Chapter 11

Disclaimer :

-Naruto : Masashi Kishimoto

-High School DxD : Iciei Ishibumi

Rate : M

Warning : typo,abal,gaje,lime,lemon

Summary : Naruto Uzumaki, pahlawan Konoha yang telah mengalahkan Kaguya. Tapi ia harus menggorbankan dirinya dan terjebak didimensi lain untuk selama-lamanya. Dengan kekuatannya yang tidak sengaja tersegel, bagaimana cara Naruto mendamaikan dimensi barunya bersama teman iblisnya ?

.

.

Di chaper ini, alur mungkin akan memaksa, jadi mohon maaf bagi yang kurang suka pada chapter 11. Author benar-benar minta maaf. Dan ok lah, kita baca saja.

.

.

06 : 58

Disebuah rumah yang terbilang besar jika dibilang rumah, terdapat beberapa iblis yang sedang menyantap sarapan mereka. Mereka merupakan iblis klan Namikaze.

''Naruto, apa Kunou-chan masih tidur ?'' tanya Rukia yang sedang mengunyah nasi.

''Iya.'' jawab Naruto singkat.

''Apa kita akan meninggalkan Kunou-chan sendiri ?'' tanya Fuu ikut-ikutan.

''Tidak, aku akan membuat bunshin untuk menjaga Kunou-chan.''

Tak berselang lama, terdengar sebuah suara yang mengharuskan mereka semua menoleh.

''Ohayou.''

''Kau sudah bangun Kunou-chan ?'' tanya Naruto dibalas anggukan oleh Kunou yang naik kepangkuan Naruto.

''Apa kau sudah mandi ?'' tanya Naruto lagi.

''Sudah Onii-chan, Kunou sudah mandi. Onii-chan seperti suami Kunou saja.'' kata Kunou yang membuat semuanya tersedak oleh makanan masing-masing, kecuali Naruto dan Kunou.

''Kunou-chan, nanti Onii-chan dan yang lainnya akan pergi sekolah, Kunou dirumah saja ya?'' perkata Naruto membuat Kunou menoleh kearah Naruto dengan cepat.

''Apa Onii-chan akan meninggalkanku lagi ?'' tanya Kunou dengan wajah ingin menangis.

''Bu-bukan begitu Kunou-chan, kami tidak akan lama kok. Lagi pula Kunou-chan akan ditemani oleh Onii-chan satu lagi.''

''Tidak mau, Kunou hanya mau dengan Naruto-Onii-chan.'' kata Kunou bersikeras.

''Tidak Kunou-chan, kami harus pergi. Nii-san janji, setelah Nii-san pulang sekolah, Nii-san akan membelikan coklat untuk mu..'' kata Naruto.

''Benarkah ?'' tanya Kunou antusias yang dibalas anggukan oleh Naruto.

.

.

Naruto dkk berjalan menuju Kuoh Gakuen. Untuk masalah Kunou, ada bunshin Naruto yang menjaganya.

Akhirnya sampailah mereka dikoridor sekolah, dengan Megumin dan Fuu yang sudah memasuki kelas mereka, X-A.

Dalam perjalannya, mereka harus berhenti karena salah satu Great Onee-sama menghadangnya.

''Akeno-san, kenapa kau menghadang kami ?'' tanya Naruto mendahului.

''Ara.. Jangan panggil aku seperti itu Naruto-kun, panggil aku 'Akeno-chan'.'' kata Akeno sambil berpose centil.

''Baiklah Akeno-chan.'' kata Naruto.

''Naruto-kun, aku ada urusan denganmu. Apa bisa kau ikut aku sebentar ?''

Setelah mendengar permintaan Akeno, teman-teman Naruto memandang kearah Naruto.

''Kalian duluan saja, nanti aku menyusul.'' kata Naruto memdapat anggukan dari semua temannya, kecuali Megumin dan Fuu.

.

.

Didalam sebuah ruang ganti perempuan, tempat Naruto dan Akeno berada.

''Ano.. Akeno-chan, kenapa kau membawaku kesini ?'' tanya Naruto memandang sekitar.

''Ffufuf... Apa kau gerogi Naruto ?'' tanya Akeno seraya berjalan kearah Naruto dengan pelan setelah mengunci pintu.

''Sejujurnya iya, karena jika ada yang melihat didalam ada aku dan kau, pasti orang itu akan berpikir yang tidak-tidak.'' kata Naruto yang tidak ditanggapi Akeno.

Akeno terus mendekat kearah Naruto, yang mengharuskan Naruto mundur kebelakang. Dan sayangnya, Naruto harus berhenti melangkah ketika punggungnya menyentuh dinding. Akeno mendekatkan wajahnya kewajah Naruto.

''Naruto, aku mau tanya. Kenapa kau masih hidup.'' tanya Akeno yang wajahnya masih berada didepan Naruto.

''Ba-baiklah, akan aku jelaskan. Tapi kau harus menjauhkan wajahmu.'' saran Naruto.

