Tepat pukul lima saat Baekhyun kembali menginjak lantai teras lobby.
Kepalanya langsung menengok kesana kemari saat tak didapati Sehun di tempat terakhir dia meninggalkannya.
Akhirnya Baekhyun berjalan menyeberangi lapangan dengan pandang yang selalu dia arahkan ke sekeliling. Barangkali dia bisa temukan Sehun di kerumunan. Atau jika pemuda itu sedang bosan, bersandar di pohon adalah tempat yang tepat.
Tapi tidak. Sehun tak ada dimana-mana. Tidak di kerumunan dan tidak sedang bersandar di salah satu pohon dekat lapangan.
Baekhyun menghela napas begitu tiba di gerbang fakultas. Kesal bukan main karena tak dapati Sehun dimana pun.
Padahal jika di runut, Baekhyun yang salah. Siapa suruh dia pergi begitu saja dan tidak bertanya mengenai tempat bertemu?
Ujung-ujungnya Baekhyun ambil ponselnya dan langsung tekan panggilan di kontak Sehun.
"Ya, Baek?"
"Kau dimana?"
"Kau sendiri dimana?"
"Berhenti bercanda, Hun. Cepat katakan kau dimana?"
"Susah kan? Siapa suruh pergi begitu saja tanpa tanya mau bertemu lagi dimana,"
"Beritahu aku, kau dimana!"
"Oke berhenti berteriak. Datang saja ke Up Normal. Meja nomor 5 di lantai dua,"
Tanpa bilang iya atau kata lainnya, Baekhyun menutup panggilan. Langsung ambil langkah untuk segera menuju ke tempat yang Sehun katakan.
Saat langkah mulai mendekati lokasi, satu hal mengganggu pikiran Baekhyun. Tentang Chanyeol yang entah kenapa tak mengabarinya.
Baekhyun jadi curiga jika pertemuannya dengan Sehun sebenarnya sudah diketahui Chanyeol dan Chanyeol hanya membiarkannya. Tapi mustahil. Bukan tipikal Chanyeol sekali.
Baekhyun hanya bisa lanjutkan langkah dan segera menyeberangi jalan. Masuk ke dalam café dan langsung disambut hawa dingin AC yang sangat menyegarkan. Sangat pas buat dia yang kegerahan karena sore kali ini terlalu terik.
Lift yang berada di sudut kanan menjadi tujuan utamanya. Dia terlalu malas untuk menaiki tangga ngomong-ngomong.
Sehun langsung melambai saat pintu lift terbuka dan tampilkan Baekhyun yang tampak sekali kelelahan. Terlalu lelah sampai lupa kalau mau marah pada Sehun.
Jadi yang Baekhyun lakukan hanya ambil minum yang ada di hadapannya dan menenggaknya sampai tersisa setengah.
Beringas minta ampun. Untung Sehun terlalu suka sampai tahap buta pada perilaku Baekhyun.
"Pesankan aku makan. Lapar,"
Sudah beringas, tak tahu diri lagi. Mungkin itu yang akan dipikirkan pemuda lain yang melihat tingkah Baekhyun. Tapi Sehun tidak kok. Ingat, Sehun terlalu suka sampai tahap buta.
.
.
TBC
.
.
Hemmmm, goyah nih goyah. Dedek Sehun tampak menggoda hmm.
Mau nanya, kalian penasaran gak sama pertama Chanyeol sama Baekhyun bisa kenal?
Komennya lebih deres bisa kali yaaaa..
Phay-phay
