Chapter 8

Disclaimer :

-Naruto : Masashi Kishimoto

-High School DxD : Iciei Ishibumi

Rate : M

Warning : typo,abal,gaje,lime,lemon

Summary : Naruto Uzumaki, pahlawan Konoha yang telah mengalahkan Kaguya. Tapi ia harus menggorbankan dirinya dan terjebak didimensi lain untuk selama-lamanya. Dengan kekuatannya yang tidak sengaja tersegel, bagaimana cara Naruto mendamaikan dimensi barunya bersama teman iblisnya ?

.

.

Sudah seminggu Naruto berada dinegeri Yokai, dan saat inilah Naruto akan pergi dari negeri Yokai.

Pagi hari di negeri Yokai, mari lihat sama-sama didepan gerbang istana, beberapa Yokai dan satu iblis berkumpul didepan gerbang istana.

''Yasaka-san, aku rasa aku harus pergi sekarang.'' kata pemuda pirang yang bernama Naruto.

''Ya, hati-hati Naruto. Terima kasih sudah mau berkunjung.'' kata Yokai paruh baya bernama Yasaka, disampingnya berdiri Yokai kecil bernama Kunou.

''Onii-chan, apa Kunou boleh ikut ?'' tanya Kunou demgan wajah memohon.

''Maaf Kunou-chan, Onii-chan tidak bisa membawamu kedunia manusia.'' kata Naruto dengan wajah menyesal.

''Tapi kenapa Onii-chan ? Kenapa Kunou tidak boleh ikut ? Onii-chan..boleh ya? Kunou janji, Kunou tidak akan nakal jika Kunou ikut dengan Onii-chan.'' kata Kunou beringin keras ikut dengan Naruto kedunia manusia.

''Tidak Kunou-chan. Onii-chan yakin, mamamu tidak akan mengizinkanmu ikut dengan Onii-chan. Lagi pula didunia manusia, banyak perempuan yang menyukai sesuatu yang imut seperti dirimu. Jika ada diantara mereka yang menangkapmu, kita tidak akan bertemu lagi. Apa kau mau hal itu terjadi ?'' kata Naruto yang dianggap serius oleh Kunou.

''Tidak. Kunou tidak ingin hal itu terjadi.'' kata Kunou dengan menggelengkan kepalanya.

''Jika tidak ingin, tetaplah bersama mamamu, agar kau aman.'' kata Naruto mendapat anggukan dari Naruto.

''Yasaka-san, aku pergi dulu. Minna, aku pergi ya. Jaa.''

Setelah melambaikan tangannya kepada para Yokai yang hadir digerbang istana, Naruto pergi menggunakan Hiraishin.

SING

.

.

SING

Muncul kilatan kuning disebuah hutan yang memunculkan Naruto setelah kilatan kuning tersebut menghilang.

''Hah~ akhirnya aku kembali juga.'' kata Naruto dengan berjalan keluar dari hutan yang rindang.

SIINNGG

Naruto tak menyadari sebuah lingkaran sihir muncul satu meter dari atas kepalanya. Linkaran tersebut mengeluarkan seseorang dengan pakaian penyihir, dan tak lupa sebuah tongkat yang ikut jatuh kebawah.

Jduk

''Akh !''

Benturan kepala terjadi antara Naruto dan sosok tersebut, sehingga sosok sang penyihir menimpa tubuh Naruto dengan jarak wajah mereka yang sangat dekat. Kedua tangan Naruto berada didada rata sang penyihir untuk penyangga agar sang penyihir tidak terlalu menimpa tubuhnya.

''KYAAAA... HENTAII''teriak sosok tersebut dan bangun dari atas Naruto sambil menutupi dadanya.

''Eh ? Tu-tunggu dulu, kau salah paham...'' Naruto bangun dari jatuhnya dan mencoba menjelaskan ketidak sengajaannya memegang dada sipenyihir.

''Apanya yang salah paham hah ? Kau seenaknya memegang dadaku.''

''Bu-bukan begitu, aku memegang dadamu untuk menyangga agar kau tidak terlalu menimpa tubuhku.''

Sosok penyihir membantah semua alasan Naruto, lalu mengambil tongkatnya dan mengarahkan tongkatnya kearah Naruto.

''Bohong ! Itu hanya alasanmu saja kan ? Rasakan ini, Explo...''

''Tunggu dulu. Baiklah...''

Bruk

''Eh ?''

Naruto bersujud didepan sang penyihir yang sangat terkejut dengan tingkah Naruto.

''Baiklah, maafkan aku karena sudah memegang dadamu tanpa seizin darimu. Jadi, maafkan aku.'' kata Naruto meminta maaf pasal kejadian tadi.

Sedangkan sang penyihir hanya diam dengan keterkejutannya.

'Pengen mati gue.' batin Naruto yang merasa kurang nyaman dengan posisi sujud seperti ini. Ini bukan prtama kali Naruto melakukannya, dulu pernah ia lakukan kepada Raikage saat Raikage ingin memburu Sasuke Uciha. Tapi ketika Naruto bersujud kepada orang lain, ia merasa sedikit aneh dan kurang mengenakkan.

''Ba-bangunlah seinen-san, a-aku sudah memaafkanmu.'' kata sang penyihir membuat Naruto bernafas lega.

Setelah Naruto benar benar berdiri, Naruto meperhatikan sosok yang ada didepannya.

''Kau... Penyihir ?'' tanya Naruto dibalas anggukan oleh sang penyihir.

'Sepertinya pemuda ini tidak memikiki niat buruk. Dan...auranya menenangkan. Jadi, tidak masalah aku memberi tau identitasku.'

''Yap, benar sekali. Namaku Megumin.''

''Megumin ya ? Perkenalkan, namaku Naruto Uzumaki.'' kata Naruto juga memperkenalkan diri.

''Mmm..ano.. Naruto, kau tau dimana ini ?'' tanya Megumin yang sangat asing dengan tempat yang ada disekitarnya.

''Ini dihutan.'' kata Naruto dengan tampang watados nya.

''Bukan itu maksudku. Maksudku yang sebenarnya kita ada dimana ?'' tanya Megumin memperjelas pertanyaannya yang sebelumnya.

''Ini didaerah kota Kuoh.'' kata Naruto membuat Megumin bingung.

''Sebelum aku memberitaumu lebih detail, lebih baik kau ikut kerumahku. Disana aku akan menjelaskan tentang semuanya dan juga statusku.'' kata Naruto mendapat tatapan curiga dari Megumin.

''Tenang saja, aku tidak akan melakukan hal buruk kepadamu. Sekarang, kau ingin ikut tidak ?'' tanya Naruto mendapat anggukan dari Megumin.

''Baiklah, aku ikut.'' kata Megumin.

''Pegang pundakku.''

Megumin melakukan apa yang Naruto perintahkan dan memegang pundak Naruto.

''Megumin, apa kau tahan goncangan ?'' tanya Naruto membuat Megumin bingung.

''Mmm... Mungkin iya. Memangnya kenapa ?''

''Perjalanan kali ini penuh dengan goncangan, dan ada baiknya kau menahan nafasmu.'' kata Naruto.

''Itu tidak perlu Naruto, aku tahan goncangan kok.''

''Hah..baiklah jika itu maumu, jangan salahkan aku jika terjadi apa-apa dengan perutmu... Sekarang bersiap...Hiraishin.''

SING

.

.

SING

Muncul Naruto dan Megumin dibelakang rumah yang lumayan besar setelah kilatan kuning tersebut menghilang.

Naruto melihat kearah Megumin yang memegangi perutnya dan wajahnya hijau pucat.

''Kau kenapa Megumin ?'' tanya Naruto dengan sedikit ejekan dinada bicaranya.

''Aku...mulas...uekk...'' kata Megumin dengan berjongkok dan mengeluarkan beberapa isi perutnya, alias muntah.

''Tadi kau bilang kau tahan goncangan.'' Naruto membantu Megumin menghilangkan rasa mualnya dengan memijit perlahan belakang leher Megumin.

''Aku tidak tau jika goncangannya sedahsyat itu..hueek...''

Setelah merasa sedikit mendingan, Megumin berdiri dan mengelap sisa cairan yang ada di ujung bibirnya.

''Kau sudah baikan ?'' tanya Naruto dibalas anggukan pelan oleh Megumin.

''Sebaiknya kita masuk.'' ajak Naruto kepada Megumin yang berjalan sempoyongan kearah pintu belakang rumah Naruto.

''Ini rumahmu ?'' tanya Megumin kagum dengan rumah Naruto yang lumayan besar tersebut.

''Iya, ini rumahku dan beberapa temanku... Tadaima.''

Tidak ada jawaban saat Naruto memasuki dapur.

''Jadi...selain dirimu ada juga penghuni lain dirumah ini ?'' tanya Megumin yang mengikuti Naruto dibelakangnya.

''Tentu saja ada. Aku tidak sendirian dirumah ini, ada lima temanku yang juga tinggal dirumah ini. Mungkin mereka ada diruang tamu.''

Naruto dan Megumin menuju keruang tamu.

''Tadaima.''

Kata Naruto lagi setelah sampai diruang tamu dan menemukan temannya sedang asyik nonton film Boku no Pico #Plak. Ma-maksudnya nonton anime Ryuuou no Oshigoto episode 1, pada adegan saat Kuzuryu sensei tidak sengaja menimpa seorang anak perempuan bernama Ai yang sedang telanjang, yang tak lain dan tak bukan adalah muridnya sendiri. (Itu adegan yang paling author suka. Hehehe).

