Chapter 13

Disclaimer :

-Naruto : Masashi Kishimoto

-High School DxD : Iciei Ishibumi

Rate : M

Warning : typo,abal,gaje,lime,lemon

Summary : Naruto Uzumaki, pahlawan Konoha yang telah mengalahkan Kaguya. Tapi ia harus menggorbankan dirinya dan terjebak didimensi lain untuk selama-lamanya. Dengan kekuatannya yang tidak sengaja tersegel, bagaimana cara Naruto mendamaikan dimensi barunya bersama teman iblisnya ?

.

.

Kediaman Naruto Uzumaki...

Diruang makan, berkumbullah iblis klan Namikaze, seta seekor Yokai yang asik memakan pudding didepannya.

''Naruto, Koneko kemana ?'' tanya Fuu yang masih memakan nasi goreng buatan Naruto.

''Dia sedang dikamar mandi.'' jawab Naruto.

Yah, Koneko menginap dirumah Naruto semalam.

Tak berapa lama sosok yang dibicarakan menampakkan wajah kawaiinya.

''Ohayou.'' sapa Koneko memasuki ruang dapur.

''Ohayou mo,/Nee-chan.'' sapa mereka serempak.

Koneko mendudukkan dirinya dikursi yang kosong, sebelum melahap sesuap nasi goreng buatan Naruto.

''Ne, Neko-chan. Setelah pulang sekolah nanti, langsung saja kita ambil barang-barangmu.'' kata Naruto dibalas anggukan oleh Konoha.

Tadi malam, Naruto dan Koneko merencanakan bahwa Koneko akan tinggal dirumah Naruto.

''Naruto, apa kau tidak ingin mencari sebuah pekerjaan ?'' tanya Ichigo setelah berpikir dan bertanya dalam hati 'jika Naruto tidak bekerja, bagaimana Naruto mendapatkan semua makanan ini.?'

''Mungkin lain kali.'' jawab Naruto.

Naruto memang belum memberi tau teman-temannya bahwa ia sudah bekerja direstoran sebagai three in one( Koki, Pelayan, Cuci piring ).

Dan pembicaraan mereka berlangsung dengan singkat

.

.

Kuoh Gakuen, adalah sekolah yang...blablablablabla...

Naruto dan Koneko berjalan berdua memasuki gerbang KHS. Seluruh siswa/i memandang mereka dengan berbagai macam ekspresi, marah, senang, iri, dan banyak lagi.

'Sial ! Aku keduluan oleh Koneko.' batin salah seorang siswi.

'Wah, mereka mesra sekali.' kali ini seorang siswa.

'Senangnya bisa berjalan dengan Naruto-kun.' dan ini siswi.

Koneko dan Naruto terus berjalan, sesekali Naruto tersenyum kepada siswa/i yang menyapanya.

Tunggu, kenapa hanya Koneko dan Naruto saja yang ada ? Jadi begini, Ichigo dan yang lainnya sudah berangkat dari tadi.

Dan tepat setelah NaruNeko memasuki gedung sekolah, sang Kaichou menghadang mereka.

''Tunggu sebentar Uzumaki-san, Tojou-san. Kenapa kalian bisa berjalan bersama ?'' tanya Kaichou/ Sona menatap Naruto dan Koneko. Apakah salah jika mereka jalan bersama ?

''Kami...''

''Kami tinggal besama.'' potong Koneko membuat ekspresi tak suka tercetak diwajah datar Sona.

''Tinggal bersama ? Apa maksudnya Tojou-san ?'' tanya Sona curiga.

''Seperti yang kau pikirkan Kaichou, kami mema...''

''Sudahlah Koneko, jangan mengarang yang tidak-tidak.'' potong Naruto.

''Ck.'' decih Koneko.

'Tak biasanya Koneko bersikap seperti ini.' batin Sona menyipitkan matanya.

''Jadi Kaichou, ada keperluan apa Kaichou menghadang kami ?'' tanya Naruto tanpa basa-basi.

''Tidak, hanya heran saja kenapa kalian bisa jalan berdua.'' jawab Sona kurang masuk akal.

''Oh, saya kira ada sesuatu yang penting. Dan seperti yang Sona Kaichou dengar sendiri, kami tinggal bersama.'' kata Naruto membuat senyum kepuasan tercetak diwajah Koneko, tapi ekspresi tersaingi tercetak diwajah Sona.

''Baiklah Kaichou, jika tidak ada hal penting, kami permisi dulu.''

