Daybreak Mercenary

.

Fanfiction written by A. Amagiri

Summary:

Dungeon Gate. Kala ketika dunia manusia harus menerima dan berbaur dengan keberadaan monster. Apakah dunia kiamat? Tidak. Strata manusia pun berubah dengan kehadiran manusia-manusia yang memburu monster dan melindungi sesama. Merekalah yang disebut sebagai Seeker. "Oh, aku? Tidak. Aku menyebut diriku Daybreak Mercenary."

.

Warn: AU! Typo! OOC! etc.

Rate: T~M

Genre: Adventure, Comedy, Fantasy, Slight!Romance, etc.

.

Prologue


"Hosh... hosh..."

Seluas mata memandang terlihat pemandangan yang sangat mengerikan. Mayat-mayat bertebaran di mana-mana, kobaran api yang entah berasal darimana. Perang sudah terjadi dan langit menjadi saksi bisu dalam pertempuran besar itu.

[Kami Rulers bukanlah makhluk yang kau mampu hadapi, Mortal]

Suara berat menggema. Entah itu pria atau wanita terdengar samar. Lebih seperti campuran keduanya.

[Kehancuran yang duniamu terima adalah takdir]

Seorang pria berdiri dengan susah payah menggunakan dua buah 'Spear' yang ia genggam pada kedua tangannya. Noda darah membekas di seluruh kujur tubuhnya disertai bekas luka yang tampak belum mengering.

"Kalian yang harusnya musnah."

[Melindungi sesuatu yang bukan merupakan kewajibanmu...]

"Diam."

[Tidak akan ada yang menangisi perjuanganmu]

"Diam."

[Kegelapan akan menemanimu...]

"AKU BILANG DIAM!"

Pria itu meraung marah dan menerjang ke depan.

[Karena kau adalah bagian dari kami]

.


KRING- KRING- KRING-

Set

"Alarm terkutuk!"

Pagi yang cerah dibuat suram seketika dengan satu buah makian penuh cinta. Pemuda berambut pirang jabrik mematikan alarm yang membangunkan tidur nyenyaknya. Dengan mata yang masih suntuk, ia bangun dari 'wadah dengan gravitasi tinggi' dan berjalan menuju kamar mandi.

Uzumaki Naruto, pemuda berumur 19 tahun. Sejak kecil, ia dirawat oleh kakeknya tanpa mengenal siapa ayah ataupun ibunya. Walaupun begitu, ia tetap bahagia hidup berdua bersama kakeknya sampai akhirnya kakeknya mengalami kecelakaan 2 bulan yang lalu dan mengalami koma. Keadaan yang seperti itu membuatnya harus berhenti sekolah dan bekerja untuk membiayai rumah sakit untuk kakeknya sekaligus biaya hidupnya sendiri.

Naruto keluar dari kamar mandi, menggunakan pakaian yang lengkap dan bersiap untuk berangkat menuju tempat dimana ia bekerja.

"Yosh semangat!"

.


Lima tahun yang lalu, sebuah bencana besar menimpa seluruh umat manusia. Bukan bencana alam seperti gunung meledak ataupun hujan meteor yang menimpa bumi. Bencana besar itu disebut sebagai Gate Dungeon. Gate Dungeon adalah sebuah portal yang menghubungkan dimensi manusia dengan dimensi lain yang dihuni oleh para monster. Kemunculan Gate Dungeon pertama terjadi secara serentak di berbagai belahan dunia mulai dari Jepang, Korea, China, Eropa, bahkan sampai ke Benua Amerika.

Pada dasarnya, siapapun yang masuk ke Gate Dungeon tidak akan bisa keluar kecuali mereka mengalahkan semua monster beserta bos monster yang ada di dalamnya. Terdengar sangat fantasi layaknya game online, tetapi itulah yang terjadi. Kekuatan militer biasa tidak mampu melawan monster-monster tersebut, yang ada hanyalah korban-korban dari kekuatan militer yang terus berjatuhan. Namun, Gate Dungeon terus bermunculan dan tentu saja berbahaya jika dibiarkan begitu saja walaupun tidak ada kasus dimana monster keluar dari Gate Dungeon tersebut.

