar dari mulut Naruto ketika Kunou berhasil menemukan titik sensitif Naruto.
''Ah..haah...ahh..ahmpp..'' Naruto mencoba meredam desahannya dengan menggigit bibir bawahnya dengan kuat.
''Onii-chan.. Hmm... Onii-chan.. Onii-chan..'' desah Kunou menyebut Naruto berkali-kali sambil terus menghisap leher Naruto yang meninggalkan bercak merah dileher Naruto.
Setelah puas dengan menghisap dan menjilat leher Naruto, Kunou berpindah kebawah menuju penis Naruto yang masih terbungkus dengan celana dalam hitamnya.
''Kunou... Jangan.'' cegah Naruto ketika Kunou akan membuka celana dalamnya, tapi larangan seperti apa pun yang ditujukan kepada Kunou, tidak akan pernah dipedulikan olehnya.
Srek
tangan kecil Kunou merobek celana dalam Naruto dengan mudahnya, dan tampaklah penis Naruto yang indah bagi kaum hawa.
''Ahhk..Kunou...hentikan.'' Naruto panik saat Kunou memegang batang penis Naruto dan menaik turunkan penisnya, seperti orang mengocok botol soda.
''Onii-chan diam saja.'' kata Kunou sambil menjilat kepala penis Naruto.
''Ah~ ssssh khunou~...'' desah Naruto merasakan nikmat yang ingin ia tolak.
Setelah puas menjilati penis Naruto sampai becek, Kunou mencoba memasukkan kepala penis Naruto kedalam mulutnya yang kecil.
''Akh..'' erangan kesakitan keluar dari mulut Naruto ketika gigi Kunou mengenai kepala penisnya.
''Nghp'' Kunou mencoba memasukkan penis Naruto lebih dalam lagi, tapi tidak bisa karena mulut Kunou terlalu kecil, jadi hanya muat kepalanya saja. Tapi Kunou tak kehabisan akal untuk membuat Naruto pasrah dibuatnya.
''Slurp~..''
"Ahhn~~ Kunhou~''
''Slurp~~..''
''Henthikan..Kunhou.''
''Slurph~'' Kunou menghisap kepala penis Naruto dengan kuat, yang menyebabkan penis Naruto menegang dan lebih besar dari yang tadi.
Setelah lima belas menit Kunou menghisap penis Naruto dengan kuat, penis Naruto berdenyut menandakan ia akan memulai orgasme yang pertama.
''Slurp~~''
''Ahhk Khu~nou~. Aku... Aku ingin keluar.. Akh..ku- KUNOUU-CHAAN.''
Croot croot
Tidak sia-sia Kunou menghisap penis Naruto sampai mulutnya pegal, akhirnya Naruto keluar juga.
Kunou menelan sperma Naruto dengan susah payah,karena besarnya penis Naruto untuk mulutnya. Setelah puas menghisap habis sisa sperma Naruto, Kunou melepaskan penis Naruto dari mulutnya, walaupun dengan susah payah.
Slerp~ slerp~
Kunou menjilati seperma yang meluber kebatang penis Naruto. Setelah memastikan penis Naruto dipenuhi dengan air liurnya, Kunou menatap Naruto yang terengah-engah.
''Onii-chan, punyamu nikmat.''
Kunou turun dari ranjang, membuat Naruto bersyukur karena ia mengira bahwa siksaan ini telah berakhir. Tapi perkiraannya lagi-lagi salah, ternyata Kunou turun dari ranjang hanya untuk melepas semua pakaiannya.
Setelah melepas semua pakaiannya, Kunou menduduki dada Naruto yang menyebabkan vagina kecil Kunou menghadap kewajah Naruto.
''Onii-chan..'' kata Kunou yang langsung melumat bibir Naruto dengan ganas, yang langsung disambut oleh Naruto, karena dirinya sudah pasrah.
