Let's take time : To Appreciate Little Things by Lightrress
.
Warning!
Ficiton, BL, Drabble, AU
.
.
Namjoon sangat menyukai hal-hal kecil yang Seokjin berikan kepadanya
.
.
.
.
Jarum jam menunjukkan pukul 6 pagi. Masih terlalu pagi bagi kebanyakan orang, tapi tidak untuk Namjoon dan Seokjin. Namjoon sedang duduk mengatur barang-barangnya ke dalam tas di sofa ruang tamu, bersiap-siap akan berangkat untuk jadwal pemotretannya. Seokjin datang dari arah dapur, meletakkan sepiring roti bakar beserta minuman di atas meja, dan beralih membantu Namjoon.
"Makan sarapanmu, Namjoonie. Aku yang akan mengatur barangmu"
"Uh maaf membangunkan hyung, harusnya hyung bisa tidur lagi" Namjoon menatap Seokjin yang mengambil alih tasnya.
Seokjin menggeleng "Tidak, Namjoon-ah. Aku memang ingin membuatkanmu sarapan"
"Terima kasih, sayang" Namjoon mengacak pelan rambut yang lebih tua kemudian memakan sarapan paginya.
Seokjin yang sudah selesai mengatur barang melihat Namjoon yang juga telah menghabiskan sarapannya. Tertawa pelan melihat kekasihnya itu masih mengunyah dengan pipi penuh sambil mengecek pesan di ponselnya. Seokjin kemudian berdiri, berjalan ke dapur sambil membawa piring dan gelas milik Namjoon, berniat mencucinya.
Namjoon yang mendapatkan pesan dari managernya, segera mengambil tas dan berjalan ke pintu apartemen mereka sambil berkata "Hyung aku berangkat sekarang"
Seokjin yang berada di dapur segera menjawab menahan Namjoon untuk pergi "Tunggu sebentar, Namjoon-ah"
Namjoon berhenti di depan pintu, matanya mengikuti Seokjin yang berlari kecil ke kamar tidur mereka "Kenapa? Manager hyung sudah menungguku di bawah, sayang"
Seokjin kembali dan memberikan sesuatu pada Namjoon "Ini"
Namjoon melihat barang di tangannya yang merupakan sebuah earpod. Menatapnya sebentar lalu kembali menatap Seokjin.
Seokjin tersenyum "Usahakan yang ini bertahan tiga bulan, Namjoonie. Jangan rusak dan jangan dihilangkan, mengerti?"
Namjoon mengangguk pelan, terpaku pada Seokjin. Dari mana hyungnya ini tahu? Namjoon tahu dirinya memang sering menghilangkan atau merusakkan barang-barangnya, dan baru-baru ini earpod-nya lagi-lagi menjadi korban, tapi seingatnya ia belum mengatakannya pada Seokjin.
Seokjin melihat Namjoon yang menatapnya, tersenyum jahil, bergerak untuk mencium bibir Namjoon sekilas.
"Sudah, sana berangkat"
Namjoon tersenyum manis, mengecup dahi kekasihnya sayang.
"Terima kasih, hyung. Aku pergi dulu"
.
.
Namjoon menghela napas bosan. Pekerjaannya sebagai model kadang bisa sangat membosankan. Banyak waktu yang dihabiskan untuk menunggu. Seperti sekarang, Namjoon sedang menunggu staff-staff mengganti set pemotretan mereka. Biasanya di saat seperti ini, Namjoon akan menghabiskan waktunya untuk mendengar lagu, membaca buku ataupun menuliskan lirik lagu. Memutuskan untuk menulis lirik-lirik lagu, Namjoon meraih tasnya, merogoh isinya dan menemukan dua buku notes kecil.
Namjoon menatap heran dua buku itu karena seingatnya ia hanya punya satu. Namjoon membuka buku-buku itu dan menyadari kalau bukunya sudah terisi penuh, sedangkan buku yang lain masih kosong.
Namjoon tersenyum dan segera mencari ponselnya, ingin menghubungi Seokjin. Kekasihnya pasti menyelipkan buku itu saat membantu Namjoon bersiap-siap pagi tadi, mengetahui kalau buku milik Namjoon sudah penuh. Hapal kebiasaan Namjoon yang memang memilih untuk menulis di buku daripada di ponsel.