Naruto yang tidak mau memperpanjang keadaan, meminta izin untuk pamit.

Setelah mengantar Koneko kekelasnya, Naruto berjalan pelan menuju kelasnya. Tapi untuk kedua kalinya untuk hari ini, ia kembali dihadang, tapi bukan oleh Sona, melainkan Rias dan Akeno.

'Hah~ kenapa harus dia lagi sih ? Pasti permasalahan yang tadi malam.' batin Naruto kesal. Pasalnya ia selalu saja dihadang dan diberi pertanyaan bodoh oleh si merah Gremory.

''Naruto, setelah pulang sekolah aku ingin kau datang keruang ORC. Jika perlu beserta semua temanmu.'' kata Rias menatap Naruto yang hanya verwajah datar.

''Baiklah, tapi ada syaratnya.'' ucap Naruto.

''Apa itu ?''

''Setelah kami datang ke ORC milikmu, besok dan untuk kedepannya, berhentilah memberiku dengan pertanyaan konyolmu itu, Gremory-san.'' tegas Naruto. Pasalnya ia lelah setiap vertemu dengan Rias, pasti ada pertanyaan.

Rias menimbang-nimbang syarat Naruto, tak berapa lama ia pun setuju.

''Baiklah, tapi kau harus menjelaskan semua saat di ORC.''

'Itu sama saja dia memberikan kepadaku pertanyaan yang paling konyol.' batin Naruto.

''Bagaimana Naruto, kau bisa ?'' tanya Rias saat Naruto tak kunjung menjawab.

'Demi mengurangi halangan saat berjalan.' batin Naruto mengepalkan tangannya dengan background padang rumput dan semilir angin.

''Baiklah, nanti aku akan kesana.'' kata Naruto datar.

''Ok, kau boleh pergi.'' kata Rias membuat Naruto lega.

.

.

Pulang sekolah telah tiba, Naruto dkk berjalan memasuki ruang ORC.

Tok Tok Tok

Tak lama setelah Naruto mengetuk pintu, seseorang datang untuk membukakan pintu.

''Naruto-kun? Sedang apa Naruto-kun kesini ?'' tanya sang pembuka pintu, Koneko.

''Kami diundang oleh Rias. Jadi, boleh kami masuk ?'' ucap Naruto dengan tersenyum. Koneko hanya mengangguk menjawab pertanyaan Naruto.

Naruto dkk memasuki ruang ORC setelah dipersilahkan oleh Koneko.

''Ternyata kau datang juga, Naruto. Aku pikir kau tidak akan datang.'' kata Rias datar.

Naruto menatap Rias yang duduk disofa, dengan Issei yang berdiri disampingnya memasang wajah tidak suka.

''Apa kau menginginkan kami pergi ?'' tanya Naruto lebih dingin daripada nada dingin Sasuke.

Koneko hanya menatap Naruto.

'Entah kenapa aku lebih suka saat dia bersikap hangat, bukan dingin seperti ini.'

''Tidak, hanya bernostalgia.'' kata Rias membuat yang laing sweatdrop, kecuali Naruto, Rias, Koneko.

''Jadi...ada keperluan apa kau menyuruh kami kesini ?'' tanya Naruto yang masih memakai nada dan ekspresi datar.

''Biar lebih nyaman, lebih baik kau duduk dulu.'' ajak Rias menunjuk bangku didepannya.

Naruto hanya menurut dan duduk ditempat yang Rias maksud.

''Baiklah, aku mengundangmu kesini pasal yang kemarin itu. Semalam saat kami ber...''

''Langsung keintinya saja.'' potong Naruto cepat.

''Jangan memotong seenaknya, Naruto.'' protes Rias, tapi Naruto hanya diam seolah ia hanya mendengar suara angin.

''Hah~. Baiklah, langsung keintinya. Bagaimana kau masih bisa hidup ? Dan apa kau bisa menjelaskan tentang tadi malam itu ? Apa Kitsune itu adalah kau ? Apa kau seorang Akuma ? Tenshin ? Da-Tenshin ? Ata...''

''Cukup, Gremory. Semua yang kau tanya akan dijawab secara langsung.'' kata Naruto sebelum memejamkan mata, setelah itu membukanya lagi. Mata biru Naruto menjadi merah dengan aura yang kuat.

Rias dan yang lainnya hanya dapat terkejut, kecuali yang sudah tau.

''Ma-mata apa itu ?'' tanya Issei merasa ketakutan.

