Chapter 18

Disclaimer :

-Naruto : Masashi Kishimoto

-High School DxD : Ichiei Ishibumi

Rate : M

Adventure, Ecchi, Romance, School, Supernatural

Warning : typo,abal,gaje,ada lime lemon(bukan buah)

Summary : Naruto Uzumaki, pahlawan Konoha yang hampir mengalahkan Kaguya. Tapi ia harus mengorbankan dirinya dan terjebak di dimensi lain untuk selama-lamanya. Dengan kekuatannya yang tidak sengaja tersegel, bagaimana cara Naruto mendamaikan dimensi barunya bersama teman iblisnya ?

.

.

Author note: "Sebelumnya telah author peringatkan dari awal bahwa fic ini mengandung unsur dewasa. Jadi, jika menemukan hal-hal yang bersifat ecchi dan mesum, jangan salahkan author..."

"Ah! Dan satu lagi.. Untuk chapter ini, lebih tepatnya pertarungan Raiser dan Naruto, alurnya dan scane akan sulit untuk dipahami."

"Baiklah, maaf mengganggu aktifitas membacanya, dan mari kita lanjut ceritanya!!"

.

.

Kurang lebih 2 minggu kemudian :v

(Saya tidak menampilkan latihan Peerage Rias dkk)

Terlihat di sebuah tempat yang sangat luas, segerombol Akuma klan Geremory tengah berkumpul di tempat tertentu. Salah satu dari gerombolan tersebut tengah membicarakan sesuatu kepada Peeragenya.

"... Jadi seperti itu. Dan peraturan dalam Rating Game tidak terlalu sulit, hanya dilarang membunuh lawan," ucap sosok Akuma berambut merah yang merupakan Bochou dari Akuma muda klan Geremory, yaitu Rias Geremory

Mendengar penjelasan dari sang pemimpin sekaligus kekasihnya, pemuda berambut coklat yang bernama Hyodou Issei mengangkat tangan kanannya. "Ano, Bochou. Apa melukai lawan diijinkan?" tanya Issei mendapat perhatian dari Rias.

"Tidak masalah, asal tidak membunuh lawan. Paham?" Pertanyaan Rias dibalas anggukan paham oleh Issei.

"Baiklah, apa ada yang ingin ditanyakan lagi?" Rias menatap Peeragenya yang hanya diam. "Ok, jika tidak ada yang bertanya, kita akan segera pergi ke tempat pertandingan."

Semua mengangguk mendengar ucapan Rias, kecuali Issei yang berteriak semangat.

"YOSHH! MARI KALAHKAN PHENEX ITU!"

Kemudian, lingkaran sihir berwarna merah menelan mereka dalam sekejap. Tempat tujuan mereka hanya satu, yaitu ke tempat pertandingan Rating Game.

.

.

Uzumaki Naruto, seorang pemuda berambut pirang yang saat ini tengah melewati koridor Kuoh Gakuen sambil membalas sapaan murid-murid lain di lorong koridor.

"Hahh.. Sudah tiga belas hari Koneko-chan berlatih," gumam Naruto pelan. Semenjak kepergian Koneko, Naruto selalu bosan karena tidak ada yang bisa diajaknya bermain di ranjang (paham maksudnya 'kan :v). Apalagi Kunou yang sudah kembali ke dunia Yokai. "Tunggu dulu! Berarti hari ini adalah Rating Game dimulai. Yosh! Baiklah, aku akan ke Mekkai dan semoga Rating Game belum berakhir," kata Naruto sebelum menghilang dengan kilatan kuningnya.

SING

.

.

Underworld, Mekkai

"Hahh.. Hah.. Hah.."

Terlihat seekor Akuma bertubuh mungil dan berambut putih tengah berdiri dengan keadaan yang kacau. Luka bakar dan lebam menempel di tubuh kecilnya. Di belakang Akuma tadi, juga terdapat beberapa Akuma yang tengah terduduk dengan keadaan yang lebih kacau dari Akuma berambut putih. Salah satunya Akuma berambut merah yang terduduk karena tidak memiliki tenaga untuk bangun.

"HAHAHAH! Menyerahkan, Kalian!" ucap sosok Akuma berambut pirang yang berdiri beberapa meter di depan Akuma berambut putih tadi. "Kalian tidak akan bisa menang melawanku," ucap Iblis tadi dengan nada yang angkuh.

Tojou Koneko, nama dari Akuma berambut putih tadi yang masih berdiri di depan anggotanya. 'Aku tidak boleh menyerah,' batin Koneko sambil mengingat perkataannya dengan kekasihnya, Naruto.

Flash Back

Naruto dan Koneko duduk di ranjang kamar Naruto. Terlihat Naruto yang tengah menggenggam tangan Koneko.

"Koneko-chan, ketika pertandingan dimulai, kau harus tunjukkan seluruh kemampuanmu di hadapan Geremory itu," kata Naruto mendapat tatapan heran dari Koneko.

"Memangnya kenapa, Naruto-kun?"

"Agar ia tahu bahwa bukan Hyodou saja yang bisa diandalkan. Rias selalu membanggakan Issei karena bocah itu memiliki salah satu Sacred Gear dari ke-13 Longinus, dan karena itu Rias tidak terlalu peduli dengan perkembangan anggotanya yang lain. Jadi, aku ingin kau untuk menunjukkan seluruh kemampuanmu dan tunjukkan bukan Issei saja yang hebat," jelas Naruto panjang lebar.

Koneko yang mendengar penjelasan Naruto mengangguk dengan senyum manisnya. "Ha'i, Naruto-kun."

"Bagus! Tapi ingat, jangan memaksakan dirimu jika tidak sanggup menghadapi Raiser. Aku tidak ingin kau terluka."

Koneko hanya memerah mendengar perkataan Naruto yang terlihat mengkhawatirkannya. Kemudian Koneko mengangguk.

Flash Back End

'Aku tidak boleh menyia-nyiakan hasil latihanku bersama Naru-kun.'

Brak

Koneko memukul tanah di bawanya dengan kuat hingga sebongkah tanah melayang karena pukulan kuat Koneko. Dengan cepat Koneko menendang tanah di depannya ke arah Raiser yang hanya menunjukkan wajah angkuhnya.

Wus

Bongkahan batu itu melesat ke arah Raiser dengan cepat. Raiser menciptakan bola api di tangan kanannya dan dengan cepat melempar bola api ke arah bongkahan batu yang mengarah kepadanya.

Blar

Terjadi ledakan setelah benturan serangan Raiser dan serangan Koneko. Namun, Raiser harus melompat ke samping saat bongkahan batu lain hampir mengenai tubuhnya. "Cih! Rook dari Rias boleh juga," gumam Raiser menatap Koneko yang tengah mengatur napafasnya.

Rias masih terduduk lemas tak berdaya sambil menatap Koneko dengan pandangan yang sulit diartikan. 'Kenapa?.. Kenapa Koneko bisa sekuat itu?'tanya Rias di dalam batinnya. Ia tidak menyangka Koneko bisa bertahan selama ini, bahkan ia masih ingat saat pertandingan baru dimulai.

Flash Back

Terlihat di arena pertandingan yang berlatar belakang Kuoh High School, Iblis muda klan Geremory terlihat menunggu aba-aba dari Grayfia.

"Baiklah, karena kedua kelompok sudah siap! Dengan ini saya menyatakan... PERTANDINGAN DIMULAI!" seru Grayfia memberikan aba-aba bahwa pertandingan telah dimulai.

"Baiklah! Kita berpencar karena aku yakin Peerage Raiser pasti juga berpencar," kata Rias dengan tegas, kemudian ia menatap Issei. "Issei-kun, kau ikut denganku." Rias segera pergi bersama Issei untuk mencari keberadaan Raiser beserta Peeragenya.

