Chapter 17
Disclaimer :
-Naruto : Masashi Kishimoto
-High School DxD : Iciei Ishibumi
Rate : M
Adventure, Ecchi, Romance, School, Supernatural
Warning : typo,abal,gaje,ada lime & lemon(bukan buah)
Summary : Naruto Uzumaki, pahlawan Konoha yang hampir mengalahkan Kaguya. Tapi ia harus mengorbankan dirinya dan terjebak di dimensi lain untuk selama-lamanya. Dengan kekuatannya yang tidak sengaja tersegel, bagaimana cara Naruto mendamaikan dimensi barunya bersama teman iblisnya ?
.
.
Author note: "Sebelumnya telah author peringatkan dari awal bahwa fic ini mengandung unsur dewasa. Jadi, jika menemukan hal-hal yang bersifat ecchi dan mesum, jangan salahkan author..."
"Baiklah, maaf mengganggu aktifitas membacanya, dan mari kita lanjut ceritanya!!"
.
.
"Hoaaamm.. Mendokusai."
Seorang pemuda berambut hitam dikuncir gaya nanas tengah menguap lebar. Dirinya hanya duduk dengan bosan di depan TV. Sebenarnya hari ini adalah hari Selasa, saatnya dirinya bersekolah. Namun, ia memilih duduk di depan TV sambil menyandarkan tubuhnya di punggung sofa.
"Apa tidak ada hal yang menarik, ya?" gumam pemuda tadi yang bernama Nara Shikamaru.
Ia melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 08.41.
Dirinya hanya sendirian di rumah. Naruto sedang pergi ke suatu tempat, sedangkan temannya yang lain pergi ke sekolah. Dirinya benar-benar bosan kali ini.
"Apa sebaiknya aku jalan-jalan saja, ya?" tanya Shikamaru bermonolog.
"Yahh.. Dari pada bosan, lebih baik aku keluar mencari makan."
Kemudian ia beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan rumah dengan cara menghilang menggunakan lingkaran sihir berwarna kuning dengan lambah kunai cabang tiga. (Kunainya Minato).
.
.
Kita lihat tokoh utama kita, Uzumaki Naruto.
Dirinya saat ini tengah duduk bersama dua sosok Youkai yang tengah melahap makanan mereka masing-masing. Suasana begitu sunyi, hanya suara dentingan sendok dan piring yang terdengar.
Setelah sekian lama berdiam diri, akhirnya salah satu Youkai membuka suara, "Naruto-kun, apa setelah ini kau akan kembali ke dunia manusia?"
Naruto diam sesaat sambil menelan sisa makanannya. "Sepertinya tidak, Yasaka-san. Aku ingin jalan-jalan di dunia Youkai ini. Mungkin aku akan kembali sore nanti," kata Naruto.
"Begitu, ya," gumam Yasaka santai. "Selama Kunou-chan tinggal bersamamu, apa dia merepotkanmu, Naruto-kun?" tanya Yasaka sambil melirik Kunou yang tengah asik memakan makanannya di atas pangkuan Naruto.
"Tidak terlalu merepotkan," kata Naruto sambil tertawa canggung. "Lagi pula Kunou-chan juga menurut dan tidak nakal," ucap Naruto sambil mengusap kepala kuning Kunou.
"Syukurlah. Jika begitu, aku akan tenang jika kalian sudah menikah."
"Ghough!" Naruto tersedak makanannya sendiri mendengar perkataan Yasaka. "Tu-tunggu dulu! Menikah? Kunou-chan masih terlalu kecil untuk menikah, Yasaka-san," protes Naruto mendapat gelak tawa dari Yasaka.
"Hahaha.. Aku hanya bercanda, Naruto-kun."
Sedangkan Naruto hanya menatap Yasaka dengan ekspresi cemberut. "Itu tidak lucu."
Dan kemudian mereka kembali melanjutkan sarapan mereka dengan tenang.
.
.
Kuoh Gakuen
Terlihat seorang perempuan sexy berambut merah berjalan dengan pelan di lorong kelas. Raut wajahnya memperlihatkan kegelisahan yang mendalam pada dirinya.
'Bagaimana ini? Dua minggu lagi akan diadakan Rating Game. Jika kami kalah, maka nasib jodohku akan kacau,' batin perempuan tadi.
"Rias!" Sebuah suara menghentikan langkah perempuan berambut merah tadi.
Dari kejauhan, terlihat seorang gadis berambut hitam dikuncir kuda menghampiri perempuan berambut merah, Geremory Rias.
"Akeno," gumam Rias sambil menatap Akeno yang menghampirinya.
"Hahh~.. Akhirnya aku menemukanmu. Kau tahu, dari tadi aku keliling sekolah untuk mencarimu, ternyata kau di sini," kata Akeno.
Rias hanya diam mendengar protes Akeno. Kemudian, Rias memperlihatkan wajah serius. "Akeno, setelah pulang sekolah, perintahkan yang lain untuk berkumpul di ORC," kata Rias mendapat anggukan dari Akeno.
"Baiklah."
Skip
Ruang ORC, 14.58
Terlihat sekumpulan Iblis klan Geremory tengah berkumpul di ruang ORC.
"Baiklah. Aku sengaja mengumpulkan kalian ke sini untuk membahas soal Rating Game," ucap seorang Iblis perempuan berambut merah, Rias. "Untuk itu, besok kita akan pergi ke suatu tempat untuk berlatih. Terlebih lagi Rating Game akan diadakan dua minggu lagi. Jadi, kita akan berlatih keras untuk memenangkan Rating Game." Rias segera menyudahi penjelasannya saat Issei mengangkat tangan kanannya. "Ya, ada yang ingin kau tanyakan, Issei-kun?"
"Ano.. Di dalam Rating Game kali ini apa ada yang perlu di waspadai?" tanya Issei setelah menurunkan tangannya.
"Ada. Lawan yang perlu kita waspadai adalah Raiser sendiri." Perkataan Rias mendapat tatapan bingung dari Issei.
"Kenapa?"
