Chapter 7
Disclaimer :
-Naruto : Masashi Kishimoto
-High School DxD : Iciei Ishibumi
Rate : M
Warning : typo,abal,gaje,lime,lemon
Summary : Naruto Uzumaki, pahlawan Konoha yang telah mengalahkan Kaguya. Tapi ia harus menggorbankan dirinya dan terjebak didimensi lain untuk selama-lamanya. Dengan kekuatannya yang tidak sengaja tersegel, bagaimana cara Naruto mendamaikan dimensi barunya bersama teman iblisnya ?
.
Oh ya minna, peringatan di chapter ini dan chapter seterusnya akan ada alur yang gak jelas. Dan masih banyak tulisan yang gak jelas karena sebuah huruf yang keserempet jari.
.
''Hei Shikamaru, kau tau kemana Naruto pergi ?'' tanya pemuda orange sambil menonton TV.
Sedangkan iblis yang dipanggil Shikamaru hanya menghendikkan bahunya menanggapi pertanyaan teman orangenya.
''Hah~ sudah tiga hari Naruto pergi dari sini, kenapa belum kembali juga ya?'' Fuu yang sedang makan cemilan juga ikut nimbrung dalam pembicaraan Ichigo dan Shikamaru.
''Naruto pernah bilangkan 'Mungkin aku akan kembali besok atau lusa'. Jadi, jika dua hari yang lalu Naruto belum kembali, maka ia akan kembali tujuh hari setelah ia pergi.'' kali ini giliran pemuda jabrik dengan rambut warna merah bata, dan dikeningnya ada sebuah kanji jepang yang berlafaz Ai yang artinya Cinta. Bernama Gaara.
''Jadi, empat hari lagi ya?'' tanya wanita bernama Rukia dan mendapat anggukan dari Gaara.
Terjadi hening diantara mereka berlima, hanya suara TV yang terdengar. Sampai Fuu bertanya kepada Ichigo dan Rukia.
''Ichigo, Rukia. Semenjak aku kenal dengan kalian, aku masih belum tau masa lalu kalian sebelum kedimenai ini. Bisa kalian ceritakan ?''
''Baiklah, aku mulai dari diri kami. Sesuai yang sudah kalian ketahui, namaku Ichigo Kurosaki dan dia Rukia Kuchiki. Kami adalah Shinigami...''
Skip (udah pada tau kan cerita anime Bleach ? Mulai dari Ichigo bertemu dengan Rukia, setelah itu Rukia mentransfer kekuatan Shinigaminya kepada Ichigo, dan seterusnya sampai pertengahan episode. Dan author buat-buat sendiri, pada pertengahan episode, Ichigo dan Rukia tidak sengaja masuk kedalam lubanh dimensi yang menyebabkan Ichigo dan Rukia masuk didunia DxD. Di tambah lagi kekuatan Rukia sudah kembali, tapi Ichigo masih mempunyai kekuatan.)
.
.
''Naruto, kau tau dimana Kunou?'' tanya Yokai paruh baya kepada Naruto yang baru selesai mandi, terlihat dari rambutnya yang masih basah dan poninya yang meneteakan air perlahan.
''Kunou-chan baru saja masuk kekamar mandi Yasaka-san.''jawab Naruto sambil mengusap rambutnya dengan handuk.
''Apa dia sudah bisa berjalan?'' tanya Yasaka yang membuat wajah Naruto memerah, karena teringat saat ia diperkosa Kunou. Biasanya laki-laki yang memperkosa perempuan, tapi ini malah terbalik. Yang memperkosa anak kecil pula. Hah~.
''Yah, bisa sih, walaupun masih sedikit terkangkang-kangkang. Baiklah Yasaka-san, aku kekamar dulu.'' kata Naruto dan langsung melenggang pergi sebelum mendapat persetujuan dari Yasaka.
.
.
Mindscape
Clik... Clik... Clik...