Di saat yang bersamaan pula, bermunculan manusia-manusia yang memiliki kekuatan aneh dan di luar nalar manusia. Ada yang dapat mengendalikan elemen-elemen dasar, ada pula yang mampu berubah menjadi suatu monster beast yang dapat dikendalikan. Mereka dikenal sebagai Seeker. Keberadaan Seeker ini mampu mengalahkan monster yang ada di dalam Gate Dungeon dan akhirnya tertutup setelah bos monster di dalamnya dikalahkan. Semenjak itu, beberapa negara pun menjadikan Seeker itu sendiri sebagai kekuatan negara di luar kekuatan militer dengan tujuan tentu saja untuk mengatasi Gate Dungeon yang terus bermunculan.

.


"Siap Pak!"

"Ah, Naruto ini hari pertamamu bekerja di sini kan?"

Seorang pria dewasa yang kisaran umurnya ada di kepala tiga dengan pakaian ala penambang bertanya kepada Naruto. Saat ini Naruto berada tepat di sebuah Gate Dungeon. Tidak hanya berdua, tetapi ada banyak orang berkumpul di sana.

"Benar Pak!"

"Santailah. Tidak perlu begitu kepadaku. Jangan terlalu tegang, siapkan tenagamu untuk menambang di dalam."ucap pria dewasa itu sambil tersenyum dan berlalu pergi.

Naruto balas tersenyum dan menatap Gate Dungeon dengan ukuran yang bisa dikategorikan sebagai ukuran sedang. Ini adalah kali pertamanya bekerja sebagai Penambang Gate Dungeon setelah sebelumnya ia bekerja menjadi kasir supermarket, pencuci piring restoran cepat saji Subway, dan keduanya berakhir ia mengundurkan diri secara tidak hormat alias dipecat. Sungguh sial nasibmu anak muda.

Gate Dungeon sendiri bisa dibilang membawa berkah juga karena menyediakan lapangan kerja yang cukup signifikan. Selain para Seeker yang membasmi monster di dalamnya, orang-orang juga dapat menambang Crystal di dalamnya. Beberapa Crystal itu dapat diforge menjadi senjata ataupun dijual dengan harga yang cukup tinggi.

'Dulunya bencana, sekarang ladang bisnis. Dasar manusia!' batin Naruto seakan-akan melupakan bahwa dirinya juga adalah manusia.

Gate Dungeon berkelip dan keluarlah beberapa manusia dari sana. Mereka adalah para Seeker yang ditugaskan untuk menyelesaikan Gate Dungeon. Sesosok wanita berparas cantik dengan rambut merah indah menyala dipadukan dengan iris emerald adalah ketua dari kelompok Seeker itu.

"Baiklah kami sudah membunuh semua monster di dalam kecuali bos monster, silakan lakukan tugas kalian dan jangan sampai masuk ke ruangan bos. Setelah kalian selesai, kami akan masuk kembali untuk membunuh bos dan menutup Gate ini."ucap wanita itu dan dibalas anggukan oleh seluruh orang yang ada di luar Gate Dungeon.

"Wah, bukannya dia adalah Rias Gremory? Adik dari Sirzech Gremory? ...", "... Benar, ia sangat cantik...", suara bisik-bisik kecil pun terdengar ke telinga Naruto. Tentu saja siapa yang tidak tahu Rias Gremory. Ia adalah adik dari Ketua Guild Lucifer. Salah satu dari tiga guild besar yang ada di Jepang. Naruto tentu sering mendengar pemberitaan tentangnya yang dikatakan merupakan Seeker berbakat yang mencapai A-rank di umur yang masih muda.

Setiap negara memiliki Seeker tersendiri yang akan mengurus Gate Dungeon di negara masing-masing. Para Seeker itu pun mendirikan Guild untuk memudahkan penyelesaian Gate Dungeon. Jepang sendiri memiliki tiga Guild utama, yakni Lucifer, Gregory, dan Heavenly. Bukan berarti hanya ada tiga guild di Jepang, ada puluhan bahkan ratusan Guild kecil selain ketiganya. Namun, tentu saja tiga Guild besar itu memiliki uang dan hak atas beberapa Gate Dungeon di Jepang sehingga beberapa Guild kecil itu menjadi Subguild untuk melakukan Raid di Gate Dungeon. Walaupun demikian, adapula Guild yang memilih independen.

'Ujung-ujungnya ini adalah bisnis.' batin Naruto yang menatap kepergian Rias Gremory dan kelompoknya. Seseorang tiba-tiba menepuk pundaknya.

"Hey, apa yang kau lamunkan? Ayo masuk!"

.


TUK TANG TUK TANG TAK

"Hosh..."

Naruto mengelap keringat pada pelipisnya. Sudah lebih dari 1 jam ia dan para penambang lainnya bekerja. Semakin banyak Crystal dan Ore yang mereka dapatkan di dalam Gate Dungeon, semakin besar uang yang diperoleh. Tentu saja semakin besar uang yang diperoleh, semakin besar gaji yang diperoleh per penambang.