''Hmmp~'' Kunou menggesekkan vaginanya kedada Naruto, menyebabkan desahan keluar dari mulut Kunou yang tertahan bibirnya Naruto.
Setelah beberapa menit mereka berciuman, Kunou melepaskan ciumannya karena pasokan udara yang hampir habis.
''Hah..hah..hahh.. Kunou.. hah..sudah cukup ya?'' tanya Naruto kepada Kunou dengan muka memelas. Tapi Kunou mengacuhkan permohonan Naruto dan mendekatkan dada kirinya yang rata kemulut Naruto.
''Onii-chan, hisap.'' perintah Kunou yang langsung dilaksanakan Naruto, karena dirinya sudah pasrah dengan keadaannya yang sekarang.
''Slurp~''
''Ahh~ Onii-chan...''
Kunou menarik badannya kembali karena merasakan geli dan nikmat didada kirinya saat Naruto menghisapnya. Tapi Kunou mendekatkan lagi dada kirinya kemulut Naruto.
''Slurp~''
''Aahhn~~'' Kunou menahan rasa geli yang ia rasakan setiap kali Naruto menghisap dadanya. Setelah merasa sudah cukup dengan dada kirinya, Kunou mendekatkan dada kanannya yang sedari tadi menganggur.
''Slurp~~''
''shsss.. Ahhh~ Onii-chan..''
Kunou merasa tidak tahan dengan semua hisapan Naruto, dan menarik badannya dari wajah Naruto. Sekarang, Kunou memajukan pinggangnya agar sang Onii-chan mengisap benda bawahnya yang telah basah.
''Onii-chan... Jangan lupakan yang ini.'' kata Kunou dengan wajah sayunya, membuat siapa saja yang melihatnya meleleh.
'Ka-kawaii.'
Naruto sedikit ragu dengan perintah Kunou yang sudah berlebihan, tapi apa boleh buat, ia tidak bisa kemana-mana lagi selain mamasrahkan tubuhnya kepada Kunou. Mau tidak mau, Naruto harus menghisap vagina Kunou yang mengarah kepadanya. Sebenarnya Naruto bisa saja kabur dari situ menggunakan Hiraishin milik ayahnya, tapi pikiran Naruto sedang panik yang menyebabkan Naruto tidak bisa berpikir jernih.
''Ka-kau yakin Kunou ?'' pertanyaan Naruto mendapat anggukan mantap dari Kunou.
Setelah mendapat anggukan dari Kunou, Naruto segera menghisap kemaluan kecil Kunou yang menyebabkan tubuh Kunou bergetar.
''Slurph~''
''Ahh~ Onhii-chaanh..ihhh gheli Onii-chan~''
'Aku harus membuat kunou kelelahan, agar ini semua cepat berakhir sebelum Kunou melakukan yang lebih.'
Hisapan kuat Naruto luncurkan kepada vagina kecil Kunou, membuat tubuh sang empu bergetar.
''SLURPP~~~''
''Ahhh~~ ...Onhii..-chhhaaann~~~.. Pelhan-pelan.. Ihhhh~~''
''SLURPPP~~''
Naruto tak menghiraukan penderitaan Kunou yang menyuruhnya lebih pelan sedikit, dan tetap melanjutkan kegiatannya.
''SLURRP~~''
''Onhii-chan~...phelanh...ahhn..''
Naruto melancarkan aksinya dengan nenggigit benda kecil seperti kacang yang berada didalam vagina Kunou, menyebabkan Kunou melenguh dengan hebatnya.
''Unggghhh~..ahhhhh~~ apha yangh kau lakhukan Onhii-chaan !?''
''SLURRPP~~''
Dinding-dinding vagina Kunou berdenyut, menandakan ia akan klimaks.
''Onhii-chan... Kunou~..ukhh.. phipis~''
'Ini dia' batin Naruto karena berhasil membuat Kunou akan kelelahan.