Lagi-lagi suara gemericik air terdengar disebuah ruangan yang gelap.
''Ghrrr.. Ghrrr...''
Sebuah dengkuran keras keluar dari mulut rubah raksasa berekor sembilan yang sedang tidur dengan pulasnya. Tak menyadari jika ada seorang iblis datang ketempat tersebut.
''kurama... Oi.. Bangun.'' kata pemuda pirang dengan poni yang menutupi mata kirinya.
Mendengar sebuah panggilan tertuju padanya, sang rubah akhirnya membuka mata dan mendudukkan tubuhnya.
''Ada apa Naruto ?''
''Kurama, apa kau tau apa yang terjadi dengan diriku ? Apa kau tau suatu hal yang terjadi padaku belakangan ini ? Kau tau mengapa aku bisa mengeluarkan telinga dan ekor rubah ? Kau tau penyebabnya ?''
''Tidak.''
Pertanyaan panjang lebar dari Naruto hanya dijawab singkat oleh Kurama.
''Naruto, aku tidak mengerti maksudmu. Apa yang kau bicarakan ?'' ternyata Kurama berkata 'Tidak' karena Kurama tidak mengerti maksud Naruto.
''Aku punya ekor, Kurama... Aku punya ekoor! Tunggu sebentar, akan aku perlihatkan.''
Naruto memposiaikan tubuhnya seperti bela diri kuda-kuda awal.( reder-san tau kan posisinya ? Yang ikut bela diri pasti tau).
''Nggkkkk... Ayo keluarlah, keluarlah, keluarlah.'' kata Naruto mencoba mengeluarkan telinga dan ekor rubahnya, tapi...
Bruuut
... Sebuah gas berbau keluar dari bokong Naruto yang mengharuskan Kurama menutup hidungnya rapat-rapat.
''Apa kau ingin pamer kentutmu Naruto ?'' tanya Kurama yang merasa Naruto datang kasini hanya untuk buang angin.
''Ti-tidak. Baiklah, akan aku coba lagi... Hufff...'' Naruto memejamkan matanya dan berkonsentrasi dengan serius.
'Fokus Naruto... Fokus. Kau bisa mengeluarkannya tanpa sengaja, berarti kau bisa mengeluarkannya dengan sengaja.' bati Naruto mencoba memfokuskan dirinya.
''Ngk !'' Kurama tercekat ketika ada sesuatu yang tumbuh dikepala Naruto.
Perlahan sepasang telinga tumbuh dikepala Naruto, tak lupa sembilan ekor yang melambai-lambai dibelakang tubuh Naruto. Setelah sudah cukup, Naruto membuka matanya dan melihat Kurama yang sedang menutup mulutnya dengan dua tangan dan pipi Kurama yang menggembung besar.
''Kau jangan tertawa Kurama.''
Dan benar saja, setelah Naruto mengatakan itu, Kurama tertawa sampai terguling-guling.
''Bhuahahaha...''
''AKU KESINI BUKAN UNTUK MELIHATMU TERTAWA KURAMAAA...''teriakan cempreng Naruto membuat telinga Kurama sakit dan segera bangun dari acara guling-gulingnya dan duduk kembali dengan menahan tawa mati-matian.
''Jadi, bagaimana ini ?''
''Hah~ entahlah Naruto, aku juga tidak tau.'' kata Kurama membuat Naruto frustasi.
''Masa' kau tidak tau ? Kurama, apa kau merasakan aura Yokai didalam tubuhku ?'' tanya Naruto dibalas gelengan oleh Kurama.
''Tidak Naruto, aura ditubuhmu masih aura iblis, tidak ada aura lain didalam tubuhmu atau pun aura Yokai.''
''Kau yakin ? Tidak ada aura Yokai atau setengah Yokai didalam diriku ?'' tanya Naruto lagi memastikan.
''Iya. Kau masih tetap iblis reinkarnasi dan kau bukan setengah Yokai.'' kata Kurama.