''Ini adalah yang sama saat kau terkena hukuman berupa tusukan sadis.'' kata Naruto membuat Issei merinding mengingatnya. Issei pernah terkena Tsukoyomi dari Naruto yang mengakibatkan Issei trauma dengan itu.

''Baiklah, semua pertanyaan yang kau ajukan akan terjawab oleh mata ini.'' kata Naruto melihat Rias.

''Kalian tatap mataku.''

Rias dan yang lainnya hanya menurut dan menatap mata Naruto.

''Genjutsu.''

Tak berapa lama, mata merah Naruto kembali menjadi mata sebiru langit.

''Ugh ! Kepalaku pusing.'' gumam Issei sambil memegang kepalanya.

''Itu efek samping dari mata itu.'' kata Naruto santai.

''Baiklah, kau sudah mendapat jawabanmu, apa kami boleh pergi ?'' tanya Naruto.

''Tunggu, apa kau berani menjamin bahwa kau tidak mengarang ceritamu ?'' tanya Rias menatap Naruto tajam.

''Apa kau berpikir aku mengarangnya ?'' tanya Naruto dengan wajah datarnya.

''Iya, karena itu tidak mungkin terjadi. Kau bertarung dengan sosok yang bisa menghancurkan dunia Shinobi ? Heh ! Saat menjadi peerage Rias-chan saja kau tidak punya kekuatan sedikit pun.'' kata Issei.

''Bukankah kau sudah melihat masa lalu ku ? Dulu aku mempunyai kekuatan, setelah itu aku mati diduniaku, kemudian aku terdampar disini dan tubuhku kembali menjadi seorang anak berumur 13 tahun dengan kekuatanku yang tidak sengaja tersegel. Itulah mengapa aku tidak bisa mengeluarkan kekuatan saat itu. Apa kau paham sekarang ? Jangan sampai aku menyiksamu untuk kedua kalinya.'' kata Naruto setelah menjelaskan panjang lebar.

Mereka terdiam mendengar penjelasan Naruto, ternasuk Issei.

''Baiklah Gremory-san, karena tidak ada yang penting lagi, kami permisi.'' kata Naruto berdiri dari duduknya dan melenggan pergi.

''Ayo.'' ajak Naruto kepada teman-temannya.

Koneko mengikuti Naruto pergi, menyebabkan tanda tanya besar dikepala Rias.

''Koneko, kau mau kemana ?'' tanya Rias sebelum Koneko keluar pintu.

''Pulang.'' jawab Koneko singkat sebelum melanjutkan perjalanannya.

.

.

Malam hari~

Disebuah rumah yang besar, berkumpullah sekelompok Akuma Namikaze, seekor Yokai, dan seeokor Akuma Gremory.

''Ne, minna, aku ingin mencari udara segar, apa ada yang ingin ikut ?'' tanya Naruto yang berdiri disamping sofa yang terdapat Gaara dan lainnya, termasuk Koneko dan Kunou.

''Tidak.'' jawab mereka serempak dengan mata yang masih menatap layar TV.

''Hah~ Yah, baiklah, aku sendiri saja.'' kata Naruto seraya keluar rumah.

.

.

Berjalan sendiri merasakan angin yang mulai dingin. Naruto Uzumaki, sosok yang berjalan dengan santai tanpa tujuan. Awalnya hanya ingin merasakan kesejukan angin, tapi ia lebih memilih untuk jalan-jalan ditempat yang sangat sepi. Sinar bulan purnama menerangi jalanan yang tiada penyinaran lampu. Berjalan ditempat sepi dengan beberapa bangunan yang sudah usang berada dipinggir jalan.

''Hah~ entah kenapa hari ini aku merasa sangat bosan.'' kata Naruto entah kepada siapa.

Beberapa saat kemudian, ia merasakan ada seseorang yang mengikutinya. Merasa terganggu diikuti, Naruto berhenti dan membalikkan badannya.

''Aku tidak tau kau siapa, yang jelas aku ingin kau keluar sekarang.'' kata Naruto datar.

Tak berapa lama, muncullah sesosok perempuan Loli berambut hitam menampakkan dirinya.

'Hoe... Dia tidak memakai pakaian dalam.' batin Naruto memandang sosok didepannya.

Sosok yang kecil berambut hitam, wajah kawaii, memakai pakaian Gothic. Dan dia sama sekali tidak memakai pakaian dalam seperti yang dipikirkan Naruto, diujung payudaranya yang kecil, terdapat benda hitam menyilang seperti sebuah lakban.