''Mungkin lain kali saja kau menjelaskannya, karena sebentar lagi bel akan berbunyi dan tempat ini akan didatanhi oleh siswi yang akan mengganti pakaian.'' kata Akeno sambil menjauhkan wajahnya.

''Ya-yah, kau benar. Baiklah, lebih baik kita kembali kekelas.'' usul Naruto. Tapi ia harus dibuat terkejut saat Akeno melumat bibirnya secara tiba-tiba, dan kemudian melepaskannya.

''Itu ciuman pertamaku, dan kuberikan padamu.'' kata Akeno sebelum melenggang pergi meninggalkan Naruto sendiri.

Akeno sengaja tidak memaksa Naruto untuk menjawab pertanyaannya, karena ia sudah tau dari Koneko.

.

.

Pelajaran sudah dimulai beberapa jam yang lalu, dan sekarang waktu istirahat dimulai.

Kita lihat seorang iblis kecil klan Geremory yang sedang duduk menantikan sang cahayanya. Sudah lebih sepuluh menit ia menunggu, dengan sebuah kotak bekal dipangkuannya yang belum ia buka sama sekali.

'Apa dia tidak datang ya ?' batin sang iblis sambil menundukkan kepalanya sedih.

Tiba-tiba terdengar dobrakan pintu yang sangat keras yang menyita perhatian sang iblis

Brak !

''Gomenasai Koneko-chan, aku terlambat. Hah...hah...hah..hah.'' kata sang pelaku pendobrak sambil ngos-ngosan dan berjalan kearah iblis yang dipanggil Koneko.

''Tidak apa-apa Naruto, aku juga baru datang.'' kata Koneko sambil tersenyum melihat cahayanya datang.

Sosok yang dipanggil Naruto juga tersenyum dan duduk disamping Koneko.

''Naruto, kau mau kita berbagi ?'' tanya Koneko menyerahkan bekal yang ia bawa.

''Tentu saja.'' kata Naruto menerima benda yang diberikan Koneko.

Mereka memakan bekal Koneko bersama-sama dengan suap-menyuap.

.

.

Dilain tempat~

''TIDAAKK!''

Sebuah teriakan menggelegar disebuah rumah besar yang ditinggali oleh Naruto dkk.

''Jangan keluar Kunou-chan.'' perintah sosok yang menahan tubuh Konou yang berciri rambut pirang dengan poni yang menutupi mata kirinya.

''Tidak! Aku mau mencari Naruto Onii-chan !'' kata Kunou yang bersikeras untuk lolos dari sosok tersebut.

''Tapi aku kan juga Naruto.'' kata sosok itu yang tak lain dan tak bukan adalah Naruto... bunshin.

''Tapi kau hanya Naruto palsu, aku mau yang asli. Biarkan aku keluar!'' Kunou mencoba lolos dari kekangan 'Naruto'.

''Tidak boleh. Kau harus ada dirumah.''

''Aku ingin bertemu dengan Nii-chan, aku ingin Onii-chan...''teriak Kunou, setelah itu mengumpulkan kekuatan senjutsu ditangannya, dan kemudian ia meninju wajah bunshin Naruto.

''AKU MAU BERTEMU NARUTO-KUUUN !''

Jduak

Wuuss

Bragk

Bunshin Naruto terpental setelah mendapat tinju dari Kunou dan berakhir dengan menabrak sofa.

''Eh?'' gumam Kunou saat bunshin Naruto tidak kunjung bergerak.

Yah, bunshin Naruto pingsan menerima pukulan kuat dari Kunou, tapi ia tidak menghilang menjadi kepulan asap. Alasannya karena Naruto memberikan 30% cakranya kepada sang bunshin untuk berjaga-jaga bila Kunou dalam bahaya.

Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Kunou untuk keluar dari rumah.

.

.

Back to NaruNeko~

Mereka telah menghabiskan makanan mereka beberapa menit yang lalu.

''Ano..Koneko-chan, soal keterlambatan tadi aku minta maaf.'' kata Naruto memulai pembicaraan.

''Tidak masalah, lagi pula itu masalah kecil.'' kata Koneko sambil tersenyum.

''Menurutku itu masalah besar. Sebagai gantin maafku, aku memberikanmu ini.'' Naruto mengeluarkan sebuah batangan coklat dari balik bajunya yang membuat mata Koneko berbinar.

''Ambillah.''

Koneko mengambil coklat yang diberikan oleh Naruto, dan setelah itu ia memakannya setelah membuka bungkusnya.

''Neko-chan, nanti kau siap untuk latihan kan ?'' tanya Naruto kepada Koneko yang asik memakan coklat.

''Latihan apa ?'' sedangkan Koneko belum paham apa yang dibicarakan Naruto karena sibuk dengan coklat ditangannya.

''Ck! Apa kau lupa soal kau ingin berlatih Senjutsu denganku ?''

Koneko yang baru ingat pasal itu melihat kearah Naruto.