''Jadi aku bukan seorang Yokai atau setengah Yokai kan ?'' pertanyaan Naruto dijawab anggukan malas oleh Kurama.
''Terus bagaimana ini !?'' lagi-lagi Naruto frustasi dengan dirinya yang sekarang.
''Mungkin masalah ini tidak bisa dipecahkan Naruto.'' kata Kurama membuat Naruto putus asa.
'Jika tidak bisa dipecahkan, banting saja, kan langsung pecah.' bati Naruto ndongkol.
''Ya sudahlah jika tidak bisa dipecahkan. Oh ya Kurama, apa kau bosan dengan ruangan ini ?'' tanya Naruto membuat Kurama heran.
''Yah, sebenarnya aku juga merasa bosan, tapi...'' perkataan Kurama terpotong oleh Naruto.
''Nah ! Kalau begitu aku akan merubah tempat ini.''
Naruto merapatkan telapak tangannya didepan dada seperti orang memohon. Setelah beberapa detik, ruangan yang gelap tersebut berubah menjadi danau yang indah.
''Bagaimana ? Apa kau suka ?'' tanya Naruto sambil menggosok hidungnya dengan jarinya.
''Naruto, bagaimana bisa kau melakukan ini ?''
''Aku mempelajari ini dari Rikuudo Jiji. Bagaimana ? Indah bukan ?'' tanya Naruto lagi.
''Naruto...'' lagi-lagi perkataan Kurama terpotong oleh Naruto.
''Tidak usah berterima kasih.''
''Bukan itu yang ingin aku katakan.'' kata Kurama membuat Naruto bingung.
''Lalu ?''
''KANAPA KAU TAK BILANG DARI DULU ? JIKA KAU BILANG DARI DULU, AKU TIDAK PERLU TINGGAL DI RUANGAN GELAP ITU KAN.'' teriak Kurama yang ditanggapi Naruto dengan nyengir gaje.
''Hehehe... Aku lupa... Ba-baiklah Kurama, aku pergi dulu. Dah~'' dari pada kena amukan dari Kurama, Naruto lebih baik pergi dari situ.
Setelah Naruto pergi, Kurama memposisikan tubuhnya untuk tidur direrumputan yang hijau. Tapi, sebelum Kurama tertidur pulas, Kurama menyunggingkan sebuah senyum kecil.
'Naruto, terima kasih.'
Mindscape and.
Setelah Naruto keluar dari alam bawah sadarnya, Naruto membuka matanya. Setelah Naruto membuka matanya, hal pertama yang dia lihat adalah wajah imut yang sangat dekat dengan wajahnya.
''Uwaaah ! Ku-Kunou. Hah~ kau membuatku terkejut saja.''
''Hehehe... Habisnya Onii-chan diam saja dari tadi.'' kata Kunou dengan handuk yang masih melilit tubuhnya.
''Kau sudah selesai mandi ?'' tanya Naruto dibalas anggukan oleh Kunou.
''Onii-chan, tolong pakaikan bajuku ya ?'' Kunou membuka handuk yang melilit tubuhnya, memperlihatkan tubuh kecilnya yang polos.
''Baiklah.''kata Naruto sambil tersenyum, tapi ada seringai kecil disenyumannya.
Setelah Kunou memberi pakaiannya kepada Naruto, Naruto langsung melempar pakaian Kunou kesembarang arah dan mengangkat Kunou.
''Aahhk ! Onii-chan...'' Kunou terkejut ketika Naruto mengangkatnya dan merebahkannya dikasur.
Bruk
''Akh ! Pelan-pelan Onii-chan, selangkangan Kunou masih sedikit nyeri.'' protes Kunou setelah Naruto membantingnya sedikit keras.
''Maaf, maaf, hehehe..'' setelah mengatakan itu, Naruto langsung memposisikan tubuhnya diatas Kunou yang bebaring, tapi tidak sampai menindih Kunou.
