Pukul delapan malam, Baekhyun diam menatap ponsel. Ingin hubungi tapi ragu. Ingin dengar suara sebab rindu.
Mempertimbangkan ini dan itu justru semakin buat Baekhyun ragu.
Bukan gengsi yang menahan diri untuk tak hubungi selepas kembalinya Chanyeol dua hari lalu. Bukan itu.
Yang buat ragu justru jawaban yang saat ini dikantongi. Jawaban yang ingin ia sampaikan pada Sehun. Bukan Chanyeol.
Toh pemuda itu tak tahu Baekhyun tengah dirundung ragu.
Hampir. Benar-benar hampir Baekhyun tekan tombol panggilan pada kontak Chanyeol. Namun satu panggilan masuk urungkan niatnya.
Kyungsoo. Pemuda manis itu menghubunginya.
Tanpa basa-basi langsung dia terima panggilan itu.
"Yaa?"
Terdengar bising jadi latar belakang panggilan Kyungsoo. Berisik sekali seperti angin yang meniup kencang.
"Dimana?"
"Kos. Kenapa?"
Lalu suara obrolan banyak orang terdengar. Seperti sedang ada perkumpulan.
"Ke Mak Yen sini. Pasti belum makan,"
Baekhyun merasa tumben. Tak seperti biasanya Kyungsoo mau-mau saja menawarinya makan dengan cuma-cuma. Tak mungkin gratis begitu saja.
"Tugas mana yang mau kubantu?"
Baekhyun coba menebak maksud terselubung dibalik tawaran Kyungsoo. Sebenarnya bukan Kyungsoo yang kadang terapkan cara ini. Justru kekasihnya.
Kai seringkali belikan sesuatu sebagai imbalan membantu mengerjakan tugasnya. Jadi Baekhyun pikir Kyungsoo juga bisa berlaku begitu.
"Kau pikir aku tak mampu sendiri! Cepat kesini. Bobby yang bayar,"
Hooo Bobby. Ketua UKM basket universitas. Pantas saja Kyungsoo mau menawari. Bukan dia yang bayar.
"Dalam rangka apa?"
"Menang turnamen kemarin,"
Baekhyun akhirnya memutuskan pergi setelah tutup panggilan.
Berbekal celana selutut dan hoodie putih, dia berjalan menuju warung Mak Yen. Tak perlu terlalu rapi. Memang mau ke restoran?
Masuk ke dalam warung, didapatinya segerombol mahasiswa yang duduk lesehan. Memang sih namanya warung. Tapi luasnya hampir setara lantai satu Up Normal. Ada dua opsi, duduk atau lesehan.
Baekhyun menjawab lambaian Kai. Kyungsoo yang duduk jauh dari Kai ikut berbalik saat Kai meneriakkan namanya.
Baekhyun mendekat lalu menyahuti satu persatu tangan yang terbuka mengajak tos ala lelaki. Satu dua tanya yang diajukan pun dia jawab.
Terlalu banyak yang berkumpul. Baekhyun maklum saja. Karena Bobby memang cukup dikenal banyak mahasiswa. Bukan hanya dari FISIP saja. Fakultas teknik yang paling jauh pun ada yang mengenal Bobby.
Dan Baekhyun belum sadar akan eksistensi satu pemuda dengan hoodie merah marun yang tengah menunduk memainkan ponselnya.
Belum. Hingga menit kelima belas dan cakap yang mulai merambat ke gosip kampus, barulah Baekhyun sadar.
Saat Chanyeol mendongak kala satu mahasiswa menanyakan suatu hal padanya, saat itu pula Baekhyun mengetahui keberadaan Chanyeol.
"Katanya dosen Yoon mau cuti?"
Chanyeol mengangguk. Masih belum menatap ke arah Baekhyun. Bukan mengabaikan, tapi lebih mendahulukan menjawab pertanyaan.
"Kenapa?"
Sambil menaruh ponselnya ke meja, Chanyeol menjawab.
"Beliau mau ambil studi ke Belanda. Katanya sih mumpung ada sponsor,"
Yang lain mengangguk menerima informasi tersebut. Obrolan berlanjut ke mata kuliah yang diampu Dosen Yoon. Bahkan beberapa mulai mempertanyakan mengenai organisasi yang diawasi oleh dosen tersebut.
Chanyeol masih menyahuti obrolan tersebut. Duduk menyamping. Sama sekali belum menatap Baekhyun yang ada diseberangnya. Tidak persis di depannya sih.
Barulah saat dia menggerakkan badan untuk meraih es tehnya, mata Chanyeol bersibobrok dengan retina Baekhyun. Saling menatap dalam diam. Tak ada keinginan untuk buka obrolan atau sekadar menyapa.
Chanyeol hanya menaikkan alisnya sambil meminum es tehnya. Bertanya lewat isyarat saat Baekhyun tak juga bersuara maupun mengalihkan tatap.
Sialan. Gestur biasa begitu kenapa terlihat tampan saat Chanyeol yang lakukan?
Belum lagi rambut yang sengaja tersugar ke belakang dan memamerkan jidat dengan satu dua jerawat kecil.
Mampus. Baekhyun terpesona. Telak ingin mati saja dalam semunya.
Pipinya panas, man.
.
.
TBC
.
.
Anjirr melting sendiri bayangin dikedipin Chanyeol.
Eh btw, seperti biasa, aku minta doa kalian. Kali ini doakan semoga kelas yg aku ambil itu sama kaya yg temenku ambil. Biar aku gak sendirian huhu. Aku takut kalo sekelas sama org asing semua. Maw nanges aja rasanyaaaaa.
Dah ya,
Phay-phay
