Baekhyun duduk dengan semangkuk mie ayam di hadapannya. Chanyeol datang dengan dua gelas es teh. Duduk dengan santainya dan melanjutkan makan siang yang sejenak tertunda.

Seakan tak ada hal yang terjadi sebelumnya, Chanyeol dan Baekhyun kembali ke kondisi awal. Terjebak zona nyaman.

Baekhyun ambil tisu saat dia lihat Chanyeol mulai berkeringat. Menghapus setiap tetes yang terlihat di dahi. Chanyeol sendiri tak acuh, biarkan Baekhyun lakukan apa yang dia mau. Masih tetap lanjutkan makan sampai satu sentilan di dahi menganggunya.

Baekhyun di hadapannya cemberut dengan bibir yang mengerucut. Lucu.

"Apa?"

"Pelan bisa tidak? Punyaku masih banyak,"

Chanyeol menatap mangkuk Baekhyun. Masih ada separuh porsi disana. Sedangkan miliknya hampir tandas.

"Aku tunggu kok,"

Baekhyun lempar tisu bekas itu ke wajah Chanyeol. Tepat mengenai hidung. Chanyeol santai saja, hanya singkirkan sampah itu ke tempatnya.

"Sehabis ini mau kemana?"

Chanyeol bertanya sebelum satu suap kembali masuk ke dalam mulutnya. Lagi, rahang itu bergoyang. Coba hancurkan helaian mie yang ada di dalamnya.

"Ke rumah Kai bagaimana?"

Chanyeol mengernyit. Tampak heran dengan usul yang Baekhyun ucap. Tumben sekali anak ini minta diantar kesana?

"Mau apa?"

"Jennie pulang,"

Barulah Chanyeol mengangguk. Mengerti akan alasan yang jadi tujuan Baekhyun ke rumah Kai.

Sepupu Kai yang satu itu memang akrab dengan Baekhyun. Terlampau kenal. Dekatnya mengalahkan Kai yang statusnya keluarga.

Baekhyun dekat dengan Jennie semenjak dua bulan lalu saat Baekhyun datang ke salah satu pemotretan majalah. Tujuannya si untuk belajar beberapa hal mengenai memotret model. Siapa yang tahu tujuannya itu justru mengantarkan Baekhyun mengenal Jennie yang menjadi model disana?

Jennie memang seorang model majalah remaja. Wajahnya yang cantik dan mempesona buat dia laris dibanjiri job. Entah yang datang dari majalah atau hanya sekadar endorse di sosial medianya.

Ngomong-ngomong soal sosial media, Baekhyun dan Chanyeol tentu punya. Hanya saja sosial media keduanya sangat berbanding terbalik.

Jika milik Baekhyun terbuka untuk umum dan selalu memposting segala hal yang menurutnya menarik, maka milik Chanyeol terproteksi dan hanya orang-orang terdekat yang bisa mengikutinya. Isinya juga tak banyak, hanya beberapa potret diri yang diambil oleh Baekhyun.

"Mau atur jadwal dengan Jennie?"

Chanyeol bertanya begitu Baekhyun menaruh sendok serta garpunya ke mangkuk. Mienya tandas tak tersisa.

"Iya. Dia minta beberapa foto disini,"

Chanyeol mengangguk, "Untuk endorse atau majalah?"

"Endorse lah. Kalau majalah kan sudah ada timnya sendiri,"

"Ya kan siapa tahu kau sudah menyetujui untuk bergabung ke dalam timnya,"

Baekhyun menggeleng sambil menghapus sisa rempah di bibirnya.

"Belum ingin,"

"Kenapa?"

"Takut bayiku protes saat aku terlalu sibuk," kata Baekhyun sambil sebelah tangannya menyapa pipi Chanyeol yang punya sedikit lemak.

.

.

TBC

.

.

Kalian ini, hemmm. Baru aku kasih ombak kecil aja udah heboh.

Gimana kalau aku masukkin konflik beneran? wkwk

Canda kok, belum ada konflik sampai saat ini.

Gatau nanti kalau chapternya udah belasan hehe.

Btw, aku mau jujur gais. Sebenernya aku kalau mau update, ngecek komen dulu. Kalau komen udh nyampe 10 baru aku update. wkwk

Jadi, ayo keluarkan komentar menggemaskan kalian.

Phay-phay