''Onhii- ...ONII-CHAAANN~~''
Serrrr
Cairan bening keluar dari kemaluan Kunou yang langsung ditelan habis oleh Naruto.
''Hah...hah...hah..'' suara tarikan nafas Kunou yang berat menandakan ia sangat kelelahan. Setelah nafas Kunou sedikit normal, ia menduduki perut Naruto dan merebakan dirinya diperut Naruto, dengan dada sebagai bantalnya.
''Kunou-chan..kau sudah sangat lelah, lebih baik kau segera tidur.'' kata Naruto yang membuat kunou mendongak untuk melihat wajah Naruto.
''Tidak Onii-chan.. hah..kita masih belum melakukan kemenu utama.'' kata Kunou membuat Naruto melotot tak percaya.
'A-apa ? Di-dia masih belum kelelahan ? Seberapa kuat tenaga Kunou sebenarnya ?'
''Onii-chan, aku akan mulai.''
Kunou bangun dari rebahannya dan menuju ke bawah untuk mengocok penis Naruto, agar menegang lagi.
''Ah..''
Setelah penis Naruto menegang, Kunou menghentikan kegiatannya dan memposisikan vaginanya didepan kepala penis Naruto.
''Ahk ! Ku-Kunou jangan. Bagaimana jika kau hamil ?'' tanya Naruto yang khawatir Kunou akan hamil diumurnya yang masih sembilan tahun (emang bisa ya ?). Tapi sebuah suara dari luar ruangan membuat Naruto melongo tak percaya.
''Naruto.. Kunou sedang tidak dalam masa subur kok, jadi kamu mengeluarkan didalam tidak masalah.'' kata sebuah suara dari luar yang ternyata Yasaka yang berada didepan pintu kamar.
'Kuso..anak dan mama sama saja.' batin Naruto.
''Onii-chan, kau dengar sendirikan ? Mama sudah memperbolehkan kita untuk melakukan ini, jadi Onii-chan diam saja dan nikmati permainan Kunou.''
Kunou menyentuhkan kepala penis Naruto ke vaginanya dan mendorong pinggulnya dengan pelan.
Kunou berjuang keras untuk memasukkan penis Naruto kedalam kemaluannya, dengan rasa sakit yang ia tahan.
''Ukh.'' Kunou meringis ketika merasakan sakit ketika kepala penis Naruto memasuki kemaluannya.
''Kunou, ja-jangan.''cegah Naruto agar Kunou tidak menghancurkan masa depannya sendiri.
''Kunou, jika kau melakukan ini, aku akan membencimu.'' terpaksa, Naruto mengatakan hal itu agar Kunou menghentikan tindakannya.
''Onii-chan akan membenciku ? Itu tidak masalah bagiku, karena aku tetap mencintai Onii-chan.'' kata Kunou membuat Naruto menatap mata Kunou, mencari kebohongan disetiap tatapannya. Nihil, Naruto tidak menemukan kebohongan dari Kunou, tapi tatapan penuh kesungguhan yang ia temukan.
'Jadi selama ini... Kunou mencintaiku ?'
''Akh'' erangan kesakitann keluar dari mulut Kunou yang mendorong pinggulnya lebih dalam lagi.
''Ahhah...sa-sakit..hiks..'' kata Kunou sambil menangis ketika penis Naruto memasuki vaginanya yang kecil.
'Kunou..jadi, ia melakukan ini semua, agar aku tau bahwa ia mencintaiku ?'
''Akkh.'' dinding vagina Kunou menjepit penis Naruto dengan kuat yang menyebabkan Naruto meringis kesakitan.
Kunou menghentikan kegiatannya saat ia merasakan penghalang yang menghambat jalan masuk penis Naruto. Kepala penis Naruto menyentuh selaput Kunou yang membuat Naruto khawatir dengan Kunou yang baru pertama melakukan ini.
''Kunou..''
''Onii-chan.. Daisuki, Aishiteru.''
