"Kau tak temui Chanyeol?"

Kyungsoo langsung duduk tepat di sebelahnya begitu masuk kelas. Dosen belum datang dan kelas masih termasuk lengang.

Baekhyun menatap Kyungsoo yang masih pamerkan raut tanya. Lalu sedikit melongok untuk menilik keberadaan Kai yang ternyata memisahkan diri dari keduanya. Pemuda itu tampak duduk bersandar pada kursi pojok dekat jendela sebelah kanan.

Baekhyun kembali tatap depan kala dirasa Kyungsoo masih menuntut sebuah jawab.

Sedikit merenung.

Baekhyun sadar tingkahnya barusan pasti beri kesan menghindar. Bila dituduh begitu pun pasti Baekhyun iyakan.

Memang itu kenyataan bukan?

Baekhyun hindari Chanyeol yang telah menghilang empat hari kebelakang. Menghindari pemuda yang punya label sebagai mantan.

Mantan yang katanya punya sejuta kenangan. Kenangan indah yang sungkan terlupa.

Malah kenangan itu bertambah tiap harinya meski label telah berubah.

Kadang memang pusing bila dipikirkan. Tentang Baekhyun yang selalu menyebut diri sebagai mantan tapi enggan bila Chanyeol sedikit saja tinggalkan.

Sebenarnya maunya apa?

Katanya mantan. Kok masih saja punya rasa ingin melarang? Melarangnya pergi, melarangnya terlambat makan, melarangnya tidur terlalu malam, bahkan mungkin tanpa sadar sudah sampai tahap melarang sang mantan punya hubungan.

Duhh pusing yaa..

Mantan banyak mau.

Baekhyun menghela napas. Mata mengedar seakan coba susun jawaban yang paling tepat. Tapi yang terucap hanya kata, "Nanti."

Sebuah jawab yang justru berkesan menggantung. Bukan Baekhyun sekali.

Apatis. Seakan tak peduli dengan kembalinya Chanyeol.

Lepas kelas, Baekhyun langsung keluar. Berjalan santai. Tak berkesan tergesa. Dan Kyungsoo sedikit banyak tahu, bahwa Baekhyun belum ingin bertemu.

.

.

TBC

.

.