Mendengar sebuah suara yang tak asing mengucap salam, sontak kelima penghuni ruang tamu menoleh kearah pintu dan menemukan Naruto sedang berjalan kearah mereka dan perempuan yang tidak mereka kenal berjalan dibelakang Naruto.

''Okaeri Naruto.'' jawab semuanya dengan serempak bagai tentara yang sedang latihan PBB.

''Kau membawa siapa Naruto ?'' tanya Ichigo yang melihat seorang perempuan penyihir disamping Naruto.

''Dia Megumin. Jika kalian bertanya dia dari mana, aku tidak tau harus menjawab apa. Yang pasti dia juga keluar dari lubang dimensi sama seperti kita.''jelas Naruto mendapat tatapan kebingungan dari Megumin.

''Tunggu dulu, jadi kalian juga masuk kedalam lubang hitam ?''tanya Megumin yang dijawab anggukan oleh semuanya, minus Megumin.

''Naruto, kau juga ?'' tanya Megumin tertuju kepada Naruto.

''Yah, begitulah. Lebih tepatnya sekitar empat atau lima tahun yang lalu. Tapi kalau teman-temanku beberapa minggu yang lalu. Eh ? Beberapa minggu atau bulan ya ? Ah! Pkoknya antara itulah.'' jelas Naruto lagi, sedangkan Megumin hanya manggut-manggut gak jelas.

''Naruto, kau bilang kau akan menjelaskan semuanya kan ?''tanya Megumin menuntut penjelasan.

''Lebih baik kau duduk dulu.'' kata Naruto sambil duduk dilantai keramik berwarna putih kinclong.

Setelah Megumin duduk disofa, Naruto menjelaskan semuanya.

Skip.( sama kayak chap dulu-dulu. Tapi cerita ini ada tambahannya, yaitu Ichigo dan Rukia juga menceritakan masa lalunya ke Naruto sama Megumin, karena GaaFuuShika udah tau masa lalu IchiRuki).

''... Seperti itulah ceritanya.'' kata Naruto mengakhiri ceritanya tentang perseteruan ketiga fraksi yang diikut campuri oleh dua naga surgawi.

''Jadi, kau dihianati pacarmu sendiri ?'' tanya Megumin yang mengingatkan Naruto akan masa lalunya.

''Yah. Dan giliranmu yang menceritakan sebelum kau sampai kedunia ini.'' kata Naruto mengubah topik pembicaraan.

''Baiklah. Awalnya saat aku, Kazuma, Aqua, dan Drakness ( author lupa, tulisan Drakness itu yang bener apa Darkness ?) berjalan menuju kesebuah gua. Di mana didalam sana banyak...'' Megumin menceritakan semua kejadian yang malas untuk author tulis.

''Hmmm. Jadi begitu ? Megumin, sekarang apa yang akan kau lakukan ?'' tanya Rukia yang dibalas gelengan tidak tau dari Megumin.

''Entahlah. Selain kalian, aku tidak punya kenalan lagi diaini.''

''Kau boleh tinggal disini.'' kata Naruto mendapat tatapan bahagia dari Megumin.

''Benarkah ? Terimakasih.'' kata Megumin mendapat anggukan dari Naruto dan yang lainnya.

''Naruto, jadikan aku anggota iblismu.''

Perkataan Megumin mengejutkan semua iblis yang ada diruang tamu dengan TV yang sudah dimatikan.

''Apa kau yakin ?'' tanya Naruto memastikan dan dibalas anggukan mantap oleh Megumin.

''Baiklah. Kau akan kureinkarnasikan dengan bidak Queen, karena hanya itu bidak yang tersisa. Megumin, sekarang berbaringlah dilantai.'' kata Naruto sambil mengeluarkan bidak catur Queen.

Setelah Megumin berbaring dilantai, Naruto bersimpuh disamping Megumin dengan sebuah bidak ditangannya.

''Wahh ! Ternyata memang benar, dia rata.'' perkataan Fuu sontak membuat Megumin duduk dari rebahannya dan protes dengan kepala yang membesar.(jika kalian sering menonton anime bergenre humor, pasti tau seperti apa wujud megumin saat ini).

''Apanya yang kau bilang rata hah ?''

''Tentu saja dadamu. Sebagai Queen dari seorang lelaki, kau harus memiliki selera yang dimiliki para lelaki.'' kata Fuu membuat wajah megumin memanas.

''Selera lelaki katamu ? Walaupun dadaku rata, masih ada yang suka dengan dadaku, yaitu Naruto. Dia tadi memegang dadaku.''

Semua iblis menatap Naruto setelah mendengar pernyataan Megumin.

''I-itu tidak sengaja Megumin. Sudahlah jangan membalas itu lagi, berbaringlah kembali.''kata Naruto mencoba mengalihkan pembicaraan.

Setelah Megumin berbaring kembali, Naruto langsung merapalkan mantara untuk mengubah Megumin menjadi iblis. Sebenarnya sih tidak perlu membaca mantra tidak apa-apa, cukup dibaca dalam hati saja bisa.

''Aku, Naruto Uzumaki mengubah Megumin menjadi anggota peerageku.''

SIINNGG

Muncul lingkaran sihir warna kuning dilantai tempat Megumin berbaring.

Setelah proses selesai dan Megumin sudah pingsan, tinggal Naruto bawa kedalam kamar dan menguncinya rapat-rapat. Hahaha, nggak dikunci kok. Kan Naruto udah janji nggak ngapa-ngapain Megumin.

.

.

Disebuah ruang ORC, dua iblis sedang kalut dengan pikiran masing-masing. Koneko dan Akeno, itu kedua iblis yang duduk disofa .

'Mengapa aku selalu bermimpi melakukan itu dengan pemuda yang bernama Naru ? Apa karena dia pernah berkata bahwa aku imut sampai terbawa mimpi segala ?' batin iblis loli berambut putih yang memandangi segelas teh yang dibuatkan Akeno.

''Koneko, kau kenapa ?'' tanya Akeno yang melihat Koneko melamun tanpa berkedip.

''Tidak ada apa-apa, senpai.'' kat Koneko dengan wajah seperti bisanya.. Datar.

''Tapi kenapa kau melamun terus ? Ceritakan saja padaku.''kata Akeno.

Koneko sedikit ragu untuk menceritakan kepada siapa pun, tapi ia percaya Akeno bisa menjaga rahasia.

''Senpai, akhir-akhir ini aku selalu bermimpi tentang pemuda yang pernah aku ceritakan kepada senpai.'' kata Koneko membuat Akeno memasang wajah jahilnya.

''Ara-ara, mimpi seperti apa Koneko-chan ? Apa mimpi yang seperti 'itu' ?'' kata Akeno dibalas anggukan pelan dari Koneko dengan wajah memerah.

''Fufufufu... Kau tidak suka kepada orang mesum, tapi mimpimu terlalu mesum Koneko-chan.'' kata Akeno dengan tawa khasnya.

Sedanglan Koneko, dia hanya diam saja dengan wajah memerah.

Ok, lupakan carita Koneko dan Akeno diatas, itu hanya untuk memperpanjang word.

.

.

Sore hari disebuah jalan yang sangat sepi. Karena hari ini dalam keadaan sore menjelang malam.(kalau diIndonesia anggap aja kayak waktu maghrib).

Seorang pemuda pirang berjalan untuk pulang setelah selesai makan ramen sepuasnya.

Bass bass bass

Seorang Da-Tenshin terbang diatas sang pemuda yang sudah berhenti dari langkahnya dan melihat keatas.

''Hahaha... Tak ku sangka, aku menemukan iblis rendahan sepertimu. Hahaha...''

Sang pemuda hanya menatap keatas untuk melihat Da-Tenshin tertawa seperti orang gila.

''Ah! Aku juga tak menyangka bisa bertemu Da-Tenshin sepertimu untuk kali ini. Kalau boleh tau, siapa kau ?'' tanya sang pemuda syelah Da-Yenshin turun dan menghilangkan sayapnya.

''Hahahaha... Namaku Ayumu Kannabe dan aku seorang Da-Tenshin.'' kata Da-Tenshin yang memakai pakaian warna putih dan jubah putih, dengan kedua mata yang berbeda warna. Mata kanan berwarna sedikit ungu dan mata kiri berwarna kuning emas. Memiliki rambut berwarna pink.(Jika reader-san kurang tau seperti apa fisiknya, minna sekalian bisa melihat dalam anime Ryuuou no Oshigoto. Ayumu akan tampil pada akhir episode 1 dan awal episode 2, dan akan tampil lagi pada episode yang author lupa episode berapa. Yang jelas pada eps 1&2).

''Ano.. Aku sudah tau kau seorang Da-Tenshin, jadi kau tidak perlu memberitauku apa setatusmu ini.'' kata sang pemuda dengan sweatdrop, karena nama sosok didepannya sangat mirip dengan karakter yang ada di film yang pernah ia tonton. Bahan namanya pun sama.

''Oh ! Hahaha... Sekarang giliranmu memperkenalkan diri.''Ayumu menunjuk kearah sang pemuda yang sedang memasukkan tangannya kekantong celana.

''Yah, seperti yang sudah kau ketahui. Aku seorang Akuma, namaku Naruto Uzumaki.'' kata Naruto memperkenalkan diri.

''Baiklah Naruto, ayo bertanding.''

Power Hisha. Go

Wuss

Sebuah laser berwarna kuning meluncur kearah Naruto setelah ayumu merentangkan tangannya kearah Naruto.