Kurang dari 1 menit kemudian..

"Kedua Rook dan Kedua Bishop dari Raiser Phenex telah kalah oleh Rook dari Geremory-sama. Dan mereka tidak bisa melanjutkan pertandingan," kata Grayfia bergema memenuhi ruangan.

Terlihat Rias dan Issei sangat terkejut mendengar perkataan Grayfia. Dirinya dari tadi terus mencari keberadaan lawan, sedangkan Rooknya, Koneko, telah mengalahkan empat lawan sekaligus.

Flash Back End

Kembali ke waktu sekarang.

Terlihat Raiser yang menyeringai sambil menatap ke arah Koneko. "Heh! Boleh juga untuk Akuma rendahan sepertimu," ujar Raiser namun tidak diindahkan oleh Koneko. "Baiklah! Aku akan mengakhiri ini" Raiser menciptakan puluhan bola api di sekelilingnya, dengan perintah Raiser, puluhan bola api tadi segera melesat ke arah Rias dan seluruh peeragenya yang sekarat.

Wus!

Jdum! Dum dum dum!

Koneko segera membuat dinding pelindung dari tanah, namun, itu belum cukup untuk menahan serangan Raiser, hingga ledakan beruntun pun tak bisa terelakkan. Asap mengepul di tempat kelompok Rias hingga menutupi area sekitar.

Kemudian suara Grayfia terdengar lagi. "Kelompok Geremory-sama tidak dapat melanjutkan pertandingan. Dengan ini, saya nyatakan Raiser-sama yang memenangkan Rating Game!" seru Grayfia mendapat tepukan tangan dari para penonton yang hadir.

Terlihat di salah satu bangku penonton, seorang pemuda berambut pirang dengan poni menutupi wajah kirinya. Kemudian sosok tersebut tersenyum lembut. 'Kau memaksakan diri, Koneko-chan,' batin sosok tersebut yang tak lain dan tak bukan adalah tokoh utama fic ini, Uzumaki Naruto. Kemudian Naruto menghilang dengan kilatan kuning.

SING

Yap! Benar! Tadi adalah Naruto yang telah sampai di Mekkai saat pertengahan pertandingan. Kehadirannya tidak diketahui oleh para petinggi Underworld karena Naruto menekan seluruh auranya hingga titik terendah.

.

.

SING

Naruto muncul kembali di suatu tempat, lebih tepatnya di belakang sekolah. Ia cukup terhibur dengan pertarungan Rias dan Raiser, walau sebenarnya Koneko lah yang paling banyak menyerang.

"Hahh.. Semoga Koneko-chan baik-baik saja," gumam Naruto sambil mengingat Koneko yang terlalu memaksakan dirinya. Tapi ia tidak terlalu khawatir Karena ia yakin Koneko akan sembuh dengan cepat, mengingat bahwa Naruto sudah mengajarkan teknik penyembuhan dengan menggunakan Senjutsu.

Naruto melihat ke sekitar dan tidak menemukan siswa/siswi yang berkeliaraan. "Mungkin pelajaran sudah dimulai," gumam Naruto bernostalgia. "Sebaiknya aku kembali ke kelas." Dengan langkah perlahan Naruto berjalan menuju ke kelasnya.

.

.

Malam hari di kamar Naruto

Sreksreksrek

Sebuah suara berasal dari ujung pena yang bergesekan dengan sebuah kertas dan menciptakan goresan tinta di atasnya. Saat ini, Naruto tengah menulis sesuatu di kertas tersebut.

"Hahh.. Mendokusai. Kenapa aku harus mengerjakan tugas ini," keluh Naruto sambil menatap buku di meja belajarnya.

Yahh.. Naruto sedang mengerjakan tugas rumah dari sang Sensei di sekolahnya. Ini semua gara-gara dirinya yang terlambat masuk kelas dan tidak masuk dalam dua pelajaran. Ia beralasan bahwa ia ketiduran di toilet, yang sebenarnya ia baru kembali dari Mekkai.

"Kuso! Rumus ini sangat sulit dipahami!" Naruto terus meracau tak jelas sambil mengacak rambut kuningnya. Namun, ia harus memasang wajah datar saat ia merasakan aura yang datang di kamarnya. Dan benar saja, sebuah lingkaran sihir berwarna merah muncul di lantai kamar Naruto.

SIINNGG

Lingkaran sihir tersebut mengeluarkan sesosok pemuda berambut merah yang memiliki kharisma yang tinggi. Dia lah sang Lucifer, Geremory Sirzech.

"Naruto," panggil Sirzech sambil menatap Naruto yang duduk membelakanginya.

"Hm?" Naruto membalikkan badannya menatap Sirzech yang menatapnya dengan pandangan memohon. "Geremory-sama? Ada kedatangan apa sampai anda menemui saya?" tanya Naruto dengan sikap yang formal.

"Begini.. Kedatanganku ke sini untuk meminta tolong kepadamu."

Naruto hanya mengangkat alis matanya bingung mendengar perkataan Sirzech. "Meminta tolong untuk apa?"

"Apa kau mengenal Raiser?" tanya Sirzech dibalas anggukan oleh Naruto. "Kau tahu sendiri kan jika Rias tidak ingin menikah dengan Raiser?" Lagi-lagi perkataan Sirzech hanya dibalas anggukan. "Aku ingin kau membantuku untuk menyelamatkan Rias dari perjodohan ini."

"Aku tidak ada hubungannya dengan pernikahan Rias, jadi aku tidak mau membantumu," kata Naruto kembali membalikkan badannya dan kembali mengerjakan tugas sekolahnya.

"Naruto, aku memohon kepadamu, bantulah Rias-chan. Dan maafkanlah Rias atas kelakuan dirinya yang dulu," kata Sirzech sambil menunjukkan wajah sedihnya.

"Jangan ungkit masa lalu, Sirzech-san. Dan maaf, aku tidak bisa membantu Rias," kata Naruto dingin. "Bukan urusanku membatalkan pernikahan Rias. Lagi pula tidak ada untungnya juga bagiku," kata Naruto yang masih berkutat dengan kertasnya.

Brug

Naruto yang mendengar suara jatuh segera membalikkan badannya menatap Sirzech, dan ia harus membulatkan kedua matanya saat melihat Sirzech bersujud kepadanya.

"Aku mohon atas nama Geremory. Bantulah adikku, Naruto-sama!" kata Sirzech yang masih sujud kepada Naruto.

Naruto segera bangkit dari duduknya melihat kelakuan Sirzech. "Chotto matte! Hentikan, Sirzech!" tegas Naruto, namun, Sirzech tidak mengindahkan perintah Naruto.

"Aku tidak akan berdiri sampai kau mau membantuku," ucap Sirzeh.

"Ghaah! Baiklah!" Naruto yang tidak tahan dengan perlakuan Sirzech segera berteriak frustasi. "Kau menang. Aku akan membantu adikmu, Sirzeh," ucap Naruto pasrah.

"Benarakah?" tanya Sirzech sambil mendongakkan badannya ke arah Naruto. "Ka-kau mau membantu Rias-chan?"

"Ya."

Mendengar kata Naruto, Sirzech kembali berdiri dengan wajah senang. "Arigatou."

"Hn. Tapi aku meminta imbalan atas bantuanku," ujar Naruto sambil memejamkan mata.

"Imbalan?" tanya Sirzech dibalas anggukan oleh Naruto. "Baiklah! Aku akan memberikan imbalan sesuai kemauanmu."

"Hn. Aku akan menagih imbalanku setelah Rating Game selesai."