"Dia dari klan Phenex yang memilik regenerasi yang hebat. Bahkan ia telah menjuarai seluruh Rating Game yang ia ikuti, dan Raiser tidak pernah kalah dalam Rating Game. Maka dari itu, kita harus berjuang untuk memenangkan perlombaan kali ini. Dan ini juga menyangkut dengan hubungan kita, Issei-kun," kata Rias mencoba membuat Issei berlatih dengan sungguh-sungguh.
"Baiklah! Aku tidak akan membiarkan Rias-chan jatuh ke tangan si keriput itu!" seru Issei dengan mata berapi-api.
Koneko hanya diam, namun, pikirannya sedang tidak enak. 'Berarti selama dua minggu aku akan berlatih keras. Cih! Jadi selama dua minggu ini aku tidak bisa bermesraan dengan Naruto-kun. Dan pasti ini adalah momen yang membahagiakan bagi Kunou,' batin Koneko dengan ekspresi cemberit. 'Terlebih lagi sepertinya Mittelt, Kalawarner, dan Rayner menyukai Naruto-kun. Sainganku bertambah!'
.
.
Di sebuah taman, seorang manu- eh! Bukan, tapi seorang Iblis berjalan dengan santai. Sesekali ia menguap lebar dengan wajah bosannya.
"Hoaaam.. Mendokusai. Aku sangat bosan hari ini," ujar sosok tersebut sambil menggaruk rambut gaya nanasnya. Yap! Dia adalah salah satu peerage Naruto, yaitu, Nara Shikamaru.
Tap tap tap
Shikamaru melihat seseorang memakai jubah berwarna putih tengah berjalan ke arahnya. Rambut pink dari orang tersebut bergoyang santai seiring angin menerpanya. Kemudian, sosok tadi berhenti di depan Shikamaru.
Shikamaru menaikkan alisnya. 'Da-Tenshin, 'kah?' batin Shikamaru.
"Hai. Namaku Ayumu. Kau memiliki aura iblis dan aku merasakan kekuatan yang sema dengan'nya' di dalam tubuh," kata sosok tadi yang bernama Ayumu.
"Dengan'nya'? Siapa?" tanya Shikamaru yang belum paham maksud Ayumu. Otaknya juga bekerja dengan lambat, mungkin karena faktor bosan.
"Naruto. Apa kau mengenalnya?" tanya Ayumu mendapat anggukan bosan dari Shikamaru.
"Yahh.. Dia sahabatku."
"Pantas saja aku merasa kekuatan yang sama seperti Naruto," kata Ayumu setelah mendengar perkataan Shikamaru yang mengatakan dirinya adalah sahabatnya Naruto.
"Maksudmu cakra?" tanya Shikamaru mendapat hendikan bahu dari Ayumu.
"Entahlah. Aku tidak tahu."
Kemudian suasana hening setelah Ayumu mengatakan hal tadi. Namun, keheningan tidak berlangsung lama karena Ayumu kembali membuka suara,
"Apa kau tahu Naruto dimana? Dari kemarin aku mencarinya, tapi tidak pernah ketemu," ujar Ayumu membuat Shikamaru penasaran tujuan Ayumu mencari Naruto.
"Untuk apa kau mencari Naruto?"
"Yahh.. Aku ingin menantangnya bermain Shogi." Perkataan Ayumu membuat Shikamaru bersemangat.
"Kenapa harus mencari Naruto jika ada yang lebih hebat darinya," kata Shikamaru dengan sedikit bangga. Rasa bosannya seolah hilang entah ke mana. "Kebetulan aku ingin mencari kegiatan untuk menghilangkan bosan."
"Begitu, ya. Baiklah! Ayo kita bermain, Akuma-san," kata Ayumu.
"Panggil saja aku Shikamaru. Dan dari aura yang kurasakan dari tubuhmu, kau Da-Tenshin?" Pertanyaan Shikamaru dibalas anggukan oleh Ayumu.
"Jadi,.. Ayo kita mencari tempat untuk bermain."
Akhirnya mereka mencari tempat yang nyaman untuk bertanding Shogi.
Skip
Masih di sekitar area yang sama. Terlihat Shikamaru dan Ayumu duduk berhadapan dengan papan kayu shogi di tengah mereka.
Ctak
Tepat saat Shikamaru meletakkan bidak Hisha yang sudah ber-propotion di depan bidak Gyokushou, Ayumu berteriak frustasi, "HUAAA! KENAPA AKU KALAH LAGI SIH?!"
Sedangkan Shikamaru hanya memperlihatkan wajah bosannya. "Mendokusai.. Tenanglah. Kau hanya kalah beberapa kali," kata Shikamaru santai sekaligus acuh
"BEBERAPA KALI APANYA?! SELAMA DUA JAM, AKU SUDAH LIMA PULUH DUA KALI, TAHU!"
Shikamaru hanya diam mendengarkan Ayumu mengoceh. Namun, entah kenapa ia merasa ada yang janggal. Ia menatap ke sekeliling dan hanya menemukan keadaan taman yang begitu sepi.
"Ayumu!" panggil Shikamaru membuat Ayumu berhenti mengoceh. "Sepertinya ada yang aneh. Lihatnya sekitar."
Ayumu mengedarkan pandangannya ke sekitar dan hanya menemukan taman yang hanya di tempati oleh mereka berdua. Ayumu merasakan aura lain selain mereka. Dan benarnya saja, saat Ayumu dan Shikamaru menatap ke atas, terdapat sosok yang terbang dengan sayap hitamnya.
"Wah, wah, wah.. Tak kusangka akan menemukan kalian di tempat ini," kata sosok tersebut sambil memandang Ayumu dan Shikamaru. "Dan apa ini? Da-Tenshin dan Akuma bermain shogi? Heh! Seharusnya kalian bertarung."
"Apa masalahmu, Warui!? Aku mencari ketenangan, bukan pertempuran," kata Ayumu menatap tajam sosok yang ia panggil Warui.
"Heh! Ketenangan bagi fraksi Da-Tenshin adalah tiadanya Akuma dan juga Tenshin. Kau harus tahu itu, Ayumu!" Warui juga menatap Ayumu dengan pandangan tajam juga. Rambut hitam pendeknya berkibar terkena angin. Ia juga memakai pakaian jas hujan berwarna coklat. (Bayangin aja kayak jas yang dipakai sama Kuchisake Onna :v).