Bumm

SING

Muncul kilatan warna kuning beberapa meter dari tempat ledakan tersebut.

'Hisah ? Bukankah itu nama bidak yang ada di permainan Shogi ?' batin Naruto menatap kearah Ayumu yang sedang memejamkan mata kanannya, dengan tangan kiri yang menutupi pertengahan wajahnya dan mata kiri yang mengintip dari celah jari-jari tangan kirinya. Yah, itulah kebiasaannya Ayumu.

''Ternyata kau bisa menghindarinya. Sekarang satu lagi...'' Ayumu merentangkan tangan kedepan. Tapi bukan kearah Naruto, melainkan kesamping badan Naruto.

Keima

Wuss

Lagi-lagi sebuah laser meluncur kesamping tubuh Naruto yang hanya diam saja..

'Heh! Meleset.' bati Naruto yang mengira tembakan Ayumu meleset.

Deg deg

'' Ke-Keima ? Gawat.'

Sinar laser yang awalnya menuju kesamping Naruto, berbelok tajam kearah Naruto.

Bumm

Tap

'Huh ! Untung saja aku sempat menghindar, jika tidak, tamatlah riwayatku.' bati Naruto melihat kebekas ledakan yang sanggip mencelakai makhluk apa-pun.

''Hmm.. Ternyata kau hebat juga ya ? Sekali lagi. Kin...''

''Tunggu duli !'' cegah Naruto sebelum Ayumu menyelesaikan kekuatan Shoginya.

''Ayumu, sebenarnya apa yang kau inginkan?'' tanya Naruto melihat kearah Ayumu dengan berwajah sok datar.

''Yang ku inginkan ? Hahaha... Yang kuinginkan adalah bertanding Shogi denganmu.'' kata Ayumu membuat keringat sebesar jempol kaki muncul dibelakang kepala Naruto, yang menandakan ia sweatdrop tingkat akut.

'Jika dia hanya ingin bertanding Shogi, kenapa ia menyerangku?' batin Naruto.

''Jika memang kau ingin bermain Shogi, kenapa kau menyerangku ?'' tanya Naruto

''Hahaha...aku hanya mengetesmu saja. Sekarang...''

Sring

Muncul balok kayu didepan Ayumu beserta 40 bidak yang sudah tersusun rapi diatasnya.

''...ayo main.''

.

.

Battle Shogi : Ayumu vs Naruto

Dua pemuda duduk saling berhadapan dengan papan Shogi yang berada didepan mereka. Naruto dan Ayumu, itulah nama mereka.

Stak

Naruto terlebih dahulu memajukan bidak Fuhyo yang berada didepan bidak Hisha.

Stak

Ayumu memajukan bidak Fuhyo yang berada dua petak dari bidak Kinsho.

Stak

Naruto memajukan bidak yang sudah ia majukan.

'Ahk ! Ini...formasi sayap ganda. Baiklah kalau seperti itu.' batin Ayumu .

Stak

Ayumu memajukan bidak Fuhyo didepan bidak Hisha.

'Cih ! Ternyata dugaanku salah, ku pikir dia akan memajukan bidak Ginsho nya, ternyata tidak. Aku perlu belajar shogi lagi kepada Shikamaru.'

Stak

Stak

Stak

Stak

Stak

Adu sengit terjadi dipertengahan permainan mereka. Tak memperdulikan ratusan nyamuk yang berbadan buncit karena kenyang dengan darah Naruto dan Ayumu.

Skip

Stak

Stak

Stak

''Hah~~ aku kalah.'' kata Ayumu menundukkan badannya.

''Hmm.'' Naruto juga menundukkan badannya.

Sring

Balok kayu yang berada didepan mereja menghilang beserta bidak-bidaknya.

''Naruto, senang bisa bermain denganmu. Kapan-kapan kita main lagi.'' kata Ayumu seraya berdiri dari duduknya diikuti Naruto.

''Ya. Baiklah Ayumu. Kalau seperti itu, aku pergi dulu. Kasihan temanku menunggu.'' kata Naruto sambil berlalu.

''Tunggu Naruto.'' cegah Ayumu kepada Naruto.

''Kau iblis klan mana ?'' tanya Ayumu.

''Hahaha... Klan ya ? Aku masuh belum memutuskan apa nama klan iblisku. Oh ya Ayumu, kenapa kau tak membunuh iblis sepertiku ?'' tanya Naruto kepada Ayumu.

''Hahahaha... Membunuh ? Heh ! Aku tak sudi membunuh iblis rendahan sepertimu.'' kata Ayumu dengan nada mengejek yang membuat Naruto cemberut.

''Hehehe.. Aku hanya bercanda Naruto. Hah~ alasanku kenapa aku tidak membunuhmu karena aku...lelah. Aku lelah dengan pertumpahan darah ini, aku bosan...bosan dengan darah yang berceceran. Aku menantikan perdamaian...perdamaian yang abadi...''

''Tidak ada perdamaian yang abadi Ayumu.'' kata Naruto memotong perkataan Ayumu.

''Tidak ada. Walaupun ada, pasti juga ada kejahatan walaupun kejahatan kecil. Tidak ada perdamaian abadi.'' kata Naruto.

''Kau benar. Tapi...walaupun tidak semua damai total, tapi itu mengurangi adanya pertumpahan darah! Naruto, apa yang akan kau perbuat dengan kekuatanmu ?'' tanya Ayumu dengan tatapan serius.

''Menciptakan perdamaian.'' kata Naruto memandang langit yang sudah mulai menghitam dan beberapa bintang bersebaran dilangit.

''Kau bilang tidak ada sebuah perdamaian.'' Ayumu sangat heran dengan tujuan Naruto.

''Sesuai yang kau bilang sebelumnya, 'walaupun tidak semua damai total, tapi itu mengurangi adanya pertumpahan darah.'.''kata Naruto yang membuat Ayumu terdiam.

''Ayumu, menurutmu...seperti apa keadaan sekarang sekarang ini?''

''Entahlah Naruto, sangat sulit mendeskripsikan keadaan dunia ini.''

Setelah Ayumu mengatakan itu, terjadi kesenyapan diantara mereka.

''Hei, Ayumu, kurasa aku harus pulang.'' kata Naruto sambil menatap kearah Ayumu yang juga menatapnya.

''Ya, aku juga begitu. Lain kali kita main shogi lagi, dan lain kali aku akan mengalahkanmu.'' kata Ayumu dengan menunjuk kehidung Naruto.

''Yah...dan aku tidak akan kalah. Hahaha... Baiklah Ayumu, aku pergi dulu. Jaa.'' setelah Naruto berpamitan kepada Ayumu, Naruto langsung melenggang pergi dengan berjalan kaki. Sedangkan Ayumu langsung melanjutkan penerbangannya yang tertunda beberapa menit yang lalu menuju kebandara yang disebut apartemen.(baru kali ini author tau kalau ada Da-Tenshin yang tinggal di apartemen).

Dan lagi-lagi cerita diatas( Naruto dan Ayumu ) hanyalah penambah word supaya tidak terlalu sedikit seperti dichap 7 kemarin.

.

.

Naruto berjalan untuk menuju kekediamannya yang megah, tapi ia urungkan niatnya ketika melihat seorang lelaki paruh baya yang sedang memancing disungai yang tepat berada diseberang jalan.

'Aura ini... Da-Tenshin. Auranya sangat kuat daripada Da-Tenshin yang lainnya, walaupun ia menekan auranya sampai titik terendah. kemungkinan dialah pemimpin dari para Da-Tensihin.'

''Yo, Jii-san.''kata Naruto menyapa dari kejauhan. Sedangkan sosok yang dipanggil paman oleh Naruto menolehkan kepalanya keasal suara yang tertuju padanya.

''Ah ! Yo, gaki.'' balas sosok tersebut yang mempunyai gaya warna rambut yang aneh.

Naruto berjalan menuju kesosok yang sedang memancing dan Naruto berdiri dua meter darinya.

''Hei Jii-san apa ada ikan disungai dangkal ini ?'' tanya Naruto yang menatap kearah sungai yang mengalir dengan tenang.

''Tentu saja gaki, kau pikir tidak ada ?''

''Yah ! Kupikir memang begitu, karena kaleng Jii-san tidak ada ikan satupun.'' kata Naruto sambil sebuah kaleng atau ember yang berisi angin saja.

''Heh ! Kau jangan meremehkanku gaki, empat hari yang lalu aku mendapatkan ikan disungai ini.'' kata sang malaikat jatuh membuat Naruto takjub karena disungai ini masih ada ikannya.

''Sugoii ! Apa dapat banyak Jii-san ?'' tanya Naruto.

''Tidak. Hanya satu. Itupun hanya sebesar dua jari saja.'' kata sosok tersebut yang membuat Naruto sweatdrop.

'Dasar, Da-Tenshin gila.' bati Naruto menatap kearah sosok yang sedang enaknya memancing.

''Mmm.. Jii-san, apa kau sering memancing disini ?'' tanya Naruto lagi.

''Bukan hanya sering gaki, tapi setiap hari.''

''Hah~ bagaimana anak buahnya bisa diatur kalau saja pemimpinnya seperti ini.''

Tap

Setelah mendengar perkataan Naruto, sosok tersebut meloncat menjauh dari pemuda didepannya.

''Siapa kau ?'' tanya lelaki paruh baya dengan posisi siaga.

''Tenanglah Jii-san, aku tidak akan menyerangmu. Namaku Naruto Uzumaki, seorang iblis reinkarnasi.'' kata Naruto sambil mendekat kearah sosok tersebut.

