Let's take time : To Notice Little Things by Lightrress

.

Warning!

Fiction, BL, Drabble, AU

.

.

Seokjin sangat suka memperhatikan hal-hal kecil yang Namjoon lakukan untuknya

.

.

.

.

Seokjin terbangun merasakan gerakan dari sebelahnya. Mengucek mata, duduk memperhatikan Namjoon yang sedang berjalan menuju kamar mandi membelakanginya. Menahan tawa melihat kekasihnya yang berjalan berjinjit dengan sangat pelan. Seokjin kemudian memutuskan untuk membuka suara bertanya

"Apa yang kau lakukan, Namjoon-ah?"

Yang lebih muda terkejut kemudian berbalik dengan cepat, balik bertanya dengan suara berat "Hyung kenapa sudah bangun?"

Seokjin memiringkan kepalanya "Hem? Karena aku terbangun?" dapat dilihatnya Namjoon merutuk pelan dan berkata "Uh maaf aku membangunkanmu"

Ah, jadi cara berjalan yang aneh itu agar dia tidak membangunkannya?

Seokjin tersenyum manis "Tidak, Namjoon-ah, kau tidak membangunkanku"

Namjoon balas tersenyum memamerkan lesung pipinya, jalan menghampiri kekasihnya itu, lalu mengangkat tangan kanannya untuk mengelus kepala Seokjin sayang. "Hyung tidurlah lagi sebentar. Aku akan menyiapkan air hangat untuk hyung mandi"

Seokjin menikmati gestur lembut dari Namjoon kemudian menatap Namjoon lalu menggeleng pelan "Aku tidak mau"

"Lalu? Apa yang hyung inginkan?"

Seokjin menarik tangan Namjoon agar kekasih tampannya itu terduduk di sampingnya "Aku mau peluk, Namjoon-ah. Nanti saja mandinya"

Namjoon tertawa gemas, bergerak untuk memeluk Seokjin sambil mengusap punggungnya. Berbisik di telinga Seokjin "Lima menit ya hyung. Aku takut kita akan terlambat"

Seokjin menggerung tak suka dan Namjoon hanya bisa tertawa

.

.

Seokjin duduk sambil menopang dagunya dengan tangan di atas kitchen island, sedangkan Namjoon sedang bolak-balik mengatur belanjaan mereka di dapur. Dilihatnya Namjoon yang sibuk menggumam sendiri dan memutuskan untuk bertanya "Kau bisa, Namjoon-ah?"

"Aku selalu memperhatikan hyung melakukan ini, jadi harusnya aku bisa" Namjoon menggumam

"Hem?" Seokjin mengangkat alis "Kau memperhatikanku mengatur barang belanjaan?"

"Iya" Namjoon menjawab singkat.

"Kenapa?"

"Karena aku senang memperhatikan, hyung?"

"Hanya itu?"

"Aku juga ingin membantu melakukan pekerjaan rumah, tapi karena aku tahu hyung akan marah-marah jika barang-barang di dapur tidak teratur dengan benar, jadi aku memutuskan untuk memperhatikan lebih dulu." Namjoon menjawab masih sibuk mengatur makanan di kulkas.

Seokjin terdiam. Yah sebagai seorang koki dan seorang pemilik restoran, ia memang tidak tahan dengan dapur yang tidak teratur. Lagipula ia memiliki cara tersendiri untuk mengatur dapurnya, sehingga ia selalu menyuruh Namjoon untuk menunggu sampai ia selesai membereskan belanjaan mereka. Tidak menyangka kalau hari ini kekasihnya itu akan bersikeras ingin melakukannya. Seokjin tadinya berpikir membiarkan Namjoon untuk sekarang dan dia akan mengatur ulang esok hari, tapi sepertinya tidak perlu. Seokjin tersenyum senang.

"Ini aku bisa kok. Hyung tidak usah khawatir." Namjoon berkata cepat melanjutkan saat merasa Seokjin diam tidak menjawabnya.

Seokjin tertawa "Iya, Namjoon-ah"

"Um tapi kalau ada yang salah, jangan marah ya, hyung" pinta Namjoon.

Seokjin hanya tertawa. Kalau begini, bagaimana ia bisa marah?

.

.

