Chapter 12

Disclaimer :

-Naruto : Masashi Kishimoto

-High School DxD : Iciei Ishibumi

Rate : M

Warning : typo,abal,gaje,lime,lemon

Summary : Naruto Uzumaki, pahlawan Konoha yang telah mengalahkan Kaguya. Tapi ia harus menggorbankan dirinya dan terjebak didimensi lain untuk selama-lamanya. Dengan kekuatannya yang tidak sengaja tersegel, bagaimana cara Naruto mendamaikan dimensi barunya bersama teman iblisnya ?

.

.

Sudah tiga hari Naruto melatih Koneko Taijutsu, sekarang adalah hari keempat.

''Hyahhh !''

Sebuah teriakan terdengar disebuah hutan terpencil yang masih alami dan sejjuk.

''Hah''' seorang gadis loli berambut putih semua serangannya kepada sang pemuda yang menghindar dan sesekali juga menyerang.

''Ayo Koneko, kau harus bisa mengenai bagian yang ku sebutkan sebelumnya, kepala, pinggang, perut, dan kaki.'' kata seorang pemuda pirang yang poninya yang disibakkan kesamping, Naruto Uzumaki lah namanya.

'Hah...hah...hah... Sial, aku tidak bisa mengenainya...hah..' batin Koneko menatap Naruto yang yabg masih berdiri, walau nafasnya juga tersengkal seperti Koneko.

'Baiklah, aku tidak akan menyia-nyiakan latihan ini.'

''Haaaaahhhhhh.'' Koneko berlari dengan cepat kearah Naruto dan melancarkan serangannya dengan membabi buta.

''Hah'.'' ''Hyaahh.'' ''Hhaaahh!'''

Tap plak tep

Semua serangan yang diluncurkan Koneko ditangkis dengan mudah oleh Naruto.

''HYAAAAHHHH !''' Koneko mengarahkan tendangannya dengan kuat kesamping wajah Naruto.

Naruto yang tidak fokus terkena dampaknya, ia terpelanting kesamping menerima tendangan dari Koneko, bahkan ia sampai terguling-guling.

''Ak! Se-Sensei !'' Koneko merasa panik saat melihat betapa kerasnya Naruto membanting tanah.

Koneko menghampiri Naruto yang tergeletak dengan sudut bibir yang sedikit mengeluarkan darah. Koneko duduk memangku kepala Naruto, serta sebuah isakan yang tiba-tiba terdengar dari mulutnya.

''Na-Naruto Sensei...hiks...bangun...hiks..hiks...'' kata Koneko menggoyangkan badan Naruto yang masih tak kunjung bergerak.

''Sensei..hiks...bangun Sensei...Naruto-kun..hiks'' sebuah panggilan berbeda keluar dari mulut Koneko.

''Hiks..''

Koneko memeluk Naruto yang yang masih tak sadarkan diri/pura-pura tak sadarkan diri.

''Bangun Naruto-kun..hiks..aku...aku tidak ingi kehilanganmu...hiks...'' kata Koneko yang masih memeluk Naruto.

Naruto yang mendengar perkataan Koneko, sedikit tersenyum. Kemudian Naruto juga membalas pelukan Koneko.

''Kau tidak ingin kehilangan siapa ?'' tanya Naruto sambil membuka mata.

''Tentu saja kau...hiks..'' kata Koneko yang masih tidak sadar bahwa Naruto telah mempermainkannya.

''Memangnya aku akan kemana ?'' tanya Naruto lagi.

''Kau akan mening...Eh ?!'' Koneko membuka matanya saat suara familiar membalas ucapannya. Kemudian Koneko melepas pelukannya dan menatap Naruto.

''Hai.'' sapa Naruto.

Koneko yang melihat Naruto baik-baik saja, memeluknya kembali, bahkan lebih erat dari sebelumnya.

''Hiksss...''

''Eh ?... Kenapa kau menangis ?'' tanya Naruto polos.

''Kupikir..hiks...aku akan kehilanganmu...hiks..'' kata Koneko yang lagi-lagi isakannya terdengar.

''Hehehe tidak akan. Aku hanya bercanda tadi.'' kata Naruto melepas pelukannya.

''Bercandamu tidak lucu.'' protes Koneko.

''Ne, biasanya jika aku bercanda, kau selalu tertawa.'' goda Naruto.

''Kali ini bercandamu yang tidak lucu.'' kata Koneko dengan wajah ekspresi ngambek.

''Hehe.. Maaf ya.'' kata Naruto menggaruk belakang lehernya.

''Lain kali jangan lakukan itu lagi.'' ancam Koneko menuding Naruto.

''Baiklah, aku tidak akan mengulanginya lagi. Yang paling penting, lap dulu air matamu.'' kata Naruto seraya membersihkan sisa air mata Koneko.

''Nah, sekarng kita lanjutkan latihan kita. Kau sudah berkembang, kali ini aku akan meningkatkan keseriusanku menjadi 35%.'' kata Naruto membuat Koneko membulatkan matanya.

''Ja-jadi selama ini aku tertinggal jauh dari mu ?'' tanya Koneko shock.

''Tidak, hanya kau belum mampu mengimbangiku. Sekarang kita mulai lagi latihannya.'' kata Naruto sambil bangun dari posisinya.

Akhirnya mereka melanjutkan latihan mereka.

