Sehun memperbaiki posisi duduknya. Mencoba menegakkan kembali badan demi kesan yang bisa buat dia seakan tak mudah digoyahkan.

Sulit bagi Sehun untuk mengakui bahwa Chanyeol memiliki aura dominasi. Punya satu sisi yang buat Sehun diam tak berkutik. Sehun selalu coba abaikan itu. Sejak dulu, sejak kali pertama dia bersaing dengan Chanyeol.

Bahkan sekarang, saat kali kedua bagi mereka bersaing untuk hal yang sama, Sehun masih tetap kukuh mengabaikan fakta.

"Tidak bermaksud apa-apa. Hanya sedikit takut, kau sebagai mantan tak terima kalau aku berhasil menggandeng Baekhyun,"

Jika tadi Sehun yang diam tak bisa berucap, kali ini Chanyeol.

Chanyeol diam menahan geram. Membenarkan dalam hati bahwa dia takut tersaingi. Takut Baekhyun memutuskan untuk memutar arah, berpaling lalu pergi.

Chanyeol sungguh tak siap dengan kenyataan seperti itu.

"Maaf saja, posisimu tak mengancamku sama sekali,"

Sudah menjadi hal biasa bagi keduanya untuk tak saling mengalah. Jika Sehun menyerang, Chanyeol akan diam sesaat dan balik menyerang pada detik berikutnya. Sehingga tidak mengherankan bila pertemuan mereka kali ini dipenuhi dengan lontaran kalimat menyerang yang tak ada habisnya.

"Baiklah. Biarkan aku temui Baekhyun dan lihat sendiri. Apakah posisiku memang tak berarti atau posisimu yang mulai lebur dan mengabur,"

Akhirnya Chanyeol menyetujui hal tersebut. Membiarkan Sehun pergi ke kampus untuk menemui Baekhyun dan mengikutinya dari jarak yang tak terlihat. Mencoba mengamati setiap interaksi yang keduanya buat. Sesekali menebak, tentang posisi siapa yang sekiranya punya porsi lebih banyak di hidup Baekhyun.

Sehun berbalik menghampiri Chanyeol saat Baekhyun berlari menaiki tangga. Mengernyit, Chanyeol memberi gesture bertanya.

"Dia ada kelas,"

Sehun hanya menjelaskan hal tersebut yang kemudian membuat Chanyeol mengangguk mengerti. Chanyeol bahkan heran pada diri sendiri tentang bagaimana dia bisa lupa kalau Baekhyun masih punya satu kelas lagi.

Memang, satu kencan di pagi hari bisa buat lupa hal lain.

"Lalu bagaimana?"

Sehun mengangkat bahu tak tahu. Melihat sekeliling dan bergumam dalam hati mengenai ingatan yang lalu saat dia masih sering datang ke fakultas ini.

"Tunggu saja di tempat tadi,"

Chanyeol hanya menyetujui dan kembali ikuti langkah pemuda tinggi tersebut.

Kali ini Chanyeol tak duduk satu meja dengan Sehun. Keduanya terpisah. Sehun di tengah dan Chanyeol lebih pilih satu di ruang terpisah yang tertutup namun masih bisa lihat dan dengar semua bising di ruang sebelah.

Singkatnya, Chanyeol bersembunyi untuk awasi.

Duduk termenung diam, baik Chanyeol maupun Sehun hanya bisa menunggu sambil celingukan. Lama sekali rasanya menunggu satu orang.

Selang hampir dua jam sejak keduanya masuk kembali ke tempat tersebut, Baekhyun masuk dengan tergesa. Jelas Chanyeol lihat beberapa peluh melekat di wajah. Dia jadi ingin dekati dan seka.

Chanyeol melihat semuanya. Mulai dari Baekhyun yang berjalan tergesa hingga dia duduk dan meminum pesanan Sehun yang masih tersisa. Chanyeol lihat semua.

Kalau kau sangka Chanyeol akan marah karena Baekhyun minum dengan gelas yang sama dengan Sehun, kalian salah. Chanyeol tak sekekanakan itu. Dia tahu, mana hal yang harus buat dia marah, mana hal yang hanya dia tak suka dan biarkan berlalu.