"Kau hanya mementingkan fraksi Da-Tenshin. Aku ingin semua bisa merasa kedamaian, Da-Tenshin, Tenshin, Akuma, Ningen, Youkai, Vampire, dan seluruh makhluk di alam semesta ini!" seru Ayumu dengan nada sedikit berteriak.
"Keras kepala seperti biasa, ya. Baiklah, jika kau tidak menuruti perintah dari Kokabiel-sama, terpaksa aku akan membunuhmu!"
Cling
Terlihat di tangan Warui terdapat tombak cahaya bermata tiga(bayangin tombak dewa Neptunus -_-")
"RASAKAN!" Warui langsung melempar tombak ke arah Ayumu yang hanya diam.
Tang
Tombak tadi memantul saat membentur sesuatu seperti perisai transparan sebelum tombak tadi menyentuh dada Ayumu.
"Maaf saja, Warui. Kita sudah pernah sparing, dan aku pemenangnya. Dan kali ini aku juga akan memenangkan pertarungan ini," kata Ayumu sambil merentangkan tangannya ke samping.
Dengan ajaib, di sekeliling tubuh Ayumu tercipta 10 buah peluru berwarna putih yang terbuat dari cahaya. Kemudian, Ayumi menyentak tangannya ke depan dan peluru-peluru ciptaan Ayumu segera melesat ke arah Warui.
Warui yang tidak ingin peluru Ayumu menembus tubuhnya, ia mencipatak tombak di masing-masing tangannya, dan ia menggunakan tombak itu untuk menangkis peluru Ayumu. Namun, peluru yang berhasil di tangkis oleh Warui tidak menghilang, melainkan kembali menyerang Warui.
"Kuso! Peluru yang merepotkan," gumam Warui sambil terus menangkis peluru cahaya Ayumu. Ia tidak bisa memberikan serangan karena harus menangkis peluru yang menurutnya merepotkan.
Ayumu yang melihat Warui kerepotan menahan peluru yang ia kendalikan, ia mulai merentangkan tangannya ke atas, lebih tepatnya ke arah Warui. Di depan tangan Ayumu, tercipta salah satu bidak shogi transparan seukuran tubuhnya.
"Power Shogi: Kyousha!"
Wuss
Bidak transparan yang merupakan serangan dari Ayumu segera melesat ke arah Warui yang belum menyadari adanya serangan.
Jduum!
Ledakan terjadi di tempat Warui. Menciptakan asap ledakan di udara. Beberapa detik kemudian, Warui terjatuh dari terbangnya dan mendarat dengan kasar di tanah.
Brugh!
"Ugh!" rintih Warui. "Ku-kuso! Kau akan membayarnya," ucap Warui mencoba bangkit, namun, tubuhnya seperti tidak memiliki tenaga karena serangan Ayumu.
"Aku tidak akan membayarnya, Warui." Dengan hitungan 2 detik, Ayumu sudah berdiri di dekat Warui.
Warui membulatkan kedua matanya saat Ayumu tiba-tiba sudah ada di depannya dengan menatapnya tajam.
"Aku tidak akan membayar apa yang telah kulakukan kepadamu karena kau akan mati hari ini." Di tangan Ayumu tercipta tombak cahaya berwarna putih. Dengan cepat, Ayumu menusukkan tombaknya ke dada kiri Warui.
Jleb!
"ARRrrgh!"
Dengan sekejap, tubuh Warui telah hangus meninggalkan beberapa helai bulu sayap berwarna hitam
Shikamaru yang melihat itu hanya memandang Ayumu bosan. "Hey! Kau ingin melanjutkan permainan?" tanya Shikamaru menarik perhatian Ayumu.
Ayumu membalikkan badannya untuk menatap Shikamaru. "Mungkin lain kali lagi. Aku harus pergi untuk melaporkan hal ini kepada Azazel." Ayumu segera mengeluarkan saya hitamnya, kemudian segera pergi meninggalkan Shikamaru yang hanya diam.
Kemudian Shikamaru ikut pergi, namun dengan jalan kaki.
.
.
Sore hari di dunia Yokai (A/N: Saya membuat waktu di dunia Youkai dan Manusia sama).
Naruto terlihat tengah bermain bersama Kunou. Tak lupa beberapa teman Kunou yang ikut bermain bersama mereka. Salah satunya Yokai Ookami berumur sekitar 10 tahun yang saat ini tengah mengejar Naruto.
"Ayo tangkap aku, Yumi-chan!" seru Naruto sambil berlari menghindari tangkapan dari Youkai kecil.
"Hah,.. Hah,.. Hah,.." Youkai yang Naruto panggil Yumi berhenti mengejarnya dan jatuh terduduk karena kelelahan. "Berhenti,.. Hah,.. Nii-chan," gumam Yumi sambil merebahkan tubuhnya di rerumputan. (Saya buat halaman bermain milik Kunou beralaskan rerumputan).
"Kau sudah menyerah ne, Yumi-chan?" tanya Naruto sambil mendekati Yumi.
Sedangkan Yumi hanya menyeringai tipis. Setelah Naruto di sampingnya, Yumi segera bangkit dan menyentuh tangan Naruto seraya berucap, "Kau kena, Nii-chan!" Setelah mengatakan itu, Yumi segera berlari diikuti teman-temannya yang lain.
"Nii-chan jaga!" seru anak perempuan yang lain sambil berlari sekuat tenaga.
Dengan semangat, Naruto segera berlari mengejar anak-anak yang berlari menghindarinya. Sebenarnya Naruto bisa saja memenangkan permainan dengan cepat, hanya saja bermain sedikit lama itu menyenangkan. Apalagi bermain dengan para loli.
Terlihat Youkai Kucing yang berkeringat dingin saat Naruto berlari di belakangnya. "Uwaaa~.." Yokai tadi mempercepat larinya ketika Naruto hendak meraihnya.
"Kemari kau, Clara-chan.. Muahaha.." ancam Naruto dengan tawa pedofilnya.
Namun, permainan mereka harus terhenti saat waktu sudah menunjukkan tanda-tanda bahwa malam akan tiba.