.

.

Keesok harinya, Naruto memberi sebuah latihan kontrol emosi. Dengan Koneko yang duduk beralas sebuah papan kayu, dan dibawah papan tersebut terdapat sebuah tanah yang meruncing keatas.(A/N : Sama kayak Naruto latihan digunung Myobokuzon, tapi kali ini tingginya hanya 1 meter saja).

Awalnya Koneko sangat susah untuk melakukan latihan ini, tapi ada Naruto bersamanya yang selalu memberikan semangat kepada Koneko. Akhirnya Koneko bisa menyeimbangkan posisinya.

Latihan kedua telah Koneko kuasai dalam empat hari, sekarang saatnya latihan ketiga, menyerap Senjutsu.

Tahap ketiga~~~

''Koneko, kita mulai tahap tiga. Kau harus menyerap Senjutsu sesuai yang kau butuhkan, jangan berlebihan atau kau akan sama seperti kakakmu, hilang kendali.'' kata Naruto mendapat anggukan dari Koneko.

''Tapi...jika aku kelebihan Senjutsu bagaimana ?'' tanya Koneko yang merasa takut jika ia hilang kendali.

''Aku akan membatalkan proses penyerapanmu dengan memukulmu.'' kata Naruto sambil menunjukkan sebuah ranting kayu yang entah berasal dari mana.(bayangin aja kayak tongkat yang dipakai kakek katak yang melatih Naruto).

Koneko hanya dapat menelan ludah saat menyadari betapa kejamnya Naruto saat Serius Mode.

''Baiklah, kita mulai saja.''

Latihan dimulai,

Koneko duduk bersemedi direrumputan dengan Naruto yang duduk didepannya.

Koneko dengan perlahan menyerap Senjutsu.

'Hah~ ternyata proses ini sangat lama, berbeda denganku saat aku berlatih di Myobokuzon. Tapi...apakah mungkin minyak yang kugunakan waktu itu mempengaruhi proses penyerapan ?' batin Naruto mengingat saat tubuhnya dilumeri minyak khusus sebelum latihan.

'Andaikan saja aku masih bisa pergi kegunung Myobokuzon, aku juga akan memberikan minyak itu kepada Koneko.' batin Naruto lagi. Yah, Naruto sudah hilang kontrak dengan para katak di Myobokuzotun

Sedangkan Koneko, secara perlahan wajah dan tangan Koneko ditumbuhi bulu-bulu putih halus dan dikepalanya tumbuh sepasang telinga kucing berwarna putih, serta ekor kucing yang melambai.

'Ah ! Ternyata dia kelebihan Senjutsu.' batin Naruto, kemudian...

ctok

Naruto memukul kepala Koneko dengan ranting dengan kuat.

''Ittai na...sakit'' ringis Koneko sambil mengelus kepalanya.

''Maaf, hanya ini satu-satunya cara agar kau tidak hilang kendali.'' kata Naruto santai.

''Apa tidak bisa pelan sedikit ?'' protes Koneko.

''Tidak.'' jawab Naruto singkat.

''Hmmpp.'' ambek Koneko memanyunkan bibirnya.

''Sudahlah, lebih baik lanjutkan latihanmu.''

Koneko menuruti perkataan Naruto dengan memposisikan tubuhnya seperti semula, kemudian memejamkan matanya. Dan...

Ctak

Lagi-lagi kepala putih Koneko harus merasakan betapa kerasnya kayu tersebut.

''Kau harus fokus.'' kata Naruto yang ditangannya terdapat sebuah ramen cup yang misterius datangnya.

Koneko memulai ulang.

Jduak

Dan...

Ctak

Setelah itu...

Ctok

Beberapa menit kemudian...

''...''

'Hmmm... Perkembangannya semakin pesat, bahkan belum ada setengah hari dia bisa menormalkan prosesnya.' batin Naruto memperhatikan Koneko yang dengan tenang melakukan latihannya.

Baru saja Koneko mendapat pujian dari Naruto, setelah itu fokusnya buyar dan berlebihanlah akibatnya Senjutsu yang diserap Koneko.

Badan Koneko ditumbuhi bulu putih dengan cepat, bahkan hampir seluruh tubuhnya, sepasang telinga dan ekor kucing muncul ditempat masing-masing.

'Gawat.'' batin Naruto panik.

Naruto memukulkan kayu kekepala Koneko dengan keras.

Jduak

Tidak berhasil, tubuh Koneko masih tetap ditumbuhi oleh bulu seperti kucing.

'Sial, dia tidak mau berhenti.'

''Koneko..sadarlah.'' kata Naruto yang memukulkan kayunya berulang-ulang dikepala Koneko

Duak duak duak duak duak

'Tidak ada pilihan lain.'

Naruto bangun dari posisinya dan berpindah kebelakang Koneko, kemudian kedua tangannya ia posisikan didepan dada Koneko dan...

Nyutt

''Aahhh~~.'' desahan erotis keluar dari bibir Koneko dengan lancarnya.

''Eh ?'' Koneko merasakan sesuatu didadanya melihat ada apa didadanya.

Menyadari sebuah tangan berada didadanya, sontak wajahnya langsung memerah.

''Nggg... HENTAIII !''

Jduak

Sebuah pukulan telak mengenai pipi Naruto yang menyebabkan ia terpentar dua meter.