''Ternyata kau bisa merasakan kehadiranku. Dan sepertinya kau bukan manusia ne, Akuma ?'' tanya sosok tersebut mendekat kearah Naruto.

'Aura ini...seperti seeokor naga, tapi sangat lemah. Siapa dia sebenarnya ?' batin Naruto dengan sikap waspada.

''Siapa kau sebenarnya ?'' tanya Naruto menatap sosok tersebut. Naruto merasakan aura naga pada sosok tersebut, ia yakin bahwa sosok didepannya termasuk ras Ryuu, ras naga.

Naruto Pov

Aku merasakan aura naga padanya. Tapi siapa dia ? Apakah Ddraig ? Itu tidak mungkin, karena ia telah terjebak didalam tubuh simesum itu. Lalu apakah Albion ? Itu juga tidak mungkin karena ia juga sudah menjadi sebuah Sacred Gear. Great Red ? Tidak. Dia pasti sedang menjaga perbatasan dimensi sekarang. Jika begitu, si loli ini adalah...

Naruto Pov end

''Aku Ophis, sang Auroborost Dragon. Naga terkuat sepanjang masa.'' kata sosok tersebut yang bernama Ophis.

''Ophis !'' dengan sigap, Naruto memasang tubuh siap siaga bila serangan datang tiba-tiba.

''Maa~ tenanglah, aku tidak akan menyerang iblis rendahan sepertimu. Lagi pula aku tidak mempunyai kekuatan lagi, hanya beberapa saja yang kumiliki.'' kata Ophis memberi tau. Untunglah yang didepannya adalah Naruto, jika orang lain, tidak menutup kemungkinan jika Ophis dimanfaatkan oleh orang tersebut.

''Apa maksudmu ?'' tanya Naruto merilekskan gesturnya.

''Kekuatanku telah diambil oleh si Da-Tenshin laknat itu. Kokabiel. Aku diberi racun oleh pengikutnya dengan racun Sumael.'' terang Ophis.(Lio g tau racun apa yang diberikan ke Ophis, seingat Lio sih racun Sumael.

''Awas kau Kokabiel, suatu saat aku akan membalasmu.'' kata Ophis menekankan setiap katanya.

''Lalu apa yang kau lakukan disini ?'' tanya Naruto menatap Ophis.

''Tidak ada, aku tidak memiliki tujuan selain mendapatkan kekuatanku kembali dan membalas Kokabiel.'' kata Naruto.

''Jadi kau sama sekali tidak mempunya tempat beristirahat ?'' tanya Naruto menatap tidak percaya. Tentu saja, bagaimana jika ada lelaki belang yang menemukan Ophis dan melakukan hal-hal ecchi kepada Ophis.

''Biasanya aku mencari tempat yang kosong dan sepi, biasanya jika menemukan gua aku akan beristirahat disitu dan pergi lagi setelah itu.'' jawab Ophis.

'Aku tidak percaya, sang Naga terkuat sepanjang masa bisa semiris ini.' batin Naruto.

Kemudian Naruto memejamkan matanya, berkomunikasi dengan partnernya.

''Ne, Kurama, apa tidak apa-apa kita mengajaknya bersama kita ?'' tanya Naruto berkomunikasi dengan Kurama melewati telepati.

''Aku pikir tidak apa-apa, aku juga tidak merasakan kekuatannya. Tapi sebelum itu tanyakan dahulu apa tujuannya setelah mendapatkan kekuatannya kembali.'' kata Kurama.

''Baiklah.''

Kemudian Naruto membuka matanya.

''Ophis, jika kekuatanmu sudah kau dapatkan kembali, apa tujuanmu ?'' tanya Naruto.

''Aku ingin mengalahkan Great Red dan menjadi penghuni perbatasan dimensi, tempat dimana aku diusir oleh sikadal merah itu. Dan aku juga menginginkan ketenangan.'' jelas Ophis.

''Ketenangan ya ? Apa kedamaian juga termasuk ?'' tanya Naruto dengan wajah serius.

''Jika aku bisa mendapatkan ketenangan, kenapa tidak.'' jawab Ophis.

''Berarti secara tidak langsung kita mempunyai tujuan yang sama, yaitu membuat perdamaian. Jadi, apa kau mau ikut bersamaku ?'' tanya Naruto.

''Tidak. Lagipula aku bisa sendiri.''