"Haha, untung saja aku pernah latihan fisik denganmu, Kakek." Naruto bermonolog sambil tersenyum mengingat ketika ia dilatih fisik oleh kakeknya. Selain itu, ia dan kakeknya juga pernah bekerja bersama mengangkat beban-beban berat dan itu semua tentu saja demi uang untuk makan.

"Hey Naruto! Waktunya istirahat makan siang."

"Saya akan menyusul. Paman duluan saja." balas Naruto pada pria yang memanggilnya itu.

Naruto menatap goa ini. Sekilas ini nampak seperti goa biasa yang ia sering lihat di televisi ataupun di internet. Namun, siapa sangka bahwa ini adalah tempat tinggal dari monster yang hidup di dalam Gate Dungeon. Bahkan, goa ini tampak indah dengan adanya Crystal dan Ore yang bercahaya terang layaknya berlian. Hanya bekas-bekas pertempuran yang memberikan sedikit kekacauan pada tempat itu.

'Seandainya aku seorang Seeker, biaya rumah sakit kakek mungkin akan... Sudahlah, aku harus bekerja.'

Naruto mengepalkan tangannya. Ia sempat melakukan pengecekan pada tubuhnya untuk mengecek apakah ia bisa menjadi Seeker atau tidak. Namun, hasilnya berkata negatif. Seorang Seeker memiliki suatu ciri unik pada tubuhnya, seperti adanya aliran Mana dan juga kekuatan yang lebih dari manusia biasa.

Seeker juga memiliki tingkatan tertentu dari E-rank yang merupakan tingkatan paling kecil, D-rank, C-rank, B-rank, A-rank, dan yang paling tinggi adalah S-rank. Walaupun E-rank adalah yang paling kecil, tingkatan Seeker itu mampu untuk membuat manusia biasa masuk rumah sakit untuk dirawat selama beberapa hari. Itulah perbedaan antara Seeker dengan manusia biasa.

TUK TANG TUK

"Kurasa ini Ore terakhir di sektor ini. Saatnya istirahat." Naruto berlalu pergi sambil mengangkut sekarung penuh berisi Ore dan Crystal.

.

"Hahaha, kau terlalu bersemangat Naruto!"

"Saya hanya berusaha yang terbaik, Paman." Naruto hanya ikut terkekeh kecil. Biar bagaimanapun, semakin cepat menyelesaikan pekerjaan tentu saja semakin baik. Mereka kemudian melanjutkan makan siang dengan obrolan-obrolan ringan ala bapak-bapak. Tentunya Naruto hanya bisa meringis kecil.

'Apa aku salah pergaulan?'

"Kalian tahu, aku menemukan satu sektor misterius di Gate Dungeon ini," ucap salah satu pria di sana yang bernama Ichiro. Ia adalah pria berumur 30-an, sudah menikah dengan seorang buah hati yang masih kecil.

"Bukankah itu ruangan bos?"

"Aku rasa bukan karena ruangan bos biasanya dijaga oleh Seeker. Mungkin saja ada harta di dalamnya, kalian tahu rumornya bukan?"

'Rumor?' batin Naruto. "Rumor tentang apa, Paman?" tanya Naruto sambil melahap onigirinya.

"Beberapa Gate Dungeon memiliki ruang tersembunyi yang menyimpan harta. Entah apa hartanya, yang jelas itu pasti sangat mahal." ucap Ichiro sambil bendiri dan menepuk celananya yang kotor. "Bagaimana jika kita mengeceknya bersama?" sambungnya lagi.

Semua menoleh ke arah ketua penambang. "Bagaimana Pak Sung?"

Naruto sendiri sebenarnya tidak terlalu tertarik dengan harta yang dimaksud oleh Pak Ichiro tadi. Baginya, mendapat gaji secara rutin dan normal sudah lebih dari cukup...

"Baiklah, mari kita lihat sebentar apa yang ada di dalamnya."

... tapi entah kenapa hari ini ia merasakan firasat yang buruk.

.


"Rias-buchou!"

"Ada apa Isse-kun?"

"Apa menurutmu kita harus menutup tempat itu? Sektor itu terasa cukup berbahaya untuk para penambang dan pekerja yang lain." tanya pria beriris dan rambut dengan warna senada yakni coklat. Saat ini mereka sedang beristirahat sembari menunggu pekerjaan para pekerja membereskan Crystal, Ore, dan mayat monster di dalam Gate Dungeon.