''Ahhk.. Ittai... Kenapa kau memukulku Koneko ? Aku hanya mencoba menyadarkanmu.'' kata Naruto seraya bangkit dari jatuhnya.

''Hmmhhp. Hentai.'' Koneko menyilangkan kedua tangannya didada seolah melindungi kedua bukitnya.

''Bu-bukan begitu Kone...''

''Hentai hentai hentai... Naruto-kun no Hentai.'' kata Koneko dengan wajah memerah.

Dan terjadilah adu cekcok diantara mereka, dengan Naruto yang mencoba menjelaskan dan Koneko yang menyangkalnya. Dan setelah berjam-jam mereka debat, akhirnya Naruto bisa menjelaskan sedetail-detailnya. Dan latihan dilanjutkan seperti semula, bila Koneko kelebihan menyerap kekuatan alam, Naruto akan memukunya dengan kayu, jika terlalu terlalu terlalu banyak Koneko menyerap kekuatan alam, Naruto akan meremas bukitan Koneko.

.

.

Sudah 12 hari berlalu, dan mereka sudah menyelesaikan latihan mereka. Koneko sudah merasakan betapa kerasnya, susahnya, beratnya, ...dan nikmatnya latihan ini. Sekarang hanya tersisa dua hari lagi waktu mereka, tapi hanya diisi dengan santai-santai dan terkadang sparing taijutsu.

''Ne, Koneko, bagaimana kalau kita kembali kekota Kuoh ?'' usul Naruto yang sedang mandi disungai.

''Kenapa terburu-buru, kita masih ada waktu kurang lebih dua hari, kita habiskan saja untuk santai. Lagipula badanku pegal semua.'' kata Koneko yang berada dipinghir sungai, sesekali mencipratkan air ke Naruto.

''Hei Naruto.'' panggil Koneko mendapat perhatian dari Koneko.

Cprat

Saat Naruto menolehkan kepala, sebuah cipratan air dengan telak mengenai wajahnya.

''Hahahaha.'' Koneko hanya tertawa melihat ekspresi Naruto.

Kemudian Naruto membuat handseal.

''Suiton : Mizunami''

Sebuah gelombang berukuran cukup besar mengarah kepada Koneko yang hanya bisa membulatkan mata.

''Uaaahhh !'' akhirnya Koneko terbawa arus ombak yang menyebabkan Koneko juga berenang disungai.

Mereka menghabiskan waktu dua hari itu dengan gembira.

.

.

Hari keempat belas.

''Apa semua sudah siap ?'' tanya Naruto sambil menjinjing sebuah ransel.

''Sudah.'' jawab Koneko yang juga menjinjing ransel berbentuk Neko.

''Baiklah, kita akan kembali.'' Naruto mendekatkan tubuhnya ke Koneko dan menyentuh pundaknya.

''Hirais...'' Naruto tidak melanjutkan jutsunya saat matanya menatap dua benda yang tergeletak dibebatuan.

Naruto mendekat kearah benda tersebut. Koneko hanya memiringkan kepala saat Naruto pergi meninggalkannya. Tak berapa lama, Naruto kembali lagi dengan kedua tangan dibelakang tubuhnya.

''Ano... Apa ini punyamu ?'' tanya Naruto sambil menunjukkan kedua benda yang dibawanya didepan wajah Koneko, dan kedua benda tersebut adalah celana dalam dan pakaian dalam atas koneko(BH) yang terdapat beberapa gambar kepala kucing disitu.

Sedangkan Koneko hanya dapat memerah dan segera mengambil pakaian dalamnya.

''Ja-jangan yang berpikir yang macam-macam ya !'' kata Koneko membalikkan tubuhnya.

''Ng-nggak kok, lagi pula ukuran itu sangat lucu.'' kata Naruto yang membuat Koneko tambah memerah.

''U-urusai. Cepat kita kembali.'' perintah Koneko yang mendapat kekehan dari Naruto.

Dan mereka akhirnya kembali dari tempat tersebut.

.

.

SING

Muncul sebuah kilatan didepan sebuah rumah yang cukup besar, memperlihatkan Naruto dan Koneko setelah kilatan tersebut menghilang.

''Ano.. Koneko, lebih baik kau mampir dulu.'' saran Naruto mendapat gelengan dari Koneko.

''Tidak perlu Naruto-kun, aku akan segera pulang. Badanku pegal semua.'' kata Koneko.

''Baiklah, aku tidak bisa memaksa.'' kata Naruto.

''Naruto-kun, aku permisi.'' kata Koneko mendapat anggukan dari Naruto.

Kemudian Koneko melenggang pergi meninggalkan Naruto sendiri. Naruto membalikkan badannya

Untuk membuka pintu.

''Tadaima.'' ucap Naruto saat memasuki rumah.

''Okaeri.'' jawab sebuah suara anak kecil yang tidak asing lagi.

Naruto memasuki rumah setelah salamnya dijawab oleh sikecil Kunou. Naruto melihat Kunou duduk manis diruang tamu sambil memakan cemilan dengan nikmatnya, tidak memperdulikan Naruto yang menghampirinya.

''Ne, Kunou-chan dimana yang lain ?'' tanya Naruto duduk disamping Kunou.

