Jadi, disinilah mereka sekarang..

Duduk berdua saling berhadapan. Dengan meja yang memisahkan. Dengan semilir angin yang sesekali mengganggu. Dengan kaki yang terkadang saling bersinggungan.

Iya, mereka duduk lesehan.

Singkat cerita, setelah Chanyeol setuju dengan usulan Baekhyun untuk bolos, keduanya langsung pergi menuju pinggir kota.

Sengaja berkendara selama satu jam demi dapatkan satu rumah makan yang berada di tepi sawah. Jauh dari kata romantis sebenarnya, namun memang itu bukan tujuan utama.

Chanyeol lebih incar ketenangan sebagai tujuan. Relaksasi diri katanya.

Baekhyun si cuma iya-iya saja. Mengikuti apa yang Chanyeol ambil sebagai keputusan. Toh dia yakin kalau Chanyeol tidak akan ambil suatu keputusan secara sembarang.

Rumah makan dengan desain unik itu jadi saksi. Tentang bagaimana keduanya coba melonggarkan pikiran barang sejenak. Coba nikmati hembus angin yang lama kelamaan buat mengantuk.

Chanyeol bahkan bisa lihat beberapa kali Baekhyun menguap dengan lebarnya. Tanpa malu, dihadapannya Baekhyun membuka mulut selebar yang dia bisa.

Chanyeol sama sekali tidak merasa tindakan Baekhyun itu tidak sopan atau apa lah kata orang. Dia justru beranggapan apa yang Baekhyun lakukan barusan adalah sesuatu yang menggemaskan.

Chanyeol rasa dia ingin cubit dua pipi yang menggembung sehabis Baekhyun menguap. Ingin pegang kedua mata yang saat ini mulai sayu. Ingin membelai rambut yang pelan terayun oleh angin. Dan mungkin, jika boleh, dia ingin curi satu kecup dari bibir yang saat ini tengah mengerucut.

"Apa lihat-lihat?"

Duh galaknya.

"Tidak,"

Lagi, Baekhyun menatap pemandangan sawah yang ada disekitar rumah makan.

Ahh, lupa dijelaskan. Rumah makan ini terbilang unik. Dia punya beberapa pondok dengan tinggi sekitar dua meter yang harus dinaiki dengan tangga. Tiap pondok punya satu meja makan yang muat untuk empat orang. Pondok ini terbuat dari bambu yang menambah kesan asri.

Baekhyun dan Chanyeol merupakan salah satu pengunjung yang memilih makan di pondok daripada di dalam ruangan yang juga disediakan rumah makan tersebut.

Hasilnya pun tidak mengecewakan. Chanyeol puas dan Baekhyun suka meskipun pemuda manis itu tampak bosan menunggu pesanan sampai.

"Lapar sekali ya?"

Baekhyun mengalihkan pandang pada Chanyeol yang saat ini sedang menopang dagunya.

"Lumayan,"

"Permisi yaa. Sebenarnya yang belum sarapan itu aku atau kau?"

Tipikal Baekhyun, jika diledek balas dengan memukul. Tidak kuat kok. Kan yang di pukul mantan tersayang.

"Diam deh,"

"Iya ini diam. Sabar ya sebentar lagi juga diantar,"

Baekhyun hanya bisa hembuskan napas dengan kasar. Sebal. Padahal bukan dia yang belum sarapan. Tapi kok seakan perut menolak diajak kerjasama untuk sedikit saja bersabar?

.

.

TBC

.

.

BOOM BOOM YEAHH!

Apaan sih kamu -_-