Seokjin sedang berdiri memperhatikan Namjoon yang tengah bersiap-siap untuk pergi kerja meskipun sekarang sudah pukul 8.30 malam. Pekerjaan kekasihnya sebagai model dan produser musik terkenal kadang membuat kekasihnya sering bekerja hingga larut malam. Seperti sekarang, kekasihnya ini memiliki jadwal pemotretan hingga tengah malam nanti atau mungkin lebih. Seokjin memutuskan untuk membantu Namjoon bersiap.

"Hyung, ini"

Seokjin yang sedang membantu mengatur barang, terdiam menatap heran Namjoon yang tiba-tiba menyodorkan sebuah hoodie kepadanya.

"Apa ini?"

"Untuk dipakai. Hari ini aku lembur"

"Hem?"

Namjoon tersenyum lalu berbisik di telinga Seokjin pelan "Aku tahu kalau hyung selalu tidur menggunakan baju-bajuku saat aku lembur"

Seokjin memerah "Tahu darimana?"

Namjoon tertawa "Melihatnya dan mencatatnya di kepalaku"

Melihat Seokjin yang memiringkan kepala tak mengerti, Namjoon mencubit pelan pipi gembil kekasihnya gemas dan melanjutkan

"Setiap kali aku pulang, aku selalu melihatmu memakai bajuku, sayang. Hanya setiap kali aku pulang lembur. Jadi, untuk hari ini pakai hoodie ini saja ya, hyung"

Seokjin menerima hoodie dari Namjoon dan memeluknya di dekapan. Mengangguk pelan menatap Namjoon dengan wajah memerah. Namjoon mengacak rambut yang lebih tua gemas dan mencuri kecupan singkat di bibir kekasihnya itu. "Uh aku jadi tidak ingin pergi"

Seokjin menatap Namjoon tepat di mata dan berucap lirih "Jangan pergi, Namjoonie"

Namjoon yang melihat itu memalingkan wajah "AH hyung, jangan seperti itu"

Seokjin tergelak memperhatikan Namjoon yang segera berjalan dengan cepat ke pintu apartemen mereka sambil berkata

"Ah tidak-tidak. Tidak bisa. Aku harus cepat pergi agar cepat kembali. Sampai jumpa, hyung. Jangan nakal selama di rumah" Namjoon pergi setelah mencuri kecupan kecil di pipi Seokjin, meninggalkan Seokjin yang tersenyum lebar di depan pintu.

Seokjin kemudian berjalan ke kamar tidur, berganti baju dengan hoodie yang tadi diberikan Namjoon. Tampak kebesaran di tubuhnya tapi Seokjin sangat menyukainya, rasanya hangat seperti di peluk oleh Namjoon. Mengendus Hoodie yang digunakannya, Seokjin tersenyum senang.

Kekasihnya itu sepertinya mengenakan hoodie ini lebih dulu sebelum diberikan padanya. Ia bisa mencium wangi Namjoon dari hoodie yang di kenakannya. Namjoon pasti mengetahui bahwa Seokjin menyemprotkan parfum miliknya pada baju-baju miliknya yang dipakai Seokjin untuk tidur selama ia bekerja hingga larut malam, sehingga memutuskan untuk memberikan hoodie yang telah ia pakai sendiri kepada Seokjin.

Seokjin tersenyum membayangkan Namjoon melakukan hal itu untuknya. Memutuskan untuk berbaring memeluk bantal. Menjemput mimpi dengan perasaan hangat dan bau Namjoon yang menguar di sekitarnya.

.

.

.

.

Seokjin sangat menyukai saat dimana ia sadar akan hal-hal kecil yang Namjoon lakukan untuknya. Hal-hal kecil yang mungkin saja terlewat dan tidak akan ia sadari seterusnya, jika tidak diperhatikan.

.

.

.

.

Haihaii, Lightrress disini.

This fict is dedicated to Kim Namjoon. Happy birthdayy buat leader kita tercintaa. Terima kasih sudah ada dan menjadi kekuatan bagi banyak orang termasuk akuu. Semogaa selalu sehat, senang dan bahagia terus.

Btw, this fict is inspired by AKMU - Lets take time. Judul lagu dan fict ini sama, meskipun konteksnya berbeda karena lagu ini seperti menceritakan soal perpisahan. Aku sangat suka dengan melodi dan lirik lagunya. Dari situlah, aku berpikir untuk membuat fict ini. Semoga kalian menyukainyaaa.

PS. Aku sempat berpikir untuk membuat ini menjadi series tapi masih bingung. Jadi untuk sekarang, seperti ini dulu. Bagaimana menurut kalian?

Ditunggu tanggapannyaa

Thank youu

-Lightrress