Naruto berhenti mengejar para loli yang terlihat kelelahan. Kemudian Naruto memberi aba-aba untuk berhenti.
"Minna, karena waktu sudah hampir malam, sebaiknya kita sudahi saja permainan ini," kata Naruto membuat mereka kecewa.
"Yahh~.. Nii-chan.. Kok sudah, sih?" tanya salah satu dari mereka dengan wajah kecewa.
"Ahahaha.. Mau bagaimana lagi, Kushii-chan. Sebentar lagi malam, dan kalian juga harus pulang," ucap Naruto menasehati.
"Umuu~.." Salah satu dari mereka mendekat ke arah Naruto. "Ano.. Apa Nii-chan bisa bermain dengan kami lain kali?" tanya anak tersebut yang memiliki surai berwarna pink.
Naruto hanya tertawa geli mendengar pertanyaan anak tersebut. "Tentu saja, Mira-chan. Suatu hari nanti Nii-chan akan datang untuk bermain dengan kalian lagi," ujar Naruto sambil menyamakan tingginya dengan Mira.
"Yey! Kalau begitu, kami pergi dulu, Nii-chan!" seru Mira sebelum mencium pipi Naruto, setelah itu ia berlari meninggalkan halaman bermain.
Sedangkan teman-teman Kunou hanya mengikuti tindakan Mira. Mencium pipi Naruto dan berlari meninggalkan taman bermain.
Naruto sempat down beberapa detik mendapat perlakuan tak terduga seperti tapi. 'Sepertinya aku telah menjadi Dewa Lolicon,' batin Naruto.
"Hmph!" Kunou memalingkan wajahnya melihat kejadian tadi. Seperti ada perasaan tidak rela di hatinya saat melihat Naruto dicium temannya.
"Hahh~.. Baiklah, Kunou-chan. Sebaiknya kita kembali ke Istana," kata Naruto sambil mendekati Kunou, tapi, Kunou justru pergi mendahului Naruto. "H-hey! Tu-tunggu, Kunou-chan!" seru Naruto sambil berlari menyusul Youkai Kitsune tersebut.
.
.
At Human World
Terlihat Akuma berambut merah tengah duduk melamun di sebuah kursi. Di sampingnya, terdapat Akuma berambut hitam.
"Rias, sekarang sudah sore," ucap Akuma yang memiliki surai hitam dikuncir kuda, Himejima Akeno.
Mengerti maksud Akeno, Rias segera beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah kamar mandi yang terletak di ruangan tersebut. Setelah masuk, Rias segera melepas seluruh pakaiannya, memperlihatkan tubuh yang menggoda kaum Adam.
Air mengguyur tubuh sexy-nya, namun, sang pemilik tidak menikmati bulir air yang membasahi tubuhnya. Rias sibuk dengan pemikirannya, lebih tepatnya masalah Rating Game yang akan di adakan dua minggu lagi.
'Apakah aku bisa memenangkan Rating Game tersebut?' tanya Rias di dalam hatinya. Ia merasa ragu untuk meyakinkan dirinya bahwa ia bisa memenangkan Rating Game.
Ia merasa bahwa dirinya dan Peeragenya sama sekali tidak ada apa-apanya dengan Raiser. Rias sangat gelisah. Ia panik. Dan ia juga merasa tidak berguna. Bahkan ia sendiri merasa tidak memiliki kemampuan sedikit pun.
"Tidak punya kekuatan..," gumam Rias menundukkan kepalanya. Ia teringat dengan mantan Pionnya yang ia hina dulu, Naruto. Sekarang Rias paham perasaan Naruto dulu. Paham seperti apa rasanya tidak berguna. Paham bagaimana rasanya tidak mempunyai kemampuan. Ia merasa bersalah kepada Pion-nya dulu. Ia ingin meminta maaf, namun, ia ragu Naruto akan memaafkannya dengan mudah setelah perlakuannya dulu, mencaci, menghina, serta menghianati perasaannya.
Tak terasa setetes liquid bening menuruni pipinya, berbaur dengan air yang membasahi tubuh indahnya.
"Gomenasai, Naruto-kun."
.
.
SING
Sebuah kilatan berwarna kuning muncul di sebuah kamar dan kemudian mengeluarkan sesosok Akuma berambut kuning dengan poni yang menutupi setengah wajah kirinya. Mengenakan pakaian kaos santai berwarna oranye.
"Hahh~.. Sampai juga," gumam Sosok tersebut sambil merebahkan tubuhnya di sebuah kasur yang sudah disediakan di kamar tersebut. "Ternyata sudah hampir malam," gumam pemuda tersebut yang ternyata sang tokoh utama fic ini, Uzumaki Naruto.
Dirinya baru saja kembali dari dunia Youkai untuk mengantarkan Kunou kembali kepada Yasaka, orang tua Kunou. Sebenarnya Kunou masih belum ingin pulang, tapi Naruto memaksa Kunou untuk segera menemui orang tuanya karena tidak afdol jika anak yang masih kecil berada jauh dari orang tuanya. Setelah bujukan dari Naruto, akhirnya Kunou mau kembali pulang ke dunia Siluman.
"Hahh.." Lagi-lagi suara desahan lelah berasal dari Naruto yang yang tengah memejamkan matanya. Padahal jam menunjukkan pukul 20.03, tapi dirinya merasa lelah dan ngantuk secara bersamaan.
Cklek
Pintu kamar terbuka membuat Naruto harus melihat siapa yang datang. Di ambang pintu, terlihat sesosok Akuma berambut putih dan bertubuh mungil tengah memakai baju putih dengan beberapa gambar kepala kucing di bajunya. Dialah Toujou Koneko, salah satu Akuma klan Geremory yang tinggal bersama Naruto.
"Kau dari mana, Naru-kun?" tanya Koneko sambil berjalan ke arah Naruto yang mencoba bangun dari rebahannya. Kemudian duduk di damping Naruto.
"Ah! Neko-chan. Tidak dari mana-mana, hanya mengantar Kunou-chan kembali ke orang tuanya," kata Naruto membuat Koneko memperlihatkan wajah gembiranya.
"Hontou ni?"