"Baiklah. Sekali lagi terima kasih, Naruto. Besok malam pernikahan Rias akan dimulai, dan ku mohon gagalkan pernikahan Rias." Setelah mengatakan hal itu, Sirzech langsung menghilang menggunakan lingkaran sihirnya.

Naruto menatap kepergian Sirzech dalam diam. Kemudian ia memijit kepalanya. "Hahh~.. Merepotkan. Lebih baik aku segera tidur," kata Naruto sambil menutup buku tugasnya dan segera naik ke atas ranjang untuk menunaikan tidurnya.

.

.

Keesok harinya, Malam hari di Mekkai.

Di sebuah tempat yang sangat luas, suasana begitu ramai sehingga terdengar riuh karena banyaknya pengunjung. Yap! Sekarang adalah acara pernikahan Rias Geremory dan Raiser Phenex. Setelah memenangkan Rating Game yang di adakan kemarin pagi, sekarang Raiser berhak menikahia Rias.

Di depan pintu ruangan tersebut, terdapat sesosok Akuma berambut coklat. Terlihat raut wajahnya yang sedang murung dan seperti tidak memiliki gairah hidup.

'Kenapa aku begitu lemah... Aku bahkan tidak bisa menyelamatkan Bochou,' batin sosok tersebut yang bernama Hyoudou Issei.

"Iseei!" Sebuah suara menyentak Issei yang tengah melamun menghadap pintu. "Apa yang kau lakukan di sini?" tanya sosok tadi sambil mendekat ke arah Issei yang mematung.

"Na-Naruto," gumam Issei menatap sosok di depannya. Kemudian Issei kembali menundukkan kepalanya. "Aku... Aku ingin menyelamatkan Rias, tapi,... Aku tidak yakin bisa mengalahkan Phenex itu."

Naruto menghembuskan napasnya melihat sosok di depannya. Kemana Hyodou Issei yang suka membanggakan kekuatannya? Kemana Hyodou Issei yang selalu memandang remeh lawannya? Dan sekarang.. Hanya ada Hyodou Issei yang berputus asa.

"Kau tidak yakin? Lalu untuk apa kau berdiri di sini? Kenapa kau tidak pulang saja dan menangis di kamar seperti wanita?" tanya Naruto mencoba membuat Issei bangkit dari keterpurukannya. Namun, sayangnya usaha Naruto sia-sia, Issei malah menundukkan kepalanya tanpa menjawab perkataan Naruto.

"Hahh~~... Dasar kau ini. Baiklah, aku akan menyelamatkan Rias untukmu," kata Naruto membuat Issei menatapnya dengan tatapan terkejut dan penuh harapan.

"Be-benar kah?"

"Hn," kata Naruto ambigu.

"Arigatou!" seru Issei berusaha merangkul Naruto, namun, Naruto menahan Issei. Issei menatap Naruto bingung.

"Jangan berterima kasih padaku, terima kasihlah kepada Sirzech-nii-sama yang telah mengijinkanku melawan Raiser," kata Naruto berbohong. Sebenarnya Sirzech yang memohon kepada Naruto.

"Ha'i!"

"Kalau begitu, ayo masuk."

Naruto membuka pintu dengan perlahan sehingga menciptakan suara derit dari pintu tersebut.

Krriieet

"HENTIKAN PERNIKAHAN INI!"

...

Beberapa detik sebelum Naruto membuka pintu.

Di dalam aula, terlihat Raiser yang menggandeng tangan Rias dengan wajah sombongnya.

"Baiklah. Karena semua sudah berkumpul, kita mulai pernikaha-"

"HENTIKAN PERNIKAHAN INI!"

Sebelum Raiser menyelesaikan perkataannya, sebuah teriakan memotong ucapan Raiser.

Seluruh tatapan mata tertuju pada sosok yang berteriak tadi, dan menemukan dua pemuda berambut kuning dan coklat, mereka adalah Naruto dan Issei. Rias terkejut saat melihat Naruto ada di sini, terlebih lagi bersama Issei. Berbeda dengan Rias, beda juga dengan Sirzech yang tersenyum menatap Naruto.

Raiser menatap tidak suka ke arah Naruto dan Issei yang telah berani mengganggu acara pernikahannya dengan Rias. "BRENGSEK! BERANI SEKALI KALIAN MENGACAUKAN PERNIKAHANKU!" teriak Raiser dengan tatapan benci.

"Maaf saja, Raiser. Aku datang ke sini karena diperintahkan oleh Sirzech," kata Naruto sambil menatap Sirzech yang juga menatapnya.

Raiser menghadap ke arah Sirzech sebelum bertanya, "Apa maksudnya ini, Sirzech-san?"

"Hahh.." Sirzech menghela napas sesaat. "Begini... Karena Rias-chan adalah adik tersayangku, aku tidak mau ia menikah dengan suami yang tidak bisa melindunginya. Jadi, aku ingin kau melawan Naruto untuk membuktikan kau layak menjadi suami dari Rias," kata Sirzech membuat Raiser menyeringai.

"Baiklah, tapi ada syaratnya."

"Apa syaratnya?" tanya Sirzech bingung.

"Jika aku menang..." jeda Raiser sambil menunjuk ke arah peerage Rias. "... Semua budak wanita milik Rias akan menjadi budakku," ucap Raiser dengan seringai yang tercetak di wajahnya.

Sirzech diam sesaat sebelum menatap Naruto yang mengangguk ke arahnya.

"Baiklah. Aku setuju." Kemudian Sirzech menatap Grayfia. "Grayfia-chan, teleport Naruto dan Raiser," kata Sirzech dibalas anggukan oleh Grayfia.

Kemudian lingkaran sihir teleport tercipta, Raiser dan Naruto memasuki lingkaran sihir tersebut. Setelah mereka memasuki lingkaran sihir, Naruto dan Raiser menghilang seiring menghilangnya lingkaran tadi.

...

Arena Pertarungan

Raiser dan Naruto muncul di sebuah tempat berlatar tempat lapangan yang sangat luas. Setelah mereka berdua masuk ke dalam arena, tiba-tiba Grayfia muncul di tengah-tengah Naruto dan Raiser.

Grayfia menatap Raiser dengan wajah dinginnya. "Raiser-sama, apa anda siap?" tanya Grayfia dibalas anggukan angkuh dari Raiser. Setelah itu Grayfia menatap Naruto. "Pemuda-san, apa anda siap?"

"Hn." Naruto hanya bergumam mendapat pertanyaan dari Grayfia.

Grayfia mengangguk mendengar gumam Naruto. "Baiklah, karena kalian berdua sudah siap,.. KITA MULAI PERTARUNGAN INI." Setelah mengatakan itu, tubuh Grayfia langsung menghilang dari arena.

"Mari berdansa, Oji-san," kata Naruto sambil menatap Raiser yang menatapnya sombong

"Sepertinya ini adalah waktu penghukuman bagimu karena kau telah merusak acara pernikahanku!" kata Raiser dengan wajah sombong.

"Hoaaamm... Kau ingin bertarung denganku atau ingin membanggakan dirumu?" tanya Naruto setelah menguap bosan.

"Ggrrhh.." Raiser menggeram marah mendengar nada mengejek dari Naruto. Tanpa aba-aba, Raiser langsung menciptakan bola api seukuran bola sepak di tangannya, dan Raiser langsung menyerang Naruto dengan bola apinya.

Bumm

Asap mengepul setelah ledakan tercipta dari serangan Raiser di tempat Naruto.

"HAHAHA... Dasar lemah! Bahkan dengan satu serangan saja kau sudah kalah," ucap Raiser menatap bekas ledakan yang masih tertutup asap, tapi ia harus dibuat mendecak kesal saat melihat sosok berambut kuning masih berdiri di tempat yang sama dengan tangan yang terlentang ke depan. Di depan tubuhnya terdapat lingkaran sihir berwarna kuning sebagai perisai.