"Tak masalah. Tempat itu cukup jauh dari sektor dimana Ore dan Crystal terlihat. Dan juga, sektor itu sangat dekat ke ruangan bos jadi mereka mungkin tidak akan berani ke sana." ucap Rias sambil menyesap tehnya.

"Kita akan kembali mengeceknya setelah mereka selesai bekerja."

.

'Aku tidak tahu kalau ada lorong di dalam Gate Dungeon ini, terlihat seperti labirin.' batin Naruto sambil menengok-nengok lorong yang sangat gelap. Hanya ada cahaya obor yang dipegang ketua penambang Sung yang menerangi jalan lorong ini.

Para penambang sedang berjalan di sektor yang rumornya terdapat harta di dalamnya. Mereka sudah berjalan sekitar 10 menit dan belum menemukan apa-apa selain lorong goa yang sangat panjang. Bahkan Ore dan Crystal tidak ada di sana.

"Ketua bukankah seharusnya kita kembali?" tanya salah satu penambang di sana.

"Apa maksudmu? Kita baru hanya berjalan 10 menit, berjalan sebentar lagi dan mungkin kita akan dapat jackpot." balas Ichiro.

"Tunggu, kurasa aku menemukan cahaya di sana." ucap Pak Sung kemudian mereka berlari ke arah cahaya tersebut. Dan benar saja mereka mendapati sebuah ruangan yang sangat besar. Dipenuhi oleh Crystal dan Ore bercahaya warna warni. Dan jangan lupakan juga soal harta, emas dimana-mana.

"HAHA! Sudah kubilang kan bahwa rumor itu benar. Ayo kita penuhi kantong kita!" ucap Ichiro yang kemudian berlari diikuti oleh penambang lainnya mengambil emas dan berbagai harta lainnya yang ada di sana. Tersisa hanya Naruto dan Pak Sung yang masih di muka pintu masuk ruangan tersebut.

"Paman, apa kau tidak ikut mengambilnya?" tanya Naruto sambil mengamati ruangan penuh harta itu.

"Haha mungkin aku akan mengambil sedikit. Kau tidak ambil?" tanyanya balik kepada Naruto.

"Paman saja duluan."

"Seperti biasa huh. Awas nanti kau tak kebagian heh." ucap Pak Sung sambil terkekeh lalu berlalu menyusul penambang lainnya mengoleksi harta di sana.

Naruto hanya tersenyum kecil. Ia kembali mengamati tempat itu. 'Apa semudah ini? Kenapa ruangan harta seperti ini tidak ada penjagaan dan jika ada ruangan ini, bukankah Guild harusnya sudha mengetahuinya?' Jujur saja Naruto mungkin cukup tergoda dengan harta di sini, tapi entah kenapa firasatnya buruk tentang mengambilnya.

Ruangan itu bisa dibilang sangat besar dan berkilau akan emas, Crystal, Ore, dan permata lainnya. Tidak ada yang seram sama sekali kecuali hanya ada beberapa patung yang cukup aneh mengelilingi ruangan tersebut. Kebanyakan patung itu memiliki wujud layaknya ksatria full armor pada tubuhnya dan yang membuatnya mencolok, patung itu semuanya memegang sebuah Spear di tangan kanan mereka. Tidak ada yang memegang pedang ataupun senjata lainnya.

Di tengah-tengah ruangan tersebut, berdiri patung yang cukup berbeda dari yang lainnya karena berukurang paling besar di antara patung yang lain. Patung itu mengenakan armor yang berbeda dibanding patung yang lainnya dan yang satu itu memegang dua buah Spear. Dan patung itu tidak memiliki kepala yang mungkin hancur atau terkikis terkena stalaktit. Naruto menatap intens patung yang berada di tengah tersebut. Ia merasa aneh denga patung itu.

"Hoi siapa namamu tadi, ah Naruto. Mau kuambilkan untukmu atau tidak?" teriak Ichiro dari sisi seberang membangunkan Naruto dari lamunannya.

"Ah, tidak perlu Paman. Paman dan yang lain saja yang mengambil."balas Naruto sambil melambai tanda menolak. Tak butuh waktu lama, mereka pun berkumpul kembali di pintu masuk ruangan tersebut. Kantong mereka sudah penuh akan harta yang mereka angkut.

"Ah aku bersyukur menjadi penambang." ucap Ichiro dan disetujui penambang yang lain. "Sayang sekali kau tidak ikut berpesta bersama kami hoi Naruto, kau terlalu munafik."