"Hontou desu, Koneko-chan. Nandemo?" tanya Naruto melihat gelagat aneh dari Koneko yang hanya senyun-senyum sendiri.
"Iie.. Nandemonai," ucao Koneko. 'Yatta! Berarti selama aku pergi, Naru-kun tidak akan bermain dengan Kunou-chan,' batin Koneko dengan iner yang berbunga-bunga.
"So-souka," gumam Naruto sambil berkeringat dingin. "Ano.. Yang lain kemana? Apa mereka sedang menonton TV?" tanya Naruto dibalas anggukan oleh Koneko.
"Hum. Mereka sedang asik nonton TV," jelas koneko.
"Oh, ya.. Lalu ada urusan apa kau masuk ke kamarku?"
"Eee.. Tadi aku merasakan aura Naru-kun di lantai atas, jadi aku langsung datang saja ke sini," kata Koneko yang hanya dibalas anggukan pelan oleh Naruto.
"Ohh... Ku kira ada sesuatu yang ingin kau sampaikan." Naruto merapatkan tubuhnya ke badan mungil Koneko. Mencari kehangatan karena udara sedikit dingin.
"Ada juga sesuatu yang ingin ku beritahu kepada Naru-kun,"
"Apa itu?" Naruto menatap Koneko yang juga menatapnya.
"Besok aku akan pergi berlatih bersama Rias-Buchou untuk Rating Game. Mungkin selama dua minggu aku akan pergi."
"Hmm.. Begitu, ya. Yahh.. Boleh-boleh saja kau oergi, tapi kau harus berhati-hati dan jaga kesehatanmu, ya," ucap Naruto sambil mengusap kepala Koneko lembut.
Sedangkan Koneko yang mendapat perhatian dari Naruto hanya menganggukkan kepala denga wajah bersemu merah.
"Umm.."
"Baiklah. Agar kau tidak kelahan dalam bepergian besok, lebih baik kau istirahat dengan cepat," saran Naruto dibalas gelengan oleh Koneko.
"Tidak mau. Karena selama dua minggu kita tidak akan bertemu, jadi aku ingin kita menghabiskan malam ini dengan berdua di kamar sampai pagi. Bagaimana?"
"Ta-tapi, kau harus ist-hmph!" Perkataan Naruto terpotong saat Koneko mencium bibirnya dengan tiba-tiba. Naruto tidak terkejut karena Koneko sering melakukan ini.
Tiga menit mereka berpagutan, akhirnya mereka harus melepas ciuman mereka karena pasikan udara yang menipis.
"Jadi,.. Bagaimana, Na-ru-to-kun~?" tanya Koneko dengan nada sensual. Ia memasang pose menggoda membuat Naruto harus menelas ludah bulat-bulat.
"Kuso!" sungut Naruto. Dengan kecepatan hiraishin, Naruto segera membaringkan tubuh mungil Koneko di kasur.
"Kyaa!" Koneko hanya menjerit terkejut mendapat serangan dadakan dari Naruto. "Ahmmhh~~.." Dirinya harus mendesah saat Naruto mencium bibirnya dan meremas dada kirinya yang masih terbalut baju.
Akhirnya mereka bermain hingga semalaman, bahkan hingga pagi hari.
.
.
08.13
Di sebuah ruang ORC, terlihat segerombol Akuma klan Geremory tengah duduk menunggu salah satu anggotanya yang tersisa. Tak lupa dua Akuma klan Sitri yang juga duduk di sebuah sofa ruangan tersebut. Mereka datang berkunjung ke ruang ORC untuk memberi semangat berlatih kepada Peerage klan Geremory.
Mereka kini tengah berbincang ringan, tapi, tidak dengan Iblis berambut merah yang sedari tadi hanya melamun. Namun, lamunannya harus terbuyar saat sahabatnya, Sitri Sona, menegurnya.
"Rias, sedari tadi kau melamun. Apa ada yang mengganjal pikiranmu?" tanya Sona membuat Rias tersentak.
"Ah! Tidak. Aku hanya memikirkan Rating Game yang akan berlangsung," kata Rias dengan nada lirihnya. "Entah kenapa aku merasa tidak yakin bahwa tim kami akan menang."
"Kau harus berpikiran optimisme, Rias. Bukankah itu yang harus dilakukan pemimpin untuk menyemangati anggota-anggotanya," ucap Sona membuat Rias sedikit lebih baik.
"Kau benar. Aku harus berpikir secara positif. Arigatou, Sona, kau adalah sahabat terbaikku," kata Rias dibalas anggukan oleh Sona.
SIINNGG
Sebuah lingkaran sihir berwarna kuning bersinar di lantai ruangan membuat Rias dan yang lainnya bingung dengan lambang lingkaran tersebut, kecuali Kiba yang sudah tahu lingkaran milik siapa itu.
Terlihatlah dua sosok berbeda jenis kelamin setelah lingkaran sihir tadi menghilang. Salah satu sosok tersebut memiliki poni yang menutupi wajah kirinya.
"Koneko-chan, Naruto-san," gumam Asia melihat kehadiran dua orang yang bernama Naruto dan Koneko.
"Hai, Asia-chan," kata Naruto mendengar gumaman Asia. Sedangkan Koneko hanya bergumam, "Hn" kepada Asia.
Sona yang melihat kehadiran Naruto sedikit maikkan alisnya. "Uzumaki-san, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Sona menatap bingung Naruto.
"Ah! Sona-chan. Maa~.. Bukan kah sudah ku bilang untuk memanggilku Naruto? Kau terlalu formal, Sona-chan. Dan untuk kedatanganku ke sini, aku hanya ingin mengantar Koneko-chan dan memberikan semangat kepada mantan Bochou-ku," kata Naruto membuat Rias menundukkan kepalanya.
Sona hanya diam mendengar perkataan Naruto, kemudian menghela nafas, "Hah~.. Begitu, ya."
"Yap! Dan untuk Geremory-san, semoga sukses dengan latihannya dan semoga berhasil memenangkan Rating Game," ucap Naruto dengan nada datar mendadak.
Koneko yang mendengar nada datar Naruto langsung menggenggam salah satu tangan Naruto. "Naru-kun," gumam Koneko sambil menatap Naruto.