''O-Onii-chan, apa yang akan Onii-chan lakukan ?''
''Apa yang akan aku lakukan ? Kau pikir kau bisa bersantai-santai setelah kau memperkosaku tiga hari yang lalu ? Tidak. Aku akan memberimu hukuman.'' kata Naruto yang membuat Kunou menelan air liurnya dengan susah payah.
''Tu-tunggu dulu Onii-chmmph..'' sebelum Kunou menyelesaikan ucapannya, Naruto terlebih dahulu mencium bibir Kunou.
''Hmpph... Onhii-... Chan..hmm...ah...''desah Kunou ketika Naruto melumat bibir Kunou dengan pelan.
Setelah melumat bibir Kunou, ciuman Naruto berpindah kedada Kunou yang rata dan menghisapnya dengan kuat.
''Ahh~ Onii-chanh...ahh.. Onii-chan...pelan Onii-chan...''
Naruto tak memperdulikan perkataan Kunou dan terus melanjutkan permainannya.
Setelah puas dengan kedua dada Kunou, hisapan Naruto berpindah diketiak Kunou dan menjilatinya.( reader-san jangan berpikir bahwa itu jorok ya, karena badan anak kecil belum mengeluarkan bau).
''Onii-chan.. Ihhh~~.. Onii-chan..hahaha..gheli..ahh..'' desah dan tawa keluar dari mulut Kunou karena merasakan geli dan nikmat disetiap hisapan dan jilatan Naruto.
Setelah selesai dengan ketiak Kunou, Naruto berpindah kembali kedada Kunou dan menghisapnya lebih kuat dari yang sebelumnya.
''Slurrrpp~~''
''Ahhhh~~~, ihh... Onii-chan.. Ahh.. Cukup Onii-chan.''
Tangan Kunou mencoba menjauhkan wajah Naruto dari dadanya, tapi Naruto tak akan membiarkan Kunou merusak kesenangannya. Naruto memegang kedua tangan Kunou dengan tangan kirinya dan mengangkattnya keatas, hal itu membuat Naruto bisa menghisap seluruh dada Kunou dengan leluasa.
''Onii-chanh... Sudah cukup Onii-chan..ahhh..ampun Onii-chan..''
Setelah dua puluh menit Kunou memohon dan tak dipedulikan oleh Naruto, akhirnya Kunou akan mencapai klimaks.
''Ahhh.. Onii-chan.. Kunou ingin..nghhk.. ONII-CHAAANN...hah..hah..hah..'' nafas Kunou tersengkal-sengkal setelah klimaks yang mebuatnya kelelahan.
''Mou~ Onii-chan, Kunou baru selesai mandi, harus mandi lagi.'' kata Kunou sambil melihat keselangkangannya yang berlumeran cairan kental.
''Tenang saja Kunou-chan, Onii-chan akan membersihkannya.'' Naruto langsung menuju kebagian bawah Kunou untuk menjilati cairan yang author gak tau apa namanya.
''Onii-chan ! Tunggu dulu..ahh..nggh ahh... Onii-chan...'' desahan keluar dari mulut Kunou saat Naruto menjilati vagina Kunou.
Setelah habis cairan yang keluar dari vagina Kunou, Naruto memakaikan pakaian yang ia lempar beberapa menit yang lalu.
''Nah ! Kunou-chan, aku sudah memakaikan pakaian seperti yang kau minta.'' kata Naruto setelah membantu Kunou untuk duduk.
''Tapi aku tidak memesan tambahan Naruto-kun.'' kata Kunou menambahkan suffix '-kun' dibelakang nama Naruto.
''Ne, masih kecil sudah berani hem ?'' kata Naruto sambil mencium bibir Kunou singkat.
''Baiklah Kunou-chan, ayo kebawah. Kita belum sarapankan ?'' tanya Naruto mendapat anggukan oleh Kunou.