''Aku lupa. Baiklah Naruto, setelah pulang sekolah aku akan menuju kerumahmu.''

''Apa kau tau jalan menuju rumahku ?'' tanya Naruto.

''Tentu saja aku tau, bukankah kau sudah memberiku ingatan masa lalumu ?'' kata Koneko, sedangkan Naruto hanya manggut-manggut gak jelas.

Tapi pembicaraan mereka harus terhenti saat merasakan aura walaupun hanya beberapa detik.

'Kunou-chan/Yokai?' batin Naruto dan Koneko bersamaan.

''A-ah! Ko-Koneko-chan, a-aku harus pergi. Sampai jumpa.'' Naruto berlari menuju ketanggan untuk menyusul dan mencari asal aura yang disangka adalah Kunou.

Sedangkan Koneko yang ditinggal sendiri, mulai menyipitkan matanya curiga dan menghilang dengan lingkaran sihir lambang Geremory.

.

.

Asal aura~

Seoekor Yokai kecil berlari disebuah perkotaan yang lumaya sepi, hanya ada beberapa orang saja yang lewat.

Semakin jauh sang Yokai berlari, semakin sepi orang yang ia lihat. Akhirnya sampailah ia didepan gereja tua yang menyeramkan.

''Dimana ini ?'' tanya sang Yokai bernama Kunou.

''O-Onii-chan~ Kunou taku~.'' kata Kunou sambil melihat sekitar.

''KhaKhaKha..'' sebuah suara tertawa memasuki gendang telinga Kunou yang membuatnya merinding.

''Si-siapa ?'' tanya Kunou entah kepada siapa.

Brak

Pintu gereja terbuka dengan keras dan menampakkan seseorang berambut putih dan berpakaian seperti pendeta.

''KhaKhaKha... Seekor Yokai ? Menarik.'' kata sang pendeta menatap Kunou.

Kunou yang merasa bahaya badannya langsung gemetar.

''Kau anak yang manis, sayang untuk dibunuh. Tapi...KAU HARUS MATIII!''

Teriak sang pendeta berlari kearah Kunou dengan pedang ditangannya.

''RASAKAN INI.''

''ONII-CHAAAAAN !''

SING

Bug

.

.

Beberapa menit sebelum kejadian. Ditempat Naruto~

''Hah..hah..hah.. Sial, Kenapa Kunou-chan bisa kabur sih?'' tanya Naruto sambil berlari.

Naruto terus mengikuti hawa Yikai yang masih tersisa, sampai akhirnya ia melihat seorang anak kecil berusia sekitar 9 tahun dan lelaki berpakaian pendeta berpedang berlari kearah sang anak sperti ingin membunuhnya. Kemudian anak tersebut berteriak sambil menutup matanya.

''ONII-CHAAAAAN !''.

''Gawat. Hiraishin.'' kata Naruto sebelum menghilang beserta kilatan kuning.

Naruto muncul ditempat sang pendeta dan anak kecil tersebut.

SING

Bug

''Akh !''

Naruto menendang dengan keras sisi wajah sang pendeta sehingga membuat pendeta tersebut terpental.

''O-Onii-chan.'' gumam Kunou setelah membuka matanya dan menemukan sosok pujaan hatinya.

Sang pendeta bangun dari guling-gulingnya kemudian berdiri sambil mengelap darah yang keluar dari mulutnya.

''Oh~ kau berani juga manusia rendahan.'' kata sang pendeta kepada Naruto yang mengira bahwa Naruto adalah manusia. Naruto selalu menekan kekuatannya hingga titik nol yang menyebabkan auranya seperti manusia.

''Kau lagi.'' desis Naruto.

''Apa kita pernah bertemu ? tany pendeta.

Naruto hanya diam mendapat pertanyaan dari pendeta.

''Kalau belum, perkenalkan namaku Freed.'' sang pendeta yang bernama Freed memperkenalkan dirinya.

''Aku tidak butuh mengetahui namamu. Sekarang, aku ingin tanya, kenapa kau menyerang Kunou hah?'' bentak Naruto penuh amarah.

''Khakhakha.. Apa pedulimu bocah ? Kau tidak akan mengerti dengan sistem makhluk seperti kami, gadis kecil itu adalah Yokai. Siapa saja yang meminum darah Yokai, kekuatan orang itu akan bertambah.

''Kau ingin meminum darah Yokai heh ? Baiklah, sebelum itu...lawan aku dulu.'' kata Naruto sambil menaikkan Ki miliknya dan menguarlah segala aura dari tubuh Naruto. Aura yang sangat kuat, yang membuat siapa saja sesak merasakan kekuatannya. Aura iblis yang berasal dari bidak King miliknya. Dan aura Yokai yang tak lain dan tak bukan adalah milik Kurama. Tak lupa sepasang telinga dan sembilan ekor rubah muncul dari tubuh Naruto.

Sedangkan Freed yang merasakan besarnya kekuatan Naruto, merasakan sesak dan badannya mulai sedikit lemas.