"Hmm.. Sepertinya dugaanmu salah, Raiser-chan." Naruto menghilangkan perisai sihirnya dan menatap Raiser serius. 'Sepertinya aku akan sedikit bermain-main dengan pemuda itu,' batin Naruto.

...

Di luar arena

"Hmm... Boleh juga dia," ujar Lord Geremory yang merupakan ayah dari Rias dan Sirzech. Ia menatap kagum Naruto.

"Dia bahkan belum menunjukkan 99,5% nya, Tou-sama," kata Sirzech melirik ayahnya yang hanya tersenyum.

"Sepertinya ucapanmu benar. Walau auranya sangat tipis, tapi aku merasakan aura yang tebal secara bersamaan. Hanya petinggi saja yang dapat merasakan aura sosik pemuda itu," kata Lord Geremory. "Mungkin aku bisa menjodohkan pemuda itu dengan Ri-"

"Sebaiknya jangan, Tou-sama!" potong Sirzech membuat Lord Geremory heran.

"Kenapa?"

"Kain kain kali akan aku ceritakan." Setelah mengatakan hal itu, Sirzech kembali menatap pertaruang Naruto dan Raiser.

...

Back to arena

"Awas kau, Iblis rendahan! Kau tidak akan bisa menang melawanku!" Raiser merentangkan tangannya kedepan, kemudian tercipta bola api seukuran bola takraw.

Jduf jduf jduf jduf

Riser menembakkan beberapa bola api ke arah Naruto yang hanya menatap keempat bola api Raiser dengan tenang.

Dum dum dum dum

Rentetan ledakan terjadi di tempat Naruto berpijak, dan itu sukses membuat para penonton terkejut. Tapi bukan terkejut karena besarnya ledakan tersebut, melainkan terkejut saat melihat Naruto telah berada di belakang Raiser.

"Halo, Raiser-chan~," bisik Naruto di telinga Raiser yang sukses membuat keturunan Phenex terkejut bukan main. Kemudian Naruto segera mengayunkan tangannya yang sudah memegang kunai ke arah punggu Raiser.

Jrash

Kunai milik Naruto sukses menyayat punggu Raiser sebelum Raiser menjauh darinya.

"Ugh! BRENGSEK! KAU TELAH BERANI MELUKAIKU! RASAKAN INI!" Raiser merentangkan kedua tangannya ke atas dan terciptalah bola api raksasa. "HYAAHH!" Raiser melemparkan bola api raksasanya ke arah Naruto.

Wuss

Bola itu melesat cepat ke arah Naruto. Dengan lihai, Naruto segera merangkai beberapa segel tangan, kemudian menyebutkan jutsunya, "Suiton: Suijinheki."

Broouuff!

Dari mulut Naruto keluar air dalam jumlah yang cukup banyak dan membentuk sebuah dinding pelindung dari air.

Jdduaar!

Ledakan besar terjadi karena api Raiser berbenturan dengan dinding air Naruto sehingga menyebabkan asap tebal menyelimuti area sekitar.

...

Di luar Arena

"Di-dia bisa menggunakan sihir elemen air?"

"Serangan Raiser-sama ditangkis?!"

"Dia bisa menciptakan air tanpa lingkaran sihir?"

Banyak keributan dari para penonton yang melihat pertarungan Raiser dan Naruto. Terlebih lagi dengan serangan Naruto tadi.

Rias menatap ke arah arena pertarungan dengan pandangan yang sulit diartikan. "Na-Naruto-kun," gumam Rias.

...

Kembali ke pertarungan

Asap bekas ledakan masih tebal menyelimuti area sekitar sehingga tidak dapat melihat keberadaan Naruto dan Raiser. Namun,..

Jras

"Akhh!

Jras!

"Ughk! Brengsek! KELUAR, KAU!" teriak Raiser yang masih terhalang kabut. Ia tidak dapat melihat keberadaan Naruto.

Para penonton tidak dapat melihat apa yang terjadi di dalam karena asap yang masih tebal.

Jras jleb

"Kgokh! Kusoo!"

"Fuuton: Daitoppa."

WWUUUSSHH

Sebuah angin tornado tercipta dari jurus Naruto dan menghilangkan kabut yang menyelimuti arena pertarungan. Untungnya sebelum Raiser terkena serangan Naruto, ia terlebih dahulu terbang menggunakan sayap apinya.

Seluruh penonton dibuat terkejut untuk kesekian kalinya karena keadaan Raiser yang sangat mengenaskan. Luka sayatan bersarang di tubuhnya, darah merah menodai pakaiannya.

Naruto memperhatikan keadaan Raiser yang tubuhnya kembali membaik. Bekas sayatan yang ada di tubuh Raiser hilang secara perlahan. 'Jadi itu regenerasi dari klan Phenex,' batin Naruto.

"HAHAHA! Percuma saja kau melukaiku! Aku dari klan Phenex yang mempunyai regenerasi yang hebat. Serangan apa pun yang kau lancarkan tidak akan mempan terhadapku," kata Raiser yang masih berada di udara.

"Begitu 'kah?" Naruto menatap ke atas, lebih tepatnya menatap Raiser yang masih terbang. Naruto segera mengepakkan sayap iblisnya dan terbang ke arah Raiser. "Aku akan mengalahkanmu, Raiser." Di tangan Naruto sudah terdapat kunai cabang tiga yang digunakan Naruto untuk melawan Raiser.

"Mengalahkanku? Heh! Kau tidak akan bisa mela-"

Jleb

"-ugh!"

Sebelum Raiser menyelesaikan perkataannya, Naruto sudah berada di belakangnya dan menusuk punggungnya. Namun, itu belum cukup, Naruto menyiapkan tinjunya yang sudah dialirkan cakra dan dengan kekuatan penuh Naruto meninju pinggul Raiser.

Buk

"Ugh!"

SING

SING

Naruto menghilang dengan Hiraishin-nya dan muncul lagi di depan Raiser dan memukul hidung Raiser.

Jduk

Dum

Raiser terlempar ke bawah setelah menerima tinju Naruto dan berakhir dengan membentur tanah. Kemudian Naruto berpindah tempat lagi ke arah tempat Raiser mendarat.

SING

Jlub

Setelah berteleport, Naruto mengayunkan kunainya ke perut Raiser, untungnya Raiser menghilang dengan lingkaran sihir berlambang Phenex, dan kunai Naruto hanya menancap di tanah.

"Huh?" Naruto hanya diam melihat bekas tempat Raiser menghilang, kemudian ia menoleh ke belakang saat merasakan energi Raiser.

SIINNGG

Beberapa meter dari tempat Naruto, Raiser muncul bersama lingkaran sihir dengan keadaan yang masih sama, hanya beberapa luka yang sudah tertutup.

'Hmm.. Jadi begitu. Semakin banyak dan semakin parah luka yang diderita olehnya, semakin lambat pula regenerasi-nya,' gumam Naruto menatap luka Raiser yang hampir tertutup sepenuhnya, namun lebih lambat dari yang tadi.

...

Di luar arena pertarungan

Para penonton semakin terkejut melihat Naruto berhasil membuat Raiser terluka parah. Bahkan Lord Geremory menatap Naruto dengan pandangan takjub. Ia yakin bahwa Naruto masih belum mengeluarkan semua kemampuannya, bahkan ia yakin kekuatan yang ia keluarkan sekarang tidak sampai 80%

Koneko yang duduk bersama anggota Rias menatap Naruto dengan wajah tersenyumnya. Ia yakin Naruto-nya itu akan memenangkan pertarungan ini. Karena Naruto tidak ingin semua wanita Peerage Rias, termasuk dirinya menjadi budak Raiser. "Naruto-kun," gumam Koneko.