''Kau yakin dengan kondisimu yang tidak memiliki kekuatan ?'' tanya Naruto membuat Ophis terdiam.

''Aku tawarkan sekali lagi, apa kau bersedia ikut denganku ?'' tanya Naruto lagi.

''Ck, baka.'' kata Ophis memalingkan wajahnya.

''Jadi...'' tanya Naruto menggantung.

''Ck, baiklah, aku ikut. Hmph.'' jawab Ophis membalikkan badannya seraya mengembungkan kedua pipinya.

'Ternyata dia Tsundere.' batin Naruto sweatderop.

''Baiklah Ophis, tapi untuk sementara kau tidak akan tinggal dirumahku.'' kata Naruto.

''Lalu ?'' tanya Ophis seraya berbalik melihat Naruto.

''Kau akan tinggal didunia Kamui.'' kata Naruto membuat Ophis memiringkan kepalanya. Bahkan Naruto sempat terpukau oleh keimutan Ophis.

'Kuso, dia kawaii.' batin Naruto.

''Kamui ? Apa itu ?'' tanya Ophis polos.

''Kamui itu dimensi buatanku, didalamnya tidak ada kehidupan lain selain tumbuhan dan beberapa hewan jinak.'' kata Naruto, sedangkan Ophis hanya manggut-manggut saja.

''Baiklah, karena sudah sangat larut malam, aku kan mengirimmu sekarang.'' kata Naruto sebelum menutup matanya dan membuka matanya kembali.

''Mata apa itu ?'' tanya Ophis menatap mata merah Naruto yang terdapat beberapa tomoe.

''Lain kali akan aku jelaskan.'' kata Naruto, kemudian mata merahnya yang terdapat tiga tomoe berubah menjadi EMS(Eksternal Mangekyou Sharingan).

''Kamui.'' dan Ophis terhisap pusaran angin setelah itu.

''Hah~ lebih baika aku kembali.'' kata Naruto setelah matanya normal kembali.

SING

.

.

Didalam sebuah tempat yang terkesan gelap, terdapat beberapa sosok disitu.

''Sebentar lagi aku akan menguasai dunia. Hahaha.'' tawa sosok yang duduk di dibangku diatas altar.

''Benar. Setelah kau mengambil kekuatan Ophis dan menyingkirkannya, kau juga memimpin Chaos Brigade.'' kata seseorang yang berdiri disamping sosok tadi.

''Akhirnya...akhirnya hahahahahahah.'' dan sebuah tawa menggema diruangan tersebut.

.

.

Disisi lain, dua orang menggambang dilangit.

''Jadi disini tempat berkumpulnya makhluk-makhluk itu ?'' kata seseorang yang berparas cukup tampan, didahinya terdapat sebuah kristal berwarna biru tua cerah. Disampingnya jua terdapat sesosok yang juga mengambang dilangit.

''Benar.'' kata sosok yang kedua.

''Heh! Sepertinya mereka semua lemah, terasa dari aura mereka yang belum cukup untuk melawanku. Tapi itu tidak masalah, justru itu akan memudahkanku untuk menaklukkan dunia.'' ucap sosok pertama meremehkan.

''Tapi, kabarnya juga ada seseorang yang ingin menguasai dunia. Dia bernama... Kokabiel, si Tenshin yang terbuang.'' kata sosok kedua.(A/N : Malaikat (Tenshin) yang sudah dibuang dari surga disebut malaikat jatuh(Da-Tenshin). Jadi jika ada kalimat ''Tenshin terbuang'', itu berarti Da-Tenshin(malaikat jatuh)).

''Kokabiel ? Aku kenal dia.''

''Anda mengenalnya ?''

''Tentu saja. Tapi itu tidak penting, yang terpenting adalah bagaimana cara kita menguasai dunia ini. Baiklah, lebih baik kita kembali.'' kata sosok pertama.

''Ha'i... Loki-sama.''

Akhirnya mereka terbang tanpa meninggalkan jejak.

.

.

Cklek

''Tadaima.''

Naruto memasuki rumah yang sudah gelap karena lampu sudah dimatikan. Tapi sebuah suara membuat Naruti bingung karena jam segini masih ada yang belum tidur.

''Okaeri, Naruto-kun.'' Naruto meraba dinding dimana tombol lampu berada. Akhirnya ia menemukannya, dan menekannya.

Terlihatlah benda-benda yang ada disekitarnya, termasuk objek yang ada disofa.