Kunou hanya diam dan menggeser tubuhnya sedikut menjauh dari Naruto. Hal ini membuat si pirang merasa heran dengan Kunou.

''Hei, kenapa kau diam saja ? Dimana yang lainnya ?'' kata Naruto mengulang pertanyaannya barusan.

Kunou lagi-lagi diam. Naruto yang kurang nyaman dengan sikap Kunou yang mirip si Teme nya Naruto, menghadapkan badannya kearah Kunou.

''Kunou...'' Naruto memegang tangan Kunou, tapi segera dilepas oleh Kunou.

Naruto terkejut pendapat penolakan mentah-mentah dari Kunou.

''Kunou, kau kenapa ? Apa aku pernah membuat salah padamu ?" Naruto sangat khawatir dengan sikap Kunou yang berubah padanya.

Mendengar pertanyaan Naruto, Kunou menolehkan kepalanya ke Naruto.

''Salah. Onii-chan bersalah besar padaku.'' kata Kunou dengan nada marah.

''Aku tidak tau apa kesalahanku. Memangnya apa salahku.'' tanya Naruto yang belum mebyadari kesalahannya.

''Onii-chan jahat ! Onii-chan tega meninggalkanku lagi, Onii-chan pergi tanpa memberi tau Kunou ! Apa Onii-chan sudah tidak menyayangi Kunou lagi ?'' tanya Kunou sambil menangis.

''Bukan begitu Kunou-chan, Onii-chan tidak memberi taumu karena saat itu kau sedang tidur. Jadi...''

''BOHONG ! Bukankah Onii-chan bisa meninggalkan klon untuk memberi tau Kunou saat sudah bangun.'' kata Kunou memotong ucapan Naruto.

''Tapi...''

''BAKA !'' lagi-lagi Kunou memotong ucapan Naruto

''Onii-chan no Baka ! ONII-CHAN JAHAT ! ONII-CHAN TIDAK MENYAYANGI KUNOU LAGI !'' teriak Kunou sebelum berlari menuju lantai atas.

''Hah~ dia marah. Aku baru tau kalau Kunou-chan mempunyai sisi yang pemarah.'' gumam Naruto tak habis pikir dengan kelakuan Kunou.

''Tadaima !'' sebuah suara memasuki pendengaran Naruto. Tapi sepertinya bukan hanya satu suara, melainkan beberapa suara.

''Okaeri.'' balas Naruto.

Pintu terbuka, masuklah enam makhluk laknat yang menenteng beberapa barang.

''Naruto, kau sudah pulang ?'' tanya Ichigo yang pertama kali memulai pembicaraan.

''Iya, beberapa menit yang lalu. Oh ya, kalian dari mana ?'' tanya Naruto melihat barang-barang yang mereka bawa.

''Kami dari belanja.'' jawab Shikamaru menaruh belanjaannya dimeja.

''Kalian meninggalkan Kunou dirumah sendiri ?'' tanya Naruto menatap teman-temannya.

''Sebenarnya kami ingin mengajaknya, tapi ia menolak. Kunou kata dia akan menunggumu.'' balas Rukia.

''Hah~baiklah.''

Malam harinya, Naruto mencoba berbicara dengan Kunou.

Naruto memasuki kamarnya, yang sudah diyakini bahwa Kunou berada didalam situ. Dan benar saja, saat Naruto melihat dikasur, Kunou terbaring disitu. Naruto yakin, Kunou tidak tidur.

''Kunou-chan, maaf untuk yang tadi dan yang sudah terlewat. Aku benar-benar menyesal karena sudah meninggalkanmu. Kunou, apa kau memaafkanku.'' kata Naruto penuh penyesalan.

Kunou hanya diam membelakangi Naruto.

Naruto yang tak kunjung pendapat respon dari Kunou, mendekatkan diri kepada Kunou. Naruto duduk disampng Kunou berbarng, dan mengelus rambut Kunou.

''Kunou, Onii-chan mohon maaf.'' kata Naruto.

Setelah lelah dengan ngambeknya, akhirnya Kunou mendudukkan dirinya menghadap Naruto.

''Baiklah, akan Kunou maafkan. Tapi Onii-chan harus janji tidak akan mengulanginya lagi.'' kata Kunou mendapat anggukan dari Naruto.

''Onii-chan janji.'' kata Naruto.

''Baiklah Onii-chan, sebagai ganti karena Onii-chan telah meninggalkanku, Onii-chan harus selalu bersamaku dalam dua minggu penuh. Baik itu saat Onii-chan makan, tidur, santai, mandi, pergi ke Toilet, dan lainnya, kecuali saat Onii-chan pergi sekolah.'' syarat Kunou.

''Hah~'' Naruto hanya dapat mendesah pasrah mendengar persyaratan Kunou.

.

.

Kita lihat pada pagi harinya, disebuah KHS (Kuoh Hogh School)

Naruto dan Koneko berada diatap sekolah. Tumben mereka pagi-pagi sudah diatap, biasanya hanya jam istirahat saja mereka berduaan.

''Jadi, kau masih ingin lagi ?'' tanya Naruto yang duduk disamping Koneko.

''Heem... Aku masih kurang puas dengan kemarin itu.'' kata Koneko yang asik memakan coklat.

''Hah~ mungkin setelah pulang sekolah nanti kau bisa datang kerumahku, aku tidak bisa pergi jauh-jauh karena aku sudah janji dengan seseorang.'' kata Naruto membuat Koneko bingung.