Setelah Naruto mendekat kurang lebih 1,5 m, aura iblisnya baru bisa dirasakan oleh Da-Tenshin tersebut.

'Ahk! Aku baru bisa merasakan auranya dengan jarak sedekat ini, seberapa hebat dia sampai membuatku tidak bisa merasakan auranya dari kejauhan ?' batin sosok tersebut.

Melihat Naruto hanya diam saja setelah memperkenalkan diri, sosok tersebut juga memperkenalkan dirinya.

''Namaku Azazel, pemimpin fraksi Da-Tenshin.'' kata Azazel dengan mengeluarkan kedua belas sayap hitamnya.

''Senang bertemu denganmu Jii-san.'' kata Naruto seraya nyengir yang menampakkan giginya yang rapi.

''Jangan panggil aku 'Jii-san' Naruto, panggil saja aku dengan namaku.'' kata Azazel.

Wush Wush Wush

Tap

Seseorang berarmor putih mekanik mendarat dari acara terbangnya tidak jauh dari Azazel dan Naruto berdiri. Dan ternyata itu adalah salah satu pengikut Azazel yang merupakan HumanDevil atau setengah manusia dan setengah iblis. Ia ditugaskan oleh Azazel untuk memata-matai Chaos Brigade

''Azazel, aku ingin menyampaikan sesuatu tentang Chaos Brigade.''(author gak tau tau, tulisannya bener gak sih ?) kata sosok yang sudah menghilangkan armornya dan menampakkan pemuda berambut putih yang bernama Vali Lucifer. Seorang Hakuryuukou sang pemilik Sacred Gear salah satu Longinus, Divided Gear. Dengan naga surgawi yang bernama Albion. Keturunan Lucifer terakhir

''Katakan, Vali.'' perintah Azazel kepada Vali.

''Chaos Brigade merencanakan...'' perkataan Vali terhenti ketika menyadari ada seseorang selain mereka.

''Ah! Azazel, siapa dia ?'' tanya Vali kepada Azazel yang sudah bermuka cemas kalau Vali mengajak Naruto bertarung.

''Aaah...dia Naruto, seorang iblis reinkarnasi.''

Dan benar saja, apa yang ditakutkan Azazel terjadi juga. Yah, dia memang sudah tau sifat Vali yang suka dengan pertarungan. Kenapa sih pemegang Sacred Gear Longinus mempunyai maniak masing-masing ? Contohnya Issei yang merupakan maniak oppai.

''Hmmmm... Sepertinya kau kuat. Ayo bertarung.'' tantang Vali kepada Naruto yang hanya diam saja berdiri.

''Tidak, aku tidak sempat untuk bertarung. Baiklah Azazel, Vali, aku pergi dulu. Jaa.'' kata Naruto, setelah itu ia langsung melenggang pergi meninggalkan Vali dan Azazel.

Tapi baru sepuluh langkah Naruto berjalan, sebuah laser putih meluncur kearah Naruto yang mnegharuskan Naruto untuk menghindar kesamping dan menghentikan langkahnya.

''Hyaaaah.'' Vali yang sudah engkap dengan armornya dengan cepatnya meluncur kearah Naruto yang baru saja menghentikan langkahnya.

Naruto menangkap tinju Vali dengan satu tangan.

Tap

Divine

Sebuah energi kebiruan mengalir dari tangan Naruto menuju ketangan Vali, yang artinya Vali menghisap cakra Naruto walau hanya satu hisapan saja.

''Cih.'' decih Naruto seraya melompat sejauh mungkin dari Vali.

''Akh ! Sial, dia menghisap energiku.'' kata Naruto setelah menjaga jarak dari Vali.

''Hahaha... Naruto, ternyata kekuatanmu besar juga, baru sekali aku menghisap energimu, kekuatanku sarasa terisi penuh. Sekarang... Rasakan ini.''

Lagi-lagi sebuah laser putih meluncur cepat kearah Naruto yang tiba-tiba warna matanya berubah merah dan terdapat tiga tomoe disetiap matanya.

''Kamui.''

Laser yang tadinya mengarah kepada Naruto, sekarang tersedot kedalam pusaran angin dan muncul lagi pusaran angin dibelakang tubuh Vali.

Bumm

Ledakan yang tidak terlalu besar meledak dipunggung Vali setelah munculnya pusaran angin yang mengeluarkan laser Vali yang membuatnya terpental.

''Ukh !'' erang Vali sambil berdiri dari 'rebahannya'.

'Hmm... Sudah lama aku tidak bersenang-senang. Bagaimana kalau aku bermain dengannya.' batin Naruto sambil menatap Vali.

Vali juga melihat kearah Naruto dan meluncur lagi untuk kedua kalinya.

''Hyaaaaahh''

Bug

''Ohok.'' sebuah tinju tepat mengenai perut Vali yang meretakkan armornya dan terpelanting ketanah yang lumayan keras.

''Uhk.! Hahaha...ternyata kau hebat juga. Hahahaha kau membuat darahku mendidih Naruto.'' kata Vali dengan tawa gilanya.

''Hahaha... Inilah lawan seimbangku. Hyahhh.'' Vali dengan cepatnya meluncur lagi kearah Naruto

Tap

Tap

Bug

Bug

Tap

Adu tinju dan tangkis terjadi diantara mereka tanpa mengeluarkan sihir mereka.

Bak

Naruto menendang perut Vali dengan lumayan keras yang membuat Vali terpental.

''Hahaha... Naruto, aku semakin tertarik denganmu. Aku menginginkan lebih.'' kata Vali setelah bangun dari jatuhnya.

Sedangkan Naruto, ia menutupi dadanya sambil berkata...

''Hei, aku masih normal tau.'' kata Naruto yang membuat sipenonton(Azazel) sweatdrop dibuatnya

''He-hei! Itu bukan tertarik yang seperti itu tau.'' kata Vali dengan urat yang menonjol didahinya.

''Hmp. Seorang maling tidak mungkin mau mengaku, begitupun dengan Seme sepertimu. Aku gak mau jadu Uke mu.'' kata Naruto dengan matanya menyipit.

''Cih! Banyak omong kau! Baiklah, aku mulai serius.'' kata Vali dan langsung meluncur untuk kesekian kalinya kearah Naruto. Dengan armor yang masih melekat ditubuhnya, hal itu tidak mengurangi kecepatan Vali yang terus menerjang kepada Naruto.

'Kekuatannya semakin meningkat.' batin Naruto yang masih berdiri dengan tenang.

''Hyaaaahh!.'' entah sejak kapan Vali sudah berada satu meter didepan Naruto dan langsung melesatkan tinjunya.

Tap

Naruto berhasil menangkap serangan Vali , tapi...

Divine Divine

Vali menghisap cakra Naruto sedikit lebih banyak hisapannya dari sebelumnya.

''Rasakan Naruto !''

Bug

''Ohok!'' erangan terdengar diiringi terpentalnya Naruto setelah mendapat pukulan tak terduga dari Vali.

''Heh ! Apa hanya itu kemampuanmu Naruto ? Cih mengecewakan.'' kata Vali dengan Nada mengejek.

''Ugh.!'' Naruto mengerang merasakan tinju yang lumayan dari Vali.

'Ternyata begitu. Dia menghisap cakraku, setelah itu dia memusatkan kekuatannya dikepalan tangannya. Setelah merasa cukup, dia meninjuku dengan kekuatan penuhnya. Hmm... Taktik yang bagus.' bati Naruto sambil melihat kearah Vali sambil memegangi perutnya yang mulai mendingan.

Sedangkan Azazel hanya melihat Naruto dan Vali ''bersenang-senang'' tanpa memikirkan bahwa belum ada Kekkai yang melapisi daerah sekitar.

'Hmm...ternyata Naruto masih belim serius, terlihat dari tubuhnya yang kurang waspada.' batin Azazel sambil menatap Naruto yang masih saja berdiri.

''Ayo Naruto, tunjukkan kekuatanmu. Aku yakin, kekuatanmu lebih dari itu. Cepat bergegas dan lawan aku.'' kata Vali dengan sedikit menyombongkan diri.

''Aku harus mengakhiri ini dengan cepat. Terpaksa aku harus memakai kekuatanku 65 ℅.''

'Kurama, pinjamkan aku kekuatanmu.'

'Dengan senang hati, Narutoruto.'kata Kurama membalas perkataan Naruto lewat pikiran Naruto.

Dalam sekejap, tubuh Naruto terlapisi cahaya kuning keemasan dan ada kobaran seperti api kuning dijubahnya.(Kyuubi Mode)

'Apa !? Kekuatannya semakin meningkat lebih besar dari yang tadi.' bati Vali dan Azazel bersamaan.

''Baiklah Vali, aku akan mengakhiri dengan cepat.'' kata Naruto. Hanya kata Naruto, tapi tubuhnya kurang bersemangat untuk bertarung.

''Tidak semudah itu Naruto.!''

'Heh ! Serangan ini lagi.' batin Naruto melihat Vali meluncur lagi dengan tinjunya.(alasan kenapa author selalu memberikan Vali dengan tinju terus karena author tidak tau apa saja kekuatan Vali. Dan jika reader-san ada yang tau mengenai kekuatan Vali, tolong tulis dikotak review beserta ringkasannya).

''Hyaaaahh!''

Set

Tinjuan keras berhasil Naruto hindari, sekarang giliran Naruto yang ingin meninju Vali.

'Aku tidak akan terkena untuk kedua kalinya.''

Set

Meleset. Vali berhasil menghindar dari tinju Naruto dan langsung melompat kebelakang tubuh Naruto.