'Ternyata dia adalah iblis.' batin Freed mulai sedikit takut.

''Cepat, lawan aku.'' perintah Naruto.

'Sial, sepertinya iblis ini kuat juga.' batin Freed, kemudian ia mengeluarkan sebuah bola kecil dan membantingnya ketanah.

Cliiinggg

''Sial, bom cahaya.'' kata Naruto sambil menutup matanya.

Beberapa saat kemudian, keadaan sudah kembali sepedti semula sehingga Naruto tidak perlu menutup matanya. Naruto membalikkan badannya kearah Kunou dan memeluknya.

''Kunou-chan, kau tidak apa-apa ?''

''Hmm.'' gumam Kunou mengangguk.

Kemudian Naruto melepas pelukannya dan menatap wajah imut Kunou.

''Kunou-chan, kenapa kau bisa sampai sini ?'' tanya Naruto dengan wajah cemas.

''Kunou mencari Naruto Onii-chan.'' kata Kunou menundukkan kepala.

''Bukankah dirumah juga ada Naruto Onii-chan ?'' tanya Naruto mengingat dirumahnya masih ada bunshinnya.

''Aku mau main dengan Onii-chan yang asli.'' perkatasn Kunou membuat Naruto harus mendesah.

''Hah~ baiklah, setelah ini kita pulang. Lalu, dimana Onii-chan yang satu lagi ?''

''Tadi sebelum Kunou keluar rumah, kami sempat bermain kejar-kejaran. Kemudian Onii-chan malah tertidur dipinggir sofa.'' jelas Kunou sambil memainkan dan menggoyangkan kakinya ditanah.

Kemudian Naruto berdiri dengan tegak sebelum membuat handseal.

''Kagebunshin no Jutsu.''

Muncul Naruto satu lagi yang sangat identik lengkap dengan seragam Kuoh.

''Kau pergilah ke Kuoh Gakuen, aku dan Kunou akan pulang kerumah.'' kata Naruto kepada bunshinnya.

''Baiklah.'' kemudian bunshin Naruto menghilang dengan lingkaran sihir lambang kunai Hiraishin.

''Baiklah Kunou-chan, ayo pulang.'' kata Naruto sambil menggendong Kunou, setelah itu menghilang dengan Hiraishin.

Dibalik sebuah pohon yang tak jauh dari gereja tersebut, terdapat sosok kecil berambut putih dan bermata kuning seperti kucing, mengintip dari balik pohon tersebut.

''Jadi anak itu yang telah memperkosa Naruto-kun. Baiklah, aku tidak akan kalah dari anak itu.'' kata sosok tersebut dengan wajah datarnya.

Siapah sosok tersebut ?

Apakah sosok itu akan berbahaya bagi Naruto ? Atau untuk Kunou ?

.

.

''Tadaima.'' Naruto dan Kunou memasuki rumah yang sangat sepi.

Kemudian Kunou menunjuk kearah benda kuning yang tergeletak dipinggir sofa.

''Tuh kan, dia tidur.''

''Hah~ akan aku bangunkan dia.'' kata Naruto.

''Tunggu Onii-chan. Ano...sebelum itu, aku ingin kekamar kecil dulu.'' kata Kunou mencoba kabur dari kebohongan yang nengatakan bahwa bunshin Naruto tidur, padahal pingsan.

Setelah Kunou pergi kekamar mandi, Naruto segera membangunkan bunshinnya.

''Oi.. Bangun baka.''

''Ngggh. Kunou-chan ?'' sambil membuka matanya, bunshin Naruto mengatakan satu nana yang telah membuat dirinya pingsan.

''Kunou-chan sudah ada dirumah.'' kata Naruto mendapat tatapan tidak percaya dari 'Naruto'.

''Eh ? Benarkah ?"'

''Hm. Itu salahmu sendiri, kenapa kau malah tiduran disini ?'' Naruto masih nengira bahwa 'Naruto' hanya tiduran enak-enakan.

''Aku tidak tiduran, aku pingsan tadi.'' sangkal 'Naruto'.

''Jangan boho...''

''Tidak. Begini ceritanya...'' sergah 'Naruto' yanng tidak terima jika dibilang pembohong. Kemudian 'Naruto nenceritakan kejadian awalnya.

...

''... Jadi begitulah ceritanya.'' kata 'Naruto' mengakhiri ceritanya.

''Kunou~'' desis Naruto.

''Kau harus kuhukum Kunou-chan no Kawaii.''

Setelah itu, Naruto menghampiri Kunou dikamar mandi dengan aura penyiksaan yang menguar.

Tak berapa lama terdengar suara...

''AHHHH~~~ ONII-CHANH... Ahhhnn..gheli Onhii-chaan~...''

Hah~ awal penyiksaan yang indah untuk Kunou-chan.

.

.

02 : 03/ Siang hari.