Naruto yang merasakan genggaman di tangannya, melihat siapa sang pelaku dan menemukan Koneko yang menatapnya. "Dan, Koneko-chan," ucap Naruto dengan wajah melembut. "Berlatihlah dengan sungguh-sungguh dan berjuanglah. Aku akan menunggumu puang."
Mendengar ucapan penyemangat dari Naruto, Koneko menampilkan senyum manisnya yang tidak pernah ia berikan kepada siapa pun kecuali Naruto tercintanya. "Ha'i! Aku akan berlatih dengan sungguh-sungguh!"
"Bagus! Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Aku sangat lelah setelah kegiatan tadi malam," kata Naruto sambil merenggangkan otot-ototnya sampai terdengar suara tulang Naruto yang bergemelutuk.
"Tidak apa," ujar Koneko.
Setelah mendapat persetujuan dari Koneko, Naruto berniat untuk pergi. Tapi sebelum itu, ia menatap ke arah Kiba. "Kiba, kau juga semangat berlatih dan tunjukkan kemampuanmu."
"Tentu saja, Naruto. Aku akan berlatih dengan keras!" seru Kiba mendapat kekehan dari Naruto. Kemudian, Naruto pergi dengan lingkaran sihir bergambar kunai cabang 3.
Setelah kepergian Naruto, Koneko memasang wajah datarnya kemabli. Dan Rias beserta Peeragenya segera pergi ke Underworld
.
.
T.B.C
Sepertinya chapter ini sedikit gaje :v
Ctek
Lampu di sebuah ruangan menyala dengan terang, memperlihatkan puluhan makhluk dari berbagai fraksi tengah duduk di bangku yang sudah berjajar rapi. Tapi, seseorang dari fraksi manusia tengah berdiri membelakangi sebuah layar lebar yang memperlihatkan review dari penggemar Naruto DxD.
"Ekhem!" Suara dehaman berasal dari ssosok Ningen tadi. Dirinya tengah memperlihatkan ekspresi ngantuk+lelah. Kemudian, sosok tadi kembali membuka suara, "Baiklah. Sebelumnya saya ucapkan selamat datang kembali dalam fic saya. Dan saya juga minta maaf jika wordnya sedikit." Sosok tadi duduk di bangku khusus miliknya. "Seminggu yang lalu saya harus pergi ke Jawa bersama Drago, Tigres, Rabrito, Katty, dan tujuh sahabatku yang lainnya. Jadi, saya tidak sempat untuk mengetik. Beberapa hari yang lalu saya sudah kembali dari Jawa, dan mulai mengetik dengan secepat yang saya bisa. Maaf jika di chapter ini banyak typo, alur tidak jelas, dan banyak kesalahan lainnya." Setelah mengatakan hal itu, sosok yang bernama Hashaka Lio, kembali menatap layar yang ada di belakangnya.
"Dan langsung saja mari kita balas review dari reader dan Author senpai yang lain," kata Lio menatap beberapa review. "Akeno-chan, tolong bacakan review yang pertama."
"Ara-ara.. Baiklah, Lio-kun," ucap Akeno dengan nada manja, kemudian membaca review di layar. " Review dari aulshi. Isinya, 'Akhirnya nongol juga fufufufu.. Tante Gabriel gak bisa masuk Harem Naru ya? Atau Tante rossewiese? Hmmmm masa pair Naru loli semua (TT) kasih yg gedean dikit dong'," kata Akeno dengan tatapam genit yang membuat Lio merinding.
"Thanks review-nya, Aulshi-san. Kalau soal Gabriel, sepertinya tidak masuk. Tapi, nggak tahu juga ke depannya, jika ada yang menyaranka Gabriel masuk, saya akan memasukkan dia. Kalau Rossweise,.. Hmmm.. Sepertinya tidak. Yahh.. Sepertinya, sih..," kata Lio dengan tatapan bingung. "Seperti yang sudah aku katakan di chapter kemarin. Bukan loli aja pair Naruto, tapi juga ada yang dadanya gede. Salah satunya Akeno," jelas Lio mengakhiri balasannya.
Lio menatap Kokabiel. "Kokabiel, tolong bacakan review selanjutnya."
"Review selanjutnya dari Awal uchiha. 'Adegan pertarungannya kelamaan'," kata Kokabiel membacakan review.
"Hmm.. Setelah saya pikir-pikir, benar juga. Untuk pertarungan Naruto dan Raiser mungkin chapter depan. Aku pun sempat bingung ingin membuat Naruto memenangkan permainan dengan cepat, atau sedikit bermain-main dengan Raiser lebih lama. Tapi akan kupikirkan lagi dengan sempurna," kata Lio. Kemudian kembali menatap layar yang ada di belakangnya.
"Review dari Kazeryuu-san yang akan dibacakan oleh Michael-Dono," kata Lio seraya menyeruput teh yang ada di samping laptopnya.
Michael mengangguk sesaat sebelum membaca review, "Apa nanti Ophis jadi pairnya Naruto juga?'. 'Oh, ya. Apa nanti Naruto akan ikut urusan Rias masalah pertunangannya...kuharap gak ya..'," ujar Michael.
"Hmm.." Lio bergumam, kemudian kembali berucap, "Untuk Ophis kemungkinan akan jadi pairnya Naruto. Dan soal Naruto dan pertunangan Rias,.. Gomenasai, sepertinya harapan anda tidak terkabul, Kazeryuu-san. Saya sudah lama akan berencana membuat Naruto terlibat dalam pertunangan Rias." Lio kemudian menggeser layar smartphonenya, dan secara tidak ajaib, layar lebar yang ada di belakangnya juga bergeser ke bawah.
"Kali ini Review dari Rain senpai. Irina-chan, tolong bacakan," pinta Naruto dibalas anggukan semangat oleh Irina.
"Dari Rain714. Isi Reviewnya, 'Yosh Ganbatte, Senpai!... Walaup HP mu rusak tetapi semangat menulis mu tidak meredup, Nice Senpai!... Di tunggu kelanjutannya yah!..," kata Irina dengan riang, kemudian kembali membaca review, "Apakah Akeno juga bakal jadi salah satu Harem nya Naruto?'."