Grep Grep Srek

Setelah mendarat dengan sempurna, Vali dengan cepat mengunci pergerakan tangan Naruto dan menghisap cakranya.

Divine Divine Divine Divine

'Akh ! Sial. Dia menghisap lagi kekuatanku. Aku harus mencari cara untuk mengalahkannya. Ah ! Aku tau !.'

''KURAMA!''

''Aku mengerti Naruto.'' Kurama langsung mengirimkan cakra Kyuubi lebih besar dari yang sebelumnya.

''Kekuatannya membeaar.'' kata Azazel merasakan kekuatan Naruto yang tiba-tiba membesar.

Divine Divine Divine

Sedangkan Vali semakin bersemangat menghisap cakra Naruto yang semakin besar.

Beberapa saat kemudian, Vali merasakan hal aneh dengan armornya.

Divine Divine Divine

'Kenapa armorku semakin panas ?' bati Vali yang merasakan armornya perlahan mulai panas.

Divine Divine Divine

'Ugh! Kuso. Aku tidak bisa mengendalikan Divine Dividing milikku. Armorku semakin panas dan aku tidak bisa mengendalikan ini. Albion bantu aku.' teriak batin Vali kepada Albion.

''Vali, aku juga tidak bisa mengendalikan Balance Breaker ini.'' kata Albion yang merasakan juga betapa panasnya armor Vali.

Divine Divine Divine

''Jadi begitu, Naruto memberikan kekuatan yang beaar kepada Vali. Tapi Vali tidak sanggup menampung kekuatan yang diberikan oleh Naruto, sehingga menyebabkan armor yang dipakainya memanas karena penuh dengan kekuatan Naruto yang beaar. Jika diteruskan begini, armor Vali bisa meledak.'' kata Azazel entah kepada siapa.

Divine Divine Divine

''Akh! Panas.''

Divine Divine Divine

''Aaaakkhh.''

Divine Divine Divine Divine Divine Blamm

SING

Armor Vali meledak berkeping-keping. Sedangkan Naruto berhasil berpindah tempat menggunakan Hiraishin.

SING

Muncul kilatan kuning disamping Azazel berdiri yang mengeluarkan Naruto dengan pakaian yang masih lumayan rapi dan ada beberapa debu yang menempel dipakaiannya, dengan lapisan kuning yang sudah menghilang.

''Kau berlebihan Naruto.'' kata Azazel mepihat Vali yang tergeletak dengan armor yang sudah menghilang.

''Hahaha... Maaf, Azazel. Aku sudah lama tidak merasakan sensasi seperti ini, jadi aku terlalu bersemangat.'' kata Naruto menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.

''Hah~ sudahlah.'' kata Azazel berjalan kearah Vali, setelah sampai ditempat Vali, Azazel langsung menaruh Vali dibahu kanannya dan membawanya ditempat Naruto berada. Setelah sampai ditempat Naruto, Azazel meletakkan Vali disampingnya.

''Oh ya, Naruto, kau iblis klan mana ?'' tanya Azazel kepada Naruto yang masih berdiri.

''Hehehe...aku masih belum memutuskan apa nama klan iblisku.''perkataan Naruto sukses membuat Azazel sweatrop.

''Kalau lingkaran sihir ?''

''Nah! Kalau itu sudah.'' kata Naruto dengan cengiran khasnya.

''Jadi kau sudah membuat bentuk lingkaran sihir, tapi belum memberi nama klan iblismu ya ?'' untuk kedua kalinya, Azazel sweatdrop dengan pengakuan Naruto.

''Hehehe..'' sedangkan Naruto hanya cengengesan gak jelas.

Catatan : Pada saat Naruto berlatih bersama Rikuudo, saat itulah Naruto membuat bentuk lingkaran sihirnya.

''Oh ya Azazel, lebih baik aku pulang, teman-temanku pasti menungguku.''

''Ah ! Baiklah Naruto, hati-hati dijalan.'' kata Azazel kepada Naruto.

Sebelum Naruto pergi dari tempat itu, sebuah makhluk bersayap datang dari langit yang menuju kebawah kearah mereka berdua.

'Tenshin.' batin Naruto sambil melihat sosok bersayap putih menuju kemereka berdua.

'Michael ? Apa yang ingin dia lakukan disini ? Apa jangan-jangan...dia merasakan aura Vali dan Naruto ?'batin Azazel panik.

SIINNGG

Muncul lingkaran sihir warna merah lambang Gremory didekat Azazel dan Naruto yang mengeluarkan sosok lelaki berambut merah,aka Sirzech Gremory/ Lucifer yang merupakan kakak dari Rias Gremory, sekaligus pemimpin 4 besar Satan/Satans.

Tap Tap

Tepat setelah Michael menapakkan kaki ditanah, Sirzech juga menapakkan kaki bersama Michael. Sedangkan Naruto hanya menatap sosok berambut merah yang baru sampai disungai yang biasa Azazel memancing.

''Michael, Sirzech, ada gerangan apa kalian datang kesini ?'' tanya Azazel basa-basi.

''Tidak ada apa-apa, Azazel. Hanya saja aku merasakan aura dari sang Hakuryuukou dan aura seorang iblis yang lumayan besar. Dan juga ada aura Yokai yang kurasakan.'' kata Sirzech kepada Azazel. Dan aura Yokai yang Mereka rasakan merupakan aura dari Kurama.

''Ya. Aku juga merasakannya Sirzech. Azazel, apa kau tau aura siapa itu ?'' sekarang giliran Michael yang berbicara sambil melihat kearah Vali yang berada disamping Azazel.

Sedangkan Azazel hanya diam saja, tapi tidak dengan bola matanya yang malah melirik kearah Naruto yang tidak langsung memberitau bahwa Naruto yang mengeluarkan aura iblis dan Yokai bersamaan.

''Dia ?'' tanya Sirzech dan Michael bersamaan sambil menunjuk kearah Naruto.

''Iya.'' kata Azazel yang langsung mendapat deatgleare dari Naruto.

''Siapa dia Azazel ?'' tanya Michael yang merasa asing dari rupa sosok tersebut. Tapi tidak dengan Sirzech. Ia merasa familiar dengan wajah yang memiliki garis dipipinya, namun yang kiri tidak kelihatan. Tapi Sirzech lupa dengan sosok didepannya.

''Dia, seorang iblis reinkarnasi.'' kata Azazel tanpa memberitau nama Naruto. Jika diberi tau tanpa seizin yang bersangkutan, bisa-bisa Azazel dibuat seperti Vali.

''Aku tau dia iblis, tapi siapa namanya?'' tanya Michael lagi dengan wajah sewot. Sedangkan Sirzech dan Azazel sweatdrop ketika melihat Michael memasang wajah sewot. Bayangkan, seseorang yang tenang seperti Michael menunjukkan wajah sewotnya.

Merasa tidak dipedulikan, Michael bertanya langsung kepada Naruto.

''Baiklah, gaki, siapa namamu ?'' tanya Michael to the point.

''Tapi kalian harus janji, kalian tidak boleh memberitaukan identitasku kepada siapapun.'' kata Naruto memberi syarat kepada mereka berdua.

''Kau banyak permintaan, gaki.'' kata Sirzech menutup matanya.

''Mau bagaimana lagi Sirzech-nii, memang seperti itu syaratnya.'' kata Naruto membuat ketika petinggi fraksi terkejut karena Naruto tau nama Sirzech.

''Bagaimana kau tau namaku ?'' hardik Sirzech.

''A-ano... Siapa yang tidak tau petinggi ketiga fraksi ? Disampingku Azazel dari fraksi Da-Tenshin, Didepanku Michael dari pemimpin Tenshin sekaligus pengganti-Nya, dan disebelahnya ada Sirzech dari Akuma.'' kata Naruto.

''Baiklah, itu tidak penting, yang penting siapa namamu? Dan soal syaratmu, akan kami turuti.'' kata Michael dengan bersedekap dada.

''Kalian harus menepati janji kalian, jangan memberitau kepada siapapun, terutama adikmu. Kecuali aku yang memberi taunya.'' kata Naruto menunjuk kearah Sirzech dan mendapat anggukan dari Sirzech.

''Baiklah. Aku seorang iblis reinkarnasi, aku datang kedimensi ini sekitar empat atau lima tahun yang lalu. Setelah aku mengenali dimensi ini, aku bersekolah diKuoh Junior High School, dan setelah itu aku bersekolah di Kuoh High School. Aku dijadikan iblis oleh kekasihku yang kebetulan klannya sama dengan Sirzech. Dan tidak lama setelah itu, aku dihianati oleh kekasihku sendiri dan aku pergi dengan meninggalkan semua temanku dan juga mantan kekasihku dengan bidak Pion yang sudah kucabut dari dalam diriku. Setelah itu datang seorang kakek yang menyerahkan semua Evil Pieces miliknya kepadaku. Dan sampai sekarang masih ada didiriku.'' kata Naruto menerangkan. Azazel dan Michael hanya mendengarkan dan Sirzech sudah membeku ditempat.

''Baiklah, Azazel, Michael-sama, Sirzech-nii, aku pulang dulu dan jangan lupakan Vali yang hampir menemuai ajalnya. Oh ya, jangan lupakan janji kalian, termasuk Sirzech-nii. Dan soal namaku, Michael-sama bisa tanyakan kepada Sirzech-nii. Aku pergi dulu.''

SING

Naruto langsung menghilang menggunakan Hiraishin dan meninggalkan Michael dan semuanya yang menatap Sirzech dengan pandangan menuntut.