Bless
''Aaaakkkhh.. Hiks..hiks..s-sakit hiks..'' air mata berjatuhan dari mata Kunou ketika selaput daranya telah sobek, dan darah segar keluar dari vagina Kunou.
Naruto yang tidak tega melihat kunou kesakitan, mengambil inisiatif untuk mencium dan melumat bibir Kunou, agar pikiran Kunou teralih kepada ciuman Naruto.
''Hmmn...hmmnh..ahh..'' desahhan Kunou yang berhasil melupakan rasa sakit dikemaluannya.
Setelah merasa lebih baik, Kunou menggerakka pinggulnya naik turun yang membuat Naruto lagi-lagi meringis dengan vagina Kunou yang melahap setengah penis Naruto, karena vagina Kunou tidak muat untuk menelan semua penis Naruto.
''Ahh~ugghh~haahn..Onii-chan ~''
''Ahh Ku-Kunouhh...sempit akhhh~.'' desah Naruto merasakan kesempitannya kemaluan Kunou yang menjepit kemaluannya.
Kunou terus menaik turunkan pinggulnya sambil menciumi mulut Naruto dan memasukkan lidahnya kemulut Naruto.
''Hmmmnn ahhh...''
''Ahh~~ Onhii-chaannh.''
Setelah sekitar dua puluh menit mereka melakukan aksi mengocok penis Naruto, keduanya akan klimaks bersamaan.
''Onii-chan, Kunou ingin...''
Naruto tau Kunou akan orgasme untuk kedua kalinya, kerena ia juga merasakannya.
''Onii-chaan~ Kunou ingin...ahh..''Kunou merasakan ada sesuatu yang ingin keluar dari kemaluannya.
''Tidak apa Kunou-chan, keluarkhan saja..ahh..''
''Ahhhhh~.. ONII-CHAAANN..''
''Ughh KUNOU-CHAANN..''
Mereka klimaks bersama-sama, menyebabkan vagina Kunou penuh dengan sperma Naruto dan cairan Kunou sehingga ada beberapa yang keluar dari sela-sela vagina Kunou.
''Hah...haahhh...hahhh.. Onii-chan.. Aku lelah.''
''Tidurlah Kunou-chan.''
''Emm, Onii-chan.. Daisuki...'' kata kunou dengan penis Naruto yang masih berada didalam vagina Kunou.
''Daisuki mo, Kunou-chan. Oyasumi.''
''Oyasumi Onii-chan.''
~~Lime and lemon off~~ yang gak suka lemon diatas, sekarang udah bisa baca kok.
Dan mereka berdua tertidur karena kelelahan. Hemmm ? Diluar ada siapa itu ? Mari kita lihat.
~Diluar kamar~
Seorang Yokai yang ternyata Yasaka, duduk dengan badan yang bermandikan keringat. Dan dengan celana basah diarea V.
''Ah sial, mendengar desahan mereka saja sudah membuatku terangsang.''
Dan Yasaka pergi meninggalkan pintu dengan keringat yang bercucuran.
.
.
Kukuruyukk (gak tau cara nulis suara ayam berkokok, jadi gini deh, kayak perut keroncongan)
Beberapa Yokai ayam melakukan tugasnya dipagi hari, yang menandakan pagi cerah telah dimulai.
Kita lihat dikamar lantai dua, dimana ada dua sejoli beda umur yang tidur dengan badan menyatu. Emmm... Maksudnya kemaluan mereka.
''Nghh.. Aissh, badanku pegal semua.'' kata pemuda iblis bernama Naruto, yang baru bangun dari tidur tidak nyanyaknya.
''Ck.. Ikatannya masih belum dilepas. Kuso.''
Naruto melihat kebawah dan menemukan Kunou yang tertidur dengan wajah imutnya.
'Kawaii.'
Batin Naruto melihat keimutan Kunou yang membuat penisnya menegang lagi.
