"Selamat pagi yang katanya pujaan hati,"

Begitu sapa yang Baekhyun terima pertama kali saat keluar gerbang kosan. Disana ada Chanyeol yang duduk di motor beat kesayangannya. Dengan jaket yang membalut tubuh jangkungnya, Chanyeol memamerkan satu senyum andalan.

"Iya selamat pagi juga yang katanya mantan tersayang,"

Baekhyun cuma bisa balas ledek yang Chanyeol lempar. Karena dia sendiri tidak tahu harus seperti apa tanggapi segala gombalan yang Chanyeol lontarkan.

Sumpah, Baekhyun sudah kebal.

"Sudah sarapan?"

Baekhyun tersenyum saat Chanyeol mulai menyiapkan motornya.

"Sudah si. Kamu?"

"Belum,"

Baekhyun reflek cubit pinggang Chanyeol begitu dengar jawab yang pemuda itu ucapkan. Gemas jadinya.

"Kok belum?"

"Sengaja. Siapa tau beruntung dapat sarapan bareng kamu,"

Maunya Chanyeol si Baekhyun tersipu. Tapi kenyataan memang kadang sangat berbanding terbalik dengan harapan. Karena yang di dapat Chanyeol justru satu pukulan di bahunya.

"Kan aku sudah makan. Terus kamu bagaimana?"

"Aku bisa tunggu sampai kamu selesai kelas kok. Jadi nanti bisa makan bersama,"

Raut khawatir tentu jadi satu yang langsung muncul di permukaan wajah Baekhyun. Bagaimana mungkin tidak khawatir jika pemilik hati saja mencoba melewatkan jam makan?

"Makan dulu ya?"

"Kelasmu?"

"Skip sekali juga tidak dosa,"

Chanyeol bisa apa selain mengiyakan keinginan Baekhyun?

.

.

TBC

.

.

Kok makin lama makin gak jelas yaaa?