Baekhyun tak pungkiri. Kadang dia bertanya dalam hati, sampai kapan dia dan Chanyeol akan terus seperti ini?
Terlalu nyamankah keduanya dalam hubungan tanpa ikatan, tanpa kejelasan, tanpa tujuan?
Namun jika dia harus memilih kembali, apa itu juga yang terbaik? Semua bukan hanya perkara hati. Bukan perkara dia cinta dan Chanyeol juga. Semua lebih dari itu.
Baekhyun pun yakin Chanyeol punya satu pikiran yang sama dengannya. Sebuah tanya tentang kejelasan hubungan yang lama-kelamaan menjemukan.
Dering ponsel buyarkan lamunannya. Sebuah nama muncul, Sehun. Ahh, kapan terakhir dia berhubungan dengan pemuda ini?
"Hallo, Hun?"
"Ohh, hallo Baek. Kau dimana?"
Baekhyun memandang sekeliling. Dia ada di tengah taman kampus, tepat di bawah pohon rindang dengan satu bangku yang sengaja disediakan.
"Di kampus,"
"Bisa bertemu tidak?"
Lalu satu tangan menepuk bahunya. Ambil atensi yang semula fokus ke ponsel di telinga. Chanyeol ada di hadapannya dengan tangan yang menengadah meminta ponselnya.
Baekhyun reflek berikan.
"Ini aku, Chanyeol. Ada apa?"
"Oh, Chanyeol. Bisa berikan ponselnya pada Baekhyun?"
"Tidak,"
"Ayolah. Aku harus bicara dengannya,"
"Aku bilang tidak,"
"Atas dasar apa kau melarang? Haruskah aku ingatkan tentang statusmu yang sekadar mantan?"
Lalu panggilan diputus sepihak. Chanyeol menekan tombol nonaktif ponsel dan berikan pada Baekhyun saat dia sudah pastikan ponsel tersebut benar-benar mati.
Baekhyun hanya bisa diam saat terima ponselnya. Masih dengan perhatikan gurat Chanyeol, dia berdiri. Ikut melangkah saat Chanyeol mulai berjalan pergi. Tanpa Chanyeol berucap pun dia tahu kalau pemuda itu datang kesini untuk hampiri dirinya.
Tepat langkah kesepuluh, di tengah jembatan yang hubungkan sungai buatan. Chanyeol berhenti. Berdiri tegak dengan ragu pandang wajah Baekhyun.
"Tadi aku bertemu Intan,"
Baekhyun mengernyit. Bukan karena dia tak tahu siapa Intan itu, namun lebih kepada heran atas ucapan Chanyeol yang dia tak tahu maksud dibaliknya.
"Lalu?"
Chanyeol mengusap sebelah wajahnya. Menutup mata sejenak sebelum berucap, "Aku pikir kau harus tahu,"
Keduanya diam. Chanyeol dengan kepala yang menunduk dan Baekhyun yang masih setia tatap dia.
Dari awal sudah kubilang, ini bukan melulu perkara hati. Bukan perkara dua orang yang masih saling mencintai. Bukan melulu tentang mantan yang masih perhatian.
Karena sesungguhnya hubungan keduanya terlalu rumit untuk dijelaskan.
.
TBC
.
.
Kalem gais kalem,
Belum konflik kok, belum. Tenang, ambil napas dulu, lalu hembuskan.
Btw, besok kambek. Tsahhh, assoyy.
Udah ya,
Phay-phay