"Tak apa Paman, lagipula aku tidak terlalu tertarik." balas Naruto.

"Sudahlah, ayo kita kembali sebelum kita ketahuan." ucap Pak Sung.

Tepat kalimat Pak Sung selesai, terjadi gempa di ruangan tersebut. "Gempa?!" Gate Dungeon pada dasarnya dimensi yang terpisah dari dimensi manusia. Jadi, apapun yang terjadi pada dunia manusia, biasanya tidak memengaruhi Gate Dungeon. Namun, kali ini terjadi gempa di dalam Gate Dungeon itu sendiri.

"Apa mungkin ini karena kita mengambil harta di sini?" tanya Naruto. Mungkin firasat buruknya tadi benar-benar pas. Namun, gempa itu hanya berlangsung singkat dan semua kembali normal seperti sebelumnya.

"Jangan berkata begitu, bocah! Sudah kukatakan tidak akan ada yang terjadi. Lihat suda,- UHKK!" Belum selesai Ichiro berbicara ia terlempar ke arah dinding ruangan tersebut dengan sebuah tombak menembus perutnya. Darah menggenang dari tubuhnya yang bisa dipastikan bahwa ia telah meninggal.

"ICHIRO!"

Naruto menoleh ke belakang dan mendapati bahwa salah satu patung tidak memegang tombaknya. 'Mungkinkah?' Dan Naruto mendapati salah satu patung itu bergerak dan melempar tombaknya ke arah atas dari pintu masuk ruangan itu. "SEMUA MENJAUH!" Naruto berteriak dan mendorong entah siapa untuk menjauh karena...

BLAM- DUAR- BLAM-

... tombak itu mengenai dinding atas pintu masuk ruangan harta dan menjatuhkan bebatuan yang menutupi satu-satunya pintu mereka untuk keluar. Untungnya tidak ada korban karena Naruto tepat memperingati mereka sebelum tombak itu mengenai dinding.

"A-ada apa i-ini se-sebenarnya..." tanya salah satu penambang yang mengalami shock setelah dua runtutan kejadian itu.

Naruto bangun dari jatuhnya dan menatap dengan raut meringis apa yang terjadi di hadapannya.

"Kurasa...

Patung-patung yang semula hanya diam menatap para manusia mengambil harta dengan wajah yang rakus, kini bangkit dengan tombak di tangan mereka siap menghujam siapapun manusia yang ada di sana. Sinar mata merah mengkilat tanda kemarahan terlihat dibalik helm yang digunakan patung tersebut. Mereka mulai berjalan secara pelan mendekati para penambang yang meringkuk ketakutan menatap apa yang sudah terjadi.

.

"... kita melakukan kesalahan."

.

.

TBC


A/N:

Yoo~ Apa kabar di kala pandemi? Semoga sehat selalu!

Sebenarnya bukan fanfic pertamaku, tapi aku mencoba mengetik lagi ahaha.

Mungkin ada yang gak asing dengan alur ini. Yap! Solo Leveling! Tapi engga sepenuhnya aku ikuti alurnya seperti itu. Nanti pokoknya... Lihat nanti aja dah haha.

Character utama jelas Naruto dan Chara dari DxD sangat pas buat memerankan per-Guild-an duniawi. Tapi, mungkin aku akan masukkan Chara-chara dari anime lain ataupun dari manhwa Korea. Jujur manhwa Korea sangat tempting buat dibaca :o

Untuk word, mungkin buat sebuah prologue segini aja cukup deh. (Sebenernya ga mampu sih lebih dari ini ngetiknya xD). Segitu aja kali yaa A/N nya, aku butuh review dan saran kalian juga buat pengembangan dll. Anyway makasi buat yang udah sempet baca!

Judulnya sih keren, tapi mungkin ceritanya biasa aja :")

Hope you all like it :D


Vocabulary

Gate Dungeon: Bencana besar lima tahun lalu dimana bermunculan portal-portal yang menghubungkan dimensi manusia dengan dimensi lain yang penuh akan monster, masih belum diketahui penyebab Gate Dungeon muncul.

Seeker: Manusia yang diberkahi kekuatan untuk membasmi para monster di dalam Gate Dungeon.

Raid: Kegiatan membasmi monster di dalam Gate Dungeon sekaligus mengambil semua sumber daya yang ada di dalamnya.

Mana: Aliran energi yang mengalir di dalam tubuh manusia. Masih belum ditemukan asalnya dan hanya terdapat pad Seeker.