''Oi Naruto, apa tidak ada kegiatan ? Aku bosan.'' kata seorang pemuda berambut orange yang bergeletakan dilantai, dan beberapa temannya juga ikutan.

''Entahlah. Mungkin kalian bisa bepergian ke Onsen untuk bersantai.'' usul Naruto yang sedang duduk disofa menunggu kedatangan seseorang.

Setelah mendapat pencerahan dari Naruto, mere langsung berdiri bersamaan, kecuali Naruto dan Gaara yang duduk disofa.

''Yosh ! Baiklah kita akan pergi ke Onsen. Naruto, Gaara, ayo pergi.'' ajak Ichigo bersemangat.

''Baiklah.'' jawab Gaara menerima ajakan Ichigo.

''Aku tidak ikut.'' jawab Naruto membuat yang lain menatap Naruto dengan wajah penuh pertanyaan.

''Kenapa ?'' tanya mereka serempak.

''Aku akan pergi bersama seseorang, kira-kira aku akan pergi selama dua minggu. Jadi besok disekolah tolong kau beri tau kepada Sirzech, aku dan Koneko Tojou tidak dapat hadir.'' kata Naruto.

''Koneko Tojou ?'' gumam mereka bersamaan lagi.

''Iya. Yang penting kalian bilang saja kami izin dua minggu.'' ucap Naruto dengan wajah malas.

''Memangnya kalian kencan apa sampai memakan waktu dua minggu?'' tanya Rukia.

''Atau kalian akan berbulan madu ?'' tanya Fuu dengan polos.

''Bu-bukan begitu, ja-jadi..ekhem... Jadi aku hanya melaksanakan janjiku padanya, ini bukan masalah kencan atau bulan madu.'' jelas Naruto.

''Ya~ baiklah. Jadi intinya kau ingin berduaan dengannya, itu kan maksudmu ?'' tanya Megumin.

''Y-Yah kurang lebih seperti itu. Sudahlah, lebih baik kalian pergi sana. Hus..hus..'' kata Naruto dengan diakhiri dengan usiran.

''Baiklah, baiklah.'' kata Ichigo.

Kemudian mereka mempersiapkan apa saja yang perlu mereka bawa untuk pergi ke Onsen, setelah itu mereka pergi bersama, kecuali Naruto yang masih duduk disofa dan Kunou yang tidur dikamarnya Naruto.

Tok Tok Tok

Tak berselang lama, terdengar suara ketukan pintu yang membuat Naruto harus bangun dari duduknya untuk membukakan pintu.

Tok Tok Tok

Sekali lagi, tiga ketukan berbunyi.

''Tunggu sebentar.'' kata Naruto seraya berjalan menuju pintu.

Setelah sampai, Naruto langsung membuka pintu.

Cklek

Setelah Naruto membuka pintu, terlihatlah sesosok berambut putih bertumbuh pendek, mengenakan baju berwarna putih dan beberapa gambar kucing yang membuat sosok tersebut terlihat imut.

''Neko-chan, akhirnya kau datang juga. Kau tau, aku lelah menunggumu.'' kata Naruto.

''Umm... Gomen.'' kata Koneko menundukkan kepala.

''Hehehe tidak masalah. Hari ini kau terlihat imut.'' kata Naruto membuat Koneko memerah.

''Sekarang kau tambah imut, kawaii-chan.''

Lagi-lagi wajah Koneko lebih memerah karena perkataan Naruto.

''Ano..umm..'' gumam Koneko dengan memainkan jarinya.

''Ada apa Koneko-chan ?'' tanya Naruto yang melihat gelagat Koneko.

''Apa kita jadi latihan ?'' tanya Koneko.

''Ahh.. Aku lupa, maaf. Baiklah, sebelum itu kita masuk dulu, aku akan membuatkanmu minum.'' kata Naruto mempersilakan Koneko masuk.

.

.

Saat ini Naruto dan Koneko berada disebuah hutan yang alami dan sejuk, bahkan daerah hutan tersebut sangat jauh dari Kuoh.

''Baiklah, Koneko, kita akan latihan disini.'' kata Naruto mendapat anggukan dari Naruto.

Naruto sengaja memilih tempat ini karena Naruto merasakan udara disini sangat sejuk dan alami sehingga memudahkan Koneko untuk menyerapa kekuatan alam.

''Kita mulai latihannya ?'' tanya Naruto.

''Baiklah.''

''Tapi sebelum itu, aku akan melihat seberapa jauh kemampuanmu dan kekuatanmu, agar aku bisa mengukur seberapa Senjutsu yang perlu kau serap.'' kata Naruto mendapat anggukan dari Koneko.

''Ha'i, Sensei.'' kata Koneko memposisikan tubuhnya siap bertarung.

''Baiklah, kau serang aku... Hajime !'' Kata Naruto.

Koneko langsung menyerang Naruto dengan membabi buta, sedangkan Naruto hanya menangkis. Walau begitu, tubuh Naruto tidak bergeser dari tempatnya semula.

