Tiga menu berat tersaji di meja. Baekhyun makan dengan lahap. Dan Sehun hanya bisa amati lewat tatap.
Mereka belum memulai pembicaraan. Atau sebenarnya sudah tapi belum menyinggung bahasan utamanya.
Sehun hanya lihat si mungil di depannya ini tengah berlomba menandaskan isi piring. Sehun sampai dibuat haus dengan cara makan Baekhyun yang terlalu cepat.
"Pelan-pelan,"
Sehun berpesan saat Baekhyun memasukkan satu suap lagi ke dalam mulutnya. Padahal suapan sebelumnya belum selesai dia haluskan.
"Oke, Baek. Serius pelan-pelan,"
Lagi Sehun ingatkan. Baekhyun terbatuk, menatapnya sinis.
"Sengaja cepat. Biar bisa cepat bicara,"
Sehun hanya geleng kepala. Biarkan Baekhyun berbuat semaunya. Toh bila sakit perut bukan dia yang rasa.
Lima belas menit berlalu. Baekhyun telah selesai dengan segala urusannya dengan isi piring. Kini si mungil itu tengah amati raut Sehun. Berusaha untuk mencerna arti dari setiap inchi guratan yang nampak.
"Kau mau bahas apa?"
Pada akhirnya Baekhyun tak tahan dan bertanya. Sehun hanya menaikkan alisnya dengan cara yang sangat menyebalkan. Baekhyun rasanya ingin beri satu pukulan di dahinya.
"Masih belum balikan dengan Chanyeol?"
Ini yang Baekhyun tidak suka. Tanya dijawab tanya. Dia jadi merasa percuma.
"Kenapa sih?"
Padahal Baekhyun juga menyebalkan. DIa sendiri menjawab tanya dengan tanya.
"Ini memang belum atau malah sudah tidak minat ya?"
Nah kan, terus saja begitu. Saling lempar tanya tanpa ada yang jawab.
"Belum tau. Masih abu,"
Baekhyun mengalah. Dia jawab tanya Sehun dan itu buat Sehun mengangguk.
Tapi tunggu, apa tadi katanya? Masih abu? Jadi ada kemungkinan untuk kembali bersama?
Tolong jangan buat Chanyeol berharap ya, Baek.
Sehun jadi sedikit banyak mengingat tentang hari yang telah lalu. Mengenai caranya bersaing dengan Chanyeol untuk dapatkan perhatian Baekhyun.
Keduanya bersaing bagai dua kubu yang siap berperang. Yang satu dengan pedang, yang satu dengan selaras di tangan.
Sehun dengan gayanya yang tenang dan elegan, Chanyeol dengan gayanya yang bebas dan serampangan.
Hasilnya? Di luar dugaan. Baekhyun lebih tertarik dengan yang bebas tanpa strategi berarti. Sehun kalah dengan segala rencananya yang matang. Mungkin Sehun terlalu kaku sampai Baekhyun tak ingin tahu.
"Kalau aku bagaimana?"
Sehun maju, menumpu muka pada telapak tangan yang dia sangga. Memasang wajah setenang mungkin. Berusaha untuk tak buat Baekhyun keluar dari garis pembicaraan.
"Kau apa?"
"Masih ada kesempatan tidak?"
Kalau Sehun maju, Baekhyun justru mundur. Menyandarkan punggung pada kursi dan menghela napas seakan tertekan. Padahal tidak.
"Tidak tahu, Hun. Aku sedang tidak minat cinta-cintaan,"
Pelan, Baekhyun dengar Sehun mengumpat. Seakan tak percaya dengan kata yang baru dia dengar.
"Tidak minat, matamu?"
Baekhyun jadi kesal. "Apasih, Hun. Jangan bicara sembarangan,"
"Aku serius, Baek. Jika memang sedang tak minat, jauhi Chanyeol. Jangan cuma aku yang kau hindari. Itu baru namanya tidak minat,"
Baekhyun tanpa sadar membenarkan dalam hati.
Benar juga. Kalau dia tak minat, seharusnya dia mudah untuk menghindari Chanyeol. Tapi kok rasanya ini berat ya?
Atau jangan-jangan, sebenarnya dia masih berharap?
.
.
TBC
.
.
(bisik-bisik)Hello, I'm back...