Sedangkan Sirzech teringat masa lalu sekitar satu tahun yang terlewat.

Flashback

Disebuah ruangan ORC, terdapat 6 iblis yang duduk disofa.

SIINNGG

Muncul lingkaran sihir khas Gremory yang mengeluarkan dua iblis lelaki dan perempuan. Yang lelaki berambut merah, sedangkan yang perempuan berambut putih.

Semua anggota ORC berdiri menyambut kedatangan dua orang terhormat. Sedangkan dua orang pemuda berambut kuning dan coklat hanya ikut-ikutan berdiri ketika mereka semua berdiri.

''Sirzech-nii-sama, Grayfia-nee-sama, ada apa kalian datang kedunia manusia ?'' tanya perempuan berambut merah, aka Rias Gremory.

''Tidak ada apa-apa, hanya berkunjung saja.'' kata lelaki berambut merah yang merupakan kakak dari Rias yang bernama Sirzech Gremory yang kini menyandang gelar Lucifer/Lucifuge.

Pandangan Sirzech tertuju kepada dua orang pemuda bernama Naruto dan Issei.

''Rias-chan, siapa mereka ?'' tanya Sirzech kepada Rias.

''Mereka Peerage baruku. Dia Naruto Uzumaki dan dia Issei Hyudou. Naruto-kun merupakan kekasihku yang mengonsumsi sebuah bidak Pion. Issei mengonsumsi tujuh bidak Pion.'' kata Rias membuat Sirzech tersenyum.

''Hahaha...ternyata Imotouku sudah besar ya ? Baiklah, Naruto...'' Sirzech menghampiri Naruto dan merangkul pundaknya.

''...aku ingin kau melindungi Rias dan menjaga Rias.'' kata Sirzech sambil tersenyum. Sedangkan Naruto hanya menundukkan kepalanya.

''Tapi...aku sama sekali tidak mempunyai kekuatan, Sirzech-sama. Itu sama saja aku seperti manusia biasa.''

''Hmm...begitu yah ? Itu tidak masalah bagiku, yang penting kau bisa membahagiakan Rias. Oh ya, jangan panggil aku dengan panggilan '-sama', panggil aku dengan '-nii'. Kau paham ?'' tanya Sirzech mendapat anggukan dari Naruto.

Beberapa minggu kemudian, di Underworld...

Seorang lelaki berambut merah duduk disebuah sofa yang berada diruang tamu.

SIINNGG

Muncul lingkaran sihir lambang Gremory diruangan tersebut dan mengeluarkan Rias beserta keempat peeragenya.

''Ah! Rias-chan, kenapa kalian datang kesini?'' tanya Sirzech kepada Rias.

''Tidak. Hanya ingin jalan-jalan.'' kata Rias sambil duduk disofa.

''Otou-sama dan Okaa-sama kemana ?'' tanya Rias lagi.

''Mereka sedang keluar, mungkin pergi kekeluarga Phenix. Oh ya. Naruto kemana ?'' tanya Sirzech yang tidak melihat Naruto sama sekali.

''Sudahlah, Nii-sama,. Nii-sama tidak usah mencari-cari dia lagi. Dia sudah pergi.'' kata Rias membuat Sirzech terkejut.

''Kenapa dia pergi ?''

''Aku tidak tau. Itu keinginannya, jadi biarkan saja. Lagi pula aku sudah memiliki pengganti sisampah itu.'' kata Rias menggandeng tangan Issei.

Sedangkan Issei hanya memasang wajah mesumnya karena dada Rias yang menempel erat dilengannya.

Sirzech tidak percaya semudah itu.

.

Ketika Kiba berada diluar sendirian, Sirzerch tidak menyia-nyiakan untuk bertanya kepada Kiba tentang Naruto.

''Kiba.'' kata Sirzech dan duduk disamping Kiba.

''Ah! Sirzech-sama. Ada apa?'' tanya Kiba yang sehabis melamun.

''Begini, aku ingin bertanya dimana Naruto sekarang? Kenapa dia tidak ikut bersama kalian ?'' tanya Sirzech yang membuat Kiba teringat tentang Naruto lagi.

''Naruto... dia...pergi.'' kata Kiba dengan suara yang terbata.

''Pergi ? Pergi kemana ?'' tanya Sirzech yang kurang mengerti maksud Kiba.

Sedangkan Kiba hanya diam dengan tangan yang mencengkram dengan kuat. Tidak mendapat jawaban dari Kiba, Sirzech bertanya lagi.

''Baiklah Kiba, coba ceritakan, apa yang terjadi dengan Naruto. Apa penyebab Naruto pergi?''

''Hah~baiklah Sirzech-sama, aku akan memberitaumu.''

Dan Kiba memberitau kepada Sirzech mengapa Naruto pergi dan alasan Naruto.

''Apa benar yang kau katakan, Kiba ?'' tanya Sirzech mendapat anggukan yakin dari Kiba

''Dasar, kenapa Rias-chan tega dengan Naruto ? Aku harus memarahinya.'' kata Sirzech dan ingin pergi kedalam, tapi segera dihentikan oleh Sirzech.

''Tidak perlu Sirzech-sama. Naruto pernah berkata, 'Sesuatu yang sudah terjadi, tidak bisa dirubah'. Jadi, Sirzech-sama tidak perlu memarahi Rias Bochou, karena hal itu tidak akan bisa mengembalikan Naruto dan tidak akan bisa merubah yang terjadi.'' kata Kiba yang kepalanya menunduk kebawah.

Sirzech tersentuh dengankata-kata Kiba dan Naruto.

'Benar apa yang dikatakan Naruto, sesuatu yang sudah terjadi tidak mungkin bisa dirubah kembali.''

Flashback end

''Siapa dia, Sirzech ?''tanya Michael kepada Sirzech mengenai nama dari pemuda pirang tadi.

''Dia... Naruto Uzumaki.''

.

.

SING

Muncul kilatan kuning didalam ruangan yang cukup besar dan mengeluarkan sebuah benda kuning acak-acakan dengan kaos hitam bergambar ramen yang ternyata Naruto yang baru pulang dari jalan-jalan... Auuuuuuw !.(jadi kayak film Mister(i) Tukul Jalan-jalan).

''Hai minna, maaf membuat kalian menunggu lam...eeik!'' perkataan Naruto terpotong oleh nada takutnya ketika enam pasang mata menatapnya dengan tajam. Eh ! Bukan enam, tapi lima. Karena sepasang mata memasang wajah ngantuk, yang tak lain dan tak bukan adalah Shikamaru.

''Kau lama Naruto.'' hardik Rukia sambil berkacak pinggang.

''Maaf, maaf. Tadi ada hambatan dijalan.'' kata Naruto yang sudah berkeringat dingin.

''Hah~ sudahlah Rukia. Naruto, sekarang mana pesanan kami?'' tanya Fuu dengan tangan meminta.

''Iya, sebentar.'' kata Naruto menengadahkan tangannya, lalu muncul lingkaran sihir warna kuning diatas tangannya.

SIINNGG

SIINNGG

Setelah lingkaran sihir tersebut menghilang, terdapat dua kantong plastik ditangannya. Ditangan kanan satu kresek, didalamnya terdapat tiga bungkusan dan ditangan kirinya terdapat satu kantong plastik berisi empat bungkusan.

''Ini.'' kata Naruto sambil menyerahkan sepasang kresek yang tadi dibawanya kepada Fuu.

''Nah ! Baiklah, ayo keruang makan.'' kata Fuu berjalan duluan keruang makan.

Setelah sampai, mereka langsung mendudukkan diri dibangku masing-masing. Hmm... Masih ada dua bangku yang tersisa, tapi entah milik siapa nantinya.

''Ok, sekarang aku akan membaginya. Ini untukmu, dan ini untukmu, yang ini untukmu...'' Fuu terus membagikan bungkusan kepada setiap iblis yang ada diruangan tersebut.

''... Nah! Sudah.'' kata Fuu setelah membagikan semua bungkusan.

Setelah itu mereka membuka bungkusan masung-masing, dan ternyata isinya adalah Sashimi.( Itu merupakan makanan Jepang yang author benci. Coba bayangkan, kelihatan enak tapi waktu kalian makan, emmhh...rasanya amis. Dan juga rasanya kecap yang sebagai toping Sashimi juga agak aneh. Bukan kecap sih...tapi seperti...cuka ?. Mungkin cuka, karena author tidak tau itu. Baiklah, kembali ke FF.

''Baiklah, ayo kita makan...''

''ITADAKIMASU!'' kata mereka serempak(betul apa tidak tulisannya?)

Dan mereka makan dengan lahapnya. Termasuk Megumin.

''Oh ya minna, nanti malam aku ingin membasmi iblis liar, apa kalian mau ikut.'' kata Naruto, setelah itu melahap potongan ikan yang sudah dicocol dengan 'kecap'.

Tidak ada yang menjawab pertanyaan Naruto, mereka asyik dengan hidangan yang ada didepannya.

''Tidak ada ya? Baiklah, aku akan pergi sen...''

''Aqwu ikwut Nalutho.'' kata Ichigo dengan mulut yang penuh dengan ikan yang membuat Naruto sweatdrop.

''Ya-yah, baiklah.'' kata Naruto yang masih sweatdrop.

.

.

10 : 34(dikota Kuoh/Kuou)

Disebuah rumah yang lumayan besar, terdapat enam iblis yang menonton TV dengan Khidmatnya.