Koneko mengarahkan tinjunya kewajah kiri Naruto dengan cepat.

Tap

Naruto berhasil menangkap tinju Koneko dan mendorong tubuh Koneko kedepan.

''Ayo Neko-chan, serang aku lagi. Kau harus bisa menyentuh pinggang, kepala, dan kakiku.'' tantang Naruto.

'Bagaimana bisa menyerang bagian itu, menggeser tubuhnya saja aku tak berhasil.' batin Koneko menatap Naruto yang masih berdiri diposisi yang sama.

Sekali lagi, Koneko menyerang Naruto dengan sekuat tenaga hingga dirinya pingsan.

.

.

''Ngghhh.'' lenguh Koneko sambil membuka matanya. Hal pertama yang ia lihat adalah sebuah api yang menyala dan beberapa ekor ikan diatas api tersebut, dan juga sebuah wadah perebus air.

''Akhirnya kau sadar juga Koneko.'' ucap seseorang disampingnya.

''Naruto Sensei ?'' ucap Koneko seraya bangun dari tidur/pingsannya.

''Kau pingsan tadi. Kau terlalu memaksakannya.'' kata Naruto lagi.

''Selimut ini...'' Koneko melihat selimut yang menutupi tubuhnya. Seingatnya ia tidak membawa selimut keasini, apa lagi Naruto.

''Itu selimutku. Aku mengambilnya tadi.'' kata Naruto yang pandangannya masih tertuju pada api yang ia buat.(A/N : dific ini Naruto punya lima elemen, yaitu, Katon, Fuuton, Doton, Raiton, Suiton).

Terjadi hening diantara mereka setelah Naruto mengatakan itu.

''Sensei, apa kemampuanku tadi sudah lumayan ?'' tanya Koneko berharap.

''Bagi anggota kalian itu sudah cukup, tapi bagiku itu masih belum ada apa-apanya.'' kata Naruto membuat Koneko menundukkan kepala dengan wajah murung.

''Tapi jangan khawatir, aku akan melatihmu hingga kuat dan hebat.'' kata Naruto seraya mengelus kepala putih Koneko.

''Jadi, berapa tahap yang akan kau ajarkan kepadaku ? Apa sama seperti saat kau latihan dulu ?'' tanya Koneko mengingat latihan Naruto digunung Myobokuzon sangat berat.

''Untuk tahap tudak perlu terlalu banyak, kita akan melakukan tiga tahap. Tahap pertama seperti yang kita lakukan tadi, aku akan menguji Taijutsu dan kekuatanmu. Tahap kedua, yaitu duduk berdiam diri diatas papan yang dibawahnya diberi sebuah tanah penyeimbang, itu bertujuan untuk melatih emosimu. Tahap ketiga, aku akan melatihmu menyerap kekuatan alam. Jika kau kelebihan menyerap kekuatan alam, kau akan menjadi makhluk lain untuk selamanya.'' kata Naruto membuat Koneko menganggukkan kepala.

''Dan satu tahap untuk empat hari. Empat hari untuk Taijutsu, empat hari untuk pelatihan emosi, dan empat hari latihan senjutsu.'' kata Naruto menerangkan.

''Dua minggu berarti 14 hari dan kita hanya melakukan kegiatan 12 hari, lalu dua hari lagi apa yang akan kita lakukan ?'' tanya Koneko.

''Untuk dua harinya kita akan bersenang-senang sampai puas.'' perkataan Naruto membuat wajah Koneko memerah, namu tidak tampak karena hanya diterangi oleh sebuah api unggun.

Naruto yang sadar apa yang ia katakan, meralat perkataannya.

''Bu-bukan bersenang-senang yang seperti 'itu', ta-tapi bersenang-senang untuk istirahat.'' jelas Naruto.

''A-aku paham.'' kata Koneko mengangguk

''Jadi kita akan menginap disini ?'' tanya Koneko.

''Iya. Ahhh ! Ikannya sudah matang. Ne, Koneko, ayo makan.'' aja Naruto mengambil satu tusuk kayu berisi dua ikan, setelah itu mereka makan bersama.

Lagi-lagi acara makan mereka diselingi oleh guyonan dari Naruto. Walaupun mereka didalam hutan, mereka sama sekali tidak menghiraukan bila ada binatang buas yang menyerang mereka.

Larut telah tiba saatnya para makhluk untuk mengistirahatkan tubuhnya, termasuk Naruto dan Koneko.

''Ne, Koneko, lebih baik kita tidur. Soal keamanan, aku sudah membuat bunshin untuk menjaga kita tetap aman.'' kata Naruto kepada Koneko yang ada disampingnya.

''Naruto Sensei, kau akan tidur dimana ?'' tanya Koneko melihat selimutnya hanya ada satu.

''Aku akan tidur di pohon itu, kau tidurlah disini. Baiklah, aku tidur dulu.'' kata Naruto seraya berdiri dari duduknya. Tapi saat akan pergi, tangannya ditahan oleh Koneko.