"Arigatou reviewnya, senpai. Dan terima kasih juga atas semangatnya!" seru Lio. "Hmm.. Soal Akeno,.. Sepertinya iya. Walau saya suka loli, tapi saya juga masih suka sama yang boing-boing.. Ehehe..," kata Lio di akhiri dengan cengiran+tawa mesumnya.
"Baiklah, lanjut ke review selanjutnya dari Ocan D Law, dan Sasuke akan mem-.. Eh?" Ucapan Lio terhenti saat melihat sosok berambut pantat ayam tengah duduk di samping seorang perempuan berambut putih berkulit pucat dan bermata tiga. "KENAPA KAU ADA DI SINI, HAH?!" tanya Lio sambil menunjuk-nunjuk Sasuke yang hanya berwajah datar.
"Hn. Di rumah bosan. Lebih baik aku duduk di sini sambil melihatmu berkicau aneh di depan," kata Sasuke dengan tetap teguh dengan wajah datarnya.
"TAPI KENAPA KAU DUDUK DI SITU?!" teriak Lio dengan kepala membesar kayak anime.
"Lalu?"
Twich!
Urat kekesalan tercetak di kepala Lio saat Sasuke bertanya dengan nada tak peduli. "KAU DUDUK DI BANGKU PENONTON, BAKA TEME!"
Sasuke hanya diam mendengar protesan dari Lio. Kemudian ia berdiri dari duduknya. "Hn. Lain kali, masukkan aku ke dalam cerita ini, agar aku bebas melihatmu berceloteh," kata Sasuke sebelum berjalan ke arah bangku penonton.
"Hahh~.." Lio mendesah pasrah dengan sifat Sasuke yang sudah kelewat OOC dan selalu menyusahkannya. Ia masih ingat saat pertama meminjam Sasuke yang katanya Masashi tidak menyusahkan.
Flash back
Terlihat Lio duduk di sebuah sofa yang teramat sangat empuk. Di depannya terdapat seseorang pria paruh baya berbaju putih.
"Jadi, ada keperluan apa anak muda sepertimu menemuiku?" tanya pria tadi yang tak lain dan tak bukan adalah Masashi Kishimoto.
"Ano.. Begini, Oyaji-san. Saya ingin meminjam beberapa karakter anime Naruto. Seperti Naruto, Sasuke, Shikamaru, dan lainnya. Dan saya sudah meminjam karakter milik Iciei Ishibumi Ji-san untuk fic kedua saya. kata Lio menerangkan.
"Boleh saja. Kau pasti akan suka dengan karakter buatanku, termasuk si Sasuke itu. Aku jamin dia tidak akan merepotkanmu," kata Masashi dengan senyum misterius.
"Baiklah. Arigatou telah mengijinkan, Oji-san."
Flash back end
"Hahh~.. Baiklah. Mari kita lanjutkan. Ichigo!" seru Lio seraya menatap Ichigo yang sedari tadi hanya memoles pedangnya.
Ichigo merasa namanya dipanggil, segera menaruh pedangnya. "Review selanjutnya dari Ocan D Law yang isinya, 'Ehh ane kira cewek oppai gede gak masuk harem naruto thor. loli terbaik!" kata Ichigo. Sedangkan Rukia yang ada di sampingnya hanya menatap Ichigo dengan pandangan yang sulit diartikan.
"Kau menyukai loli?" tanya Rukia.
"Te-tentu saja tidak! Aku hanya membacakan review!" kata Ichigo memberi alasan.
"Hahh~~... Dasar kalian berdua," gumam Lio sebelum kembali menatap Kamera yang dipegang oleh Drago, sang Kamera-man. "Baiklah, terima kasih telah mereview Ocan-san. Aku setuju dengan anda bahawa Loli itu memang terbaik! ALL HAIL LOLI!" seru Lio dengan tangan terkepal. "Ekhem! Baiklah.. Saya menambahkan karakter ber-Oppai besar karena banyak yang tidak terima jika isinya loli semua. Alasan lainnya yaitu,... Saya juga suka beberapa karakter ber-Oppai besar. Ok, sekian."
Kemudian Lio menatap kembali review berikutnya. "Issei, bacakan review selanjutnya."
Issei dengan semangat berkata, "Yosh! Review kali ini dari Raynoval, isinya, 'Lemon nya cuk dong.. wkowkowko," kata Issei dengan pandangan mesumnya. Kemudian bangkit dari duduknya dan berlari ke arah kamar mandi. Terlihat di hidungnya terdapat setetes darah segar mengalir.
"A-ahaha.." Lio tertawa canggung, kemudian berdeham, "Ekhem! Baiklah, untuk adegan lemon itu masih lama. Mungkin setelah Rating Game selesai, atau mungkin setelah penyerangan Kokabiel. Tapi tidak tahu juga. Dan terima kasih sudah mau mereview."
"Dan kali ini dari Devile25 yang akan di bacakan oleh si Mesum-Azazel."
Sedangkan Azazel yang mendengar kata Lio hanya menyeringai. "Aku bukan mesum, tapi,... SUPER DUPER MESUM!" seru Azazel mendapat tatapan sweatdrop dari yang lain, kecuali Koneko dan Sona, serta Sasuke yang berwajah datar sedang duduk di bangku penonton... Sendirian.
Azazel kemudian membacakan review, "Cuy, ayolah update lebih cepat, gwe tuh suka ama crita lu tpi updatenya lama bener."
"Wahh! Arigatou telah menyukai karya saya. Padahal karyaku tidak bagus, loh.. Apalagi banyak typo dan alur yang tidak sesuai," ucap Lio. "Dan.. Soal lama update, sebenarnya saya mau update lebih cepat, tapi masih ada fic lain yang belum kelar. Salah satunya yang berjudul 'Tsuki', tapi beberapa hari yang lalu udah update. Yahh.. Hanya itu sih alasanku update lama, maaf kalau mengecewakan," kata Lio sambil sedikit membungkukkan badan.
"Baiklah, review selanjutnya dari Genes-.. Eh!?" ucapan Lio terhenti, kemudian berseru, "UWOOooh! Dari Pak Gen! Jarang banget dapet review dari Pak Gen. Baiklah, review kali ini akan dibacakan oleh saya sendiri," kata Lio.