''Koneko-chan ?'' ucap Naruto memandang sosok yang ada didepannya.

Naruto mendekat kesofa dimana Koneko berada dan langsung duduk disamping Koneko.

''Koneko, kau belum tidur ?'' tanya Naruto dibalas gelengan pelan oleh Koneko.

''Aku menunggumu, Naruto-kun.'' kata Koneko memandang Naruto.

''Menungguku ? Hehe, terima kasih. Berhubung aku sudah pulang, kau bisa tidur sekarang.'' kata Naruto sampil mengusap kepala putih Koneko.

''Aku belum ingin tidur.'' kata Koneko menundukkan kepalanya.

''Baiklah, aku akan menunggumu sampai kau mau tidur.'' kata Naruto menatap Koneko yang menundukkan kepala kebawah.

'Sepertinya ia ada masalah.' batin Naruto sedikit curiga.

''Koneko, apa kau ada masalah atau sejenisnya ? Mungkin aku bisa membantu.''

Mendengar ucapan Naruto, Koneko diam beberapa saat sebelum mengangkat wajahnya dan menatap Naruto.

''Ini tentang kakakku.'' kata Koneko sebelum menundukkan kepalanya lagi.

''Tentang kakakmu ya ?... Apa kau masih membencinya ?'' tanya Naruto menatap langit-langit rumah dengan mata birunya.

''Tidak. Bahkan...aku merindukannya. Aku... Aku ingin seperti dulu lagi...hiks...''kata Koneko sebelum tangisnya pecah.

''Kuroka juga memiliki perasaan yang sama denganmu.'' kata Naruto membuat Koneko menoleh cepat kearah Naruto.

''Maksudmu ?''

''Dia juga merindukanmu, dia juga menginginkan kehidupannya seperti dulu. Koneko, keputusanmu untuk tidak membencinya itu sudah benar, tapi apakah kau menerima setulus hati.'' tanya Naruto.

''Aku menerima dan memaafkannya setulus hati, dimana dendamku sudah kubuang jauh-jauh.'' kata Koneko manatap kedepan.

''Aku bangga padamu Koneko, tidak mudah untuk melupakan dendam yang sudah berada dihati. Walau terdengar sangat naif, tapi kita juga harus memaafkan orang itu walaupun sakit yang kita alami masih terasa.'' kata Naruto dengan senyum tulusnya.

Dan hening pertama terjadi setelah Naruto mengatakan hal itu.

''Baiklah, besok setelah pulang sekolah aku akan membawa Kuroka kesini.'' kata Naruto memecah keheningan.

''Be-benarkah ?'' tanya Koneko memastikan.

''Iya.''

''Arigatou.'' kata Koneko menatap wajah Naruto yang tersenyum kearahnya.

Tiba-tiba keadaan sunyi dalam keheningan, dengan wajah mereka yang saling menatap. Koneko memandang bibir Naruto yang sadikit basah, entah kenapa itu menciptakan kesan indah dimata Koneko. Dengan cepat, Koneko menyambar bibir tersebut dan melumatnya. Naruto sempat terkejut saat Koneko menciumnya, tapi semakin lama semakin menikmati.

''Hmmmhhh...'' desah mereka berdua teredam bibir masing-masing.

Tiga menit berlalu, mereka melepas pagutan masing-masing. Suasana hening terjadi kembali dengan perasaan canggung yang tiba-tiba muncul.

''A-ano... Karena sudah larut, lebih baik kita tidur.'' usul Naruto dibalas anggukan oleh Koneko.

Saat hendak berdiri, tangan Naruto ditahan oleh tangan kecil Koneko menyebabkan sang empu menatap Koneko.

''Kenapa ?''

''Ma-maukah kau tidur denganku ?'' tanya Koneko dengan wajah memerah.

''Lalu bagaimana dengan Kunou-chan ?'' tanya Naruto.

''Dia sudah tidur. Tadi saat aku mengecek dikamarmu, dia sudah mendengkur. Jadi...kau mau ?'' tanya Koneko lagi.

''Hah~ baiklah.'' kata Naruto me desah.

'Semoga hanya tidur biasa.' batin Naruto merasakan firasat yang sama saat berkunjung ke Negeri Yokai.

.

.

Firasat apakah yang dirasakan Naruto ?

Apakah yang terjadi pada chap selanjutnya ?

Apakah Kuroka akan membawa Koneko bersamanya ?