''Sensei, lebih baik Sensei tidur disini saja.'' ajak Koneko mendapat gelengan dari Naruto.

''Tidak usah, lagipula kau tidak akan nyaman bila tidur dengan laki-laki. Oyasumi Neko-chan.'' kata Naruto melenggang pergi, tapi ia mendapat tarikan lagi dilengannya yang membuatnya jatuh terduduk.

''Kenapa kau menarikku Neko-chan ?'' tanya Naruto menatap Koneko.

''Aku mau Sensei tidur denganku.'' kata Koneko dengan wajah serius, menggambarkan jika dia tidak ingin penolakan.

''Hah~ baiklah. Tapi jangan salahkan aku jika kau mendesah untuk sepanjang malam. Hahaha.'' canda Naruto.

'Itulah yang kuharapkan.' batin Koneko.

Mereka memposisikan tubuh mereka senyaman mungkin untuk istirahat.

''Oyasumi Neko-chan.'' kata Naruto mulai memejamkan mata, tak berapa lama dengkuran halus terdengar.

Koneko menatap wajah tampan Naruto yang damai. Melihat wajah Naruto tertidur, ia jadi teringat saat Naruto dirape oleh Yokai kecil.

''Naruto-kun, kau bilang kau ingin mendamaikan dimensi ini. Jadi...aku juga akan membantumu, kita berjuang bersama. Padahal aku hanya kenal denganmu dua hari yang lalu, dan aku sudah mulai merasa nyaman bersamamu. Apakah ini yang dinamakan... Cinta ?''

Naruto menatap intens wajah Naruto, semakin lama wajahnya mendekat kearah Naruto dan bertemulah dua bibir tersebut. Koneko melumat halus bibir Naruto agar Naruto tidak bangun dari tidurnya. Tak berapa lama, ia melepaskan ciumannya.

''Oyasumi, Naruto-kun.''

.

Maaf nih, kalau word nya pendek

.

T.B.C

Sepesial REVIEW

1. Lambret

baguss. Author, uppdate lagi...biar gak kebosanan nunggu...bagus kok lanjut mantaf

''Ok.''(ngacungin jempol)

2. Guest

i like it...
lanjutkan ceritamu

''Siap!''

3. Sukez

Di novel ataupun animenya issei daN kiba gak sekelas kan? Tapi knapa jadi sekelas yah. Yang otomatis naruto jga sekelas dg issei.

Tapi ini kan fanfiktion yah. Terserah authornya aja deh. Hehe.

Lanjut terus..

''Hehe. Dunia fic itu bebas :3''

4. Tsukasa

Bisa masukin sona,tsubaki,akeno dan ophis gak hehe... Keliatan kek orang serakah ya. Ma~ paling gak salah satu dari 4 nama ini masuk daftar lah

''Bisa. Tapi untuk Tsubaki, sepertinya tidak.''

5. Guest

kok tadi masuk ke kelas xi-a semua ya?

''Fuu dan Megumin masuk X-A kok.''

6. SunsunAWPmaster

minat gan ..
hmm pm gan . ...
up gan hwhw ..

4d3GaN nG3Ue nY4 T4mB4HiN G4n

''Wihh! Ada ero banzai :3. Hehe''

7. Deadly god

Anjir author pedo!

Panggil FBI!
...

Yo untuk alur cerita dari awal sampai sekarang bagus/keren/gila/konyol. Untuk pair saya pikir sebaiknya jangan yasaka! Dan Rias. Mening akeno! And Koneko-chan :3

''Oh! Tidak! Author tercyduk. Hahaha.''

''Tenang, Rias gak masuk kok, tapi untuk Yasaka liat postingan dulu.''

8. Niwa Gremory

di tunggu chap selanjutnya

''Ha'i Niwa-san. Jangan bosen nunggu ya.''

9. Boled99

lanjut

''Ok! Lagi ngetik nih.''

10. OXed13ND

Mmmmppppsssshhh LoliPai

''Hahaha.''

11. arif4342

Ditunggu chap 11 gan. Sangat bagus

''Arigatou gozaimasu.''

12. Konekodragneel

upnya lma bner thor and klo bsa masukin serafall jga thor

''Maaf kalau lama, dan untuk Serafall pasti.''

13. Uzunami28

Lanjut terus thor, ceritanya seru

''Terimakasih.''

14. Guest

Kuroka? Mantap dah, tapi tambah Yasaka rada segen gua. Oh, ayolah kebanyakan orang kalo udah Kunou pasti ke Yasaka larinya. Kalo bisa pair yang anti lah. Kaya Valerie kek.

''Hmm? Untuk Yasaka author masih bingung nih, Guest. Tapi liat postingan dulu. Tapi kalau Serafall dan Sona setuju kan ?''