Sedangkan di pihak keluarga Phenex, terdapat Akuma berambut pirang tengah menatap Raiser dengan tatapan khawatir. "Onii-sama."

...

"BRENGSEK! KAU TELAH MEMBUATKU BEGINI, DAN KAU HARUS MEMBAYAR SEMUANYA!" teriak Raiser mendapat tatapan datar dari Naruto. Kemudian Raiser mengeluarkan tabung kecil dari balik sakunya. "Heh! Dengan ini kau akan kalah, Iblis Rendahan!" Raiser segera membuka tabung yang berisi cairan tersebut dan kemudian meminumnya hingga tandas.

"HYAAAHHH!"

BWWUUUSSHH

Ledakan aura yang sangat dahsyat tercipta dari Raiser yang tengah berteriak gaje. Tanah yang dipijak Raiser langsung retak karena dahsyatnya tekanan aura yang ia keluarkan. Bahkan para penonton harus berkeringat dingin merasakan kekuatan Raiser, kecuali para Iblis kelas atas yang tidak terpengaruh.

"KAU AKAN MATI!" Kemudian Raiser menciptakan sayap api dan melesat dengan cepat ke arah Naruto.

Naruto yang melihat Raiser terbang ke arahnya hanya diam. Setelah jarak Naruto dan Raiser terpaut 3 meter, Naruto langsung merangkai beberapa segel tangan. "Katon: Goukakyou no Jutsu," ucap Naruto menyebutkan nama jurusnya.

Brouufff

Dari mulut Naruto keluar api dalam skala yang besar. Raiser yang ingin melesat ke arah Naruto harus mengurungkan niatnya dan menghindar dari serangan Naruto.

"A-apa?!" gumam Raiser terkejut. Ia terkejut karena Naruto juga bisa menguasai elemen api.

Seluruh penonton membulatkan matanya saat melihat Naruto dapat menguasai dua elemen yang bertentangan, Api dan Air, elemen yang tidak dapat bersatu. Namun, Naruto dapat menguasai kedua elemen itu.

Belum selesai Raiser dengan keterkejutannya, ia harus dibuat terkejut lagi saat Naruto sudah berada di depannya dengan tangan kirinya yang terdapat bola listrik/petir.

"Kau terlalu sombong,.. Raiser," gumam Naruto dengan nada serak. "Aku akan menghilangkan kesombonganmu... Chidori!"

Crash

Tangan kiri Naruto menembus perut Raiser yang tengah membulatkan matanya. Naruto kembali menarik tangannya dan menendang Raiser ke atas dengan sekuat tenaga.

Jduak

"Ugh!" lenguh Raiser merasakan sakit di rahangnya akibat tendangan Naruto.

Melihat Raiser yang terlempar ke atas, Naruto menyiapkan sebuah kunai di masing-masing tangannya. Kemudian Naruto menghilang menggunakan Hiraishin.

SING

Jras

SING

Jleb

"Ugh!"

Jrash

SING

Jras

Sebuah cahaya kilat berwarna kuning berkali-kali melewati tubuh Raiser yang masih berada di udara. Jika diperhatikan dengan jelas, yang menyerang Raiser bukan kilat, melainkan Naruto yang menyayat tubuh Raiser dengan kecepatan Hiraishin.

SING

Jlubb

Jduk

"AKHH!" Tubuh Raiser terjun ke bawah saat menerima tendangan kuat dari Naruto.

Bruk! Boom!

Ledakan kecil terjadi akibat benturan tanah dengan tubuh Raiser. Kemudian asap bekas ledakan menghilang, dan kemudian memperlihatkan keadaan Raiser yang mengenaskan.

...

Salah satu penonton melongi tidak percaya atas apa yang dilihatnya. "Ra-Raiser Phenex dibuat terluka parah," gumam salah satu penonton tadi.

Banyak yang terkejut dengan kejadian di depan mereka melihat Raiser dihajar habis-habisan oleh Naruto. Salah satu dari mereka menatap tertarik ke arah Naruto.

"Dia hebat juga, Sirzech-kun," ujar seorang Akuma dengan pakaian Cosplay dengan nada childish.

Sirzech yang merasa dirinya dipanggil menolehkan kepalanya ke samping, kemudian tersenyum. "Kau benar. Bahkan ia masih belum menunjukkan seluruh kekuatannya," kata Sirzech membuat lawan bicaranya tersenyum.

"Sepertinya begitu. Dan dia juga tampan.. Fufufu."

Sirzech hanya memutar bola matanya bosan. "Terserahmu saja mau berkomantar apa, Serafall."

...

Tap

Setelah berhasil menjatuhkan Raiser, Naruto langsung mendarat tak jauh dari Raiser berbaring. Kemudian Naruto berjalan ke arah Raiser, namun, dirinya harus berhenti saat melihat lingkaran sihir di depannya.

"BERHENTI!" teriak sosok yang baru muncul dari lingkaran sihir tadi dan menghentikan langkah Naruto. "Kumohon.. Hiks.. Kumohon jangan bunuh Onii-sama.. Hiks..," kata sosok tersebut sambil menangis.

"Ra-Ravel," gumam Raiser dengan nada parau.

Naruto menatap gadis di depannya dengan tatapan bingung. 'Onii-sama? Apa dia adiknya Raiser?' tanya Naruto di dalam hati.

"Hiks.. Jika kau ingin membunuh Nii-sama, sebaiknya bunuh saja aku, tapi jangan kau sakiti Nii-sama!" Sosok tadi masih berdiri di depan Naruto.

Naruto yang mendengar ucapan gadis pirang di depannya hanya diam. Kemudian Naruto mengulurkan tangan kanannya ke arah kepala gadis di depannya yang bernama Ravel Phenex.

Ravel yang melihat tangan Naruto terarah kepadanya segera menutup mata rapat-rapat. Ia berharap kematiannya tidak terlalu sakit. Ia berpikir Naruto akan membunuhnya, namun,.

Puk

Ravel mendongakkan kepalanya saat merasakan elusan lembut di kepala pirangnya. Di depannya, Naruto sedang tersenyum lembut ke arahnya.

"Siapa bilang aku akan membunuh kakakmu," kata Naruto sedikit membungkukkan badannya untuk menyamai tingginya dengan Ravel.

Sedangkan Ravel hanya menatap Naruto dengan mata berkaca-kaca dan dengan mulut yang sedikit terbuka. Dirinya bingung harus merespon seperti apa. Di lain sisi ia juga terpesona dengan senyum Naruto yang menurutnya menawan. Mendadak dadanya menghangat melihat senyum Naruto.

Setelah itu, Naruto berjalan ke arah Raiser yang juga menatapnya. Setelah sampai di dekat Raiser, Naruto langsung menjongkokkan tubuhnya.

"Kau lihat sendiri 'kan, Raiser. Kesombonganmu tidak ada gunanya. Kau memiliki kekuatan bukan berarti semua bisa kau dapatkan," kata Naruto menatap Raiser.

Raiser segera menatap wajah Naruto dengan wajah angkuh. "Aku dari klan Phenex! Klan yang terhebat, dan aku berhak mendapat apa yang kuinginkan!"

"Hahaha... Kau dari klan Phenex? Kau yang terhebat? Lalu apa sekarang? Kau bilang kau dari klan yang terhebat, dan sekarang kau terbaring tak berdaya. Apa itu yang dinamakan hebat? Tidak, Raiser! Hebat bukan berasal dari status kita! Bagiku, hebat berasal dari kemampuan seseorang yang ia gunakan untuk sesuatu yang baik."

Raiser dia mendengar perkataan Naruto. Entah kenapa ia merasa yang Naruto katakan itu benar.

