Percayalah. Kebanyakan mahasiswa FISIP masih ingat. Saat awal semester tiga, Chanyeol dan Baekhyun sempat buat satu fakultas ramai. Mereka dibuat menganga tak percaya dan geleng-geleng kepala.
Sebabnya satu. Kabar kalau keduanya putus.
Iya, putus. Menyudahi hubungan. Kandas di tengah jalan.
Mungkin terdengar menyakitkan. Tapi nyatanya bukan. Lihat saja, sampai pertengahan semester lima keduanya masih sering terlihat bersama.
Sapa hangat masih sering terlihat. Tawa masih sering saling sahut dari keduanya. Bahkan bukan sekali dua kali mahasiswa FISIP lihat Baekhyun duduk di jok belakang motor Beat Chanyeol.
Iya, masih semesra itu.
Kadang Kai sampai geleng kepala. Lelah lihat keduanya. Yang sudah bukan siapa-siapa tapi masih selalu mesra.
Kai saja yang masih pacaran dengan Kyungsoo anak Sosiologi, tidak semesra itu.
Sungguh, mesranya Chanyeol dan Baekhyun itu bikin geregetan. Sudah tau tak ada hubungan. Tapi masih saja perhatian.
"Baekhyun!"
Nah kan, baru saja dibicarakan. Orangnya pamer kehadiran.
Baekhyun yang tadinya berjalan di tengah koridor ruang 6, mendadak berhenti saat suara Chanyeol terdengar dari arah tangga Hubungan Internasional.
"Ya?"
"Mau kemana?"
"Kantin,"
"Ikut,"
"Ikut?"
Chanyeol mengangguk. Menggemaskan si. Coba masih pacar, Baekhyun pasti mau cium pipinya.
Sayang yah, sudah mantan.
"Boleh,"
Lalu keduanya berjalan beriringan. Dengan Baekhyun yang mendekap satu buku tebal Komunikasi.
"Kelas lagi jam berapa?"
Kebiasaan Chanyeol. Tidak bisa diam barang lima menit saja. Baru tiga langkah, mulutnya sudah gatal untuk berbicara.
Pernah si, dulu, Baekhyun suruh dia diam sepuluh menit. Chanyeolnya nurut. Diam mematung. Tapi di menit kedelapan, Chanyeol kelepasan. Satu kecup dicuri dari Baekhyun. Alasannya polos. Bayaran diam.
Tapi itu dulu, waktu masih pacaran.
Sekarang, jangankan satu kecupan. Genggam tangan saja kadang ragu-ragu dia ulurkan.
Baekhyun lihat sebentar jam tangannya, lalu menatap Chanyeol yang masih setia menunggu dengan kedip yang lucu.
"Tiga jam lagi,"
Satu senyum mampir di wajah Chanyeol. Binar matanya juga berubah. Bertambah lebih terang.
"Setelah ini, temani aku kembalikan buku ya?"
Baekhyun mengernyit heran. Satu tanya terucap lewat lisan.
"Perpus mana?"
"Perpus pusat,"
Kini Baekhyun menatap meledek, terlihat jelas ingin goda Chanyeol.
"Tumben pinjam kesana. Biasa ke perpus jurusan saja sudah gatal-gatal,"
Raut wajah Chanyeol yang semula masih terhias senyum, berubah mengerut seakan siap bersungut-sungut.
"Kau ini yaaa,"
Lalu tangan terulur, menyapa pipi Baekhyun yang punya lemak berlebih. Mencubitnya pelan dan menggoyangkan ke kanan dan ke kiri.
Lihat, katanya mantan loh. Tapi tak ragu pamer mesra sebegitu dekat tepat di pintu masuk kantin. Jadi pusat perhatian hampir seluruh pengunjung.
Di satu sudut, ada Kai yang tengah cemberut. Pasti setelah ini dia akan mengeluh. Coba mempertanyakan hubungan dua temannya itu.
"Yang begitu katanya sudah jadi mantan?"
Dan Kyungsoo di sampingnya hanya geleng-geleng kepala.
TBC
Selamat malam Senin para jomblo, hehe