''Nghh..'' lenguhan Kunou terdengar ketika Kunou bangun dari tudurnya, karena merasakan pergerakan diselangkangannya.
''Onii-chan, kau sudah bangun?'' kata Kunou sambil mendongak untuk melihat wajah tampan Naruto.
''Sudah. Kunou, bisa kau lepaskan ikatan Onii-chan?'' tanya Naruto dibalas gelengan dari Kunou.
''Tidak bisa Onii-chan, selangkangan Kunou terasa nyeri.'' kata Kunou dengan muka memerah mengingat aksi nekatnya tadi malam.
''Itu salahmu sendiri. Kemaluan sekecil itu, kau masukkan kemaluanku dengan paksa.''
Kunou cemberut karena Naruto mengatakan kemaluannya kecil.
''Jadi, apa kita akan terus berposisi seperti ini ?'' tanya Naruto mendapat hendikan bahu dari Kunou.
Cklek
''Kalian sudah bangun rupanya.'' kata sosok yang mendekati mereka.
''Yasaka-san.'' ''Mama.'' kata Naruto dan Kunou bersamaan ketika melihat Yasaka memasuki ruangan.
''Naruto, apa perlu aku mengangkat Kunou dari badanmu ?'' tanya Naruto yang dibalas gelengan cepat dari Naruto.
''Ti-tidak usah Yasaka-san, lebih baik kau melepaskan ikatanku saja.'' kata Naruto yang tidak ingin Yasaka melihat penisnya.
Setelah Yasaka melepas semua ikatan Naruto, Yasaka berpamitan keluar.
''Naruto, aku keluar dulu. Jika Kunou membutuhkan sesuatu, tolong ambilkan ya?''tanya Yasaka dibalas anggukan oleh Naruto.
Setelah Yasaka pergi dari ruangan, Naruto mengangkat pinggul Kunou untuk melepas penisnya dari vagina Kunou.
''Pelan-pelan Onii-chan..ahh..'' kata Kunou yang merasakan nyeri di vaginanya.
Setelah kemaluan mereka berpisah, Naruto merebahkan Kunou disampingnya.
''Ne, Kunou-chan, ayo mandi.'' ajak Naruto setelah turun dari ranjang.
''Onii-chan, apa kau lupa ? Selangkangan Kunou sakit jika digerakkan.''
Mau tak mau, Naruto harus menggendong Kunou sampai kamar mandi.
Skip
.
.
''Yasaka, kau mau kemana ?'' tanya Naruto yang melihat Yasaka berjalan kelantai atas sambil membawa nampan berisi nasi goreng dan segelas air bening.
''Oh, Naruto. Aku ingin keatas, untuk membawakan sarapan untuk Kunou.''
''Kalau begitu biar aku saja yang membawanya.'' kata Naruto mengambil nampan yang dibawa Yasaka.
''Terima kasih ya Naruto. Dari kemarin, aku dan Kunou selalu merepotkanmu.'' kata Yasaka sambil tersenyum.
''Tidak masalah. Aku akan mengantar ini kepada Kunou.'' Naruto menuju keatas untuk membawakan sarapan Kunou.
.
.
''Tok tok tok''
''Siapa ?" tanya sosok yang ada didalam sambil berbaring.
''Ini aku.''
''Onii-chan~. Jika kau ingin masuk, masuk saja, tidak perlu mengetuk pintu.''kata Yokai kecil sambil merajuk.
Cklek
''Hehehe... Aku cuma ingin kau yang membukakan pintu.'' kata pemuda yang ternyata Naruto dengan nampan ditangannya.
''Mou~... Onii-chan, aku kan tidak bisa berjalan. Setelah semalam kita melakukan itu, jadinya begini.'' kata Kunou dengan menggembungkan pipinya yang membuat dirinya tambah imut.
''Itu salahmu sendiri Kunou-chan. Sekarang kau harus sarapan.'' Naruto mengambil sepiring nasi goreng dan menyerahkannya kepada Kunou.