''Janji ?''

''Ahh! Sudahlah, jangan bahas itu. Intinya kau ingin latihan lagi kan ? Nanti kau datanglah kerumah, setelah itu kau akan belajar dibelakan rumah dengan bunshinku.'' kata Naruto.

''Kenapa dengan bunshinmu ?'' tanya Koneko dengan tanda tangan besar dikepalanya.

''Setelah pulang sekolah nanti aku ingin pergi kesuatu tempat.'' ucap Naruto.

''Kemana ?'' Koneko sangat ingin tau kemana Naruto pergi, ia ingin mencari alasan Naruto mengapa ia harus menyuruh bunshinnya untuk melatih Koneko.

''Ano.. Aku...aku ingin kesuatu tempat yang tidak penting.'' kata Naruto yang menyebabkan raut ketidak percayaan tercetak diwajah Koneko.

''Penciumanku mengatakan kau sedang berbohong.''

''Memangnya penciuman bisa merasakan kebohongan ya ?'' tanya Naruto sweatdrop.

Koneko hanya diam, ia tidak tau harus menjawab apa.

''Haha.. Koneko kau mulai aneh ya .'' kata Naruto.

''Keanehan itu tertular darimu Naruto.'' tuding Koneko menuduh Naruto.

''Hahaha... Dasar kau ini.'' kata Naruto sambil mengusap kepala Koneko.

''Koneko, lebih baik kita kembali kekelas, beberapa menit lagi bel akan berbunyi.'' usul Naruto mendapat anggukan pelan dari Koneko.

.

.

Naruto dan Koneko berjalan menuju kelas masing-masing, tapi lagi-lagi jalan mereka dihadang oleh Rias dan Akeno.

'Hah~ kenapa harus dia lagi sih !.' batin Naruto malas.

''Naruto, Koneko, aku tidak melihat kalian disekolah dua menggu yang lalu, kemana kalian ?'' tanya Rias to the point.

'Dia bahkan langsung mengutarakan pikirannya.' batin Naruto menatap Rias.

Naruto memutuskan untuk mengeluarkan suara, tapi Koneko terlebih dahulu mengajukan suara.

''Kami hanya menghabiskan waktu berdua, bahkan satu minggu saja tidak cukup hingga kami memerlukan waktu dua minggu untuk berduaan.''

''Eh ?'' Naruto tergelak mendengar penuturan Naruto.

''Fufufu.. Jadi Naruto-kun dan Koneko-chan sudah itu ya ? Bagaimana stamina Naruto-kun ?'' tanya Akeno dengan tawa khasnya.

''Stamina Naruto-kun sangat kuat, bahkan aku sampai kewalahan. Tapi saat itu aku yang mendominasi.'' kata Koneko membahas latihan kemarin, tapi ia sengaja membuat latihannya terdengar menjadi intim. Soal yang Koneko mondominasi, itu menceritakan saat Koneko menyerang Naruto.

''Eh ?'' otak Naruto langsung kosong mendengarnya.

'Ini namanya pemerkosaan tidak langsung.' batin Naruto sweatdrop

''Fufufu.. Koneko mulai hentai.'' kata Akeno.

''Baiklah, jawab pertanyaanku dengan benar. Kemana kalian selama dua minggu kemarin ?'' tanya Rias lagi.

''Kami hanya jalan-jalan bisa.'' jawab Naruto sebelum Koneko mengatakan hal yang aneh-aneh lagi.

''Bisa kau katakan dimana ?'' intropeksi Rias lagi.

''Kami hanya jalan-jalan dihutan.'' kata Naruto.

Rias merasa aneh dengan jawaban Naruto, mengapa harus dihutan kalau ingin jalan-jalan.

''Baiklah Gremory-san, kami permisi, lima menit lagi bel akan berbunyi.'' kata Naruto langsung pergi tanpa menunghu balasan Rias.

'Naruto, bagaimana kau masih bisa hidup ?'

.

.

Malam hari.

Keluarga Gremory(Rias&Peeragenya) menghadiri sebuah acara.

Dan seperti biasa, Koneko hanya duduk diam tanpa banyak bicara.

'Apa aku bisa menghilangkan dendam terhadapnya ?'

Sedangkan diluar, sesosok berpakaian hitam dan berekor dua mengintai Koneko. Koneko yang merasakan aura yang tak asing lagi baginya, meninggalkan sebuah acara yang membuat Kiba heran melihat Koneko. Issei yang melihat Koneko meninggalkan tempat, ikut menyusul dikuti Rias dan Kiba, serta Asia, dan Akeno.

Tanpa mereka sadari, sesosok pria betopeng mengikuti mereka pergi.

.

.

''Hah..hah..hah..''

'Dia... Dia ada disini, bagaimana bisa ? Aku harus pergi menjauhinya.' batin Koneko yang masih tetap berlari diikuti Rias dan lainnya, dan sosok bertopeng putih berbentuk rubah(topeng yang dipakai Menma di RTN).

'' Koneko, kuharap kau bisa menghilangkan dendammu.'' sebuah perkataan yang tiba-tiba terdengar dikepala Koneko.

''Koneko !'' panggil Rias yang membuat Koneko berhenti.