Chanyeol masih terus pahami. Masih terus lihat dan teliti. Setiap gerak yang Baekhyun lakukan, setiap ucap yang Sehun lontarkan. Semua tak luput dari amatan.

Lalu saat Baekhyun selesai dengan menu terakhirnya, Chanyeol menegakkan badan. Menggeser kursi sedikit lebih dekat dengan dinding untuk mendengar lebih jelas setiap pembicaraan.

"Masih belum balikan dengan Chanyeol?"

Oke, Sehun terlalu cepat ke poin inti. Jujur saja Chanyeol belum siap.

Chanyeol hanya takut jawab yang terucap akan jauh berbeda dengan harap yang selalu dia pendam. Takut kenyataan menghancurkan ekspektasinya.

"Ini memang belum atau malah sudah tidak minat ya?"

Sehun memang brengsek. Seenak jidat kalau berucap. Kadang kaliat yang muncul dari indranya memiliki maksud yang menusuk.

Mungkin bagi Baekhyun itu biasa saja. Tapi tidak bagi Chanyeol yang mendapat serangan tanpa pertahanan.

Man, ini soal perasaan.

"Belum tau. Masih abu,"

Jawaban Baekhyun buat Chanyeol teriris perlahan. Iya, pelan-pelan. Tidak langsung buat dia hancur berantakan.

Chanyeol tahu, jawaban yang Baekhyun beri sekadar formalitas supaya Sehun tidak sakit hati. Baekhyun hanya coba bermain aman. Menyelamatkan perasaan Chanyeol dan menjaga Sehun dari serangan patah.

Tapi sifat Baekhyun yang tidak enakan ini justru sangat di sayangkan. Jawaban yang tak pasti itu justru buat Chanyeol merasa terancam.

Diseberang sana, Chanyeol lihat Sehun yang mengangguk dan Baekhyun yang menunduk hindari pandangan Sehun. Terlihat sekali mantannya itu tak nyaman.

"Kalau aku bagaimana?"

Serangan kedua Sehun luncurkan. Lagi dan lagi Chanyeol harus siap tanpa adanya pertahanan.

"Masih ada kesempatan tidak?"

Jelas sekali Sehun mengharapkan sebuah peluang untuk memperjuangkan kembali. Mencoba mendapatkan apa yang dulu tak sempat dia genggam.

Chanyeol hanya bisa biarkan. Amati dari kejauhan. Tak mungkin dia mendekat dan minta Baekhyun memilihnya. Chanyeol tak suka dengan cara itu.

Dia lebih suka Baekhyun kembali karena keinginannya sendiri.

"Tidak tahu, Hun. Aku sedang tidak minat cinta-cintaan,"

Telak!!

Jawaban Baekhyun buat dia renungkan banyak hal. Dari yang semula posisinya masih abu, hingga kini penjelasan Baekhyun yang kembali buat dia ragu.

Baekhyun tak minat cinta-cintaan katanya.

Dan Chanyeol sedikit banyak tahu. Soal penyebab yang buat terjadi hal itu. Apalagi kalau bukan tentang masa lalu yang kemudian paksakan keduanya untuk tak lagi menjadi satu.

Sekarang Chanyeol sadar. Posisi yang Sehun sebutkan tadi sebenarnya sudah lama terancam. Tidak lagi sekuat dulu. Tak lagi seteguh masa lalu.

Posisi itu perlahan rapuh, buram, dan mungkin bila Chanyeol biarkan akan menghilang.

Semoga pada satu kesempatan, ada hal yang bisa buat Chanyeol kembali dapatkan takhta. Duduk di singgasana tertinggi di hati Baekhyun berada.

"Aku serius, Baek. Jika memang sedang tak minat, jauhi Chanyeol. Jangan cuma aku yang kau hindari. Itu baru namanya tidak minat,"

Peluru terakhir yang Sehun lempar, telak menjatuhkan dua korban. Baekhyun menunduk terdiam dan Chanyeol menegak tersentak.

Pikirnya, bagaimana jika Baekhyun benar-benar ambil langkah mundur?

.

.

TBC

.

.

Gatau, aku lagi sedih Hanbin out dr iKON (cry very hard) :((