Datang lagi sosok iblis pirang yang baru turun dari lantai atas, yang tak lain dan tak bukan adalah Naruto. Naruto sedang membawa dua buah kain jubah putih & hitam, dan dua topeng.

''Kau mau kemana Naruto?'' tanya Gaara yang pertama menyadari kalau ada Naruto yang datang.

''Tidak kemana-mana, hanya mempersiapkan pakaian untuk nanti malam. Ichigo, kau pakai jubah yang hitam saja ya? Dan juga kau harus memakai topeng Taka ini.'' kata Naruto mendapat anggukan dari Ichigo.

''Oh ya, aku juga ingin bertanya kepada kalian, apa nama klan iblis kita ?''tanya Naruto aetelah duduk disofa samping Megumin.

''Kalau itu terserahmu saja Naruto, kan kau King dari kami.'' kata Megumin yang masih makan cemilan.

''Aku tidak mau memutuskan tanpa seizin dari peerageku.'' kata Naruto membuat yang lainnya tersenyum.

''Baiklah, bagaimana kalau Uzumaki ?'' usul Ichigo yang mendapat gelengan dari Naruto.

''Tidak. Ada usul lain ?''

''Bagaimana kalau sesuai dengan lambang lingkaran sihir yang kau bentuk? Aku yakin, lingkaran sihir yang kau buat pasti memiliki makna tersendiri.. Bagaimana?'' tanya Rukia sambil menatap Naruto.

''Kau benar. Aku ingin menjadi ayahku, karena dia yang terbaik dimataku. Walau aku tidak menyaksikan secara langsung, tapi semua cerita ayahku seperti terpampang jelas dimataku. Jadi, aku membentuk lingkaran sihir dengan lambang kunai cabang tiga karena aku ingin anggota peerageku sehebat ayahku. Kunai cabang tiga merupakan senjata andalan ayahku yang merupakan perantara dari Hiraishinnya.'' jelas Naruto.

''Kenapa tidak memakai nama ayahmu saja ?'' tanya Fuu memberi saran.

''Tidak. Kita tidak akan memakai namanya, tetapi klannya...Namikaze.''

''Hm..nama yang bagus. Namikaze, diambil dari kata Nami dan Kaze. Nami artinya gelombang, dan Kaze yang artinya angin atau udara. Aku setuju, bagaimana dengan kalian ?'' tanya Ichigo kepada temannya.

''Setuju.'' kata mereka serempak.

''Dan satu lagi, namaku sekarang akan memakai marga ibuku dan ayahku.'' kata Naruto.

''Jadi namamu 'Naruto Uzumaki Namikaze' ya?'' tanya Fuu mendapat anggukan dari Naruto.

Dan mereka nonton TV sampai larut malam, kecuali para wanita

.

.

Tengah malam~~~

Diruang TV lagi, terdapat tiga makhluk yang sedang nonton film ero manga Sensei. Salah satu dari mereka memakai jubah warna hitam. Tak berapa lama datang lagi sosok pirang berponi panjang sebelah.

''Ichigo, kau sudah siap?'' tanya Naruto dan mendapat anggukan dari Ichigo.

''Tentu saja siap Naruto.'' kata Ichigo langsung berdiri dan memasang topeng elangnya.

''Baiklah.''

Setelah Naruto mengatakan hal itu, Naruto langsung memakai jubah yang dibawanya. Bentuk jubah yang dipakainya yaitu hampir sama seperti milik minato, tapi putih polos. Dan terdapat robekan dibelakan tubuhnya dari pinggang sampai bawah.

''Sebelum berangkat, aku ingin merubah fisikku.'' kata Naruto dan setelah itu muncul sembilan ekor dibelakangnya yang keluar dari robekan jubah tersebut, dan jangan lupakan sepasang telinga yang tumbuh dikepalanya. Sdtelah penampilannya bertambah, Naruto langsung memakai topeng Kitsunenya. Dengan rambut tang dicepit kesamping kiri dan kedua bola mata yang berubah warna merah dara yang tetdapat tiga tomoe

''Shikamaru, Gaara, kami pergi dulu.'' kata Ichigo mendapat anggukan dari Gaara dan Shikamaru. ''Ayo Naruto.''

''Baiklah.''

SING

.

.

SING

Muncul lingkaran sihir disebuah Apartemen kumuh dan tidak dihuni oleh manusia, melainkan dihuni oleh sekelompok iblis liar yang lumayan banyak.

''Khukhukhu...ternyata ada dua iblis kecil yang ingin mencari mati.'' kata suara berat dari dalam bangunan tersebut dan muncullah seekor Vishour yang membawa palu besar.

''Mencari mati? Tidak. Justru kami yang akan membunuh kalian.'' kata Naruto. Setelah itu muncul lagi 31 iblis liar. Dan jika dijumlahkan maka seluruh iblis liar yang ada di apartemen sebanyak 30 yang mana mereka terdiri dari 2 set Evil Pieces tanpa King.

''Naruto, bagaimana kalau kita bertaruh ? Siapa yang paling banyak membunuh iblis liar, dia yang akan menang. Siapa yang menang, dia bisa meminta apa saja kepada yang kalah. Bagaimana?'' saran Ichigo menantang Naruto.

''Boleh juga. Sekarang... ''

''... AYO KITA SERANG !'' kata Ichigo dan Naruto bersamaan.

Dan pertarungan sengit terjadi dengan Naruto yang berubah mode Kyuubi dan Ichigo berubah mode Bankai dengan Zanpakutonya yang menjadi Zangetsu. Mereka menggunakan mode ini agar cepat selesai.

.

.

''Akeno, apa kau merasakannya ?'' kata iblis sexy berambut merah kepada wakilnya.

''Iya, Bochou. Aku juga merasakannya.'' bukan Akeno yang menjawab, melainkan pemuda dengan rambut coklat yang tak lain adalah I-S IS, S-E SE, -I...KAMPRET.

'Aura Yokai?'batin benda imut yang berambut putih. Yaitu keturunan Nekomata, Koneko.

''Rias, bagaimana kalau kita kesana? Kemungkinan ada pertarungan ditempat aura itu berada.'' kata Akeno.

''Kau benar, ayo kita kesana. Akeno, siapkan lingkaran sihirnya.'' kata Rias mendapat anggukan dari Akeno.

''Sudah Rias.'' kata Akeno setelah membuat lingkaran sihir lambang Gremory.

''Koneko, Kiba, Issei-kun, ayo.'' kata Rias. Setelah itu, mereka semua masuk kedalam lingkaran tersebut dan menghilang.

SIINNGG

.

.

SIINNGG

Muncul lingkaran sihir klan Gremory dibawah pohon dan disemak-semak yang mengeluarkan Rias beserta peeragenya.

Dan mereka menonton dua pemuda bertopeng sedang melawan iblis liar yang tidak sedikit, terlihat banyaknya iblis liar yang terbaring tak berdaya, tapi mereka belum mati karena dua pemuda itu memang sengaja tidak membunuhnya. Hanya saja ibli-iblis liar itu hanya memiliki sedikit waktu untuk hidup.

''Buchou, bukankah salah satu dari mereka pernah kita temui ?'' tanya Issei yang pernah melihat topeng tersebut.

''Kau benar Issei-kun, hanya saja saat ini dia berwarna kuning. Dan juga memiliki sembilan ekor dan juga sepasang telinga.'' kata Rias memandang sosok bertopeng kitsune yan terlapisi cahaya kuning keemasan.

''Sugoii, mereka sangat hebat, setiap pukulannya dan kekuatannya sangat mematikan.

'Aku...merasakan aura Yokai dari dalam sosok tersebut. Apa dia seorang Yokai ?' tanya batin Koneko dengan tatapan yang sulit diartikan.

Sedangkan pada kedua sosok tersebut...

''HYAAAHH.'' teriak dua pemuda tersebut yang bernama Naruto dan Ichigo.

Cras

Dan Naruto dan Ichigo memenggal kepala lawan mereka masing -masing secara bersamaan. Dan selesailah pertarungan mereka, tinggal memutuskan siapa pemenang dari taruhan ini.

''Nah ! Sekarang aku yang menang.'' kata Naruto dengan menyombongkan diri. Dan dengan pakaian yang sudah kembali menjadi jubah putih.

''Eh-eh! Itu tidak adil, kau membunuh 17 iblis liar dan aku membunuh 15, jadi itu sama sekali tidak dihitung karena hanya beda sedikit.'' kata Ichigo yang sama sekali tidak nyambung.

''Terus, apa masalahnya ? Aku yang menang, jadi kau harus mengabulkan apapun yang kumau.'' kata Naruto dengan senang karena alasan tertentu.

''Iya,iya. Baiklah sekarang kau ingin apa ?'' tanya Ichigo pasrah. Karena uang pemberian Naruto pasti akan ludes.

''Hmmm...aku ingin... Aha! Aku ingin kau mentraktirku ramen selama seminggu, ttebayo.'' kata Naruto dengan kosa kata andalannya(ttebayo/dattebayo) yang membuat salah satu iblis disemak-semak terkejut.

'Tte-tteba-ttebayo ?'batin Kiba mengulang kata dari sosok Kitsune tadi.

'Ttebayo... Naruto-Naruto ?' batin Kiba dengan setetes air mata turun dari pipinya.

Kembali ke Ichigo dan Naruto.

''Apa!? Itu tidak mungkin. Seminggu? Uang yang kau berikan padaku tidaak cukup untuk makanmu yang super banya itu.'' kata Ichigo setelah ingat dengan porsi ramen yang sering Naruto makan. Bayangkan, Naruto sanggup memakan 13 mangkok berisi ramen(bukan mangkoknya yang dimakan).