Setelah menemukan ponselnya, Namjoon mengirim pesan singkat kepada kekasihnya.
Terima kasih, hyungnim
Hem? Seokjin ternyata segera membalas
Bukunya, sayang :)
Di restoran, Seokjin yang melihat pesan itu tersenyum dan membalas
Sama-sama, Namjoon-ah. Sampai jumpa di rumah
.
.
Semenjak pulang dari pemotretan, Namjoon sudah mengurung diri dalam studionya di apartemen mereka. Apartemen mereka memang mempunyai satu ruangan yang difungsikan sebagai studio untuk Namjoon bekerja membuat musik.
Namjoon yang sedari tadi duduk kaku menatap layar monitor mulai merenggangkan tubuh di kursinya. Namjoon merasa penat dan butuh istirahat sebentar.
Tok Tok Tok
Namjoon menoleh ke arah pintu dan menemukan Seokjin disana sedang berdiri memegang sebuah mug, mengintipnya dari celah pintu yang sedikit terbuka. Seokjin tersenyum lalu bertanya "Aku boleh masuk?"
"Masuklah, hyung-ah"
Seokjin masuk lalu meletakkan mug diatas meja di depan Namjoon yang sedang duduk.
"Ini, Namjoon-ah"
"Terima kasih, sayang. Ini kopi?" tanya Namjoon sambil meraih mugnya.
Seokjin mengangguk lalu bertanya "Kau sudah tidak keluar dari studiomu selama hem...6 jam? Tidak lelah?"
Namjoon menjawab sambil meminum kopinya "Lelah tapi tidak bisa ku tinggal"
Seokjin yang mendengarnya tertawa, mengusap pelan rambut yang lebih muda. Namjoon meletakkan kopinya dan beralih menatap Seokjin yang juga sedang menatapnya.
"Hyung"
"Ya?"
Namjoon menepuk pahanya. Seokjin memiringkan kepalanya memandang Namjoon tidak mengerti.
Namjoon menepuk pahanya lagi "Duduk sini, hyung"
Seokjin membola dengan wajah memerah "Mesum! Tidak mau!"
Seokjin ingin kabur keluar dari ruangan, namun Namjoon dengan cepat menahan lengannya. Sambil tertawa, Namjoon berkata "Duduk saja, sayang. Tidak akan ku apa-apakan".
Menarik tangan Seokjin agar tubuh Seokjin jatuh terduduk di pangkuannya, Namjoon segera melingkarkan tangan di pinggang dan perut Seokjin. Meletakkan dagunya di bahu yang lebih tua, menghirup dalam-dalam wangi yang menguar dari ceruk leher kekasihnya itu kemudian berbisik
"Aku butuh charging seperti ini, sayang"
Seokjin tertawa sambil mengelus kepala kekasihnya, berniat jahil, Seokjin berbisik pelan di telinga Namjoon.
"Lima menit ya Namjoon-ah."
Kali ini giliran Namjoon yang mengerang tak suka. Seokjin tertawa dan balas memeluk Namjoon.
Namjoon ikut tertawa kemudian berbisik tulus dalam pelukan "Terima kasih, hyung-ah. Aku mencintaimu"
.
.
.
.
Namjoon selalu berusaha mengingatkan diri agar tidak terbiasa akan hal-hal kecil yang Seokjin berikan padanya. Terbiasa kadang membuat hal-hal kecil dapat terlupakan, diterima begitu saja, dan tidak dihargai. Dan Namjoon, ia tidak ingin itu terjadi.
.
.
.
.
Haiiii, Lite kembali. Aku memutuskan untuk mengupdate cerita Let's take time ini. Aku sangat senang menulis interaksi Namjoon dan Seokjin yang seperti ini karena demi tuhann mereka sangat UWUUUUU.
Aku akhir-akhir ini sangat sibuk dengan tugas perkuliahan. Sangat sulit menemukan waktu untuk menulis dan mengembangkan ide cerita, tapi aku sangat senang akhirnya bisa membuat Let's take time ini lagii.
Oke. Sudah cukup wkwkwkwk
Review?
-Lightrress