"Aku tahu, kau ingin mendapatkan Rias bukan karena cinta, tapi karena keserakahanmu dan sikap aroganmu. Jadi,.. Kedatanganku ke sini hanya untuk menyadarkanmu bahwa masih ada yang lebih hebat dari yang terhebat. Maka dari itu, hilangkan sikap sombongnu. Hilangkan sifat kearogananmu," ujar Naruto dengan lembut.

Raiser termenung mendengarkan perkataan Naruto. Entah kenapa ia merasa bersalah dengan apa yang ia lakukan selama ini.

Naruto menatap lekat Raiser yang kembali menunjukkan wajah murungnya. Sepertinya ia berhasil menghilangkan sikap arogan Raiser. "Kau paham 'kan apa yang ku maksud tadi?"

Raiser mengangguk menjawab pertanyaan Naruto. "Aku paham. Dan.. Terima kasih telah menyadarkanku, Naruto," kata Raiser mendapat senyuman dari Naruto.

Kemudian Naruto mengulurkan tangannya ke arah Raiser. "Hey. Butuh tumpangan?" tanya Naruto sedikit bercanda.

Kemudian Raiser memandang tangan Naruto. "Cih! Tumpangan?.." tanya Raiser yang kembali dengan nada angkuhnya membuat Naruto menaikkan sebelah alisnya. Kemudian Raiser melanjutkan perkataannya yang tertunda, "... Tentu saja aku butuh! Hahaha." Kemudian Raiser tertawa puas melihat wajah bingung Naruto. Setelah itu, Raiser menerima uluran tangan Naruto

Naruto juga ikut tertawa mendengar Raiser tertawa. Kemudian Naruto membantu Raiser untuk bangun dan melingkarkan sebelah tangan Raiser di lehernya. "Jadi, saatnya kemali?" tanya Naruto melirik ke arah Raiser.

"Tentu saja! Memangnya kau mau menginap di tempat ini?" tanya Raiser dengan nada kesal. Terlihat juga ia sedang menahan tawa.

"Hehehe..." Naruto hanya tertawa mendengar nada kesal Raiser.

Kemudian Raiser menatap Ravel. "Ravel-chan," panggil Raiser sambil memberikan kode untuk segera mendekat.

Ravel diam sesaat sebelum memperlihatkan senyumnya dan mengangguk. Kemudian Ravel berlari ke arah Naruto dan Raiser, setelah sampai, Ravel langsung melingkarkan kedua tangannya di pinggang Naruto.

SIINNGG

Lingkaran sihir tercipta di bawah kaki Naruto, Raiser dan Ravel, dan kemudian menelan mereka.

...

Luar Arena

SIINNGG

Naruto, Raiser dan Ravel muncul dari lingkaran sihir dengan Ravel yang merangkul pinggang Naruto, dan hal itu membuat Koneko cemburu. Naruto segera membawa Raiser ke arah Lord Phenex yang hanya tersenyum ke arah Naruto dan Raiser. Tapi sebelum Naruto sampai di tempat keluarga Phenex, sebuah suara memanggilnya.

"Naruto-kun!"

Naruto membalikkan badannya dan melihat Koneko yang berlari ke arahnya, setelah Koneko dekat dengan Naruto, Koneko langsung memeluk Naruto dengan erat.

Grep

Bruk

"Naruto-kun," gumam Koneko sambil membenamkan wajahnya di dada Naruto.

"Apa kau merindukanku, Koneko-chan?" tanya Naruto sambil mengelus kepala putih Koneko.

"Hm.."

Kemudian Naruto melepaskan pelukannya. "Baiklah. Kau kembalilah kepada kelompokmu, aku akan mengantar Raiser ke ruang rawat.. Eh?!" Naruto memekik pelan saat melihat ke samping dan tidak menemukan Raiser di sampingnya. Kemudian Naruto melihat ke bawah dan menemukan Raiser terduduk dengan wajah tertunduk dan aura yang suram. "A-ano.. Etto.. Kau tak apa, Raiser?" tanya Naruto sedikit ragu.

"Apanya yang tak apa? Kau dengan seenaknya menjatuhkanku!" kata Raiser membuat Naruto hanya cengengesan dengan tampang watados-nya.

Dan akhirnya Naruto dan Raiser segera pergi ke ruang rawat untuk merawat luka Raiser.

.

.

Masih di Underworld

Setelah mengantarkan Raiser ke ruang rawat, Naruto memutuskan untuk menemui Sirzech untuk menagih janji Akuma penyandang gelar Lucifer itu. Namun, langkahnya harus terhenti saat melihat lingkaran sihir berwarna biru.

'Klan sitri?' batin Naruto menatap ke arah lingkaran di depannya.

SIINNGG

Setelah itu, muncullah sesosok wanita berpakaian cosplay di depan Naruto. Kemudian sosok itu tersenyum manis ke arah Naruto yang memandangnya bingung. "Halo, pemuda-san. Perkenalkan namaku Serafall Sitri, dan aku menyandang gelar Leviatan," kata Serafall mengulurkan tangan ke arah Naruto.

"Aku sudah tahu, Sera-nee-chan," kata Naruto membuat Serafall bingung. Melihat kebingungan Serafall Naruto hanya menghela napas. "Hahh... Ini aku. Uzumaki Naruto."

Serafall yang tidak asing dengan nama di depannya menatap Naruto lekat, kemudian ia membulatkan matanya. "Na-Naruto-kun? Naruto-kun yang berkumis itu? Naruto-kun pacar sekaligus Pawn dari Rias itu?" tanya Serafall bertubi-tubi. Serafall mengenal Naruto saat Naruto dan Rias pergi ke Underwolrd sekitar 1 tahun yang lalu.

"Hampir semua pertanyaanmu benar, Sera-nee. Sekarang aku bukan pacar Rias-san, dan aku bukan Peerage Rias juga."

Mendengar perkataan Naruto, Serafall menaikkan alisnya bingung. "Apa ada masalah di antara kalian?"

"Tanyakan saja kepada Rias. Dan ada keperluan apa sampai Nee-chan datang menghampiriku?" tanya Naruto to the point.

"Tidak.. Aku hanya tertarik denganmu," kata Serafall dengan tatapan menggoda.

'Dia mengincarku,' batin Naruto panik. Ia merasa hidupnya tidak akan tenang.

"Eee.. Tapi aku sudah punya Koneko-chan," kata Naruto yang sudah tahu arah pembicaraan gadis di depannya.

"Begitu kah? Kalau begitu dirikan saja harem...fufufu," kata Serafall di akhiri dengan tawa khas milik Akeno.

Naruto hanya diam mendengar perkataan Serafall. Namun, perbincangan mereka harus terhenti saat melihat sebuah lingkaran sihir klan Geremory. Setelah lingkaran tadi menghilang, terlihatlah dua orang berbeda gender tengah menatap Naruto dengan tersenyum.

Serafall yang mengenal siapa kedua sosok di depannya segera menunduk hormat. "Salam, Lord Geremory-sama, Lady Geremory-sama," kata Serafall sopan.

"Salam, Serafall Leviatan," balas kedua sosok tadi bersamaan. Kemudian tatapan kedua sosok tadi beralih kepada Naruto yang menatapnya bingung.

"Apa kau yang bernama Uzumaki Naruto?" tanya salah satu dari kedua orang tadi dan dibalas anggukan oleh Naruto. "Bisa kita bicara bertiga saja? Dan Serafall, maaf, apakah kau bisa memberi waktu?"

"Tentu, Geremory-sama." Kemudian Serafall menghilang dengan lingkaran sihir berwarna biru.

Setelah kepergian Serafall, Naruto segera menatap kedua orang yang menurutnya asing di depannya. "Sumimasen, ada keperluan apa dan siapa kalian berdua ini?" tanya Naruto sopan.