15. The ereaser

ya kmi tau kau akn trus up sampai finis. cuma msalah nya wktu up. mulai mlmbat. sampai 1x 2 minggu. skli sbulan tambah lma dg alsan bgini la itulh. dan mulai pmbritahuan sibuk dnia nyata. leptop surak. berkas hilng dll. siap tu gk up2 lgi. da 2 thun up la hiatus.

''Emm? Akan author usahakan tidak terjadi. Doakan sajalah. ''Amiin''''

16. King Bochum219

Author!

Aku mau Akeno dimasukan!

Titik! Gak pake koma!

Mau lihat my waifu berhubungan badan ama Naruto. Muehehehe~

''Kalau pakai tanda seru (!) atau tanya (?), boleh gak? Hehe. Untuk Akeno-chan berOPPAI besar, pasti akan author masukin. Walau author lolicon, author juga suka yang Boing Boing.(adah ! Keliatan deh mesumnya)''

17. Henry Townshend1

naruto x yasaka and kunou

''Akan author usahakan.''

18. Aika

Up . lanjut terus thor

''SIAAAPPP AIKAA-SAANN !''(author lebay)

19. Reyvanrifqi

Lanjut gann

''Wokeh...eee..maksudnya OK.''

20. Kang Awal

Lanjutkan saja lah senpai

''Ok ajalah Kouhai. Hihihi.''

21. Uzumaki

mantap senpai

''Terima kasih Uzumaki-san.''

22. M. Ibnullah

Menurutku ceritamu kurang bagus .issei dia orang baik

''Sebenarnya Issei memang baik, tapi dalam fic ini aku buat Issei radak-radak sombong,''

23. Evilplankton

hohohho kunou hohohohoh. next

''Kunou-chan no Kawaii desu. Wah ! Selain author, ternyata ada juga penggemar Kunou-chan.''

24. Naruto

ah lama lu thor dah hampir kebosanan menunggu next chapternya...cepat dirilis dong

''Baik, Naruto-san.''

25. Artemiss Dozer

saya setuju dengan Sandek NA, Thor Naruto jangan di bikin balikan sama Rias, bosen Thor.

''Author juga setuju dengan pendapat anda dan nama dibawah ini (Sandek NA).''

26. Sandek NA

Gw berharap Naruto gak balik dgn rias ,gw lebih suka Naruto tidak membenci rias tapi Naruto membatasi diri dgn rias jadi rias menyesal telah menyia nyiakan naruto

''Tenang, Naruto gak bakal balik deh ama Rias, dan Naruto gak akan ngebenci Rias, tapi dia akan jaga jarak dengan Rias. Hanya waktu-waktu tertentu saja Naruto mau berurusan sama Rias.''

27. Reyvanrifqi

Lanjut gan

''Baiklah! Author akan berjuang sekuat tenaga dalam dan luar(?) untuk menulis fic ini.''

28. Lolicon

pengen tau nasib Kunou-Chan, kenapa kunou g dia ajak pulang ?

''Akhirnya Kunou-chan nekat dateng kekediaman Naruto dkk. Gak tau deh kayak mana Yasaka bisa tau kediaman Naruto.''

29. Mr k

lanjutin thorr, ane tunggu chapter selanjutnya. mantafff

''Siap! Mr K-san. Ane buat chapter selanjutnya. Mantafff.''(author ikut-ikutan)

30. Ocan D Law

ternyata aothor penyuka dada tembok hmm hmm. ceritanya jadi menarik. thor haremnya jangan yang beroppai gede dong soalnya dari pertama sampai akhir ane baca semuanyan naruto banyak di sukai cewek oppai datar, ituu menurut ane cerita ini sangat bagus. contohnya, Kunou, Koneko, Megumin, Mittelt, Fuu, Sona, Ophis juga datar, Rukia juga datar tapi kayaknya milih ichigo. itu contoh karakter cewek oppai datar thor. kalau ada harem oppai gede cerita ini seperti cerita lainnya thor mainstrim. karena ane lihat oppai datar ciri khas anda thor . itu saja kalau ada salah mohon maaf thor terima kasih

''Aduuh! Kok tau sih dada rata itu tipe cewek kesukaan author ? Kau ngintip ya ? Haha. Yah memang, dada rata ciri khas dari author, karena dada rata/kecil itu sangat imut, seperti...yah seperti kecil-kecil imut gitu lah.''

''Ok, untuk rata atau menonjol, mungkin akan author buat campuran. Lagi pula tidak asik kalau rata semua (menurut beberapa reader), mungkin hanya beberapa yang menonjol, seperti Akeno, Asia, dll. Dan sesuai yang anda perkirakan, Rukia memilih Ichigo. Jika mainstream atau anti mainstream, author kurang tau apa itu mainstream, hehe.''

''Dan juga terimakasih atas pujiannya dan dukungannya, serta sarannya.''

.

.

Hai-hai minna, jumpa lagi dengan author Lio-kun11. Jadi, bagaimana chap ini ? Semoga saja kalian suka. Oklah, hanya ini yang bisa author katakan untuk saat ini. Jadi, sampai jumpa dichap depan. Jaa na.