"Ekhem! Dari Genesis0417, isinya yaitu, 'Setelah beberapa tahun akhirnya up juga. Ku kira pensi tor. Ane mau req akeno masukin harem Naruto dong tor," kata Lio membaca review dari Genesis. "Ane penasaran fakta tentang Ophis tadi kan di sebutkan "kalau aku menjelma menjadi laki-laki aku bisa menghamili wanita, dan kalau dia menjelma jadi wanita bisa di hamili pria" nah yg bikin gw penasaran, misal ya ophis jadi wanita terus di hamili naruto, setelah melahirkan,.. dia menjadi pria terus ngehamili kuroka ( misal ) nah tar kalau anak anak nya dah pada gedhe manggil ophis apa coba ? ayah ? ibu ? wkwkwkwk," ucap Lio di akhiri dengan tawa ngakak.
Sedangkan Ophis juga memikirkan hal tersebut. 'Hmm.. Benar juga ya. Aku dipanggil Okaa-chan atau Otou-chan, ya?' batin Ophis dengan ekspresi berpikir. Namun hal itu justru membuat Lio hampir mati melihat ekpresi imut Ophis.
"Anoo... Sebenarnya Ane juga memikirkan hal yang hampir sama. Jika Ophis hamil, kemudian menjelma menjadi laki-laki, apa dia masih hamil atau ngga ya? Ane pun juga bingung. Tapiakan Ane buat simple aja deh... Dan untuk Akeno-chan, pasti akan ane masukkan, Pak. Dan mungkin Kalawarner dan Raynare akan masuk juga. And thanks for the review, Senpai!"
"Dan mari kita lanjutkan ke review berikutnya yang akan dibacakan oleh Momo-chan."
Momo yang mendengar kata Lio langsung mengangguk. "Review dari arif4342." Momo menjeda sedikit kalimatnya, kemuduan kembali melanjutkan. "Mantap kawan... dan lagi ada beberapa bagian yang bikin aku ketawa yakninya si Raiser dibuat bengong oleh ucapan naruto barusan yang bilang tadi. Dan juga kamu jangan lupa sertakan juga kek gimana naruto akan membuka jati dirinya ketika melawan raiser nanti disaat topengnya hancur," kata Momo, setelah itu Momo menampilkan pose berpikir. "Lalu apalagi ya? Mungkin itu saja dulu kawan karena ceritamu bisa bikin ketawa dan juga bisa membuat orang paham makna perjuangan."
"Ahaha.." Lio hanya tertawa canggung sambil mengganggaruk belakang kepalanya. "Arigatou, Aibo. Padahal jika menurutku sendiri fic milikku sama sekali gak ada apa-apanya, bahkan masih ada fic lain yang lebih bagus lagi. Dan jika untuk pertarungan Naruto dan Raiser, aku masih cari ide. Apa Naruto memakai topeng atau tidak. Soalnya Rias udah tahu jati diri Kitsune yang sebenarnya," kata Lio mengakhiri penjelasannya.
"Baiklah.. Kita lanjutkan review selanjutnya. Issei, tolong bacakan lagi reviewnya," perintah Lio membuat Issei sedikit menaikkan sebelah alisnya. Padahal dirinya baru saja kembali dari kamar mandi, tapi sudah langsung disuruh membaca revuee.
'Kenapa selalu aku yang membacakan review jika ada makna ecchi di dalamnya,' batin Issei. Namun, ia tidak begitu peduli dan tetap membacakan review. "Dari OXed13ND yang isinya, 'Masih menunggu adegan kenthu dengan Akeno'," ucap Issei dengan tatapan mesumnya.
Lio menaruh telunjuknya di dagunya, kemudian berucap, "Untuk adegan lemon AkeNaru akan tampil dalam waktu lama. Mungkin setelah Rating Game," kata Lio membuat penggemar lemon kecewa. "Maklum saja jika lama.. Aku gak mau kehabisan ide untuk melanjutkan fic Kimochi," ujar Lio dengan tatapan tak kalah mesum dari Issei. "Tapi akan kuusahaka tampil lebih cepat."
"Baiklah! Kita lanjutkan. Kali ini dari fateseriesd48, isinya, 'Elele.. Siapa aja pairnya kimblet?'," kata Lio membacakan review dari fateseries.
Kemudian Lio menaruh telunjuknya di dagu. "Hmm... Untuk pair masih belum terpikirkan semua, yang pasti mungkin lebih dari tujuh pair. Dan untuk selengkapnya, saksikan ke depannya. And thanks atas reviewnya."
Lio melihat lagi layar ponselnya. "Dari dari KuroNeko2909 yang berisi, 'Semangat terus, kawan! Ditunggu update chapter berikutnya jangan lama-lama updatenya yah, kawan!" seru Lio. Kemudian, Lio menjawab review, "Ano.. Gomen, Kuro-san. Untuk update cepat sepertinya tidak bisa. Karena masih banyak fic saya yang masih belum Complete/Tamat. Mungkin sebulan 1x update, atau nggak dua bulan 1x. Tapi akan author usahakan up cepat," kata Lio mengakhiri pembacaan reviewnya.
Kemudian Lio menatap kamera. "Baiklah, sekian dari review yang telah saya bacakan. Maaf jika jawaban saya kurang memuaskan dan maaf juga untuk review yang tidak saya bacakan. Jangan berkecil hati, tetaplah berpikir positif, dan tetap review fic saya," kata Lio sambil tersenyum. "Oh, ya! Ada sedikit pengumuman dari saya. Fic yang berjudul 'Tsuki' sudah update beberapa minggu yang lalu. Silahkan dibaca dan review bagi yang minat baca. Satu lagi, fic Naruto DxD ganti summary, guys. Ok, sekian dari saya, dan saya ingatkan lagi untuk meninggalkan jejak di kotak review. Jumpa lagi di chapter depan, Jaa na~.."
Dengan perlahan, sorotan kamera beralih kepada para pemain fic Naruto DxD dan kemudian sedikit memburam dan menjadi gelap.