''Onii-chan, bagaimana aku bisa makan jika aku masih berbaring.''
''Ahahaha, aku lupa. Ayo kubantu.'' Naruto membantu Kunou mendudukkan dirinya dengan perlahan setelah menaruh piringnya kembali.
Setelah Kunou duduk dengan nyaman, Naruto mengambil piring dan duduk dikursi samping Kunou.
''Onii-chan, suapin.'' kata Kunou mendapat anggukan dari Naruto.
Beberapa suapan telah masuk kedalam mulut Kunou, suapan kali ini membuat Kunou tertawa cekikikan. Pasalnya, ada sesuatu dikepala Naruto dan dibelakang tubuh Naruto.
''Hihihi...'' suara tawa Kunou sambil menutup mulutnya yang membuat Naruto heran.
''Kenapa tertawa Kunou-chan ?'' kata Naruto sambil memiringkan kepalanya yang membuat dirinya imut.
''Onii-chan.. Hihihi.. Kau sangat imut.''
Seperti dejavu dengan kata-kata itu, membuat Naruto memegang atas kepalanya. Merasakan ada benda berbulu halus dikepalanya, Naruto menoleh kebelakang tubuhnya. Dan benar saja, sembilan ekor rubah melambai-lambai dengan santainya.
''Kenapa begini lagi, DATTEBAYOOO.''
Teriakan Naruto mengakhiri pagi yang indah dinegeri Yokai hari ini.
.
.
T.B.C
.
.
Hah...hah...hah...hah... Capek gila nulisnya. Oklah guys, gomenasai minna, lama updatenya. Selama tiga hari kemarin, ditempat author mati lampu karena ada hujan+angin besar(yah walaupun tidak besar sangat) yang merobohkan beberapa pohon sampai menimpa kabel listrik dipinggir jalan. Hehe jadi curhat nih.
Nah, untuk chap kali ini author tidak balas review dulu guys, padahal banyak banget review yang perlu dibalas guys, maafkan author wahai para reader. Mungkin chap depan akan author balas walau tidak semua.
Oh ya akan author balas beberapa pertanyaan.
''Naruto tidak menunjukkan identitasnya, tapi Kiba duluan yang mengetahui bahwa sosok bertopeng itu Naruto karena Naruto tanpa sengaja mengatakan sesuatu yang sudah menjadi ciri khasnya.''
''Kalau Sona pasti akan author masukkan+Koneko. Hmmm...maaf ya kalau ada yang tidak setuju dengan beberapa pair Naruto.''
''Oh ya minna, makasih ya atas pemberitahuan waktu dunia ilusi Tsukoyomi,''
Hai minna, jumpa lagi dengan fic lemon dichapter ini. Hahaha, pasti minna-san kecewa ya karena lemonnya garing abissss. Sumimasen/Gomenasai minna, author gak pernah nonton yang gituan, jadinya butuh waktu untuk membaca yang ada unsur lemonnya (seperti dejavu dengan kata-kata itu ?).
Oh iya, author lupa bilang. Untuk fic yang berjudul ''Naruto murid baru'', author gak up dulu, karena harus mengumpulkan data-datanya lagi guys. Soalnya, data-data yang sudah author kumpulkan... KEHAPUUUSS. Huhuhu~. Padahal itu udah sampai chapter 7 guys, bangke lah delete~. Kuso teme. Hah~, tapi gak apalah, yang penting author tetap semangat. Ochinchin#plak. Mulut anda kotor, gak pantas jadi author. Hahaha..
Oh ya minna, mungkin beberapa minggu lagi author akan membuat fic baru yang berjudul ''My Life''. Fic tersebut menceritakan tentang kehidupan sang author, yang mana fic tersebut sangat membosanka untuk minna-san baca. Haha.. Baiklah, jumpa lagi di chap depan. Jaa Na.