"Perkenalkan, Naruto. Namak Zeoticus Geremory, ayah dari Rias. Dan yang di sebelahku ini bernama Venelana Geremory, ibu dari Rias," kata Zeoticus membuat Naruto menunduk hormat.

"Maaf, jika saya tidak memberi hormat kepada anda, Geremory-sama," ujar Naruto meminta maaf.

"Tidak apa, Naruto. Dan terima kasih telah menggagalkan pernikahan Rias. Kami sangat berutang budi padamu," kata Zeoticus dengan senyumnya.

"Tidak perlu berterima kasih, Geremory-sama. Ini sudah kewajibanku sebagai teman Rias," ujar Naruto membuat kedua orang tua Rias dan Sirzech mengangguk.

"Hm. Dan aku mempunyai penawaran denganmu." Perkataan Zeoticus membuat Naruto mengangkat alisnya bingung.

'Penawaran?' batin Naruto bingung.

"Penawaran apa yang anda maksud, Geremory-sama?"

"Karena kau telah menyelamatkan Rias-chan, kau aku ijinkan untuk menikahi anakku," kata Zeoticus sukses membuat wajah Naruto berubah datar dengan sekejap.

"Maaf, Geremory-sama. Saya tidak mau menikah dengan anak anda."

"Kenapa? Bukan 'kah Rias sangat cantik? Dan kenapa kau tidak mau menikah dengan Rias-chan?" Kali ini Venelana yang bertanya.

"Karena aku tidak mencintainya," kata Naruto membuat Zeoticus dan Venelana terdiam. "Lagi pula aku sudah memiliki dua calon istri."

"Begitu ya.. Baiklah, tidak masalah jika kau tidak mau menikah dengan Rias-chan. Sekali lagi terima kasih atas bantuanmu. Dan kami permisi dulu," ujar Zeoticus dibalas anggukan oleh Naruto. Kemudian Zeoticus dan Venelana menghilang dengan lingkaran sihir, meninggalkan Naruto yang memasang wajah datar.

Kemudian Naruto berlalu pergi untuk menemui Sirzech.

Akhirnya Naruto telah sampai di belakang aula. Naruto melihat Sirzech tengah duduk di bangku panjang berwarna merah. Pemandangan di sekitar lumayan indah, bahkan lebih indah dari taman yang ada di dunia manusia.

Sirzech yang menyadari kedatangan seseorang yang ia kenal segera menatap Naruto yang berjalan ke arahnya. Kemudian ia rersenyum ke arah Naruto. "Hai, Naruto," sapa Sirzech dibalas anggukan oleh Naruto. "Ada apa kau datang menemuiku?"

"Jangan bilang kau lupa janjimu kemarin malam," kata Naruto mendapat kekehan dari Sirzech.

"Hehehe.. Aku tidak lupa, tenang saja. Lalu, permintaan apa yang ingin kau ajukan?" tanya Sirzech.

Naruto diam sesaat sebelum berkata, "Keinginanku tidak banyak, dan tidak terlalu sulit untuk kau kabulkan. Yang pertama,.. Aku ingin seluruh kebutuhan hidupku kau yang menanggung, dimulai dari makanan, uang, dan kendaraan. Aku sangat malas untuk bekerja," kata Naruto membuat Sirzech sweatdrop. "Yang kedua, aku ingin kau mengajari salah satu Peerageku menggunakan mantra sihir," ucap Naruto membuat Sirzech menaikkan sebelah alisnya bingung.

'Salah satu anggota Peerage? Mantra sihir? Apa dia punya Peerage seorang penyihir?" tanya Sirzech di dalam batinnya.

Naruto sengaja meminta Sirzech untuk mengajarkan Megumin kekuatan sihir mengingat Peerage-nya itu hanya memiliki satu sihir. Sihir yang terhebat dari semua sihir, yaitu Eksplotion. Walau Megumin bisa menggunakan sihir terkuat, tapi sihir yang Megumin keluarkan tidak sempurna, sehingga membuat sang pengguna kehabisan Mana dan syaraf tubuhnya mati sesaat. Karena itu, setelah Megumin menggunakan sihirnya, ia tidak dapat menggerakkan tubuhnya lagi.

"Lalu apa ada yang lain?" tanya Sirzech menatap Naruto.

"Ada. Yang ketiga, aku ingin, aku dapat keluar masuk sekolah sesuai keinginanku tanpa hukuman." Naruto memejamkan matanya memikirkan apa lagi yang akan ia butuhkan dari Akuma di depannya. "Dan sepertinya hanya itu keinginanku," kata Naruto kembali membuka matanya.

"Jadi hanya tiga, ya. Mungkin untuk permintaan kesatu dan ketiga masih bisa kukabulkan, tapi untuk yang kedua aku tidak bisa mengabulkan," ujar Sirzech membuat Naruto menatap Sirzech bingung.

"Kenapa?"

"Aku bukan penyihir. Jadi aku tidak bisa mengajarkan mantra sihir kepada Peerage-mu," kata Sirzech memberi alasan yang logis. "Jika aku boleh usul, lebih baik kau coba mencari buku tentang sihir di perpustakaan klan Sitri."

"Begitu, ya. Baiklah, lain kali akan aku tanyakan kepada Sona-chan dan Sera-nee," kata Naruto mengangguk-angguk.

"Sera-nee? Maksudmu Serafall Sitri?" tanya Sirzech dibalas anggukan oleh Naruto. 'Bagaimana ia bisa kenal dengan Serafall? Ah, lain kali aku tanyakan kepada Serafall,' batin Sirzech.

"Baiklah, Sirzech. Karena urusanku di sini sudah selesai, lebih baik aku kembali ke dunia manusia," ujar Naruto yang hendak melenggang pergi, namun, Sirzech menghentikan Naruto.

"Tunggu! Apa kau tidak ingin menemui Rias? Sepertinya dia ingin berterima kasih padanu," kata Sirzech.

Naruto menatap datar ke arah Sirzech. "Hn. Katakan padanya untuk selalu bahagia bersama Issei, dan katakan kepada Issei untuk selalu menjaga Rias," kata Naruto sebelum pergi menggunakan Hiraishin.

Sebelum Naruto pergi ke dunia manusia, Naruto menemui Koneko terlebih dahulu untuk mengajaknya pulang.

.

.

T.B.C

Di sebuah ruangan yang teramat sangat sepi, terdapat seorang remaja berambut hitam yang memakai pakaian pantai. Sosok itu menggenggam handycam yang terarah kepadanya.

Kemudian, sosok itu pun membuka suara, "Halo, minna! Maaf baru update, nih. Kebetulan setelah update chapter 17 kemarin, ada keperluan mendadak untuk keluar kota. Jadi, gak sempet update."

Kemudian sosok itu -yang bernama Hashaka Lio- mengambil beberapa lembar kertas dari balik badannya. "Oh, ya, maaf ya karena saya tidak bisa membacakan review dari kalian, beberapa menit lagi kami seluruh Cru dan pemain Naruto DxD akan berlibur ke pantai. Jangan iri, ya..," canda Lio sambil memasang wajah jahil.

"Walau saya tidak dapat membacakan review, tapi tenang, saya sudah ada jawaban dari review kalian," kata Lio sambil menaruh beberapa lembar kertas di atas meja yang ada di depannya. "Baiklah! Karena Bus tour akan berangkat beberapa menit lagi, saya mohon pamit untuk pergi berlibur. Dan jangan lupa untuk tetap mereview fic saya, tapi jangan ada sambalnya. Ok 'lah. Sekain dari pemberitahuan dari saya dan sampai jumpa!" seru Lio, kemudian ia mematikan handycamnya.

