Chanyeol tahu. Juga tak berharap banyak.

Kilasan raut wajah Baekhyun masih dia ingat. Bagaimana otot di wajahnya berubah dalam satu detik serta bagaimana usap itu berhenti sejenak.

Chanyeol tahu, kembali ada ragu disana.

Tapi bolehkah harapnya tumbuh? Meski hanya sepucuk tunas jagung.

Karena inginnya Chanyeol tak banyak, kembali memeluk Baekhyun dan berdamai. Hanya itu.

.

.

TBC

.

.

Hey guys...

Huhuhuu aku mau nanges aja. Gak nyangka Mazy udah masuk satu tahun. Gila lama banget nulis ini ff. Awalnya cuma main-main pas libur semester, eh ternyata rame. Sama sekali gak nyangka.

Terimakasih bgt buat apresiasi kalian.

Laffyu,

Phay-phay.