Ada satu masa yang ingatkan Baekhyun tentang seberapa idealnya Chanyeol untuk dijadikan kekasih. Seperti saat libur semester dua, saat label pacar masih melekat di keduanya.
Chanyeol datang ke rumah di tengah libur semester kala itu. Padahal rumah keduanya bisa di katakan dari ujung ke ujung. Berlawanan arah. Namun Chanyeol tetap paksaan datang. Demi satu liburan yang tak terlupakan katanya.
Chanyeol meminta izin langsung ke ibunya. Pamit langsung ke ayahnya. Sungguh tipikal idaman. Baekhyun waktu itu sampai bergetar. Terharu akan sikap Chanyeol.
Baekhyun di bawa ke satu kota yang benar-benar buat dia nyaman. Kehangatan yang ditawarkan buat Baekhyun ingin berlama disana. Kesopanan penduduk local buat Baekhyun terpana. Belum lagi pemandangan kala senja menyapa. Sungguh, Chanyeol buat dia bahagia.
Begitu sampai, Baekhyun dibawa ke satu penginapan yang akrab dengan pemandangan lautan juga wangi pepohonan. Lantai kayu beri suasana hangat. Belum lagi lampu kekuningan yang semakin buat tamu nyaman. Baekhyun seketika jatuh cinta pada penginapan tersebut.
Itu baru penginapan, belum yang lainnya.
Baekhyun dan Chanyeol tiba pada pukul dua siang. Putuskan tidur sejenak sebelum mulai menjelajah.
Kala senja, Chanyeol ajak dia cari makan. Dengan mengenakan celana pendek serta sandal rumahan, keduanya berjalan beriringan menelusuri jalan setapak. Begitu sampai di sudut setapak, Chanyeol mengajaknya berbelok. Masuk ke satu kedai yang tampak ramai.
Bunyi lonceng menyapa telinga kala pintu dibuka. Baekhyun disuguhi pemandangan meja makan yang hampir penuh secara keseluruhan. Pengunjung tampak bahagia dengan hidangan serta percakapan yang mereka bangun.
Selera makan Baekhyun tiba-tiba naik saat sepiring kepiting goreng lewat dihadapannya. Pelayan membawa piring tersebut ke satu meja yang dihuni sepasang lansia. Tampak mesra dengan senyum terpatri di wajah keduanya.
Chanyeol membawanya semakin masuk ke dalam. Membuat Baekhyun lagi dan lagi terpana akan keramaian yang ada. Dengan pengunjung yang sebanyak ini, Baekhyun tidak lagi meragukan rasa dari hidangan yang dibuat koki disini.
Duduk di salah satu meja yang berada di luar ruangan, Baekhyun dapat melihat lampu-lampu dibawah sana. Ternyata kedai ini berada di ketinggian yang lumayan.
Di meja, dapat Baekhyun lihat tulisan reserved. Dia pandang Chanyeol yang nampak melihat sekeliling tengah mencari keberadaan pelayan.
"Kapan kau memesan ini?"
Chanyeol menatapnya. Membulatkan mata seperti terkejut.
"Kemarin saat masih di kereta,"
Lalu keduanya diam. Menikmati suasana sekitar. Coba rekam setiap moment yang ada dalam benak di kepala.
Chanyeol tak hanya bawa dia ke kedai yang sukses buat dia tersenyum karena kekenyangan. Tapi juga bawa dia ke acara malam yang buat dia sekali lagi terkagum.
Di salah satu pesisir pantai, diadakan pertunjukan musik. Dengan berbekal gitar akustik dan suara yang katanya pas-pasan, Chanyeol maju secara sukarela untuk beri satu pertunjukkan. Lantunan lirik lagu All Of Me, Chanyeol ucapkan dengan lancarnya. Matanya menatap lurus Baekhyun. Terkadang dia pejamkan kala lirik terlalu menyentuh atau kala Baekhyun mulai tersipu.
Chanyeol terlampau romantis saat itu. Baekhyun dibuat merah tak karuan.
TBC
Maaf baru update padahal komen kemarin banjir banyak banget wkwk.
Terimakasih sudah mau menunggu huhu, kucinta kalian.
Phay-phay
