Chanyeol lihat eksistensi Baekhyun beberapa menit lalu. Meski sibuk tanggapi tanya Kai, dia masih bisa lihat Baekhyun yang naik tangga dengan menghentak. Terlihat sekali dia marah.

Tahu kok Chanyeol. Paham sekali.

Tapi Chanyeol biarkan. Diamkan dulu.

Bukannya tak peduli. Hanya saja Chanyeol tahu. Ucapan Sehun beberapa hari lalu memang cukup berdampak pada hubungan. Cukup buat goyah.

Jadi Chanyeol ingin pastikan, akankah Baekhyun bertahan dan memulai semua dari awal. Atau justru berbalik pergi dan benar-benar melepaskan.

Apapun itu, Chanyeol terima.

Chanyeol yakin Baekhyun bisa mempertimbangkan semua. Yakin bahwa Baekhyun bisa memilih opsi terbaik.

Saat ini Chanyeol berdiri di tepi koridor lantai tiga. Menatap langsung gerbang samping fakultas. Meniti setiap langkah yang diambil seseorang di bawah sana.

Baekhyun tampak berjalan sendiri. Tidak ada yang menemani. Juga tidak ada yang jadi atensi.

Benar-benar hanya fokus pada langkah yang tengah dia tempuh.

Chanyeol hanya awasi dari jauh. Seperti seorang penggemar yang mencintai dalam diam. Seperti pemuda yang tengah kasmaran.

Senyumnya mengembang saat dilihat Baekhyun tengah celingukan hendak menyeberang jalan. Lucu sekali. Chanyeol jadi gemas.

Aahh kalau begini bagaimana dia bisa merelakan?

.

.

TBC

.

.

Hayy wkwk. Long time yoww.

Jadi gini. Ya gimana yahh. Fokusku emang cuma ke 'hubungan mantan yang masih mesra meski udah putus'.

Jangan berharap banyak kaya tiba-tiba ada Naomi kaya di Alexus wkwk.

Ngebuat mereka berdua mau balikan aja susah apalagi kalau ditambah pihak ketiga? Aing pusing nanti.

Jangan lupa komennya hehe.

Phay-phay