Nantikan kelanjutan ceritanya dichapter mendatang sebelum 2019 !

Dan maaf jika alurnya tidak nyambung.

Karena wordnya cuma sedikit, sebagai hiburan/tambahan sekaligus pengetahuan tentang fic ini yang berada dibawah.(Balas review bersama chara NaruHSDxD

.

.

T.B.C

Balas review bersamaa chara NaruHSDxD

Disebuah ruangan, terdapat banyak orang yang duduk berjajar disebuah kursi, kecuali seseorang yang duduk sendiri didepan orang-orang tersebut. Sosok tersebut berciri rambut hitam jabrik pendek. (A/N : mirip Naruto jadi Hokage, tapi berwarna hitam), mempunyai paras wajah yang tergolong tampan(menurut para wanita), mata hitamnya menyorotkan kehangatan bagi siapa saja yang memandangnya. Berpakaian kaos hitam berlengan pendek, dibelakang pakaiannya terdapat sebuah tulisan CA(Club Animal's). Sosok tersebut memegang sebuah telepon android, dan saat ini ia sedang membuka situs, pada bagian kolom review.

''Hah~. Ternyata masih banyak yang kurang minat pada fic ini.'' kata sosok tersebut memulai pembicaraan.

''Itu salahmu sendiri, membuat fic yang tidak ada bobotnya.'' kata salah satu orang yang duduk bergerombol, berciri rambut dan mata coklat, dan bersifat mesum.

''Mau bagaimana lagi, aku memang mau membuat sesuatu yang berbeda.'' kata sosok tersebut.

''Ne, jika Lio-nii ingin sesuatu yang berbeda, Lio-nii gantikan saja Naruto-nii, dan kita bisa bermain kuda-kudaan setiap malam.'' kata anak kecil berambut kuning dengan riang.

''Eeehhh! Tidak bisa begitu Kunou-chan, aku juga mau masuk ke ff itu, ingin mencoba melakukan itu dengan Rias-chan.'' kata pemuda pirang yang menunjukkan senyum mesum ala Jiraiya.

''Etto.. Tapi Naruto, aku tidak akan membuat Rias-chan melakukan itu denganmu.'' kata sosok yang diketahui bernama Lio.

''Apa !? Ta-tapi aku ingin merasakan oppai Rias-chan.'' kata sipirang yang bernama Naruto.

''Fufufu... Jika Lio-kun tidak membuat Naruto-kun dan Rias melakukan itu, maka Naruto-kun lakukan saja denganku.'' kata gadis berambut biru tua, Akeno. Naruto yang mendapat ajakan hanya senyum-senyum gak jelas.

''Baiklah, kita lihat Review ini '' kata Lio melihat sebuah layar lebar dibelakangnya. '' Bagaimana menurut kalian review yang ini ?'' tanya Lio menunjuk salah satu urutan review.

''Hmm.. Memperpanjang cerita ya ? Boleh juga. Tapi kau harus memberi kami istirahat yang cukup untuk syuting.'' kata Azazel yang memegang buku hentai.

''Jadi kapan kita mulai syuting dan menayangkannya .'' tanya Lio memberi pertanyaan.

''Untuk syuting kita bisa melakukannya besok, tapi kalau menayangkan akan sedikit lama. Kau juga harus mencari ide, Lio.'' kata Naruto menunjuk Lio.

''Hah~ iya iya. Baiklah, setelah itu masalah typo, ja...''

''Nah ! Itu bukan salah kami, itu mutlak salahmu.'' kata Issei memotong ucapan Lio.

''Kenapa jadi salahku ?'' Lio yang tidak terima disalahkan, memprotes pendapat Issei.

''Tentu saja, kau yang salah kasih teks, jadi kami juga salah saat mengucapkannya. Seperti kata ''NANIII ! DIA KAKAMU !'' yang seharusnya ''NANIII ! DIA KAKAKMU !'' begitu.'' jelas Issei mendapat anggukan dari semuanya.

'Kenapa hanya aku yang disalahkan ? Sarah-chan~ tolong Lio~' batin Lio miris.

Sedangkan Sarah yang berada di alam baka, melihat Lio yang kelewat OOC. ''Poor you Lio-kun'' kata Sarah.(A/N : Sarah Yuanita adala bla bla bla bla...)

Back to ruang Review...

''Setelah itu masalah lemon nih, ada yang bertanya tentang lemon, khusunya untuk NaruKunou. Hmm... Mungkin ada, tapi beberapa chap kedepan.'' kata Lio.