''Itu cukup saja, asal kau tidak perlu beli apapun.'' kata Naruto dengan cengiran khasnya.

''Hah~baiklah.'' kata Ichigo menundukkan kepalanya pasrah.

''Hoy, Ichigo, apa kau merasakan sesuatu ?'' tanya Naruto dengan pelan. Sangaaat pelan

''Iya, aku juga merasakannya. Mungkin berasal dari semak-semak.'' kata Ichigo juga memelankan suaranya.

''Oiii! Kalian, keluar saja.'' kata Ichigo membuat iblis yang berada disemak-semak keluar semua.

''Ah! Ternyata ada Rias dan peeragenya. Oh ! Hai Kawaii-chan.'' sapa Naruto kepada Koneko dan dibalas anggukan olehnya.

''Naruto, bukankah dia iblis Gremory sekaligus mantan kekasihmu ?'' tanya Ichigo berbisik.

''Iya, kau benar. Tapi sudah lah.'' bisik Naruto acuh.

''Naruto, aku ingin bermain dengan mereka.'' bisik Ichigo ketelinga Naruto

''Yah, terserah. Tapi hanya mereka berdua.

''Baiklah.'' mengerti maksud dari Naruto, Ichigo langsung maju beberapa langkah.

''Kalian, apa yang ingin kalian lakukan disini.'' tanya Ichigo yang berada didepan Naruto.

''Tidak ada, hanya kami merasakan aura yang lumayan kuat, jadi kami datang kesini untuk memastikan apakah aman?'' kata Rias.

''Aman ? Jadi kau meragukan kami dan mengira bahwa kami orang jahat.'' tanya Ichigo dengan nada yang dibuat mara.

''Tidak begitu juga, hanya saja kami ingin melakukan perdamaian dengan kalian.'' kata Rias sambil menatap Ichigo.

''Perdamaian ? Cih, kau pikir...''

''Banyak omong kau. Kau sama saja menghina Buchou.'' kata Issei memotong ucapan Ichigo.

Sedangkan Ichigo hanya tertawa mengejek.

''Hkehkeh.''

''Sialan. Rasakan ! Hyaaah.'' Issei berlari kearah Ichigo yang tubuhnya langsung berubah kemode Bankai, dan...

Jduak

Ichigo menendang dada Issei dengan sangat keras yang menyebabkan Issei pingsan lagi.

''Sudah Taka. Baiklah Rias, ajarkan kekasihmu itu sopan santun. Dan soal tawaran melakukan perdamaian denganmu, aku menyetujuinya. Sekarang, ayo kita kembali Taka.'' kata Naruto memanggil Ichigo.

''Baiklah Kitsune.'' kata Ichigo juga memanggil nama panggilan Naruto.

''Rias, soal iblis liar yang berserakan, tolong kau urus. Aku pergi dulu.''

SIINNGG

Naruto dan Ichigo pergi dengan lingkaran sihir miliknya.

''Hah~ ayo minna, kita bereskan iblis-iblis liar tersebut.'' kata Rias sedangkan Koneko dan Kiba hanya melamun.

''Kiba, Koneko, kenapa melamun? Ayo bantu.'' kata Rias mendapat anggukan dari Kiba dan Koneko.

Dan semua peerage Rias membereskan bangkai iblis liar kecuali Issei yang sedang pingsan.

.

.

T.B.C

Balas Review gabungan :

''GOMEN, GOMEN, GOMEN, GOMEN, GOMEN MINNA, GOMEN, GOMENASAI. Maafkan author yang kemarin posting chap yang lalu. Dan mohon maaf lagi jika reader-san kena tipu gara-gara author yang gak becus ini, dan juga gara-gara notifikasi yang author berikan. Jadi, bigini cerita kesalahan author. Waktu itu aku dan beberapa temanku ada tugas disekolah sebagai anggota OSIS, dan saat kami sedang istirahat, teman author meminjam HP author. Teman author bernama Arif. Ketika Arif membuka Browser yang kebetulan author belum keluar dari dunia Fanfic, jadi pas Arif membuka Browser, terpampanglah sebuah situs yang disebut Fanfiction. Arif mengutak atik situs itu dan beberapa saat kemudian ia bertanya kepada author.'' Gus, ini situs apa ya .'' sedangkan aku yang berada tak jauh darinya langsung melihat kearahnya.'' Yang mana?'' tanyaku melihat keHP author, dan reaksi author yaitu...'' Apa yang kau lakukan, Rif ? Kenapa kau habus ?'' kataku dengan nada sedikit marah. Yah author memang tidak bisa marah total karena memang begini sifat author. Kembali kecerita. Setelah itu sesampainya dirumah, author bingung bagaimana cerita yang kemarin-kemarin. Dalam kebingungan author, ternyata Allah telah memberikan author anugrah. Author ingat ternyata masih ada chapter-chapter yang dulu yang tersimpan di Doc Manager. Jadi tanpa pikir panjang author langsung post chap-chap itu. Dan begitulah ceritanya minna. Sekali lagi author minta maaf. Tolong jangan benci author beserta fic author. Oh ya, sekalian author promosi tentang fic baru yang berjudul ''Qunut dan cerita konyol lainnya''. Dan balasan review lainnya ada dibawah.

''Sesuai yang author bilang, Rias tidak akan masuk kedaftar Harem Naruto. Dan soal pair ada yang nulis cukup 5 harem saja, tapi...itu tergantung dengan keadaan.

Dikotak review ada yang bertanya '' Thor umur Kunou berapa ?''. Hmm...bukankah sudah author beritau pada chap dua atau chap tiga kemaren. Atau mungkin author lupa kasih umur apa ya ? Haha. Umur Kunou yaitu 9 tahun.

Jika dibilang author seorang Lolicon, itu benar. Hey ! Jangan salahkan author jika author seorang Lolicon, salahkan saja pacar author yang kecil, kawaii, manis, dan manja (senang bergelayut manja). Tapi jangan berpikir kalau pacar author seorang anak SD, karena umurnya sama dengan umur author, yaitu 17 thn.(SMA), yah...tubuhnya memang kecil, bahkan orang-orang mengira bahwa pacar author anak SMP kls VII. Dia pernah menolak lebih dari 6 cowok yang pernah menyatakan cinta padanya, sebenarnya paras cowok² itu lumayan juga, tapi dia malah milih aku. Yah sebenarnya paras author juga lumayan, tapi masih ganteng cowok² itu. Dan setelah aku selidiki kenapa dia memilihku, ternyata dia lebih menginginkan lelaki yang setia dan bertanggung jawab(bukan hal ecchi) ketimbang lelaki tampan dan kaya tapi suka ninggalin begitu saja. Dan soal pacar author, dia pacar yang kedua. Pacar pertama juga kecil sama seperti yang kedua. Pacarku yang pertama bernama Sarah Yuanita. Tapi...aku...aku tidak tau...dimana dia sekarang, yang ku tau...dia ada disana. Disisi-Nya...dia selalu melihatku dari langit. Dan...yah...begitulah. Suatu hari, cepat atau lambat, aku akan menyusulnya, menatap wajahnya, dan...

Reader : Dah ! Tuh author malah curhat. Udahan ngapa curhatnya.

Author : Hehehe. Ok lanjut dibawahnya.#ngelap air mata.

Dan mungkin banyak yang bertanya ''kenapa Megumin sih yang jadi Queen Naruto ?''...''Cih ! Kenapa jadi Megumin ? Lo mbuat aku kecewa Lio-san''...''Bangsat author, kenapa lu milih Megumin ?'' Yah~ sebenarnya author milih sipenyihir Megumin karena Megumin jarang banget jadi salah satu harem Naruto, atau mungkin tidak ada. Dan untuk Fuu dan Gaara, disini Bijuu mereka masih ada.

Dan ada juga yang nyaranin kalau Yasaka juga dimasukkan keharem Naruto. Sebenarnyasih author setuju-setuju aja, tapi lihat kedepannya, apa terlalu banyak harem atau tidak. Takutnya kalau terlalu banya harem, para harem yang lain tidak terjamah oleh Naruto dan akhirnya nganggur dan malah jadi pelacur. Aaaaa nggak mau nggak mau nggak mau, gue gak rela kalau wanita secantik dan semanis Koneko jadi pelacur. Ok, lupakan.

Dan untuk battle Rias and Naruto, sepertinya tidak ada battle diantara mereka. Tapi kalau Rias meminta maaf kepada Naruto pasti ada.

Hai, minna. Jumpa lagi dengan author Lio-kun11, yang akan menghibur para reader dengan fic gak jelas milik saya. Hahaha.

'Aaaaaa, banyak banget yang menghina fic author di barisan review, tapi itu merupakan sesuatu yang harus kita banggakan karena masih ada yang peduli dengan fic gaje author.

Ok. Dalam memasuki rangka ke delapan ini, author sungguh minta maaf kepada semuanya kalau wordnya kependekan dan ficnya jelek abizzzzz. Bukannya apa guys, itu semua memang gaya tulis author dan kemungkinan sangat susah untuk menghilangkan kebiasaan author.

Ok lah, karena author bingung mau nulis pesan-pesan apa...yah...sampai jumpa dichap depan bersama Crab-kun11. Hahaha, ngak kok, tetep bersama Lio-kun11. Jaa ne...eh ! Jaa na. Tunggu dulu, Jaa ne dan Jaa na sama ajakan ? Ah, persetan dengan kata itu. Baiklah, jumpa lagi.