Naruto dan Kunou menuju kebawah untuk menunaikan sarapan.
.
.
Mari berpindah cerita kesebuah aparteman yang ditempati oleh iblis loli berambut putih, siapa lagi kalau bukan Koneko Tojou? Hari sudah pagi, tapi ia masih berbaring ditempat tidur dengan nyenyaknya. Biasanya ia tidak seperti ini, bangun lebih awal dan mandi agar badan segar. Tapi hari ini, ia masih tidur walaupun jam menunjukkan pukul 08:44. Apa yang membuat iblis kawaii ini tidur sampai kesiangan ? Yuk kita intip mimpinya.
~The Dream Koneko~
Terlihat disebuah ruangan, Koneko bersama seorang pemuda tanpa sehelai benang pun, alias telanjang. Apa yang sedang mereka lakukan ?
''Jadi, kau mau Koneko-chan ?'' tanya sang lelaki kepada Koneko yang ada dibawahnya.
''Iya Naru-kun, lakukan sekarang.'' kata Koneko kepada pemuda yang dipanggil 'Naru'.
Setelah mendapat persetujuan dari Koneko, sang pemuda pirang yang bernama Naru segera menjepit poni rambutnya kesisi kiri agar tidak menghalangi mata kirinya yang berwarna biru langit, senada dengan warna mata kanannya.
''Bersiaplah Koneko-chan.'' kata Naru dan mendapat anggukan dari Koneko.
Naru mencium bibir Koneko dengan pelan dan melumatnya dengan halus.
''Ahh.. Naru-kun..hmmp..ahh..'' desah Koneko yang teredam bibir Naru.
Tangan Naru tak tinggal diam, tangan kanannya memainkan dada Koneko dengan lembut dan tangan kirinya menggesek kemaluan Koneko dan sesekali memasukkan jarinya kedalam, membuat Nekomata kecil menggeliat tak karuan.
''Ahh.. Naru-kunh...''
Tiga jari Naru masukkan kedalam kemaluan Koneko yang membuat Koneko seperti lintah terkena air garam.
''Naru... Naru-kun..aku..ahh..aku keluar..NARU-KUUN...''
~The Dream Koneko end~
''NARU-KUUN...hah..hah..hah.. Ternyata hanya mimpi. Hah~ lebih baik aku mandi. Ngk !'' ketika Koneko menyibak selimutnya yang tak karuan, ia melihat celana tidurnya basah diarea Ms.V.(Vagina maksudnya).
''Hah~ aku tak menyangka, aku bermimpi melakukan itu dengan pemuda yang aku temui hari itu.'' kata Koneko dan setelah itu ia menuju kekamar mandi.
Setelah sampai dikamar mandi, Koneko melepas semua pakaian tidurnya dan meletakkan dimesin cuci yang tak jauh dari bak mandi. Tak berapa lama, Koneko mengguyur tubuhnya dengan air hangat yang membuat badannya segar. Tak lupa ia memakai sabun dan menggosok tubuhnya perlahan.
Tanpa sadar tangannya meremas-remas dada kanannya sambil mendesah.
''Ahh...ah~h.. Naru... Naru-kun~, ahhh..''
Koneko sadar apa yang ia katakan tadi dan menggelengkan kepalanya dengan kuat.
'Tidak, tidak, tidak... Kenapa ? Kenapa nama Naru terus yang aku sebutkan. Dan...dan kenapa aku meremas dadaku sendiri ? Biasanya aku tidak pernah melakukan ini. Apa yang terjadi denganku ?'
''Lebih baik aku segera menyelesaikan mandiku.'' kata Koneko dan menyelesaikan mandinya dengan cepat.
.
.
''Hah~'' helaan nafas keluar dari mulutiblis sexy yang menatap keluar jendela. Tak menyadari jika ada iblis sexy lain yang mendekat kearahnya.