''Kenapa kau berlari Koneko-chan ?'' tanya Issei setelah sampai didekat Koneko.

''Aku... Aku merasakannya. Dia ada disini.'' kata Koneko.

''Siapa ?'' tanya mereka bersamaan.

Koneko tidak menjawabnya, ia terlaku gelisah saat ini.

Tapi sebuah suara harus menyita perhatian mereka.

''Ternyata kau masih mengingatku... Shirone.''

Issei dan lainnya menoleh keasal suara kecuali Koneko yang hanya menatap kebawah.

Issei yang melihat sosok didepannya, mulai bertampang mesum, pasalnya pemandangan belahan dada yang menggugah selera terpampang jelas beberapa meter didepannya.

''Siapa kau ?'' tanya Rias menunjuk kerah sosok yang baru muncul.

''Aku..? Aku adalah kakanya Shirone. Namaku Kuroka.'' kata sosok tersebut yang bernama Kuroka.

''Siapa itu Shirone ?'' tanya Akeno yang merasa asing dengan nama Shirone.

''Tentu saja adikku. Bukan begitu Shirone-chan ?''

''Tidak ! Aku tidak punya kakan sepertimu.'' kata Koneko dengan raut wajah yang memancarkan ketidak sukaan terhadap Kuroka.

''NANII?! DIA KAKAMU !'' teriak Issei yang sudah lepas dari cuci matanya.

Koneko hanya diam dengan tatapan benci.

''Ternyata Neko-chan belum bisa memaafkan kakaknya.'' kata sosok bertopeng yang berada diatas pohon.

''Apa maumu sampai kau datang kesini ?'' tanya Rias yang membuat sosok bertopeng Kitsune sweatdrop.

''Apa si merah itu memang selalu bersikap sok wartawan ?'' batin pria bertopeng sweatdrop

''Kedatanganku kesini hanya ingin membawa Shirone bersamaku.'' jawab Kuroka dengan senyumnya.

''NAMANYA KONEKO !'' sergah Issei kasar.

''Aku tidak peduli, dia tetaplah Shirone kecilku. Imoutouku yang dulu hilang.'' kata Kuroka.

''Walaupun tubuhmu menggoda, aku tidak segan-segan untuk melawanmu.'' kata Issei menunjuk kearah Kuroka.

''Kita lihat saja.'' jawab Kuroka serius.

Dengan Kuroka berkata demikian, Issei langsung menyerang menggunakan sinar lesernya.

''Dragon Shoot.''

Dengan cekatan, Kuroka menrentangkan tangan kanannya kedepan dan terbentuklah sebuah lingkaran sihir yang menangkis serangan Issei, dan terciptalah ledakan kecil diantara Issei dan Kuroka.

''Hanya segitu saja heh, bocah iblis.'' ejek Kuroka dengan mata sinisnya.

Mendengar perkataan Kuroka, Issei geram dibuatnya.

''Bocah iblis kau bilang...'' desis Issei, kemudian ia menunjuk kearah Kuroka. '' ...Tapi kau juga iblis, dasar montok.'' kata Issei membuat yang lainnya sweatdrop, terlihat Rias dan yang lainnya menunjukkan wajah aneh kepada Issei.

Tak lupa, Naruto yang mendengarnya juga sweatsrop, bahkan ia sampai terjatuh dari pohon. Untunglah tidak ada yang menyadari aksi jatuhnya Naruto.

Kuroka yang tidak terima dirinya dihina mulai mengatai Issei kembali.

''Sedangkan kau, iblis mesum yang tidak berguna, rendahan.''

''Apa kau bilang ? Rendahan ? Kau bahkan lebih lebih lebih rendah dariku.'' kata Issei memasang wajah sewotnya.

''Siap yang kau bilang lebih rendah hah ? Apa ka...''

''Berisik ! Kapan kita akan bertarungnya !'' kata Issei mencak-mencak gak jelas.

''Baiklah kalau itu maumu.'' kata Kuroka sebelum merentangkan kedua tangannya kedepan dan terbentuklah sebuah lingkaran sihir.

''Rasakan !''

Beberapa bola bola sihir keluar dari lingkaran sihir kuroka dan menuju kearah Issei dengan cepat. Issei yang tidak ingin terkena dampaknya, melompat menghindar dari hujaman sihir Kuroka.

''Issei-kun, kau tidak apa-apa ?'' tanya Rias yang tak jauh dari Issei.

''Aku baik-baik saja, Rias-chan.'' jawab Issei.

''Aku juga akan membantumu Issei-kun. Power of Destruction.'' Rias mengeluarkan sihir andalannya menyerang Kuroka.

Bumm

Ledakan yang lumayan besar tercipta didekat Kuroka yang sempat menghindar.

''Kau mengganggu saja, Gremory.'' kata Kuroka memandang sebal kearah Rias, kemudian ia menyerang Rias dengan jurus yang sama saat menyerang Issei, tapi kali ini lebih banyak bola sihir.

Kiba, Asia, Akeno, dan Koneko yang tidak ingin terkena jurus Kuroka menghindar. Tapi tidak dengan Rias, ia yang tidak siaga dan akhirnya harus menerima serangan Kuroka dengan telak.

Blarrr

Melihat Rias terkena hujaman kekuatan Kuroka, Issei hanya bisa membulatkan matanya.