''Jadi, Kunou harus ekstra keras di chap mendatang. ?'' tanya Kunou.

''Begitulah, Kunou-chan.'' jawab Lio menggaruk belakang kepalanya.

''Hah~~ baiklah, tapi ada syaratnya, Lio-nii harus memberikan jatah untuk Kunou setiap malam.'' kata Kunou.

Lio hanya dapat menelan ludah bulat-bulat.

''Ya-yah, baiklah, i-itu tidak masalah.''

''Non-stop, sampai pagi.'' lanjut Kunou.

'Kami-sama, kenapa jadi begini.~~' batin Lio nangis darah.

'Dasar Lio/-san/-kun, mangkannya, bikin fic itu yang becus.' batin semuanya peserta rapat, kecuali Kunou dan Naruto.

''Ne, Lio-kun, sepertinya nama profilmu tidak cocok dengan sifatmu.'' kata Issei dengan nada mengejek.

''Jadi harusnya apa nama profilku ?'' tanya Lio berpikir ekstra keras.

''Seharusnya nama profilmu bukan Lio-kun11, tetapi lebih cocok Loli-con11. Bukan begitu ne, Loli-con ?'' kata Issei.

''Namaku Lio ! Lio ! Lio-kun !'' kata Lio menekankan namamnya.

''Hah~ Baiklah, kepada review berikutnya. Untuk alur yang terlalu cepat.'' kata Lio.

''Kalau masalah alur, kami tidak tau apa-apa. Karna kaulah yang membuat nih cerita, jadi jelaskan alasanmu.'' kata Michael yang dikawal oleh dua Tenshin dibelakangnya.

Lio yang tidak ingin disalahkan lagi, berpikir keras mencari alasan. Didalam otak Lio, terdapat ribuan Lio yang sedang melakukan aktifitas, seperti mencari kertas alasan, mengetik alasan, dll.(kaya Spongebob aja).

''Aha, begini, sengaja Lio percepat alurnya karena agar tidak terlalu banya chapter, jika banyak-banyak nanti malah jadinya hiatus.'' jawab Lio senyum seratus jari.

''Alasan macam apa itu ?'' jawab para tokoh serempak.

''Baiklah, review berikutnya. Are ? Pertengkaran kecil antara Kunou dan Koneko ?'' kata Lio menatap ponselnya.

''Tidak setuju !'' kata Kunou menolak mentah-mentah.

''Aku tidak setuju. Bagaimana mungkin aku yang masih berumur 9 thn bertengkar dengan Koneko-nee-chan yang berumur 15 thn ?'' kata Kunou.

''Mungkin yang reader maksud bukan pertengkaran antar sihir, mungkin pertengkaran antar cekcok mulut saja.'' kata Lio.

''Kunou tetap tidak setuju.''

''Hah~ baiklah. Untuk masalah pertengkaran, Lio akan membuat pertengkaran Koneko dengan Ophis. Jadi, mohon bantuannya Koneko-chan, Ophis-chan.'' kata Naruto tersenyum gugup.

''Baiklah, tapi kau harus ingat besok malam. Aku akan menunggu dikamarku.'' kata Ophis.

'Kuso.' batin Lio dengan iner yang sudah tepar.

''Selanjutnya, harem. Untuk harem akan Lio buat campuran, ada Loli dan ada yang non-Loli. Seperti Akeno, Fuu, Kalawaner, dan lainnya. Sedangkan yang loli seperti, Neko-chan, Kunou-chan, Sona-chan, Mittelt-chan, dan juga lainnya.'' kata Naruto membaca tulisan yang tercetak dikertas.

''Yosh, akhirnya.'' kata perempuan bertubuh kecil sambil menaikkan kacamatanya, Sona Shitori/Sitri.

''Yosh !'' teriak Mittelt kegirangan.

''Baiklah, kembali kepembahasan. Mungkin pada chap depan ini, akan ada lemon antara Naruto dan Koneko, jadi mohon bantuannya ya, Neko-chan.'' kata Lio.

''Baka, aku juga menuntut jatah padamu.'' kata Koneko datar.

'Sial, bertambah satu lagi.'

''Hah~ baiklah, ini saja pokok pembahasan kali ini.'' kata Lio lesu.

Setelah mengatakan hal itu Lio pergi dengan Koneko yang mengekor. Yah~ taulah, masalah jatah tadi.

Dan sidang hari ini telah usai.