''Rias.'' panggil sosok yang baru saja datang dan berdiri disamping iblis keturunan Geremory.
''Ah ! Ternyata kau Akeno, ada apa ?'' tanya Rias yang dibalas gelengan dari Akeno.
''Tidak ada apa-apa. Kenapa kau melamun ?''tanya Akeno melirik kearah Rias yang duduk dibangku depan jendela.
''Aku hanya memikirkan siapa pemuda bertopeng Kitsune yang kita lihat malam itu.'' kata Rias sambil memandang langit biru yang mirip seperti warna bola mata seseorang, tapi ia tidak ingat siapa pemilik warna bola mata yang indah bagaikan langit.
''Menurutmu, siapa pemuda Kitsune itu ?'' giliran Akeno yang bertanya kepada Rias.
''Mungkin salah satu seseorang yang keluar dari lingkaran dimensi yang pernah aku ceritakan kepada kalian. Tapi...aku juga tidak tau.''
''Jika memang benar yang kau katakan, apa yang akan kau lakukan jika bertemu dengan pemuda itu lagi ?'' Akeno masih penasaran apa tangapan Rias jika bertemu sosok itu lagi.
''Jika aku bertemu lagi dengan sosok itu, aku akan bertanya kepadanya 'Apa yang kau inginkan diwilayah Geremory dan Sitri ?' 'Apa tujuanmu disini ?' 'Siapa kau sebenarnya ?' dan lainnya.''
Rias berdiri dari duduknya dan menghadap kearah Akeno.
''Akeno, malam nanti kau kumpulka Issei-kun, Kiba dan Koneko. Nanti malam kita akan melakukan pemburuan iblis liar besar-besaran.'' setelah Rias memberikan amanah/amanat kepada Akeno, Rias langsung pergi menemui Sona.
Sekarang tinggal Akeno sendiri yang berdiri didepan jendela, memandang langit biru dengan suiran awan-awan yang lama kelamaan memudar dan menyebar.
'Naruto, apa kau masih hidup ? Kau tau ? Kiba sangat sedih kehilangan sahabat sepertimu. Jika kau masih hidup, segeralah kembali.'
.
.
Disebuah taman kota Kuoh, pemuda pirang dengan rambut lurus kebawah, duduk dibangku taman sendirian. Memperhatikan anak-anak yang bermain dengan teman sebayanya, dua sejoli yang sedang memainkan gitar dengan syair-syair yang penuh dengan kata-kata romantis, keluarga yang sedang asik menyantap bekal yang mereka bawa, dan masih banyak lagi kegiatan yang orang-orang lakukan dihari minggu ini. Kiba Yuto, itulah nama pemuda yang duduk ditaman yang lumayan ramai.
Tiba-tiba, sebuah layangan jatuh didepannya yang membuyarkan lamunan Kiba.
''Nii-san, tolong ambilkan layangannya ya?'' kata seorang anak kecil bersama temannya yang sedang menatap Kiba.
''Baiklah.''kata Kiba sambil tersenyum.
Saat hendak mmengambil layangan yang ada didepannya, gerakannya terhenti ketika ia melihat layangan bergambar ramen yang mengingatkannya dengan seseorang.
'Naruto.'batin Kiba lirih.
''Nii-san, cepat.''
Lamunan Kiba terbuyarkan oleh suara yang memanggilnya.
''Iya, sebentar.''
Setelah Kiba sampai ditempat ketiga anak yang melihat kearahnya,, Kiba mensejajarkan tubuhnya dengan anak-anak tersebut.
''Apa Nii-san boleh ikut bermain ?'' tanya Kiba dibalas anggikan semangat oleh ketiga anak tersebut.
''Baiklah. Kau pegang layangan ini, setelah itu bawa layanganmu kesana.''
Salah satu anak mengikuti perintah Kiba, sedangkan Kiba yang memegang tali layangan untuk menariknya.