''Ri... RIAAAASSS!' teriak Issei dengan tangan ingin menggapai Rias.

Issei menundukkan kepalanya, terdapat aura yang menguar dari tubuh Issei. Kedua matanya tertutup poni sehingga matanya tertutupi oleh bayangan hitam, tidak diketahui ekspresi apa yang ditunjukkan Issei.

''Kau...'' desis Issei yang suarnya berubah berat.

''TIDAK AKAN KU MAAFKAN !'' teriak Issei yang kekuatannya semakin meningkat.

Kemudian tubuh Issei disinari oleh cahaya merah yang semakin lama semakin terang.

''Balance Breaker.'' sebuah suara yang berasal dari sarung tangan metal Issei berbunyi seiringi meredupnya sinar merah yang menyelimuti Issei.

Sinar tadi hilang total, menampakkan sebuah pakaian logam besi berwarna merah yang membungkus tubuh Issei.

''Mode Balance Breaker.'' gumam Akeno.

Sedangkan ditempat Rias, ia hanya terluka dibeberapa bagian.

''Di-dia sudah mencapai ta-tahap Balance Breaker.'' gumam Rias menahan sakit ditubuhnya.

Tak berapa lama, datang Asia dan mengobati lukanya.

''Kau telah melukai Rias, dan aku tidak akan memaafkanmu.'' kata Issei.

Boost Boost Boost Boost

Suara mekanik ditangan Issei menambah serangan Issei menjadi berlipat-lipat ganda.

''Dragon Super Shoot.''

Sebuah laser yang besarnya berlipat dari sebelumnya, mengarah kepada Kuroka yang sudah menyiapkan perisai dari lingkaran sihir.

Pyar Blarrr

Perisai Kuroka yang tidak kuat menahan serangan Issri, hancur berkeping-keping. Akibatnya, Kuroka terpental seiring ledakan didepannya.

''Ugkhh...'' rintih Kuroka seraya bangun dari jatuhnya.

Issei yang belum puas atas tindakannya, berlari kearah Kuroka dan meninju sekuat tenaga tepat diperut Kuroka. Kuroka berguling berulang kali menerima pukulan Issei yang dalam mode Balance Breaker.

''Ini seranganku yang terakhir...'' kata Issei memegang lengan kirinya.

Boost Boost Boost boost bost

Semakin lama suara mekanik dilengan Issei semakin melemah. Issei jatuh terduduk setelah itu, dan cahaya merah kembali meneranginya dan menghilang dalam sekejap. Issei kembali ketubuh semulanya. Karena belum terbiasa dengan wujud Balance Breaker, Issei pingsan tergeletak ditanah.

''Si ero-baka itu masih belum terbiasa dengan mode barunya.'' batin pria bertopeng.

''Heh! Hanya segitu saja ? Dasar lemah. Sekarang aku akan memusnahkanmu '' kata Kuroka menyerang Issei kembali dengan kekuatan yang sama.

''ISSEI ! AWAS !'' teriak Rias yang duduk disamping Asia.

''Gawat. Hiraishin.''

Naruto muncul didekat Issei sekarat, menahan serangan Kuroka dengan lingkaran sihirnya.

''Siapa kau ?!'' tanya Kuroka melihat sesosok pria bertopeng berdiri menahan serangannya.

''Aku Kitsune.'' jawab Kitsune menatap Kuroka dengan mata Sharingan nya.

''Apa kau sekutu dengan mereka ? Apa kau juga ingin menghalangiku untuk membawa imoutou ku ? Apa kau juga ingin menyerangku ?'' tanya Kuroka dengan sikap siaga.

''Tidak, aku ha...''

''Pembohong ! Bilang saja kau ingin menghalangiku kan ? Bagaimana pun caranya, aku akan membawa Shirone bersamaku.'' ucap Kuroka.

Setelah itu Kuroka berlari kearah Kitsune dan menyerang dengan membabi buta. Kuroka tidak menggunakan kekuatan sihirnya, karena ia rasa itu percuma.

Kuroka hendak memukul sisi wajah Kitsune, tapi berhasil dihindari. Tak sampai itu, Kuroka menjegal kaki Kitsune, tapi Kitsune melompat menghindari sleding takkle dari Kuroka. Kitsune membentuk handseal saat diudara dan muncullah Kitsune satu lagi dibelakang Kitsune asli.

Tepat setelah Kitsune mendarat beserta klonnya, klon Kitsune segera menggendong Issei dan membawanya jau dari Kitsune asli.

''Tunggu, aku bukan bermaksud menghentikanmu.''

Kuroka hendak menendang perut Kitsune, tapi ia urungkan saat mendengar perkataan Kitsune.

''Apa maksudmu ?'' tanya Kuroka menurunkan kakinya.

''Jadi begini, aku hanya menyarankan agar kau tidak membawa Neko-chan un...''

''Itu sama saja, baka !'' potong Kuroka sambil meninju sisi wajah Kitsune, menyebabkan Kitsune sedikit berputar kebelakang.

Brk

Topeng Kitsune terlepas, menampakkan sosok pria berambut kuning dengan poni kiri yang dijepit kesisi kiri. Dengan wajah tampannya yang berhias tiga garis disetiap pipinya.

''Na-Naruto.'' ucap Akeno yang pertama melihat bentuk wajah asli Kitsune.