Setelah mematikan kamera, Lio segera pergi sembari menenteng koper di tangan kanannya.

Dia atas meja tadi masih ada beberapa kertas yang Lio letakkan. Isi dari kertas tersebut yaitu...


Review from Naruto DxD, 06 Agustus 2019

putravirdysergiosembel

Penulisan masih abal abal tapi... ini udah baikan dari yg lalu dan untuk chpter kali ini sudah bagus and jangan lupa selalu untuk meneliti di mana kesalahan anda

Jawab:

Ahaha... Yaahh.. Seperti yang anda ketahui, senpai, banyak kesalahan dalam penulisan dari setiap chapter. Dan yang kemarin ini saya udah berusaha semaksinal mungkin, tapi.. Yahh.. Gitu deh.. Tetep ancur. Dan lain kali akan saya usahakan untuk lebih teliti. Terima kasih udah mereview, Senpai.

turTopel3s

Lanjut om pedofil, seru kok ceritanya:-D

Jawab:

Aaahhssiiaaaaaap.. Wait! Pedofil?! What The Hell?! TIIDAAAAAAKK!(plak). Ternyata di dunia Fanfiksi saya terkenal dengan kepedoanku ya TT(nangsi darah). Dan pastinpastinyasaya lanjutin.. Tenang aja..

Rain714

Yoo senpai! Maaf baru sempat baca fic mu hehe~

Apa rias ama Naruto akan baikan? Kuharap tidak hehe~ apa sona juga akan jadi pair Naruto?

Semangat terus ya senpai!

Jawab

Udah ku bilang jangan panggil aku 'Senpai', Paman.-_-"

Dan untuk Rias balikan sama Naruto... Itu tidak mungkin., karena udah lama ane ngerencanaan ini /

Tapi kalau baikan... Hmm.. Jika dilihat dari chapter ini, Naruto dan Rias akan baikan.. Ingat! Baikan bukan balikan :v

Untuk Sona-chan pastinya akan masuk. Karena Sona salah satu waifu ku :v

Devile25

Cuk lu pnya fetish sma loli yh kwkwkwkwk. Dampingi jga lah sma yg beroppai klo bisa ama tuh yasaka jga wkwkwkw

Jawab

Sorry, bro.. Gue bukan punya fetish ma loli, cuma yg kmaren gue nambahin word aj agak panjang :v (pasang wajah bingung karena mencari alasan yg logis)

Untuk Yasaka-san, saya masih mikir-mikir dulu bakal masukin ke pair Naruto atau nggak. Banyak yang bilang "Jangan di masukin, Thor".

arif4342

Yo.. gimana kabarmu sobat? Kuharap kamu sehat-sehat aja. Oh ya mengenai fanfic ini aku rasa tidak ada kekurangannya lagi seperti tanda baca dan penggunaan huruf kapital. Dan lagi aku penasaran apakah nanti Momo masuk ke dalam fanfic itu? Kuharap kamu jangan masukkan momo ke dalam sana karena aku takutnya nanti aku nggak bisa gebetan sama Momo. Dan lagi aku penasaran apakah si ophis uroboros dragon akan mendapatkan kekuatannya kembali akibat racun samael atau tidak? Dan lagi aku harap tuh bocah mesum (issei) bisa paham kenapa naruto sangat kuat n tidak merendahkan naruto lagi.

Jawab:

Aku sehat-sehat aja, kawan. Dan gimana kabarmu? Kuharap sehat juga. Dan maaf aku ga pernah On di FB atu di WhatsApp karena kendala SmartPhone yang konslet/rusak TT

Untuk chapter ini sih... Masih banyak kekurangan deh kayaknya. Terlebih lagi untuk alurnya yang terlalu lambat :v

Seperti review dari putravirdysergiosembel, fic ini abal. Tapi aku udah berusaha yang terbaik.

Kalau soal Momo-chan.. Hmm... Sepertinya tidak akan ku masukkan ke dalam pair Naruto. Lagi pula bukannya kau udah ada Akeno-chan? Apa kau akan membuat harem? Wah, wah, wah.. Pasti jadi gempar nih. Apalagi dikasih Spanduk dengan tulisan "Arif Rahman The King Harem"... Wess! Cocok! Ahaha.. Bercanda~ /

Untuk Ophis.. Begini.. Ophis 'kan naga tak terbatas, beberapa minggu yang lalu, Ophis kehilangan kekuatannya karena terkena racun samael dari Kokabiel. Nah! Karena Ophis naga tak terbatas, maka, kekuatannya yang hilang kembali lagi secara perlahan. Seperti yang Ophis katakan kepada Naruto waktu itu.

Dan saya tidak menampilkan scane dimana Kokabiel meracuni Ophis.

Sedangkan untuk Issei sendiri... Sebenarnya dia udah tahu Naruto punya kekuatan besar, hanya saja sifat bangganya karena punya Sacred Gear, ia jadi lupa diri akan tingkatnya dan Naruto.

Genesis0417

jujur, bagus sebenarnya fic ini,.. tapi lama bener ya up nya :v

jadi akeno dah pasti masuk pair Naruto. syukur deh char fav ane masuk.. gak cuma loli semua isinya wkkwkw.

dan untuk rias, walau dia udah menyesali perbutanya tapi ane harap gak balik ma Naruto ya tor. masa iya naruto dapat bekas -_-

btw, "sekitar umur 10 tahun" itu namanya masih anak anak WOY! bukan loli walau mereka dari ras Yokai. kalau gak ane tulis, pasti entar kau mengelak "perbandingan umur manusia sama yokai beda " hilih ttp aja masih anak anak itu pedofil kamvret :v

semangat di tunggu kelanjutannya. jgn lama lama Oi

Jawab:

Khakhakha! Pak Gen tau aja kalo ane suka ngelak :v...

Awalnya sih ane mau masukin pair Naruto loli semua, tapi banyak yang gak setuju. Karena ane juga suka ama karakter Akeno, ane masukin aja tuh Onee-sama.

Dan tenang aj, Pak, Naruto gak bakalan balikan ma Rias. Nanti jadi kayak fic ane yang di sebelah :v

Kurome Irushia Aindra

Huooo thor jangan banyak" nambahin yg oppai gede di pair narunya, biar lebih dominan loli kan enak XD. Btw semangat terus nulisnya thor ditunggu kelanjutannya, dan teruslah berjalan di jalan lolicon teman ku khahahahaha

Jawab:

HIDUP LOLI!(Plak)

Pengennya sih gitu, tapi banyak yang gak setuju kalo isinya dominan loli TT

And thanks atas reviewnya...

KanAncur

wah sempet greget kirain Shikamaru bakal beraksi. dan adegan Naruto bermain Ama para loli sangat manis Thor! Membuat malam yang hitam ini jadi indah :v lanjut om

Jawab:

Awalnya sih saya mau buat Shikamaru ikut membantu Ayumu, tapi karena sifatnya Shikamaru yang super duper malas, saya juga malas membuat Shikamaru bertarung :v

Ahaha.. Kalau adegan Naruto dan para loli mah jangan di bahas atuh... Udah pasti manis (mbayangin klo Lio yang di posisi Naruto)

Dan pasti akan saya lanjutin, tenang aja... Dan jangan panggil aku "Om", umurku belum sampai 20-an -_-"

Kazeryuu

Ea klau naruto ttp ikut permasalahan rias gpp se...ku tnggu lnjutannya...

Jawab:

Ok, udah ku lanjutkan. Tapi seperti yang kau lihat, tidak terlalu menarik dan bahkan terkesan membosankan.

Shiro136

mulai berantakan semenjak naruto punya pair

Jawab:

Benar.. Tapi menurutku lebih baik dari pada yang chapter 1 sampai chapter 5


Dan itulah isi dari kertas tersebut.