''Sudah Nii-san.'' kata sang anak ketika sampai ditempat yang dimaksud Kiba.
''Baiklah, hitungan ketiga kau lepas layangannya ya ? Satu...dua...tiga'' Kiba menarik tali layangan yang ia pegang dan terbanglah layangan itu dengan sempurna.
''Nii-san, punyaku juga ya?''
''Iya Nii-san, punyaku juga.''
''Baik, satu-satu dulu ya?''
Setelah semua layangan sudah terbang, kiba memandangi ketiga anak yang bermain layangan denga gembira.
'Naruto, sekarang aku mengerti, bagaimana rasanya bermain dengan anak-anak. Menyenangkan.' batin Kiba sambil tersenyum.
Flashback
''Hei Kiba. Lihat, disana ada anak-anak bermain bola. Ayo kita bergabung dengan mereka.'' kata seorang pemuda pirang/kuning dengan poni yang menutupi setengah dahinya yang sedang mengajak temannya yang sama-sama berambut pirang/kuning.
''Hahaha..dasar kau ini, Naruto. Mereka anak-anak, sedangkan kita sudah remaja.'' kata Kiba.
''Memangnya kenapa?'' tanya Naruto yang membuat Kiba menepuk jidatnya.
''Kita sudah remaja, tidak pantas seorang remaja bermain dengan anak-anak.'' kata Kiba. Sedangkan Naruto tidak setuju dengan alasan tersebut.
''Apa masalahnya jika kita bermain bersama anak-anak? Yang penting aku merasa senang. Yuhu~'' Naruto berlari kearah rombongan anak-anak yang bermain bola dengan serunya.
''Ooii ! Apa aku boleh ikut main ?'' tanya Naruto sambil berlari seperti seorang anak yang tidak ingin ketinggalan naik odong-odong.
''Ya.''
''Tentu Nii-san.''
''Lebih banyak lebih seru.''
Teriak anak-anak dengan girang.
Naruto bermain dengan anak-anak dengan senangnya, sedangkan Kiba hanya menonton dan sesekali tertawa ketika Naruto terjatuh dan pura-pura pingsan yang membuat anak-anak panik.
''KIBA, AYO MAIN.'' teriak Naruto yang mendapat gelengan dari Kiba.
''TIDAK NARUTO, AKU MELIHAT SAJA.''
Setelah mendapat penolakan dari Kiba, Naruto terus menggiring bolanya dengan skill yang hebat.
''Nii-san, oper sini.'' kata anak berbaju biru dan mendapat operan dari Naruto.
''Hei, gaki. Tendang ini.''
Setelah mendapat operan, sang anak menendang bola dengan kuat dan...
''GOOOL.'' teriak Naruto bersama anak-anak yang setim dengannya.
Sedangkan Kiba hanya melihat betapa senangnya sahabatnya yang satu ini.
Flashback end
'Naruto, apa kau masih hidup ? Jika masih, segeralah kembali, kawan.''
Dan siang pagi ini diakhiri dengan Kiba yang melihat orang-orang berlalu lalang ditaman kota Kuoh.
Disuatu tempat, Issei dan kedua teman mesumnya sedang dipukuli beberapa wanita cantik, dikarenakan mereka mengintip wanita berendam dipemandian air panas, dan author malas nulisnya.
.
.
T.B.C
.
.
Hai mina'...krik krik..krik krik.
Hai minna~. Ketemu lagi dengan author Scorp-kun11#plak. Reader : sejak kapan ganti nama gobl*k !?
Hehe, Ketemu lagi dengan Tige-kun11. Reader : lo ganti nama lagi, gue gak mau baca fic lo. Udah wordnya dikit amat, tulisannya gak jelas lagi. Males gue bacanya. Ngajak berantam kau thor ?
Hah~ gak bisa diajak bercandaan dikit. Okelah, jumpa lagi di chap depan dengan Lio-kun11. Jaa.