Sedangkan Kitsune yang tak lain dan tak bukan adalah Naruto, ia hanya mendecih saat penyamarannya terbongkar dengan cepatnya.

''Kau jangan memukul seenaknya.'' protes Naruto.

''Tapi itu salahmu, kau melarangku untuk membawa Shirone-chan. Jadi jangan harap kau bisa menghentikanmu. Hyaahh.'' Kuroka ingin menyerang Naruto lagi sebelum sebuah pusaran angin menyerap dirinya.

''Kamui.''

Kamui World ~

Muncul Naruto dan Kuroka disebuah tempat padang rumput yang hijau.

''Kenapa kau membawaku kesini ?'' tanya Kuroka.

''Aku hanya ingin bertanya, kenapa kau ingin membawa Koneko ?'' tanya Naruto bersedekap dada.

Kemudian Kuroka menundukkan kepala, menunjukkan raut wajah yang memancarkan kesedihan yang mendalam.

''Aku... Ck, kau tidak perlu tau alasannya.'' jawab Kuroka dengan ketus.

''Kau boleh tidak menjelaskannya, karena aku tau perasaan yang kau rasakan saat ini. Kau sedih. Kau menginginkan hidup bersama Koneko kan ? Seperti dulu.''ebak Naruto membuat Kuroka kembali menundukkan kepala.

''Kau benar. Aku ingin bahagia bersama Shirone-chan, seperti masa lalu.''

''Itu sangat mudah, aku yang akan bicara dengan Neko-chan. Aku yakin, dia bisa memaafkanmu. Percayalah padaku.''

''Tapi...'' kata Kuroka menggantung.

''Kau tenanglah, aku akan mengabarimu kalau Koneko sudah bisa memaafkanmu.'' kata Naruto seraya mendekat kearah Kuroka.

''Percayalah padaku.'' kata Naruto memegang pundak Kuroka.

Kuroka menatap mata merah Naruto, yang kemudian berubah menjadi biru langit.

'Mata itu...mata yang memancarkan keyakinan.' batin Kuroka sebelum menganghukkan kepala.

''Baiklah, ayo kembali kedunia nyata.'' kata Naruto sebelum pusaran angin menhisap mereka.

Kamui World end~

Naruto dan Kuroka muncul bersamaa, menciptakan tanya tanya besar dikepala iblis Gremory, kecuali Issei yang masih pingsan.

''Kuroka, ingat, tunggu sampai waktunya.'' kata Naruto dibalas anggukan oleh Kuroka.

''Baiklah, aku percayakan kepadamu. Dan juga, tolong jaga Shirone dengan baik.'' kata Kuroka sebelum menghilang dengan lingkaran sihir.

Naruto membalikkan badannya menghadap kearah Rias dkk.

''Naruto, itukah kau ?'' tanya Akeno lagi.

''Seperti yang kau lihat Akeno-chan, ini memang aku.'' jawab Naruto.

''Naruto, besok kau harus menjelaskan semua.'' kata Rias.

''Terserah anda saja Gremory.'' jawab Naruto singkat.

''Baiklah, aku akan pergi. Koneko, kau ikutlah bersamaku.'' kata Naruto mendapat tatapan tajam dari Rias.

''Kenapa kau harus mengajak Koneko ? Apa kau bersekongkol dengan perempuan tadi ? Apa kau ingin menyerahkan Koneko kepadanya ?'' tanya Rias bertubu-tubu.

''Tidak.'' jawab Naruto datar.

''Ayo Koneko.'' ajak Naruto.

Koneko melangkahkan kaki menuju kearah Naruto, tapi tangannya ditahan oleh Rias.

''Koneko jangan. Naruto, sebenarnya apa yang kau inginkan?'' tanya Rias.

''Aku hanya ingin menjaga Koneko agar lebih aman, tidak lebih.'' jawab Naruto.

''Bochou, tolong lepaskan.'' kata Koneko memandang Rias yang masih menahan tangan Koneko.

Rias melepaskan pegangannya pada lengan Koneko dengan berat hati, tapi apa kehendak Koneko, ia tidak bisa menolak karena ia berjanji kepada Sirzech bahwa ia akan membuat Koneko bahagia.

Koneko berjalan kearah Naruto dan berhenti disamping Naruto.

''Kalian tenang saja, Koneko aman bersamaku. Baiklah, aku pamit dulu.'' kata Naruto sebelum kilatan Kuning menelan mereka berdua.

''Rias, sebaiknya kita juga kembali. Issei butuh perawatan.'' usul Akeno mendapat persetujuan dari Rias.

Akhirnya mereka kembaki keruang ORC dengan Kiba menggendong Issei dipundaknya.

'Siapa kau sebenarnya Naruto?'

.

.

T.B.C

.

.

Hai minna, jumpa lagi dengan Lio-kun11.

Sebelumnya maaf nih karena lama upnya, jadi maafkan author yang payah ini.

Baiklah, untuk review mohon maaf karena author masih belum bisa membalas. Tapi jangan berhenti untuk meninggalkan sesuatu dikotak Review, walau hanya seketar kata 'mantap'.

Baiklah, hanya itu saja yang dapat Lio sampaikan, lebih dan kurang Lio mohon maaf. Wabillah taufik wal hidayah, wassalmu alaikum warrahmatullahu wabarakaatuh.